Pegmatit, Batuan Beku di Akhir Kristalisasi Magma

batuan pegmatit
Pegmatit (pegmatite) adalah jenis batuan beku yang pembentukannya terjadi pada akhir kristalisasi magma. Pegmatit dicirikan oleh batuan yang mengandung kristal yang sangat besar, bahkan terkadang kristal-kristal tersebut merupakan mineral yang jarang dijumpai pada batuan lain.

Syarat disebut “pegmatite” adalah bahwa batuan tersebut sebagian besar harus tersusun oleh kristal dengan diameter setidaknya 1 cm. Ini adalah deskripsi utama atau ciri-ciri khusus pegmatit yang sangat mudah dikenali. Perlu diingat bahwa istilah “pegmatit” tidak ada hubungannya dengan komposisi mineral suatu batuan.

Kristal besar di dalam batuan beku sering terkait dengan laju kristalisasi yang lambat. Akan tetapi khusus untuk terminologi pegmatit, pembentukan kristal besar terkait dengan cairan yang berviskositas rendah yang memungkinkan ion di dalamnya menjadi sangat mobile.

Sepanjang awal kristalisasi magma, lelehan yang terjadi sangat sering mengandung volatil (fluor, klorin, dan CO2) dan air terlarut. Dalam hal ini, air tidak akan hilang dari lelehan selama proses kristalisasi awal, sehingga konsentrasinya akan meningkat sejalan dengan terjadinya proses kristalisasi.

Sebagian besar pegmatit memiliki komposisi mirip batuan granit yang melimpah akan mineral feldspar, kuarsa, dan mika. Komposisi yang demikian terkadang disebut sebagai granit pegmatit untuk menunjukkan minerologinya. Namun ada juga nama batuan plutonik lainnya yang sering dikombinasikan penamaannya dengan pegmatite, contohnya syenit pegmatit dan gabro pegmatit.

Batu pegmatit terkadang tersusun oleh sumber mineral berharga seperti bijih lithium (spodumene) dan bijih berilium (beryl) yang pada batuan lain biasanya sangat jarang hadir dalam jumlah yang ekonomis. Selain itu, mineral seperti topaz dan turmalin yang merupakan sumber dari batu permata juga dapat ditemukan bernilai ekonomis dalam bentuk pegmatit.
LihatTutupKomentar