Pegmatit, Batuan Beku di Akhir Kristalisasi Magma

Gambar kristal pegmatit.

Apa itu Pegmatit ?

Pegmatit adalah jenis batuan beku yang pembentukannya terjadi pada akhir kristalisasi magma. Pegmatit dicirikan oleh batuan yang mengandung kristal yang sangat besar, bahkan terkadang kristal-kristal tersebut merupakan mineral yang jarang dijumpai pada batuan lain (rare minerals). Pegmatit dikategorikan sebagai jenis batuan beku dalam (plutonik).

Syarat disebut “pegmatite” adalah bahwa batuan tersebut sebagian besar harus tersusun oleh kristal dengan diameter setidaknya 1 cm. Ini adalah deskripsi utama atau ciri-ciri khusus pegmatit yang sangat mudah dikenali. Perlu diingat bahwa istilah “pegmatit” tidak ada hubungannya dengan komposisi mineral suatu batuan.

Sebagian besar pegmatit memiliki komposisi mirip batuan granit yang melimpah akan mineral feldspar, kuarsa, dan mika. Komposisi yang demikian terkadang disebut sebagai granit pegmatit untuk menunjukkan minerologinya. Namun ada juga nama batuan plutonik lainnya yang sering dikombinasikan penamaannya dengan pegmatite, contohnya syenit pegmatit dan gabro pegmatit.

Batu pegmatit terkadang tersusun oleh sumber mineral berharga seperti bijih lithium (spodumene) dan bijih berilium (beryl) yang pada batuan lain biasanya sangat jarang hadir dalam jumlah yang ekonomis. Selain itu, mineral seperti topaz dan turmalin yang merupakan sumber dari batu permata juga dapat ditemukan bernilai ekonomis dalam bentuk pegmatit.

Batuan dengan Kristal Besar

Kristal besar di dalam batuan beku sering terkait dengan laju kristalisasi yang lambat. Akan tetapi khusus untuk terminologi pegmatit, pembentukan kristal besar terkait dengan cairan yang berviskositas rendah yang memungkinkan ion di dalamnya menjadi sangat mobile.

Sepanjang awal kristalisasi magma, lelehan yang terjadi sangat sering mengandung volatil (fluor, klorin, dan CO2) dan air terlarut. Dalam hal ini, air tidak akan hilang dari lelehan selama proses kristalisasi awal, sehingga konsentrasinya akan meningkat sejalan dengan terjadinya proses kristalisasi. Pada akhirnya terjadi limpahan air dan kantong-kantong air terpisah dari lelehan

Kantung air super panas ini sangat kaya akan ion terlarut. Ion-ion dalam air jauh lebih mobile daripada ion-ion dalam lelehan. Hal ini memungkinkan mereka untuk bergerak bebas dan membentuk kristal dengan cepat. Inilah mengapa kristal pegmatit tumbuh sangat besar, terkadang proses kristalisasi ekstrim menghasilkan kristal dengan panjang beberapa meter dan berat lebih dari 1 ton.

Aktivitas di Margin Batolit

Pegmatit awalnya dari air yang terpisah dari magma di tahap akhir kristalisasi. Proses ini sering terbentuk di kantong-kantong kecil disepanjang tepi batolit. Selain itu, pegmatit juga bisa terbentuk pada rekahan yang berkembang pada tepian batolit, dan ini dapat menghasilkan "tanggul pegmatit".

Penambangan pegmatit dapat dilakukan dengan metode tambang bawah tanah yang mengikuti tanggul atau mengeksploitasi kantong kecil dibawah permukaan. Karena keterdapatannya dalam kantong-kantong kecil dan tanggul maka penambangan pegmatit skala besar sebenarnya tidak bernilai ekonomis.

Kegunaan Pegmatit

Batuan pegmatit adalah batuan yang sedikit kegunaannya. Namun, deposit pegmatit sering kali mengandung mineral langka, batu permata, dan mineral industri.

1. Batu Asitektural

Batu pegmatit dapat di manfaatkan sebagai batuan arsitektural. Batuan ini ditambang dalam bentuk batu dimensi yang menghasilkan granit untuk penggunaan arsitektural.

Jika pegmatit visualnya bagus dan menarik, maka akan dipotong menjadi lempengan atau blok-blok dan dipoles untuk digunakan sebagai countertops, ubin dan produk batu dekoratif lainnya. Pegmatit secara komersial sering disebut sebagai "granit".

2. Batu Permata

Ada beberapa tambang batu permata terbaik di dunia berada pada endapan pegmatit. Beberapa batu permata yang dapat ditemukan pada pegmatit antara lain: garnet, beryl, stourmaline, amazonite, apatit, zircon, heliodor, kunzite, aquamarine, podumene, emerald, topaz, chrysoberyl, goshenite, lepidolite, morganite, dan banyak lainnya. Kristal besar permata dengan kualitas tinggi sering ditemukan di endapan pegmatit.

3. Mineral Langka

Pegmatit adalah salah satu dari beberapa batuan induk yang banyak mengandung mineral langka di dalamnya. Mineral langka yang bersifat komersial di dalam pegmatit contohnya seperti : berilium, tantalum, timah, tungsten, litium, niobium, cesium, titanium, molibdenum, boron, dan banyak elemen lainnya.

Di beberapa kasus penambangan endapan pegmatit hanya mempekerjakan kurang dari selusin orang. Jika tambang mengandung kristal mineral permata yang bagus maka mineral tersebut seringkali lebih berharga sebagai spesimen mineral daripada dijual sebagai bijih.

4. Mineral Industri

Pegmatit sering juga ditambang untuk mineral industri, sebagai contoh lembaran mika dapat ditambang dari pegmatite. Lembaran mika digunakan untuk membuat komponen perangkat elektronik, filter optik, pelat retardasi, jendela detektor, papan sirkuit, dan masih banyak produk lainnya.

Selain mika, feldspar juga merupakan mineral yang sering ditambang dari pegmatit. Feldspar dapat digunakan sebagai bahan utama untuk membuat keramik dan kaca.

Komentar