Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Timah, Elemen Langka dengan Segudang Manfaat

mengenal timah

Apa yang dimaksud dengan Timah?

Timah dengan simbol unsur Sn adalah elemen kimia yang masuk dalam kelompok karbon. Timah termasuk golongan 14 (IVa) dalam sistem tabel periodik kimia. Timah adalah logam putih lembut berwarna keperakan dengan semburat kebiruan. Orang-orang pada zaman dahulu mengenalnya sebagai perunggu, walaupun sebenarnya perunggu merupakan paduan anatara timah dan tembaga.

Pada zaman kuno, asal usul penggunaan logam ini sangat sedikit diketahui. Satu-satunya yang bisa merekam jejak penggunaan timah di masa lalu adalah Perunggu, yang merupakan paduan tembaga dengan timah. Perunggu dahulu sering digunakan oleh manusia di zaman prasejarah jauh sebelum logam timah murni dikenal. Perunggu umumnya dapat ditemukan di Mesopotamia Awal, lembah Indus, Mesir, Kreta, Israel, dan Peru.


Sebagian besar timah yang digunakan oleh masyarakat Mediterania Awal berasal dari Kepulauan Scilly dan Cornwall di Kepulauan Inggris, dimana di daerah penghasil timah tersebut telah dilakukan penambangan setidaknya pada 300–200 SM. Selain di Kepulauan Inggris, penambangan pada masa itu dilakukan juga di Amerika Selatan dan Tengah (wilayah Inca dan Aztec) sebelum penaklukan Spanyol. Simbol timah "Sn" merupakan singkatan dari kata Latin "stannum" yang artinya kaleng.

Bagaimana Sifat Fisik dan Kimia Timah?

Sifat timah (murni) yaitu tidak beracun, ulet, dan mudah ditempa. Titik leleh timah cukup rendah dan tersusun atas 2 bentuk berbeda (alotrop) yaitu timah putih (timah beta) dan timah abu-abu (timah alfa). Timah putih memiliki struktur kristal tetragonal dan timah abu-abu memiliki struktur kubik.

Timah dapat hadir dalam dua tingkatan oksidasi, yaitu +4 dan +2. Unsur timah mudah teroksidasi menjadi ion dipositif (Sn2+) dalam larutan asam. Ion Sn2+ dapat dikonversi menjadi ion Sn4+ oleh zat pengoksidasi seperti unsur oksigen. Biasanya oksidasi dalam kondisi basa menghasilkan kondisi tetrapositif (Sn4+).


Timah juga memiliki 10 isotop stabil dengan persentase dalam timah alami sebagai berikut: timah-112 (0,97%), timah-114 (0,65%), timah-115 (0,365%), timah-116 (14,53%), timah-117 (7,68%), timah-118 (24,22%), timah-119 (8,58%), timah-120 (32,59%), timah-122 (4,63%), dan yang terakhir adalah timah-124 (5,79%).

(Lihat juga mengenai manfaat tembaga)

Dibawah ini merupakan fakta penting properti timah:
  • Lambang Unsur : Sn
  • Nomor Atom : 50
  • Berat Atom : 118,69
  • Titik Lebur : 231,97°C (449,54°F)
  • Titik Didih : 2.270°C (4.100°F)
  • Massa Jenis Timah Putih : 7,28 gram/cm3
  • Massa Jenis Timah Abu-abu : 5,75 gram/cm3
  • Bilangan Oksidasi : +2, +4

Bagaimana Proses Terbentuknya Timah?

Timah merupakan unsur yang langka, dan hadir dalam batuan beku asal kerak bumi dengan komposisi hanya sekitar 0,001%. Persentase keterdapatannya dalam batuan hampir sama banyaknya dengan unsur-unsur seperti kobalt, nikel, tembaga, serium, dan timbal.

Timah terbentuk sebagai butiran logam alami terutama dalam bentuk oksida stannik yang ada dalam mineral kasiterit. Kasiterit merupakan satu-satunya mineral yang mengandung timah yang bernilai komersial. Logam timah dihasilkan dari kasiterit dengan cara mereduksi (menghilangkan oksigen) menggunakan batubara atau kokas dalam tungku peleburan.

Apa Manfaat Timah?

Sangat banyak pemanfaatan elmen yang satu diantaranya adalah dapat melindungi besi dari peristiwa korosi, pipa dan katup timah mampu menjaga kemurnian air dalam kaleng, timah cair merupakan elemen dasar untuk membuat gelas kaca.

(Baca juga mengenai pemanfaatan nikel)

Karena timah murni relatif lunak, ia tidak digunakan secara struktural kecuali jika dicampur dengan logam lain dalam bahan seperti perunggu yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai logam bantalan, solder berbasis timah, logam babbitt, dan paduan casting suhu rendah.

Timah oksida yang merupakan bentuk timah dalam keadaan oksidasi +4, berguna dalam membuat keramik, sebagai bahan abrasif ringan, dan sebagai bahan pembuat timbangan kain. Sedangkan dalam keadaan oksidasi +2 contohnya timah fluorida dan timah pirofosfat banyak digunakan dalam industri pasta gigi.

Persebaran Timah Dunia

Sampai saat ini belum ada deposit timah primer yang ditemukan bernilai ekonomis. Sumber utama mendapatkan elemen ini adalah dari endapan aluvial (hasil pelapukan mineral kasiterit). Keterdapatan timah dalam endapan aluvial rata-rata hanya sekitar 0,01%.

Tambang timah tertua adalah di Cornwall, yang beroperasi paling tidak pada awal Masa Fenisia. Deposit aluvial yang mengandung hingga 4 persen timah dapat ditemukan di Bolivia dan Cornwall. Di awal abad 21, China memimpin dalam memproduksi logam ini. Ini berarti produksi timah di China hampir setengah dari seluruh produksi timah yang ada di negara Indonesia, Peru, dan Bolivia.