Berbicara mengenai bumi memang tiada habisnya, tetapi pernahkah kamu tahu bagaimana sebenarnya pandangan geologist terhadap Bumi?. Ya, pemb...
Apa itu Dasit ? Pengertian, Ciri-Ciri, Kegunaan dan Proses Terbentuknya

Apa itu Dasit ? Pengertian, Ciri-Ciri, Kegunaan dan Proses Terbentuknya

Batu Dasit - Dasit adalah jenis batuan beku luar (vulkanik) yang paling umum selain andesit, riolit dan trakit. Batuan ini pada prinsipnya merupakan buatan peralihan yang berkomposisi antara riolit dan andesit, bahkan banyak orang yang menganggap dasit adalah andesit yang mengandung banyak kuarsa.

Daftar Isi:
1. Pengertian Dasit
2. Ciri-Ciri Dasit
3. Proses Terbentuknya Dasit
4. Dasit di Planet Mars
5. Kegunaan Dasit

batuan dasit

Pengertian Dasit

Dasit adalah batuan beku berbutir halus yang biasanya berwarna terang. Seringkali hadir dalam tekstur porfiritik. Dasit ditemukan dalam aliran lava, kubah lava, dike, sill, dan pecahan-pecahan piroklastik. Batuan ini biasanya ditemukan di kerak benua di atas zona subduksi, dimana lempeng samudera yang relatif muda telah mengalami melting di bawahnya.

Dasit merupakan batuan felsik yang terdiri dari atas kuarsa lebih dari 20% dan alkali feldspar / plagioklas lebih dari 0,5%. Komposisi batuan ini umumnya mirip dengan andesit, tetapi dasit memiliki plagioklas yang lebih sodik dan lebih banyak K-feldspar serta kuarsa.

komposisi batu dasit

Ciri-Ciri Dasit

Ciri utama dasit dapat dilihat dari komposisi mineral serta warna dari batuan tersebut. Komposisi mineral pada dasit umumnya adalah komposisi peralihan antara riolit dan andesit. Biasanya mengandung lebih banyak kuarsa daripada andesit dan lebih banyak plagioklas daripada riolit. Feldspars plagioklas yang sering hadir adalah oligoklas, andesin, ataupun labradorit. Dasit dapat dianggap setara dengan granodiorit berbutir halus.

Plagioklas adalah mineral yang paling melimpah di dasit. Mineral lain yang sering ditemukan dalam dasit adalah kuarsa, biotit, hornblende, dan piroksen. Dasit yang sebagian besar tersusun atas plagioklas dan kuarsa biasanya mempunyai ciri berwarna lebih terang, putih hingga abu-abu terang. Sedangkan yang dominan disusun atas hornblende dan biotit memiliki ciri berwarna abu-abu muda sampai coklat muda. Dasit yang paling gelap biasanya banyak mengandung augit ataupun enstatit.

Proses Terbentuknya Dasit

Magma dasit umumnya berkembang di zona subduksi yaitu di lempeng samudera yang relatif muda yang menunjam di bawah lempeng benua. Saat lempeng samudera turun ke mantel bumi, ia akan mengalami melting (pencairan) parsial bersamaan dengan pembebasan air magma yang juga memfasilitasi melting batuan di sekitarnya.

Sebagai contoh, zona subduksi dimana lempeng Juan de Fuca menunjam di bawah lempeng Amerika Utara adalah satu lokasi dimana magma dasit terbentuk. Disini, lempeng Juan de Fuca relatif muda ketika ia menunjam ke dalam mantel. Aktivitas geologis terbaru di Gunung St. Helens telah melibatkan magma dasit dan andesit sehingga menghasilkan kubah vulkanik, lava, material piroklastik, dan abu vulkanik.

Magma dasit kadang-kadang terlibat dengan letusan eksplosif. Magma dasit yang kental dan kadang-kadang mengandung gas berlimpah dapat menyebabkan letusan eksplosif ketika magma mencapai permukaan. Sedangkan magma dasit kental dengan sedikit gas akan keluar dalam bentuk aliran lava tebal dan secara perlahan-lahan membentuk kubah curam di atas ventilasi vulkanik.

Dasit di Planet Mars

Pada tahun 2002, pesawat ruang angkasa NASA THEMIS mulai mengorbit Mars, memindai permukaan planet dengan sistem citra emisi termal. Instrumen pada pesawat ruang angkasa ini memiliki kemampuan untuk mengkarakterisasi mineralogi dari unit-unit batuan yang terekspos di permukaan Planet Mars. Tujuan penelitian inia adalah untuk mengidentifikasi jenis batuan di permukaan Mars dan memetakan distribusi geografis planet ini.

THEMIS mengidentifikasi basal sebagai batuan vulkanik primer yang ada di permukaan Mars. Syrtis Major adalah gunung berapi basaltik selebar 800 mil (1300 kilometer). Gunung berapi ini memiliki beberapa kaldera yang runtuh di puncaknya, dan banyak ventilasi vulkanik di sisi-sisinya.

Erupsi samping telah menghasilkan serangkaian aliran magma dasit yang kaya akan silika. Aliran lava ini selanjutnya membangun kerucut vulkanik hingga ketinggian 1000 kaki (300 meter), dengan aliran lava yang menempuh jarak hingga 12 mil (20 kilometer) dari ventilasi utama mereka.

Banyak batuan vulkanik yang teramati di Syrtis Major merupakan jenis batuan dasit dan obsidian, mirip dengan gunung berapi di Bumi yaitu Gunung Hood di Amerika Serikat dan Gunung Fuji di Jepang. Keberadaan dasit dan vulkanisme merupakan salah satu ciri dari Planet Mars dan juga merupakan bukti bahwa magma yang sangat dinamis telah terbentuk di Mars, dan mereka ada karena proses seperti melting parsial dan kristalisasi fraksional.

Kegunaan Dasit

Dasit biasanya digunakan sebagai agregat (batuan yang dihancurkan/batu pecah). Agregat dasit dapat dimanfaatkan sebagai material pengisi diberbagai proyek konstruksi. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa batuan ini sangat buruk jika digunakan sebagai agregat campuran beton karena kandungan silikanya yang tinggi saat bereaksi dengan kimia semen akan mengurangi daya ikat beton.

Pada zaman dahulu, dasit banyak dipergunakan sebagai benda tajam dan dibuat sebagai benda utilitarian. Walaupun pecahan dasit tidak setajam obsidian, tetapi dasit terbukti lebih tahan lama ketika dipakai sebagai benda tajam. Hal ini tentunya berhubungan dengan komposisi dasit yang lebih banyak mengandung kuarsa.
Baca selengkapnya »
Apa itu Topaz ? Pengertian, Ciri-Ciri dan Proses Terbentuknya

Apa itu Topaz ? Pengertian, Ciri-Ciri dan Proses Terbentuknya

Mineral Topaz - Topaz adalah mineral silikat dari komposisi aluminium dan fluor dengan rumus kimia Al2SiO4 (F,OH)2. Mineral ini mengkristal dalam sistem ortorombik, dan sebagian besar bentuknya adalah prismatik. Topaz adalah salah satu mineral silikat yang paling sulit terbentuk secara alami.

Daftar Isi:
1. Pengertian Topaz
2. Ciri-Ciri Topaz
3. Proses Terbentuknya Topaz
4. Sebaran Deposit Topaz secara Global

mineral topaz

Pengertian Topaz

Topaz adalah mineral silikat langka dengan komposisi kimia Al2SiO4 (F,OH)2. Mineral ini biasanya terbentuk dalam fraktur dan rongga batuan beku seperti pegmatit dan riolit karena lambatnya pembekuan magma. Mineral ini dapat ditemukan dalam deposit aluvial yang asal pelapukannya dari batuan beku.

Topaz juga merupakan batu permata terkenal yang dijual dalam berbagai warna menarik. Beberapa warna topaz merupakan warna alami, sedangkan warna topaz lainnya diperoleh dengan cara memperlakukan topaz alami dengan panas, radiasi, atau pelapisan logam.

Topaz biru adalah warna yang paling populer di pasaran saat ini. Banyak orang menyukainya karena warnanya yang menarik dan harganya yang murah. Topaz cukup berkontribusi terhadap popularitas batu permata di dunia. Perhiasan Topaz dapat ditemukan dijual di hampir setiap toko perhiasan.

Ciri-Ciri Topaz

Salah satu sifat fisik topas yang paling terkenal adalah kekerasannya. Mineral ini memiliki kekerasan 8 skala mohs, dan menjadikannya mineral silikat yang paling keras. Sama halnya dengan mineral korundum, kuarsa dan intan, Topaz berfungsi juga sebagai mineral indeks pada skala kekerasan mineral menurut Mohs.

Kebanyakan topas tidak berwarna hingga berwarna putih susu (pucat). Sedangkan jika ditemukan topaz dengan warna merah muda, oranye, merah, ungu, dan biru maka hal tersebut merupakan sesuatu yang langka dan berharga sehingga bisa dimanfaatkan sebagai permata yang berkualitas.

Deskripsi Keterangan
Klasifikasi Kimia Silikat
Warna Warna alami: tidak berwarna atau putih pucat
Cerat Tidak berwarna
Kilap Vitreous
Diaphaneity Translucent-Transparan
Belahan Sempurna
Kekerasan 8 skala mohs
Massa Jenis 3,4 - 3,6
Komposisi Kimia Al2SiO4 (F,OH)2
Sistem Kristal Ortorombik
Pemanfaatan Batu permata, mineral indeks pada skala mohs

Ketika kristal topaz tumbuh, maka akan terbentuk struktur kristal ortorombik dengan striasi yang sejajar pada sumbu panjang kristalnya. Mineral topaz memiliki belahan yang memecah tegak lurus terhadap sumbu panjang kristalnya. Pembelahan yang demikian sebenarnya menjadikan topaz sebagai batu permata yang lebih rapuh, berbanding terbalik dengan kekerasannya. Kekerasan adalah ketahanan untuk tergores, sedangkan kemampuan mineral untuk tidak mudah rapuh dikenal dengan sebutan tenacity.

Topaz memiliki massa jenis berkisar antara 3,4 dan 3,6. Massa jenis yang demikian ini termasuk cukup tinggi untuk mineral yang tersusun atas elemen aluminium, silikon, dan gas.

Proses Terbentuknya Topaz

Topaz memiliki komposisi kimia Al2SiO4 (F,OH)2. Fluorin (F) dalam komposisinya merupakan faktor pembatas pada pembentukan topaz. Gas fluor dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk membentuk mineral hanya terjadi di beberapa lingkungan geologis saja.

Kebanyakan topas tumbuh sebagai kristal di dalam fraktur ataupun rongga batuan beku, sehingga mineral ini akan mudah ditemukan di rongga pegmatit, atau di vesikel dan ruang intragranular dari riolit. Kristal-kristal topaz tumbuh selama tahap akhir pendinginan magma bersamaan dengan proses pelepasan gas (degassing) unsur fluor.

Topaz juga sering ditemukan sebagai "pebble" dalam transportasi material sedimen yang berasal dari pelapukan pegmatit dan riolit. Deposit topaz seperti inilah (endapan plaser) yang sering diambil oleh para penambang.

Sebaran Deposit Topaz secara Global

Topaz ditemukan di banyak lokasi di seluruh dunia dimanapun batuan seperti pegmatit dan riolit terbentuk. Namun mineral ini dianggap sebagai mineral langka karena keseringan kemunculannya yang jarang terjadi akibat syarat pembentukannya seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Brasil adalah negara utama penghasil topaz berkualitas yang digunakan sebagai batu permata untuk saat ini. Selanjutnya menyusul Sri Lanka yang merupakan produsen penting topaz di benua Asia. Selain itu, sejumlah kecil topas diproduksi di Nigeria, Rusia, India, Zimbabwe, Madagaskar, Australia, Pakistan, dan Namibia.
Baca selengkapnya »
Apa itu Korundum ? Pengertian, Ciri-Ciri dan Proses terbentuknya

Apa itu Korundum ? Pengertian, Ciri-Ciri dan Proses terbentuknya

Mineral Korundum - Diantara 3 nama ini, korundum, safir dan ruby manakah yang lebih kalian kenal?, ya sudah pasti hanya ruby dan safir yang dikenal. Tetapi tahukah kalian bahwa sebenarnya ruby dan safir itu adalah mineral korundum. Korundum adalah nama mineral secara mineralogi dan secara historis mineral ini dahulu digunakan sebagai bahan abrasif. Jadi, disini perlu kalian pahami bahwa batu permata ruby dan safir yang terkenal itu sesungguhnya adalah mineral korundum.

Daftar Isi:
1. Pengertian Korundum
2. Korundum Populer Karena Ruby dan Safir
3. Ciri-Ciri Korundum
4. Terbentuknya Korundum

mineral korundum

Pengertian Korundum

Korundum adalah mineral pembentuk batuan yang dapat ditemukan di batuan beku, metamorf, dan sedimen. Mineral disusun oleh aluminium oksida dengan komposisi kimia Al2O3 dengan struktur kristal heksagonal. Korundum dikenal luas karena tingkat kekerasannya yang ekstrem dan fakta bahwa kadang-kadang hadir dalam bentuk kristal indah yang transparan dalam berbagai warna.

Kekerasan ekstrimnya membuat korundum menjadi bahan abrasive yang sangat baik, dan ketika sifat kekerasan berada dalam kristal, maka ini akan menjadi bahan yang sempurna untuk memotong beberapa jenis batu mulia (batu permata). Korundum alami dan sintetis digunakan dalam berbagai industri karena sifat kekerasan, dan stabilitas kimianya.

Dipopulerkan oleh Ruby dan Safir

Sebenarnya kebanyakan orang telah mengenal korundum, namun sangat sedikit orang yang tahu dengan nama mineral ini, karena pada dasarnya mereka hanya mengetahuinya yang namanya ruby dan safir. Jadi sebenarnya spesimen korundum berkualitas batu permata dengan warna merah tua disebut sebagai ruby dan korundum berkualitas batu permata dengan warna biru disebut dengan safir. Sedangkan untuk korundum tidak berwarna dikenal sebagai safir putih dan korundum dengan warna selain di atas disebut sebagai safir mewah (fancy sapphire).

Ciri-Ciri Korundum

Korundum adalah mineral terkeras kedua, setelah intan. Mineral ini sering juga berfungsi sebagai mineral indeks untuk kekerasan 9 pada skala mohs. Kekerasan, massa jenis yang tinggi, dan bentuk kristal heksagonalnya merupakan ciri-ciri utama yang sering digunakan untuk mengidentifikasi mineral ini. Ringkasan sifat fisik korundum diberikan dalam tabel di bawah ini.

Deskripsi Keterangan
Klasifikasi Kimia Oksida
Warna warna utama abu-abu - coklat, biru, merah, kuning, transparan
Cerat Tidak berwarna
Kilap Adamantin-vitreous
Diaphaneity Transparant-translucent
Belahan Tidak ada
Kekerasan 9 skala mohs
Massa Jenis 3,9 - 4,1
Komposisi Kimia Al2O3
Sistem Kristal Hexagonal
Pemanfaatan Bahan abrasif, industri elektronik dan batu permata

Proses Terbentuknya Korundum

Korundum pada umumnya ditemukan sebagai mineral utama pada batuan beku seperti syenit, syenit nepheline, dan pegmatit. Beberapa deposit ruby dan safir yang terkenal di dunia ditemukan dimana permata tersebut telah mengalami pelapukan dari aliran basal yang kemudian ditemukan pada tanah aluvial ataupun endapan lereng.

Korundum juga dapat dijumpai di batuan metamorf, pada lokasi dimana endapan bauksit mengalami proses metamorfisme kontak. Sekis, gneiss, dan marmer yang terbentuk karena metamorfisme regional terkadang juga mengandung korundum. Beberapa batu safir dan ruby berkualitas, berwarna indah, dan dengan tingkat kejernihan yang tinggi ditemukan pada marmer yang proses pembentukannya berada disepanjang tepi tubuh magma di bawah permukaan bumi.

Ketangguhan korundum, tingkat kekerasan yang tinggi, serta ketahanan kimianya memungkinkan mineral ini bisa bertahan dalam material sedimen walaupun mineral lainnya telah hancur karena selama mengalami proses sedimentasi. Inilah sebabnya mengapa korundum sering ditemukan terkonsentrasi di endapan aluvial.

Di beberapa negara, deposit korundum adalah sumber terpenting penghasil batu permata rubi dan safir. Kebanyakan jenis batu permata ini ditambang dari deposit aluvial. Sebagai contoh Myanmar, Kamboja, Sri Lanka, India, Afghanistan dan negara lainnya menghasilkan safir dari deposit aluvial. Begitu pula dengan beberapa negara di Afrika, termasuk Madagaskar, Kenya, Tanzania, Nigeria, dan Malawi sebagai produsen utama ruby dan safir.
Baca selengkapnya »
Sumber Daya Alam Non Hayati : Pengertian, Unsur-unsur, dan Upaya Konservasi

Sumber Daya Alam Non Hayati : Pengertian, Unsur-unsur, dan Upaya Konservasi

Jenis Sumber Daya Alam Non Hayati - Tanah, air dan bermacam barang tambang adalah sumber daya alam non hayati yang disediakan alam untuk kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Kekayaan alam non hayati ini perlalu selalu dijaga supaya kita dan anak cucu tetap dapat memanfaatkannya secara optimal.

Daftar isi:
1. Pengertian Sumber Daya Alam Non Hayati
1.1. SDA Yang Tidak Pulih
1.2. SDA Yang Pulih
1.3. SDA Yang Mempunyai Sifat Gabungan
2. Unsur-Unsur Sumber Daya Alam Non Hayati
3. Konservasi Sumber Daya Alam Non Hayati
3.1. Konservasi dari Sisi Ekonomi
3.2. Konservasi dari Sisi Ekologi
3.3. Konservasi dari Sisi Sosial


Pengertian Sumber Daya Alam Non Hayati

Pengertian sumber daya alam secara umum adalah semua bahan yang ada di alam yang dapat dimanfaatkan demi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup di bumi. Sumber daya alam biasa disingkat dengan SDA. Sedangkan pengertian sumber daya alam non hayati adalah segala sesuatu yang disediakan alam untuk kebutuhan dan kesejahteraan umat manusia yang berupa benda mati.

Sumber daya alam non hayati disebut juga sumber daya alam anorganik atau abiotik, berasal dari unsur-unsur fisik atau benda mati. Berdasarkan sifat dan pulih atau tidaknya sumber daya alam digolongkan atas 3 kelompok, yakni:
  1. Sumber daya alam yang tidak pulih
  2. Sumber daya alam yang pulih
  3. Sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan

Sumber Daya Alam Yang Tidak Pulih

Sumber daya alam yang tidak pulih yaitu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sumber daya alam golongan ini akan menjadi habis bila dimanfaatkan secara terus menerus. Contoh SDA ini antara lain minyak, gas bumi, bahan tambang dan batuan. Karena sifatnya yang tidak dapat diperbaharui, pemanfaatan sumber daya alam golongan ini harus hemat sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai anak cucu kita tidak dapat merasakan manfaatnya.

sumber daya alam non hayati

Sumber Daya Alam Yang Pulih

Sumber daya alam yang pulih yaitu SDA yang dapat diperbaharui. SDA golongan ini keberadaannya dapat diusahakan kembali oleh manusia, jadi karena manusia dapat memperbaharui kembali kita tidak kuatir sumber daya alam yang sudah digunakan akan habis. Contoh sumber daya alam golongan ini antara lain air, angin, cuaca, gelombang laut, sinar matahari dan bulan. Walaupun sumber daya alam ini dapat diperbaharui, pemanfaatannya tetap harus hemat dan proses pembaharuannya tetap harus dijaga agar tidak cepat rusak dan habis.

Sumber Daya Alam Yang Mempunyai Sifat Gabungan

Sumber daya alam sifat gabungan yaitu sumber daya alam yang sebarannya dapat diperbaharui bila proses pemulihannya dijalankan. Namun, menjadi tidak dapat dimanfaatkan lagi apabila sumber daya alam itu rusak dan tidak dapat atau sulit untuk dipulihkan. Contoh sumber daya alam ini yaitu tanah. Bila kita salah memanfaatkan dan tidak menjaga proses pelestariannya, tanah yang subur bisa berubah menjadi padang pasir.

Sumber daya alam juga dapat digolongkan berdasarkan potensi penggunaannya, yaitu:
  1. Sumber Daya Alam Penghasil Energi; misalnya air, matahari, arus laut, gas bumi, minyak bumi, batubara, dan angin.
  2. Sumber Daya Alam Penghasil Bahan Baku; misalnya mineral, gas bumi, perairan, dan tanah.
  3. Sumber Daya Alam Lingkungan Hidup; misalnya udara, ruang, perairan dan landscape.

Berdasarkan nilai ekonomisnya sumber daya alam digolongkan menjadi:
  1. Sumber Daya Alam Ekonomis Tinggi; yaitu sumber daya alam yang nilai ekonomisnya tinggi, sangat berharga menghasilkan keuntungan dan dalam mendapatkannya memerlukan biaya yang tinggi, contohnya emas, perak, timah, minyak bumi, batubara, dan intan.
  2. Sumber Daya Alam Ekonomis Rendah; merupakan sumber daya alam yang mempunyai nilai ekonomis relatif rendah dan dalam mendapatkannya biaya yang diperlukan relatif murah, contohnya pasir dan batu.
  3. Sumber Daya Alam Non Ekonomis; merupakan sumber daya alam yang dalam mendapatkannya tidak memerlukan biaya, contohnya udara, air bersih, sinar dan panas matahari.

Unsur-Unsur Sumber Daya Alam Non Hayati

Mengacu pada undang-undung No.23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, yang dimaksud dengan sumber daya alam non hayati atau sumber daya alam anorganik atau fisik adalah sumber daya alam berupa benda-benda non hayati yang terdiri atas unsur-unsur tanah, air, dan udara serta barang-barang tambang.

Berbagai unsur sumber daya alam non hayati antara lain tanah, lahan, air, laut, gelombang laut, arus laut, energi pasang surut, udara, angin, minyak bumi, gas bumi, batuan, sinar matahari, panas matahari, batubara, mineral, ruang, emas, perak, timah, intan, pasir, besi, nikel, LPG, LNG dan hutan. Dari berbagai unsur sumber daya alam non hayati ada 3 unsur yang merupakan unsur utama, yaitu: tanah, air dan barang tambang.

Konservasi Sumber Daya Alam Non Hayati

Sobat geologinesia sekalian, selanjutnya kita akan membahas mengenai pentingnya dilakukan konservasi sumber daya alam non hayati. Sebelumnya kita pahami lebih dulu pengertian konservasi sumber daya alam non hayati menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Atas dasar undang-undang itu, perlu dicatat bahwa pengertian konservasi sumber daya alam adalah pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin pemanfaatannya secara bijaksana, serta kesinambungan ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannya. Dalam hal sumber daya alam non hayati lingkup meningkatkan keanekaragaman ini tidak termasuk.

Adanya undang-undang tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menegaskan bahwa sumber daya alam baik hayati maupun non hayati penting dikonservasi untuk menjamin pemanfaatan yang bijaksana untuk kesinambungan ketersediaannya. Alasan pentingnya konservasi sumber daya alam non hayati dapat dilihat dari sisi ekonomi, sisi ekologi dan sisi sosial.

Konservasi dari Sisi Ekonomi

Sudut pandang dari sisi ekonomi memandang konservasi penting dilakukan karena unsur-unsur sumber daya ini memiliki nilai ekonomis. Misalnya, konservasi tanah penting dilakukan karena tanah merupakan tempat berbagai kegiatan ekonomi, yaitu sebagai tempat tinggal, usaha pertanian, kawasan industri, area rekreasi dan jalan untuk transportasi, sehingga fungsi dan statusnya perlu terjamin secara berkelanjutan. Contoh lainnya, konservasi air penting dilakukan karena air dapat berfungsi sebagai sumber aktifitas ekonomi saat menghasilkan tenaga listrik yang sangat terkait erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Konservasi dari Sisi Ekologi

Dilihat dari sisi ekologi, konservasi penting dilakukan agar fungsi unsur-unsur sumber daya ini tetap optimal. Misalnya konservasi tanah penting dilakukan karena bila tanah yang tadinya subur dan produktif sebagai lahan pertanian berubah menjadi tidak subur dan tidak produktif lagi, maka fungsi pentingnya sebagai sumber daya yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup organisme akan terganggu.

Konservasi tanah penting dilakukan agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan dalam mendukung seluruh kehidupan organisme yang hidup di dalam maupun diatasnya. Contoh lain, konservasi air penting dilakukan karena air merupakan kebutuhan dasar yang sangat diperlukan semua makhluk hidup di permukaan bumi ini.

Tanpa air, tidak ada kehidupan. Kehidupan disuatu ekosistem akan terganggu jika terjadi kekurangan air, sehingga konservasi air penting dilakukan untuk menunjang kehidupan makhluk hidup baik flora, fauna maupun mikroorganisme. Konservasi bahan tambang penting dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat dan meminimalkan dampak negatif usaha pertambangan dengan menjaga kelestarian fungsi lingkungan.

Konservasi dari Sisi Sosial

Konservasi dapat pula dilakukan karena alasan sosial, misalnya berdasarkan alasan sosial konservasi tanah penting dilakukan karena tanah berkaitan erat dengan perilaku sosial manusia. Masyarakat yang hidup di tanah yang subur mempunyai kehidupan sosial berbeda dengan masyarakat yang hidup di tanah yang gersang.

Hal tersebut merupakan contoh bahwa konservasi tanah penting dilakukan untuk memelihara kelestarian fungsi dan manfaat sosial bagi kehidupan manusia. Berdasarkan alasan sosial pula, konservasi air penting dilakukan karena air mempunyai fungsi sosial yang penting. Penggunaan air bersama saat mencuci di sungai atau pembagian air irigasi adalah kehidupan sosial yang berkaitan dengan air.

Dari 3 unsur utama sumber daya alam non hayati yaitu tanah, air dan bahan tambang, unsur tanah dan air adalah dua unsur yang mendapat perhatian khusus untuk masalah konservasi. Hal tersebut karena tanah dan air termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan fungsinya bagi kehidupan manusia sangat penting.

Upaya terhadap konservasi tanah bisa diartikan sebagai penempatan setiap bidang sumber daya tanah pada bentuk penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut, dan memberdayakannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk mencegah atau meminimumkan terjadinya kerusakan tanah. Sedangkan upaya terhadap konservasi air pada dasarnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seefisien mungkin dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang merusak, dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.

Walaupun terlihat sederhana, akan tetapi persoalan konservasi pada tanah dan air sebenarnya cukup kompleks sehingga memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti ilmu tanah, biologi, hidrologi, geologi dan sebagainya.

Sobat geologinesia, demikian pembahasan tentang sumber daya alam non hayati serta pentingnya upaya konservasi terhadapnya. Mudah-mudahan pemaparan tadi memperjelas Anda dalam memahami jenis sumber daya alam yang satu ini.
Baca selengkapnya »
Penjelasan Kenapa Langit Berwarna Biru Secara Ilmiah

Penjelasan Kenapa Langit Berwarna Biru Secara Ilmiah

Kenapa Langit Berwarna Biru - Masih ingatkah kamu pada lagu pelangi?, eits bukan pelangi di matamu, tapi lagu "pelang-pelangi" yang sering kita nyanyikan di taman kanak-kanak. Dari lagu ciptaan eyang A.T Mahmud ini kita belajar bahwa pelangi berwarna merah, kuning, hijau, dan langit yang berwarna biru. Tapi pernahkah dulu kalian bertanya-tanya kenapa bukan langit yang berwarna merah, kuning atau hijau, mengapa harus biru?.

mengapa langit berwarna biru

Banyak yang bilang langit berwarna biru karena memantulkan warna laut yang sama-sama biru. Meski terdengar ilmiah nyatanya hal ini hanya mitos. Sudah banyak ilmuan yang berbaris untuk mencari penjelasan ilmiah mengapa langit di siang hari (asal tidak mendung) akan selalu berwarna biru. Mulai dari Leonardo da Vinci, John Tyndall, sampai Sir Rayleigh yang akhirnya menyempurnakan penelitian ilmiah tentang fenomena ini.

Mungkin kita sering tidak sadar bahwa saat kita memandang langit, sebetulnya kita sedang memandang atmosfer bumi, yang tidak lain dan tidak bukan adalah kumpulan udara. Tapi jika langit adalah udara, mengapa bisa ada warnanya?. Meski tidak kasat mata, sebetulnya udara terdiri dari banyak partikel seperti gas nitrogen dan oksigen, juga uap air, polutan dan debu. Partikel-partikel inilah yang nantinya akan bereaksi dengan cahaya matahari.

Jadi sinar matahari terpancar awalnya merupakan satu paket yang terdiri dari radiasi dan gelombang elektromagnetik. Saat menerobos masuk ke atmosfer bumi, mata kita dapat menyaksikan apa yang disebut sebagai "spektrum cahaya tampak" yang terdiri dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Ketujuh warna tersebut kemudian bergabung menjadi cahaya putih.

Diwaktu gerimis, cahaya putih ini bisa terurai oleh tetes-tetes hujan menjadi pelangi. Tapi, pembauran cahaya putih yang membuat langit terlihat biru bisa terjadi kapan saja. Fenomena ini disebut banyak ilmuan sebagai "Rayleigh Scattering".

Saat bertemu dengan partikel gas super kecil di udara, cahaya bergelombang pendek seperti biru, nila dan ungu akan dilempar hingga tersebar ke segala arah. Sementara cahaya bergelombang panjang seperti merah dan jingga akan lancar jaya menembus partikel-partikel tersebut. Akibatnya, dengan tambahan cahaya biru terlempar oleh partikel-partikel di udara, mata kita lebih dominan menerima warna biru dibandingkan warna merah.

Tapi tunggu dulu, kenapa langit tidak berwarna ungu? padahal gelombang cahaya ungu lebih pendek daripada cahaya biru!. Hal ini tentu saja bukan karena langit pilih kasih. Faktanya matahari memang memancarkan si biru ke bumi dengan energi yang lebih besar daripada si ungu. Selain itu, mata kita juga ternyata lebih peka pada si biru.

Di retina mata kita banyak terdapat sel peka cahaya (brama cone) yang bentuknya mirip contong es krim. Sel-sel brama cone ini paling peka pada 3 warna, yaitu merah, hijau, dan biru. Jadi jika mata kita disuruh memilih antara si biru atau si ungu, malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya.

Kalau begitu, kenapa langit pada senja akan berwarna kemerahan?. Karena pada siang hari matahari berada diatas ubun-ubun kita, tapi menjelang malam hari terbentang jarak yang lebih jauh antara kita dan matahari dengan sudut yang lebih rendah dari langit. Akibatnya, cahaya matahari harus melewati atmosfer yang lebih tebal sebelum menyentuh bumi.

Dalam perjalanan gelombang tersebut, cahaya biru keburu terpental ke segala arah sehingga kalah balapan dengan cahaya merah yang bisa sampai duluan di mata kita. Akhirnya, yang tampak di mata kita tinggal cahaya jingga dan merah membara.

Jadi sekarang kita tahu siapa oknum dibalik penyebab membirunya si langit, dan seperti biasa, terimakasih!!.
Baca selengkapnya »
Pengertian dan Proses Efek Rumah Kaca Beserta Dampak Negatifnya

Pengertian dan Proses Efek Rumah Kaca Beserta Dampak Negatifnya

Efek Rumah Kaca - Hai apa kabar kalian sobat geologinesia, semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja. Apakah kalian tahu indonesia saat ini sedang memasuki musim pancaroba?. Musim pancaroba ditandai dengan frekuensi badai yang tinggi, hujan yang sangat deras, serta angin yang bertiup kencang. Pernahkah kalian juga merasakan gerah dan panas walaupun dalam kondisi musim hujan, apakah kalian tahu apa penyebabnya?. Ya, itu semua karena dampak negarif efek rumah kaca. Dan kebetulan kali ini kita akan membahas tentang efek rumah kaca.

Efek rumah kaca ditemukan pertama kali oleh Josep Fourier pada tahun 1824. Efek rumah kaca adalah proses pemanasan permukaan suatu benda langit, planet atupun satelit yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Planet yang memiliki efek rumah kaca alami antara lain adalah planet mars, planet venus dan planet bumi. Jadi perlu dicatat bahwa efek rumah kaca pada dasarnya terjadi secara alami.

Perubahan suhu yang stabil pada proses terjadinya siang dan malam merupakan dampak positif dari efek rumah kaca alami yang terjadi di bumi. Namun, di bumi karena kegiatan manusia yang menyebabkan konsentrasi gas karbondioksida dan gas lainnya meningkat maka dampak efek rumah kaca yang tadinya positif akan berubah menjadi dampak yang mengerikan.

Energi matahari yang masuk ke bumi pada dasarnya telah terbagi-bagi, diantaranya 25% dipantulkan oleh alam dan atmosfer, 25% diserap oleh alam, 45% diserap ke permukaan bumi, dan yang terakhir 5% nya energi dipantulkan kembali oleh permukaan bumi.

pengertian efek rumah kaca

Namun kenyataannya energi matahari yang dipantulkan ke angkasa oleh permukaan bumi dan awan, tertahan oleh gas CO2 dan gas lainnya. Nah, kita bisa umpamakan saat kalian tertidur di malam hari kalian akan menggunakan selimut bukan?, selimut itu dapat diumpakan sebagai dengan gas-gas yang ada di udara, tubuh kalian dapat diumpamakan sebagai bumi.

Saat kalian tertidur tubuh kalian tentu saja akan mengeluarkan panas. Suhu panas tadi akan tertahan dan tidak bisa keluar. Nah begitu juga dengan bumi, terdapat lapisan gas yang menutupi atmosfer sehingga udara panas akan tertahan.

Mungkin saat kalian menggunakan satu selimut kalian akan merasakan kenyamanan, tapi apabila selimut yang kalian gunakan berlebihan maka kalian tentu saja tidak akan merasa nyaman karena kepanasan. Itulah kenyataan yang terjadi pada bumi kita saat ini.

Dampak negatif dari efek rumah kaca antara lain yaitu terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim yang ekstrim menyebabkan terjadinya kemarau yang berkepanjangan, sehingga hewan-hewan akan sulit mencari air minum dan tumbuh-tumbuhan akan kering. Keringnya tumbuhan dapat menyebabkan kebakaran hutan.

Disamping itu, suhu bumi yang terus meningkat akan menyebabkan pencairan es di kutub. Es-es yang mencair ini nantinya akan menyebabkan semakin tingginya permukaan air laut, sehingga pulau-pulau kecil akan tenggelam.

Upaya untuk menanggulangi efek rumah kaca ini antara lain dapat dilakukan dengan cara:
  1. Pengurangan penggunaan transportasi yang menghasilkan gas-gas buangan
  2. Pengurangan penggunaan alat rumah tangga yang mengandung aerosol dan CFC
  3. Melakukan reboisasi atau penananaman hutan kembali.

Bagaimana sobat geologinesia, sudah paham mengenai pengertian efek rumaha kaca ?!. Nah, mulai sekarang ayo bersama-sama kita selamatkan bumi dari dampak negatif efek rumah kaca.
Baca selengkapnya »
Batulanau (Siltstone) | Pengertian, Ciri Fisik dan Pemanfaatannya

Batulanau (Siltstone) | Pengertian, Ciri Fisik dan Pemanfaatannya

Apa itu Batulanau? - Batulanau adalah batuan sedimen yang utamanya tersusun atas partikel-partikel berukuran lanau. Arti berukuran lanau disini mengacu pada skala ukuran butir yang bisa dilihat pada skala wentworth. Batulanau terbentuk dimana air, angin, atau endapan es membawa material berukuran lanau dan kemudian terakumulasi, terpadatkan dan tersementasi menjadi batuan.

Partikel berukuran lanau biasanya disebut dengan lumpur. Lumpur dapat terakumulasi di cekungan sedimen di seluruh dunia. Lumpur mewakili tingkat arus, gelombang, atau energi angin, sehingga ia dapat berada dimana saja seperti pada lingkungan fluvial, aeolian, pasang surut, pesisir, lakustrin, delta, dan glasial.

Struktur sedimen pada batulanau sering berupa layering, cross-bedding, ripple marks, dan kontak erosi. Selain itu, fosil juga banyak ditemukan di batuan ini yang dapat memberikan bukti lingkungan pengendapannya. Batulanau jauh lebih umum daripada batu pasir dan serpih. Formasi batuannya biasanya lebih tipis dan penyebarannya kurang luas.

batu lanau
Gambar batulanau dan struktur sedimennya.

Apa itu Lanau/Lumpur?

Kata "lanau" sebenarnya tidak mengacu pada substansi tertentu. Lanau adalah kata yang digunakan untuk ukuran partikel granular. Partikel-partikel berukuran lumpur berkisar antara 0,00015 dan 0,0025 inchi, atau antara 0,0039 dan 0,063 milimeter. Ukuran lumpur berada ditengah-tengah antara lempung (tanah liat) dan dan pasir halus.

Butiran-butiran lumpur kasar dapat dilihat tanpa menggunakan kaca pembesar (loup) karena memiliki warna yang kontras. Lumpur tidak memiliki komposisi yang pasti. Ia biasanya merupakan campuran mineral lempung, mika, feldspar, dan kuarsa. Sebagian fraksi yang berukuran kasar pada lumpur biasanya terdiri atas butiran feldspar dan kuarsa.

Apa Warna Batulanau?

Batu lanau muncul dalam berbagai warna. Biasanya abu-abu, coklat, atau coklat kemerahan. Kadang juga berwarna putih, kuning, hijau, merah, ungu, oranye, hitam, dan lainnya. Warnanya disebabkan oleh komposisi butiran, komposisi semen yang mengikatnya, dan material pengotor yang dihasilkan pada saat kontak dengan air di bawah permukaan.

Identifikasi Lapangan

Batu lanau bisa sulit diidentifikasi di lapangan tanpa pemeriksaan yang teliti. Permukaan yang lapuk seakan tidak menunjukkan adanya struktur sedimen. Batulanau sering berselingan dengan litologi lain. Identifikasi memerlukan pengamatan terhadap ukuran butir material penyusunnya. Selain itu cara lainnya juga bisa dilakukan dengan menggores permukaan batulanau dengan paku atau pisau untuk bisa mengeluarkan butiran lumpur halusnya agar bisa diamati ukuran dan komposisi partikel granularnya secara teliti.


Kegunaan Batulanau

Batulanau memiliki sedikit kegunaan dan jarang menjadi target penambangan untuk digunakan sebagai bahan konstruksi atau bahan mentah industri. Ruang pori antar granular dalam batulanau terlalu kecil untuk digunakan sebagai akuifer yang baik. Pemanfaatan utama dari batulanau sebenarnya adalah dapat digunakan sebagai filler (pengisi) berkualitas rendah ketika bahan yang berkualitas tinggi tidak tersedia (sebagai alternatif). Kegunaannya sebagai filler sering dipakai pada industri migas.
Baca selengkapnya »
Beranda