Struktur Bumi - Hai sobat geologinesia, artikel yang kamu baca saat ini adalah tentang Struktur Bumi Menurut Perspektif Geologi. Tujuan kam...
Keistimewaan Sungai Amazon sebagai Sungai Terpanjang di Benua Amerika

Keistimewaan Sungai Amazon sebagai Sungai Terpanjang di Benua Amerika

Sungai Amazon - Amerika merupakan salah satu benua besar. Di dalam benua tersebut tersebar berbagai macam fenomena alam seperti gunung, sungai dan lain sebagainya. Khususnya sungai, yang paling terkenal di benua ini adalah sungai Amazon. Amazon merupakan sungai terpanjang di Benua Amerika, bahkan berdasarkan data terbaru sungai ini akan dinobatkan sebagai sungai terpanjang di dunia. Sungai ini sangat populer oleh sebagian orang, karena memiliki berbagai macam keunikan yang menarik untuk diketahui.

Sungai Amazon adalah sungai dengan beragam kekhasan yang membuat siapapun tertarik dan tercengang. Banyak sekali kejadian-kejadian menarik yang terjadi di sungai Amazon. Berikut merupakan uraian singkat keistimewaan yang dimiliki sungai terpanjang di Benua Amerika ini (lihat disini: Karakteristik Benua Amerika).

1. Sungai Amazon adalah Sungai dengan Aliran Air Terkuat di dunia
Sungai Amazon memegang "prestasi" sebagai sungai dengan aliran terkuat di dunia. Dibandingkan dengan sungai lain, sungai Amazon terkenal memiliki aliran yang sangat deras. Rata-rata debit air yang mengalir di sungai Amazon mencapai 219000 kL/s. Bayangkan apabila Anda terjebak di tengah derasnya aliran sungai Amazon, rasanya akan susah untuk berenang ke tepian.

Debit air yang bermuara ke Samudera Atlantik mencapai 184000 kL/s saat cuaca hujan. Aliran ini merupakan seperlima total aliran air tawar yang masuk ke laut dari seluruh penjuru dunia. Tidak hanya sebagai sungai dengan aliran terkuat, sungai Amazon juga memiliki sistem aliran terbesar di dunia.

2. Banyak Negara yang Dilewatinya
Sungai Amazon mengalir sejauh 6400 km sehingga pantas dijuluki sebagai sungai terpanjang di Benua Amerika. Aliran sungainya melewati 5 negara, yaitu Brazil, Peru, Bolivia, Kolombia, dan Ekuador. Brazil merupakan negara dengan persentase cakupan sungai terbesar, sedangkan Ekuador merupakan persentase cakupan sungai terkecil.

Sumber mata air sungai Amazon berasal dari Nevado Mismi yang merupakan pegunungan di Peru. Temuan ahli menyebutkan sumber mata air tersebut berasal dari gletser di Nevado Mismi yang dekat dengan Samudera Pasifik.

3. Kapal Besar dapat Melalui Sungai Amazon
Lebar sungai utama Amazon mencapai 6 mil atau sekitar 9,5 km. Sungai selebar ini dapat dilalui oleh kapal upa, kapal laut, dan kapal sungai. Setiap kapal memiliki kapasitas sendiri saat melewati sungai Amazon. Perhatikan tabel berikut untuk membedakan masing-masing kapal.

Jenis kapal Lokasi yang dapat dicapai Jarak ditempuh
Kapal uap Manaus 800 mil atau 1288 km ke hulu
Kapal laut dengan berat 3000 ton Iquitos 2300 mil atau 3700 km
Kapal sungai kecil Achual Point 486 mil atau 780 km lebih jauh
Perahu kecil Pongo de Manseriche -

4. Memiliki Hutan Hujan yang Luas
Amazon tidak hanya terdiri atas sungai, tetapi juga hutan. Wilayah basin hutan Amazon seluas 7,7 juta km2. Luas ini sama dengan 3 kali luas daratan Indonesia. Hutan Amazon disebut sebagai paru-paru dunia karena melingkupi area yang cukup luas. Saat ini, hutan Amazon menjadi obyek wisata sekaligus obyek penelitian.

5. Memiliki Banyak Fauna Unik
Hewan-hewan di sungai Amazon memiliki keunikan tersendiri. Bagi Anda penyuka film, tentunya tidak asing dengan piranha. Piranha merupakan salah satu penghuni di sungai Amazon. Ikan dengan gigi tajam ini senang hidup berkelompok dan mencari mangsa.

Selain piranha, Anda dapat menemukan ikan arapaima yang merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Penemuan terbesar ikan araipama dapat mencapai 200 kg dan 3 m. Fauna sungai yang bisa ditemukan lainnya adalah lele amazon, belut listrik, dan ikan candiru.

Sungai Amazon merupakan sungai yang istimewa, unik dan menarik. Banyak orang-orang berdatangan untuk melihat sungai terpanjang di Benua Amerika ini. Diharapkan orang-orang yang mengunjungi sungai Amazon dapat menjaga keasrian sungai ini, sehingga tidak mengganggu flora dan fauna yang hidup di sungai tersebut.
Baca selengkapnya »
4 Dataran Rendah di Maluku Beserta Karakteristiknya

4 Dataran Rendah di Maluku Beserta Karakteristiknya

Apa saja nama dataran rendah yang ada di Maluku? - Maluku adalah nama sebuah provinsi dengan wilayah berbentuk kepulauan yang terletak di kawasan Indonesia bagian timur. Sama seperti kebanyakan wilayah di Indonesia Timur, Kepulauan Maluku juga memiliki karakteristik kondisi geografis yang berbeda dengan kondisi geografis Indonesia bagian barat. Salah satunya adalah wilayah yang didominasi dataran rendah dan pantai. Meskipun begitu, di beberapa kepulauan di Maluku juga terdiri dari dataran tinggi, bukit dan pegunungan. Berikut ini adalah beberapa nama dataran rendah di Maluku.

Secara umum, kondisi Topografis di Kepulauan Maluku memang bervariasi. Namun kondisi topografi yang paling mendominasi adalah wilayah yang cukup datar dengan ketinggian tidak lebih dari 100m di atas permukaan laut. Ada juga wilayah dataran tinggi yang cukup banyak dijumpai di kawasan Maluku.

Maluku yang terdiri dari beberapa pulau kecil juga memiliki kondisi topografi beraneka ragam. Namun di setiap pulau kecil tersebut, daerah dataran rendah cukup banyak dijumpai. Untuk lebih mengenal kepulauan Maluku ini, berikut adalah beberapa nama dataran rendah di Maluku yang tersebar di seluruh bagian kepulauan.

1. Dataran rendah di Maluku Tenggara
Maluku Tenggara adalah salah satu gugusan kepulauan yang berada di Kepulauan Maluku. Kepulauannya terdiri dari Pulau Kei besar dan Pulau Kei Kecil. Dataran rendah yang ada di Gugusan Kepulauan Kei ini memang tidak terlalu besar karena hanya berupa jalur sempit yang ada di sepanjang pantai.

2. Dataran Rendah di Ambon
Ambon sendiri merupakan ibukota Provinsi Maluku. Diantara gugusan Kepulauan Maluku, Pulau Ambon berbatasan langsung dengan laut Banda. Meskipun begitu, kondisi Topografi di Kepulauan Maluku juga bervariasi. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Pulau Ambon ini juga terdiri dari pegunungan dan dataran rendah. Persebarannya pun tidak begitu luas karena hanya ada di wilayah sekitar pesisir pantai.

3. Dataran Rendah di Wilayah Maluku Utara
Kawasan dataran rendah juga terletak di daerah Maluku Utara. Di daerah ini, wilayah dataran rendahnya banyak berada di daerah Pulau Morotai. Disini wilayah dataran rendahnya juga berupa daratan yang berada di pesisir pantai.

4. Dataran Rendah di Wilayah Pulau Seram
Dataran rendah terakhir yang berada Kabupaten Maluku Tengah, yaitu tepatnya di wilayah Pulau Seram. Dataran rendah di Pulau Seram ini memiliki karakteristik dari kemiringan mencapai 0-3%. Meskipun dataran rendahnya cukup luas dengan ketinggian kurang dari 500 m di atas permukaan laut, tapi keadaan topografinya demikian juga memberikan kentungan tersendiri bagi Pulau ini. Salah satunya adalah dengan adanya destinasi wisata alam yang memiliki keunikan karena terbagi ke dalam 4 kategori wilayah.

Yang perlu Anda ketahui juga adalah bahwa masyarakat tidak memberikan nama khusus untuk dataran-dataran rendah tersebut. Untuk lebih memahami kawasan dataran rendah yang ada di Kepulauan Maluku, penjelasan di atas dapat disimpulkan dalam tabel berikut.

Nama Dataran Rendah Karakteristik
Dataran Rendah di Maluku Utara Hanya berupa jalur sempit di pinggir pantai
Dataran Rendah di Ambon Tidak begitu luas, hanya di pesisir pantai
Dataran Rendah Maluku Utara Berada di pesisir pantai
Dataran Rendah Pulau Seram Tingkat kemiringan 0-3%, masuk dalam destinasi favorit wisatawan

Karakteristik dari topografi wilayah berbentuk dataran rendah adalah wilayah yang memiliki ketinggian tertentu tidak lebih dari 500 m di atas permukaan laut. Begitupun dataran rendah yang ada di Provinsi Maluku yang merpakan salah satu contoh dataran rendah yang ada di Indonesia. Wilayah yang terdiri dari kepulauan ini juga terdiri dari banyak dataran rendah dengan karakteristik ketinggian tak lebih dari 100m di atas permukaan laut. Karena itu dataran rendah di Maluku biasanya berada di kawasan pesisir pantai.
Baca selengkapnya »
6 Karakteristik Benua Antartika yang Membedakannya dari Benua Lain

6 Karakteristik Benua Antartika yang Membedakannya dari Benua Lain

Apa karakteristik Benua Antartika? - Wilayah daratan di bumi dibagi menjadi 6 jenis benua. Terdapat Benua Amerika, Benua Eropa, Benua Afrika, Benua Asia, Benua Australia, serta Benua Antartika. Antartika kerap disebut dengan kutub selatan. Benua yang satu ini memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh benua lain (lihat juga: Karakteristik Benua Eropa) . Karakteristik benua Antartika tersebut akan dijelaskan dengan rinci di bawah ini.

1. Benua Bersalju Abadi
Benua Antartika disebut sebagai benua bersalju abadi sepanjang tahun. Hal itu dikarenakan sebagian besar daerah benua tersebut berada di sisi selatan garis khatulistiwa (garis imajiner lintasan dari matahari yang melalui bumi). Benua tersebut tidak mendapat pancaran sinar matahari yang cukup tiap tahunnya.

Suhu permukaan daratan benua Antartika yaitu berada di bawah suhu 0°C. Tak heran kadar air di daratan tersebut selalu ada dalam kondisi beku. Air yang membeku itulah yang membuat adanya salju abadi di tiap tahun walaupun ketika siang hari (lihat juga: Karakteristik Benua Afrika).

2. Benua yang Tak Memiliki Penghuni
Karena letaknya yang tergolong jauh dari garis ekuator (khatulistiwa) maka hal itu bisa membuat cuaca, iklim, maupun suhu di sana hanya mempunyai satu musim. Musim yang dialami hanyalah musim salju yang datang hampir sepanjang tahun. Musim dingin tersebut tidak cocok dengan sejumlah ekosistem makhluk hidup.

Tabel Karakteristik dari Benua Antartika
Karakteristik Penjelasan
Benua bersalju abadi Karena letaknya di selatan garis ekuator
Benua yang tak memiliki penghuni Karena sepanjang tahun hanya ada musim salju
Benua yang tak dimiliki negara manapun Tidak ada satupun negara yang memiliki benua Antartika
Benua yang letaknya ada di selatan bumi Karena posisi garis lintang serta garis bujurnya ada di bumi bagian selatan
Benua Antartika hanya mempunyai vegetasi tundra Karena benua Antartika adalah wilayah gurun salju yang hanya memiliki curah hujan sebesar 200 mm tiap tahun
Julukannya adalah benua magnetis selatan Karena benua Antartika mempunyai kutub magnetis dengan penunjuk arahnya selatan

3. Benua yang Tak Dimiliki Negara Manapun
Walaupun ada banyak negara yang bereksplorasi dan meneliti sejumlah wilayah di Benua Antartika namun tak ada satupun dari mereka yang mengakui jika benua tersebut masuk ke dalam wilayah negara mereka. Namun ada juga beberapa negara yang mempunyai area di benua itu sebagai daerah teritorial penelitian mereka. Negara tersebut antara lain Perancis, Jerman, Inggris, serta Amerika. Benua yang satu ini juga punya kode telepon internasional sendiri yaitu +672.

4. Benua yang Letaknya Ada di Selatan Bumi
Karakteristik benua Antartika selanjutnya adalah dari letaknya. Berdasarkan letak geografisnya yaitu di permukaan peta serta citra satelit, Antartika berada di selatan bumi. Jika dilihat dari posisi garis lintang dan garis bujur benua dingin tersebut juga ada di bawah garis khatulistiwa atau garis ekuator.

5. Benua Antartika Hanya Mempunyai Vegetasi Tundra
Terdapat beberapa ilmuwan yang mengatakan jika Benua Antartika merupakan gurun. Hal itu dikarenakan curah hujannya hanyalah 200 mm di tiap tahunnya. Selain itu benua tersebut juga mempunyai kontur tanah tandus dengan angin kencang yang bertiup. Dengan kondisi topografis tersebut maka vegetasi yang dapat tumbuh hanyalah tundra. Tundra sendiri merupakan jenis tumbuhan lumut yang bisa bertahan hidup di wilayah yang suhunya di bawah 0°C.

6. Julukannya Adalah Benua Magnetis Selatan
Berdasarkan sistem arah yang berlaku di seluruh dunia, benua yang satu ini adalah benua yang mempunyai kutub magnetis berpetunjuk arah ke selatan. Hal tersebut adalah pasangan dari kutub magnetis bagian utara. Dari sanalah julukan tersebut bisa ada.

Demikianlah 6 karakteristik benua Antartika. Tiap benua pasti memiliki ciri khas masing-masing yang membedakannya dari yang lain. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda.
Baca selengkapnya »
Ciri-Ciri Bioma Tundra Paling Lengkap

Ciri-Ciri Bioma Tundra Paling Lengkap

Ciri khas bioma tundra - Bioma merupakan suatu daerah di bumi ini yang memiliki kondisi iklim serta geografis yang sama seperti tumbuhan dan hewan beradaptasi di lingkungan yang mereka tinggali. Ada juga yang menyebutkan jika bioma adalah ekosistem besar yang di dalamnya terdapat fauna dan flora dengan ciri khas masing-masing (lihat juga: Ekosistem Hutan). Bioma memiliki banyak jenis, salah satunya adalah bioma tundra.

Bioma tundra merupakan jenis ekosistem darat yang berada pada daerah dataran yang luas yang tak mempunyai pohon. Bioma tundra hanya ada di kutub utara dan selatan saja. Adapun bioma tundra punya sejumlah ciri khas tersendiri yang tak dimiliki jenis lainnya. Berikut akan dijelaskan mengenai ciri-ciri bioma tundra beserta tabelnya.

Bioma tundra berada di sekitar wilayah lingkar Artik serta Greenland di kutub utara, dan juga di Antartika serta pulau kecil di sekitarnya di kutub selatan. Seperti yang telah disinggung di atas, bioma tundra tak bisa ditemukan di pohon melainkan di tumbuhan kecil seperti lumut atau rumput.

Berdasarkan pembagian iklimnya, bioma jenis ini terletak di daerah yang memiliki iklim es abadi serta iklim tundra. Ciri-ciri bioma tundra bisa dilihat berdasarkan tabel dan penjelasannya di bawah ini.

Tabel Ciri Bioma Tundra Berdasarkan Pembedanya
Ciri Pembeda Keterangan
Kondisi Wilayahnya tertutup es
Sifat Permafrost
Kemampuan Tundra Alpine
Ciri Lain Curah hujan tahunan

1. Berdasarkan Kondisi
  • Bisa dibilang seluruh wilayahnya ditutupi oleh es atau salju.
  • Mempunyai musim dingin yang sangat panjang dan gelap. Sementara itu musim panasnya juga panjang dan terang. Peristiwa tersebut bisa terjadi karena adanya gerak semu matahari yang hanya tiba di posisi 23,5° LU/LS.
  • Bioma tundra bisa menutupi luas yang besar sekali di wilayah Arktik. Bahkan bisa menutupi sampai 20% permukaan tanah di bumi ini.

2. Berdasarkan Sifat
  • Bioma tundra memiliki sifat permafrost. Permafrost adalah kondisi dimana tanah di sisi bawah permukaan permanen beku.
  • Curah hujan tahunan yang sangat sedikit bisa membuat air tak bisa tembus permafrost di bawahnya. Hal itu akan membuat penumpukan di dasar kolam di atas bunga tanah yang dangkal saat musim panas pendek berlangsung.
  • Bioma tundra memiliki keanekaragaman biotik yang tergolong rendah. Selain itu struktur vegetasinya juga sederhana dan usia tumbuh tanamannya relatif pendek. Tanaman hanya bisa tumbuh selama 1 hingga 4 bulan atau sekitar 30 sampai 120 hari lamanya.

3. Berdasarkan Kemampuan
  • Kecepatan anginnya tinggi sementara suhunya yang dingin dapat membuat komunitas tumbuhan sejenis yang dikenal dengan istilah Tundra Alpine.
  • Musim tanamnya hanya berlangsung selama 50 hingga 60 hari. Suhu rata-ratanya yaitu berkisar 3° sampai 12°C. Hal itu memungkinkan vegetasi bioma tundra bisa tetap hidup.
  • Tanaman dapat berfotosintesis di suhu serta intensitas cahaya yang sedikit.

4. Berdasarkan Ciri Lain
  • Curah hujan tahunannya yaitu 15 sampai 25 cm termasuk ketika salju mencair.
  • Energi serta nutrisinya berbentuk bahan organik yang sudah mati.
  • Nitrogen dibuat dari fiksasi biologis serta fosfor yang terbuat dari hujan.

Adapun bioma ini terbentuk karena adanya lingkungan alam yang gelap di rentang waktu yang sangat lama. Wilayah yang tak terjangkau sinar matahari tersebut hanya memiliki sejumlah pohon kerdil. Bahkan ada yang hanya memiliki lumut, terlebih lumut kerak dan sphagnum. Demikian ulasan mengenai 4 ciri-ciri bioma tundra dalam tabel dan penjelasan lebih lengkapnya. Semoga bisa menambah wawasan Anda.
Baca selengkapnya »
Ciri-Ciri Bioma Savana : Persebaran, Suhu, Curah Hujan, serta Flora dan Faunanya

Ciri-Ciri Bioma Savana : Persebaran, Suhu, Curah Hujan, serta Flora dan Faunanya

Apa saja ciri-ciri dari bioma savana? - Bioma di bumi sangat beragam, salah satunya adalah bioma savana. Savana merupakan daerah berupa padang rumput luas dan terkadang berdekatan dengan hutan. Tidak jarang ditemui savana bertumpang tindih dengan bioma lainnya. Anda dapat mengenali sebuah savana dengan memperhatikan ciri ciri bioma savana yang khas.

Savana atau dikenal dengan nama lain sabana merupakan salah satu bioma yang ada di bumi. Savana menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna. Lokasi savana umumnya berada di daerah tropis dan beberapa area subtropis di sekitarnya. Hal tersebut membuat savana memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan bioma lain.

1. Persebaran Savana di Indonesia
Savana tersebar di daerah kering. Biasanya ciri-ciri daerah ini terdapat di area beriklim tropis. Kondisi cuaca sangat mendukung adanya bioma savana. Beberapa bioma savana juga bisa ditemui di area subtropis yang tidak jauh dari area tropis. Perbedaannya di area subtropis tidak ditemui adanya tumbuhan berupa pohon.

Indonesia merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa. Hal tersebut menciptakan adanya bioma savana yang tersebar merata di berbagai daerah Indonesia. Berikut contoh savana yang terkenal di Indonesia.

Nama Savana Lokasi
Savana Sumba Timur Nusa Tenggara Timur
Savana Tanjung Ringgit Nusa Tenggara Barat
Savana Pulau Kenwa Nusa Tenggara Barat
Savana Gunung Bromo Jawa Timur
Savana Gunung Merbabu Jawa Tengah

2. Suhu dan Curah Hujan
Ciri ciri savana yang kedua adalah suhu dan curah hujan di bioma tersebut. Savana termasuk daerah kering dan tropis sehingga jarang ada hujan kecuali musim penghujan. Sepanjang tahun suhu savana tetap hangat termasuk saat kondisi hujan. Saat musim penghujan, rata-rata suhu 35°C. Tingginya suhu di savana membuat curah hujan menjadi rendah.

Curah hujan di savana sebesar 90-150 cm/tahun. Besarnya curah hujan tergantung kondisi cuaca dan frekuensi terjadinya hujan dalam suatu waktu. Akibatnya bioma savana terkenal dengan kondisi yang kering dan menjadi habitat makhluk hidup yang sesuai dengan kondisi tersebut.

3. Flora yang Hidup di Savana
Flora tidak pernah bisa lepas dari bioma bumi. Kondisi savana yang kering membuat tidak semua tumbuhan bisa tumbuh. Di bioma savana, Anda akan menemukan sedikit tumbuhan tinggi. Secara umum tumbuhan yang ada adalah rumput. Beberapa pohon yang dapat hidup utamanya berasal dari spesies Acacia, Coryphautan, dan Eucalyptus.

Tumbuhan yang hidup di savana beradaptasi dengan membentuk morfologi khusus untuk mencegah penguapan air berlebihan, menyimpan cadangan air, dan menjangkau sumber air tanah. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk daun yang tidak lebar, adanya tempat penyimpanan air, dan akar yang panjang.

4. Fauna yang Hidup di Savana
Sama seperti tumbuhan, hewan yang hidup di savana mampu beradaptasi dengan kondisi kering. Selain itu, ketersediaan makanan juga menjadi faktor penentu hewan yang dapat hidup di bioma savana. Melihat adanya makanan berlimpah berupa rumput, hewan yang dapat hidup kebanyakan adalah jenis herbivora. Anda dapat menemui zebra, rusa, gajah, dan kerbau di bioma savana.

Beberapa jenis hewan karnivora juga bisa ditemui, seperti singa dan cheetah. Apabila ketersediaan air dan makanan di bioma savana dirasa semakin menipis, hewan-hewan tersebut dapat pergi lama untuk mencari sumber air dan makanan di tempat lain.

Itulah keempat ciri savana khas yang perlu diketahui. Ciri ciri savana sangat mudah dikenali dan dibedakan dengan bioma lain.
Baca selengkapnya »
Contoh Komponen Abiotik beserta Penjelasannya : Air, Udara, Tanah dan Sinar Matahari

Contoh Komponen Abiotik beserta Penjelasannya : Air, Udara, Tanah dan Sinar Matahari

Apa itu komponen abiotik, apa saja contohnya? - Dalam lingkungan ekosistem, pendukung kehidupan tidak hanya berasal dari makhluk hidup saja, tetapi juga dapat berasal dari sesuatu yang tak hidup (abiotik). Komponen abiotik adalah komponen yang mendukung kehidupan makhluk hidup yang berasal dari benda mati.

Baik makhluk hidup maupun benda yang tak hidup akan sangat mempengaruhi keberlangsungan ekosistem. Contoh komponen abiotik yang paling sering kita rasakan adalah air, udara, dan lain sebagainya. Tanpa adanya komponen abiotik, ataupun ada tetapi dalam jumlah yang tidak memadai, maka ekosistem dapat berubah (lihat juga: Contoh Komponen Biotik).

Komponen abiotik merupakan penyusun ekosistem yang menjadi substrat dan media yang menunjang keberlangsungan makhluk hidup. Beberapa orang menganggap komponen abiotik tidak memiliki peran dalam sebuah ekosistem. Nyatanya, komponen abiotik memiliki pengaruh yang sama besarnya dengan makhluk hidup. Berikut merupakan 4 contoh komponen abiotik yang sering kita kenali ada di lingkungan sekitar.

1. Air
Air sangat mudah ditemui di sekeliling lingkungan. Air merupakan komponen abiotik yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup di ekosistem (lihat disini: Siklus Air). Komponen ini menjadi salah satu tanda kehidupan. Air mengandung berbagai macam senyawa dalam jumlah yang bervariasi. Senyawa yang ada dalam air antara lain kalsium, amonium, natrium, fosfat, nitrit, dan nitrat. Jumlah dan jenis senyawa dalam air bergantung pada kualitas tanah dan udara di sekitarnya. Air yang ada di bumi berupa air tawar di daerah daratan, air laut, es di kutub, dan uap air.

2. Udara
Sama seperti air, makhluk hidup sangat membutuhkan udara. Dalam udara terkandung berbagai macam unsur yang berperan dalam kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain sebagai sumber kehidupan, udara juga pelindung bumi dari benda langit yang akan masuk ke bumi. Udara mengelilingi bumi dan membentuk lapisan atmosfer sehingga seluruh permukaan bumi dipenuhi dengan udara terutama di daratan.

Komposisi unsur yang ada dalam atmosfer antara lain nitrogen (N2), oksigen (O2), karbondioksida (CO2), dan gas lain seperti helium, natrium monoksida, dan metana. Beberapa jenis gas lain memiliki jumlah kandungan yang selalu bervariasi dalam udara bergantung kondisi lingkungan di sekitarnya. Contoh unsur tersebut adalah uap air (H2O), karbonmonoksida (CO), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2).

Unsur Persentase dalam udara
Nitrogen (N2) 78,09%
Oksigen (O2) 21,94%
Karbondioksida (CO2) 0,032%

3. Tanah
Daratan merupakan kumpulan tanah. Tanah berasal dari berbagai sumber, antara lain pembusukan senyawa organik, pelapukan batuan, dan pembentukan mineral. Setiap lapisan tanah mengandung berbagai komponen seperti air, mineral, garam, dan gas. Tanah dapat menjadi sumber kehidupan karena mengandung komponen tersebut. Makhluk hidup memanfaatkan komponen tersebut untuk melangsungkan kehidupan. Contonya adalah manusia menggunakan tanah untuk pemukiman atau kebutuhan industri dan tumbuhan yang menggunakan mineral dari tanah. Kondisi tanah dapat dibedakan menjadi subur dan tandus. Kualitas tanah tersebut dapat dilihat dari parameter berupa tekstur, derajat keasaman (pH), dan unsur hara dalam tanah.

4. Sinar Matahari
Bumi merupakan planet yang mengelilingi matahari. Selama proses ini masih terjadi, bumi akan terpapar oleh sinar matahari. Sinar matahari berperan dalam segala bentuk kehidupan yang ada di bumi. Sinar matahari akan mempengaruhi suhu dan kelembaban suatu daerah.

Selain itu, sinar matahari juga menjadi sumber energi bagi makhluk hidup. Contohnya manusia membutuhkan sinar matahari untuk mengubah provitamin D menjadi vitamin D dan tanaman membutuhkan sinar matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis.

Contoh komponen abiotik sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup. Untuk menjaga kualitas komponen abiotik, maka makhluk hidup khususnya manusia harus menjaga lingkungan sekitar agar ekosistem tetap seimbang.
Baca selengkapnya »
Contoh Senyawa Anorganik Paling Lengkap

Contoh Senyawa Anorganik Paling Lengkap

Apa saja contoh senyawa anorganik? - Berbicara tentang kimia memang tidak ada habisnya. Di ilmu kimia kita mengenal senyawa anorganik. Senyawa anorganik tersebar di lingkungan sekitar dan sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Senyawa anorganik bukanlah zat berbahaya dan perlu dihindari. Untuk lebih memahami senyawa anorganik, kita perlu tahu apa saja contoh senyawa anorganik yang biasa kita temui atau gunakan.

Ciri utama senyawa anorganik adalah tidak adanya rantai karbon (C) dalam struktur utamanya. Apabila dibandingkan dengan senyawa organik, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ciri-ciri senyawa anorganik.

Parameter Karakteristik
Fungsi Bukan untuk bahan bakar
Titik Didih dan Titik Lebur Lebih tinggi dibandingkan senyawa organik
Kelarutan Lebih tinggi dibandingkan senyawa organik
Isomerisasi Tidak ada
Waktu Reaksi Cepat
Berat Molekul Kurang dari 1000 gram/gramol

Senyawa anorganik tersebar di lingkungan, bahkan tersedia dalam tubuh. Berikut merupakan contoh senyawa anorganik yang ada dalam kehidupan sehari-hari serta penjelasannya.

1. NaCl (Natrium Klorida)
Natrium klorida adalah senyawa anorganik yang mudah ditemui di berbagai macam lingkungan. Nama lain natrium klorida adalah garam dapur. Senyawa ini tidak hanya ditemui di rumah saja, tetapi juga di lingkungan sekitar terutama laut. Natrium klorida di laut berperan dalam mengatur salinitas. Natrium klorida juga ada di dalam tubuh manusia sebagai faktor penting yang mempengaruhi cairan ekstraseluler.

Pemberian Natrium klorida berupa kristal putih atau cairan tidak berwarna. Natrium klorida mudah dilarutkan dalam air dan membentuk larutan garam. Titik lebur dan titik didih natrium klorida masing-masing adalah 801°C dan 1465°C.

2. CaCo3 (Kalsium Karbonat)
Senyawa kalsium karbonat mudah ditemui di bebatuan yang tersebar di dunia. Salah satunya adalah kapur. Kalsium karbonat dapat terbentuk jika ion karbonat bereaksi dengan ion kalsium dalam air keras dan menghasilkan limescale. Tidak hanya itu, kalsium karbonat juga merupakan senyawa utama penyusun cangkang makhluk hidup laut seperti kerang dan siput. Kalsium karbonat dapat digunakan sebagai pengobatan lambung sebagai antasida.

3. NaOH (Natrium Hidroksida)
Natrium hidroksida termasuk basa kaustik dengan nama lain soda api atau soda kaustik. Natrium hidroksida termasuk bahan yang digunakan dalam proses produksi kertas, sabun, tekstil, dan sebagainya. Natrium hidroksida terbentuk dari reaksi antara natrium oksida dengan air.

Pemerian natrium hidroksida berupa padatan berwarna putih. Bentuk senyawanya terdapat padatan seperti butiran, serpihan, atau pelet, dan cairan berupa larutan jenuh 50%. Karakteristik natrium hidroksida yang khas adalah mampu menyerap karbon dioksida dari udara bebas sehingga penyimpanannya harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi udara sekitar. Selain itu, natrium hidroksidan yang dilarutkan dalam air akan melepas panas.

4. SiO2 (Silikon Dioksida)
Anda dapat menemukan silikon dioksida dalam bentuk pasir silika (kuarsa). Tidak hanya terdapat di alam, silikon dioksida dapat disintesis. Hasil yang akan diperoleh berupa leburan kuarsa, silika pirogenik, gel silika, aerogel, silika koloid, dan lain-lain. Pemanfaatan silikon dioksida dalam kehidupan sehari-hari adalah kaca dan serat optik untuk telekomunikasi.

Silikon dioksida dapat ditemui dalam bentuk padatan dan serbuk putih atau putih kekuningan. Titik lebur dan titik didih silikon dioksida masing-masing sebesar 1713°C dan 2950°C.

Natrium klorida, kalsium karbonat, natrium hidroksida, dan silikon dioksida merupakan contoh senyawa anorganik yang ada di lingkungan sekitar. Pada dasarnya perbedaan senyawa organik dan anorganik terletak pada keberadaan rantai karbon (C). Masih banyak senyawa anorganik lain yang tersebar dan dapat dieksplorasi.
Baca selengkapnya »
Beranda