Berbicara mengenai bumi memang tiada habisnya, tetapi pernahkah kamu tahu bagaimana sebenarnya pandangan geologist terhadap Bumi?. Ya, pemb...
Komposisi Gas di Atmosfer Planet Mars

Komposisi Gas di Atmosfer Planet Mars

Planet Mars adalah planet ke-4 terdekat dari Matahari serta merupakan planet terkecil ke-2 di tata surya kita (setelah Merkurius). Planet Mars juga dikenal sebagai "Planet Merah". Mars adalah satu-satunya planet selain Bumi yang dianggap memiliki potensi untuk mendukung kehidupan.

Atmosfer Mars terdiri dari empat lapisan yaitu eksosfer, atmosfer bagian atas, atmosfer tengah, dan atmosfer yang lebih rendah. Atmosfer Mars bagian atas memiliki suhu sangat tinggi yang disebabkan oleh pemanasan dari Matahari. Atmosfer tengahnya merupakan tempat mengalirnya uap panas, sedangkan atmosfer Mars yang lebih rendah umumnya merupakan daerah yang lebih hangat.

Tekanan atmosfer di permukaan Mars rata-rata 600 Pa atau sekitar 0,6% dari tekanan atmosfer Bumi (101,3 kPa). Selain itu, massa atmosfer Mars hanya 25 tera ton, dibandingkan dengan massa Bumi yang 5.146 teraton. Namun, seperti halnya Bumi, atmosfer Mars tersusun atas beberapa gas yaitu karbon dioksida, argon, nitrogen, serta element jejak gas lainnya seperti oksigen dan karbon monoksida.

Karbon dioksida (95,32%)

Karbon dioksida (CO2) adalah komponen utama atmosfer Mars dengan persentase sekitar 95,32%. Setiap kutub di planet ini tetap berada dalam kegelapan secara terus-menerus selama musim dingin. Hal ini menyebabkan permukaan planet mars menjadi sangat dingin, sehingga hampir 25% karbon dioksida di atmosfer planet ini akan mengembun menjadi es karbon dioksida padat.

Saat musim panas, Ketika kutub terpapar sinar matahari, es kering akan menyublim kembali ke bentuk gas. Kondensasi dan sublimasi karbon dioksida menyebabkan variasi tahunan yang signifikan terhadap komposisi atmosfer dan tekanan di dekat kutub Mars. Proporsi karbon dioksida di Mars jauh lebih tinggi dibandingkan dengan planet Bumi karena tanaman di Bumi akan mengubah karbon dioksida menjadi oksigen menghasilkan jumlah oksigen yang lebih tinggi dan kadar karbon dioksida yang lebih rendah.

komposisi gas di atmosfer mars

Penelitian yang dilakukan oleh NASA menunjukkan bahwa atmosfer Mars dulunya adalah lebih padat, lebih tebal, lebih basah, dan terdiri dari karbon dioksida. Atmosfer yang dulunya padat ini ini akan menaikkan suhu di atas titik beku air sehingga menghasilkan air yang mengalir yang mungkin telah membentuk beberapa saluran dan lembah-lembah yang menjadi ciri permukaan planet ini.

Nitrogen (1,9%)

Nitrogen (N) adalah gas paling berlimpah kedua di atmosfer Mars, terhitung sekitar 1,9%. Namun, para peneliti memperkirakan atmosfer planet ini sebenarnya lebih banyak mengandung nitrogen. Perkiraan itu muncul karena beberapa nitrogen mungkin disembunyikan dan disimpan padah lapisan tanah Mars dalam bentuk garam nitrat. Data 1,9% diatas diperoleh para ilmuwan dengan hanya mengukur jumlah nitrogen di atmosfer saja. Selain itu, berdasarkan analisis meteorit di planet ini, ternyata atmosfer Mars kaya akan isotop 15N.

Argon (1,6%)

Selain karbon dioksida, atmosfer Mars juga mengandung banyak argon (Ar) dari planet lain, dengan persentase sekitar 1,6%. Hal ini cukup berbeda dengan atmosfer bumi yang hanya kurang dari 1%. Jumlah argon di atmosfer Mars konstan karena gasnya tidak mengembun. Namun, konsentrasi relatifnya dapat berubah tergantung pada apakah karbon dioksida bergerak masuk atau keluar dari atmosfer. Menurut data satelit baru-baru ini, argon di atmosfer meningkat di Kutub Selatan selama musim gugur dan menurun selama musim semi.

Metana

Jejak gas metana (CH4) juga dapat ditemukan di atmosfer Mars. Metana di Mars cepat rusak karena reaksi kimianya dengan gas-gas lain, serta radiasi dari Matahari. Namun, diyakini keberadaan metana yang terus-menerus ada di atmosfer Mars mengindikasikan keberadaan sumber gas metana yang terus mengisi atmosfer di planet ini.
Baca selengkapnya »
Daftar Kelimpahan Unsur Di Kerak Bumi - Unsur Apakah yang Paling Banyak?

Daftar Kelimpahan Unsur Di Kerak Bumi - Unsur Apakah yang Paling Banyak?

Unsur-unsur apa saja yang paling banyak di kerak bumi? - Lapisan atas Bumi yang kaku biasa disebut dengan litosfer yang terdiri dari kerak bumi dan bagian paling atas dari mantel bumi. Sebagian besar aktivitas geologis yang mempengaruhi Bumi terjadi di lapisan ini. Litosfer adalah bagian yang paling kaku dari semua lapisan yang dimiliki Bumi. Kerak samudera dan benua adalah contoh implementasi dari lapisan ini.

Litosfer samudera terdiri dari kerak samudera yang membentuk dasar laut dan samudra, sedangkan litosfer benua terdiri dari kerak benua yang tersusun atas massa daratan. Kerak bumi penting dipelajari karena mendukung kehidupan manusia dan tumbuhan serta mengandung unsur-unsur alami yang dipakai sebagai bahan dasar pembuatan teknologi moderen. Unsur paling melimpah di kerak bumi dapat dilihat di bawah ini.

Unsur Paling Banyak di Kerak Bumi

Oksigen (46,6%)

Oksigen adalah unsur paling melimpah di kerak bumi yang membentuk 467.100 ppm (bagian per juta) dari kerak bumi, atau 46,6%. Oksigen hadir sebagai senyawa utama dari mineral silikat dimana ia bergabung dengan elemen lain. Unsur ini juga dapat hadir sebagai senyawa dalam karbonat dan fosfat.

Oksigen memiliki fungsi industrial, medis, dan komersial. Unsur ini sering digunakan dengan asetilena untuk memotong dan mengelas logam. Di rumah sakit, unsur ini dipakai untuk meringankan pasien dengan permasalahan pernapasan, sedangkan dibidang militer digunakan untuk memproduksi bahan peledak.

Silikon (27,7%)

Silikon adalah unsur kedua yang paling umum hadir dalam kerak bumi dengan kelimpahan 276.900 ppm dan banyak hadir sebagai senyawa di mantel dan kerak. Di kerak, unsur ini sering terkombinasi dengan oksigen untuk membentuk mineral silikat. Mineral silikat ini dapat dijumpai pada material pasir yang merupakan salah satu sumber daya alam yang berlimpah dan mudah ditemukan di permukaan Bumi.

Silikon juga ada pada kuarsit (mineral kuarsa), mika, dan talk. Silikon banyak digunakan sebagai cairan hidrolik, isolator listrik, dan pelumas. Silikon padat sebagian besar digunakan sebagai semikonduktor terutama pada perangkat keras komputer. Unsur ini juga digunakan untuk membuat transistor dalam industri elektronik. Dalam industri aluminium, silikon digunakan untuk membuat paduan aluminium. Pemanfaatan lainnya dari unsur ini juga dapat dimanfaatkan dalam membuat keramik, gelas, kosmetik, insektisida, beberapa jenis baja, dan produk farmasi.

unsur paling banyak di kerak bumi

Aluminium (8,1%)

Dengan jumlah kelimpahan 80.700 ppm, aluminium adalah unsur ketiga paling melimpah di kerak bumi. Aluminium tidak hadir sebagai elemen tunggal, tetapi sering ditemukan sebagai senyawa. Senyawa Aluminium yang melimpah meliputi aluminium oksida, aluminium hidroksida, dan kalium aluminium sulfat.

Aluminium diekstraksi dari senyawanya sebagian besar melalui proses Bayer dan Hall-Heroult. Unsur ini sangat ideal karena beratnya yang ringan dan paduan Aluminium banyak digunakan untuk membuat peralatan foil bahan kemasan. Aluminium juga banyak digunakan pada pembuatan bagian-bagian mobil, roket, dan mesin.

Besi (5%)

Besi (iron) yang ada di kerak bumi komposisinya adalah 50.500 ppm. Besi diekstraksi dalam bentuk bijih besi yang sering hadir dalam bentuk besi oksida seperti hematit dan magnetit. Blast furnace digunakan untuk memproduksi besi dari bijih besi. Unsur ini merupakan unsur yang multifungsi yang banyak digunakan dalam industri pembuatan baja, peralatan dapur, besi cor dan besi tempa.

Unsur besi akan selalu bereaksi dengan air dan oksigen. Permukaan besi biasanya berkilau dan berwarna abu-abu keperakan, tetapi memiliki kecenderungan mengalami oksidasi di udara terbuka untuk menghasilkan oksida besi terhidrasi yang dikenal sebagai karat. Dalam bentuknya yang paling murni, besi relatif bersifat lunak akan tetapi dikeraskan serta diperkuat dalam proses peleburan dengan menambahkan sedikit karbon. Penambahan karbon antara 0,002% dan 2,1% akan menghasilkan baja yang bisa 1000 kali lebih keras dibandingkan dengan besi murni.

Ranking Nama Unsur Kelimpahan (ppm)
1 Oksigen 467.100
2 Silikon 276.900
3 Aluminium 80.700
4 Besi 50.500
5 Kalsium 36.500
6 Sodium 27.500
7 Kalium 25.800
8 Magnesium 20.800
9 Titanium 6.200
10 Hidrogen 1.400

Penambangan Berlebihan Menyebabkan Degradasi Lingkungan

Unsur melimpah di kerak bumi selain yang sudah disebutkan di atas diantaranya adalah kalsium (36.500 ppm), natrium (27.500 ppm), kalium (25.800 ppm), magnesium (20.800 ppm), titanium (6.200 ppm) dan hidrogen (1.400 ppm). Penambangan terhadap unsur-unsur ini sering menggunakan peralatan modern sudah tentu akan meninggalkan lubang terbuka di permukaan bumi dan akan mengganggu sistem ekologi di lingkungan. Proses yang digunakan dalam penambangan unsur-unsur ini akan menghasilkan produk samping yang berbahaya seperti logam berat yang beracun bagi kehidupan laut dan darat. Penambangan yang berlebihan akan mengarah pada degradasi lingkungan.

Tanya: Apa unsur paling banyak dalam kerak bumi?
Jawab: Oksigen adalah unsur terbanyak di kerak bumi, dengan tingkat kelimpahan sekitar 46%. Silikon adalah unsur paling melimpah berikutnya yaitu sekitar 27,7%, sedangkan aluminium menyumbang 8,1%. Unsur umum lainnya dalam kerak bumi yaitu besi, kalsium, natrium, kalium, magnesium, titanium, dan hidrogen.
Baca selengkapnya »
Apa itu Limonit ? Pengertian, Pembentukan, dan Pemanfaatannya

Apa itu Limonit ? Pengertian, Pembentukan, dan Pemanfaatannya

apa itu limonit

Pengertian Limonit

Sebelum ditemukannya analisis mineral modern, nama "limonit" atau limonite diberikan untuk oksida besi berwarna kuning-kekuningan hingga kuning-kemerahan yang dihasilkan selama pelapukan batuan yang mengandung besi dalam bentuk endapan rawa, danau, dan sedimen laut dangkal. Para peneliti yang mempelajari limonit menemukan bahwa limonit bersifat amorf dan memiliki komposisi yang variabel.

Limonit seringkali mengandung sejumlah besar mineral oksida besi seperti goethit dan hematit. Peneliti mengungkap bahwa bahan yang disebut "limonit" tidak memenuhi definisi sebagai sebuah mineral. Sebaliknya, limonit adalah sebuah mineraloid yang tersusun terutama dari oksida besi yang sering ditemukan dalam mineral besi.

Pada level akademis, kata "limonit" digunakan sebagai istilah untuk bahan atau material oksida besi yang belum diidentifikasi melalui pengujian laboratorium. Waktu dan biaya yang diperlukan untuk melakukan pengujian terhadap limonit ini umumnya tidak diperlukan, kecuali bahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan industri atau paling tidak untuk melakukan penelitian ilmiah.

Pembentukan Limonit

Limonite biasanya terjadi sebagai bahan sekunder, terbentuk dari pelapukan hematit, magnetit, pirit, dan bahan yang mengandung unsur besi lainnya. Limonit sering juga ditemukan pada stalaktit, reniform, botryoidal, atau mammillary. Bahan ini juga dapat terbentuk sebagai pseudomorph serta lapisan pada dinding fraktur dan rongga batuan.

Beberapa limonit ditemukan dalam endapan bertingkat dimana oksida besi terbentuk sebagai endapan di dasar rawa dangkal, danau, dan lingkungan laut. Limonit dapat berasal dari proses anorganik ataupun biogenik.

Limonit sering juga terbentuk sebagai endapan disekitar mata air, dimana air yang sifatnya asam dan bermuatan besi akan muncul dari permukaan bawah permukaan. Sebagian besar air di bawah permukaan (air tanah) mengandung sedikit oksigen, dan ketika mereka mengalir ke permukaan, mereka sering bertemu dengan air yang mengandung banyak oksigen.

Logam terlarut dalam air tanah akan dengan cepat bergabung dengan oksigen terlarut dari air permukaan untuk membentuk endapan yang selanjutnya akan mengendap di dasar aliran. Pembentukan endapan ini merupakan ciri khas dari drainase asam tambang. Limonit sangat tahan terhadap pelapukan dan sering terakumulasi sebagai endapan residu. Seringkali hadir dalam bentuk utama sebagai zat besi dan pigmen pada tanah laterit.

Kegunaan Limonit

Limonit telah digunakan oleh manusia sejak zaman prasejarah. Penggunaan pertama limonit yaitu dimanfaatkan sebagai pigmen. Hal ini dapat kita jumpai dalam banyak pictographs Neolitik. Sepanjang sejarah, limonit telah menjadi salah satu pigmen paling penting untuk membuat cat yang berwarna kuning ke coklat yang dikenal sebagai oker. Penggunaannya sebagai pigmen berlanjut hingga saat ini.

Selama ribuat tahun, limonit juga telah digunakan juga sebagai bijih besi berkualitas rendah. Saat ini, penambangan limonit sebagai sumber unsur besi tidak lagi dilakukan, karena kualitas besi yang dihasilkan lebih rendah. Orang-orang akan lebih menyukai deposit hematit untuk mendapatkan unsur besi yang berkualitas tinggi. Endapan limonit biasanya terlalu kecil dan tidak murni untuk digunakan dalam metalurgi modern.

Istilah penamaan limonite seperti "besi coklat", "hematit coklat", "besi rawa", dan "oker coklat" sering digunakan oleh para penambang untuk menghubungkan limonit dengan potensi penggunaannya. Pada tanah laterit yang berasal dari pelapukan batuan basa hingga ultrabasa, limonit sering menjadi penunjuk keberadaan deposit nikel laterit yang bernilai ekonomis.
Baca selengkapnya »
Wilayah di Amerika Serikat Yang Paling Sering Terjadi Gempa Bumi

Wilayah di Amerika Serikat Yang Paling Sering Terjadi Gempa Bumi

Gempa bumi dapat dirasakan saat permukaan bumi bergetar akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di litosfer yang mengirimkan gelombang seismik dari pusat gempa. Mereka dapat bervariasi dalam ukuran, dari yang lemah yang tidak dapat dirasakan hingga sangat kuat yang dapat menghancurkan struktur bangunan dan dapat membunuh makhluk hidup.

Aktivitas seismik di suatu wilayah mengacu pada frekuensi, ukuran, dan jenis gempa yang dialami di wilayah tertentu selama beberapa waktu. Jika pusat gempa bumi berada di lepas pantai dan terjadi dengan cukup kuat, maka bisa memicu terjadinya tsunami. Gempa bumi juga dapat memicu tanah longsor dan juga aktivitas gunung berapi. Di AS, beberapa negara bagiannya rentan terhadap gempa bumi. Dibawah ini merupakan wilayah bagian Amerika Serikat yang paling rawan/sering mengalami kejadian gempa bumi.

Alaska

Alaska telah mengalami banyak kali kejadian gempa bumi dibandingkan negara bagian lain di AS. Antara 1974 dan 2003, Alaska telah mengalami 12.053 gempa kuat. Gempa bumi 1946 yang melanda Kepulauan Aleut di Alaska adalah salah satu gempa yang paling mematikan di negara bagian tersebut. Gempa ini terjadi pada 1 April 1946 dan berkekuatan 8,6 sehingga menewaskan 165 hingga 173 orang. Kerusakan properti diperkirakan mencapai $26 juta.

Akibat gempa tersebut, dasar laut di garis patahan terdorong ke atas, sehingga menghasilkan tsunami yang bergerak melintasi Samudra Pasifik. Gelombang yang tercipta akibat tsunami tersebut mencapai ketinggian 25 hingga 130 kaki dengan kecepatan hingga 500 mil per jam. Tsunami ini membutuhkan waktu 4,5 jam untuk sampai di Hawaii.

wilayah amerika serikat rawan gempa bumi

California

Setiap tahun California mengalami banyak kejadian gempa bumi, dan sebagian besar dengan magnitude yang kecil bahkan sulit dirasakan. Hanya sedikit yang berada di atas magnitude 3.0. Antara tahun 1974 dan 2003, wilayah bagian ini telah mengalami 4.895 gempa kuat. Salah satu gempa terburuk yang menghancurkan California adalah gempa bumi pada tahun 1906 yang melanda pantai utara California di San Francisco.

Gempa bumi tersebut berkekuatan 7,9 sehingga menyebabkan kebakaran hebat di kota San Francisco selama beberapa hari. Akibatnya, sekitar 3.000 orang kehilangan nyawa, dan lebih dari 80% kota San Francisco hancur. Peristiwa ini dikenang sebagai salah satu gempa paling mematikan dan terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Korban yang tewas akibat gempa ini merupakan yang terbesar akibat bencana alam dalam sejarah California.

Hawaii

Hawaii memiliki dua gunung berapi aktif, Mauna Loa dan Kilauea. Antara 1974 dan 2003, Hawaii telah mengalami sekitar 1.533 gempa kuat. Gempa pada tahun 1868 adalah gempa yang terbesar dalam sejarah Hawaii dengan kekuatan 7,9. Gempa bumi yang terjadi pada 2 April 1868 ini juga menyebabkan tsunami dan tanah longsor di pulau Hawaii.

Tanah longsor yang disebabkan oleh gempa bumi tersebut meliputi area yang luas, dan tanah longsor terbesar mencakup area sekitar 3 kilometer sehingga mengakibatkan 31 orang meninggal. Kejadian tsunami yang dipicu oleh gempa bumi ini pun menggenangi lahan yang sebelumnya kering hingga sekitar 1,5 meter ke arah daratan.

Nevada

Negara bagian Nevada adalah salah satu negara bagian di AS yang rawan gempa bumi. Antara tahun 1974 dan 2003, telah terjadi 788 gempa kuat di negara bagian tersebut. Nevada adalah wilayah dengan aktivitas seismik teraktif ke-4 di AS. Patahan akibat gempa aktif ditemukan hampir di semua bagian wilayah tersebut.

Diperkirakan bahwa wilayah yang terletak 30 mil dari Las Vegas ini memiliki peluang 12% terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 6,0 dalam 50 tahun ke depan. Salah satu gempa bumi yang paling merusak di wilayah ini adalah di Pleasant Valley pada Mei 1915. Gempa bumi dengan kekuatan 7,1 secara signifikan telah mengubah aliran sungai dan mata air di bagian utara negara bagian tersebut. Gempa itu terasa di hingga daerah-daerah seperti Oregon, California Selatan, dan Pantai Pasifik.

Washington

Washington adalah salah satu negara bagian di AS yang aktivitas seismiknya paling aktif, dimana antara tahun 1874 dan 2003, negara itu telah mengalami 424 kali gempa kuat. Salah satu gempa bumi terkuat yang dialami Washington adalah gempa bumi pada pada tanggal 28 Februari tahun 2001.

Gempa bumi tersebut berkekuatan 6,8, dengan pusat gempa terletak di Southern Puget Sound di Timur Laut Olympia. Gelombang kejutnya dapat dirasakan hingga ke wilayah Idaho, Oregon, dan Kanada. Kerusakan properti yang diakibatkan oleh gempa ini diperkirakan mencapai $2 miliar.

Idaho

Antara Tahun 1973 hingga 2003, negara bagian Idaho mengalami 404 kali gempa bumi kuat. Salah satu gempa bumi paling merusak di negara bagian ini adalah gempa Borah Peak yang terjadi pada 28 Oktober 1983. Gempa bumi ini berkekuatan 6,9 dan ini merupakan gempa bumi terburuk di wilayah tersebut.

Penyebab gempa Borah Peak adalah tergelincir batuan di sepanjang patahannya. Wilayah Challis-Mackay yang mengalami kerusakan parah, 50 bangunan mengalami kerusakan hebat, sedangkan 200-an rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Diperkirakan kerugian akibat kerusakan properti sekitar $12,5 juta.
Baca selengkapnya »
Jumlah Planet Di Tata Surya Kita

Jumlah Planet Di Tata Surya Kita

jumlah planet di tata surya
Hingga saat ini jumlah galaksi di alam semesta sebagian besar tidak diketahui manusia. Faktanya, para ilmuwan berspekulasi bahwa mungkin ada jumlah galaksi yang tak terbatas. Galaksi kita, Bima Sakti, diperkirakan menampung sekitar 100 miliar planet yang sebagian besar mengorbit bintang. Dalam waktu dekat, para astronom telah menemukan ratusan planet di galaksi kita, beberapa di antaranya menunjukkan beberapa karakteristik mirip Bumi. Tata surya kita terdiri dari matahari, delapan planet dan bulan-bulannya, dan beberapa badan tata surya kecil.

Sebelumnya, Pluto dianggap sebagai planet kesembilan di Tata Surya. Namun, pada tahun 2006, Pluto diturunkan statusnya menjadi "planet kerdil" karena definisi yang lebih konkret dan ketat tentang apa itu planet. Untuk menjadi sebuah planet, sebuah objek tidak hanya harus mengorbit Matahari tetapi juga memiliki massa yang cukup untuk memiliki bentuk bulat yang disebabkan oleh gravitasi. Planet potensial juga harus menjadi objek paling penting di "lingkungannya".

Planet-planet di Tata Surya kita adalah sebagai berikut:
  1. Merkurius
  2. Venus
  3. Bumi
  4. Mars
  5. Jupiter
  6. Saturnus
  7. Uranus
  8. Neptunus

1. Merkurius

Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Ini juga merupakan planet terkecil di tata surya kita. Merkurius menyelesaikan revolusi penuh mengelilingi matahari dalam 88 hari. Ini adalah planet berbatu dengan radius ekuatorial 1.516 mil. Menariknya, Merkurius tidak memiliki atmosfer. Ini berarti bahwa suhu pada Merkurius dapat berfluktuasi dari 840°F di siang hari menjadi minus 275°F di malam hari. Orbit Merkurius berbentuk oval. Pada beberapa kesempatan, Merkurius dapat dilihat dari Bumi.

2. Venus

Venus adalah planet terdekat kedua dengan matahari. Venus juga merupakan planet terpanas dengan suhu rata-rata 863°F. Atmosfer di Venus padat dan memerangkap udara hangat di dalamnya. Venus adalah tetangga terdekat Bumi.

Venus memiliki waktu revolusi dan rotasi terpanjang dari planet mana pun di tata surya. Venus membutuhkan 224,7 hari Bumi untuk berputar mengelilingi matahari. Rotasi Venus pada porosnya sangat lambat sehingga dibutuhkan waktu yang setara dengan 243 hari Bumi untuk menyelesaikan satu putaran, yang berarti satu hari di Venus lebih lama dari satu tahun penuh di Venus.

3. Bumi

Planet Bumi adalah satu-satunya planet yang diketahui menampung kehidupan. Ini menyelesaikan revolusi mengelilingi matahari setiap 365,256 hari. Jaraknya 92.955.820 mil dari matahari dan merupakan planet ketiga terdekat dari matahari.

Diperkirakan pembentukan Bumi dimulai 4,54 miliar tahun yang lalu. Total luas permukaannya adalah 196.940.000 mil persegi, 71% darinya tertutup air sementara 29% sisanya adalah daratan. Atmosfer Bumi melindungi kehidupan dari ruang yang tidak dapat dihuni, melindungi kita dari radiasi berbahaya, dan mengendalikan cuaca. Bumi adalah planet terpadat di Tata Surya.

4. Mars

Mars, juga dikenal sebagai "planet merah," adalah planet keempat di tata surya serta yang terkecil kedua. Ini memiliki permukaan padat seperti Bumi, tetapi atmosfernya tipis.

Mars setengah ukuran Bumi dan 143.000.000 mil dari matahari. Mars terkadang terlihat dari Bumi pada malam hari karena permukaannya yang cerah. Air cair tidak ditemukan di permukaan planet ini karena tekanan atmosfer yang rendah. Para peneliti sedang meneliti kemungkinan bahwa kehidupan pernah ada di Mars. Para ilmuwan percaya bahwa tutup es di kutub planet ini terdiri dari air dan es di kutub selatan akan mengisi permukaan planet hingga kedalaman 36 kaki jika meleleh.

5. Jupiter

Jupiter adalah planet kelima dan sekaligus sebagai planet terbesar di tata surya. Bersama dengan Saturnus, Uranus, dan Neptunus, Jupiter dianggap sebagai salah satu raksasa gas Tata Surya. Massa Yupiter adalah 2,5 kali total massa planet-planet lain yang digabungkan. Jupiter adalah planet gas yang berarti bahwa ia tidak memiliki permukaan padat, meskipun para peneliti percaya bahwa inti planet ini adalah padat. Jupiter sangat besar sehingga objek seukuran 1.300 kali besar Bumi akan muat di dalamnya.

Atmosfer Jupiter sangat keras. Kecepatan angin disana bergerak dengan kecepatan rata-rata 340 mph, dua kali kecepatan badai kategori lima di bumi. Planet ini memiliki tiga cincin yang terbuat dari partikel debu yang sulit dilihat. Butuh 12 tahun di Bumi bagi Jupiter untuk membuatnya berevolusi mengelilingi matahari.

6. Saturnus

Saturnus merupakan planet nomor 2 terbesar di tata surya setelah Jupiter. Ini adalah planet gas seperti Jupiter tetapi memiliki sembilan cincin kontinyu dan beberapa ikal yang terbuat dari batu dan es. Ini dianggap sebagai planet paling indah di tata surya dan terdiri dari hidrogen dan helium.

Diameter luas Saturnus adalah sembilan kali lipat dari Bumi. Volumenya sama dengan 763.5 kali dari Bumi, dan permukaannya sama dengan 83 kali Bumi. Namun, beratnya hanya seperdelapan kali massa Bumi. Saturnus memiliki sekitar 150 bulan, 53 di antaranya telah diberi nama.

7. Uranus

Uranus adalah planet terbesar ketiga di tata surya. Permukaannya terdiri dari komponen bahan beku dan karena itu dianggap sebagai planet raksasa es. Namun, atmosfernya terdiri dari hidrogen dan helium bersama "es" lainnya seperti metana, amonia, dan air.

Meskipun ini bukan planet terjauh dari matahari, Uranus adalah yang terdingin dengan suhu mencapai -224° C. Uranus adalah satu-satunya planet yang tidak memancarkan panas dari intinya. Uranus berjarak sekitar 2 miliar mil dari matahari.

8. Neptunus

Neptunus adalah planet terjauh dari matahari. Planet ini pertama kali dianggap sebagai bintang tetap oleh Galileo yang menggunakan prediksi matematis untuk menemukannya daripada metode biasa untuk melakukan pengamatan. Jaraknya hampir 2,8 miliar mil dari matahari dan menyelesaikan revolusi mengelilingi matahari setiap 164,8 tahun Bumi.

Neptunus menyelesaikan revolusi pertamanya pada 2011 sejak ditemukan pada 1846. Ia memiliki 14 bulan yang dikenal dengan Triton sebagai yang terbesar. Atmosfernya terdiri dari hidrogen dan helium. Ini adalah planet paling berangin di tata surya, menampung sembilan kali kecepatan angin rata-rata Bumi. Baru-baru ini, NASA menemukan bahwa Neptunus memiliki aliran sungai dan danau metana cair.
Pertanyaan : Berapa Banyak Planet yang Ada di Tata Surya Kita?
Jawaban : Ada 8 planet di tata surya kita yaitu : Merkurius, Venus, Bumi, Mars Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Baca selengkapnya »
Beranda