Berbicara mengenai bumi memang tiada habisnya, tetapi pernahkah kamu tahu bagaimana sebenarnya pandangan geologist terhadap Bumi?. Ya, pemb...
Pengertian Peta Lengkap dengan Fungsi, Komponen, Simbol dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Peta Lengkap dengan Fungsi, Komponen, Simbol dan Jenis-Jenisnya

Apa itu Peta? - Di jaman yang super canggih ini, kehadiran peta tetap masih dianggap penting. Ia bisa berguna sebagai penunjuk arah, memberikan data geografis suatu daerah, alat analisa keruangan dan masih banyak lagi fungsi peta yang dapat kita manfaatkan dalam pekerjaan kita sehari-hari. Oleh karena fungsi dari peta yang vital inilah maka tidak heran jika sebuah peta akan selalu mengalami pembaruan dari tahun ke tahun, agar bisa memberikan data atau informasi yang lebih akurat sesuai dengan kondisi lingkungan dan geografis saat ini. Lalu apa sebenarnya pengertian peta?, apa saja fungsinya? Apa komponen yang harus ada di dalamnya, serta bagaimana klasifikasi jenis peta? Berikut ini penjelasan lengkapnya yang diharapkan bisa memberikan tambahan pengetahuan kepada Anda.


Pengertian Peta Secara Umum dan Menurut Ahli

Secara umum peta adalah gambaran permukaan bumi yang digambar pada bidang datar yang kemudian diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi simbol-simbol tertentu untuk memperjelasnya. Beberapa ahli memiliki pendapatnya sendiri mengenai arti dari sebuah peta. Berikut ini pengertian peta menurut beberapa ahli yang perlu Anda ketahui:

1. Pengertian Peta Menurut ICA

Peta menurut ICA atau International Cartographic Association adalah gambaran atau representasi terpilih terhadap unsur-unsur kenampakan abstrak di permukaan bumi. Disini yang dimaksud dengan ICA adalah bahwa hamper semua peta memiliki kaitan dengan permukaan bumi atau benda angkasa. Peta umumnya digambar pada suatu bidang datar dan diperkecil pada skala ukuran tertentu, namun tidak menghilangkan keaslian dari kondisi di lapangan.

2. Peta Menurut Aryono Prihandito (1988)

Aryono Prihandito berpendapat bahwa peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu. Gambaran tersebut diposisikan pada bidang datar yang melalui sistem proyeksi tertentu untuk menghasilkan gambar seperti aslinya. Dari gambar inilah nantinya orang bisa mengetahui dengan jelas letak-letak suatu wilayah.

3. Peta Menurut Erwin Raisz (1948)

Peta menurut Erwin Raisz adalah gambaran secara konvensional kenampakan muka bumi dengan ukuran lebih kecil. Gambar tersebut dibuat pada bidang yang datar dan ditambahi tulisan-tulisan tertentu untuk memperjelasnya.

4. Peta Menurut Bakosurtanal Tahun 2005

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Indonesia (Bakosurtanal) atau sekarang disebut Badan Informasi Geospasial (BIG) mendefinisikan peta sebagai sarana yang digunakan untuk penyimpanan dan penyajian data keruangan maupun lingkungan. Selain itu, menurutnya peta juga berperan sebagai sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan, dalam artian peta sifatnya sangat penting untuk kebutuhan pembangunan di Indonesia.

Fungsi Peta dan Pemanfaatannya

fungsi peta

Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang menggunakan peta karena memiliki banyak fungsi dan manfaat di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari peta.

1. Menunjukan Posisi (Lokasi) Suatu Tempat di Permukaan Bumi

Salah satu fungsi dari peta adalah menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat yang ada di muka bumi. Seseorang tinggal mencari saja nama lokasinya dalam peta nanti akan ditemukan posisi tepatnya berada dimana. Dengan begitu tentu seseorang bisa lebih memahami suatu tempat yang akan dijelajahi atau dituju.

2. Menunjukkan Arah dan Ukuran Suatu Tempat di Permukaan Bumi

Peta dilengkapi dengan arah mata angin dan dibuat dengan perbandingan skala. Oleh karena itulah fungsi selanjutnya adalah mampu memperlihatkan ukuran dan arah suatu tempat apakah ia berada di barat, timur, selatan, dll. Dengan mongkonversi skala yang tertera dalam peta maka kita juga dapat mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan satuan ukuran seperti jarak, luas, panjang, lebar, dan lain sebagainya.

3. Menggambarkan Bentuk-Bentuk Permukaan Bumi

Permukaan bumi tidak serta merta mulus dan rata. Ia terdiri dari berbagai elemen yang ada di dalamnya. Dengan melihat peta, seseorang bisa melihat bentuk bumi yang sebenarnya itu seperti apa. Hal ini karena dilengkapi dengan simbol yang menggambarkan alam seperti gunung, rawa, dll. Dengan begitu bentuk-bentuk yang ada di bumi bisa dipahami oleh pembaca dengan baik.

4. Membantu Mengetahui Kondisi Geografis Suatu Daerah

Peta dengan lengkap menggambarkan secara geografis letak suatu daerah. Apa saja yang mengelilinginya tentu akan tergambar jelas disana. Untuk itulah maka kondisi baik itu lingkungan maupun yang lainnya akan semakin mudah dilihat dengan bantuan peta. Hal ini tentu karena ia mampu memberikan keterangan yang spesifik terhadap apa-apa saja yang ada di permukaan bumi. Sebagai contoh peta yang menggambarkan kondisi geografis Indonesia meliputi kondisi dataran rendah, tinggi, pegunungan, laut, sungai dan berbagai fitur geografi lainnya.

5. Menyajikan Data Potensi Suatu Wilayah

Banyak perusahaan besar yang akan membangun suatu usaha dengan melihat potensi daerah sasaran menggunakan gambar bidang datar. Secara geografis letak daerah hingga lingkungan di sekitarnya akan memberikan dampak yang berarti bagi perkembangan daerah itu sendiri. Suatu daerah dengan potensi yang bagus karena dekat dengan gunung misalkan atau hutan tentu menjadi ladang usaha yang menjanjikan bagi pebisnis.

6. Alat Analisis

Peta bisa berfungsi sebagai alat analisis terutama untuk gejala atau fenomena alam yang terjadi di masyarakat. Dengan membaca gambar pada bidang datar setidaknya seseorang bisa menganalisis tentang suatu daerah dengan lebih baik karena tersaji data yang lengkap di dalamnya. Selain itu juga seseorang bahkan bisa mempelajari keadaan lingkungan suatu daerah hanya dengan membacanya. Suatu keadaan lingkungan tentu akan berpengaruh juga terhadap kehidupan dari masyarakatnya.

7. Alat Untuk Mempelajari Fenomena Geografi di Permukaan Bumi

Dengan sajian data yang lengkap, peta dijadikan alat untuk mempelajari fenomena geografis di permukaan bumi dengan lebih mudah dan lengkap. Segala sesuatu yang tersaji di dalamnya bisa memberikan beragam informasi geografi yang dibutuhkan. Seseorang tidak perlu pergi jauh ke suatu daerah hanya untuk mempelajari fenomena geografi di sana. Namun cukup dengan membaca gambaran bumi dalam bidang datar itu saja sudah cukup memberikan ilmu mengenai fenomena alam.

Komponen Peta Yang Harus Ada

komponen peta

Peta harus mampu menggambarkan semua ketampakan yang ada dan mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh penggunanya. Untuk itulah dalam pembuatannya membutuhkan unsur unsur peta atau komponen di dalamnya agar bisa menghasilkan informasi yang akurat. Berikut ini 11 komponen peta, diantaranya:

1. Judul

Komponen utama pada peta tentu saja harus ada judul yang memuat isi peta itu sendiri. Sebelum membaca atau bahkan mempelajarinya pengguna tentu akan terlebih dahulu membaca judulnya. Biasanya letaknya berada di bagian tengah atas, namun juga ada beberapa yang diletakkan pada bagian bawah. Dengan judul tentu saja akan memudahkan setiap pembaca karena tidak semua orang paham dengan peta yang akan dipelajarinya.

2. Garis Tepi

Ketika membaca peta kita pasti akan menemukan garis tepi. Border atau garis tepi ini sendiri terletak di bagian tepi peta dan ujung pada tiap garis yang bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Untuk garis tepi ini sendiri biasanya dibuat rangkap dua dan juga tebal. Garis tepi ini membuat tampilannya menjadi lebih tegas dan rapi karena dibatasi oleh garis yang tebal pada setiap sisinya.

3. Skala Peta

Dalam peta skala menjadi komponen yang tidak kalah penting karena semua peta pada dasarnya merupakan hasil dari pengecilan dari wilayah permukaan bumi. Gambar akan menghasilkan perbandingan antara kenyataan dengan gambar yang dihasilkan di dalamnya dari yang diperkecil. Perbandingan dalam bentuk angka itulah yang dikenal dengan istilah skala. Skala sendiri dibedakan menjadi 3 yaitu skala numerik, garis dan kata.

4. Arah Mata Angin

Sebuah peta juga harus dilengkapi dengan komponen arah mata angin atau orientasi. Meskipun tampak sederhana atau sepele, arah mata angin dinilai sangat penting. Komponen ini tentu saja berfungsi untuk menunjukkan arah sehingga pengguna bisa menentukan arah ketika membacanya. Ketika seseorang menemukan lokasi suatu daerah, ia juga bisa menentukan dimana arahnya atau letaknya. Apakah di sebelah barat, utara, selatan atau timur dari tempat dimana ia membacanya.

5. Garis Lintang dan Bujur (Grid Peta)

Garis lintang dan garis bujur merupakan garis khayal yang dinyatakan dalam bentuk koordinat geografis untuk mempermudah menentukan posisi suatu tempat di muka bumi. Garis bujur dan lintang biasa disebut juga dengan garis astronomis. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari bumi secara horizontal sedangkan garis bujur melingkari bumi secara vertikal. Garis bujur juga akan menghubungkan antara kutub utara dan selatan. Di peta kedua garis ini disebut juga dengan Grid Peta.

6. Tata Penulisan/Lettering

Pada tata penulisan dalam pembuatan peta memiliki aturan sendiri yang membedakannya dengan objek geografi yang ditampilkan pada peta sehingga memudahkan pembaca. Ada 4 aturan penulisan yang harus diperhatikan, diantaranya :
  • Kapital Tegak : untuk menuliskan nama ibu kota, negara, benua dan pegunungan
  • Kapital Miring : untuk menuliskan nama samudra, teluk yang luas, laut, dan selat yang luas
  • Huruf Kapital Pada Awalan : nama kota kecil dan gunung
  • Huruf Kecil Miring : nama sungai, danau, selat sempit, dan teluk sempit

7. Warna

Komponen selanjutnya adalah warna dimana berfungsi untuk membedakan suatu wilayah. Berikut ini penjelasan mengenai warna dan fungsinya untuk menyimpan berbagai informasi, diantaranya :
  • Hitam : menunjukkan batas administrasi, lettering hingga detail penghunian.
  • Biru : menunjukkan tubuh air seperti sungai, danau dan laut. Seringkali menemukan degradasi warna biru yang menggambarkan kedalaman air. Semakin gelap maka semakin dalam.
  • Hijau : menunjukkan dataran rendah, vegetasi hingga hutan, karena tempat identik dengan daerah yang hijau.
  • Coklat : menunjukkan daerah yang memiliki kemiringan lereng misalkan dataran tinggi atau daerah pegunungan dengan medan yang curam.
  • Merah : menunjukkan jalan raya atau letak kota atau ibu kota pada sebuah tempat atau daerah.

8. Simbol/Lambang

Merupakan salah satu komponen yang menjadi tanda konvensional untuk mewakili keadaan sebenarnya yang ada di lapangan dan agar pengguna lebih mudah membacanya. Simbol dibagi menjadi 3 yaitu titik yang menunjukkan posisi atau lokasi, garis untuk menggambarkan batas administrasi, jalan dan sungai. Selain itu juga ada simbol luas untuk menunjukkan suatu tempat tertentu dengan area yang luas seperti hutan atau rawa. Adapun syarat untuk simbol yang baik adalah sebagai berikut :
  • Kecil : simbol harus berukuran kecil agar tidak memerlukan banyak ruang
  • Sederhana : agar mudah dan cepat ketika digambar
  • Jelas : simbol harus jelas agar pembaca tidak salah tafsir

9. Keterangan/Legenda

Untuk mewakili informasi peta harus dilengkapi dengan simbol agar bisa dibaca oleh pengguna. Untuk itulah biasanya terdapat kotak keterangan yang berisi keterangan terkait simbol yang digunakan. Seringkali ditemukan keterangan/legenda diletakkan di pojok kiri bawah pada peta. Namun tidak sedikit juga yang meletakkan legenda pada bagian lain. Jika mungkin masih bingung ketika membaca simbolnya saja, maka seseorang bisa beralih membaca legenda atau keterangan untuk membantu menemukan apa yang dicari.

10. Sumber Dan Tahun Pembuatan Peta

Peta haruslah memperhatikan sumber dan tahun pembuatan agar data yang digunakan dalam pemetaan tersaji secara akurat. Selain itu sumber juga sangat penting agar mampu memberikan kepastian mengenai data atau informasi kepada pengguna.Tahun pembuatan sendiri tentu saja merujuk pada waktu pembuatan dari peta tersebut. Semakin baru tahun pembuatannya tentu data yang tersaji juga semakin update.

Peta harus selalu diperbarui karena kondisi geografis sudah banyak mengalami perubahan. Jika masih mengandalkan yang dulu, tentu akan banyak ditemukan perbedaan. Hal ini karena alam pun selalu mengalami fenomena yang berpengaruh pada kondisi lingkungan sekitar.

11. Inset

Komponen yang satu ini seringkali digunakan untuk memperjelas posisi suatu wilayah tertentu . Komponen ini terdiri atas dua jenis yang masing-masing berperan penting yaitu inset lokasi dan pembesaran. Inset lokasi memberikan gambaran secara umum mengenai wilayah di sekitar daerah yang dipetakan kepada pengguna. Sebagai contoh peta untuk Provinsi Riau membutuhkan inset peta Sumatera atau Indonesia. Sementara pada inset pembesaran digunakan untuk menggambarkan daerah yang lebih kecil dari inset lokasi.

Klasifikasi Simbol Peta

simbol peta

Sebelumnya telah disinggung mengenai simbol di komponen peta secara luas. Sedangkan jika dibahas secara detail simbol sendiri terdiri dari beberapa kategori diantaranya:

1. Simbol Peta Berdasarkan Kenampakan Lingkungan

Simbol peta berdasarkan kenampakan lingkungan dibedakan menjadi dua macam yaitu simbol budaya dan alam. Untuk simbol budaya mewakili kenampakan budaya yang seringkali ditemukan pada kehidupan bermasyarakat. Contohnya seperti jalan, rel kereta, kota kecil, kota administratif dan ibu kota. Sedangkan simbol alam mewakili kenampakan dan fenomena alam yang terbentuk secara alami seperti sungai, danau, rawa, dll.

2. Simbol Peta Berdasarkan Bentuknya

Untuk simbol berdasarkan bentuk dibedakan menjadi 3 jenis yaitu simbol garis, titik dan area. Pada simbol garis terdiri dari sungai, jalan raya, batas negara dan batas propinsi. Simbol titik terdiri dari gunung, kota kecil atau kecamatan, kota administratif, dan ibukota negara. Terakhir simbol area untuk mewakili danau, rawa, sawah dan formasi batuan kapur.

3. Simbol Peta Berdasarkan Wujudnya

Simbol berdasarkan wujudnya dibedakan menjadi 3 yaitu piktoral dimana mirip dengan objek aslinya seperti gunung. Kemudian ada simbol abstrak berupa gambar yang tidak mirip dengan objek aslinya. Sedangkan simbol huruf atau angka, sesuai namanya simbol dalam bentuk huruf atau angka.

Macam-macam Jenis Peta

jenis peta

Menurut ilmu geografi, peta diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Berikut ini jenis jenis peta yang wajib diketahui oleh penggunanya, diantaranya :

1. Jenis Peta Berdasarkan Skala/Perbandingan

Salah satu jenis peta dibedakan atau diklasifikasikan berdasarkan skalanya. Terdapat 5 jenis untuk peta ini. Berikut ini beberapa jenis peta berdasarkan skalanya, diantaranya :
  • Kadaster : peta dengan skala 1:1000 hingga 1:5000, peta ini digunakan untuk menggambarkan luas tanah dan sertifikat tanah.
  • Besar : berskala 1:50001 hingga 1:250000, menggambarkan daerah sempit misalkan peta kelurahan, desa, kecamatan dan kota.
  • Sedang : berskala 1:250001 hingga 1:500000, untuk menggambarkan daerah yang agak luas seperti provinsi.
  • Kecil : berskala 1:500001 hingga 1:1000000, digunakan untuk menggambarkan daerah yang luas seperti Peta Indonesia, dll.
  • Sangat Kecil (Geografis) : peta jenis ini berskala lebih dari 1:1000000 dan digunakan untuk menggambarkan kelompok negara, misal Peta Asia, Peta Eropa, Peta negara-negara di Benua Amerika, dll.

2. Jenis Peta Berdasarkan Isinya

Jika dilihat dari isinya atau benda yang digambarkan, peta dibagi menjadi dua. Berikut ini penjelasan lengkapnya.
  • Umum : menggambarkan kenampakan yang ada si permukaan bumi secara global dan menyeluruh. Yang termasuk dalam peta ini adalah chorografi yang menggambarkan kenampakan umum contohnya peta dunia dalam atlas. Kemudian peta topografi yang menggambarkan bentuk relief permukaan bumi secara alami. Contohnya gunung, rawa, dll.
  • Khusus : peta ini menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Terdiri dari 9 jenis diantaranya peta iklim, perhubungan, persebaran penduduk, persebaran hasil pertanian, dll.

Nah itulah ulasan mengenai peta secara lengkap, baik itu pengertian peta, komponen apa saja yang dibutuhkan pada peta, fungsi peta, hingga jenis peta. Karena memiliki jenis yang beragam hendaknya setiap orang harus paham dan bisa membedakan terlebih dahulu unsur-unsur dalam sebuah peta, agar tidak salah dalam mendapatkan informasi.

Perhatikan dengan baik setiap simbol peta agar bisa memahami letak dan kondisi geografis suatu tempat/wilayah secara akurat. Kunci untuk memahami arti sebuah peta sebenarnya ada pada legenda peta, karena semua informasi yang diberikan dalam peta ada disitu.
Baca selengkapnya »
Mata Air Panas : Pengertian, Proses Terbentuknya, Contoh dan Pemanfaatan

Mata Air Panas : Pengertian, Proses Terbentuknya, Contoh dan Pemanfaatan

Apa itu mata air panas? - Mata air panas (hot springs) adalah mata air geothermal (panas bumi) yang naik dari kerak bumi ke permukaan tanah. Mata air panas bervariasi dari segi ukuran dan menghasilkan air yang berada pada kisaran suhu hangat hingga sangat panas. Definisi mata air panas sebenarnya sangat universal, sebagai contoh mata air panas juga dapat diartikan sebagai air yang lebih hangat dari lingkungan disekitarnya, lebih hangat dari suhu tubuh manusia, lebih hangat dari suhu tanah disekitarnya, atau lebih hangat dari 50°C (122°F). Beberapa sumber mata air panas sering digunakan masyarakat setempat untuk mandi, sementara apabila air yang dihasilkan cukup panas maka sering dipakai untuk merebus telur.

Pembentukan Mata Air Panas

Mata air panas dapat terbentuk dalam beberapa cara. Yang paling umum terjadi ketika air hujan atau air tanah terpanaskan oleh magma di bawah permukaan bumi. Celah atau patahan di permukaan bumi memungkinkan air mengalir lebih dalam ke arah mantel, tempat bersentuhannya batuan panas yang memanaskan air.

Tekanan bawah tanah kemudian memaksa air panas untuk ke atas, selanjutnya ke permukaan bumi melalui celah atau patahan yang sama. Besarnya tekanan di bawah tanah menentukan seberapa cepat dan seberapa jauh air panas nantinya mengalir. Mata air panas seperti diatas biasanya terbentuk di daerah dengan aktivitas gunung berapi.

mata air panas
Mata air panas di Islandia.

Mata air panas juga dapat terbentuk ketika infiltrasi air (air masuk ke dalam tanah) dipanaskan oleh peluruhan unsur radioaktif yang ada di batuan. Untuk setiap kedalaman 1.000 kaki, air tanah dipanaskan dengan tambahan 15°F. Pada kondisi ini, air panas menjadi lebih kental dan akan naik melalui retakan dan patahan ke permukaan bumi.

Ketika air panas mencapai permukaan, ia dapat mengalir perlahan atau cepat tergantung pada besarnya tekanan dari bawah tanah. Secara umum, laju aliran mata air panas berbeda beda, tergantung pada volume air bawah tanah dan besarnya tekanan bawah tanah. Pembentukan dan keterdapatan mata air panas sering berasosiasi dengan geiser (geyser).

Pemanfaatan Sumber Mata Air Panas

Pemandian air panas dapat menjadi tempat wisata yang populer. Sebagai contoh, mata air panas mengandung kandungan mineral yang sangat tinggi, termasuk radium, lithium, dan kalsium, yang beberapa orang percaya dapat mengobati beberapa penyakit seperti penyakit kulit dan asma.

Mata air panas juga terkadang digunakan sebagai terapi untuk rehabilitasi penyandang disabilitas. Di Jepang, banyak spa dibuat di sekitar sumber mata air panas. Namun, mata air panas dengan air yang sangat panas juga dapat mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan luka bakar.

Contoh Sumber Mata Air Panas yang Terkenal

Mata air panas terbesar di dunia adalah di Grand Prismatic Spring, yang terletak di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat. Mata air panas ini memiliki lebar sekitar 110 m, kedalaman 50 m, dan memiliki laju aliran 2.100 liter per menit.

"Blood pond" di Jepang ditandai dengan air berwarna merah terang yang disebabkan oleh karat dan memiliki konsentrasi zat besi yang tinggi. Jigokudani adalah sumber mata air panas vulkanik terpopuler di Jepang. Mata air panas terkenal lainnya yaitu Elizabeth Spring, Lava Hot Spring, dan Glenwood Spring.
Baca selengkapnya »
Daftar Sungai Terpanjang di Benua Eropa Beserta Negara dan Kota yang Dilewatinya

Daftar Sungai Terpanjang di Benua Eropa Beserta Negara dan Kota yang Dilewatinya

Apa nama sungai terpanjang di Eropa? - Eropa merupakan salah satu benua besar yang ada di dunia (lihat: Peta Eropa). Benua Eropa terletak berdekatan dengan Benua Asia dan Benua Afrika. Di benua Eropa terdapat beberapa kondisi alam yang sangat menarik, salah satunya sungai. Apabila diurutkan berdasarkan panjangnya, Anda dapat lebih mudah mengenal sungai-sungai yang ada di benua ini. Pada uraian berikut akan dijelaskan mengenai 4 sungai terpanjang yang ada di benua Eropa.

Sungai adalah aliran air yang ada di tengah daratan. Umumnya sungai mengalir dari sumber mata air dan bermuara ke laut. Adanya sungai memberikan manfaat kepada orang di sekitarnya. Di benua Eropa tercatat 4 sungai terpanjang yang harus Anda ketahui. Panjangnya aliran sungai membuat keempat sungai tersebut melewati berbagai negara dan kota-kota besar (lihat juga: sungai terpanjang di Asia).

Nama Sungai Nama Kota yang Dilewati
Volga Astrakhan, Kazan, Nizhny, Novgorod, Samara, Saratov, Tver, Ulyanovsk, Volgograd, Yaroslavl
Donau Bratislava, Beogard, Budapest, Gyurgeyo, Izmail, Mauthausen, Nikopol, Ulm, Weltenburg, Valhalla, Vukvar, Wina
Ural Atyrau, Kazakhstan, Magnitogorsk, Oral, Orenburg, Orsk
Dnieper Arheimar, Bykhaw, Cherkasy, Dnipro, Dorogobuzch, Enerhodar, Kamjanske, Kamianka-Dniprovska, Kaniv, Kherson, Kiev, Kremenchuk, Mahanets, Mahilyow, Nova Kakhovka, Nikopol, Orsha, Rahachow, Rechytsa, Smolensk, Skhlow, Zaporizhia, Zhlobin

sungai terpanjang di benua eropa

1. Sungai Volga
Predikat sungai terpanjang di Eropa diraih oleh sungai Volga. Secara administratif, sungai Volga termasuk dalam negara Rusia. Sungai Volga mengalir di bagian barat Rusia. Sungai ini mengelilingi 11 kota terbesar negara tersebut salah satunya ibukota negara Moskwa. Hulu yang menjadi sumber mata air sungai Volga adalah perbukitan Valdai. Dari mata air tersebut, sungai Volga mengalir sejauh 3.692 km sebelum sampai ke laut Kaspia.

Volga memiliki 2 anak sungai yaitu Oka yang ada di sebelah kanan dan Kama yang ada di sebelah kiri. Sungai Volga terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Volga atas yang dimulai dari sumber mata air sampai anak sungai Oka, Volga tengah yang merupakan pertemuan anak sungai Oka dengan anak sungai Kama, dan Volga rendah yang merupakan pertemuan anak sungai Kama ke ujung Volga.

2. Sungai Donau
Sungai Donau mengalir sejauh 2850 km dan menjadi sungai terpanjang kedua di Eropa. Sumber mata air sungai Donau berada di Hutan Hitam di Jerman dan bermuara sampai Laut Hitam di Rumania. Sungai Donau melalui 10 negara dengan masing-masing terdapat beberapa kota yang dilaluinya.

Sungai Donau memiliki anak sungai yang tersebar di 7 negara lainnya. Bentuk fisik sungai Donau yang lebar dan dalam dimanfaatkan oleh warga setempat untuk transportasi kapal. Untuk mempermudah transportasi, bagian hulu telah dibangun terusan yang terhubung dengan sungai Main menuju sungai Rhein.

3. Sungai Ural
Di Rusia dan Kazakhstan terdapat sungai Ural dengan panjang 2428 km. Tidak hanya di benua Eropa, sungai Ural juga melewati benua Asia (lihat disini: Peta Asia). Hulu sungai Ural berada di Rusia dan hilirnya berada di Laut Kaspia. Dalam proses alirannya, sungai Ural melewati beberapa kota. Debit air yang mengalir di sungai Ural sebesar 400 m3/s.

4. Sungai Dnieper
Sungai sepanjang 2285 km ini melewati berbagai kota di Rusia, Belarusia, dan Ukraina dengan persentase terbesar di Ukraina. Hulu sungai Dnieper ada di rawa-rawa di perbukitan Valdai dan bermuara ke Laut Hitam, Dnieper estuary, dan Dnieper-Bug estuary. Sejak dulu, sungai Dnieper telah dijadikan sebagai jalur transportasi air. Pada 1948, dibangun kembali PLTA yang memanfaatkan aliran sungai Dnieper.

Sungai terpanjang di Eropa menjadi perhatian bagi siapapun. Informasi-informasi di atas merupakan hal yang wajib Anda ketahui.
Baca selengkapnya »
5 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

5 Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik

Apa perbedaan sampah organik dan anorganik? - Sampah merupakan permasalahan yang sedang berusaha diatasi. Pengolahan diperlukan untuk mengurangi jumlah sampah terus menumpuk di lingkungan. Di lingkungan terdapat 2 jenis sampah, yaitu organik dan anorganik. Masyarakat perlu tahu perbedaan sampah organik dan anorganik agar dapat mengolah dengan benar.

Sampah adalah hasil buangan yang tidak lagi digunakan oleh manusia. Sampah tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, misalnya rumah tangga atau industri. Pengolahan perlu dilakukan supaya lingkungan tidak tercemar akibat adanya sampah tersebut.

Sebelum dilakukan pengolahan yang benar, masyarakat perlu mengetahui perbedaan sampah organik dan anorganik karena pengolahannya berbeda. Secara garis besar, berikut merupakan perbedaan antara sampah organik dan anorganik.

Sisi Perbedaan Sampah Organik Sampah Anorganik
Asal Makhluk hidup Selain makhluk hidup
Struktur Senyawa Dominan unsur karbon Tidak dominan unsur karbon
Proses Peruraian Cepat Lambat
Manfaat Pupuk, pakan ternak, sumber energi terbarukan Produk lain dengan fungsi sama atau berbeda
Contoh Sisa makanan, sampah kebun, dan kotoran makhluk hidup Plastik, kaca, karet

perbedaan sampah organik dan anorganik

Penjelasan mengenai masing-masing perbedaan akan diurai pada penjelasan berikut:
1. Asal Sampah
Kedua jenis sampah berasal dari sumber yang berbeda. Sesuai namanya, sampah organik berasal dari makhluk hidup mulai dari manusia, hewan, sampai tumbuhan. Sampah tersebut dapat berupa bagian dari makhluk hidup tersebut atau hasil sisa buangannya. Berbeda dengan sampah anorganik. Sampah anorganik berasal dari benda mati atau benda-benda yang dibuat oleh manusia.

2. Struktur Senyawa
Struktur senyawa dapat menjadi salah satu pembeda meskipun tidak bisa dilihat secara langsung. Sampah organik tersusun atas senyawa yang didominasi unsur karbon (C), sedangkan sampah anorganik tersusun atas senyawa yang tidak didominasi unsur karbon (baca mengenai: daur karbon).

3. Proses Peruraian
Setiap sampah akan mengalami peruraian. Peruraian dilakukan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Proses peruraian sampah organik dapat berlangsung dengan cepat. Proses perurairan yang cepat disebabkan struktur sampah organik yang mudah dipecah oleh mikroorganisme. Sedangkan pada sampah anorganik, mikroorganisme akan lebih susah mengurainya karena bentuk struktur yang sangat rekat. Oleh sebab itu, proses peruraian sampah anorganik menjadi lebih lama dibandingkan sampah organik.

4. Perbedaan Manfaat
Pengolahan sampah menjadi solusi yang terus dicari. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi permasalahan sampah yang kian menumpuk. Beberapa orang mulai memanfaatkan baik sampah organik maupun anorganik.

Saat ini telah ditemukan berbagai inovasi dalam pengolahan sampah organik, seperti pembuatan pupuk kompos. Pupuk kompos dapat dibuat dari sampah sisa makanan yang mulai membusuk. Manfaat lainnya adalah digunakan untuk olahan pakan ternak. Selain itu, sampah organik juga dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan.

Pemanfaatan sampah anorganik tentunya berbeda dengan sampah organik. Sampah anorganik susah diurai sehingga pemanfaatannya dilakukan dengan mengubahnya menjadi benda lain. Pengolahan sampah anorganik dapat berprinsip pada 3R, yaitu Reuse, Recycle, dan Reduce.

Reuse merupakan penggunaan kembali suatu sampah anorganik dengan fungsi yang sama atau berbeda, Recycle merupakan daur ulang dengan dilakukan beberapa tahapan, dan Reduce merupakan pengurangan dalam pemakaian sehari-hari.

5. Perbedaan Contoh
Contoh sampah organik yang sering ditemui adalah sisa-sisa makanan seperti nasi, sayur, atau buah. Selain itu, sampah organik dapat berasal dari tanaman kebun atau taman seperti ranting dan daun. Kotoran manusia dan hewan juga termasuk sampah organik. Contoh sampah anorganik adalah plastik, kaca, karet, dan produk olahan manusia lainnya.

Itulah 5 perbedaan sampah organik dan anorganik. Setelah tahu mengenai perbedaan keduanya, diharapkan masyarakat memahami cara pengolahan yang baik.
Baca selengkapnya »
Kamus Istilah Geografi, Geologi dan Sains

Kamus Istilah Geografi, Geologi dan Sains

kamus istilah geografi, geologi dan sains
Kamus Geografi, Geologi dan Sains - Portal Geologinesia memberikan definisi (pengertian) dalam bentuk kamus pada beberapa istilah yang sering dipakai dalam bidang sains, geografi, geologi maupun ilmu bumi lainnya seperti pertambangan, astronomi, geosains, geofisika, mineralogi, klimatologi dan lain sebagainya. Definisi dari istilah-istilah tersebut juga menggambarkan topik pembahasan dalam situs ini. Temukan setiap istilah geologi dan ilmu bumi sesuai abjad dibawah ini.

A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Klik tanda (+) untuk melihat definisinya
Glossary A
Abrasi
Abrasi adalah sebuah proses alam yang bersifat merusak yakni berupa pengikisan daerah di sekitar pantai akibat gelombang laut atau arus laut yang begitu besar. Secara umum abrasi ini lebih dikenal sebagai erosi pantai. Terjadinya erosi pantai diawali dengan berhembusnya angin secara kencang di atas permukaan laut yang menyebabkan gelombang dengan kekuatan besar yang kemudian menghantam kawasan pinggir pantai. Jika dibiarkan lama kelamaan akan terus mengikis daerah pinggir pantai.

Meskipun disebut sebagai proses alam, abrasi tidak hanya terjadi karena gejala alam yang terjadi secara alamiah. Proses pengikisan daerah pantai oleh tenaga gelombang air laut ini dipicu sebagian besar karena terganggunya keseimbangan alam yang disebabkan oleh manusia. Untuk mengatasi dan mencegah agar dampaknya tidak terlalu besar, cara paling utama adalah dengan menanam hutan mangrove di kawasan pinggir pantai.
Abu Vulkanik
Abu vulkanik merupakan material vulkanik yang berupa mineral, batuan maupun pecahan kaca vulkanik yang berukuran tidak lebih dari 2mm. Material ini biasanya disemburkan ke atas udara ketika gunung meletus atau terjadi letusan gunung berapi. Munculnya abu yang terjadi saat letusan gunung berapi ini diakibatkan oleh kekuatan dorong dari gas vulkanik yang sangat besar dari dalam gunung.

Abu atau pasir vulkanik ini memiliki struktur tidak teratur, berongga dengan bagian tepi yang tajam dan bergerigi. Karena strukturnya inilah yang membuat abu vulkanik berbahaya baik bagi kesehatan maupun bagi lingkungan. Abu halus yang terhirup dapat menyebabkan radang paru-paru serta iritasi mata bahkan juga bisa merusak benda-benda yang terkena. Dibalik itu, abu dari aktivitas vulkanik ini juga mengandung banyak mineral yang bisa meningkatkan kesuburan tanah.
Air Tanah
Air tanah adalah air yang mengalir di bebatuan yang ada di bawah permukaan tanah atau air yang letaknya ada di dalam lapisan tanah. Banyak yang mengartikan sumber air ini layaknya danau ataupun sungai yang berada di bawah lapisan tanah. Pengertian ini tidak salah namun tidak berlaku di semua tempat atau hanya di tempat-tempat tertentu yang memiliki gua yang letaknya di dalam tanah.

Tidak hanya air hujan atau sumber air lain yang berada di permukaan tanah, air tanah juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan sumber air bersih serta keseimbangan ketersediaannya. Sayangnya, sama seperti sumber air permukaan, sumber air di dalam tanah juga sudah mulai banyak mengalami kerusakan akibat kerusakan vegetasi dan kerusakan lahan di atasnya.
Akuifer
Akuifer adalah lapisan di bawah tanah yang di dalamnya terdapat air sekaligus dapat mengalirkannya. Air tanah juga bisa diambil melalui adanya lapisan ini. Berdasarkan sifatnya, bisa juga diartikan sebagai lapisan dari batuan yang jernih di bawah tanah yang mampu menyimpan untuk kemudian meneruskan air dengan jumlah yang mencukupi.

Lapisan tanah yang berfungsi sebagai akuifer atau pembawa air ini bisa terjadi pada jenis batuan atau lapisan tanah yang memiliki pori maupun rongga. Ruang berupa pori atau rongga inilah yang akan mengalirkan air secara efisien dengan jumlah yang mencukupi. Lapisan tanah yang dimaksud misalnya adalah tanah aluvial, dataran pantai, batuan endapan, kerikil dan jenis lapisan lain yang memiliki struktur berpori.
Alam Semesta
Alam semesta atau yang biasa dikenal dengan jagad raya adalah sebuah ruang dimana ada kehidupan di dalamnya baik kehidupan yang sifatnya biotik maupun abiotik. Di dalam ruang ini juga terjadi beragam peristiwa baik yang sudah bisa diungkapkan maupun yang belum bisa diungkapkan bahkan hal-hal yang bisa dibilang baru dipercaya keberadaannya.

Matahari, bumi serta planet-planet yang tergabung dalam galaksi bimasakti adalah sebagian kecil dari hal yang berada di alam semesta. Ada lebih banyak lagi galaksi dengan gugusan bintang berukuran lebih besar yang ada di dalamnya. Selain galaksi beserta bintang-bintangnya, di dalam alam semesta juga terdiri dari segala bentuk energi, termasuk di dalamnya juga adalah radiasi elektromagnetik.
Aluminium
Alumunium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Al. Unsur kimia ini memiliki nomor atom 13 dengan jumlah yang sangat melimpah di bumi dan masuk di urutan ketiga unsur kimia dengan jumlah paling banyak. Jumlah unsur kimia ini adalah 8% dari jumlah permukaan bumi. Jumlahnya yang berlimpah membuat unsur kimia ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Diantara unsur kimia lain, alumunium lebih banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari karena sifatnya yang ringan, mudah menghantarkan panas (konduktor) serta kuat. Alumunium juga memiliki sifat mudah dibentuk, baik dengan cara ditempa, ditarik maupun diekstruksi. Karena itulah unsur kimia ini adalah unsur kimia yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
AMDAL
Amdal yang merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan adalah sebuah kajian yang berkaitan dengan dampak dari sebuah kegiatan maupun usaha yang sedang direncanakan terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Kajian ini sangat dibutuhkan sebelum mengambil keputusan atas penyelenggaraan usaha maupun kegiatan yang dilakukan di Indonesia.

Sebagai sebuah studi atau kajian, Amdal ini dibuat bersamaan dengan perencanaan sebuah usaha maupun kegiatan yang nantinya diperkirakan bisa membawa dampak besar bagi lingkungan hidup, baik yang berupa aspek biotik, abiotik maupun aspek kultural. Karena memberikan fungsi dan peran yang sangat penting dalam menjaga kelestarian sekaligus kelangsungan usaha yang akan dijalankan, studi atau kajian tentang lingkungan ini dilindungi dalam Peraturan Pemerintah sebagai dasar hukum pelaksanaannya.
Amerika Selatan
Amerika Selatan merupakan sebuah benua yang letaknya diantara Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Benua yang juga dilintasi garis Khatulistiwa ini tersambung dengan Benua Amerika Utara. Karakteristik lain dari benua ini adalah sebagian besar datarannya berada di bagian bumi selatan. Benua ini tergolong sebagai benua terluas posisi ke empat setelah Benua Asia, Benua Afrika dan Benua Amerika Utara.

Di daerah sebelah barat benua ini yang membentang dari sebelah utara hingga selatan merupakan pegunungan Andes. Sementara itu di bagian timur Benua Amerika Selatan terdiri dari dataran rendah dan sebagian besarnya merupakan kawasan basin dari Sungai Amazon. Karena itu di bagian timur benua ini ditemukan hutan tropis dengan kapasitas yang lebat.
Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan sebuah negara yang berada di kawasan Benua Amerika Utara. Bentuk negaranya adalah republik Konstitusional federal yang memiliki satu buah distrik federal serta 50 negara bagian. Negara yang dikenal dengan nama United States of America ini berada diantara Samudera Atlantik di timur dan Samudera Pasifik di barat.

Selain itu, negara Amerika Serikat juga diapit oleh negara bagian Meksiko dan Kanada masing-masing di sebelah Utara dan Selatan. Luas wilayah negara ini yaitu 9.87 juta kilometer persegi menjadikan negara Paman Sam ini menduduki posisi ketiga sebagai negara terluas di dunia. Negara Amerika juga dikenal sebagai multietnik karena kebanyakan penduduknya adalah imigran dari berbagai negara di dunia.
Andesit
Andesit merupakan satu dari beberapa jenis batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral yang sangat halus atau yang disebut dengan fine-grained. Tidak hanya itu saja, batuan ini juga memiliki karakteristik lain yaitu kandungan silikanya lebih besar dari batu basal namun lebih rendah dibandingkan batuan felsik. Batuan ini umumnya terbentuk di atas permukaan bumi karena letusan gunung berapi. Namun batuan ini juga mengalami pembentukan di bawah lapisan permukaan bumi.

Kandungan mineral dari batuan yang terbentuk dari pembekuan magma bersuhu 900-1.100 derajat celcius ini bersifat mikroskopis atau hanya bisa dilihat dengan bantuan miskroskop. Kandungan mineral terbesar Andesit adalah Silica (SiO2) dengan jumlah 52-63% dan kuarsa dengan kandungan sebesar 20%. Sisanya adalah biotit, basalt, dan kandungan mineral lainnya.
Angin
Angin adalah udara dengan jumlah besar yang terbentuk akibat peristiwa rotasi bumi. Angin juga bisa terjadi akibat perbedaan tekanan udara yang ada di sekitarnya. Angin ini bisa juga didefinisikan sebagai udara yang bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi menuju ke daerah dengan tekanan udara rendah.

Udara yang bergerak yang kemudian menyebabkan terjadinya angin tentu tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya fenomena alam ini. Pertama adalah letak tempatnya, dimana daerah di dekat khatulistiwa memiliki kecepatan angin yang lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang jauh dari khatulistiwa. Begitupun tinggi, semakin tinggi tempat, maka angin juga akan bertiup semakin kencang. Faktor terakhir adalah waktu yang mana saat siang hari angin cenderung bergerak lebih cepat dibandingkan malam hari.
Angin Fohn
Angin Fohn merupakan salah satu jenis angin yang terjadi hanya di daerah tertentu saja. Angin jenis ini terjadi apabila ada massa udara yang bergerak naik ke atas pegunungan dengan ketinggian 200 meter lebih. Saat sampai di puncak pegunungan, timbul hujan karena proses kondensasi terhadap massa udara ini. Namun hujan ini hanya terjadi di satu sisi lereng sedangkan sisi lainnya tidak.

Di bagian yang tidak diguyur hujan atau disebut daerah bayangan hujan ini, angin yang berada di atas pegunungan akan bergerak turun. Pergerakan angin ini cukup cepat yang kemudian menyebabkan naiknya suhu udara sehingga anginnya memiliki sifat panas. Inilah yang dinamakan sebagai Angin Fohn. Di Indonesia sendiri angin ini memiliki nama yang bervariasi tergantung daerah masing-masing.
Angin Topan
Angin topan adalah gerakan berupa pusaran angin yang sangat kencang hingga mencapai 120 km/jam. Jenis angin ini lebih sering terjadi di daerah khatulistiwa. Jenis angin ini terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara yang terjadi dalam sebuah sistem cuaca. Lebih seringnya lagi, angin ini terutama terjadi di kawasan samudera.

Hal lain yang bisa menimbulkan terjadinya angin topan adalah suhu udara yang sangat tinggi. Dalam hal ini yang menyebabkan terjadinya angin ini adalah kenaikan suhu udara di atmosfer yang secara otomatis membuat tekanan udaranya rendah. Sedangkan angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke rendah. Pergerakan udara dari tempat bertekanan udara tinggi (suhu rendah) ke tempat yang bertekanan udara rendah (suhu tinggi) ini berbentuk memutar yang kemudian dikenal dengan nama angin topan.
Antartika
Benua Antartika merupakan salah satu dari gugusan benua yang ada di bumi. Jika dilihat dari segi geografisnya, benua ini berada di bagian bumi paling selatan. Karena itulah benua ini juga dikenal dengan nama Kutub Selatan. Luas wilayahnya mencapai 14 juta km² dengan komposisi 98% dari luas tersebut tertutup es. Sebagian besar wilayahnya terdapat pegunungan yang setiap tahunnya selalu tertutup salju tebal.

Letak benua ini berbatasan dengan beberapa samudera, yaitu Samudera Pasifik, Hindia dan Atlantik dan hanya berbatasan dengan satu benua, yaitu Benua Australia. Benua Antartika memiliki karakteristik unik yang membedakan dengan benua lain, yaitu tergolong sebagai benua tak berpenghuni, karena cuacanya yang sangat ekstrem jugalah yang membuat vegetasi di benua hanya ditumbuhi tundra.
Arab Saudi
Arab Saudi meruapkan salah satu negara yang berada di kawasan Jazirah Arab. Bisa dibilang negara ini memiliki luas yang sangat besar karena hampir mencakup luas wilayah dari Semenanjung Arabia. Negara yang memiliki nama lain Kingdom of Saudi Arabia ini adalah negara pengekspor tertinggi ada pada sektor minyaknya. Ini karena negara Arab juga menjadi penghasil minyak bumi terbesar di dunia.

Negara Arab ini secara geografis juga berbatasan dengan negara lain seperti negara Yaman, Irak, Yordania, Kuwait dan beberapa negara lainnya. Arab Saudi adalah yang memiliki iklim gurun dengan sebagian besar dari wilayahnya adalah gurun pasir. Mayoritas penduduknya adalah penduduk beragama Islam dengan bahasa resminya adalah bahasa Arab.
Arktika
Arktika merupakan sebuah wilayah di bumi yang menjadi bagian dari Alaska, Kanada, Greenland, Norwegia bahkan Rusia dan terletak di kawasan kutub utara. Arktik sendiri merupakan sebuah samudera dengan wilayah yang cukup luas dan selalu tertutup oleh es. Di kawasan ini tidak terlihat tumbuhan hijau ataupun manusia. Disini juga bisa dilihat adanya organisme-organisme yang hidup di dalam es.

Nama Arktika diambil dari Bahasa Yunani yang berarti beruang. Kawasan arktik ini masuk ke dalam salah satu negara arktika dengan letaknya yang berada di wilayah Paling Utara. Meskipun wilayahnya tertutup salju, disini masih bisa dijumpai beberapa kelompok manusia. Batasan wilayah Arktika adalah willayah utaranya yang juga menjadi batas antara matahari polar dan matahari tengah malam.
Arus Laut
Arus laut merupakan sebuah pergerakan dari massa air secara horizontal dan vertikal yang dipengaruhi oleh tekanan air, kecepatan angin, arus ekman, gaya korolis serta topigrafi dari dasar lautnya. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi arah arus serta timbulnya aliran massa pada arus nantinya.

Arus laut ini masih dibedakan berdasarkan beberapa hal, yaitu penyebab terjadinya arus dan kedalaman dari arus permukaannya. Jika dilihat berdasarkan penyebabnya, arus laut dibagi menjadi arus ekman, pasut, geostropik, wind driven current, dan termohalline. Sedangkan jika dilihat dari kedalaman dari arus permukaannya, dibagi menjadi arus permukaan dan arus dalam. Jenis arus yang dibedakan berdasarkan kedalamannya ini juga terjadi bergantung pada pola sebaran angin.
Asam
Di dalam unsur Kimia terdapat unsur atau senyawa yang memiliki sifat asam maupun basa. Senyawa asam adalah senyawa yang memiliki tingkat pH lebih kecil atau kurang dari 7 saat dilarutkan ke dalam air. Ada juga definisi yang lebih ilmiah, yaitu zat yang bisa memberikan proton kepada zat basa atau dengan kata lain zat ini mampu menerima proton bebas yang dilepaskan oleh zat yang bersifat basa.

Selain yang sudah disebutkan di atas, zat asam juga memiliki sifat korosif serta mampu mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. Sedangkan ciri-ciri zatnya tentu saja memiliki rasa asam, seperti pada buah-buahan lemon, jeruk, mangga dan lain sebagainya.
ASEAN
Association of South East Asian Nation (ASEAN) adalah sebuah organisasi yang bersifat geo politik dan ekonomi negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini pertama kali didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 oleh 5 anggota negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Organisasi ASEAN ini didirikan untuk meningkatkan kemajuan sosial, pertumbuhan di bidang ekonomi dan meningkatkan stabilitas dan memajukan perdamaian antar anggota yang bergabung di dalamnya. Organisasi ini juga senantiasa berusaha untuk berfokus menjalin kerja sama yang efektif namun tetap saling menjaga kemerdekaan dan kedaulatan negara masing-masing. Dengan begitu, tujuan perdamaian yang menjadi tujuan utama organisasi ini bisa tercapai.
Asia Tenggara
Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan dari Benua Asia yang terletak di sebelah tenggara. Kawasan Asia Tenggara ini mencakup kawasan Semenanjung Malaya, Indochina dan kepulauan yang berada di sekitarnya. Ada total 11 negara yang masuk dalam wilayah Asia di bagian tenggara ini. Meskipun ada beberapa negara yang secara geografis dan historis termasuk dalam kawasan ini, namun karena alasan politik negara tersebut akhirnya masuk ke kawasan Asia lain.

Negara-negara di Asia Tenggara kemudian dikelompokkan juga ke dalam dua kelompok kategori yaitu kelompok Asia Tenggara Daratan (ATD) dan kelompok Asia Tenggara maritim (atm). Negara yang masuk dalam kelompok ATD adalah negara Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Thailand. Sedangkan negara yang masuk dalam kelompok ATM adalah Filipina, Brunei Darussalam, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Timor Leste.
Aspal
Aspal atau juga disebut bitumen adalah cairan kental yang terdiri dari senyawa hidrokarbon dan sedikit campuran sulfur, oksigen, dan klor. Sifatnya lengket (adhesive) dengan warna hitam kecoklatan, dan tidak menyerap air. Aspal banyak digunakan sebagai materi pengikat dalam perkerasan karena sifat viskoelastis (tidak kembali ke bentuk semula setelah di renggangkan) yang dimiliki.

Secara rinci, aspal terdiri dari 80% kandungan hidrokarbon, 10% hidrogen, 6% belerang, dan persentase sisanya untuk molekul berupa oksigen, nitrogen, dan material lain seperti renik besi, nikel, dan vanadium. Komposisi tersebut diklasifikasikan atas dua kelas. Malten untuk molekul dengan massa besar, dan kelas aspalten untuk molekul dengan massa kecil.
Asteroid
Asteroid adalah benda yang berukuran lebih kecil daripada planet, namun lebih besar daripada meteoroid. Sebutan lainnya adalah planet minor atau planetoid. Asteroid merupakan istilah alternatif untuk menamai komet yang tidak memiliki ekor atau koma. Lintasan orbitnya adalah planet dalam yang berupa sabuk asteroid antara Mars dan Yupiter.

Jumlah asteroid yang memiliki diameter lebih dari 1 km dan berada dalam tata surya mencapai 1.9 juta asteroid. Massa dari keseluruhan sabuk asteroid adalah 3.0-3.6x10²¹ atau sekitar 4% massa bulan. 1 Ceres adalah nama asteroid yang memiliki diameter 1000 km dan memiliki massa sebesar 32% jumlah total massa sabuk asteroid. Ini menjadikan 1 Ceres sebagai asteroid terbesar dalam sabuk asteroid.
Astronomi
Astronomi adalah ilmu alam yang objek kajiannya berupa benda-benda langit yang meliputi planet, bintang, asteroid, dan lain-lain, sekaligus fenomena-fenomena yang terjadi di luar atmosfer bumi. Astronomi memiliki tujuan untuk mencari asal-usul, observasi aktivitas, sifat kimia dan fisika benda-benda langit tersebut agar segera diketahui bagaimana proses pembentukan alam semesta.

Astronomi kembali diklasifikasikan menjadi dua cabang, yaitu astronomi observasional dan astronomi teoritis. Astronomi observasional berfokus pada pengamatan dan pengumpulan data objek-objek langit untuk selanjutnya dianalisis menggunakan konsep fisika. Sedangkan astronomi teoritis bergerak pada usaha mengembangkan perangkat analitis untuk menerjemahkan sifat-sifat objek langit dan fenomena-fenomena lainnya. Dalam prakteknya, kedua cabang tersebut bersifat saling melengkapi satu sama lain.
Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan-lapisan gas yang menyelimuti permukaan sebuah planet. Lapisan ini terdapat mulai dari permukaan planet hingga jauh di atas ketinggian luar angkasa. Untuk atmosfer yang berada di bumi terdapat pada ketinggian 0 km dari permukaan tanah hingga ketinggian 560 km. Studi tentang atmosfer mulanya bertujuan untuk memecahkan siklus cuaca serta misteri pembiasan cahaya matahari.

Atmosfer yang ada di bumi terdiri dari kandungan nitrogen sebesar 78.17%, oksigen 20.97% dengan campuran argon 0.9%, karbondioksida, uap air, gas, dan material lain. Fungsi atmosfer adalah untuk melindungi kehidupan yang ada di permukaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari langsung dan menjaga suhu ekstrim pada pergantian siang dan malam.
Atol
Atol adalah istilah yang digunakan untuk menyebut pulau koral atau karang yang berada di tengah samudra. Selanjutnya, air laut yang berada di dalam atol, baik sebagian atau seluruhnya disebut dengan laguna. Atol merupakan fenomena alam yang muncul secara alami, hingga manusia membuatnya secara terencana atau instruktif.

Letak atol sebagian besar berada di Samudra Pasifik yaitu di Kepulauan Caroline, Kepulauan Marshall, Kepulauan Tuvalu dan Tokelau, dan Kepulauan Tuamotu. Atol yang lain terdapat di Samudra Hindia yang terletak di Maladewa, Laccadive, Chagos, dan Seychelles. Sedangkan atol pada Samudra Atlantik hanya berjumlah sedikit karena karang hanya dapat bertahan di samudra yang memiliki laut berair hangat tropis dan subtropis.
Atom
Atom adalah materi penyusun dari segala benda yang terbentuk atas nukleus yang merupakan inti atom yang diikuti oleh awan elektron bermuatan negatif di sekelilingnya. Inti atom sendiri tersusun dari proton yang memiliki muatan positif serta neutron yang bermuatan netral. Namun hal ini tidak berlaku pada atom hidrogen yang tidak memiliki neutron di dalamnya. Kemudian apabila sebuah Atom mempunyai jumlah elektron dan proton yang sama, maka sifat atom tersebut adalah netral.

Jari-jari atom memiliki ukuran sekitar 3 – 15 nm. Pada dasarnya Elektron pada setiap atom terikat oleh inti atom yang terhubung dengan gaya elektromagnetik. Melalui gaya tersebutlah atom dapat terikat satu sama lain yang kemudian membentuk molekul. Karena ukurannya yang ekstra kecil hingga saat ini atom tidak dapat dilihat melalui alat bantu apapun bahkan mikroskop yang tercanggih sekalipun.
Australia
Kata Australia diambil dari bahasa latin yaitu “australis” yang berarti selatan, alasannya karena negara tersebut berada di belahan bumi bagian selatan. Nama ini pun sekaligus menjadi nama benua paling kecil di dunia. Wilayah dari negara persemakmuran ini melingkupi seluruh benua dan pulau-pulau yang ada di dalamnya sekitarnya. Ibu kota negara kangguru ini terletak di Kota Canberra, selain itu terdapat juga kota-kota ikonik lainnya seperti Melbourne, Sydney, Perth, Adelaide dan lain-lain.

Walaupun negara benua ini terletak di dekat Asia, namun kehidupan dan adat di dalamnya benar-benar meniru negara barat layaknya benua Eropa. Sebagian penduduk di sini adalah orang kulit putih, hal ini tentunya berbeda dengan kondisi awal Australi yang didiami oleh bangsa Aborigin. Kebanyakan keturunan lokal berkulit hitam lebih memilih hidup di negara kepulauan, dan hanya sedikit yang tinggal di kota-kota besar Australia, kecuali untuk urusan pendidikan.
Avertebrata
Avertebrata merupakan istilah dari bahasa latin yang digunakan oleh Chevalier de Lamarck sebagai sebutan bagi hewan yang tidak bertulang belakang. Sebutan ini mencakup ssegala jenis hewan selama hewan tersebut bukan golongan mamalia, reptil, amfibia, pisces, dan aves atau lebih dikenal dengan veterbrata. Contoh animalia dalam lingkaran ini adalah siput, cacing, ubur-ubur, hydra, serangga, dan lain sejenisnya.

Menurut data penelitian terdapat setidaknya 97% Invertebrata dari keseluruhan kingdom Animalia. Lamarck pun menggolongkan invertebrata dalam dua kelompok seperti Insecta untuk serangga, kemudian Vermes untuk cacing dan hewan melata lainnya. Namun seiring berkembangnya pengetahuan, sekarang invertebrata telah dikelompokkan lagi menjadi 30 subfila berdasarkan jenisnya masing-masing.
Awan
Awan adalah kumpulan air dari hasil penguapan yang naik menuju permukaan bumi. Awan dibagi menjadi beberapa golongan yang dinamakan keluarga awan, seperti awan tinggi, awan tengah, awan rendah, awan rendah tengah, dan awan vertikal. Proses pembentukan awan sendiri terjadi melalui kondensasi dimana uap air yang menuju atmosfer kemudian diubah lagi menjadi air dan didinginkan oleh suhu di atmosfer.

Kodensasi pun terjadi melalui beberapa tahap, yaitu udara akan mencapai suhu untuk mendukung proses pengembunan tanpa memerlukan tambahan uap air. Kemudian apabila uap air perlu ditambahkan, maka hal tersebut akan dilakukan tanpa memerlukan kalor tambahan. Selanjutnya karena kenaikan tekanan maupun penurunan suhu akan membuat daya tampung uap air berkurang, dan akhirnya terbentuklah awan yang konstan.
Awan Cumulunimbus
Awan cumulunimbus digolongkan ke dalam keluarga awan D2, yaitu awan dengan masa besar dengan posisi vertikal. Nama awan ini diambil dari bahasa latin “cumulus” yang berarti tumpukan dan “nimbus” yang berarti badai. Berbeda dengan awan lain yang horizontal, awan jenis ini menjulang dari ketinggian hingga ke daerah awan rendah. Awan tersebut tersusun dari proses kondensasi oleh atmosfer yang tidak stabil dan dapat terbentuk sendiri, menumpuk secara berkelompok ataupun berjejer pada front dingin di sepanjang garis squall.

Awan cumulunimbus sendiri sering dianggap sebagai ancaman bagi dunia penerbangan, sehingga beberapa pesawat terpaksa harus terbang lebih tinggi untuk menghindarinya. Karena awan ini bersifat turbulensi dan menghasilkan guncangan yang cukup hebat bagi udara di sekitarnya, sehingga menghasilkan badai, ataupun petir.
Awan Cumulus
Awan cumulus adalah jenis awan yang sangat tebal serta memiliki puncak tinggi. Bentuk awan ini sangat padat dan terdapat batas-batas yang jelas. Awan yang bentuknya mirip seperti bunga bunga kol ini terbentuk akibat proses konveksi. Jika awan ini terkena sinar matahari pada sebagian, akan timbul bayangan yang berwarna kelabu.

Meskipun tergolong tebal, namun ketebalannya masih belum bisa mengalahi ketebalan awan cumolq nimbus. Awan cumulus ini terbentuk pada siang hari saat udara sedang naik. Karena terbentuk secara vertikal dan berbentuk bulat, awan ini sering disebut dengan awal bunga kol. Bentuk ini terjadi akibat adanya proses konveksi, yaitu perpindahan massa utama dan panas yang terjadi karena adanya adveksi dan difusi.
Awan Sirus
Awan cirrus adalah awan yang berbentuk tipis memiliki bentuk berserat yang hampir mirip dengan bulu burung. Tidak hanya berbentuk seperti bulu burung yang tipis awan ini juga memiliki bentuk seperti gula-gula kapas. Munculnya awan ini pertama kali sering terlihat di sepanjang atau di sekitar daerah front.

Secara umum, awan cirrus ini terbentuk saat uap air membeku atau mengalami proses pembekuan hingga berubah menjadi bentuk kristal es. Karena itulah pada awan ini pasti terdapat kristal-kristal es sebagai akibat dari proses pembekuan tersebut. Awan ini tergolong sebagai awan tinggi, bisa diketahui dengan adanya proses pembekuan yang menghasilkan kristal ini hanya terjadi pada ketinggian 8000 meter lebih atau di atas ketinggian tersebut.
Azimuth
Azimut adalah sudut yang dibentuk dari sisi pengamat menuju ke arah objek yang menggunakan arah utara sebagai acuan utamanya. Sudut ini dibentuk oleh dua buah garis lurus, dimana garis pertamanya menuju ke arah utara dari peta atau grid atau ke arah utara dari kompas. Sedangkan garis keduanya menuju ke suatu titik sasaran dimana titik itu dihitung dengan cara searah jarum jam.

Berdasarkan penjelasan di atas, garis acuan Azimuth adalah garis ke utara peta atau garis utara kompas. Apabila garis acuannya adalah garis utara peta, maka sudut yang dibentuk dinamakan sudut peta. Sedangkan apabila garis acuannya adalah garis utara kompas, maka sudut yang dibentuk dari kedua garis tersebut dinamakan dengan sudut kompas.



Glossary B
Baja
Baja adalah salah satu jenis logam yang terbuat dari perpaduan antara logam besi yang berfungsi sebagai unsur dasar dengan unsur logam lainnya, seperti karbon. Dalam interaksi yang terjadi antara besi dan elemen pemadunya seperti karbon ini membentuk sebuah interaksi bernama alotropi. Interaksi inilah yang membuat adanya ciri khas yang melekat pada baja atau besi tuang sejenisnya.

Di dalam baja, tidak hanya terdapat campuran unsur lain selain besi seperti karbon saja, namun juga ada fosfor, mangan, sulfur, silikon serta nitrogen dan oksigen dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Sedangkan untuk kandungan karbon sendiri yang ada di dalam perpaduan baja berjumlah sekitar 0.2-2.1 dari keseluruhan berat baja berdasarkan gradenya.
Banjir
Banjir adalah sebuah fenomena alam dimana daratan terendam oleh air karena aliran air yang berlebihan. Sedangkan yang dimaksud dengan aliran air atau air yang mengalir sendiri juga bisa berarti sebagai pasang laut. Fenomena atau kejadian ini diakibatkan meluapnya volume air dari badan air seperti danau ataupun sungai yang membuat air keluar dari badan-badan air tersebut.

Banjir ini bersifat destruktif atau merusak, karena aliran air yang meluap ini dapat merusak rumah dan lingkungan yang dilewatinya. Fenomena ini bisa terjadi secara alami atau juga karena dampak dari perbuatan manusia. Di musim penghujan, banjir sering terjadi selain karena curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya air sungai juga karena badan-badan air yang tersumbat sampah atau karena kerusakan alam lainnya.
Banjir Bandang
Banjir bandang atau lebih dikenal dengan istilah air bah adalah peristiwa banjir dengan skala yang besar dan datangnya secara tiba-tiba. Banjir ini bersifat merusak karena alirannya mengalir deras, meluap, menggenangi dan menghanyutkan benda-benda yang ada di sekitarnya, mulai dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar. Banjir yang datang secara tiba-tiba ini biasanya menyerang di daerah dataran rendah.

Hampir sama dengan peristiwa banjir pada umumnya, banjir bandang juga disebabkan oleh hujan deras yang turun terus menerus sehingga meningkatkan volume air. Bedanya, pada peristiwa banjir ini terjadi penjenuhan air atas tanah yang berada di wilayah sekitarnya berlangsung dalam waktu yang sangat cepat sehingga tanah tidak bisa lagi diserap dan ditampung hingga akhirnya meluap di daerah-daerah dataran rendah dan terus mengalir ke daerah yang lebih rendah.
Banjir Rob
Banjir rob atau yang dalam bahasa sehari-hari juga sering disebut dengan banjir air laut ini adalah peristiwa banjir atau naiknya air atau menggenangnya air akibat pasang air laut, yang kemudian mengakibatkan tergenangnya daratan di sekitarnya. Peristiwa ini juga menjadi sebuah permasalahan yang kerap dialami oleh daerah-daerah yang ketinggiannya lebih rendah dari permukaan air laut.

Di beberapa daerah di Indonesia seperti di Kota Semarang dan Jakarta, banjir rob ini adalah permasalahan yang mendapat perhatian lebih. Berbeda dengan jenis banjir lainnya yang kebanyakan disebabkan oleh hujan yang membuat volume air du badan air meningkat, banjir genangan atau rob ini tidak selalu disebabkan karena hujan. Penyebab utamanya adalah air pasang yang meluap. Karena itu, karakteristiknya pun berbeda, salah satunya adalah air luapan banjir yang cenderung lebih jernih dibandingkan jenis banjir pada umumnya.
Benua
Barang tambang adalah sumber daya alam yang asalnya dari perut bumi dan bersifat tidak dapat diperbarui. Segala jenis sumber daya tambang tidak dapat diperbarui karena proses pembentukannya diperlukan waktu yang sangat lama serta untuk mendapatkannya juga diperlukan proses penambangan. Pembentukan segala jenis sumber daya alam ini bahkan bisa mencapai berjuta-juta tahun lamanya. Indonesia sendiri merupakan negara dengan hasil tambang yang sangat berlimpah.

Untuk mendapatkan barang tambang, diperlukan proses pengambilan yang disebut dengan kegiatan menambang. Penambangan ini dilakukan dengan cara menggali, kemudian mengambil untuk selanjutnya diolah kembali segala sumber daya pertambangan. Barang hasil tambang ini ada berbagai macam jenisnya, yaitu berupa barang tambang dalam bentuk energi, berbentuk mineral non logam dan mineral logam.
Basa
Basa merupakan sebuah jenis senyawa kimia dengan sifat mampu menyerap ion hidronium saat dilakukan pelarutan ke dalam air. Basa sendiri merupakan lawan dari zat asam dimana senyawa ini memiliki kandungan pH lebih dari 7. Senyawa basa yang berbentuk cairan cenderung licin dan memiliki rasa yang pahit.

Senyawa ini bersifat menetralkan asam dan mampu mengubah warna kertas lakmus yang berwarna merah menjadi biru. Sifat lain dari basa adalah dapat mengantarkan arus listrik dengan baik. Kandungannya juga terkenal dengan sifatnya yang mampu menyebabkan terjadinya pelapukan. Senyawa ini sendiri dibedakan menjadi 2 macam yaitu senyawa basa kuat dan senyawa basa lemah. Pembagian ini didasarkan pada kemampuannya melepaskan ion OH yang ada di dalam larutan maupun konsentrasi dari larutan senyawa.
Batolith
Batolit adalah salah satu jenis batuan beku yang terbentuknya di dalam dapur magma. Batuan beku ini terbentuk akibat penurunan yang ada di dalam gunung. Batuan ini adalah salah satu bentuk instruksi atau proses dari magma yang mencoba menerobos keluar ke lapisan kulit bumi namun tidak sampai keluar dari lapisan tersebut.

Sebagai salah satu bentuk instruksi magma, batolith merupakan bentuk instruksi magma yang mana prosesnya terjadi dekat dengan dapur magma. Sebagai bentuk intruksi magma, batolit ini tidak mempunyai dasar yang mana biasanya dasar ini pasti ada di dalam inti pegunungan. Batolit merupakan bagian yang paling penting dari gunung berapi karena akan menentukan besar atau kecilnya letusan gunung berapi.
Batu Permata
Batu permata merupakan salah satu bentuk mineral yang terbentuk dari proses geologi. Unsur dari jenis batu ini terdiri dari satu atau lebih komponen kimia. Komponen kimia inilah yang nantinya akan menentukan harga jual batu ini, bahkan mencapai harga yang sangat tinggi. Unsur kimia ini jugalah yang menjadi daya tarik bagi para kolektor untuk mengoleksinya.

Tidak semua batu bisa disebut sebagai batu permata, karena batu ini harus melalui tahap pemolesan terlebih dahulu untuk bisa memenuhi syarat keindahan, ketahanan dan kelangkaan. Jika sudah memenuhi syarat tersebut, maka sudah bisa disebut sebagai permata. Di Indonesia sendiri permata tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan jenis dan daya tarik batu yang berbeda-beda pula.
Batuan Beku
Batuan beku merupakan jenis kelompok batuan yang terbentuk dari proses pendinginan magma yang kemudian mengeras. Proses pengerasan ini kemudian diikuti dengan proses kristalisasi yang terjadi baik di bawah bumi maupun di atas permukaan bumi. Sedangkan yang dimaksud dengan magma ini terbentuk baik oleh batuan-batuan yang sebelumnya memang sudah ada maupun batuan yang sudah berbentuk setengah cair.

Magma yang mengalami proses pendinginan dan kristalisasi hingga membentuk batuan beku ini juga terbentuk dari berbagai proses pelelehan yang disebabkan karena kenaikan suhu dan tekanan. Berbanding terbalik dengan batuan beku yang terbentuk karena adanya penurunan suhu sehingga terbentuk mineral-mineral yang nantinya membentuk batuan beku ini.
Batuan Metamorf
Batuan metamorf atau yang sering juga disebut sebagai batuan malihan adalah sekelompok batuan yang terbentuk dari transformasi atau perubahan dari jenis batuan yang sudah ada sebelumnya. Perubahan bentuk untuk bisa membentuk jenis batuan malihan ini disebut dengan proses metamorfisme atau proses perubahan bentuk. Batuan asal atau batuan protolith ini kemudian akan mengalami perubahan baik perubahan fisika, perubahan kimia maupun keduanya.

Batuan malihan atau batuan metamorf terbentuk dari protolith yang kemudian mendapatkan tekanan yang ekstrem serta melalui tahap pemanasan hingga mencapai 150 derajat. Dari proses pemanasan dan tekanan inilah yang akan mengubah protolith menjadi jenis batuan baru yang mengubah batuan awalnya baik dari segi fisik, kimia maupun keduanya.
Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah jenis batuan yang proses terbentuknya terjadi di atas permukaan bumi. Berbeda dengan jenis batuan lain yang pembentukannya dipengaruhi oleh suhu yang ekstrem, maka jenis batuan ini justru terbentuk karena suhu yang rendah, begitupun pada tekanannya. Proses terbentuknya hingga terbentuknya batuan sedimen.

Proses pembentukan batuan sedimen berlangsung cukup lama dan mengalami proses yang panjang. Awalnya batuan lain mengalami proses erosi maupun pelapukan. Hasil pelapukan batuan ini kemudian hanyut dan diangkut oleh angin maupun air. Suatu ketika, material pelapukan yang terbawa air atau angin ini kemudian mengendap dan membentuk sebuah lapisan sedimen. Material-material tersebut terus terkumpul dan mengeras hingga membentuk batuan sedimen yang sempurna.
Batubara
Batubara adalah salah satu contoh batuan sedimen yang terbentuk dari endapan-endapan yang berasal dari bahan organik. Sebagai salah satu bentuk batuan sedimen, batu ini bisa menyala saat dibakar. Karena itu batubara ini dimasukkan dalam kategori sumber energi. Endapan yang membentuk batu ini adalah endapan-endapan organik yang terdiri dari sisa-sisa tumbuhan yang kemudian berproses untuk menjadi batu yang berwarna hitam legam ini.

Batubara yang tergolong dalam jenis batuan sedimen ini terbentuk dari komponen unsur karbon, oksigen dan hidrogen yang membentuknya. Meskipun tergolong batuan organik, batubara ini justru memiliki sifat-sifat yang sangat kompleks baik jika dilihat dari sifat misik ataupun sifat kimianya.
Bauksit
Bauksit adalah salah satu jenis batuan yang terbentuk karena terjadinya proses lateritisasi dari batuan induk yang memiliki banyak unsur alumina namun unsur besi dan unsur Si nya sangat sedikit. Ada tiga jenis mineral yang mendominasi batuan ini yaitu gibsit, boehmite dan diaspora. Ketiganya memiliki sifat yang mampu berasosiasi dengan jenis mineral kuarsa, lempung, maupun bijih besi dan beberapa jenis mineral lain.

Satu hal yang harus ditekankan adalah meskipun bauksit merupakan bijih utama dari pembuatan alumunium, namun batuan ini tergolong dalam kategori batuan dan bukan kategori mineral. Rumus kimia dari batuan ini adalah Al(OH)3, dimana rumus ini bisa terus mengalami penambahan baik pada unsur Al maupun unsur OH yang ada di dalamnya.
Belanda
Belanda adalah salah satu negara yang ada di Benua Eropa yang mana negara ini memiliki total 12 provinsi di dalamnya. Kata Belanda sendiri merupakan kata pinjaman yang tidak sempurna dari sebuah kosa kata yang justru berasal dari bahasa Portugis. Negara ini memiliki ibu kota yang berada di Kota Amsterdam, namun semua pusat pemerintahan dan Pusat Monarki negaranya berada di Kota Den Haag.

Negeri Belanda adalah sebuah negara kerajaan dengan sistem pemerintahan berbentuk demokrasi parlementer dimana sistem tersebut disusun dalam bentuk negara kesatuan. Kata Nederland yang merupakan nama dari negara ini memiliki arti negeri-negeri berdataran rendah. Hal ini berdasarkan fakta jika negeri ini adalah negeri dengan 20% dari wilayahnya justru berada di bawah permukaan laut.
Belarusia
Belarusia adalah sebuah negara yang berada di kawasan Eropa Timur. Ibukota dari negara ini bernama Minsk yang mana secara administratif, negara ini dibagi ke dalam 6 buah provinsi serta 1 buah kota khusus. Negara ini tergolong sebagai negara pedalaman dimana kondisi datarannya relatif datar dengan bidang berawa yang cukup besar, bahkan salah satu rawa di negara ini dikenal sebagai rawa terbesar di Eropa.

Negara Belarusia memiliki bentang darat yang sebagian besar, yakni berjumlah 34% dari wilayah bentang darat negaranya adalah kawasan hutan. Belarus yang terdiri dari 6 provinsi dan satu kota khusus. Setiap provinsi diberi nama sesuai dengan nama kota dimana pusat administrasi Provinsi tersebut berada.
Belerang
Belerang atau yang juga dikenal dengan nama sulfur adalah sebuah unsur kimia yang memiliki nomor atom 16 dengan lambang pada tabel periodik adalah S. Belerang ini tergolong ke dalam kategori unsur non logam yang memiliki sifat tidak berasa. Dalam bentuknya yang asli, belerang ini berbentuk zat padat kristalin berwarna kuning.

Belerang yang ada di alam bisa dijumpai dalam bentuk unsur murni maupun dalam bentuk mineral sulfat atau sulfida. Belerang memiliki peran penting dalam kehidupan karena banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya untuk pupuk, untuk pembuatan korek api, fungisida dan pemanfaatan lainnya. Belerang juga banyak dimanfaatkan dalam industri produk kecantikan karena memiliki manfaat yang besar.
Bencana Alam
Bencana alam adalah sebuah peristiwa yang bersifat merusak dan bisa menimbulkan dampak yang sangat besar bagi kehidupan dan populasi di bumi. Bencana alam ini bisa terjadi secara alami seperti banjir, gempa bumi, hujan, letusan gunung api dan lain-lain. Namun ada juga bencana yang tidak terjadi secara alami, diantaranya adalah bencana kelaparan. Pada dasarnya, bencana ini merupakan kombinasi antara faktor alam dan ulah manusia.

Bencana alam secara umum dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yaitu bencana alam yang bersifat meteorologis, bencana yang bersifat geologis, wabah dan bencana yang ditimbulkan dari fenomena luar angkasa. Diantara kelompok jenis bencana tersebut, jenis bencana alam yang sering terjadi adalah bencana yang bersifat meteorologis.
Bencana Alam Geologi
Bencana alam geologi merupakan jenis bencana yang berasal dari aktivitas dasar bumi yang menimbulkan efek hingga ke permukaan bumi. Oleh karena itu segala bencana geologi bersumber dari alam, dan bukan hasil dari campur tangan mahluk hidup lainnya seperti manusia.

Contoh bencana alam geologi yang banyak dikenali seperti gempa bumi, ataupun gunung meletus. Sedangkan untuk kasus seperti tsunami dapat digolongkan juga menjadi gempa, hanya saja gempa tersebut terjadi di dasar laut sehingga menimbulkan gelombang air yang cukup besar. Gempa bumi sendiri disebabkan oleh gerakan lempeng tektonik, ataupun aktivitas vulkanik. Pada dasarnya semua bencana geologi tidak dapat diprediksi, sehingga untuk menyelamatkan diri harus dibutuhkan kesigapan.
Bencana Alam Hidrologi
Bencana alam hidrologi adalah bencana yang disebabkan oleh adanya perubahan pada jumlah air secara tiba-tiba sehingga menyebabkan banjir, tsunami, ataupun letusan limnic. Rata-rata bencana alam ini disebabkan oleh perubahan volume air yang melebihi batas wajar dalam waktu yang signifikan.

Contoh bencana alam hidrologi yang sering terjadi seperti banjir, dimana bencana ini disebabkan oleh hujan terus-terusan yang membuat volume air sungai melebihi daya tampungnya. Hal serupa juga terjadi pada di laut lepas yang disebabkan oleh tenggelamnya gletser, sehingga terjadilah luapan air yang berakibat tsunami. Namun kondisi tadi berbeda dengan bencana hidrologi yang disebabkan oleh letusan limnic, dalam kasus ini luapan air disebabkan oleh letusan gas maupun karbon dioksida dari dasar perairan. Akibat dari luapan air ini terjadilah banjir ataupun tsunami berskala kecil, namun tentu saja tetap berbahaya bagi kehidupan yang berada di sekelilingnya.
Bentang Alam
Bentang alam merupakan bagian dari unit geomorfologis yang dikelompokkan berdasarkan karateristiknya. Adapun karateristik tersebut meliputi kelandaian, stratifikasi, orientasi, elevasi, jenis tanah dan paparan batuan. Lalu apa sajakah jenis-jenisnya? beberapa jenis bentang alam seperti tanjung, lembah, bukit, dan lain sebagainya. Berbeda dengan benua dan samudra, yang keduanya merupakan jenis bentang alam dengan tingkat tertinggi.

Bentang alam secara geologi dapat terbentuk melalui lempeng tektonik, erosi maupun deposisi. Tetapi terdapat juga pembentukan bentang alam melalui proses biologis, misalnya melalui bantuan ganggang ataupun tumbuhan yang berperan dalam pembentukan terumbu karang dan rawa. Istilah landform atau bentang alam dalam dunia pengetahuan dapat diaplikasikan pada tempat manapun di semesta ini, yang berarti tidak hanya di bumi saja.
Benua
Kontinen atau yang lebih akrab disebut Benua merupakan daratan dengan ukuran luas yang terletak di permukaan bumi. Identifikasi Benua sendiri didasari oleh konvensi dari beberapa kriteria baku. Di peta dunia terdapat tujuh daratan yang digolongkan sebagai benua. Urutan benua dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah sebagai berikut, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Eropa, dan yang terakhir Australia.

Menurut ilmu Geologi, area kerak benua mencakup wilayah yang tertutup oleh air. Sedangkan secara konvensi benua adalah sekumpulan daratan yang beberapa negara yang berbeda dan terhubung menjadi satu daratan yang besar, serta dipisahkan oleh bidang air. Namun kenyataannya dari tujuh wilayah umum yang digolongkan sebagai benua, tidak semua daratannya terpisah oleh air.
Benua Afrika
Nama Benua Afrika diambil dari bahasa Latin yaitu Africa terra yang berarti tanah Afri, yang merupakan bentuk jamak dari Afer. Kata Afer sendiri kemungkinan berasal dari bahasa fenisia, yang artinya debu, atau suku Afridi dari yang bermukim pada bagian utara dekat Kartago. Serta kemungkinan lainnya dari bahasa Latin, aprica yang memiliki arti cerah. Kata-kata tersebut merujuk pada bagian utara benua yang saat ini telah menjadi bagian Tunisia, yaitu tempat dimana Romawi menduduki provinsi di Afrika.

Benua Afrika merupakan benua terbesar ketiga di dunia, luasnya sendiri mencapai 30.224.050 km² dengan pulau-pulau yang berada di dalamnya. Bahkan luas dari Afrika mencakup hingga 20,3% dari keseluruhan daratan yang berada di bumi. Benua tersebut mempunyai 84 negara di dalamnya dengan keseluruhan populasi penduduk sebanyak 800 juta, yang berarti tempat ini merupakan populasi 1/7 jumlah warga dunia.
Benua Amerika
Benua Amerika adalah benua yang terletak pada koordinat geografi antara 72° LU - 59° LS dan 36° BB - 163° BB. Koordinat tersebut merujuk pada wilayah yang berada di antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik dengan luas daerah mencapai 42.292.000 Km². Secara lebih terperinci, Benua Amerika berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik dan Laut Bering di sebelah barat, Samudra Atlantik dan Laut Karibia di sebelah timur, Selat Davis di sebelah utara, dan kutub selatan di sebelah selatan.

Selanjutnya, Benua Amerika terbagi menjadi tiga daerah yaitu Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Wilayah Amerika Tengah berupa daratan yang sempit dan memanjang yang menghubungkan antara Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Benua Asia
Istilah Benua Asia merujuk pada benua yang memiliki letak astronomis antara 77° LU - 11° LS dan 26° BT - 169° BT. Benua Asia berbatasan langsung dengan Laut Arktik di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah selatan, Samudra Pasifik dan Laut Bering di sebelah timur, dan Laut Merah, Laut Tengah, dan Pegunungan Ural di sebelah barat.

Benua Asia adalah benua terbesar di dunia dengan luas wilayah mencapai 4.4579.000 Km² atau sekitar 30% dari total luas daratan bumi. Jumlah populasi manusia di Benua Asia mencapai 4,3 miliar jiwa atau 60% dari total populasi manusia bumi saat ini. Jumlah tersebut terbagi menjadi 49 negara tetap dan 5 negara yang masih dalam sengketa.
Benua Australia
Benua Australia adalah benua yang terletak pada koordinat geografi 10° 41’ LS - 43° 39’ LS dan 113° 9’ BT - 153° 39’ BT. Istilah ini merujuk pada wilayah daratan mencakup Australia, Guinea Baru, Tasmania, dan beberapa pulau kecil terdekat yang masih berada dalam landas kontinen yang sama.

Sedangkan batas alam Benua Australia meliputi Laut Timor, Laut Arafuru, Selat Flores, dan Papua Nugini di bagian utara, Samudra India di bagian selatan, Samudra Pasifik dan Laut Tasman di bagian timur, dan Samudra Hindia di bagian Barat. Benua Australia pertama kali di temukan oleh James Cook, seorang avonturir dari Inggris pada tahun 1770 yang membuat Australia menjadi bagian dari persemakmuran Inggris hingga saat ini.
Benua Eropa
Benua Eropa adalah benua yang memiliki letak astronomi antara 360° LU - 710° LU dan 90° BB - 660° BT. Benua ini merupakan semenanjung atau anak benua yang berbatasan dengan Samudra Arktik di bagian utara, Samudra Atlantik di bagian barat, dan Laut Tengah di bagian selatan. Sedangkan untuk batas di bagian timur masih simpang siur, namun Pegunungan Ural dan Laut Kaspia sering dijadikan rujukan.

Benua Eropa memiliki luas 1.0180.000 km° dengan jumlah penduduk sekitar 742,5 juta jiwa pada tahun 2013. Kurang lebih ada 50 negara tetap dan 13 negara sengketa yang masuk ke dalam daerah benua Eropa hingga saat ini.
Berlian (Intan)
Berlian (Intan) adalah mineral yang terbentuk dari karbon yang mengalami proses kristalisasi atau saling terkait antar unsurnya (alotropisme). Sifat keterkaitan antar unsur dalam berlian adalah tetradheral yang berarti memiliki satu atom sebagai pusat dan empat subtituen yang tersusun dalam bentuk limas segitiga.

Berlian merupakan mineral yang memiliki skala Mohs tertinggi pada tingkat 10 atau kekerasan absolut 1600. Dalam penggunaannya, berlian diklasifikasikan sebagai batu mulia karena memiliki bentuk fisik yang indah. Penggunaan berlian juga semakin berkembang dalam bidang industri karena sifat keras yang dimiliki tersebut. Berlian paling banyak ditemukan di Afrika Tengah dan Selatan. Namun saat ini berlian juga mulai ditemukan di Rusia, Kanada, dan Brasil.
Besaran Pokok
Besaran pokok adalah ukuran matematis sebuah objek dengan satuan yang sebelumnya telah ditetapkan menurut aturan tertentu. Aturan yang dimaksud mengikuti standar pengukuran Satuan Internasional (SI). Ukuran matematis ini tidak hanya berlaku di suatu tempat saja, melainkan di seluruh belahan dunia. Besaran ini merupakan atribut dasar sebuah objek sehingga tidak mengikuti besaran lain.

Terdapat tujuh jenis besaran pokok yang dikenal di dunia. Besaran-besaran tersebut adalah: 1) panjang dengan satuan meter, 2) massa dengan satuan kilogram, 3) waktu dengan satuan detik, 4) kuat arus dengan satuan Ampere, 5) suhu dengan satuan Kelvin, 6) jumlah zat dengan satuan mol, dan 7) intensitas cahaya dengan satuan Candela. Kombinasi dari beberapa besaran tersebut dapat menghasilkan satuan besaran baru.
Besaran Turunan
Besaran turunan merupakan ukuran suatu objek secara matematis dengan satuan yang merupakan hasil turunan dari besaran pokok. Besaran ini merupakan hasil kombinasi dari beberapa besaran pokok. Ukuran matematis ini menggambarkan dimensi yang berbeda dari besaran pokok dan bukan merupakan atribut dasar dari sebuah objek. Satuan yang digunakan untuk menggambarkan besaran ini mengikuti aturan Satuan Internasional (SI).

Karena besaran turunan merupakan hasil kombinasi dari tujuh besaran pokok, terdapat banyak contoh dari besaran ini. Salah satu contohnya merupakan luas sebuah objek yang merupakan hasil kali dari dua dimensi panjang objek tersebut. Satuan yang digunakan untuk menggambarkan luas adalah m2. Contoh lainnya adalah massa jenis yang merupakan hasil bagi dari massa objek dengan volumenya.
Besaran Vektor
Besaran vektor adalah ukuran matematis objek yang mempunyai nilai dan juga arah. Tidak seperti besaran skalar, nilai dari besaran ini ditentukan oleh arahnya. Seringkali, vektor digambarkan menggunakan tanda anak panah. Tanda tersebut disusun oleh ujung pangkal, badan anak panah, dan arah. Nilai suatu besaran menjadi semakin besar apabila badan anak panah semakin panjang. Arah anak panah menentukan nilai vektor: positif (+) atau negatif (-).

Terdapat beberapa sifat besaran vektor yang dikenal di bidang matematika dan fisika. Besaran tersebut dapat dikenai perhitungan matematika: pengurangan, penambahan, perkalian, dan pembagian. Lokasi vektor juga dapat dipindahkan asal tidak mengubah nilai, bentuk, dan arahnya. Contoh dari besaran ini adalah percepatan dan gaya.
Besi (Fe)
Besi adalah suatu unsur kimia yang dikategorikan sebagai logam. Unsur ini memiliki lambang Fe (yang merupakan singkatan dari Ferrum) dan nomor atom 26. Dalam tabel periodik unsur kimia, unsur ini termasuk dalam daftar unsur transisi. Unsur dalam daftar tersebut memiliki sifat: paramagnetik, mempunyai bilangan oksidasi, sebagian besar senyawanya berwarna.

Unsur ini biasanya ditemukan dalam bentuk padat dengan tingkat kepadatan 7,874 g/cm3. Massa atom standar unsur ini adalah 55,845 u. Titik lebur unsur ini adalah 1.538°C, sedangkan titik didihnya 2.862°C. Unsur logam ini merupakan unsur yang paling banyak ditemukan di bumi apabila dibandingkan berdasarkan massanya. Besi dapat ditemukan di dalam kerak dan inti bumi.
Bijih
Bijih (mineral batuan) merupakan batuan yang di dalamnya terkandung zat mineral. Mineral yang terkandung dalam batuan tersebut dapat dikategorikan sebagai unsur logam maupun non logam. Batuan ini diperoleh sebagai hasil pertambangan untuk memperoleh zat mineral yang terkandung di dalamnya. Sebelum zat mineral dapat dijual, zat tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu secara kimia dari unsur-unsur lain dengan nilai ekonomis rendah di dalam batuan.

Apabila bijih (mineral batuan) telah diolah, nilainya akan meningkat dengan pesat. Terdapat beberapa jenis batuan berharga yang diperoleh melalui penambangan batuan ini, di antaranya emas dan kuarsa. Batuan ini tergolong sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui karena proses pembentukannya yang sangat lama.
Bijih Besi
Bijih besi dapat didefinisikan sebagai jenis bebatuan di mana di dalamnya terkandung mineral-mineral besi. Di dalamnya juga akan ditemukan mineral gauge, contohnya adalah magnesia, silika, dan alumnia. Pada jenis bebatuan ini, terdapat atom besi dan juga oksigen yang diikat bersama oleh molekul. Besi pada bebatuan ini biasanya akan diekstraksi (dikeluarkan) untuk membuat besi batangan.

Dalam industri baja, bijih besi merupakan bahan baku utama. Bebatuan ini bisa digunakan langsung untuk membuat besi, namun bisa juga diolah terlebih dahulu untuk memperbaiki karakteristik kimianya sehingga hasil akhirnya nanti lebih kuat. Saat ini, biji besi merupakan salah satu jenis bahan tambang yang jumlahnya paling melimpah di Indonesia.
Bima Sakti
Bima Sakti adalah nama galaksi yang menjadi tempat di mana Bumi bernaung. Dalam galaksi ini, terdapat ratusan gugusan bintang, planet, dan benda-benda tata surya lainnya. Galaksi ini dinamakan Bima Sakti oleh Presiden Soekarno karena pada saat beliau melihat bentuk galaksi ini seperti tokoh pewayangan Bima Sakti yang sedang dililit oleh naga raksasa.

Galaksi Bima Sakti memiliki nama yang berbeda-beda di tiap negara. Di negara-negara berbahasa Inggris, galaksi ini dikenal dengan nama "Milky Way". Nama inilah yang dianggap secara universal sebagai nama dari galaksi ini. Di Jerman, galaksi yang sama dikenal dengan nama "Milchstrasse". Sedangkan di Norwegia, galaksi ini diberi nama "Melkeveien".
Bintang Jatuh
Bintang jatuh merupakan suatu fenomena alam yang terjadi karena ada benda langit yang terbakar di lapisan atmosfer bumi kemudian jatuh memasuki bumi. Benda langit yang jatuh ini bisa berupa apa saja dan bisa berukuran kecil maupun besar, namun karena biasanya mereka terbakar oleh lapisan atmosfer, mereka akan hancur sebelum mencapai tanah.

Jadi, meski disebut sebagai bintang jatuh, benda langit yang masuk ke bumi ini tidak semerta-merta adalah bintang. Material yang jatuh bisa berupa apa saja, termasuk pecahan asteriod. Fenomena ini bisa terjadi saat ada benda langit yang melintas terlalu dekat dengan bumi kemudian tersedot pada gaya gravitasi bumi dan akhirnya masuk lapisan atmosfer dan jatuh ke bumi.
Bioma
Bioma dapat diartikan sebagai sebuah ekosistem yang sangat besar. Di dalamnya terdapat banyak jenis flora dan fauna yang berbeda-beda. Ekosistem besar ini pada dasarnya adalah kumpulan dari beragam ekosistem yang ukurannya lebih kecil dan mereka terkumpul karena perbedaan astronomis dan juga perbedaan geografis.

Dalam sebuah bioma, terdapat tiga unsur dasar, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai. Salah satu karakteristik dari ekosistem besar ini adalah adanya jenis tumbuhan atau vegetasi yang mendominasi di dalamnya. Ada bermacam-macam jenis ekosistem besar ini di bumi, beberapa di antaranya adalah padang rumput, gurun, tundra, hutan tropis basah, dan lain sebagainya. Semuanya memiliki ciri khas masing-masing dan memiliki vegetasi dominan masing-masing.
Bioma Gurun
Bioma gurun adalah sebuah ekosistem besar yang terbentuk di suatu daerah di mana curah hujannya sangat minim sekali. Ekosistem besar yang satu ini didominasi oleh kumpulan flora dan fauna yang bisa hidup di iklim kering dan dapat hidup di keadaan minim curah hujan.

Proses terjadinya bioma gurun adalah adanya penguapan air tanah yang terjadi secara terus-menerus dan berlebihan. Hal ini dikarenakan adanya suhu panas ekstrim di wilayah padang gurun. Alhasil, tanah mejadi gersang dan berubah teksturnya menjadi gurun pasir. Bioma ini bisanya dapat ditemukan di negara-negara atau wilayah yang letak astronomisnya ada di sekitar Benua Afrika dan Benua Asia bagian utara dan tengah. Beberapa bioma berjenis gurun yang terkenal di dunia adalah Sahara dan Gobi.
Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur adalah bioma (ekosistem yang terdiri dari flora dan fauna) yang terletak antara 30°-40° garis Lintang Utara dan Lintang Selatan yang merujuk pada wilayah hutan yang mengalami empat musim (panas, gugur, dingin, semi) dalam setahun. Daerah yang memiliki banyak bioma hutan gugur adalah Amerika Serikat bagian timur, pucuk selatan benua Amerika, Asia Tengah, dan negara-negara Asia Timur.

Ciri-ciri bioma hutan gugur antara lain adalah curah hujan antara 750 mm – 1.000 mm per tahun, suhu sangat rendah saat musim dingin dan menjadi sangat panas ketika musim panas, variasi tumbuhan yang tidak terlalu banyak, pohon-pohon yang tinggi, dan tanah yang cenderung subur.
Bioma Sabana
Bioma sabana adalah satu ekosistem pada daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan antara 90 cm-150 cm per tahun yang terdiri dari padang rumput yang sangat luas. Luas padang rumput sabana lebih mendominasi atas semak belukar dan juga jumlah pepohonan di dalamnya. Bioma ini terbentuk karena adanya perbedaan pada posisi geografis dan astronomis.

Ciri-ciri bioma sabana adalah adanya suhu panas sepanjang tahun dengan curah hujan minim. Lapisan tanah bioma sabana adalah daerah resapan air terbaik untuk mengimbangi musim kemarau yang berlangsung sepanjang tahun. Bioma sabana bisa berubah menjadi semak belukar jika hujan tidak turun, dan berubah menjadi hutan basah jika intensitas hujan meningkat.
Bioma Taiga
Bioma taiga adalah ekosistem yang terbentuk di dalam hutan (taiga: Rusia) yang hanya memiliki satu spesies pohon saja. Bioma taiga memiliki garis koordinat 60° - 70° Lintang Selatan atau Lintang Utara yang merujuk pada wilayah subtropis seperti Rusia, Siberia, Alaska, dan Kanada.

Spesies pohon yang ada di dalam bioma taiga umumnya berupa pohon yang tahan terhadap cuaca dingin yang ekstrim, seperti pohon pinus, konifer, dan pohon cemara dengan daun berbentuk jarum dan dilapisi lilin sebagai pertahanan dari kekeringan. Musim dingin di bioma taiga terjadi hampir sepanjang tahun yang menyebabkan suhu dingin yang sangat ekstrim. Sedangkan musim kemarau hanya terjadi secara singkat.
Bioma Tundra
Bioma tundra merupakan ekosistem yang berupa dataran luas tanpa pohon (tunturia: Finlandia) yang terletak di sekitar wilayah kutub selatan dan kutub utara yaitu Lingkar Artik, Greenland, Antartika, dan pulau-pulau sekitarnya. Bioma tundra terbentuk karena sinar matahari tidak bisa menjangkau permukaan tanah dalam waktu yang sangat lama. Luas bioma tundra di artik mencapai 20% permukaan tanah di seluruh bumi.

Ciri-ciri lain bioma tundra adalah tanahnya berupa permafrost, yaitu tanah yang berada di bawah permukaan sudah beku secara permanen. Hujan yang turun di bioma tundra tidak bisa meresap ke bawah karena jenis tanah tersebut. Hujan hanya akan menumpuk di atas tanah dan menguap ketika musim panas yang pendek datang.
Biosfer
Biosfer merujuk pada sistem ekologi menyeluruh yang menyatukan semua kehidupan di atas permukaan bumi. Selanjutnya, biosfer juga termasuk aktivitas kehidupan (manusia,hewan, dan tumbuhan) terhadap unsur-unsur alam seperti air (hidrosfer), batuan (litosfer), dan udara (atmosfer). Keberadaan biosfer di bumi diperkirakan sudah berlangsung selama 3,5 hingga 4,5 miliar tahun.

Biosfer juga merujuk pada lapisan yang sangat tipis dengan ketinggian sekitar 9 km dari permukaan bumi di mana kehidupan berlangsung. Bumi menjadi satu-satunya planet yang memiliki biosfer sehingga memungkinkan kehidupan berjalan di atasnya. Biosfer juga nantinya akan menentukan berbagai fenomena yang terjadi di atas permukaan bumi seperti kondisi geologi, iklim, ketinggian wilayah, dan faktor biotik lainnya.
Biotit
Biotit merupakan sebutan dari kelompok besar mineral mika berwarna hitam, jenis mineral ini sering ditemukan pada metamorf dan batuan beku. Komposisi kimia yang dimilikinya adalah sebagai berikut K (Mg, Fe)2-3 Al1-2 Si2-3 O10 (OH,F)2. Mineral yang digolongkan ke dalam kelompok mika memiliki komposisi kimia yang bervariasi, namun sifat fisiknya antara satu dengan lainnya sama-sama membentuk sebuah lembaran silikat.

Biotit sendiri memiliki beberapa kegunaan umum, biasanya bahan mineral ini digunakan sebagai extender di dalam cat. Manfaat lainnya seperti pada pengeboran yang mana mineral ini dijadikan sebagai aditif. Adapun kegunaan lainnya yaitu sebagai media cetakan serta dapat digunakan juga sebagai pelapis pada aspal.
Brazil
Republik Federatif Brazil merupakan negara terbesar dan terpadat di Amerika Selatan, dengan jumlah penduduk mencapai 204.5 juta di tahun 2017. Pada Benua Amerika letak negara ini berada di posisi paling timur serta berbatasan dengan Samudra Atlantik.

Konon nama Brazil diambil dari Kayu Brasil, yaitu sejenis kayu yang berasal dari pohon yang banyak tumbuh di negara tersebut. Negara ini merupakan bekas jajahan Portugis pada tahun 1494 hingga 1889, maka tak heran bila bahasa yang mereka gunakan sampai sekarang adalah bahasa Portugis. Brazil berhasil meraih kemerdekaannya dan terlepas dari kekuasaan Portugis sejak 7 September 1822, dan sistem pemerintahan yang digunakan sampai sekarang menjadi Republik.
Breksi
Breksi adalah batuan sedimen klastik yang berasal dari proses pelapukan batuan beku. Batuan sedimen sendiri tersusun atas fragmen-fragmen yang memiliki banyak jenis dan diameter yang berbeda. Batuan ini pun kerap disamakan dengan batu konglomerat yang padahal keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Salah satu perbedaan yang mencolok terdapat pada sudut fragmennya, breksi memiliki bentuk yang lebih lancip, sedangkan pada kembarannya bentuknya adalah membundar.

Kata breksi sendiri diambil dari bahasa Italia, yang memiliki arti batuan yang terbentuk oleh kerikilan yang tersemen. Batuan ini pun memiliki berbagai asal-usul yang berbeda, kemudian namanya digolongkan berdasarkan pembentukannya antara lain breksi tektonik, breksi hidrotermal, breksi beku, breksi impact dan yang terakhir breksi sedimen.
Brunei Darussalam
Brunei Darussalam atau yang lebih akrab dipanggil Brunei merupakan negara jiran yang letaknya berada di pantai utara Kalimantan. Negara dengan luas 5.765 km² ini secara langsung bertempat diatas pulau Kalimantan dengan garis pantai yang mencapai Laut Cina Selatan. Wilayah negara tersebut di Malaysia dibagi menjadi dua negara bagian antara lain Sabah dan Sarawak.

Brunei Darussalam sendiri mendapatkan peringkat ke lima sebagai negara terkaya dari 182 negara lainnya. Alasannya karena negara ini diberkahi persediaan gas dan minyak bumi yang amat melimpah. Bukan hanya dikaruniai dengan kekayaan alam, namun negara Brunei juga dikenal sebagai negara islam yang taat, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya peraturan yang dibuat berdasarkan hukum dan syariat islam.
Bulan
Bulan merupakan satelit alami yang dimiliki oleh bumi, sekaligus menjadi satelit terbesar yang berada di Tata Surya. Ukurannya sendiri kira-kira 27% dari ukuran bumi dengan 1,23% dari masa bumi. Rotasi yang dimilikinya pun sinkron dengan Bumi, dan selalu menunjukkan sisi yang selaras dengan planet yang kita tinggali. Diperkirakan saat ini jarak orbit Bulan yaitu sekitar tiga puluh kali dari ukuran diameter yang dimiliki Bumi.

Selain itu, Bulan adalah benda langit yang memiliki cahaya paling terang setelah matahari, meskipun sebenarnya permukaannya cukup gelap. Terdapat juga fenomena yang berpengaruh terhadap kondisi di Bumi yaitu gravitasi Bulan. Dimana gravitasi ini mengakibatkan pasang surut air laut, serta durasi hari di Bumi yang mengalami perpanjangan.
Bulan Purnama
Bulan purnama merupakan salah satu fase yang terjadi pada bulan setiap satu siklus. Pada fase ini bulan akan tampak bulat sempurna dengan sinar terang jika dilihat dari bumi. Hal tersebut terjadi karena bulan berada di sisi berlawanan dengan bumi ditinjau dari matahari, sehingga seluruh cahaya matahari menuju ke bulan. Bulan terlihat terang jika dilihat karena memantulkan seluruh sinar matahari yang datang.

Satu siklus bulan terjadi selama kurang lebih 29,5 hari, sehingga bulan purnama biasanya terjadi setiap bulan pada hari ke 14 atau hari ke 15. Dengan perhitungan satu siklus bulan menggunakan kalender lunar. Fase tersebut terjadi ketika bulan berada pada posisi 180 derajat. Istilah purnama berasal dari bahasa sansekerta.
Bulan Sabit
Bulan sabit merupakan fase yang terjadi pada bulan dalam satu siklus sehingga terlihat melengkung seperti sabit. Bentuk sabit yaitu lingkaran utuh yang tengahnya tidak terlihat atau kosong. Hal tersebut terjadi karena sinar matahari hanya mengenai sebagian dari bulan sehingga terlihat seperti sabit dari bumi.

Fase ini terjadi di awal bulan dan akhir bulan yaitu pada hari ke 1, 2, dan 3 di awal bulan dan hari ke 27, 28, dan 29 di akhir bulan dari kalender lunar. Hal yang memengaruhi terjadinya bulan sabit adalah pergerakan bulan, waktu, dan cahaya matahari yang mengenai bulan. Fase ini terjadi dua kali dalam satu siklus bulan karena posisi bentuk sabit yang berlawanan.
Bumi
Bumi merupakan planet ketiga yang terletak dekat dengan matahari dan planet kelima yang terbesar dan terpadat dalam sistem tata surya. Terbentuk kurang lebih 4,54 Miliar tahun yang lalu dengan biosfer yang mampu mengubah atmosfer yang dapat membantu terciptanya kehidupan. Memiliki bentuk seperti sferoid pepat dengan tonjolan yang muncul akibat rotasi yang dilakukan.

Lebih dari 70,8% dari permukaannya ditutupi oleh air atau setara dengan 361.132 Million kilometer persegi. Sedangkan sisanya merupakan daratan yang terdiri dari benua dan pulau. Tergolong ke dalam planet kebumian yang memiliki ukuran dan massa tertinggi keempat. Komposisi kimiawi bumi sebagian besar terdiri dari besi, oksigen, silikon, magnesium, nikel, belerang, kalsium, dan aluminium.


Glossary C
Cahaya
Cahaya merupakan sebuah energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata langsung. Definisi lain adalah paket partikel yang disebut dengan foton dan memiliki panjang gelombang berkisar antara 380 nm hingga 750 nm. Kedua pengertian tersebut ditunjukkan secara bersamaan sehingga didapatkan bahwa cahaya merupakan dualisme gelombang-partikel.

Benda yang memancarkan gelombang elektromagnetik disebut dengan sumber cahaya, sedangkan paket cahaya berupa spektrum yang dilihat secara visual oleh mata disebut warna. Sifat cahaya dengan pendekatan sifat optik fisisnya diantaranya adalah difraksi, interferensi, dispersi, dan polarisasi. Sedangkan sifat dan interaksi terhadap lingkungan sekitarnya dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris. Refleksi dan refraksi merupakan contoh dari pendekatan paraksial geometris tersebut.
CBM (Coal Bed Methane)
CBM (Coal Bed Methane) merupakan gas metana (Methane) yang ada di dalam batu bara (Coal). Gas jenis ini tergolong tidak berbahaya karena tidak mengandung H2S atau hidrogen sulfida. Berbeda dengan sandstone dan reservoir kovensional lainnya, gas ini tersimpan di dalam batu bara melalui proses adsorbsi dengan keadaan metana yang hampir cair dalam pori-pori batu bara.

CMB (Coal Bed Methane) tidak mengandung kondensat gas alam dan hanya mengandung sedikit hidrokarbon berat. Hidrokarbon berat yang berada di dalam gas ini diantaranya adalah propana atau butana. Kandungan lainnya yaitu karbondioksida dengan persentase beberapa persen saja. Gas ini bisa diperoleh dari pertambangan batu bara yang ada di bawah permukaan bumi.
China
China adalah salah satu negara yang termasuk dalam kawasan wilayah Asia Timur. Negeri ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yakni mencapai 1.4 miliar penduduk. Negara yang berdiri pada tahun 1949 ini juga memiliki luas wilayah yang sangat luas, yakni mencapai 9,69 juta kilometer persegi, dan membuat negara ini menjadi negara terbesar ke 3 di dunia.

Negara China tidak hanya merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, namun juga menjadi negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar di posisi kedua yang ada di dunia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah PDB (Produk Domestik Bruto) yang mencapai angka 12 triliun Dolar Amerika Serikat.


Glossary D
Daerah aliran sungai (DAS)
Daerah aliran sungai atau biasa disingkat dengan DAS adalah kawasan yang mana kawasan tersebut dibatasi oleh titik-titik atau dibatasi oleh punggung-punggung gunung. Di daerah inilah daerah dimana air hujan yang jatuh dan terkumpul kemudian disimpan lalu dialirkan menuju ke sungai utama dari sungai-sungai kecil yang ada di sekitarnya.

Kawasan Daerah aliran sungai ini merupakan wilayah daratan yang mana menjadi satu kesatuan dengan anak-anak sungai maupun sungainya. Karena menjadi satu kesatuan wilayah dengan anak-anak sungai dan juga sungainya, inilah yang membuat daerah ini memiliki fungsi untuk menampung air hujan yang jatuh untuk kemudian dialirkan langsung ke badan-badan air seperti waduk dan juga laut. Yang paling penting, aliran air yang mengalir di kawasan DAS ini juga menjadi aliran yang mengalami siklus air atau hidrologi yang berlangsung secara alami.
Danau
Danau adalah sebuah tempat berbentuk cekungan besar yang ada di permukaan bumi dimana di dalamnya terisi oleh genangan air tawar ataupun air asin. Di dalam danau ini air tawar atau air asin yang terakumulasi di dalamnya terjadi karena adanya mata air, berasal dari aliran sungai, maupun dari gletser yang mencair. Yang paling penting adalah cekungan tempat terakumulasinya air tawar dan air asin ini berada di sekitar atau dikelilingi oleh daratan.

Bentuknya yang berada di cekungan dan tergolong perairan yang tidak mengalir membuat danau menjadi jenis perairan yang tenang. Kedalaman danau sendiri berbeda-beda dengan tingkat kejernihan yang berbeda-beda pula tergantung jenis danaunya. Tidak hanya menjadi sumber penampungan air, danau juga menjadi habitat bahkan ekosistem dari berbagai jenis makhluk hidup.
Danau Tektonik
Danau tektonik adalah salah satu jenis danau yang berdasarkan proses pembentukannya terjadi akibat aktivitas lempeng atau patahan bumi yang menyebabkan penurunan muka bumi. Danau sendiri merupakan sebuah penampang alam yang berbentuk cekungan dimana di dalamnya merupakan tempat tergenangnya air tawar maupun air tawar.

Berdasarkan proses pembetukannya, yang dimaksud dengan danau tektonik adalah danau yang terbentuk diakibatkan oleh peristiwa tektonik seperti gempa bumi. Gempa inilah yang menyebabkan terjadinya patahan pada permukaan tanah atau yang dikenal dengan sebutan fault. Patahan tersebut kemudian amblas yang membentuk cekungan alami. Ketika hujan turun, cekungan alami ini akan terisi air hingga menyebabkan terciptanya danau secara alami. Jenis danau ini sendiri adalah jenis danau yang paling banyak ditemui di Indonesia.
Danau Toba
Danau Toba adalah salah satu danau alami yang berukuran besar terletak di kawasan Sumatera Utara. Toba adalah danau yang terletak di kaldera Gunung berapi super. Dengan panjang sekitar 63 mil (100) km lebar 19 mil (30km) serta kedalaman 505 meter membuat danau ini menjadi salah satu danau dengan ukuran terbesar di Indonesia.

Danau Toba merupakan sebuah danau yang awalnya merupakan lokasi letusan dari gunung berapi yang berkekuatan super masif dengan kekuatan VEI 8. Letusan yang terjadi antara 69-77 ribu tahun lalu ini tidak hanya menyebabkan terciptanya danau berukuran sangat besar bernama Danau Toba. Danau yang terletak di Provinsi Sumatera Utara ini juga memiliki keunikan berupa pulau kecil bernama Kepulauan Samosir yang terletak di bagian tengah danau.
Danau Vulkanik
Danau vulkanik merupakan salah satu jenis danau yang dikelompokkan berdasarkan proses pembentukannya, termasuk dalam danau yang terbentuk disebabkan karena aktivitas vulkanisme gunung berapi. Pengertian dasar dari danau sendiri adalah sebuah cekungan yang digenangi oleh air ataupun air tawar. Cekungan yang menjadi penampungan air pada jenis danau vulkanik ini terbentuk pada bagian kaldera atau bagian lubang kepundan yang ada pada setiap gunung api.

Terbentuknya danau vulkanik akibat aktivitas vulkanisme gunung berapi membuat jenis gunung ini menjadi jenis gunung yang berbahaya, apabila masih ada aktivitas vulkanik dari gunung api, atau dengan kata lain gunung api masih dalam kondisi aktif. Contoh danau ini yang terkenal di Indonesia adalah Danau Galunggung dan Danau Gunung Batur.
Daratan
Daratan, secara geografis bermakna sebagai bagian dari permukaan bumi yang mana secara permanen tidak tertutup atau ditutupi oleh air laut. Ada perbedaan penggunaan istilah antara daratan dan darat. Darat digunakan dalam istilah secara umum, sedangkan daratan digunakan untuk menunjukkan bagian permukaan bumi dengan batasan geografisnya.

Daratan merupakan bagian dari permukaan bumi yang dibatasi oleh batasan geografis tertentu. Batasan yang dimaksud adalah wilayah bertemunya antara daratan dengan kawasan perairan yang disebut dengan pesisir. Hal ini bisa dilihat pada penampang geografi lain seperti rawa, danau, atau sungai yang juga menjadi bagian dari daratan walaupun permukaannya tertutup oleh air. Di daratan ini menjadi habitat dari berbagai jenis makhluk hidup yang kemudian membuat habitat tertentu.
Data Spasial
Data spasial adalah data yang di dalamnya terdapat data georefence (referensi ruang kebumian). Di dalam data ini juga terdapat berbagai macam data atribut yang terletak di dalam berbagai unit yang dinamakan unit spasial. Data ini memiliki fungsi yang sangat penting, apalagi saat ini, yaitu untuk perencanaan pembangunan, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di berbagai wilayah, baik lokal, regional maupun nasional.

Pemanfaatan dari data spasial saat ini terus meningkat seiring dengan adanya teknologi pemetaan digital. Data ini juga banyak dimanfaatkan dalam membuat SIG (sistem informasi grafis). Dalam pembuatannya, data spasial ini dibuat dengan bentuk vektor, yang mana terdiri dari line, points, polygon maupun dalam bentuk raster.
Dataran
Dataran adalah salah satu bentuk muka daratan dengan wilayah yang cenderung landai atau mendekati rata. Wilayah landai yang dikenal dengan dataran ini menunjukkan tempat-tempat yang mudah dijangkau. Karena mudah dijangkau inilah yang membuat dataran dijadikan sebagai tempat untuk tinggal bagi manusia dan kegiatan yang bisa menunjang kelangsungan hidupnya, seperti bercocok tanam.

Dataran sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu, dataran rendah, dataran tinggi dan dataran pantai. Ketiganya memiliki karakter masing-masing yang membedakan. Pembagian kelompok tersebut didasarkan pada perbedaan ketinggian tempat serta kontur wilayah diantara ketiganya. Dengan dasar pembagian ini, diantara ketiga jenis dataran tersebut bisa dibedakan dengan melihat dari karakteristiknya masing-masing.
Dataran Rendah
Dataran rendah adalah bagian dari kenampakan bumi yang berupa hamparan tanah yang luas dengan ketinggian yang tergolong rendah. Ketinggian dari dataran ini bahkan hanya mencapai atau tidak melebihi dari 200 meter di atas permukaan laut. Berlawanan dengan dataran tinggi, dimana ada hamparan yang cukup luas dan relatif datar, maka kawasan atau wilayah tersebut disebut sebagai dataran rendah.

Kawasan dataran rendah ini adalah daerah atau kawasan yang lebih sering dijadikan sebagai kawasan tempat tinggal, apalagi oleh sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena di kawasan yang cukup luas dan landai ini, suhu udaranya tergolong nyaman untuk tinggal, yakni berkisar antara 23-28° celcius sepanjang tahun.
Dataran Tinggi
Dataran tinggi atau yang juga dikenal dengan nama Plato adalah salah satu bentuk muka bumi dengan ciri-ciri letaknya yang berada pada ketinggian yang sangat tinggi, yaitu di atas 700m di atas permukaan laut. Jenis kenampakan alam ini terbentuk akibat adanya proses sedimentasi dan erosi. Penyebab lain terciptanya dataran tinggi ini adalah bekas kaldera yang luas kemudian tertimbun material gunung yang ada di sekitarnya.

Pengertian lain dari dataran tinggi menyebutkan jika kenampakan alam ini adalah lahan yang berbentuk datar, dimana pada satu sisinya naik tajam. Wilayah yang tergolong dataran tinggi juga memiliki karakteristik khusus, diantaranya misalnya iklim sejuk dan banyaknya wilayah pertanian dengan sistem terasering. Karena itu, wilayah dataran yang tinggi ini sering dijadikan sebagai daerah tujuan wisata.
Delta
Delta adalah endapan yang terdapat di muara atau ujung aliran sungai dan dekat dengan danau atau muara laut. Endapan sungai yang dimaksud ini berasal dari peristiwa erosi yang kemudian terbawa oleh arus sungai dari hulu ke hilir. Erosi atau pengikisan batuan yang ada di sekitar sungai akan terangkut oleh aliran sungai hingga akhirnya mengendap.

Dari endapan yang terus terakumulasi inilah yang akan membentuk menjadi endapan delta. Delta ini bisa terjadi karena kecepatan arus sungai yang ada di muara relatif rendah serta ombak lautnya juga relatif tenang. Selain itu, delta sungai juga hanya bisa terbentuk jika endapan yang dibawa oleh aliran air ini berjumlah banyak.
Destilasi Minyak Bumi
Destilasi minyak bumi adalah proses awal pengolahan minyak mentah berupa pemisahan antara minyak mentah. Proses pemisahan ini dilakukan dengan cara dipanaskan sehingga nantinya akan didapatkan beberapa buah fraksi berdasarkan titik didihnya. Proses pemisahan minyak mentah untuk dijadikan produk olahan minyak lain ini merupakan sebuah proses yang kompleks.

Destilasi minyak bumi yang mentah yang merupakan proses pengolahan minyak bumi mentah untuk mendapatkan produk bahan bakar ini adalah proses panjang dengan segala kompleksitas di dalamnya. Karena itu, setiap kilang pasti menjalankan langkah dasar proses pemisahan ini. Setelah proses pemisahan minyak mentah menjadi beberapa fraksi, masing-masing fraksi tersebut akan dialirkan menuju beberapa unit yang nantinya digunakan untuk menghasilkan jenis bahan bakar berbeda.
Dikotil
Dikotil adalah klasifikasi tumbuhan yang memiliki ciri-ciri satu pasang kotiledon atau daun lembaga. Pengertian lebih mudahnya adalah kelompok tumbuhan berbunga yang memiliki biji berbelah dua. Kelompok tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan dikotil memiliki ciri-ciri yang sama. Daun lembaga ini sudah ada sejak tumbuhan masih dalam tahap biji. Karena itulah semua anggota tumbuhan dikotil memiliki biji yang mudah untuk dibelah menjadi dua bagian.

Tumbuhan dikotil adalah kelompok tumbuhan yang cukup mudah diidentifikasi. Untuk membedakannya pun relatif mudah. Selain memiliki biji berkeping dua, tumbuhan dikotil kebanyakan merupakan tumbuhan berakar tunggang yang mana di dalam bagian akar atau batangnya terdapat zat bernama kambium. Contoh tumbuhan ini antara lain tumbuhan jambu-jambuan, polong-polongan dan terong-terongan.
Diorit
Diorit merupakan salah satu jenis dari batuan beku dalam. Batuan ini memiliki karakteristik memiliki tekstur feneris, warnanya cenderung agak gelap serta mengandung mineral yang berbutir kasar sampai sedang. Komposisinya terdiri antara granit sampai basalt atau gabro. Batuan ini terbentuk melalui proses intrusi baik instrusi secara sill maupun dike yang terjadi di bagian kerak bumi.

Susunan Diorit ini biasanya terdiri dari mineral plagioklas dimana mineral ini terkenal kaya akan sodium. Sedangkan kandungan mineral hornblende, biotit dan augit yang terkandung di dalamnya cenderung lebih sedikit. Menariknya, jenis batu ini kadang-kadang memiliki sedikit kandungan kuarsa di dalamnya. Karena itu batu diorit ini memiliki tekstur coarse-grained karena campurannya yang kontras antara butiran-butiran mineralnya yang berwarna putih dan hitam.
Dolomit
Dolomit adalah sebuah jenis mineral yang sering dianggap sebagai batuan oleh kebanyakan orang, yang mana termasuk ke dalam golongan mineral karbonat anhidrat. Mineral ini tersusun dari kalsium magnesium karbonat. Karbonat di dalam mineral ini adalah karbonat ganda, dimana susunan struktural kalsiumnya tersusun selang seling yang terdiri dari kalsium dan magnesium.

Dolomit ini memiliki warna putih yang kebiru-biruan atau keabu-abuan. Dari segi kekerasan, mineral ini relatif lebih lunak jika dibandingkan dengan batu gamping. Butirannya halus hingga kasar dan memiliki kemampuan menyerap air sekaligus mudah dihancurkan. Di alam, mineral ini jarang ditemukan dalam keadaan murni, karena kebanyakan mineral dolomit terdapat di dalam batu gamping.

Kembali ke Abjad...
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Glossary E
Efek rumah kaca
Efek rumah kaca adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan bumi yang semakin panas akibat panas matahari yang terperangkap di dalam atmosfer bumi. Apabila dalam keadaan normal bumi akan terasa panas atau hangat ketika siang hari dan berubah menjadi dingin saat malam. Namun karena adanya efek ini, siklusnya pun berubah dimana saat malam pun suhu udara tetap hangat bahkan cenderung panas.

Panas matahari yang terperangkap di dalam atmosfer bumi, layaknya efek rumah kaca yang memang dibuat untuk menyerap sinar matahari, ini tak lepas dari zat-zat yang turut memerangkapnya. Gas-gas seperti karbondioksida, metana, ozon, cfc dan N2O inilah yang paling berperan dalam terjadinya efek ini. Pada dasarnya terperangkapnya matahari di atmosfer juga memiliki keuntungan karena bisa menghangat bumi saat sedang dalam cuaca yang panas.
Ekologi
Ekologi adalah sebuah cabang ilmu yang di dalamnya mempelajari tentang interaksi antara makhluk hidup, baik antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya maupun interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalam canang ilmu pengetahuan ini, yang dipelajari adalah makhluk hidup sebagai sebuah sistem atau sebuah kesatuan dengan lingkungannya. Meskipun cabang ilmu pengetahuan ini tergolong masih muda, namun juga berpengaruh besar para cabang ilmu lain.

Sebagai sebuah disiplin ilmu, ekologi akan mempelajari bagaimana kehidupan dan interaksi yang dilakukan antara makhluk hidup dengan tujuan agar bisa bertahan hidup. Interaksi yang dimaksud itu tidak hanya antara makhluk hidup dengan makhluk hidup saja namun juga makhluk hidup dengan lingkungan dan benda-benda tak hidup yang ada di dalamnya.
Ekosistem
Ekosistem merupakan sebuah kesatuan atau tatanan yang utuh dan menyeluruh dimana di dalamnya terdapat unsur yang saling menguntungkan antara segenap unsur, baik makhluk hidup maupun benda atau unsur tidak hidup yang ada di dalamnya. Bisa juga diartikan sebagai sebuah sistem ekologi dimana sistem ini terbentuk oleh adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

Di dalam sebuah ekosistem, tidak hanya makhluk hidup saja yang saling berinteraksi untuk mempertahankan hidup, namun juga ada peran lingkungan fisik yang berfungsi sebagai sebuah sistem di dalamnya. Dengan kata lain, di dalamnya terdapat hubungan dimana makhluk hidup harus beradaptasi degan lingkungan fisik begitupun sebaliknya makhluk hidup juga mempengaruhi lingkungan fisik.
Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah salah satu jenis ekosistem yang bisa dijumpai di bumi. Keseluruhan sistem yang ada di dalamnya terbentuk dari komunitas biotik dan komunitas abiotiknya. Organisme-organisme yang terlibat di dalamnya juga bersifat saling mempengaruhi dengan cara apapun. Sistem ini kemudian dibagi atau dikelompokkan berdasarkan cara terbentuknya, dimana kemudian dibagi menjadi ekosistem alami dan buatan.

Untuk ekosistem buatan sendiri merupakan sebuah sistem yang mana salah satu unsurnya diciptakan oleh manusia dengan mempertimbangkan kriteria tertentu agar bisa disebut sebagai sebuah ekosistem. Komposisi lingkungan serta keragaman spesies dari ekosistem yang dibuat manusia ini relatif lebih sedikit dibandingkan sistem lingkungan alami. Sementara itu, karena dibuat dengan sengaja, maka sudah pasti ada tujuan tertentu mengapa ekosistem tersebut dibuat.
Ekosistem Darat
Ekosistem darat adalah suatu jenis interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan yang berada di daratan. Sesuai dengan namanya maka ekosistem ini mencakup makhluk hidup dengan lingkungan yang ada di daratan saja. Ekosistem tersebut terdiri dari dua komponen yaitu komponen biotik dan abiotik. Contoh dari ekosistem ini adalah padang rumput, hutan, maupun gurun pasir.

Di setiap ekosistem pastinya ada interaksi antar komponen ekosistemnya. Ekosistem darat juga meliputi daerah yang sangat luas. Daerah yang luas itu disebut juga dengan bioma. Jadi ekosistem tersebut begitu dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti misalnya iklim. Sementara itu iklim sendiri juga dipengaruhi oleh sejumlah hal pula seperti misalnya letak astronomis dan letak geografis.
Ekosistem Hutan
Ekosistem hutan merupakan suatu jenis ekosistem yang cakupan wilayahnya adalah meliputi hutan. Interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya ini hanya terjadi di hutan. Hubungan timbal balik ini mencakup hubungan antara kumpulan banyak populasi baik itu tumbuh-tumbuhan ataupun binatang yang hidup di permukaan tanah serta kawasannya terdapat di hutan.

Ekosistem ini membentuk sebuah kesatuan ekosistem yang ada di keseimbangan yang sifatnya dinamis. Jadi di ekosistem hutan ini terdapat interaksi antara satu dengan yang lain baik langsung atau tidak langsung dengan lingkungan. Selain itu interaksinya juga tak bisa dipisahkan. Ekosistem yang satu ini tergolong ke dalam ekosistem darat. Jenis ekosistem ini masuk pula ke golongan ekosistem alamiah. Jadi tak heran jika ekosistem tersebut disebut juga dengan istilah "paru-paru bumi".
Ekosistem Laut
Ekosistem laut adalah salah satu ekosistem yang ada di bumi ini yang disebut juga dengan istilah ekosistem bahari. Ekosistem ini adalah ekosistem yang terdapat di perairan laut. Ekosistem bahari terdiri atas sejumlah ekosistem lain seperti misalnya ekosistem pantai pasir dangkal (bitarol), perairan dalam, serta ekosistem pasang surut.

Jenis yang satu ini didominasi oleh perairan asin yang sangatlah luas. Jadi ekosistem laut menjadi tempat tinggal dan hidupnya sejumlah biota laut seperti misalnya mamalia, hewan sel satu, invertebrata, serta banyak tanaman laut seperti misalnya terumbu karang ataupun alga. Ekosistem tersebut memiliki peranan penting untuk lingkungan di daratan. Salah satu peranannya adalah 50% oksigen yang diisap organisme di darat asalnya adalah dari fitoplankton yang ada di laut.
Eksosfer
Eksosfer merupakan sebuah lapisan bumi yang letaknya ada di paling luar. Di lapisan tersebut terdapat refleksi sinar matahari. Sinar tersebut dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Sinar yang dipantulkan itu disebut pula dengan istilah cahaya zodiakal. Pengaruh gaya berat di lapisan tersebut terbilang sangat kecil. Jadi benturan yang ada di udarapun bisa jarang terjadi.

Selain itu, butiran gas di lapisan tersebut juga perlahan-lahan melepaskan diri ke angkasa luar. Maka dari itu, lapisan ini dikenal juga dengan sebutan disipasisfer. Eksosfer berada di atas lapisan termosfer atau lapisan lonosfer. Ketinggiannya kurang lebih antara 400 hingga 1000 km di atas permukaan bumi. Lapisan tersebut disebut sebagai pembatas antara angkasa luar dengan atmosfer bumi.
Eksplorasi
Eksplorasi atau dikenal juga dengan istilah pencarian atau penjelajahan merupakan suatu upaya pencarian maupun penjelajahan yang bertujuan untuk menemukan sesuatu. Salah satu tujuan dari penjelajahan adalah misalnya untuk menemukan wilayah baru yang tidak dikenal. Pengertian ini juga mencakup tindakan pencarian pengetahuan yang sifatnya tidak umum. Penjelajahan itu bisa berupa pencarian pengertian bentuk metafisika-spiritual.

Istilah eksplorasi bisa juga dipakai untuk memberikan gambaran masuknya suatu budaya di masyarakat untuk pertama kalinya. Walaupun eksplorasi sudah ada sejak awal munculnya manusia namun puncak pencarian ini adalah saat ada di Abad Penjelajahan. Abad ini ada saat sejumlah pelaut dari Eropa melakukan penjelajahan ke seluruh dunia demi menemukan wilayah maupun budaya yang baru.
Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma adalah sebuah proses vulkanisme di mana magma yang tersimpan di dalam dapur magma naik keluar ke permukaan bumi dan membentuk anak gunung disebabkan adanya pergeseran lempengan bumi, tekanan gas yang sangat kuat, serta suhu yang sangat tinggi. Magma dengan suhu yang sangat tinggi akan menyusup melalui kepundan atau celah-celah retakan.

Ekstrusi magma dikelompokkan menjadi dua, yaitu berdasarkan kekuatan tekanan gas yang berupa ekstrusi eksplosif, ekstrusi efusi, dan ekstrusi campuran, dan berdasarkan tempat terjadinya berupa ekstrusi linier dan ekstrusi sentral. Proses vulkanisme ini selanjutnya akan membentuk gunung dengan beberapa tipe seperti gunung api perisai, gunung api strato, gunung api kubah, dan gunung api lava pijar.
El Nino
El Nino adalah periode panas dari fenomena atmosfer yang terjadi karena adanya variasi angin dan suhu permukaan laut di daerah tropis, atau bagian timur Samudra Pasifik. Fenomena ini hanya terjadi sesekali dalam beberapa periode dan memiliki pengaruh besar terhadap wilayah tropis dan subtropis bumi bersamaan dengan periode dingin yang disebut Southern Oscillation, selanjutnya disebut El Nino – Southern Oscillation (ENSO).

Di Indonesia, El Nino memberikan banyak kerugian karena curah hujan berkurang secara drastis dan kemarau menjadi lebih panjang. Di sisi lain, fenomena ini juga memberikan keuntungan untuk Indonesia seperti ikan tuna di Samudra Pasifik yang akhirnya bergerak ke timur dan ikan yang berada di Samudra Hindia masuk ke bagian selatan Indonesia.
Elektron
Elektron adalah partikel elementer (partikel dasar dan tidak mempunyai substruktur) bermuatan negatif yang menjadi penyusun atom bersama dengan proton dan neutron. Dalam fisika, elektron sering ditulis sebagai –e. Partikel ini memiliki massa 9,1 x 10¯28 sekitar 1/1836 dari massa proton. Sedangkan untuk momentum sudutnya adalah setengah nilai integer yang membuat elektron termasuk ke dalam fermion.

Hari ini elektron banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang. Elektron yang berupa berkas cahaya digunakan melakukan pengelasan pada dua bidang yang sulit untuk dilas menggunakan alat biasa. Sedangkan elektron yang berupa pencitraan digunakan dalam mikroskop elektron untuk menangkap citra pada spesimen yang diuji dengan mengubah arah pergerakan, sudut, energi, dan fase relatif.
Emas (Au)
Emas merupakan salah satu unsur kimia, dalam tabel periodik yang kita kenal unsur ini memiliki simbol Au atau aurum dengan nomor atom 79. Unsur ini tidak memiliki reaksi dengan zat kimia lain, namun dapat terserang dengan unsur seperti klorin, aqua regia, dan fluorin.

Emas termasuk ke dalam logam yang bersifat lunak sehingga mudah ditempa dan dibentuk. Memiliki kekerasan sekitar 2,5 hingga 3 skala Mohs dengan berat jenis yang dipengaruhi oleh jenisnya dan kandungan logam lain di dalamnya. Unsur ini bisa terbentuk akibat dari proses magmatisme yang juga dikenal dengan pengkonsetrasian di permukaan. Unsur kimia yang masuk ke dalam jenis logam ini memiliki dua kategori genesa yaitu endapan primer dan endapan plaser.
Energi (dalam fisika)
Dalam ilmu fisika, energi merupakan properti fisika dari sebuah objek dengan simbol E dan satuan joule. Dapat berubah bentuk melalui interaksi fundamental, namun tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan dengan cara apapun. Contoh dari perubahan bentuk dan proses pemindahan sejumlah energi yang terjadi adalah kerja dan panas.

Setiap organisme yang hidup pasti membutuhkan energi agar mereka bisa bertahan. Seperti manusia yang membutuhkannya dari makanan dan oksigen untuk proses metabolisme yang dilakukan oleh tubuhnya. Bentuk energi diantaranya adalah kinetik, potensial, mekanik, gelombang mekanik, dan lain-lain. Semua bentuk tersebut harus memenuhi kondisi yaitu dapat berubah bentuk menjadi bentuk lain, menyebabkan perubahan pada sebuah benda dengan massa, dan harus mematuhi hukum konservasi energi yang ada.
Energi Mekanik
Dalam ilmu fisika, energi mekanik merupakan hasil dari penjumlahan energi kinetik dengan energi potensial. Energi ini dihubungkan dengan posisi dan gerak yang dimiliki suatu objek. Sebuah asas energi mekanik menyebutkan bahwa jika terdapat sebuah sistem yang terisolasi dimana di dalamnya hanya ada gaya konservatif maka nilai dari mekaniknya adalah konstan.

Dalam sistem yang sebenarnya, gaya non konservatif seperti gaya gesek akan muncul namun nilainya diabaikan sehingga nilai mekanik dapat dianggap konstan. Energi mekanik dapat disimpan jika terjadi tumbukan elastis, namun dalam tumbukan non elastis energi tersebut akan diubah menjadi panas. Mesin uap merupakan salah satu contoh perubahan energi dari panas menjadi mekanik, sedangkan generator listrik merubah mekanik menjadi listrik.
Energi Potensial
Dalam ilmu fisika, Energi Potensial merupakan energi yang dapat memberikan pengaruh kepada suatu benda karena posisinya (ketinggian) cenderung menuju tak terhingga dengan arah dan gaya yang ditimbulkan. Dalam sistem satuan international usaha dan energi yang diukur menggunakan satuan joule atau newton-meter. Fisikawan dan seorang teknik dari Skotlandia bernama William Rankine yang mengemukakannya pertama kali.

Contoh dari energi potensial secara sederhana adalah jika seseorang membawa sebuah batu ke atas ketinggian seperti bukit dan meninggalkannya di sana, maka batu tersebut mendapatkan energi potensial gravitasi. Selain gravitasi terdapat bentuk lain yaitu elastik, listrik, termal, dan kimia. Setiap bentuk dari energi tersebut dipengaruhi oleh masing masing gaya sehingga dapat mempengaruhi objek.
Epirogenesa
Epirogenesa merupakan proses bergesernya kulit bumi dalam jangka waktu yang lama dengan gerakan yang lambat dan dengan daerah pergeseran yang luas. Gerakan ini terbagi menjadi dua yaitu positif dan negative. Gerakan positif yaitu gerakan yang ditimbulkan mengakibatkan penurunan karena menuju ke dalam bumi, sedangkan gerakan negative yaitu gerakan yang ditimbulkan mengakibatkan pengangkatan karena menuju keluar atau ke atas.

Contoh dari gerakan positif adalah turunnya pulau yang ada di kawasan Indonesia bagian Timur, sedangkan contoh dari gerakan negatif adalah naiknya pulau buton dan pulau timur. Garis pantai menjadi salah satu ciri terjadinya epirogenesa, jika garis pantai terlihat seakan semakin naik atau semakin turun maka disitulah gerakan tektoniknya terjadi.
Episentrum
Episentrum merupakan gelombang hasil dari perambatan titik pusat gempa bumi sehingga dapat dirasakan di permukaan bumi. Secara umum gelombang inilah yang meneruskan gelombang gempa hasil dari hiposentrum dari dalam tanah menuju ke permukaan bumi. Gelombang ini dijadikan dasar untuk menentukan pengelompokan gempa bumi yang dibagi menjadi dua yaitu gelombang primer dan gelombang sekunder.

Untuk mengukur letak episentrum digunakan sebuah metode yang disebut dengan laksa. Laksa merupakan metode yang dilakukan dengan menghitung nilai selisih datangnya gelombang primer dan gelombang sekunder saat terjadinya gempa bumi. Gelombang primer adalah gelombang yang berasal dari pusat gempa dengan cepat dan merusak, sedangkan gelombang sekunder adalah gelombang yang terjadi setelah primer dengan kecepatan lebih lambat.
Erosi
Erosi merupakan peristiwa pengikisan yang terjadi pada padatan seperti tanah, sendimen, batuan, atau partikel lain. Pengikisan yang terjadi bisa diakibatkan karena adanya transportasi dari angin, air, es, hujan, dan lain sebagainya. Peristiwa ini berbeda dengan pelapukan yang disebabkan oleh cuaca, karena proses penghancuran mineral berupa batuan dengan suatu proses baik kimiawi, fisik, atau gabungan dari kimiawi dan fisik.

Erosi termasuk ke dalam proses alami yang mudah terlihat, namun kondisinya dapat diperparah oleh aktivitas manusia. Aktivitas tersebut diantaranya adalah penggundulan hutan, tata guna lahan yang tidak baik, pertambangan, perkebunan dan pertanian, pembangunan, dan lain sebagainya yang dapat merusak padatan. Alih fungsi hutan menjadi pertanian menyebabkan erosi karena akar tanaman hutan yang lebih kuat dapat mengikat tanah.
Erupsi
Erupsi terjadi akibat adanya pergerakan magma ke permukaan yang disebabkan oleh aktivitas panas yang terdapat di dalam bumi. Panas di dalam tubuh gunung akan meledakkan material atau abu ke atas permukaan. Sehingga hal tersebut bisa memancarkan asap dan abu yang memiliki jarak cukup jauh. Ledakkan pada gunung akan mengeluarkan larva panas yang bisa mengalir kelereng-lereng gunung.

Erupsi dikenal sebagai letusan gunung berapi yang berada di atas pemukaan. Letusan gunung berapi ini akan mengeluarkan larva yang panas dan mengeluarkan awan panas yang berabu. Hal tersebut mengakibatkan polisi udara dan juga rusaknya lingkungan yang berada di sekitar gunung. Makhluk hidup bisa mati jika terkena larva tersebut.
Es
Es merupakan perubahan zat cair yang melalui proses pembekuan. Pembekuan bisa terjadi jika air didinginkan pada suhu 0 derajat yang terdapat di atmosfer. Hal tersebut dapat terbentuk karena terjadinya perubahan suhu yang tinggi di lingkungannya. Sehingga wujud ini memiliki tekanan yang tinggi.

Di bumi ini terdapat beberapa jenis es seperti salju, pendingin minuman dan lain sebagainya. Perubahan wujud ini terjadi karena akibat pemuaian zat cair menjadi lebih padat. Akibat pemuaian tersebut zat cair akan memberikan tekanan pada medianya. Hal tersebutlah yang merubah zat cair menjadi zat padat. Karena melalui pendinginan pada suhu dibawah 0 derajat maka zat padat ini memiliki suhu yang tinggi.


Glossary F
Fase Bulan
Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Perubahan ini terjadi karena posisi bulan yang kerap berubah terhadap matahari. Sehingga terkadang akan terlihat bulan sabit, kemudian bulan setengah dan juga bulan purnama. Perubahan bentuk tersebut terjadi karena bulan terus berputar mengelilingi matahari dan kita melihatnya dari bumi.

Fase bulan ini bisa terjadi dalam periode-periode tertentu. Hal ini dikenal sebagai revolusi bulan, dimana bulan akan berputar mengelilingi matahari di luar angkasa. Begitu juga dengan bumi, bumi akan berputar mengelilingi matahari. Perputaran tersebutlah yang membuat bayangan bulan menjadi berubah setiap dilihat dalam periode-periode tertentu jika dilihat dari bumi.
Fatamorgana
Fatamorgana merupakan bentuk gambaran yang tidak nyata untuk menggambarkan sebuah objek. Hal tersebut disebut juga sebagai suatu khayalan atau sesuatu yang tidak nyata. Hal ini terjadi karena adanya pembiasan cahaya terhadap kepadatan udara yang membuat sesuatu yang tidak ada menjadi hal yang ada. Biasanya hal digunakan untuk beberapa kegiatan khusus seperti pembuatan film, video klip dan lain sebagainya.

Fatamorgana ini merupakan hal semu yang tidak ada. Misalkan anda berjalan di sebuah jalan yang sepi. Ketika anda menghadap ke matahari maka dari kejauhan anda akan melihat kubangan air. Namun ketika anda mendekati kubangan tersebut maka tidak tampak atau terlihat kubangan air tersebut.
Fauna Asiatis
Fauna Asiatis merupakan beberapa hewan yang memiliki kesamaan pada Benua Asia. Dimana beberapa hewan ini akan lebih nyaman dan bisa tinggal di dataran Benua Asia. Memang ada beberapa hewan yang hanya tinggal di beberapa daerah tertentu. Karena perbedaan suhu udara ataupun jenis makanannya akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup hewan tersebut. Karena hal tersebutlah maka hewan di golongkan sesuai dengan tempat bernaungnya.

Terdapat beberapa golongan hewan yang dibagi terhadap faktor tersebarnya jenis hewan yang salah satunya adalah Fauna Asiatis. Jenis fauna ini hanya akan cocok jika tinggal di dataran sunda seperti Indonesia. Hewan jenis ini juga memiliki karakteristik tubuh tersendiri seperti bentuk gigi, bentuk kaki dan lain sebagainya.
Fauna Australis
Fauna Australis adalah kelompok hewan yang penyebarannya berada di daerah yang mempunyai iklim tropis dan iklim sedang seperti pulau di negara Australia. Namun dikarenakan karakteristik yang sangat mencolok dari wilayah Australia, menyebabkan letak berbagai hewan ini dapat terpisah jauh hingga antar benua. Telah diketahui bahwa di Indonesia juga terdapat tiga wilayah persebarannya seperti Maluku, Irian Jaya, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Ciri-ciri yang dapat dimiliki oleh Fauna Australis tersebut seperti hewan berkantung, hewan menyusui berukuran kecil, burung berwarna, dan lain sebagainya. Contoh beberapa hewan khas Australia ini adalah kuskus, landak papua, burung cendrawasih, kangguru, walabi, burung kasuari, komodo, maleo, anoa, tarsius, babi rusa, dan koala.
Feldspar
Feldspar merupakan suatu kelompok mineral tektosilikat membentuk 41% batuan pada kerak bumi yang terdiri dari Natrium (sodium: Na), Kalium (potasium: K), serta kalsium Alumindo silikat. Batuan mineral ini terbentuk dari magma yang mengkristal dalam batuan beku ekstrusif dan intrusif berbentuk urat. Biasanya batuan ini berasosiasi dengan batuan metamorfis, granitis, serta sering dijumpai ada pada batuan beku pegmatis.

Jumlah Feldspar yang terdapat pada kerak bumi sangatlah melimpah. Namun jika digunakan dalam kepentingan komersial, kualitasnya akan ditentukan oleh kandungan oksida Fe2O3, TiO2, oksida kimia K2O, serta Na2O yang tinggi (lebih dari 6%). Batuan ini dapat diolah dan dimanfaatkan untuk keperluan industri tertentu seperti bahan pelebur pada kaca dan keramik.
Fenomena Alam
Dalam pandangan sains, fenomena alam merupakan suatu peristiwa non-artifisial yang tidak diciptakan oleh manusia walaupun sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia seperti penuaan, adanya bakteri, dan bencana alam. Contoh paling umum yang sering diketahui dari peristiwa ini termasuk perubahan cuaca, letusan gunung berapi, pembusukan, dan lain sebagainya. Fenomena tersebut adalah hal sangat luar biasa di dunia dam tampak mustahil jika dilihat dari pandangan manusia serta terjadi secara tidak terduga.

Dalam hal ini, fenomena alam dibagi menjadi dua yaitu fenomena berbahaya dan tidak berbahaya. Kejadian seperti tsunami, angin tornado, gempa bumi dianggap sangat berbahaya bagi kehidupan manusia karena dapat menimbulkan kematian. Namun, kejadian alam yang tidak berbahaya seperti hujan malah dianggap sebagai berkah tersendiri untuk mendukung keberlangsungan hidup.
Filipina
Filipina merupakan sebuah negara kepulauan bersistem pemerintahan republik yang berada di kawasan Asia Tenggara, tepatnya di sebelah utara Malaysia dan Indonesia. Pulau yang ada di negara ini berjumlah 7.641 pulau. Selama bertahun-tahun, warga di negara ini terkenal dengan sifat pekerja kerasnya dengan mengembangkan kemajuan dari sistem bercocok tanam padi sehingga dapat menyediakan makanan pokok untuk masyarakatnya sendiri.

Dapat dibilang bahwa Filipina adalah negara termaju dalam Benua Asia setelah kejadian perang dunia ke-2. Namun, akibat maraknya korupsi, penyitaan kekayaan oleh pemerintah, lemahnya pertumbuhan ekonomi, serta pengaruh dari neo-kolonial membuatnya tertinggal dari negara-negara lain untuk saat ini. Walaupun begitu,ekonomi di negara ini tumbuh secara moderat dikarenakan pengiriman uang dari pekerja di luar negeri dan sektor teknologi informasi yang tumbuh dengan pesat. Selain itu, pengaruh budaya barat juga sangat kuat.
Fisiografi
Fisiografi merupakan salah satu cabang dari ilmu Geografi yang telah dikembangkan untuk mempelajari segi fisik dari suatu negara atau daerah seperti dari posisi dengan negara lain, segi garis bujur dan garis lintang, relief permukaan bumi, kelautannya, serta batuan yang ada pada buminya.

Berbagai macam faktor yang mempengaruhi fisiografis dalam suatu daerah ini ditimbulkan oleh perilaku, susunan, dan konformitas permukaan bumi. Misalnya seperti proses geodeinami serta ketinggian dan kemiringan topografi. Suatu relief topografi yang sangat kuat, akan cenderung menghasilkan sebuah iklim lokal yang mencolok seperti perbedaan iklim pada lereng gunung dan lembah. Selain itu, iklim pada dataran terbuka akan berbeda dengan iklim di dalam hutan.
Fosfat
Fosfat merupakan suatu unsur dalam sedimen atau batuan beku yang mengandung fosfor ekonomis. Kandungan fosfor tersebut, biasanya telah dinyatakan sebagai TPL (triphosphate of lime)atau BPL (bone phospate of lime) dan berdasarkan pada kandungan P2O5. Jenis apapit phosphate termasuk primer dikarenakan gugusan oksida dari fosfatnya terdapat pada mineral apatit yang dibentuk ketika proses magma membeku.

Terkadang, endapannya akan berasosiasi atau melebur dengan batuan beku alkali yang kompleks, terutama karbonit sienit. Fosfat komersil yang berasal dari mineral apatit yaitu klorofosfat dan fluofosfat. Sumber lain dengan jumlah sedikit dapat dihasilkan dari jenis guano, crandallite, slag, dan millisite. Sifat yang dimilikinya yaitu warna hijau, putih, putih kehijauan dengan kekerasan 5 H dan berat jenis 2,81 hingga 3,23.
Fotosintesis
Berasal dari kata foto yang mempunyai arti cahaya dan sintetis artinya adalah penyusunan, dapat diaritkan bahwa fotosintesis adalah suatu cara menghasilkan energi dan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan. Pembuatan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan hijau ini terjadi melalui proses biokimia dalam klorofil dan dilakukan dengan bantuan dari sinar matahari dengan menyusun bahan organik dari CO2 dan H2O.

Fotosintesis ini hanya terjadi pada tumbuhan yang memiliki kandungan klorofil, yaitu suatu pigmen dengan fungsi untuk menangkap energi cahaya matahari kemudian dikonversi menjadi energi kimia dalam molekul karbohidrat. Tumbuhan hijau yang dapat membuat energi dan makan sendiri ini dapat disebut dengan organisme autorof.
Fraksi Tanah
Fraksi tanah adalah unsur-unsur dalam tanah yang sangat mempengaruhi tekstur atau tingkat kehalusan pada tanah. Dalam hal ini, terdapat tiga komposisi fraksi yang terkandung dalam tanah, yaitu pasir, liat, dan debu. Pasir mempunyai diameter terbesar diantara ketiga fraksi tersebut, yaitu dengan ukuran 2 – 0.05 mm. Sedangkan untuk debu yakni 0.05 – 0.002 mm dan liat mempunyai ukuran kurang dari 0.002 mm.

Kandungan dari fraksi tanah tersebut akan sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat dari tanah seperti permeabilitas tanah, porositas, struktur tanah, dan lain sebagainya. Tekstur pada suatu tanah akan dikatakan baik apabila komposisi dari fraksi-fraksinya hampir seimbang sehingga tanah akan kuat dalam memegang air dan unsur hara.
Fumarol
Fumarol atau dalam bahasa latin yaitu fumus yang berarti asap, merupakan lubang pada kerak bumi dan sering ditemukan di sekitar kawasan gunung berapi yang masih mengeluarkan gas dan uap seperti sulfur dioksida, karbon dioksida, hidrogen sulfida, serta asam hidroklorik. Terkadang unsur ini juga terdapat pada sepanjang rekahan panjang maupun retakan kecil dalam klaster atau medan yang kacau serta endapan aliran piroklastik tebal dan permukaan dari suatu aliran lava.

Tempat beradanya tersebut, dapat dikatakan sebagai wilayah semburan gas dan mata air panas dimana batuan beku panas atau magma berada di kedalaman yang dangkal seperti air tanah. Jadi dapat dideskripsikan bahwa fumarol ini adalah mata air panas yang dapat mendidihkan air sebelum keluar dari tanah.


Glossary G
Gabro
Dalam pengertiannya, Gabro dapat mengacu pada sekelompok batuan beku berwarna gelap seperti faneretik, intusif, dan mafik yang setara dengan basalt secara kimia. Kelompok batuan ini terbentuk akibat magma cair yang terperangkap dibawah permukaan bumi kemudian mendingin dan menjadi massa holokristalin secara perlahan-lahan. Batuan ini terbentuk pada punggung tengah samudera sehingga dapat membuat kerak samudera di bumi.

Selain itu ketika batuan ini berasosiasi dengan vulkanisme benua, maka akan terbentuk sebuah pluton. Karena sifat alaminya yang sangat bervariatif, istilah Gabro ini dapat diterapkan secara luas pada berbagai batuan intrusif. Variasi kebundaran (okelar), menyebabkannya sering digunakan untuk batuan hias dengan nama paving stone atau sering disebut granit hitam.
Galaksi
Galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias yang berarti “menyerupai susu” untuk merujuk ke penyebutan Galaksi Bima Sakti atau Milky Way dalam bahasa Inggris. Istilah ini digunakan untuk menyebut sebuah sistem kompleks dan masif yang terdiri dari berbagai jenis bintang dan perwujudannya (bintang neutron dan lubang hitam), gas, debu antar galaksi, dan materi gelap yang terikat atas dasar gravitasi.

Seluruh bintang dan materi yang ada di dalam galaksi berputar pada satu pusat massa sehingga dapat mengorbit dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Pada Galaksi Bima Sakti, pusat massanya adalah matahari yang merupakan bintang terbesar, dan seluruh planet dan bintang yang mengorbit di sekitarnya (termasuk bumi) merupakan bagian dari galaksi.
Galena
Galena adalah mineral yang tersusun atas senyawa Pbs dan termasuk bijih utama timbal (timah hitam) yang digunakan sebagai sumber utama logam perak. Mineral ini memiliki warna abu-abu kebiruan dengan kilap yang berasal dari logam dan banyak ditemukan dalam batu gamping, dan jenis batuan sedimen lainnya.

Galena dalam batuan sedimen biasanya berbentuk sebagai urat, semen breksi, dan butiran-butiran yang terisolasi. Mineral ini memiliki berat jenis 7,4 – 7,6 dan Skala Mohs (kekerasan) 2.5+ yang berarti cukup lembut untuk sebuah mineral. Saat bercampur dengan mineral lain, galena lebih mudah diidentifikasi karena belahan sempurna dalam tiga arah yang dimilikinya. Belahan tersebut memiliki derajat sekitar 90°.
Gambut
Gambut adalah istilah dari bahasa banjar yang digunakan untuk menyebut jenis tanah yang memiliki kandungan organik tinggi karena terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang mengalami proses pembusukan. Jumlah volume gambut di seluruh dunia diperkirakan mencapai 4 triliun m3 yang setara dengan luas 3 juta m2 dari seluruh luas permukaan bumi. Jenis tanah ini banyak ditemukan di Rusia, Belarusia, Ukraina, Irlandia, Jerman, dan beberapa negara di Amerika Utara.

Dalam prakteknya, jenis tanah ini banyak digunakan sebagai sumber energi. Gambut yang sudah dikeringkan bisa digunakan sebagai sumber energi yang berupa bahan bakar untuk menghangatkan rumah dan memasak. Sedangkan di Finlandia, gambut dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Garis Bujur
Garis bujur atau meridian adalah sebutan untuk garis vertikal khayal yang dari bagian ujung utara bumi ke bagian ujung selatan bumi. Pengukuran sudut garis bujur berpatokan pada meridian utama, yaitu garis yang melintang lurus dari kutub utara ke selatan dan memiliki sudut 0° untuk kemudian +180° ke arah timur dan -180° ke arah barat.

Garis bujur dalam penggunaannya telah diadopsi menjadi bujur timur dan bujur barat. Setiap perhitungan bujur akan berpatokan pada meridian utama untuk menentukan besarnya sudut yang telah dibuat. Sebagai contoh, Indonesia terletak pada 95° Bujur Timur dan -141° Bujur Barat. Hal tersebut besarnya sudut yang menggambarkan posisi Indonesia dari Meridian utama adalah 95° ke arah timur, dan -141° ke arah barat.
Garis Khatulistiwa
Istilah garis khatulistiwa berasal dari bahasa Arab (khattu al-itiwa’) yang merujuk pada garis imajiner yang berada di tengah bumi dan posisinya sejajar dengan poros rotasi planet. Garis imajiner dengan panjang 40.070 km ini secara tidak langsung membagi bumi menjadi dua bagian yaitu bumi bagian utara dan bumi bagian selatan.

Garis khatulistiwa lebih banyak melewati samudra di permukaan bumi. Beberapa negara yang ikut terlewati garis khatulistiwa adalah Gabon, Kongo dan Republik Kongo, Uganda,Kenya, Somalia, dan Indonesia. Di Indonesia, garis khatulistiwa melewati beberapa tempat yaitu Pulau Batu dan Kepulauan Lingga Sumatra, Pontianak, dan seluruh Sulawesi. Kepulauan Halmahera dan Pulau Gebe juga menjadi daerah yang terlewati garis khatulistiwa.
Garis Kontur
Garis kontur atau garis trenches atau garis tinggi adalah garis imajiner horizontal yang menghubungkan beberapa titik area pada sebuah peta yang memiliki ketinggian yang sama. Jika sebuah garis kontur memiliki nilai +30 m dan melingkupi beberapa titik area, berarti semua titik area tersebut memiliki nilai tinggi +30 m yang sama.

Beberapa aturan dasar garis kontur adalah, semakin rapat jarak antar garis kontur dalam satu titik area, maka semakin terjal pula daerah tersebut. Garis ini juga tidak pernah saling memotong dan saling menutup (melingkar) karena tidak mungkin satu daerah memiliki dua nilai ketinggian yang berbeda secara signifikan. Garis tinggi bisa dibuat dengan membuat proyeksi garis tegak berpotongan dengan bidang datar.
Garis Lintang
Garis lintang adalah garis imajiner yang melintang dan melingkupi bumi searah dengan garis khatulistiwa sebagai sudut 0° dan membagi bumi menjadi dua bagian, selatan dan utara. Perhitungan menggunakan garis lintang adalah hingga -90° di kutub selatan dan +90° di kutub selatan di mulai dari garis khatulistiwa.

Beberapa garis lintang istimewa adalah -23 1/2° atau +23 1/2° yang merupakan garis semu peredaran matahari. Garis lintang istimewa lainnya terletak pada 66 1/2°, 90° yang merupakan titik kutub, dan 0° yang merupakan garis ekuator atau khatulistiwa. Letak Indonesia berada di antara 6° Lintang Utara - 11° Lintang Selatan yang menandakan ada beberapa daerah di Indonesia yang terlewati oleh garis khatulistiwa.
Garis Wallace
Garis Wallace adalah garis imajiner yang membagi persebaran flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian yaitu flora fauna asiatis di sebelah barat, dan flora fauna peralihan australis di sebelah timur. Istilah flora fauna asiatis digunakan untuk merujuk kepada spesies tumbuhan dan hewan yang masih memiliki kerabat dengan spesies asal Asia. Sedangkan australis untuk hewan dan tumbuhan yang berkerabat dengan spesies asal Australia.

Pencetus garis ini adalah Alfred Brussel Wallace. Ia melakukan perjalanan ke Hindia Timur pada abad ke-19 dan menyadari perbedaan spesies hewan dan tumbuhan setelah melewati garis tersebut. Garis Wallace sendiri melintang melalui Kepulauan Melayu, memisah antara Kalimantan dan Sulawesi dan berakhir di antara Bali dan Lombok. Pada pengembangannya, garis ini juga memisah antara spesies fauna di Filipina dan Kepulauan Maluku.
Garis Weber
Garis Weber adalah garis khayal yang membagi persebaran flora fauna di Indonesia menjadi dua jenis, yaitu flora fauna peralihan di bagian barat dan flora fauna australis di bagian timur. Garis ini membentang membagi Sulawesi dan Nusa Tenggara di bagian barat dan Maluku, Papua di bagian timur dan melewati Laut Maluku, Laut Banda, dan Laut Arafura.

Flora fauna yang terdapat di sebelah barat garis Weber bersifat peralihan. Binatang-binatang endemik seperti burung maleo, komodo, dan babi rusa banyak ditemukan di sini. Sedangkan di bagian timur, spesies binatang dan tumbuhan banyak yang dipengaruhi oleh spesies dari Australia. Di bagian timur banyak ditemukan hewan mamalia berkantong (marsupalia) dan mamalia bertelur seperti echidna.
Garnet
Istilah garnet merujuk pada penyebutan kelompok mineral pembentuk batuan dengan struktur kristal dengan komposisi kimia X3Y2(SiO4)3. Variabel X dalam komposisi bisa mewakili Ca, Mg, Fe2+, maupun Mn2+. Sedangkan variabel Y mewakili Al, Fe3+, Mn3+, V3+, maupun Cr3+. Mineral ini banyak ditemukan di batuan sedimen, metamorf, dan juga batuan beku.

Banyak orang yang masih salah mengasosiasikan garnet dengan delima merah. Padahal garnet hanya merupakan kelompok mineral pembentuk batuan dan bukan batuan itu sendiri. Mineral ini juga tidak berwarna merah mekanika terdiri dari banyak warna. Dalam aplikasinya, garnet banyak digunakan sebagai mineral untuk waterjet cutting sebesar 35%, filtrasi air 20%, dan bubuk penggosok 10%.
Gas
Gas adalah zat yang tidak berbentuk dan tidak terlihat dan tidak berbau pada konsentrasi rendah. Zat ini akan mengisi ruangan pada suhu dan tekanan yang normal dan dapat berubah menjadi zat cair ataupun padat dengan perubahan suhu dan tekanan di sekitarnya.

Jadi ada tiga faktor yang dapat mengubah gas menjadi zat lain yaitu tekanan, suhu, dan volume. Beberapa jenis gas yaitu Nitrogen (N2), Metana (CH4), Karbon Monoksida (CO), Hidrogen Sianida (HCN), Hidrogen Sulfida (H2S), dan beberapa jenis lainnya. Jenis-jenis tersebut dibedakan lagi berdasarkan senyawa atom penyusunnya. Ada gas yang tersusun atas satu atom seperti gas neon, molekul elemen satu atom seperti oksigen, atau berbagai macam atom seperti karbon dioksida.
Gas Alam
Gas alam atau gas bumi atau gas rawa adalah gas yang memiliki kandungan dominan berupa metana (CH4) dan banyak ditemukan di ladang-ladang minyak, ladang gas bumi, dan tambang batu bara. Selain metana, beberapa molekul lain yang dikandung gas alam adalah etana (C2¬H6), propana (C3H8), dan butana (C4H10), dan gas-gas lain yang banyak mengandung sulfur.

Dalam penggunaannya, gas alam terbagi menjadi beberapa jenis yaitu gas alam yang merupakan gas yang terbentuk di bawah tanah dengan campuran hidrokarbon tinggi, gas alam yang berupa cairan yang tersusun atas propana, butana, dan pentan yang diperoleh dengan cara disuling, dan petrol gas yang dicairkan adu biasa disebut LPG.
Gejala Alam
Gejala alam atau fenomena alam adalah sebutan untuk gejala yang timbul pada alam disebabkan oleh alam itu sendiri atau disebabkan oleh aktivitas dan interaksi antar komponen biotik dan abiotik di permukaan bumi. Adakalanya fenomena alam menyebabkan kerugian yang akhirnya menjadi bencana alam seperti kebakaran hutan, dan adakalanya menyebabkan keuntungan seperti curah hujan yang stabil.

Gejala alam juga dibagi menjadi menjadi fenomena kejadian dan fenomena kebendaan. Contoh fenomena alam kejadian adalah terjadinya banjir, pengendapan lava, metamorfosis, dan lain-lain. Sedangkan contoh fenomena alam kebendaan merujuk pada asal-usul besi, kapur, tanah liat, pohon, dan lainnya. Beberapa sumber juga mengaitkan kejadian di luar bumi sebagai salah satu gejala alam.
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang atau radiasi hasil dari kombinasi medan magnet dan medan listrik yang diisolasi. Gelombang ini menggunakan medium ruang untuk merambat dengan membawa muatan energi di dalamnya. Gelombang ini ditemukan oleh Heinrich Hertz yang kemudian namanya diabadikan sebagai satuan frekuensi gelombang.

Beberapa jenis gelombang elektromagnetik yang banyak digunakan hingga saat ini adalah gelombang radio, infra merah, spektrum kasa mata, ultraviolet, sinar x, dan sinar gama. Semuanya dibedakan berdasarkan panjang gelombang (?). Untuk gelo0mbang radio panjangnya adalah 1 mm-10.000 km, infra merah 0,001-1 mm, spektrum kasatmata 400-720nm, ultraviolet 10-400 nm, sinar x 0,01-10 nm, dan sinar gama 0,0001-0,1 nm.
Gelombang Laut
Gelombang laut merujuk pada aktivitas pergerakan air laut secara beraturan dan ditandai dengan naik turunnya air di permukaan. Variabel yang terdapat pada gelombang laut adalah panjang, tinggi periode, kecepatan, energi, dan beberapa variabel lainnya. Gelombang ini sangat dipengaruhi pembentukannya oleh pengaruh angin, gempa bumi, longsoran, kapal, dan aktivitas biotik lainnya.

Gelombang laut dibagi menjadi dua, yaitu gelombang laut dangkal dan gelombang laut dalam. Rumus untuk mencari kecepatan gelombang laut dangkal adalah C= vg.h. g merupakan gravitasi dan h mewakili kedalaman air. Sedangkan untuk menghitung gelombang laut dalam adalahC=(g.T)/2p T dalam persamaan tersebut mewakili periode. Gelombang saat mencapai laut akan terjadi dalam beberapa tahap. Dimulai dari tahap shoaling wave zone, breaker zone, Surf zone, swash, dan backswash.
Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal bisa dipahami sebagai gelombang yang memiliki arah getaran berhimpit yang sama dengan arah rambatan. Gelombang ini membuat gerakan medium yang dilewati gelombang akan sama atau berlawanan arah dengan arah perambatan tersebut untuk memindahkan energi. Gelombang longitudinal dibagi menjadi dua yaitu gelombang elektromagnetik dan non-elektromagnetik.

Gelombang elektromagnetik hanya membutuhkan media berupa ruang hampa untuk menyalurkan energinya. Contoh dari gelombang longitudinal elektromagnetik adalah gelombang radio. Sedangkan untuk non-elektromagnetik tidak mampu menembus ruang hampa dan membutuhkan media lain. Contoh dari gelombang non-elektromagnetik adalah suara yang dapat merambat melalui zat gas, padat, dan cair. Contoh lainnya adalah gas yang berada dalam tabung pompa dan dimampatkan untuk dipaksa keluar.
Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya berbanding tegak lurus dengan arah medium yang dilaluinya. Medium gelombang akan bergerak ke atas dan ke bawah selama energi gerakan ditransfer melaluinya. Sebagai contoh, sebuah tali yang mendapat energi dari ujung kanan ke kiri akan bergerak ke atas dan ke bawah, tegak lurus dengan arah rambatannya.

Beberapa istilah yang ada dalam gelombang transversal adalah simpangan, pucuk, dasar gelombang, bukit gelombang, lembah gelombang, amplitudo, dan panjang gelombang. Simpangan merujuk pada jarak satu titik pada posisi seimbang. Puncak gelombang yaitu titik tertinggi pada gelombang. Sedangkan dasar gelombang adalah titik terendahnya. Amplitudo merujuk pada jarak puncak atau dasar gelombang pada posisi seimbang.
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah gerakan yang terjadi di atas permukaan bumi disebabkan oleh energi yang terlepas secara tiba-tiba dari dalam bumi. Energi tersebut secara tiba-tiba menciptakan sebuah gelombang seismik yang hasilnya berupa getaran yang bisa dirasakan di permukaan. Gempa bumi terjadi saat lempeng bumi mengalami pergerakan.

Gempa bumi selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, pusat kedalaman gempa, dan gelombang atau getaran gempa. Berdasarkan penyebabnya, gempa terbagi menjadi gempa tektonik, gempa tumbukan, gempa runtuhan, dan gempa vulkanik. Sedangkan berdasarkan kedalaman terdapat gempa dalam, menengah dan dangkal. Lalu untuk jenis berdasarkan gelombang, adalah gempa primer dan gempa sekunder.
Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah sebutan untuk gempa yang disebabkan oleh aktivitas pergeseran lempeng plat tektonik. Tekanan antar lempeng batuan tektonik menghasilkan tenaga besar yang akhirnya mendesak lempeng untuk bergerak. Saat gerakan mencapai permukaan, maka terjadilah gempa tektonik. Gempa jenis ini termasuk gempa yang paling sering terjadi di Indonesia.

Gempa tektonik sangat erat kaitannya dengan teori lempeng tektonik yang menyatakan bahwa bumi pada awalnya merupakan kumpulan batuan yang sangat besar. Batuan ini pada akhirnya mengapung dan menjadi daratan atau benua-benua yang terus berpisah selama periode waktu tertentu. Benua tersebut masih memiliki hubungan dengan lempeng-lempeng yang ada di bawahnya. Aktivitas pemisahan antar lempeng inilah yang menyebabkan gempa tektonik.
Gempa Tremor
Gempa tremor adalah gempa yang memiliki amplitudo rendah, namun bisa terjadi secara terus menerus. Gempa ini tidak menimbulkan sentakan yang besar pada permukaan. Hanya gerakan halus namun dengan waktu yang panjang. Gempa jenis ini juga berbeda dengan gempa tektonik dan lebih mendekati kepada pengertian gempa vulkanik. Penyebab gempa tremor adalah aktivitas magma di dalam bumi yang mendesak untuk keluar.

Di Indonesia, salah satu contoh gempa tremor adalah aktivitas Gunung Anak Krakatau pada September 2018. Gunung Anak Krakatau sempat terpantau mengalami gempa tremor selama 3 hari berturut yang diperkirakan berasal dari aktivitas vulkanik dari dalam perut gunung. Gunung Anak Krakatau tidak mengalami erupsi lama masa gempa tersebut.
Gempa Vulkanik
Gempa Vulkanik adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh aktivitas magma di perut bumi pada gunung merapi yang aktif. Gempa ini bisa dikatakan sebagai salah satu indikasi bahwa gunung berapi akan segera meletus. Namun tidak selalu ketika gempa bumi terjadi, serta merta diikuti oleh letusan gunung berapi.

Pemicu lainnya dari gempa vulkanik yaitu juga bisa disebabkan oleh pergeseran batu di sekitar gunung berapi yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan terhadap kolam magma di bawah gunung. Gempa ini biasanya terjadi di wilayah sekitar gunung berapi. Indonesia merupakan negara yang masih memiliki banyak gunung berapi aktif. Oleh karena itu, penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan harus senantiasa waspada.
Geofisika
Geofisika merupakan salah satu dari cabang ilmu bumi, yaitu bagian yang mempelajari bumi menggunakan kaidah dan prinsip fisika. Ilmu dan teori fisika dipergunakan sebagai alat untuk mengenal bumi lebih detail dan terukur. Para peneliti menggunakan kaidah dan ilmu fisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melalui pengukuran yang dilakukan di atas permukaan bumi.

Secara umum, geofisika adalah ilmu yang membantu untuk menggali informasi mengenai kondisi dan keadaan di bawah permukaan bumi dengan cara melakukan penghitungan menggunakan metode tertentu dari permukaan bumi. Contohnya seperti mempelajari tentang gunung berapi, mengukur gempa yang mungkin akan terjadi, mempelajari pergerakan lempeng bumi ataupun menemukan sumber daya alam yang berada di dalam perut bumi.
Geografi
Geografi adalah satu cabang ilmu yang mana katanya berasal dari bahasa yunani dimana “geo” berarti bumi dan “graphein” berarti tulisan atau menjelaskan. Secara umum, cabang ilmu yang satu ini mempelajari tentang segala sesuatu yang ada di permukaan bumi baik itu yang bersifat fisik ataupun yang berhubungan dengan makhluk hidup berdasarkan pendekatan ruang dan lingkungan.

Menurut pendapat ahli, geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi dan segala kehidupan yang terkandung di atasnya, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi latar belakang pemikiran, jenis makanan, cara berpakaian, karakter tempat tinggal dan berbagai tempat rekreasi yang dinikmati. Seperti contohnya, penduduk yang tinggal di wilayah tropis akan memiliki sifat dan ciri yang berbeda dengan penduduk di wilayah subtropis.
Geologi
Geologi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang bumi terutama mengenai komposisi, ciri fisik, struktur dan juga mengenai proses pembentukannya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa mempelajari bumi dan segala macam material yang ada, juga proses pembentukan dan terjadinya bumi adalah obyek yang dipelajari dalam cabang ilmu yang satu ini.

Ilmuwan atau para ahli yang mendalami ilmu geologi disebut sebagai geolog. Dari mereka inilah, kita semua bisa memiliki pengetahuan mengenai umur bumi, material apa saja yang terkandung di dalam tanah dan juga di bawah tanah dan juga struktur bumi. Para geolog ini juga berperan penting dalam menemukan unsur-unsur penting seperti minyak bumi, batu bara dan lain sebagainya.
Geosfer
Geosfer merupakan lapisan di permukaan dan juga di bawah bumi yang mendukung kehidupan secara langsung atau tidak langsung. Lapisan ini tidak hanya yang nampak secara kasat mata, semua makhluk hidup dan juga unsur-unsur yang mengelilngi bumi, membentuk satu kesatuan pendukung kehidupan juga merupakan bagian di dalamnya.

Ada lima unsur dalam geosfer yaitu litosfer atau lapisan bumi bagian luar yang padat seperti tanah dan bebatuan. Unsur kedua, atmosfer yaitu udara atau gas yang menyelimuti bumi. Unsur ketiga, hidrosfer yaitu lapisan permukaan bumi yang berbentuk cair seperti sungai, danau dan laut. Keempat, biosfer atau sistem yang mendukung kehidupan. Terakhir adalah antroposfer yaitu lingkup manusia yang hidup di permukaan bumi.
Geothermal
Geothermal atau energi panas bumi merupakan suatu energi panas yang berada di dalam kerak bumi dan terbentuk di sana juga. Semakin dalam kerak bumi maka temperaturenya akan semakin panas hingga mencapai 5400 derajat celcius di pusat bumi. Energi ini terbentuk akibat dari berbagai aktivitas tektonik yang terjadi di dalam bumi.

Selain itu panas bumi juga berasal dari panas matahari yang kemudian diserap oleh permukaan bumi dan masuk ke dalam bumi. Geothermal digunakan untuk memanaskan ruangan atau air sejak jaman Romawi, namun kini energi ini dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Dibandingkan sumber lainnya, energi ini dinilai cukup ekonomis dan juga ramah terhadap lingkungan. Namun nilanya terbatas karena hanya ada di dekat perbatasan lapisan tektonik.
Gerak Semu Matahari
Gerak semu matahari merupakan kedudukan dari peredaran matahari yang terus berubah jika dilihat dari bumi. Fenomena ini terjadi karena bumi melakukan rotasi dan revolusi, sehingga menyebabkan matahari seolah bergerak padahal sebenarnya bumilah yang bergerak. Gerak semu ini terbagi menjadi dua yaitu gerak semu harian matahari dan gerak semu tahunan matahari.

Gerak semu harian matahari merupakan perubahan kedudukan matahari dilihat dari bumi selama satu hari. Hal tersebut terlihat ketika matahari seolah olah terbit dari timur dan tenggelam di barat. Sedangkan gerak semu tahunan matahari merupakan perubahan kedudukan matahari dilihat dari bumi selama satu tahun. Gerak semu matahari tersebut terjadi akibat rotasi yang dilakukan bumi selama satu hari dan revolusi yang terjadi selama satu tahun.
Gerhana Bulan
Gerhana bulan merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika sebagian atau seluruh penampang dari bulan ditutupi oleh bayangan bumi. Fenomena ini terjadi jika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga sinar matahari yang seharusnya menuju bulan terhalang sepenuhnya oleh bumi yang berada di tengah.

Namun, tidak setiap oposisi yang terjadi dengan bulan dan matahari menyebabkan gerhana karena bidang orbit bulan memiliki kemiringan sebesar 5 derajat terhadap bidang ekliptika. Meskipun tertutup sepenuhnya oleh bumi, namun kenyataan yang terjadi pada fenomena gerhana bulan posisi bulan masih bisa terlihat dari bumi. Hal tersebut terjadi karena ada sebagian dari sinar matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi menuju bulan.
Gerhana Matahari
Gerhana matahari merupakan fenomena yang terjadi ketika matahari tidak terlihat dari bumi karena tertutup oleh bulan. Bulan, bumi, dan matahari terletak pada satu garis lurus yang sama sehingga bulan menutupi sinar matahari yang seharusnya menuju bumi. Meskipun bulan lebih kecil dibanding bumi, namun bisa menutupi sinar matahari karena jarak dengan matahari lebih dekat dibandingkan bumi.

Jarak bumi dengan matahari yaitu sekitar 149.680.000 kilometer, sedangkan jarak bulan dengan matahari hanya sekitar 384.400 kilometer. Gerhana matahari dibedakan menjadi empat jenis diantaranya adalah gerhana total, gerhana sebagian, gerhana cincin, dan gerhana hibrida. Melihat fotosfer matahari secara langsung ketika terjadi gerhana dapat membahayakan retina mata akibat radiasi tinggi yang tidak terlihat langsung.
Gerhana Matahari Cincin
Gerhana matahari cincin merupakan gerhana matahari yang terjadi jika piringan bulan disaat puncak gerhana hanya menutupi sebagian piringan dari matahari. Gerhana ini bisa terjadi jika piringan milik bulan berukuran lebih kecil dibandingkan milik matahari. Sehingga jika piringan bulan menutupi matahari tidak semua piringan matahari tertutupi karena ukurannya lebih kecil.

Piringan matahari yang tidak tertutupi piringan bulan tersebut dari bumi terlihat bercahaya dan melingkar seperti cincin. Pada saat terjadi fenomena gerhana matahari cincin, bayangan umbra yang mengenai permukaan bumi tidak terlalu banyak sehingga tidak semua wilayah bumi menjadi gelap total. Fenomena gerhana jenis ini termasuk ke dalam gerhana yang jarang terjadi atau fenomena langka.
Geyser (Geiser)
Geyser (geiser) adalah sumber air bersuhu tinggi yang memancar dari sebuah lubang secara berkala. Setiap semburan air biasanya diikuti oleh uap panas karena tingginya suhu di dalam sumber air tersebut. Fenomena ini terjadi karena adanya beberapa komponen penting, yaitu: panas bumi, air dari permukaan tanah, dan sistem saluran air.

Air di atas permukaan tanah dapat meresap melalui retakan-retakan yang dapat terjadi karena berbagai hal, salah satunya gempa. Akibatnya, suhu di dalam tanah yang mengandung batuan panas akan menurun. Penguapan yang terjadi di dalam tanah menyebabkan tekanan yang semakin diperkuat oleh tekanan dari perut bumi. Kemudian semburan air dari dalam tanah terjadi. Geyser (geiser) merupakan fenomena yang hanya akan dijumpai di belahan dunia tertentu.
Gipsum
Gipsum adalah sejenis mineral dengan kandungan unsur kalsium yang tinggi. Mineral ini terbentuk karena proses penguapan air laut yang menyisakan sisa endapan berupa garam. Selain itu, endapan yang terjadi di laut juga dapat menghasilkan senyawa ini. Nama kimia mineral ini adalah CaSO4.2H20. Ciri-ciri senyawa mineral tersebut adalah warna putih dengan corak kekuningan atau warna abu-abu ringan.

Terdapat beberapa jenis gipsum yang dikenal, yaitu: gipsit, alabaster, selenit, dan satinspar. Pembagian jenis tersebut berdasarkan unsur yang membentuknya serta warna yang ditunjukkan. Senyawa ini dapat dilarutkan di dalam air murni (H20) dan asam (HCl). Penggunaannya tergantung apakah mineral ini menjalani proses kalsinasi atau tidak.
Gletser
Gletser adalah endapan air yang membeku sehingga berwujud salju dalam jumlah yang besar. Secara umum, endapan salju ini menumpuk di suatu area karena air tidak mampu meresap ke dalam tanah pada suhu yang sangat rendah. Bongkahan es mengendap diatas tanah dalam jangka panjang. Penelitian menunjukkan jumlah bongkahan tersebut menutupi 10% dari luas permukaan daratan bumi.

Sebagian besar berada di kutub, terutama antartika. Namun, endapan es juga terjadi di tempat-tempat bersuhu rendah dalam jangka panjang. Contoh yang paling mudah adalah puncak gunung karena ketinggian menyebabkan tekanan dan suhu rendah. Salju yang turun di puncak gunung tidak mudah mencari sehingga menjadi gletser.
Granit
Granit adalah jenis batuan beku frusik intrusif yang umum, yang memiliki tekstur granular dan phanerit. Batu ini dapat didominasi warna putih, merah muda, atau abu-abu, tergantung pada mineralogi mereka. Sebenarnya, jenis batu ini adalah batuan beku dengan volume antara kuarsa 20% dan 60%, dan setidaknya 35% dari total feldspar yang terdiri dari alkali feldspar.

Batuan ini hampir selalu besar, keras, dan tangguh. Properti ini telah menjadikannya sebagai batu konstruksi yang luas sepanjang sejarah manusia. Kepadatan rata-rata adalah antara 2,65 dan 2,75 g/cm3, kekuatan tekannya biasanya terletak di atas 200 mpa. Suhu leleh batu kering pada tekanan sekitar adalah 1215-1260°C. Granit memiliki permeabilitas primer yang buruk secara keseluruhan, tetapi permeabilitas sekunder yang kuat melalui retakan dan fraktur jika ada.
Gunung
Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menonjol sehingga memiliki ketinggian tertentu. Tinggi area terebut mampu menjadi pembeda dengan sekitarnya. Secara umum, bentuknya akan tampak seperti kerucut atau limas dengan puncak yang curam dan runcing. Pembentukannya terjadi secara tektonik lempeng, epeirogenik, dan orogenik.

Ada beberapa tipe gunung berdasarkan ketegori tertentu dan yang umum adalah berapi atau tidak berapi. Kelompok berapi memiliki magma atau lahar panas di dalam bumi yang akan muncul ke permukaan melalui puncak atau kawah. Proses ini terjadi akibat dari pergerakan magma sehingga meningkatkan suhu dan tekanan ditambah dengan pergeseran lempeng tektonik. Untuk tipe tidak berapi, kandungan didalamnya berisi batuan, pasir, dan sumberdaya mineral lainnya yang berasal dari pembekuan magma.
Gunung Berapi (Gunungapi)
Gunung berapi (gunungapi) adalah tipe gunung yang mempunyai magma aktif didalamnya sehingga dapat meletus pada waktu tertentu. Istilah berapi menunjukkan lahar panas yang muncul melalui kawah karena dorongan perut bumi. Selain itu, gunung aktif tersebut juga disebut dengan istilah vulkanik.

Sebuah gunung yang aktif memiliki periode tertentu ketika meletus. Faktor ini disebabkan oleh material tektonik dimana gunung berada. Area bumi dengan lempeng yang aktif akan mendorong guncangan magma secara masif. Hal ini meningkatkan aktifitas vulkanik seperti semburan debu, gempa, dan gemuruh kecil. Ketika magma sudah sampai di puncak kawah, lahar panas mulai menyebar dengan suhu tinggi. Gunung berapi (gunungapi) dapat menjadi mati atau dorman karena tidak ada lagi aktivitas vulkanik.
Gurun
Gurun adalah daerah lanskap tandus di mana sedikit curah hujan terjadi dan, akibatnya, kondisi kehidupan memusuhi kehidupan tanaman dan hewan. Kurangnya vegetasi memperlihatkan permukaan tanah yang tidak terlindungi pada proses penggundulan. Sekitar sepertiga dari permukaan tanah dunia adalah gersang atau semi-gersang.

Gurun terbentuk oleh proses pelapukan karena variasi suhu yang besar antara siang dan malam menempatkan strain pada bebatuan yang akibatnya pecah berkeping-keping. Meskipun jarang terjadi hujan, ada hujan lebat sesekali yang dapat menyebabkan banjir bandang. Hujan yang jatuh di bebatuan panas dapat menyebabkan mereka hancur dan pecahan dan puing-puing yang dihasilkan berserakan di area semakin terkikis oleh angin. Inilah alasan mengapa kondisi permukaan gersang.


Glossary H
Habitat
Habitat merupakan suatu tempat tinggal bagi makhluk hidup tertentu. Di tempat ini, makhluk hidup, bisa berupa binatang maupun hewan, bertahan hidup serta berkembang biak. Tempat tinggal ini secara spesifik menunjuk pada lingkungan fisik. Lingkungan fisik ini digunakan oleh makhluk hidup tersebut untuk bertahan hidup. Dalam beberapa keadaan, lingkungan fisik ini juga bisa mempengaruhi makhluk hidup tersebut.

Habitat tidak hanya menjadi suatu tempat tinggal dan lingkungan bagi satu kelompok spesies yang sama. Dalam satu lingkungan tersebut, beberapa spesies bisa hidup bersamaan dan menciptakan suatu hubungan yang saling mempengaruhi. Karena itulah, area ini bisa berisi binatang dan tumbuhan dari ragam spesies yang berbeda. Luasan dari lingkungan ini pun bisa berbeda satu dengan dengan lainnya dan tidak ada ukuran spesifik untuk ruang lingkupnya.
Helium
Helium merupakan salah satu unsur kimia berwujud gas yang bisa dijumpai dengan cukup mudah di alam semesta. Dalam Tabel Periodik Unsur, gas ini masuk dalam kategori gas mulia dan memiliki simbol He. Dalam tabel tersebut, nomor atom gas ini adalah 2. Secara umum, gas ini tidak memiliki warna, bau, serta rasa ketika gas ini berada di dalam suhu kamar.

Selain sifat yang ada di atas, gas helium juga sangatlah ringan. Bahkan, gravitasi bumi tidak cukup kuat untuk menahan gas ini agar tetap ada di permukaan bumi. Karena hal itu, gas akan dengan mudah masuk ke area atmosfer dan lepas dari bumi. Sifat ini kemudian dimanfaatkan dalam balon agar balon tersebut bisa dengan mudah melayang.
Hematit
Hematit menjadi salah satu mineral yang paling mudah dijumpai di permukaan bumi. Mineral yang satu ini merupakan oksida besi dengan komposisi Fe2O3. Unsur mineral yang satu ini banyak dijumpai sebagai unsur pembentuk batuan sedimen dan batuan beku. Mineral ini mampu dilebur dan dibentuk menjadi larutan padat pada suhu yang cukup tinggi, yaitu 950°C.

Dari segi warna, hematit ini bisa dijumpai dengan beberapa gradasi warna. Rentang warnanya mulai dari hitam hingga abu-abu dan perak. Terkadang, mineral ini juga dijumpai dengan warna coklat hingga ke merah. Mineral ini memang banyak digunakan untuk dijadikan biji besi. Namun, fungsinya lebih banyak digunakan sebagai bahan pelindung radiasi, dan produk olahan mineral lainnya.
Herbivora
Herbivora adalah istilah untuk menyebut hewan yang hanya memakan tumbuhan. Istilah ilmiah ini hanya berlaku untuk binatang dan tidak bisa digunakan pada manusia. Umumnya, hewan jenis ini banyak ditemukan di area tropis karena banyaknya tumbuhan di area ini. Selain itu, mayoritas binatang dalam kategori ini tidaklah berbahaya dan cenderung jinak.

Ada beberapa ciri khas dari binatang herbivora dan ini bisa diamati dari giginya. Salah satunya adalah adanya gigi geraham yang sangat berguna untuk mengolah bahan tumbuhan agar lebih lembut untuk proses pencernaan. Selain itu, ada juga gigi seri yang digunakan untuk menggigit dan memotong daun-daunan. Hewan kategori ini memang tidak memiliki gigi taring karena binatang ini tidak perlu mengoyak serat daging.
Hewan (Fauna)
Hewan (Fauna) adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk suatu organisme yang masuk dalam kingdom animalia. Dalam kingdom ini, manusia termasuk di dalamnya. Istilah lain yang sering digunakan adalah fauna dan binatang. Fauna hidup dengan cara memakan bahan organik dan ini bisa berupa tumbuhan ataupun bagian tubuh yang berasal dari binatang lainnya. Terkait dengan ini, studi yang secara spesifik mempelajari fauna adalah zoologi.

Ada banyak kategori yang digunakan untuk memilah dan mengkategorikan binatang. Misalkan saja, ada hewan vertebrata dan invertebrata. Vertebrata merujuk pada kepemilikan tulang belakang, dan invertebrata tidak memiliki tulang belakang. Fauna pun memiliki cakupan yang cukup luas, mulai dari binatang bersel satu hingga binatang dengan sel banyak. Secara umum, kingdom animalia ini bisa dibagi ke dalam 14 filum sebagaimana yang telah dikenalkan oleh Jean-Baptiste Lamarck.
Hidrogen
Hidrogen atau dalam bahasa Latinnya hydrogenium, adalah suatu unsur kimia yang mempunyai simbol H dan nomor atom 1 pada tabel periodik. Pada tekanan dan suhu standar, sifat dari unsur ini yaitu tidak berbau, tidak berwarna, bervalensi tunggal, non logam, serta sangat mudah terbakar karena merupakan gas diatomik.

Selain itu, Hidrogen merupakan unsur paling ringan di dunia dengan massa atom 1,00794 amu dan juga unsur paling melimpah dari total massa di seluruh alam semesta dengan presentasi kurang lebih 75%. Kebanyakan bintang terbentuk dari hydrogenium dalam kondisi plasma. Senyawa ini jarang dan langka dijumpai di bumi secara alami, namun dapat dihasilkan melalui proses elektrolisis dari air.
Hidrokarbon
Dalam kajian ilmu kimia, hidrokarbon merupakan sebuah senyawa gabungan yang terdiri dari dua unsur atom yaitu atom hidrogen (H) dan atom karbon (C). Seluruh rangkaian dalam senyawa ini mempunyai rantai atom-atom hidrogen dan rantai karbon, dimana keduanya saling berkaitan dalam penyusunan sebuah senyawa.

Rumus empiris antara hidrokarbon ini berbeda karena struktur molekulnya juga berbeda. Jumlah yang diikatkan pada alkuna dan alkena akan lebih sedikit dikarenakan atom karbon didalamnya berkaitan secara rangkap. Kemampuannya untuk berkaitan pada diri sendiri disebut katenasi, dan menyebabkan senyawa ini dapat membentuk sebuah senyawa baru yang lebih kompleks. Kemampuan tersebut bisa didapatkan dari karakteristik ikatan antara atom karbon yang memiliki sifat non-polar.
Hidrologi
Hidrologi merupakan salah satu cabang dari ilmu Geografi yang mempelajari tentang distribusi, kualitas, dan pergerakan air di seluruh penjuru bumi, termasuk sumber daya air dan siklus hidrologic. Orang yang sangat ahli dalam bidang ini dan bekerja di bidang "teknik sipil dan teknik lingkungan" serta "ilmu bumi dan ilmu lingkungan" disebut dengan hidrologist.

Kajian dalam ilmu hidrologi ini meliputi potamologi (aliran di permukaan), hidrometerologi (air yang berwujud gas dan berada di udara), geohidrologi (air tanah), kriologi (air berwujud padat seperti salju dan es), serta limnologi (air di permukaan yang relatif tenang, seperti waduk dan danau). Selain itu bidang ilmu ini juga mempelajari tentang perilaku hujan yang berkaitan dengan perhitungan banjir serta pembangunan teknik sipil untuk menanggulanginya.
Hidrosfer
Berasal dari kata hidros yang mempunyai arti air dan shpere berarti selimut atau lapisan, dapat dikatakan bahwa hidrosfer adalah lapisan air yang ada pada seluruh permukaan bumi. Lapisan air tersebut meliputi sungai, laut, danau, air tanah, gletser, salju, dan uap air pada lapisan udara.

Hidrosfer juga disebut dengan siklus hidrologis yang berarti perputaran air di bumi dengan jumlah sama dan bergerak pada satu lingkaran daur hidrologi, lingkaran air, dan siklus air. Siklus tersebut terjadi karena pengaruh dari sinar matahari yang memancarkan energi panas ke seluruh bumi sehingga mengakibatkan penguapan air pada sungai, danau, laut, rawa, dan samudera. Uap ini akan mengalami proses kondensasi dan menjadi awan yang akan menurunkan hujan.
Hidrotermal
Hidrotermal merupakan suatu larutan sisa magma dengan sifat aqueous sebagai hasil dari differensiasi magma. Larutan ini sangat kaya akan logam yang relatif ringan serta menjadi sumber terbesar yaitu 90% dari sebuah proses pembentukan suatu endapan.

Sistem dari Hidrotermal dapat didefinisikan sebagai sirkulasi fluida panas (50-500 derajat celcius), secara vertikal, serta lateral pada tekanan dan temperatur di bawah permukaan bumi yang sangat bervariasi. Dalam sistem ini mengandung dua jenis komponen utama yaitu fase fluida dan sumber panas. Sirkulasi fluida ini dapat menyebabkan himpunan material batuan dinding jadi tidak stabil sehingga membentuk himpunan material baru yang menyesuaikan dengan kondisi kesetimbangan baru.
Hiposentrum
Istilah hiposentrum atau hiposenter berasal dari bahasa Yunanai yang berarti “di pusat” dan merujuk pada penyebutan titik di kedalaman perut bumi di mana pusat gempa berasal. Pengukuran hiposenter didasarkan pada besarnya gelombang seismik (gelombang energi yang merambat karena adanya gangguan dalam kerak bumi seperti pergerakan lempeng, patahan, dan aktivitas vulkanik). Alat yang digunakan untuk mengukur besaran gelombang seismik adalah seismograf yang banyak terdapat pada pos-pos pengawasan gempa.

Ketika sebuah gempa terjadi, hiposentrum adalah titik pertama kali kemunculan pergerakan energi terdeteksi. Energi tersebut merambat dari kedalaman pusat gempa menuju permukaan dan menyebar ke wilayah yang terdampak gempa. Istilah yang digunakan untuk gempa yang menyebar di permukaan adalah episentrum.
Horizon Tanah
Horizon tanah adalah perbedaan lapisan tanah dengan lapisan bergenetik sama yang ada di atas maupun di bawahnya. Perbedaan tersebut terjadi karena berbagai proses yang terjadi dalam pembentukan lapisan tanah seperti proses translokasi, transformasi, serta pengurangan dan penambahan senyawa partikel kimia dalam profil tanah.

Proses pembentukan horizon tanah tidak terlepas dari proses pelapukan batu induk tanah. Horizon akan terbentuk setelah batuan induk tanah mengalami translokasi, yaitu perpindahan partikel tanah berukuran kecil yang disebabkan oleh pergerakan infiltrasi air, transformasi, yaitu perubahan profil tanah yang melibatkan proses kimia seperti oksidasi dan reduksi, serta penambahan dan pengurangan partikel kimia, yaitu perubahan tanah disebabkan oleh material tambahan yang datang dari lingkungan sekitar baik organik maupun anorganik.
Hujan
Hujan adalah hasil proses kondensasi (pengembunan) uap air yang naik dari permukaan bumi ke atas atmosfer. Proses kondensasi terjadi ketika air yang naik ke atmosfer bertabrakan dengan awan sehingga udara menjadi jenuh. Bentuk hujan yang turun bermacam-macam. Ada bentuk pepat, butiran kecil, dan butiran besar.

Dalam kehidupan, peran hujan sangatlah vital. Sebuah daerah yang memiliki curah hujan sangat rendah berpotensi mengalami kekeringan. Tumbuhan akan cepat mati karena kekurangan air. Curah hujan yang rendah juga berpotensi meningkatkan erosi pada tanah. Begitu pun ketika curah hujan terlalu tinggi yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur yang berbahaya baik bagi tumbuhan maupun tanaman pertanian.
Hujan Asam
Hujan asam merujuk pada jenis hujan yang kandungan pH airnya berada di bawah 5,6. Kandungan pH tersebut lebih sedikit daripada hujan normal yang memiliki pH sedikit di bawah 6. Hujan asam terjadi karena campuran sulfur (belerang) dan nitrogen yang bereaksi dengan oksigen dan membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Setelah bereaksi, keduanya menuju ke atmosfer dan membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang larut dalam air hujan.

Hujan asam pertama kali ditemukan di salah satu kota industri di Inggris, Manchester pada tahun 1852. Pencetus istilah ini adalah Robert Angus Smith yang menghubungkan hujan dengan polusi udara akibat industri. Meskipun demikian, kesadaran masyarakat luas akan bahaya hujan asam baru dimulai pada tahun 1970 saat ilmuwan banyak yang mengkaji fenomena tersebut.
Hujan Meteor
Istilah hujan meteor digunakan untuk menyebut satu aktivitas atau fenomena astronomi di mana sejumlah meteor terlihat melintas dan bercahaya di langit pada malam hari. Cahaya tersebut berasal dari banyak meteoroid (benda angkasa yang lebih kecil dari asteroid namun lebih besar dari atom) yang bergesekan dengan atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi.

Ukuran meteoroid sendiri sangatlah kecil, hanya sekitar sebiji pasir. Saat hujan meteor, rata-rata meteoroid akan habis di atmosfer dan tidak sampai jatuh ke bumi. Meteoroid yang berhasil mencapai permukaan bumi selanjutnya bernama meteorit. Hujan ini termasuk sangat jarang terjadi. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah etika bumi mengorbit dekat dengan sebuah komet dan melalui serpihannya.
Hujan Orografis
Hujan orografis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jenis hujan yang terjadi karena naiknya udara yang mengandung uap air dari lembah menuju puncak gunung karena pengaruh angin fohn. Angin Fohn sendiri adalah angin lokal yang disebabkan adanya gerakan udara dalam massa tertentu dengan ketinggian lebih dari 200 meter.

Uap air tersebut akan menyebabkan terjadinya penurunan suhu di puncak hingga akhirnya terjadi proses kondensasi atau pengembunan dan terjadilah hujan ortografis. Karena hujan orogafis disebabkan oleh naiknya uap air dari lembah ke puncak gunung, maka hujan ini hanya terjadi di daerah pegunungan saja. Air yang turun akan mengalir melalui lerengnya hingga berakhir lagi di lembahnya.
Hujan Zenithal
Hujan zenithal atau hujan ekuatorial adalah hujan lebat disertai guntur yang turun pada wilayah beriklim tropis dekat garis khatulistiwa (garis ekuator) dan hanya turun sebanyak dua kali dalam setahun. Wilayah spesifik tempat hujan ekuatorial turun yaitu antara 23.5 LU sampai 23.5 LS. Penyebab hujan ini adalah karena naiknya suhu udara disebabkan teriknya sinar matahari. Udara yang dipanaskan akhirnya mengambil air dari permukaan bumi seperti air pada tumbuhan, tanah, sungai, danau, dan sumber air lain.

Pada hujan zenithal, proses pengupan dan kondensasi berlangsung singkat karena teriknya sinar matahari serta dukungan angin vertikal. Karena turun di siang yang terik, hujan zenithal mampu mengurangi polusi udara di sekitar wilayah turunnya. Namun di sisi lain, hujan ini juga memiliki dampak buruk karena datangnya yang tiba-tiba dan sangat deras yang berpotensi terhadap ancaman bencana.
Hukum Archimedes
Hukum archimedes adalah hukum yang ditemukan oleh Archimedes yang menyatakan bahwa jika sebuah benda dimasukkan dalam zat cair, maka benda tersebut akan memperoleh gaya apung (gaya tolak ke atas) sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya. Hukum ini muncul setelah Archimedes diminta oleh Raja Hieron II untuk menyelidiki soal mahkotanya yang dicampur perak ataukah emas murni. Dan dengan hukum tersebut, Archimedes berhasil membuktikan bahwa mahkota raja bukanlah emas murni.

Secara sederhana, hukum archimedes menunjukkan bahwa gaya apung yang diterima benda dalam zat cair akan membuat benda tersebut menjadi lebih ringan. Resultan gaya apung dan gaya berat benda yang masuk ke dalam zat cair merupakan hasil dari berat benda itu sendiri. Berat benda ini selanjutnya disebut dengan berat semu.
Hukum Kekekalan Energi
Hukum kekekalan energi merupakan konsep fisika dan kimia yang berhubungan dengan jumlah energi yang tersedia dalam suatu sistem tertutup. Hukum menyatakan jumlah energi akan tetap dan tidak berkurang kecuali ada faktor lain yang masuk ke sistem sehingga menyebabkan kesetimbangan. Energi tersebut kekal karena tidak tercipta maupun musnah.

Contoh dari hukum ini ada pada hukum termodinamika pertama. Total energi terdiri dari energi yang dihasilkan oleh sistem dan energi yang terlepas. Selain itu, contoh yang paling sederhana adalah pembangkit listrik tenaga air. Energi kinetik dari air menggerakkan turbin lalu menghidupkan generator listrik. Energi baru yaitu listrik digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Listrik berubah menjadi panas ketika memanaskan air atau menyeterika baju. Itulah contoh hukum kekekalan energi yang ditemukan di lingkungan.
Hukum Newton
Hukum newton atau umumnya dinamakan dengan hukum mekanika klasik merupakan hukum yang dipakai untuk menjelaskan pengaruh gaya pada sebuah gerak serta ketercapaian sistem seimbang dalam sebuah gerak. Hukum ini dipakai lebih dari 300 tahun dan masih berlaku untuk menjelaskan konsep mekanika sederhana dalam kehidupan.

Ada tiga hukum dan masing-masing saling berkaitan satu dengan yang lain. Hukum pertama berbunyi benda memiliki kecepatan konstan kecuali ada gaya masuk ke sistem dan mengubah kondisi seimbang. Hukum kedua adalah penambahan gaya tersebut mengakibatkan perubahan kecepatan yang disebut percepatan. Arah perubahan sebanding dengan gaya yang diberikan. Hukum terakhir adalah gaya untuk aksi dan reaksi sama besar pada dua buah benda. Ketiganya terkenal sebagai hukum newton di bidang mekanika.
Hukum Ohm
Dinyatakan dalam Hukum Ohm jika setiap arus yang melewati konduktor dua titik maka akan berbanding lurus dengan tegangan yang melintas pada dua titik. Hukum dinamai sesuai dengan fisikawan Jerman Georg Ohm, yang, dalam risalah yang diterbitkan pada tahun 1827, menggambarkan pengukuran tegangan dan arus yang diberikan melalui rangkaian listrik sederhana yang berisi berbagai panjang kawat.

Secara matematis, hukam ini dapat dirumuskan uaitu tegangan adalah hasil kali arus listrik dan hambatan. Semakin besar hambatan maka tegangan akan semakin tinggi pada kondisi arus listrik tetap. Hal tersebut juga berlaku jika menambahkan arus listrik pada hambatan konstan sehingga tegangan semakin besar. Hukum ohm banyak dipakai di bidang listrik modern, termasuk pula fisika dan kimia.
Hutan
Hutan adalah wilayah besar yang didominasi oleh pohon. Ratusan definisi hutan yang lebih tepat digunakan di seluruh dunia, memasukkan faktor-faktor seperti kepadatan pohon, tinggi pohon, penggunaan lahan, kedudukan hukum dan fungsi ekologis. Menurut definisi Organisasi Pangan dan Pertanian yang banyak digunakan, hutan mencakup 4 miliar hektar atau sekitar 30 persen dari luas daratan dunia pada tahun 2006.

Hutan adalah ekosistem darat Bumi yang dominan, dan tersebar di seluruh dunia. Hutan menyumbang 75% dari produksi primer bruto biosfer Bumi, dan mengandung 80% biomassa tanaman Bumi. Produksi primer bersih diperkirakan mencapai 21,9 gigaton karbon per tahun untuk tipe tropis, 8,1 untuk tipe beriklim sedang, dan 2,6 untuk hutan boreal.
Hutan Bakau
Hutan bakau adalah semak atau pohon kecil yang tumbuh di air asin pantai atau air payau. Istilah ini juga digunakan untuk vegetasi pantai tropis yang terdiri dari spesies tersebut. Hutan bakau terjadi di seluruh dunia di daerah tropis dan subtropis, terutama di antara garis lintang 25°N dan 25°S. Total luas hutan bakau dunia pada tahun 2000 adalah 137.800 kilometer persegi (53.200 mil persegi), mencakup 118 negara dan wilayah.

Bakau adalah pohon yang tahan garam, juga disebut halofit, dan disesuaikan dengan kehidupan di kondisi pantai yang keras. Bakau berfungsi sebagai penyaring garam kompleks serta menahan gelombang laut. Area hutan bakau disesuaikan dengan kondisi oksigen rendah dari lumpur yang tergenang air.
Hutan Gugur
Hutan hujan, juga disebut hutan kering atau hutan gugur tropis, merupakan hutan terbuka di daerah tropis yang memiliki musim kemarau panjang diikuti oleh musim hujan lebat. Pohon-pohon di hutan monsun biasanya menumpahkan daunnya selama musim kemarau dan menjadi daun pada awal musim hujan.

Hutan ini juga berada di daerah antara tropis dan subtropics yaitu sebagai peralihan. Vegetasi mirip dengan hutan tropis tetapi lebih jarang dan jarang sekali pohon tinggi. Hutan ini juga sebagai penyangga karena mampu menahan air dan bertahan di musim kemarau panjang. Ciri yang paling khas dari hutan gugur adalah adanya siklus dan perbedaan mencolok pada satu musim dengan lainnya.
Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merupakan kawasan hutan dengan ciri khusus selalu lembap karena curah hujan yang tinggi. Musim kemarau yang sejuk dan tidak kering menyebabkan hutan ini mampu menjaga vegetasi sepanjang tahu. Area hutan terletak di kawasan tropis dan sedikit yang berada di subtropics. Negara-negara yang memiliki hutan ini terletak di kawasan Asia Tenggara, Amerika Selatan, Afrika Tengah, dan Kepulauan pasifik.

Hutan ini memiliki fauna dan flora yang lengkap. Keanekaragaman tersebut didukung oleh kondisi hutan dengan banyak vegetasi tinggi. Hutan ini berada di kawasan dengan ketinggian lebih dari 1200 meter diatas permukaan laut. Oleh karena itu, sebagian besar kawasan pegunungan umumnya masuk ke wilayah hutan hujan tropis.
Hutan Lindung
Hutan lindung adalah kawasan khusus yang diperuntukkan untuk mempertahankan fungsi ekologi. Kawasan tersebut dapat berbentuk hutan alami atau buatan yang terletak di sebuah daerah. Fungsinya adalah pencegah banjir, sumber udara bersih, penahan erosi, dan sebagainya. Berdasarkan fungsi tersebut, hutan juga dapat dibuat di area perkotaan untuk membersihkan udara. Area yang paling banyak dijadikan hutan lindung adalah hulu sungai, pinggir pantai, lereng pegunungan, dan lainnya.

Hutan lindung berbeda dengan kawasan lindung, meskipun kedua memiliki fungsi yang menunjang dan melengkapi satu dengan lain. Kawasan lindung berfokus ke konservasi flora dan fauna. Sebaliknya, kawasan hutan hanya menyediakan ekologi sehingga tidak merusak ekosistem yang sudah terbentuk.

Kembali ke Abjad...
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Glossary I
Ikatan Ionik
Dalam ikatan ionik terjadi peristiwa transfer elektron yang terjadi pada satu atom ke atom lainnya. Pada transfer yang terjadi tersebut, atom yang kehilangan jumlah elektronnya akan bermuatan positif dan atom yang mendapatkan elektron muatannya menjadi negatif. Istilah untuk atom positif tersebut disebut kation, dan untuk atom negatif disebut anion.

Contoh dari terbentuknya ikatan ionik adalah proses pembentukan NaCl atau natrium klorida. Keunikan dari ikatan ini diantaranya adalah terbentuk dari ion positif dan ion negatif, senyawanya mudah menghantarkan listrik jika di dalam air atau larutan, senyawanya cenderung dapat mengkritsal secara solid dan memiliki titik leleh yang cukup tinggi. Selain itu ikatan ini juga mudah larut di dalam air atau pelarut polar.
Iklim
Iklim sering juga diartikan sebagai cuaca rata-rata dalam jangka waktu panjang yang terjadi di suatu daerah bumi atau planet lain. Di bumi keadaan ini dipengaruhi oleh letak geografis dari suatu daerah dan topografi yang dimiliki. Posisi relatif matahari menyebabkan musim terjadi di berbagai daerah yang ada di bumi dan menjadikan ciri dari daerah tersebut.

Karakteristiknya yaitu berlaku dalam jangka waktu yang lama, hasil rata-rata cuaca, dan meliputi daerah yang cukup luas. Terdapat 4 macam kawasan yang dibedakan berdasarkan kemiripan iklim secara umum. Kawasan tersebut dipengaruhi oleh posisi relatifnya terhadap garis khatulistiwa yaitu kawasan tropika, kawasan subtropika, kawasan sedang, dan kawasan kutub.
Iklim Junghuhn
Iklim Junghuhn merupakan klasifikasi iklim yang dibedakan berdasarkan ketinggian suatu wilayah vegetasi. Iklim ini diklasifikasikan oleh Franz Wilhelm Junghuhn yang melakukan penelitian di wilayah Sumatera Selatan dan Dataran Tinggi Bandung. Zona iklim panas adalah wilayah yang memiliki ketinggian 0 hingga 650 meter dengan suhu udara 22–26,3 derajat celcius.

Zona kedua dari iklim junghuhn yaitu iklim sedang dengan ketinggian antara 650 meter hingga 1500 meter dpl dan suhu udara 17,1–22 derajat celcius. Zona iklim sejuk yaitu wilayah yang berada di atas ketinggian 1500 meter hingga 2500 meter dengan suhu udara 11,1–17,1 derajat celcius. Yang terakhir zona dingin berada di ketinggian lebih dari 2500 meter dari permukaan laut dengan suhu di bawah 11,1 derajat celcius.
Iklim Koppen
Iklim Koppen merupakan klasifikasi iklim yang dikembangkan oleh Wladimir Koppen yaitu ahli iklim dari Jerman. Sistem klasifikasi ini banyak digunakan secara luas sejak dikembangkannya di tahun 1884. Klasifikasi iklim menurut koppen dibedakan menjadi 5 zona yaitu iklim tropis (A), kering (B), subtropis (C), benua (D), dan kutub (E).

Wilayah di iklim tropis memiliki suhu rata-rata sebesar 18 derajat celcius dengan curah hujan yang cukup signifikan. Iklim kering memiliki curah hujan yang sangat kecil bahkan jarang terjadi. Wilayah iklim subtropis dengan suhu rata-rata satu bulan sebesar 10 derajat celcius. Iklim benua memiliki suhu rata-rata bulanan yang hampir sama dengan iklim subtropis. Klasifikasi terakhir dari iklim koppen adalah iklim kutub dengan suhu rata-rata di bawah 10 derajat celcius.
Iklim Matahari
Iklim matahari merupakan klasifikasi iklim berdasarkan dari seberapa banyak sinar matahari mengenai suatu wilayah dan terpengaruh oleh besar kecilnya garis lintang wilayah tersebut. Semakin besar garis lintang suatu wilayah maka akan semakin sedikit sinar matahari yang diterima. Klasifikasi dari iklim ini dibagi menjadi 4 yaitu iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang, dan iklim kutub.

Klasifikasi iklim matahari yang pertama yaitu iklim tropis berada pada daerah 0° - 23,5° LU/LS. Iklim subtropis berada pada daerah 23,5° LU/LS - 40° LU/LS. Wilayah iklim sedang berada pada daerah 40° LU/LS – 66,5° LU/LS. Dan yang terakhir adalah wilayah iklim kutub yang berada pada daerah 66,5° LU/LS - 90° LU/LS.
Iklim Tropis
Iklim tropis dapat didefinisikan sebagai iklim yang terjadi di negara-negara atau di daerah yang wilayahnya berlokasi dekat dengan garis khatulistiwa. Ada beberapa daerah yang memang wilayahnya tidak hanya dekat tapi dilewati oleh garis ekuator ini, termasuk Indonesia. Iklim ini juga banyak ditemukan di daerah-daerah sekitar Asia Tenggara dan Asia Timur.

Jika suatu daerah ada di dekat ekuator dan memiliki iklim tropis, maka sudah bisa dipastikan bahwa daerah tersebut hanya akan memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Negara-negara dengan iklim yang satu ini tidak memiliki kemungkinan untuk memiliki musim salju atau musim semi laiknya negara-negara yang lokasinya jauh dari garis khatulistiwa.
India
India adalah sebuah negara yang berlokasi di Asia Selatan. Negara ini berbentuk republik dan memiliki salah satu jumlah penduduk terbesar di dunia. Ada lebih dari 1,26 miliar orang yang tinggal di negara ini, hampir 80% di antaranya memeluk agama Hindu. Negara dengan luas wilayah sekitar 3,28 juta km2 ini pusat pemerintahannya terletak di New Delhi yang juga merupakan ibu kota negara ini.

Negara ini berbatasan langsung dengan beberapa negara lain, seperti dengan Tiongkok, Nepal, dan Bhutan di sebelah utara. Di sebelah selatan, negara bermata uang Rupee ini berbatasan dengan Samudra Hindia. Sedangkan di sebelah timur, wilayah negara ini berbatasan dengan Bangladesh dan Myanmar. Untuk sebelah barat, wilayah India berbatasan langsung dengan Pakistan.
Indonesia
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang tertetak di Asia Tenggara. Negara dengan luas wilayah lebih dari 1,904,569 km2 ini dihuni oleh 270 juta penduduk. Wilayah negara ini terdiri dari belasan ribu pulau. Pulau-pulau besarnya antara lain adalah Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua.

Indonesia terletak di 6°LU – 11°08’LS dan dari 95°’BT – 141°45’BT secara astronomis. Wilayahnya yang dilintasi oleh garis khatulistiwa membuat negara ini memiliki iklim tropis dan memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Letak negara beribukota di Jakarta ini ada di antara Benua Asia dan Australia yang membuatnya sangat strategis untuk jalur perdagangan.
Infiltrasi Air
Infiltrasi air adalah suatu proses alami di mana air hujan atau air dari sumber apapun meresap masuk ke dalam tanah. Di dalam proses ini, air akan masuk dan meresap secara penuh ke dalam tanah sehingga tidak mengalami proses evaporasi atau proses penguapan yang dikarenakan oleh panas sinar matahari.

Infiltrasi air dapat terjadi karena di dalam permukaan tanah terdapat banyak ruang dan celah di mana air dapat masuk dan mengalir ke dalam. Salah satu keuntungan jika air hujan masuk ke dalam tanah melalui proses ini dan tidak menguap adalah tanah dapat menjadi lebih subur dan air dapat diproses kembali dalam tanah dan digunakan kembali dengan lebih cepat.
Inggris
Inggris adalah sebuah negara di Eropa yang berbentuk kerajaan. Negara ini merupakan bagian dari Britania Raya atau Great Britain bersama dengan Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Negara ini memiliki luas 244.046 km persegi dan di dalamnya dihuni oleh 56 juta jiwa penduduk. Lokasi negara ini terbilang sangat strategis karena ada di perbatasan antara Benua Eropa dan Benua Amerika.

Secara geografis, wilayah Inggris terbagi menjadi tiga bagian yaitu wilayah dataran tinggi di bagian utara (pegunungan Skotlandia), wilayah tengah, dan wilayah dataran rendah. Pusat kota dan pemerintahan negara ini ada di wilayah dataran rendahnya dengan London sebagai ibu kota dan lokasi di mana tempat-tempat pentingnya berada.
Intan
Intan merupakan sebuah senyawa mineral yang merupakan hasil kristalisasi dari unsur karbon. Senyawa ini dikategorikan sebagai salah satu mineral berharga. Tingkat kepadatan yang dimiliki senyawa ini adalah 3,51 gram/cm3. Karakteristik lainnya adalah tingkat kekerasan zat yang mencapai level 10 dalam skala Mohs. Mineral ini juga dapat digunakan untuk mendispersikan cahaya.

Pembentukan mineral terjadi di wilayah mantel bumi akibat energi dorongan yang dikeluarkannya selama bertahun-tahun. Untuk mengaksesnya, perlu dilakukan penambangan dengan memanfaatkan teknik-teknik penambangan seperti pipa vulkanis. Hasil penambangan perlu diasah terlebih dahulu sebelum dapat dinilai sebagai mineral berharga. Saat ini, intan sudah dapat diproduksi di dalam laboratorium, akan tetapi mineral yang alamilah yang lebih sering dicari.
Inti Bumi
Inti bumi adalah lapisan terdalam dari bumi. Diameter dari bagian bumi ini adalah 2.440 kilometer. Bagian ini sebagian besar tersusun atas senyawa gabungan dari nikel dan besi. Suhu bagian ini diperkirakan mencapai 5.430°C atau setara dengan suhu permukaan matahari. Bagian tersebut merupakan tempat di mana semua gelombang seismik di bumi berasal.

Diperkirakan bahwa bagian bumi ini tidak secara langsung berhubungan dengan lapisan mantel bumi. Seperti halnya bumi secara keseluruhan, inti bumi merupakan bagian yang terus menerus berotasi. Diperkirakan bahwa kecepatan rotasinya lebih tinggi dibandingkan kecepatan rotasi bumi secara umum. Usia bagian tersebut diduga sebesar lima ratus juta tahun atau setara usia bumi.
Intrusi Magma
Intrusi magma adalah fenomena yang terjadi ketika magma dari perut bumi tidak berhasil naik ke permukaan melalui salurannya karena tenaga endogen yang mendorongnya terlalu kecil. Akibatnya, magma berusaha keluar melalui celah-celah kecil di dalam tanah, akan tetapi tetap tidak mencapai permukaan. Nama lain dari fenomena ini adalah plutonisme.

Setiap instrusi magma terjadi dengan beragam tingkat kekuatan. Meskipun magma yang berasal dari dalam tidak naik ke atas permukaan, fenomena ini tetap menyebabkan perubahan pada bagian kerak bumi. Hal ini dikarenakan suhu magma yang cukup tinggi. Terdapat enam bentuk topografi yan dihasilkan oleh fenomena ini, yaitu: lakolit, sill, apolisa, diatrema, batolit, intrusi korok, dan batolit.
Italia
Italia adalah sebuah negara yang terletak di pusat Laut Mediterania di Eropa. Ibukota negara ini adalah Roma. Secara keseluruhan, luas negara ini adalah 301.338 kilometer persegi. Berdasarkan sensus, total penduduknya saat ini mencapai 61 juta jiwa. Sejak tanggal 2 Juni 1946, negara ini mulai menganut sistem republik. Terdapat dua jenis iklim di negara ini yaitu iklim Laut Mediterania dan iklim sedang.

Negara ini merupakan salah satu sumber kebudayaan terbesar di dunia. Kekaisaran Roma yang berkembang di negara ini berhasil menguasai banyak negara dan menjadikannya pusat dari peradaban dunia Barat di masa itu. Kebudayaan Italia termasuk hasil seni dan makanan menjadi komoditi yang besar di seluruh dunia.



Glossary J
Jepang
Jepang adalah sebuah negara berbentuk kepulauan yang masuk dalam wilayah Asia timur. Sebutan lain untuk negara ini adalah Nippon atau Nihon atau Nipponkoku atau Nihonkoku. Negara ini terletak di ujung barat Samudera Pasifik dan berbatasan langsung dengan Laut Jepang di sebelah timur, serta Korea, Rusia, dan Republik Rakyat Tiongkok di sebelah barat. Jepang menganut sistem pemerintahan berupa negara kesatuan monarki parlementer.

Luas total negara Jepang adalah 377,973 km2 dengan populasi sejumlah 126,5 juyta jiwa per Oktober 2018. Pulau-pulau utama yang membentuk negara ini adalah Pulau Hokkaido, Pulau Honsu sebagai pulau terbesar, Pulau Shikoku, dan Pulau Kyushu. Jepang sendiri terkenal dengan daratan yang memiliki banyak gunung berapi aktif. Salah satu gunung yang paling terkenal di Jepang adalah Gunung Fuji.
Jerman
Jerman atau Deutschland adalah negara berbentuk republik federal dengan beberapa negara bagian di dalamnya yang terletak di wilayah Eropa Barat. Jerman berbatasan langsung dengan Polandia dan Republik Ceko di bagian timur, Austria, Swiss, dan Perancis di bagian selatan, dan Belanda dan Belgia di sebelah barat. Sedangkan di utara, Jerman berbatasan dengan Laut Baltik.

Luas wilayah Jerman adalah 357,021 km2 dengan populasi berjumlah 82 juta jiwa yang tersebar menjadi 16 negara bagian. Ibukota Jerman adalah Berlin. Sedangkan bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Jerman. Terletak di tengah negara-negara Eropa lain, Jerman memiliki posisi strategis sebagai penghubung dan jalur perdagangan antar negara sekawasan.


Glossary K
Kaldera
Istilah kaldera (wajan: Spanyol) digunakan untuk menyebut fitur vulkanik yang terbentuk disebabkan adanya aktivitas tanah yang runtuh setelah terjadinya letusan vulkanik. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Leopold Van Bunch yang melakukan penelitian seputar kaldera di Kepulauan Canaria. Selanjutnya, ia memasukkan istilah kaldera ke dalam perbendaharaan kata geologi.

Kaldera terbentuk ketika magma yang keluar pasca ledakan vulkanik menyebabkan ruang di bawah permukaan gunung kosong. Ketika ruang di bawah permukaan tanah kosong, maka tanah di atasnya akan runtuh ke bawah dan membentuk cekungan (semacam wajan) yang melingkar mengikuti struktur gunung. Salah satu contoh kaldera yang paling terkenal di Indonesia adalah Danau Toba.
Kalor
Kalor adalah salah satu perwujudan energi yang mampu berpindah dari satu zat atau benda yang memiliki suhu tinggi ke zat atau benda yang memiliki suhu lebih rendah ketika keduanya saling bersinggungan. Dalam prakteknya, energi kalor yang berpindah bahkan bisa mengubah wujud zat yang terkena aliran energinya. Sebagai contoh, air akan berubah menjadi uap setelah menerima energi kalor dari wadah besi yang dipanaskan.

Sebelum kalor dipahami sebagai energi, kalor memiliki satuannya sendiri yaitu kalori di mana 1 kal = 4,18 joule atau 1 joule = 0,24 kal. Ketika dikonversikan ke satuan energi, maka menjadi 1 joule = 10^7 erg. Sedangkan persamaan untuk menghitung kenaikan suhu maupun penurunan suhu kalor adalah c=Q/(m.?) atau Q=m.c.?T. C mewakili kalor jenis dalam J/Kg, Q adalah besaran energi dalam bentuk joule, m untuk massa dalam gram atau Kg, dan ?T mewakili perubahan suhu dalam Kevin ataupun celsius.
Kalsit
Kalsit merupakan salah satu anggota dalam kelompok mineral pembentuk batuan. Mineral ini memiliki rumus kimia CaCO3 dan hampir ditemukan di segala jenis batuan di dunia, baik batuan sedimen, batuan metamorf, dan batuan beku. Kalsit sendiri merupakan mineral pembentuk utama dalam batu kapur dan marmer yang notabene berasal dari kerak dasar bumi. Oleh karena itu, kalsit merupakan cadangan karbon terbesar di planet bumi.

Untuk penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, kalsit banyak dimanfaatkan sebagai material dan bahan dasar konstruksi kasar. Selain itu, kalsit juga banyak digunakan sebagai pigmen farmasi dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak terlepas dari sifat kalsit yang hampir memiliki semua sifat mineral-mineral lain yang sejenis.
Kamboja
Kamboja adalah salah satu negara yang terdapat di benua Asia dengan letak astronomis berada pada 10°LU - 15°LU dan 102°BT – 108°BT. Negara ini berbatasan dengan Thailand dan Laos di sebelah utara, Vietnam di sebelah timur, teluk siam di sebelah selatan dan Thailand di sebelah barat. Luas wilayahnya adalah 181.035 km².

Kondisi alam negara Kamboja adalah dataran rendah, pegunungan dan hutan hujan tropis. Diwarnai dengan danau dan sungai yang mengalir, negara ini terbilang cukup subur. Banyak lahan pertanian yang ada di sekitar sungai dan danau. Hal inilah yang menyebabkan penduduk negara ini sebagian besar berprofesi sebagai petani. Hasil utama pertanian dan perkebunan mereka adalah padi, jagung, umbi-umbian dan tembakau.
Karbon
Karbon adalah unsur yang paling banyak terdapat di bumi dan menjadi salah satu senyawa terpenting dan merupakan unsur dasar bagi sebagian besar organisme hidup. Unsur ini memiliki simbol C dan nomor atom 6 yang berada dalam tabel periodik. Sifatnya bervariasi tergantung dari jenis alotrop, misalnya berwarna hitam pada grafit dan bening pada intan.

Sebagai unsur dasar dari segala kehidupan di bumi, karbon dapat membentuk bersenyawa dengan unsur lainnya dan membentuk polimer. Unsur ini terbilang paling stabil dibandingkan yang lainnya. Ia jarang bereaksi di bawah kondisi yang normal. Ia akan tetap berbentuk padat meskipun telah melalui peleburan dalam suhu yang sangat tinggi.
Karbon monoksida
Karbon monoksida, memiliki rumus kimia CO, merupakan ikatan antara satu atom karbon dengan satu atom oksigen yang kovalen. Senyawa ini berbentuk gas yang tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna. Gas ini memiliki sifat mudah terbakar, sehingga menyebabkan munculnya karbon dioksida. Meskipun bersifat racun, gas ini memiliki banyak peranan penting dalam teknologi.

Keracunan karbon monoksida dapat berakibat fatal. Gas ini dihasilkan dari pembakaran material organik yang tidak sempurna dari kendaraan bermotor, pemanas atau alat masak yang berbahan dasar karbon. Kebanyakan menghirup gas ini menyebabkan sakit kepala, letih, sakit dada dan kebingungan. Jika menghirupnya dalam jumlah yang besar, seseorang bisa mengalami hilang kesadaran, kejang-kejang dan meninggal dunia.
Karbonat
Karbonat adalah mineral hasil senyawa antara karbon, oksigen dan senyawa lainnya sesuai dengan polimernya. Senyawa ini memiliki gugus atom dengan muatan negatif dalam rumus kimia CO?². Material yang mengandung senyawa ini adalah kapur, marmer dan batu gamping. Kandungan senyawanya sangat melimpah. Senyawa ini juga banyak terdapat dalam organisme hidup. Gigi, telur, tulang merupakan salah satunya.

Disisi lain, penggunaan kata ini menunjuk pada suatu proses yaitu karbonasi dimana ion karbonat mengalami ikatan dengan senyawa lainnya dalam membentuk suatu mineral. Sebagai contoh misalnya CaMg(CO3)2 adalah ketika senyawa ini membentuk ikatan dengan kalsium dan magnesium. Senyawa ini tidak bisa berdiri sendiri, ia harus memiliki ikatan dengan senyawa lainnya.
Karbondioksida
Memiliki rumus kimia berupa CO², karbondioksida merupakan salah satu senyawa berbentuk gas cair yang sifatnya tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, serta sedikit asam. Berat jenisnya lebih besar dari pada udara dan ia dapat larut di dalam air. Gas ini dapat bersifat menyerap gelombang inframerah dengan kuat, itulah mengapa ia disebut sebagai gas efek rumah kaca.

Karbondioksida dihasilkan dari proses respirasi atau pernafasan makhluk hidup seperti manusia, hewan dan digunakan dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan. Selain itu, CO² juga dihasilkan dari sisa hasil pembakaran fosil, dikeluarkan oleh gunung berapi dan proses geothemal. Gas ini merupakan unsur yang penting dalam siklus karbon.
Karnivora
Berdasarkan makanannya, hewan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu herbivora adalah hewan yang makan tumbuh-tumbuhan seperti kuda, kerbau, sapi dan domba. Jenis kedua adalah karnivora yaitu hewan yang memakan daging seperti singa, harimau dan macan. Terakhir adalah omnivora yaitu hewan pemakan segala yang artinya bisa makan tumbuhan dan juga makan daging.

Karnivora memiliki ciri-ciri yang berbeda untuk jenisnya. Pada mamalia, hewan pemakan daging ini pada umumnya berkaki empat, bergigi tajam, hidup di darat dan berkembang biak dengan cara melahirkan. Pada hewan laut, biasanya memiliki ciri tubuh yang besar dan berkembang biak dengan cara ovovivipar. Dan pada jenis burung, mereka memiliki cakar yang tajam dengan paruh yang runcing.
Karst
Karst adalah kondisi permukaan tanah dimana memiliki karakter yang berupa tanah kapur. Daerah ini merupakan daerah yang terbilang unik. Sifat tanah daerah ini biasanya tandus, memiliki kontur tanah berbatu, banyak terdapat gua-gua, ada sungai bawah tanah namun tidak mengalir di atas permukaan tanah. Tipe tanah seperti ini awalnya berasal dari proses pelarutan batuan kapur.

Di indonesia, banyak sekali contoh daerah karst. Misalnya di wilayah gunung kidul hingga pacitan. Anda akan menjumpai daerah bebatuan yang berwarna putih. Umumnya orang Indonesia menyebutnya sebagai batu gamping. Batuan gamping ini terbilang unik karena sifatnya yang mudah larut. Topografi wilayah ini bisa dibilang menarik karena terkadang menghasilkan bentuk-bentuk tanah atau gua yang unik.
Kartografi
Kartografi atau teknik pembuatan peta adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara pembuatan peta dan globe. Sejak jaman dahulu, pembuatan peta telah banyak dilakukan. Awalnya menggunakan cara manual yaitu dengan kertas dan pena. Permukaan bumi digambar di dalam kertas dengan cara yang unik dan terkadang disertai dengan karya seni.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, kartografi tidak lagi terbatas pada pena dan kertas. Ada banyak aplikasi atau software yang bisa dipergunakan untuk membuat peta. Cara ini memiliki lebih banyak keunggulan. Jika menggunakan kertas, Anda hanya akan melihat peta dalam dua dimensi. Sedangkan menggunakan aplikasi seperti CAD atau GIS, Anda bisa melihatnya dalam bentuk ruang atau 3 dimensi.
Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman ekosistem adalah bermacam-macam jenis dan ragam makhluk hidup yang terdapat dalam satu ekosistem. Ekosistem sendiri berarti suatu sistem ekologi sebagai bentuk hubungan simbiosis mutualisme antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Dalam satu ekosistem akan dapat ditemui bermacam-macam makhluk hidup. Beragam makhluk hidup inilah yang akhirnya membentuk istilah keragaman tersebut.

Dalam tempat tinggal kita, banyak sekali terdapat keanekaragaman ekosistem. Contohnya seperti ekosistem laut, ekosistem sungai, ekosistem terumbu karang, ekosistem rawa dan lain sebagainya. Semua makhluk yang hidup di dalamnya saling bergerak dan berpadu membentuk satu mata rantai sebagai upaya untuk melestarikan ekosistem tersebut. Ada juga ekosistem buatan manusia seperti ekosistem sawah, kebun dan juga ladang.
Keanekaragaman Hayati
Hayati adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup atau kehidupan. Sedangkan keanekaragaman hayati adalah satu bentuk kelimpahan yang terdapat dalam suatu lingkungan berupa sumberdaya alam hayati baik itu hewan ataupun tumbuhan. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa istilah ini merujuk kepada kekayaan macam makhluk hidup hewan dan tumbuhan yang terdapat dalam suatu ekosistem.

Salah satu contoh keanekaragaman hayati yang bisa dilihat di wilayah Indonesia adalah hutan hujan tropis. Banyak sekali bisa kita temukan berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di daerah tersebut. Puluhan bahkan ratusan jenis hewan dan tumbuhan mewarnai kehidupan di dalam hutan hujan tropis. Semua makhluk hidup tersebut adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya.
Kebakaran Hutan
Menurut Peraturan Menteri Kehutanan pengertian kebakaran hutan merupakan keadaan dimana sebuah hutan terbakar oleh api yang memberikan dampak pada kerusakan hutan serta hasil hutan sehingga berakibat pada kerugian secara ekonomis dan atau nilai lingkungan. Sedangkan menurut pakar kehutanan, Profesor Bambang Hero Saharjo yaitu penjalaran api yang terjadi secara bebas dan menghabiskan bahan bakar alam milik hutan seperti rumput, tunggak pohon, gulma, dedaunan, ranting atau cabang, dan lain sebagainya.

Kebakaran hutan dapat dipicu oleh aktivitas manusia atau terjadi secara alami. Secara alami bisa terjadi karena sambaran petir, lelehan gunung merapi, atau gesekan antara pohon kering. Sedangkan aktivitas manusia yang dapat memicu kejadian ini dilakukan baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Kekeringan
Kekeringan merupakan keadaan dimana suatu wilayah kekurangan jumlah pasokan air dengan masa yang panjang hingga bertahun-tahun. Biasanya terjadi jika suatu daerah memiliki curah hujan yang rendah dalam waktu yang lama sehingga cadangan air di tanah menipis akibat penguapan, penggunaan lain oleh manusia, atau transpirasi.

Keadaan tersebut bisa disebut bencana alam jika wilayah yang mengalaminya kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan yang terjadi pada pertanian dan ekosistem. Kekeringan bisa terjadi karena musim kemarau yang terjadi terlalu panjang, pohon yang terlalu sedikit sehingga peresapan air minim, penggunaan air yang berlebihan, dan sumber air yang tidak banyak. Dampak demografi yang ditimbulkan dari keadaan ini jika terjadi dalam waktu yang lama adalah migrasi massal.
Kenozoikum
Kenozoikum merupakan sebuah masa yang berlangsung sejak 65 juta tahun yang lalu hingga sekarang, ditandai dengan mulai tumbuhnya mamalia dan tanaman berbiji modern. Terbagi menjadi dua masa yaitu masa tersier dan masa kuarter. Di dua masa ini muncul dan punah berbagai macam hewan serta tumbuhan secara bergantian seiring dengan perubahan iklim global yang terjadi.

Masa tersier dimulai dari 65 juta tahun lalu hingga 1,7 juta tahun yang lalu. Di masa inilah munculnya hewan berjenis mamalia atau hewan menyusui seperti monyet dan kera. Masa kuarter dimulai sejak 1,7 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Di masa kuarter kehidupan semakin berkembang hingga muncul manusia. Sehingga masa kenozoikum juga disebut dengan masa modern.
Kepulauan
Kepulauan merupakan wilayah yang terbentuk dari rantai kumpulan pulau yang terbentuk secara tektonik. Sedangkan menurut Undang Undang merupakan rantai kumpulan pulau, baik bagian pulau, perairan di sekitarnya, dan wujud alamiah lain yang memiliki hubungan erat sehingga menjadi satu kesatuan secara ekonomi, geografi, keamanan, pertahanan, historis dan politik.

Istilah ini sebenarnya berasal dari bangsa Yunani dan memiliki arti kepala dan laut. Kata tersebut terbentuk dari rekonstruksi linguistik dari bahasa Yunani pada abad pertengahan yaitu untuk nama Laut Aegea. Selanjutnya penggunaannya beralih pada Kepulauan Aegean atau jumlah kumpulan pulau yang besar. Saat ini digunakan secara luas untuk semua kumpulan besar dari pulau seperti yang tersebar pada Laut Aegea.
Kerak Bumi
Kerak bumi merupakan lapisan dari bumi yang berada di bagian terluar bumi, lapisan ini dibagi menjadi dua yaitu kerak benua dan kerak samudra. Bagian dari kerak benua yang disusun oleh batuan granit memiliki ketebalan antara 20 kilometer hingga 70 kilometer. Sedangkan kerak samudra yang disusun oleh batuan basalt memiliki ketebalan antara 5 kilometer hingga 10 kilometer.

Unsur kimia pembentuk kerak bumi diantaranya adalah 46.6% Oksigen, 8.1% Alumunium, 27.7% Silikon, 3.6% Kalsium, 5% Besi, 2.1% Magnesium, 2.8% Natrium, 2.6% Kalium. Suhu dari lapisan ini akan semakin meningkat seiring dengan bertambah kedalamannya, bagian terbawah kerak memiliki suhu mencapai 200 hingga 400 derajat celcius.
Kilang Minyak
Kilang minyak merupakan sebuah fasilitas industri yang melakukan pengolahan minyak mentah untuk menghasilkan produk yang dijadikan sebagai bahan baku untuk industri petrokimia. Produk yang dihasilkan berupa bensin, minyak tanah dan bahan bakar diesel. Fasilitas ini memiliki prosedur yang komplek dan membutuhkan berbagai fasilitas pendukung yang lain. Pembangunannya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun kilang minyak relatif mahal. Fasilitas industri ini merupakan hal terpenting dalam pengolahan minyak bumi. Minyak mentah yang didapatkan dari proses pengeboran umumnya tidak bisa langsung digunakan. Agar dapat memiliki manfaat bagi segala aspek minyak mentah harus diolah secara optimal dengan menggunakan fasilitas industri.
Kipas Alluvial
Kipas Alluvial merupakan perubahan lapisan tanah yang terbentuk dari proses erosi kemudian membekas dan berbentuk seperti kipas. Biasanya kipas alluvial bisa ditemukan di daratan tinggi yang memiliki lapisan tanah yang cukup banyak. Proses erosi terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi pada suatu daerah.

Kipas Alluvial juga disebut sebagai dataran yang terbentuk dari sisa proses erosi yang telah dibawa oleh aliran sungai yang sudah menjadi kering. Erosi yang terjadi pada tanah menjadi sebuah endapan yang mengeras dan menjadi sebuah dataran. Biasanya alluvial bisa Anda temukan pada lereng ataupun pada kemiringan tertentu. Ketika sudah membentuk sebuah alluvial maka tanah tidak dapat lagi mengalami longsor karena sudah mengalami perubahan akibat cuaca.
Klimatologi
Klimatologi merupakan ilmu yang membahas dan mempelajari tentang perubahan cuaca dalam suatu daerah. Ilmu ini juga bisa dikategorikan sebagai ilmu sains dan juga geografi karena ilmu ini akan mempelajari tentang proses dan pemicu cuaca dapat berubah-ubah. Ilmu ini dipelajari agar mampu memberikan informasi tentang perkiraan cuaca yang mungkin terjadi di masa depan.

Klimatologi juga bisa membantu untuk memahami dan memperkirakan bencana yang mungkin terjadi. Dengan begitu maka perkiraan cuaca dapat diketahui dengan lebih pasti. Dan jika terjadi gejala akan adanya bencana maka dapat segera dilakukan pencegahannya. Selain itu ilmu ini juga bisa dimanfaatkan di bidang pertanian yang bisa memperkirakan cuaca yang cocok untuk lahan pertanian.
Kokas
Kokas merupakan bahan bakar yang memiliki kandungan karbon tinggi yang dihasilkan dari pemanasan batu bara. Kokas berbentuk seperti batuan yang berwarna abu gelap dan memiliki tekstur yang keras dan berongga. Batuan ini dapat terbentuk secara alami namun membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga seringkali yang digunakan adalah batuan yang dibentuk dari proses pengolahan.

Kokas biasanya digunakan sebagai bahan bakar untuk peleburan bijih besi. Batuan ini cocok digunakan sebagai bahan bakar kompor dan juga tungku. Karena dalam proses pembakaran batuan ini tidak mengeluarkan banyak asap. Batuan ini disebut memiliki sifat perisai panas yang akan unggul jika dikombinasikan dengan bahan yang lainnya.
Koloid
Sistem Koloid adalah proses pembentukan zat baru yang dihasilkan dari percampuran antara kedua partikel yang memiliki jenis yang sama. Contoh partikel koloid yang bisa dijumpai sehari-hari adalah awan, susu dan agar-agar. Ilmu yang mempelajari tentang sistem ini termasuk dalam kategori ilmu kimia. Partikel ini tidak akan terpengaruh oleh gaya bahkan oleh gaya gravitasi sekalipun.

Partikel koloid terbentuk dari pecahan partikel yang terlalu besar sehingga membentuk bagian yang lebih kecil. Partikel ini memiliki pergerakan yang cenderung lurus dan lambat serta tidak memiliki arah yang menentu. Partikel ini akan sulit diamati karena tidak memiliki endapan dalam sebuah wadah. Semakin kecil ukuran partikel maka akan semakin lambat juga pergerakannya.
Komet
Komet merupakan salah satu jenis bentuk benda langit yang berbentuk lonjong dan memiliki sinar. Jika dilihat dari tata surya komet terlihat seperti bintang yang bergerak. Komet terbentuk dari debu dan gas yang menggumpal dan berada jauh dari letak matahari. Proses penyatuan debu dan gas dengan proses yang cukup lama dapat membentuk komet di luar angkasa.

Komet juga dianggap sebagai bintang jatuh yang dipercaya bisa mengabulkan permintaan ketika melihatnya saat jatuh. Fenomena jatuhnya komet ini berlangsung pada interval waktu tertentu. Bintang ini juga berbeda dengan bintang yang lain karena memiliki ekor yang bersinar. Komet membutuhkan waktu hingga ribuan tahun untuk dapat mengelilingi matahari untuk satu kali putaran.
Kompas Geologi
Kompas geologi digunakan sebagai petunjuk navigasi dimana akan mengarah ke medan magnet yang dapat menyelaraskan dengannya. Sehingga alat ini bisa digunakan sebagai penunjuk arah pada sebuah daerah tertentu. Bahkan alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur sudut dari sebuah komponen. Alat ini biasanya akan digunakan untuk menunjukkan arah kiblat atau sebagai petunjuk arah ketika Anda tersesat dan buta arah.

Kompos geologi ini terdiri dari beberapa bagian besi yang mampu menganalisa besarnya medan magnet yang berada di sekelilingnya. Biasanya alat ini akan digunakan ketika di hutan. Karena di hutan cenderung terdiri akan pepohonan yang lebat maka akan menyulitkan untuk mengetahui petunjuk arahnya. Untuk itu digunakanlah alat ini untuk membantu menunjukkan arah yang sesuai.
Komponen Abiotik
Komponen Abiotik merupakan jenis penyusunan yang berada dalam suatu ekosistem yang mendapatkan pengaruh dari luas seperti suhu, udara maupun matahari. Setiap makhluk hidup membutuhkan beberapa komponen dari luar yang bisa mempengaruhi kelangsungan hidupnya dalam sebuah ekosistem. Komponen tersebut dapat memberikan energi untuk makhluk hidup menjalani kehidupan sehari-hari.

Agar proses rantai makanan dapat berjalan lancar tentu akan dibutuhkan beberapa komponen dari luar itulah yang disebut dengan komponen Abiotik. Komponen ini bermanfaat untuk menjaga aliran ekosistem kehidupan makhluk hidup. Komponen ini dapat membentuk karakter dan daya tahan tubuh makhluk hidup yang berada di ekosistem untuk dapat bertahan hidup. Komponen ini juga disebut sebagai komponen tak hidup yang memiliki manfaat untuk kehidupan makhluk hidup.
Komponen Biotik
Komponen Biotik disebut juga dengan komponen hidup yang merupakan bagian dari ekosistem yang bisa mempengaruhi perkembangbiakkan makhluk hidup yang lainnya. Dalam sebuah ekosistem setiap makhluk akan saling berinteraksi dan saling membutuhkan. Komponen ini juga dikenal sebagai komponen hidup yang akan mempengaruhi sirkulasi dalam sebuah ekosistem.

Komponen Biotik meliputi seluruh makhluk hidup seperti tumbuhan, manusia, organisme pengurai ataupun hewan. Setiap komponen memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Sehingga interaksi yang terjadi akan sangat mempengaruhi terbentuknya karakter setiap makhluk hidup. Karakter tersebutlah yang akan membedakan kategori makhluk hidup. Dalam ekosistem komponen terdiri dari produsen, pemangsa, komponen dan juga pengurai. Setiap kategori dalam ekosistem akan mempengaruhi rantai makanan.
Kondisi Geografis
Kondisi geografis merupakan salah satu kondisi yang menggambarkan keadaan letak dan dataran suatu daerah. Dimana kondisi ini akan mempengaruhi iklim di sebuah daerah. Selain itu perbedaan kondisi yang dialami setiap daerah tentu akan membuat terjadinya perbedaan waktu yang cukup signifikan pada suatu daerah. Letak geografis yang strategi tentu juga akan menguntungkan untuk jalur perdagangan dan kerjasama antara suatu daerah dengan daerah lain.

Kondisi geografis juga akan mempengaruhi jenis flora dan tumbuhan yang dapat tumbuh pada sebuah daerah tertentu. Hal tersebut terjadi karena adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya. Kondisi ini juga menentukan terbentuknya jenis dataran yang terdapat dalam sebuah daerah tertentu. Itulah yang mengakibatkan setiap daerah memiliki dominasi dataran yang berbeda.
Konservasi Tanah
Konservasi tanah merupakan suatu strategi pengelolaan tanah pada penempatan setiap bidangnya. Strategi dilakukan berdasarkan kemampuan tanah tersebut dengan memperlakukannya secara bijak sesuai ketentuan yang diperlukan, guna mencegah terjadinya erosi pada tanah dari permukaan bumi. Erosi terjadi akibat dari penggunaan tanah yang berlebih, salinisasi, serta pengasaman terhadap tanah. Para ilmuwan sering menyebutnya perubahan secara kimiawi atau biologi.

Strategi konservasi tanah sering digunakan dalam bidang pertanian. Namun, sekarang banyak bidang ilmu yang terlibat dalam strategi ini, diantaranya ilmu tanah, agronomi, mikrologi, hidrologi, dan lain sebagainya. Pengelolaan tanah dengan memperbaiki dan mempertahankan kesuburan tanah guna mengurangi kerusakan, kemunduran daya guna lahan serta untuk menjaga produktivitas tanah tersebut. Strategi ini dilakukan dengan cara rotasi tanah, menanam tanaman penutup lahan, serta tanaman penahan angin yang di tanam dengan alur paralel terhadap angin.
Korea Selatan
Korea Selatan adalah negara yang terletak di bagian selatan semenanjung Korea. Korsel yang berbatasan darat dengan Korea Utara dulunya satu negara yaitu Negara Korea. Tahun 1948 Korea dipisah menjadi 2 negara setelah Perang Dunia II. Sehingga korsel membentuk negaranya sendiri dengan sistem pemerintahan Presidensil. Rakyat korsel sendiri yang memilih Presiden sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintah dengan masa jabatan 5 tahun.

Korea Selatan termasuk negara maju urutan ke 13 di dunia. Kemajuan perekonomian korsel dicapai berdasarkan pendapatan domestik dan berkapita. Dengan luas wilayah sebesar 99,720km2 ini berada di antara 124°BT - 130°BT dan 33°LU - 39°LU, korsel memiliki penduduk sebanyak 50.924.172 jiwa. Namun, negara ini memiliki angka kelahiran terendah di dunia yaitu 8,4 bayi per 1000 penduduk. Mayoritas penduduknya beragama Kristen (Khatolik dan Protestan) dan Buddha, tetapi sebagian lainnya memilih untuk tidak beragama atau atheisme.
Korundum
Korundum atau kurundum (dalam bahasa Tamil) disebut juga kristal aluminium oksida merupakan suatu mineral jernih yang keras secara alami sehingga membentuk batuan. Pengerasan mineral ini berdasarkan rumus kimia Al2O3, bobot jenis 4,02 g/cm³, dan kekerasan 9. Batuan ini memiliki ketidakmurnian yang sangat rendah sehingga dianggap mineral murni. Ketidakmurnian yang terkandung biasanya menimbulkan warna warni pada batu tersebut. Selain berwarna warni, tekstur batuan ini sangat keras dan sukar tergores, sehingga bisa dipoles untuk dijadikan batu mulia.

Batu mulia yang dihasilkan diantaranya batu mirah yang berwarna merah dari oksida kromium, safir biru dari besi dan titanium, zamrud, topas dan juga kecubung. Korundum memiliki sifat kedap cahaya yang kurang menarik bila digunakan sebagai batu hias. Bahannya yang abrasif sering digunakan untuk mengasah, melicinkan, dan memoles benda dalam jumlah banyak.
Kromit
Kromit merupakan satu-satunya mineral sebagai sumber logam kromium. Mineral ini mempunyai komposisi yang bervariasi, sehingga dibagi menjadi 3 jenis. Jenis sesuai komposisi, yaitu kaya krom, kaya besi, dan kaya aluminium. Memiliki sifat fisik, yaitu berwarna hitam, kristal berbentuk tidak.beraturan, sistem kristal oktahendral, memiliki goresan cokelat, dan berat jenis 4,5 – 4,8. Mineral ini hanya terdapat pada batuan basa dan ultrabasa melalui segresi magma saat batuan terbentuk.

Kromit sendiri sering digunakan dalam bidang industri stainless steel, iron free temperature, gray cast iron, dan cromium plating guna memberikan perlindungan pada permukaan. Dalam bidang industri, krom yang akan digunakan melalui proses penambangan terlebih dahulu. Proses penambangan biji krom dibagi 2 tahapan. Tahap pertama Feed Preparation menggunakan crusher, screen, grinding mills untuk memperkecil ukuran bahan mentah dan memisahkannya dengan bahan lain. Tahap kedua Concentration menggunakan hydrocyclones dan spiral guna menghasilkan konsentrat krom. Dan sisa air pada tahap akhir digunakan untuk campuran besi dan Krom sebagai anti korosi serta pengkilap pada stainless steel.
Kuarsa
Kuarsa termasuk dalam kelompok mineral silikat yang umumnya ditemukan pada bagian kerak kontinen bumi. Ciri yang dimiliki, diantaranya sistem kristal heksagonal, berwarna bening atau putih, berat jenis 2,65, dan kekerasan 7. Mineral ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kristalin atau terjadi pada kristal yang dibedakan oleh warna. Dan kriptokristalin atau kristalnya berukuran mikroskopis yang bisa tembus cahaya dan ada yang tidak bisa tembus cahaya. Mineral ini juga memiliki sifat kimia sangat stabil pada lingkungan yang mudah mengalami pelapukan.

Kuarsa sebagai salah satu bahan alami yang sangat berguna, berdasarkan sifat fisik dan kimia yang dimiliki. Mineral ini memiliki sifat listrik dan tahan panas yang berguna untuk produk elektronik. Misalnya ponsel, Jam tangan, komputer dan berbagai perangkat khusus lainnya. Selain itu mineral silikat ini berwarna mengkilau, sehingga berguna sebagai batu permata dan bahan pembuatan kaca.
Kuarsit
Kuarsit adalah suatu jenis batuan yang dihasilkan dari hasil metamorfosis batu pasir kuarsa. Perubahan ini terjadi karena adanya proses pemanasan dan juga tekanan yang terjadi pada batu pasir tersebut. Hal ini biasanya berkaitan dengan kompresi tektonik yang berada di dalam sabuk orogenik. Warna batuan ini juga bermacam-macam mulai dari putih atau abu-abu untuk batuan murni, hingga warna-warna lain seperti oranye, hijau, biru, atau kuning.

Ketika adanya proses penyemenan batu pasir, maka butir butir kuarsa akan mengkristal dan membentuk mosaik interlocking kuarsa. Tekstur aslinya juga akan berubah dan akhirnya struktur batu pasir akan lenyap dan bermetamorfosis. Garis-garis lensa pada kuarsit terjadi karena adanya migrasi pada bahan-bahan seperti silika, oksida besi, karbonat selama proses rekristalisasi berlangsung.


Glossary L
La Nina
La Nina adalah sebuah fenomena gejala gangguan iklim dimana suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik menjadi menjadi turun dan juga lebih rendah bila dibandingkan dengan wilayah yang ada di sekitarnya. Efek yang disebabkan dari adanya fenomena ini adalah kapasitas volume hujan ketikan turun ke daratan menjadi lebih banyak dibanding sebelumnya.

Selama terjadi peristiwa La Nina, suhu air laut di daerah Samudra Pasifik akan menurun hingga mencapai 5?C lebih rendah dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Fenomena ini biasanya terjadi dalam kurun waktu 5 bulan. Hadirnya fenomena ini menimbulkan berbagai dampak yang cukup luas bagi cuaca di seluruh bagian dunia. Bahkan efeknya bisa mempengaruhi musim badai di daerah Pasifik dan juga Atlantik.
Laguna
Laguna adalah merupakan bagian atau sekumpulan air laut yang lokasinya terpisah dari lautan itu sendiri. Hal ini dikarenakan bagian air laut tersebut terhalangi oleh batu, karang, pasir dan sebagainya. Hal ini akhirnya yang menjadikan bagian air laut tidak bisa mengalir ke lautan. Jadi dengan kata lain bagian air laut tersebut tidak bisa mengalir ke lautan karena telah tertutup oleh gugusan karang atau pulau.

Istilah Laguna diambil dari bahasa latin lacuna yang artinya ruang kosong. Arti ini tertuju pada tanah pembendung air laut di Venesia yang melindungi Laut Adriatik dengan pantai Lido. Fenomena alam yang unik biasanya ditemukan di pantai yang memiliki pasang surut air laut yang relatif kecil. Ia juga umumnya memanjang sejajar dengan pantai penghalangnya yang dipisahkan oleh air laut.
Lahar
Lahar adalah sebuah aliran panas yang biasanya terjadi di lereng gunung akibat letusan gunung berapi. Material yang terdapat di dalamnya biasanya terdiri dari campuran batu, pasir, dan juga kerikil. Di beberapa negara, khususnya di Indonesia, aktivitas aliran panas ini biasanya cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas hujan.

Aliran lahar memiliki kecepatan yang sangat tinggi, mulai dari puluhan meter per detik hingga kilometer per detik. Bahan materialnya yang sangat panas dan energinya yang sangat besar menjadikan aliran yang dihasilkannya sangat berbahaya terutama bagi para penduduk yang tinggal di lereng gunung berapi. Oleh karena itu, di dalam ilmu geoteknik ada suatu cara untuk meminimalisir bahaya lahan dengan mengalirkannya ke dalam saluran khusus yang dikenal dengan sebutan "Sabo".
Lakolit
Lakolit adalah suatu lembaran lapisan yang muncul di antara dua lapisan sedimen. Proses munculnya dimulai dari adanya tekanan magma yang cukup tinggi yang berasal dari dalam bumi. Tekanan magma tersebut akan menjadikan strata atau lapisan bumi yang berada di dalam dipaksa untuk naik ke atas. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan lapisan tanah menjadi melengkung ke atas dan membentuk kubah.

Pembentukan lakolit biasanya terjadi pada kedalaman tanah yang cenderung dangkal dan dibentuk oleh magma yang cenderung kental. Contohnya adalah magma granodiorit, granit, dan juga diorit. Proses pendinginan magma di dalam tanah ini biasanya berlangsung secara perlahan-lahan. Batuan yang berada di atasnya juga biasanya sering mengalami erosi dan meninggalkan gundukan berupa batuan beku.
Laos
Laos merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Laos juga termasuk kedalam negara yang unik karena merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki garis pantai. Hal ini dikarenakan letak geografisnya yang diapit oleh negara lain seperti Kamboja di bagian selatan, Vietnam di bagian timur, Thailand di bagian barat, dan Myanmar serta Tiongkon di bagian barat laut.

Laos juga dikenal dengan sebutan “Negeri Seribu Gajah” atau Lan Xang. Ibu Kota negara ini adalah Vientiane. Sedangkan bahasa nasional yang digunakan adalah bahasa Lao. Mayoritas masyarakat negara ini menganut agama Budha atua Budhisme. Sistem pemerintahan yang berjalan di negara ini berupa Kesatuan Marxis-Lennis dari satu partai sosialis republik.
Laterit
Laterit adalah salah satu jenis tanah tidak subur atau tanah miskin hara yang identik dengan warna merah sebagai ciri khasnya. Unsur hara pada tanah tersebut hilang dikarenakan adanya air hujan yang membawa seluruh unsur hara yang terdapat dalam tanah tersebut. Tanah ini juga termasuk kedalam jenis tanah yang miskin akan mineral dan cenderung mudah lapuk karena kandungan mineral resistennya yang sangat tinggi. Namun jenis tanah ini termasuk tanah yang kaya akan seskuioksida.

Di Indonesia, tanah laterit sudah banyak ditemukan di berbagai daerah baik di Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan juga Papua. Luasnya sendiri mencapai 8.085 juta ha. Karena miskinnya unsur hara yang terdapat di dalam jenis tanah ini, hal ini yang akhirnya menjadikan tanah ini cenderung memiliki muatan positif serta jenisnya yang didominasi oleh liat aktivasi rendah.
Latosol
Latosol adalah salah satu jenis tanah yang memiliki ciri-ciri yang khas antara lain teksturnya yang liat, warna tanahnya yang cenderung merah atau coklat, memiliki kandungan bahan organik sedang, PH netral hingga asam, serta sifatnya yang dapat dengan mudah menyerap air. Selain itu tanah ini juga mengandung zat fosfat yang sangat mudah bersenyawa dengan besi.

Jenis tanah latosol sendiri merupakan tanah yang telah mengalami perkembangan atau diferensiasi. Tanah ini biasanya ditemukan pada daerah atau kawasan yang memiliki ketinggian antara 300 hingga 1000 meter per tahun. Kadar hara yang dimiliki oleh tanah ini biasanya tidak terlalu banyak. Namun jenis tanah yang satu ini cocok digunakan untuk menanam tanaman palawija seperti kopi, karet, atau kelapa sawit.
Laut
Laut adalah suatu perairan air asin yang sangat luas, dimana letak geografisnya yang dikelilingi oleh daratan baik secara menyeluruh ataupun sebagian. Dalam arti luas maknanya juga bisa berupa suatu perairan di samudra yang saling berhubungan di Bumi. Peran dari perairan laut asin ini juga sangatlah penting karena dapat mempengaruhi siklus air, siklus nitrogen, dan juga siklus karbon yang ada di bumi.

Seiring adanya pergeseran lempengan bumi, maka rasio laut juga menjadi tidak seimbang. Di Bagian Bumi Utara, rasio perairannya cenderung lebih besar dibandingkan dengan Bagian Bumi Selatan. Kadar salinitas perairan di samudra memiliki nilai pada kisaran 3.5%. Hampir 85% zat yang dihasilkan oleh perairan asin ini mengandung banyak sekali natrium klorida.
Lava
Lava adalah suatu cairan yang berupa magma, cairan ini biasanya dikeluarkan dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau juga patahan lempeng bumi. Cairan yang membeku ini lama kelamaan akan membentuk bebatuan yang memiliki bentuk yang bermacam-macam. Namun pembentukan batuan tidak selalu terjadi. Ada kalanya cairan magma tidak mengalir dengan stabil sehingga hanya akan membentuk awan panas yang berasal dari guguran lava.

Cairan magma juga memiliki jenis yang bermacam-macam. Bila cairannya sangat encer dan lelehannya sangat jauh dari sumber keluar, maka biasanya akan membentuk suatu aliran seperti sungai dan akhirnya membeku menjadi bebatuan. Istilah ini dikenal dengan sebutan lava blok. Namun bila cairannya agak kental dan juga mengalir tidak terlalu jauh dari sumber, maka akan terbentuk sebuah kubah yang pinggirannya membeku, suhu yang dihadirkannya juga cenderung sangat tinggi.
Lembah
Lembah merupakan suatu wilayah tanah rendah yang membentang di kaki gunung. Letaknya berada disisi kanan dan kiri sungai, serta dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan. Tanah rendah ini memiliki permukaan yang tidak rata atau disebut juga glester, terbentuk melalui proses geologis pada wilayah tertentu. Tanah rendah ini biasanya memanjang dan memiliki luas wilayah puluhan hingga ribuan kilometer persegi.

Lembah glester yang terbentuk akibat erosi glester ini terjadi selama puluhan ribu tahun. Pada umumnya glester ini memiliki 2 bentuk, yaitu bentuk U dan bentuk V. Wilayah ini memiliki suhu udara yang dingin sehingga beragam populasi tumbuhan bersifat endemi tumbuh disini. Dan juga kelestarian habitat yang hidup didalamnya dapat terjaga.
Lempeng Bumi
Lempeng bumi merupakan lapisan terluar (litosfer) dari permukaan bumi. Litosfer terbentuk dari 2 lapisan, yaitu lapisan bagian atas kerak dan teratas mantel bumi yang bersifat kaku dan padat. Lapisan bagian bawah litosfer terdapat astenosfer yang memiliki bentuk padat. Meskipun berbentuk padat cairan dapat mengalir dengan sangat lambat dan lama dalam skala waktu geologis pada lapisan ini.

Lempeng bumi memiliki tujuh kerak utama dan beberapa kerak kecil lainnya. Kerak litosfer ini menumpang diatas astenosfer dengan pergerakan relatif satu dengan yang lainnya dibatasi – batas kerak. Mereka bergerak menjauh (divergen), menyimpang (transform), dan bertumpukan (konvergen). Pergerakan atau pergeseran yang terjadi menimbulkan pembentukan gunung, pembentukan palung samudra, aktivitas vulkanik, dan gempa bumi di sepanjang daerah batas lempeng.
Lereng
Lereng adalah suatu permukaan tanah yang membentuk sudut kemiringan tertentu pada bidang horizontal. Kemiringan tanah dapat terbentuk melalui proses alamiah dan proses rekayasa manusia (buatan). Proses alamiah terjadi akibat pergerakan tanah didaerah regional tertentu dengan cakupan cukup luas, atau sering disebut dengan longsoran.

Proses lereng buatan atau rekayasa manusia merupakan pembangunan infrastruktur sesuai ketentuan untuk kepentingan umum dan masyarakat. Biasanya masyarakat sering membuat galian atau timbunan untuk tanggul, kanal, serta bendungan sesuai dengan keperluan mereka. Namun, kestabilan medan menjadi masalah utama dalam proses buatan ini karena dapat merusak lingkungan dan mengganggu keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Letak Astronomis
Letak astronomis diartikan sebagai suatu letak daerah atau wilayah yang dapat dilihat dari garis lintang dan garis bujur. Garis bujur sendiri merupakan garis yang membentang dari arah kutub selatan ke kutub utara yang membelah bumi menjadi 2 bagian yakni Bujur Timur dan Bujur Barat. Titik nol derajat terletak di bagian barat garis tepatnya di Greenwich yang dikenal sebagai garis meridian atau awal perhitungan waktu Internasional.

Letak astronomis sesuai garis bujur dapat mempengaruhi perbedaan waktu. Misalnya WIB, WITA, WIT dan lainnya sebagainya. Sedangkan garis lintang atau garis khatulistiwa 0 derajat merupakan garis yang melintang di permukaan bumi dari Barat ke timur. Garis lintang sendiri dibagi menjadi 2, yaitu Lintang Utara (LU) dan Lintang Selatan (LS). Garis lintang ini yang menjadi pengaruh perbedaan iklim di suatu daerah.
Letak Geografis
Letak geografis merupakan letak suatu negara atau wilayah yang berdasarkan pada bentuk dan posisinya di permukaan bumi. Letaknya dibatasi oleh berbagai fitur geografi yang ada di bumi dan nama daerah yang bersebelahan secara langsung dengan daerah tersebut. Beberapa fitur geografi yang ada di bumi yaitu benua, laut, gunung, samudera dan lain sebagainya. Letak ini bisa ditentukan dengan letak astronomis, fisiologis dan geologis.

Letak geografis suatu wilayah atau negara menjadi aspek penting untuk menentukan kondisi wilayah tersebut dalam bidang budaya, sosial, politik, ekonomi dan lainnya. Keuntungan letak ini dilihat dari sumber dayanya yang ada di darat dan di laut. Selain itu letak ini juga berpengaruh terhadap sosial budaya serta hubungan internasional dengan negara lain atau organisasi tertentu.
Letak Geologis
Letak geologis adalah suatu istilah untuk menyebutkan letak wilayah atau daerah yang didasarkan pada susunan batuan yang terdapat pada permukaan bumi. Letak negara jika didasarkan pada pengertian ini berarti merujuk kepada susunan batuan yang ada di bawah bagian bumi atau ada di dalam perut bumi dimana negara tersebut berada.

Letak geologis suatu negara juga dapat diketahui dari letak batu-batuan yang berada di kisaran permukaan bumi dimana negara tersebut berada. Selain letak, kondisi lempeng bumi dan juga keadaan batuan dapat menjadi acuan untuk menentukan letak negara tersebut. Antara negara satu dengan negara lain pastinya memiliki karakteristik susunan batu-batuan yang berbeda satu sama lain yang akhirnya menjadi ciri khas untuk menentukan letak negara tersebut.
Limbah
Limbah adalah suatu hasil buangan yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia, baik berupa aktivitas industri maupun domestik atau rumah tangga. Jenisnya pun bermacam-macam, mulai dari grey water atau air buangan hasil aktivitas rumah tangga, black water atau air kakus, dan juga sampah.

Sampah sendiri termasuk ke dalam jenis limbah padat. Merupakan produk hasil buangan aktivitas manusia karena nilainya yang tidak lagi berharga. Sampah ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sampah organik yang berasal dari bahan-bahan alami dan sudah terdegradasi serta sampah non organik yang sulit terdegradasi. Jika tidak tertangani dengan baik, maka hasil buangan ini akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan juga penyakit bagi manusia.
Lingkungan
Lingkungan adalah suatu perpaduan berbagai kondisi fisik di alam baik biotik maupun abiotik antara lain energi matahari, tanah, air, udara, serta berbagai flora dan fauna yang ada didalamnya baik yang hidup di daratan maupun di lautan. Pengertian lain yang bisa diartikan yaitu segala sesuatu yang berada di sekitar manusia dan mampu mempengaruhi berbagai aspek perkembangan hidup manusia.

Komponen biotik pada lingkungan meliputi tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan manusia. Bisa juga disebut dengan segala sesuatu yang bernyawa. Sedangkan komponen abiotik mencakup iklim,udara, cahaya, tanah, dan kelembaban. Untuk mempelajari lingkungan ada ilmunya tersendiri yang disebut dengan ekologi. Ekologi sendiri merupakan salah satu cabang keilmuan dari ilmu biologi.
Lipatan
Lipatan adalah suatu gelombang atau bisa juga disebut dengan undulasi yang terbentuk pada permukaan batuan yang akhirnya membentuk suatu penekukan. Salah satu fenomena struktur dataran bumi yang satu ini merupakan struktur geologi yang terbentuk akibat adanya deformasi pada suatu batuan.

Salah satu fenomena struktur dataran bumi yang satu ini dibagi menjadi dua macam yaitu sinklin dan antiklin. Sinklin atau yang bisa juga disebut dengan synfrom merupakan suatu lipatan yang membentuk sebuah palung. Sedangkan antiklin atau yang disebut juga dengan antiform tidak membentuk sebuah palung melainkan busur.
Listrik Statis
Listrik statis adalah suatu muatan listrik di dalam maupun di luar benda yang mengalami ketidakseimbangan. Muatan listrik pada suatu benda ini akan tetap ada hingga adanya aliran listrik yang akan menghilangkannya. Muatan listrik yang satu ini akan kontras dengan aliran listrik yang dialirkan melalui kabel atau konduktor.

Pembuatan listrik statis ini terjadi apabila ada dua permukaan benda yang terhubung dan juga terpisah. Dari dua permukaan benda yang terhubung ini, salah satunya harus memiliki tingkat resisten yang tinggi terhadap arus listrik. Efek dari muatan listrik yang satu ini biasanya bisa dirasakan oleh banyak orang seperti misalnya percikan listrik yang terjadi akibat adanya kelebihan muatan yang kemudian dinetralkan.
Litosfer
Litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar. Lapisan ini terkenal juga dengan nama “kulit bumi” dan diperkirakan tebalnya adalah 66 km atau lebih. Istilah ini datang dari bahasa Yunani dan merupakan penggabungan dari dua kata yaitu kata “lithos” dam kata “sphere”. Lithos berarti berbatu dan sphere artinya padat.

Litosfer terbentuk dari 3 jenis bebatuan yaitu batuan beku, batuan metamorf, dan batuan sedimen. Karakteristik dari lapisan terluar kulit bumi ini sangat keras dan hampir menyerupai matel yang menyelubungi bumi. Secara lebih detail, lapisan kerak bumi ini terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu kerak benua dan kerak samudra, di mana daratan ada di kerak benua dan lautan ada di kerak samudra.
LNG
LNG adalah singkatan dari Liquiefied Natural Gas. Gas jenis ini adalah gas alam cair yang sering juga dijuluki dengan istilah elenji. Gas alam ini merupakan jenis gas yang sudah diproses secara penuh untuk membuang zat-zat pengotor dan sudah didinginkan hingga suhunya mencapai jauh di bawah titik beku (kurang lebih -160° Celcius).

Penggunaan LNG pada umumnya adalah untuk menggerakkan kendaraan alat berat atau heavy duty vehicle, seperti truk, alat berat pertambangan, dan tangki BBM. Jenis gas ini juga cocok digunakan untuk jenis angkutan kereta api dan kapal laut. Saat ini, gas elenji menjadi alternatif terbaik untuk diesel yang jumlahnya semakin menipis.
Logam
Logam adalah jenis material atau unsur senyawa yang keras dan tidak tembus cahaya. Istilah ini dalam kimia digunakan untuk mendeskripsikan material dengan karakteristik termal dan konduktivitas listrik yang baik. Material jenis ini memiliki bentuk yang liat, di mana material ini bisa ditempa dan dibentuk tanpa merusak partikel-partikelnya.

Logam bisa juga dilelehkan dan ditarik hingga mencapai bentuk yang halus dan tipis. Umumnya, material ini digunakan untuk material konstruksi dan pembuatan alat-alat berat di mana karakteristik material ini yang sangat kuat dan tidak bisa patah menjadi kelebihan. Material ini dapat juga digunakan untuk membuat alat-alat kelistrikan karena karakteristiknya yang bisa menghantar listrik dengan baik.
Logam Mulia
Di dalam ilmu kimia, logam mulia adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan jenis logam yang tahan terhadap hal-hal berbau oksidasi dan juga korosi. Beberapa jenis logam yang dapat dimasukkan dalam kategori ini adalah emas, perak, platina, dan paladium. Sifat dari logam jenis ini adalah langka dan tidak akan berkarat. Inilah yang membuat harga logam jenis ini sangat mahal.

Karena sifatnya yang awet dan anti korosi, logam mulia banyak dijadikan sebagai material utama pembuatan mata uang dan pembuatan perhiasan. Anti korosi bukanlah satu-satunya alasan mengapa material ini dijadikan sebagai bahan utama mata uang, tapi juga karena sifatnya yang sangat keras dan tidak bereaksi dengan asam.
Logam Tanah Jarang (LTJ)
LTJ adalah singkatan dari Logam Tanah Jarang. Logam jenis ini di antaranya adalah skandium dan yttrium. Meski namanya memiliki kata "jarang" di dalamnya, logam jenis ini termasuk sangat melimpah jumlahnya dan dapat ditemui dengan mudah di kerak bumi. Logam jenis ini termasuk sebagai salah satu unsur kimia dengan nilai ekonomi terkecil karena memang sangat mudah ditemukan.

Karakteristik dari LTJ adalah dapat menghantar listrik. digunakan di banyak perangkat komputer. Saat ini, penggunaan logam jenis ini semakin meningkat seiring dengan banyaknya perangkat ponsel dan komputer yang diproduksi, termasuk baterai isi ulang, kepingan DVD, magnet, dan lain sebagainya. Logam ini juga digunakan di berbagai peralatan listrik.
LPG
LPG jika dijabarkan adalah Liquefied Petroleum Gas. Gas jenis ini adalah gas yang berasal dari minyak bumi yang sudah diproses dan dicairkan. Komponen utama dari gas jenis ini adalah propana. Untuk saat ini, gas yang sering disebut juga dengan istilah elpiji ini menjadi bahan utama untuk gas bahan bakar kompor dan alat masak lainnya.

LPG cocok untuk penggunaan ini karena memiliki titik didih yang sangat rendah. Beberapa sifat dari gas jenis ini adalah tidak beracun, mudah menghantarkan api (mudah terbakar), dan dapat menguap dengan mudah dan cepat. Berat dari gas ini lebih dari udara pada umumnya sehingga cepat menyebar ke mana-mana.


Glossary M
Magma
Magma merupakan salah satu materi panas yang ada di dalam bumi, khususnya dan umumnya lokasinya berada di dalam gunung berapi. Materi ini memiliki suhu yang sangat tinggi. Dari segi bentuknya, materi panas ini memang berbentuk cair dan tersusun oleh materi yang kompleks. Zat panas yang kemudian mampu keluar. Bagian yang keluar dan mencapai permukaan bumi ini disebut dengan lava.

Dari segi lokasi, magma ini berada di antara kerak bumi dan mantel bumi. Bahan dari materi panas ini pun berasal dari dinding mantel dan kerak bumi. Ketika materi panas ini berhasil keluar karena proses erupsi ataupun ekstrusi, akan terbentuk berbagai macam jenis batuan vulkanik. Bagian lain yang terlontar ke udara karena proses erupsi tersebut akan menjadi abu vulkanik serta batuan apung.
Magnetit
Magnetit merupakan salah satu jenis mineral yang memiliki kandungan besi tertinggi. Walau demikian, ketika ditemukan di alam, mineral ini berada dalam wujud oksida besi yang memiliki rumus kimia Fe3O4. Pada umumnya, senyawa besi ini bisa ditemukan dalam berbagai macam batuan, seperti batuan beku, sedimen, serta metamorf.

Magnetit ini termasuk mineral yang sangat mudah diidentifikasi karena kandungan unsur besi yang tinggi. Karena hal ini, mineral ini bisa dengan mudah tertarik oleh medan magnet. Di alam, biasanya mineral ini memiliki warna hitam dan buram. Dari tingkat kekerasannya, mineral ini memiliki angka Mohs antara 5-5.6. Dalam hal kegunaan, kandungan besi yang ada di mineral ini dibuat menjadi biji besi dan kemudian diproses menjadi batangan dan bentuk lainnya.
Malaysia
Malaysia merupakan salah satu negara yang ada di Asia Tenggara. Negara ini menggunakan bentuk negara berupa federasi kerajaan. Terkait dengan bentuk negaranya, kepala negara ini adalah seorang raja yang bergelar Yang Dipertuan Agung. Lalu, kepala pemerintahannya adalah seorang perdana menteri. Sebagai negara yang berbentuk federasi, ada 13 negara bagian di seluruh wilayahnya.

Secara geografis, negara ini masih masuk dalam wilayah tropis. Wilayah Malaysia sendiri dibagi dalam dua wilayah besar, yaitu Barat dan Timur. Ibukota negara ini adalah Kuala Lumpur dan terletak di bagian Barat, sedangkan kota yang yang menjadi pusat untuk pemerintahan federalnya ada di kota Putrajaya. Negara ini meraih kemerdekaannya pada tanggal 31 Agustus 1957. Terkait mata uang nasionalnya, negara ini menggunakan Ringgit.
Mantel Bumi
Dari strukturnya, bumi dibagi menjadi beberapa bagian, dan mantel bumi adalah salah satu di antaranya. Bagian ini memiliki kedalaman hingga 2900 km. Bagian mantel ini memiliki materi penyusun yang didominasi oleh batuan. Dari segi strukturnya, mantel ini masih dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu litosfer dan astenosfer.

Dalam mantel bumi, litosfer merupakan bagian paling atas atau yang paling dekat dengan kerak bumi. Bagian ini didominasi oleh struktur batuan keras. Sedangkan, astenosfer berada di bawah litosfer dan lapisannya tidak terlalu padat. Secara keseluruhan, bagian mantel ini memiliki area yang paling luas dalam struktur bumi, yaitu mencapai 84% dari keseluruhan volume planet ini. Di beberapa bagian bumi, lapisan mantel ini bahkan berbatasan secara langsung dengan dasar samudera.
Marmer
Batuan marmer merupakan batu berjenis kapur yang mengalami kristalisasi sehingga lebih kokoh dan tidak mudah terurai. Proses pembuatan batuan terjadi karena faktor alami yaitu perbedaan tekanan, suhu, dan kondisi alam dimana batu kapur berada. Secara tekstur, ini adalah batu dengan kekerasan medium sehingga cocok untuk berbagai keperluan.

Tampilan batuan ini sangat unik dan bervariasi. Secara umum, desain luar sedikit kasar dengan warna putih atau abu-abu. Pada beberapa batu, corak lebih gelap dengan bercak cokelat yang alami. Penggunaan marmer yang paling umum adalah sebagai bagah lantai di rumah atau bangunan. Selain itu, batuan ini juga dapat dipoles untuk karya seni seperti patung atau benda tiga dimensi lainnya.
Mars
Mars adalah planet keempat dalam sistem tata surya dengan pusat matahari. Letaknya dekat dengan bumi sehingga dapat diamati secara langsung dengan teropong ruang angkasa. Ketika planet ini mengorbit dekat dengan bumi, bentuknya seperti planet merah karena kondisi atmosfer yang penuh dengan gas. Hasil pengamatan di permukaan planet menunjukkan kesamaan dengan bumi tetapi temperature dan tekanan lebih tinggi.

Nama planet diambil dari dewa romawi sebagai dewa perang. Planet memiliki satelit berjumlah dua yang bernama Phobos dan Deimos. Sama seperti bumi, Mars memiliki periode rotasi dengan waktu sekitar 25,62 jam. Meskipun mirip bumi, planet ini berukuran lebih kecil dengan densitas sekitar 15% dibandingkan bumi.
Massa Jenis
Massa jenis adalah satuan untuk perbandingan antara massa benda dengan volume. Secara singkat, ini membandingkan berapa banyak massa untuk satuan volume tertentu. Benda dengan massa jenis besar lebih berat jika dibandingkan benda lain pada volume yang sama. Pengukuran secara matematis adalah membagi massa benda dengan volumenya.

Setiap benda memiliki kadar massa jenis yang berbeda. Pengertian lain dari istilah ini adalah kerapatan atau density sebuah benda dalam satuan volume tertentu. Benda semakin rapat akan memiliki densitas yang semakin tinggi. Perbandingan yang paling umum adalah benda terapung memiliki massa ringan karena massa jenisnya lebih kecil dari air dan berlaku sama untuk benda tenggelam yaitu massa jenis lebih besar.
Mata Air
Mata air adalah area dimana air mengalir berasal dari dalam tanah akibat patahan bumi. Kondisi ini menjadikan air tersebut murni hanya ada di suatu tempat tertentu hingga aliran melebar di permukaan tanah. Air tanah yang meresap berkumpul di bagian akulfer yang sangat dalam karena terhalang batuan. Ketika batuan tersebut patah atau retak secara alami, aliran dalam tanah secara perlahan mendesak keluar lalu muncul ke permukaan.

Air tersebut dimanfaatkan untuk banyak hal yaitu sumber air minum, irigasi pertanian, sumber air untuk perikanan, dan lainnya. Pemanfaatannya harus sesuai dengan peraturan karena eksploitasi secara berlebih akan mengikis cadangan dari mata air tersebut di dalam tanah.
Matahari
Matahari merupakan sebuah bintang yang menjadi pusat dari Tata Surya yang ada. Berbentuk bulat dan bagiannya terdiri dari plasma panas yang bercampur dengan medan magnet. Memiliki diameter 109 kali diameter dari Bumi yaitu sekitar 1.392.684 kilometer dengan massa 99,86% dari total massa di Tata Surya. Secara kimiawi massa tersebut terdiri dari hydrogen, helium, oksigen, karbon, neon, besi, dan lain-lain.

Matahari terbentuk sejak 4,6 milliar tahun yang lalu akibat dari awan molekul besar yang di dalamnya terjadi peluruhan gravitasi. Bintang yang memiliki cahaya paling terang ini memiliki massa pusat yang semakin panas dan padat. Selain itu juga memiliki struktur yaitu inti, zona radiatif, zona konvektif, fotosfer, atmosfer, dan medan magnet.
Meander
Meander yang juga disebut kelokan sungai merupakan badan sungai yang memiliki belokan teratur dengan arah mencapai setengah lingkaran. Kelokan tersebut bisa saja terpisah dengan sungainya karena aliran yang berbelok kembali menerobos lurus. Kelokan yang terjadi bisa juga disebut dengan tapal kuda. Peristiwa ini muncul akibat terjadinya erosi di tepi sungai.

Meander terdiri dari 5 bagian diantaranya adalah Neck, Spur, Undercut, dan Slip off slope. Bagian Neck merupakan bagian leher, bagian Spur merupakan bagian kepala, bagian Undercut merupakan bagian lengkungan, dan terakhir bagian Slip off Slope merupakan bagian lengkungan yang selalu mendapatkan sedimentasi. Fenomena ini biasanya ditemukan di sungai bagian tengah sampai bagian hilir.
Medan Magnet Bumi
Medan magnet bumi juga bisa disebut dengan medan geomagnetik, merupakan medan magnetik yang dapat menjangkau wilayah bumi bagian dalam hingga batas medan magnet akan bertemu angin matahari. Besar medan ini bermacam-macam mulai dari 25 mikrotelsa atau 0,25 gauss hingga 65 mikrotelsa atau 0,65 gauss. Kutub dari medan magnet ini diprediksi memiliki kemiringan terhadap aksis bumi hingga 10 derajat.

Medan magnet bumi berperan untuk memantulkan sebagian besar dari angin matahari yang menuju permukaan bumi. Angin matahari berisi arus partikel yang memiliki muatan yang mampu melakukan ionisasi terhadap lapisan atmosfer bumi. Selain itu medan magnet ini juga menyebabkan bebatuan dengan biji tambang lebih mudah dicari.
Megalitikum
Megalitikum merupakan sebuah zaman yang berasal dari dua kata yaitu Mega yang berarti besar dan Litik yang berarti batu. Jadi bisa disimpulkan bahwa zaman ini merupakan zaman batu dimana manusia hidup dengan berbagai peralatan yang terbuat dari batu besar dan kasar. Manusia pada zaman ini memiliki kehidupan yang sangat primitive dengan alat perkakas yang terbuat dari batu tersebut.

Zaman Megalitikum terbagi menjadi dua masa yaitu zaman batu tua dan zaman batu muda. Meskipun belum percaya adanya Tuhan, namun di zaman ini masyarakatnya sudah memiliki kepercayaan yaitu percaya terhadap roh-roh nenek moyang. Ciri-ciri zaman ini diantaranya adalah peninggalan berupa rumah batu, kapak batu, dan perlengkapan batu lainnya.
Megatsunami
Megatsunami merupakan tsunami besar yang terjadi hingga ketinggiannya mencapai lebih dari 100 meter. Tsunami ini terakhir kali terjadi pada wilayah yang memiliki penduduk adalah 4000 tahun yang lalu. Ahli Geologi menyebutkan tsunami besar ini bisa terjadi karena tanah longsor yang sangat besar, tumbukan meteor besar, letusan gunung merapi, atau pulau yang runtuh ke laut atau samudra.

Ketinggian dari Megatsunami dapat naik hingga ratusan meter dengan kecepatan tinggi yaitu 890 kilometer per jam. Selain itu efek yang terjadi dari tsunami ini dapat menerjang wilayah daratan sejauh 20 kilometer. Namun di tengah laut dalam tsunami ini hampir tidak terasa, permukaan laut hanya naik sekitar satu meter namun wilayahnya luas hingga ratusan kilometer.
Merkurius
Merkurius merupakan planet yang jaraknya paling dekat dengan matahari dan memiliki ukuran paling kecil dalam tata surya. Planet ini mempunyai kala rotasi 59 hari dan kala revolusi 88 hari. Kecerahan yang dipancarkan oleh planet ini antara -2 hingga 5,5 magnitudo, namun tidak akan terlihat dengan mudah karena kecilnya sudut pandang dengan matahari.

Jika dilihat dari bumi, merkurius hanya menampakan wujudnya pada waktu maghrib atau subuh. Dua wahana antariksa yang pernah mengunjungi planet ini yaitu, MESSENGER yang melakukan terbang lintas tahun 2004 selama empat tahun dengan jumlah orbit 4000 kali, dan Marier 10 yang diluncurkan tahun 1974 dan 1975. Selain itu, BepiColombo telah direncanakan untuk tiba di planet ini tahun 2025.
Mesir
Egypt atau dalam Bahasa Indonesianya Mesir, merupakan suatu negara maju yang terletak di benua Afrika. Wilayah dari negara ini sebagian besar terletak di bagian Afrika timur laut. Negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia ini mempunyai luas sekitar 997.739 kilometer persegi, mencakup hingga semenanjung sinai di Asia bagian barat daya.

Negara Mesir berbatasan dengan Sudan di bagian selatan, Libya pada sebelah barat daya, serta Israel dan jalur Gaza di timur dan utara. Untuk perbatasan dengan perairan, yaitu melalui Laut Merah di bagian timur dan Laut Tengah pada bagian utara. Sebagian besar daratan dari negara ini adalah bagian dari gurun terluas di bumi yaitu gurun Sahara.
Mesosfer
Mesosfer merupakan suatu lapisan udara dimana suhu dari atmosfer akan semakin berkurang seiring dengan penambahan ketinggian hingga pada lapisan berikutnya. Udara di lapisan ini dapat menimbulkan pergesekan yang berlaku terhadap objek dari angkasa dan mampu menghasilkan suhu tinggi. Sebagai contoh, meteor yang jatuh ke bumi, akan terbakar ketika melalui lapisan ini.

Untuk letak jika dilihat dari permukaan bumi, lapisan udara ketiga ini berada di antara 50 kilometer diatasnya. Namun letak dari lapisan ini dapat meningkat hingga 85 kilometer ketika suhunya berkurang, dari 290 K sampai 200 K. Di antara lapisan atmosfer dan lapisan mesosfer terdapat suatu lapisan perantara yang bernama mesopause.
Mesozoikum
Mesozoikum merupakan selang waktu geologis yang ada di sekitar tahun 252 sampai 66 juta tahun lalu. Zaman ini juga sering disebut dengan zaman reptil dan diperkenalkan oleh Gideon Mantell, seorang ahli paleontologi pada abad ke 19 dengan melihat dominasi reptil seperti Megalosaurus, Iguanodon, Pseudosuchia, dan Plesiosaurus pada periode ini.

Mesozoikum juga dapat diartikan sebagai kehidupan tengah, dimana era dimulai pada kepunahan perm-trias atau kepunahan terbesar yang tercatat pada sejarah bumi, serta diakhiri dengan kepunahan kapur-paliogen atau kepunahan massal lainnya yang menyebabkan dinosaurus non-unggas dan berbagai spesies tanaman purba mati. Era ini merupakan masa signifikan dalam perubahan iklim, tektonik, dan berbagai aktivitas evolusi pada peradaban.
Metadata
Metadata merupakan kumpulan informasi terstruktur yang menjelaskan, mendeskripsikan, menemukan, dan membuat suatu informasi menjadi mudah untuk ditemukan, dikelola, dan digunakan. Didalamnya terkandung informasi dari isi suatu data yang digunakan dalam keperluan manajemen data atau file, kemudian dijadikan sebagai suatu basis data. Jika data itu berbentuk teks, biasanya mengandung keterangan tentang nama ruas atau field, tipe field, dan Panjang field.

Untuk jenis data image atau gambar, metadata berisikan informasi tentang waktu pengambilan gambar, orang yang mengambil gambar, pengaturan kamera ketika dilakukan pengambilan gambar. Sedangkan untuk data yang berupa kumpulan file, berisikan nama dari file, jenis file, dan nama dari pengelola file tersebut.
Metana
Metana adalah jenis hidrokarbon (kombinasi dari unsur atom karbon dan hidrogen) yang menjadi komponen utama pembentuk gas alam. Senyawa kimia ini memiliki rumus kimia CH4 dan tidak memiliki bau sama sekali. Bau metana seperti belerang yang banyak diperjualbelikan adalah hasil pengolahan dengan tujuan komersial agar lebih mudah mendeteksi jika kebocoran metana terjadi.

Ketika digunakan dalam industri kimia, metana akan diangkut dalam bentuk cairan yang sudah dibekukan. Hal tersebut karena metana memiliki masa yang lebih ringan daripada udara dalam suhu yang normal dan menjadi sangat sulit untuk memindahkannya. Cara distribusi lain dari metana selain dibekukan adalah melalui pipa-pipa bawah tanah yang sudah disambungkan.
Meteor
Istilah meteor merujuk pada penyebutan penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke dalam jangkauan atmosfer bumi. Fenomena ini juga dikenal dengan fenomena bintang jatuh. Fenomena penampakan jalur ini terjadi karena panas yang sangat tinggi yang dihasilkan karena tekanan ram pada meteoroid. Tekanan ram adalah tekanan yang akan menimpa satu benda yang bergerak dengan kecepatan supersonik dalam medium cair ataupun gas.

Dalam hal ini, meteoroid bergerak dalam kecepatan supersonik dalam medium atmosfer. Jadi tidak seperti anggapan umum yang mengatakan bahwa meteor terjadi karena meteoroid bergesekan dengan atmosfer saja. Jika bagian meteoroid berhasil mencapai permukaan bumi, maka benda tersebut menjadi meteorit. Sedangkan wilayah yang terkena dampak dari jatuhnya meteoroid disebut sebagai impact crater.
Meteorit
Meteorit adalah sebutan bagi meteoroid yang berhasil mencapai permukaan bumi setelah mengalami fenomena meteor. Meteoroid sendiri adalah jenis asteroid kecil yang tertarik gravitasi bumi sebelum akhirnya masuk ke atmosfer bumi. Proses masuknya meteoroid ke atmosfer bumi sering menampakkan berkas cahaya yang disebut sebagai fenomena meteor atau bintang jatuh.

Meteorit tidak banyak ditemukan di bumi karena hampir semua meteoroid musnah saat menerima gaya ram di atmosfer. Di Indonesia, salah satu contoh meteorit yang berhasil diabadikan adalah meteorit yang berada di Museum Geologi Bandung. Beberapa meteorit yang sempat terdokumentasi terbukti memiliki senyawa logam yang sangat langka seperti titanium yang dikenal sebagai logam yang ringan, kuat, dan tahan korosi.
Meteorologi
Istilah meteorologi (Meteoros: Megah, Logia: Ilmu/Yunani) merujuk pada penyebutan sebuah cabang ilmu yang mempelajari atmosfer. Ilmu ini merupakan subdisiplin dari sains atmosfer bersamaan dengan klimatologi, fisika atmosfer, dan kimia atmosfer. Wilayah kajian meteorologi meliputi segala aktivitas meteorologi yang terjadi di atmosfer yang mencakup beberapa variabel seperti tekanan udara atmosfer, uap air atmosfer, temperatur atmosfer, dan interaksi antar variabel tersebut.

Dalam penerapannya, disiplin ilmu meteorologi digunakan untuk melakukan peramalan cuaca dengan mengumpulkan data kuantitatif terkait aktivitas atmosfer dan melakukan prediksi di masa mendatang. Selain itu, meteorologi juga digunakan dalam bidang penerbangan untuk menentukan cuaca dan keamanan penerbangan, hingga bidang pertanian untuk mengetahui perubahan iklim dan cuaca.
Mineral
Mineral adalah materi berupa benda padat yang terdiri dari senyawa kimia non-biologis dan memiliki struktur teratur serta terbentuknya secara alami. Pengertian ini kemudian mendapatkan revisi dengan memasukkan senyawa turunan organik ke dalam jenis mineral pada forum The Internasional Mineralogical Association di tahun 1995. Sedangkan ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.

Istilah mineral sendiri merujuk pada setiap rumus empiris dan struktur kristal dimulai dari komposisi sederhana seperti garam hingga yang paling kompleks seperti silika. Faktor yang menyebabkan terbentuknya mineral terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah faktor proses internal yang terdiri dari Kristalisasi magmatik, segregasi magmatik, hidrotermal, sekresi lateral, dan metamorfik. Yang kedua adalah faktor proses eksternal atau permukaan yang berupa akumulasi mekanik, presipitasi sedimenteri, proses residual, sekunder atau supergenm dan keluaran vulkanik.
Mineral Sulfida
Mineral Sulfida merupakan perpaduan antara senyawa logam atau semi-logam dengan senyawa belerang (S). Contohnya adalah proustit, galena dan pirit. Mineral ini terbentuk di sekitar gunung berapi dengan kandungan sulfur yang cukup tinggi. Pada umumnya, sulfur yang berasal dari magma akan bercampur dengan sulfur yang ada di permukaan atau mulut gunung berapi.

Mineral Sulfida merupakan bahan yang sangat penting dan memiliki banyak manfaat dalam dunia perindustrian. Pada dasarnya, mineral ini memang memiliki kandungan mineral pembentuk bijih (ore) misalnya arsen, nikel, bijih tembaga, seng, timbal, air raksa dan mineral bukan besi lainnya. Mineral yang dimanfaatkan dalam industri tergantung dari kebutuhan. Seperti misalnya Pirit yang lebih dimanfaatkan asam sulfurnya ketimbang bijih besinya.
Mineralisasi
Mineralisasi adalah proses dimana terjadi suatu perubahan dari bahan organik menjadi bahan anorganik. Dengan kata lain, proses ini adalah proses pengendapan dari mineral bijih (metal) dari media pembawanya sebagai akibat dari perubahan kondisi lingkungan baik secara kimiawi atau secara fisik di sekitarnya. Sebagai contoh adalah mineral yang muncul pada bebatuan yang dilalui oleh aliran magma.

Umumnya, istilah mineralisasi mengacu pada pembentukan mineral baru pada bagian tubuh bebatuan yang diakibatkan oleh proses magmatik ataupun proses kimiawi lainnya. Mineral yang dihasilkan bukanlah jenis mineral baru yang sudah pernah ada. Magma mengalami proses ketika menyentuh permukaan atau atmosfer bumi. Pada akhirnya, proses ini akan menghasilkan endapan mineral baru.
Mineralogi
Mineralogi adalah cabang ilmu bumi yang berkonsentrasi pada sifat kimia, sifat fisika dan struktur kristal dari sebuah mineral. Cabang keilmuan ini juga mempelajari mengenai proses pembentukan, perubahan mineral, termasuk juga struktur kristal yang dijumpai pada mineral pembentuk bebatuan. Di samping itu, hubungan struktur mineral dan kegunaannya juga bisa dipelajari dalam cabang ilmu ini.

Awal mulanya, mineralogi menitik beratkan kepada pengklasifikasian mineral pembentuk bebatuan. Mempelajari cara dan pengelolaan termasuk pemberian nama pada mineral baru, lokasi mineral yang baru muncul, dan lain sebagainya. Sebuah asosiasi internasional bahkan membuat sebuah organisasi baru yang bertugas untuk proses penamaan ini. Hampir 4000 spesies mineral yang terdaftar dalam organisasi ini.
Mineraloid
Mineraloid merupakan suatu bahan atau material yang muncul secara alami, memiliki kepadatan anorganik dan tidak menunjukkan sistem pengkristalan. Pada umumnya, material ini mempunyai penampakan fisik yang bisa dikatakan mirip dengan mineral, akan tetapi tidak mempunyai struktur atom yang memenuhi persyaratan untuk bisa dikatakan sebagai sebuah mineral.

Mineraloid juga diketahui tidak memiliki komposisi dan struktur kimia tertentu sehingga bisa disebut sebagai mineral. Hal dasar yang perlu diingat adalah bahwa sebuah mineral harus memiliki lima syarat yaitu berasal dari bahan alami, bersifat anorganik, strukturnya padat, mempunyai struktur atom internal serta memiliki komposisi kimia yang pasti dan dapat berubah dalam batasan atau tingkatan tertentu.
Minyak Bumi
Minyak bumi atau yang biasa disebut dengan minyak mentah adalah minyak yang berasal atau dihasilkan dari pembakaran kimiawi yang melibatkan fosil tumbuhan dan hewan yang sudah terkubur jutaan tahun lamanya. Sisa kerangka hewan dan tumbuhan yang terkubur ke dalam bumi, mengalami pelapukan dan proses hingga akhirnya menjadi minyak mentah.

Proses pembentukan Minyak bumi berasal dari sisa-sisa zat organik dari fosil hewan dan tumbuhan ataupun mikroorganisme yang lapuk dan masuk ke rongga-rongga atau pori-pori bebatuan. Dengan tekanan, suhu udara dan aktivitas bakteri, zat organik ini akan dipecah atau melakukan pembakaran sehingga membentuk zat hidrokarbon sederhana. Inilah awal mula terbentuknya minyak dalam bumi.
Model Atom
Model atom atau yang biasa dikenal dengan teori atom merupakan teori yang menyatakan bahwa sebuah material dasarnya tersusun oleh sebuah satuan diskret atau yang lebih dikenal sebagai atom. Atom merupakan sebuah partikel kecil yang akan berkumpul sesuai dengan kelompoknya untuk menghasilkan sebuah material tertentu. Atom dalam sebuah material bersifat permanen sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.

Ilmu yang mempelajari tentang susunan model atom adalah subatomik. Dimana para ahli fisikawan melakukan beberapa penemuan untuk menentukan sifat dasar dari sebuah material yang ditelitinya. Atom tersusun atas inti yang memiliki muatan positif yaitu proton. Karena sifat atom yang akan sama dengan intinya maka kebanyakan atom yang membentuk material akan bermuatan positif.
Molekul
Molekul merupakan komponen yang terbentuk dari penggabungan dua atau lebih senyawa atom yang berikatan dan terbentuk melalui proses kimia. Terdapat beberapa jenis komponen yang dibedakan berdasarkan muatan listrik yang terkandung di dalamnya. Dalam komponen terbentuk ikatan kimia yang banyak namun tidak terdiri dari atom yang bisa diidentifikasi.

Molekul merupakan komponen yang dihasilkan dari materi jamak dan di dalamnya mengandung beberapa zat organik. Komponen ini berperan dalam menyusun beberapa bagian atmosfer maupun samudera. Berbagai komponen lain juga dikenal sebagai pembentuk lapisan bumi mulai dari inti bumi hingga kerak bumi. Komponen ini memiliki fungsi yang penting namun atom di dalamnya tidak bisa diidentifikasikan secara spesifik.
Momen Inersia
Momen inersia merupakan satuan yang mengukur kelembaban sebuah benda saat berotasi pada porosnya. Satuan ini akan sangat berperan dalam menentukan sudut dan kecepatan sudut. Selain itu juga bisa menentukan gaya dan perubahan sudut akibat gaya. Satuan ini banyak digunakan sebagai alat ukur sebuah benda, terutama pada bidang produksi otomotif.

Dengan memperhatikan momen inersia, para produsen otomotif dapat dengan cermat mempelajari tentang berapa lama sebuah mobil bisa terlepas dari sebuah kontrol. Hal tersebut sangat membantu untuk mengurangi kemungkinan sebuah mobil lepas kendali pada saat mesinnya berputar. Dengan begitu maka produsen bisa menghasilkan produk yang cukup aman digunakan dalam interval yang cukup sering.
Monokotil
Monokotil merupakan salah satu klasifikasi tumbuhan yang mana memiliki ciri khas berbiji tunggal. Biji tunggal memiliki karakteristik berakar serabut, tulang daun yang sejajar dan memiliki batang yang tidak bercabang. Tumbuhan yang termasuk dalam klasifikasi ini merupakan tumbuhan yang banyak manfaatnya seperti sumber pangan, bahan industri, pakaian, sumber energi nabati dan lain sebagainya.

Dalam tumbuhan monokotil tidak terdapat kandungan kambium. Sehingga tumbuhan hanya akan memiliki biji satu dan tidak bisa membelah lagi. Beberapa tumbuhan yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah anggrek, pisang dan jagung. Klasifikasi tumbuhan ini dibedakan berdasarkan pada sebuah bagian tertentu pada tumbuhan yang merupakan ciri khas dari tumbuhan tersebut.
Musim
Musim merupakan peristiwa yang terjadi pada berbagai belahan bumi yang terjadi dalam jangka waktu tertentu. Pada sebuah daerah terdapat beberapa peristiwa yang berlangsung dalam satu tahun sesuai dengan cuaca. Letak geografis dari sebuah daerah tentu akan sangat menentukan terjadinya peristiwa tersebut. Peristiwa ini juga akan mempengaruhi perubahan kelembaban dan suhu pada suatu daerah.

Musim juga dibedakan karena bentuk iklim yang luas. Bahkan di beberapa daerah terdapat pembagian iklim yang berbeda-beda. Hal ini juga bisa mempengaruhi ekosistem seperti tumbuhan ataupun hewan dalam hal perkembangbiakkan. Sebagai contoh misalkan bunga tidak akan mekar pada iklim dingin dan akan kembali mekar pada iklim panas. Perubahan tersebut terjadi karena iklim pada sebuah daerah juga mengalami perubahan.
Musim Dingin
Musim dingin merupakan salah satu musim yang dimiliki oleh suatu negara atau wilayah dalam jangka waktu tertentu. Musim ini biasanya dimiliki oleh wilayah atau negara yang memiliki empat musim. Waktu berlangsungnya diantara 21 Maret hingga 21 Juni, tepatnya sebelum musim gugur tiba dan setelah musim semi selesai.

Musim dingin ditandai dengan keadaan udara terasa sangat dingin hingga menimbulkan embun atau salju dan air yang di dalam tanah menjadi dingin dan sampai membeku. Selain itu tumbuhan tidak dapat tumbuh besar dengan baik. Pada musim dengan suhu yang sangat dingin siang hari terasa cepat sedangkan malam hari terasa lebih lama. Produsen utama pada biola ini hanya lichenes dan lumut.
Musim Hujan
Musim hujan atau musim basah adalah suatu musim dengan tingkatan curah hujan lebih tinggi secara tetap yang dimiliki oleh wilayah atau negara dalam jangka waktu tertentu. Musim ini biasanya terjadi pada wilayah yang beriklim tropis. Permulaan musim basah bisa lebih maju (awal), sama, atau mundur (lambat) sesuai periode 30 tahun yang ditetapkan. Berdasarkan sifatnya musim ini dibagi menjadi 2, yaitu normal (85-115%) dan bawah normal (lebih dari 115%) sesuai rata-rata catatan selama 30 tahun.

Musim hujan memiliki satu dasarian curah yang sama, yaitu lebih dari 50 milimeter dan beberapa dasarian lainnya yang mengikuti. Apabila pada dasarian berikutnya tidak menunjukkan konsisten curah hujan, maka kondisi ini dianggap musim pancaroba (peralihan). Pada wilayah beriklim tropis musim basah ini sering pergantian dengan musim kemarau. Pergantian yang terjadi dipengaruhi oleh gerakan semu matahari yang mengubah permukaan tanah, samudera, dan suhu udara.
Musim Panas
Musim panas adalah salah satu musim berhawa sedang pada suatu wilayah atau negara. Musim ini dimiliki oleh wilayah beriklim subtropis atau memiliki empat musim. Masa berlangsungnya musim ini berbeda-beda tergantung pada letaknya di belahan bumi. Pada belahan utara bumi musim ini dimulai antara tanggal 21 Juni hingga 23 September. Sedangkan di belahan selatan bumi dimulai dari tanggal 21 Desember hingga 21 Maret.

Musim panas terjadi sebelum musim gugur di mulai atau setelah musim semi berakhir. Saat musim ini berlangsung tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan dapat mengalami masa pertumbuhan dengan sepenuhnya. Dan juga banyak orang memanfaatkan musim ini untuk liburan sekolah atau berjemur di pantai.
Musim Salju
Musim salju sama seperti musim dingin terjadi pada suatu wilayah atau negara yang memiliki empat musim. Sering disebut juga hujan salju karena curah hujan yang ditimbulkan oleh suhu udara yang dingin atau bertemperatur rendah, sehingga air membeku menjadi es. Datangnya musim ini tidak setiap waktu, dan masa berlangsungnya bisa sebentar atau bisa juga lama.

Dampak dari musim salju bisa positif dan bisa juga negatif. Dampak positifnya bisa menjadi tempat bermain anak atau keluarga, tempat rekreasi musiman yang indah, dan dapat melindungi tanaman dari embun beku. Sedangkan dampak negatif dari musim ini, yaitu longsor, terisolasinya suatu tempat, dan dapat menghambat perjalanan karena salju yang sangat tebal.
Muson
Muson atau angin adalah massa udara yang bergerak akibat tekanan udara yang berbeda antara daratan dan lautan. Angin ini memiliki sifat periodik atau terjadi pada musim tertentu. Datangnya angin ini sering ditandai dengan peningkatan curah hujan yang tinggi. Angin ini hampir seperti angin laut, tetapi ukurannya lebih besar, konstan dan lebih kuat.

Posisi matahari sangat mempengaruhi besar atau kecilnya tekanan dan arah tiupan angin. Berdasarkan posisi matahari angin muson dibagi menjadi 2, yaitu barat (dingin), angin bertiup dari Barat ke timur selama bulan Oktober sampai April. Sedangkan timur (panas), angin bertiup dari timur ke barat selama bulan April hingga Oktober.
Myanmar
Myanmar yang juga dikenal dengan Birma merupakan salah satu negara berdaulat yang terletak di Asia Tenggara. Di sebelah barat negara ini berbatasan dengan Bangladesh dan India, sebelah timur dengan Thailand dan Laos, dan sebelah utara dan timur laut berbatasan dengan Cina. Negara yang termasuk anggota ASEAN ini termasuk negara berkembang yang memiliki penduduk sebanyak 51 juta jiwa.

Negara dengan luas 676.578 kilometer persegi ini memiliki ibukota yaitu Naypyidaw sejak tahun 7 November 2005. Ibukota sebelumnya adalah Yangon yang kini menjadi kota terbesar di Myanmar. Negara yang menjadi anggota ASEAN sejak tahun 1997 ini dikenal kaya akan giok, batu permata, gas alam, minyak bumi, dan mineral lainnya.

Kembali ke Abjad...
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Glossary N
Negara
Negara merupakan sejumlah orang yang tinggal di suatu wilayah dengan diorganisasi oleh pemerintahan yang dianggap sah dan memiliki kedaulatan. Wilayah ini juga memiliki aturan dan sistem yang dibuat dan berlaku untuk semua individu yang menempatinya. Syarat primer bisa terbentuk secara sah adalah jika memiliki wilayah, memiliki rakyat, dan memiliki pemerintahan berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah pengakuan dari negara lain.

Ada dua bentuk yang dikenal selama ini yaitu Kesatuan (Unitaris) dan Serikat (Federasi). Kekuasaan tertinggi dari bentuk kesatuan berada di tangan pemerintah pusat, selain itu secara hierarki tidak ada sebuah wilayah yang memiliki kekuasaan tersendiri. Sedangkan bentuk serikat terdiri dari beberapa wilayah yang memiliki kekuasaan sendiri atau disebut negara bagian.
Neolitikum
Neolitikum yang juga disebut dengan zaman batu muda merupakan tingkat kebudayaan yang terjadi pada zaman pra sejarah. Ciri-cirinya diantaranya adalah pertanian menetap, batu yang diasah, pembuatan tembikar, dan beternak. Zaman ini dimulai sejak sekitar 1.500 Sebelum Masehi dengan cara hidup untuk memenuhi kebutuhan yang lebih berkembang dengan pesat.

Pada masa ini manusia tidak lagi berpindah tempat atau nomaden dan sudah bisa membuat rumah panggung sendiri untuk melindungi diri dari binatang buas. Manusia pada zaman Neolitikum ini juga bisa membuat lumbung-lumbung yang digunakan untuk menyimpang hasil pertanian seperti padi dan gabah. Pada masa ini penguasaan sumber alam berkembang dengan cepat, pembuatan ladang, dan pengembangan hutan belukar.
Neozoikum
Neozoikum juga disebut dengan zaman Senozoikum atau Kenozoikum merupakan zaman terakhir dari tiga zaman klasik geologi. Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani yang berarti kehidupan baru. Zaman ini dimulai sejak punahnya dinosaurus pada 65,5 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Pada zaman ini makhluk hidup yang dominan adalah tanaman bunga dan juga mamalia, dan di sini juga manusia mulai berkembang.

Para ahli membagi zaman Neozoikum menjadi 2 masa yaitu zaman kwarter dan zaman tersier. Zaman kwarter dimulai sejak 600.000 tahun yang lalu dan dibedakan menjadi dua kala yaitu kala holosen dan kala pleistosen. Sedangkan zaman tersier dibedakan menjadi beberapa masa diantaranya adalah paleosen, pliosen, eosin, miosen, dan oligosen.
Neptunus
Neptunus merupakan planet terakhir atau terjauh jika ditinjau dari Matahari dalam sistem Tata Surya. Diameternya yaitu 49.530 kilometer menjadikan planet ini sebagai planet terbesar keempat berdasarkan diameter, sedangkan terbesar ketiga berdasarkan massa. Periode rotasinya yaitu selama 16,1 jam, sedangkan periode mengelilingi matahari yaitu selama 164,8 tahun. Planet ini ditemukan pada tanggal 23 September 1846.

Komposisi penyusun planet Neptunus mirip dengan Uranus dan jauh berbeda dengan Saturnus dan Yupiter yang merupakan raksasa gas. Atmosfer dari planet ini mengandung helium, nitrogen, hidrogen, hidrokarbon, es air, amonia, dan metana. Planet yang nampak berwarna biru jika dilihat ini memiliki satelit alam terbesar bernama Triton dan 12 satelit alam lain yang lebih kecil.
Neutron
Neutron dikenal sebagai subatomik netral dan disebut juga sebagai netron. Disebut netral karena subatomik ini tidak memiliki muatan. Massa netron sedikit lebih berat jika dibandingkan dengan proton, yakni 940 MeV/c2 atau 1.6749 × 10-27 kg. Untuk putarannya sendiri yaitu ½. Lebih lanjutnya, netron dan proton umumnya ada di inti atom pada kebanyakan atom.

Diketahui bahwa penemuan partikel subatomik ini lebih terbelakang dibanding dengan yang lain karena sifatnya yang tidak memiliki muatan. Dalam perubahan nuklir, partikel ini merupakan agen yang sangat penting. Dua orang tokoh terkemuka yang terkenal dengan penelitiannya terkait dengan partikel neutron adalah Rutherford dan James Chadwick. Keduanya memberikan pencerahan baru terkait dengan subatomik ini.
Nikel
Nikel dalam tabel periodik termasuk ke dalam metalik. Dalam tabel, simbolnya adalah Ni dengan nomor atom 28. Secara lebih detailnya, unsur ini berada di golongan 10, blok-D, dan periode 4. Untuk kategori unsurnya sendiri yaitu sebagai logam transisi. Tahan karat adalah sifat utama dari unsur kimia yang satu ini.

Sebagai tambahan, unsur tersebut bersifat lembek dalam keadaan murni. Meskipun demikian, ia bisa berubah menjadi baja yang keras dan tahan karat setelah dipadukan dengan krom, besi, dan logam yang lain. Seperti yang diketahui, stainless steel adalah contoh dari perpaduan antara nikel, besi, dan krom. Peralatan dapur dan komponen industri banyak yang terbuat dari material tersebut.
Nikel Laterit
Nikel laterit diketahui terbentuk sebagai endapan. Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pembentukannya, seperti batuan asal, iklim, vegetasi, reagen-reagen kimia, struktur, topografi hingga waktu. Batuan asal adalah faktor penting, dan untuk menciptakan endapan ini dibutuhkan batuan ultra basa. Tidak lupa juga, kandungan CO2 yang tinggi dalam air tanah juga memiliki peranan penting.

Nikel laterit bisa ditemui di daerah yang landai hingga kemiringan sedang. Hal ini jelas bahwa topografi turut memberikan andil pada terbentuknya endapan yang satu ini. Terkait dengan ini, daerah yang terlalu curam tidak terlalu membantu proses pengendapan karena air yang meresap ke tanah tidaklah banyak. Untuk waktu, semakin lama prosesnya tentu akan menciptakan endapan yang lebih baik lagi.
Nitrogen
Nitrogen merupakan satu dari sekian banyak unsur kimia yang terdapat dalam tabel periodik. Secara lebih jelasnya, unsur yang satu ini memiliki nomor atom 7 dengan lambang N. Pada tabel periodik, ia berada di golongan 15, blok-P, dan periode 2. Untuk kategori unsurnya sendiri yaitu nonlogam.

Penghargaan untuk penemuan unsur ini diberikan kepada Daniel Rutherford, seorang dokter yang memiliki kebangsaan Skotlandia. Meski terdapat tokoh lain yang juga melakukan hal yang sama, Rutherford merupakan tokoh yang karyanya dipublikasikan paling pertama. Meski sang dokter telah diberi penghargaan pada tahun 1772, nama nitrogen sendiri baru diusulkan pada tahun 1790. Perlu diketahui bahwa unsur ini merupakan unsur yang melimpah di muka bumi.


Glossary O
Obsidian
Obsidian adalah sejenis kaca yang proses pembentukannya menyerupai batuan magma ekstrusif atau batu apung. Pembentukan kaca vulkanik ini terjadi secara alami. Lava felsik keluar ke atas permukaan bumi melalui celah-celah di dalam tanah. Suhu lava yang tinggi kemudian menurun dengan cepat tanpa diiringi pembentukan kristal sehingga kaca memiliki warna yang jernih.

Kandungan terbesar dari kaca vulkanik ini adalah SiO2 yang menyusun setidaknya 70% dari keseluruhan kaca. Zat lain yang terkandung di dalamnya yaitu besi dan bentuk-bentuk mineral lainnya. Nilai tingkat kekerasan kaca ini berdasarkan Skala Mohs adalah 5-6. Obsidian biasanya terbentuk di kawasan-kawasan yang pernah mengalami erupsi tipe rhyolitik. Kaca ini sering digunakan untuk membuat pisau dan perlengkapan kedokteran.
Ofiolit
Ofiolit adalah pecahan batuan yang merupakan bagian dari kerak samudera beserta lapisan bawahnya yaitu mantel bumi atas yang terangkat ke atas permukaan. Akibatnya batuan ini dapat dengan mudah ditemukan di daerah kerak benua. Terdapat dua macam proses pembentukan batuan ini, sebagai melange dan nappe. Prosesnya membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

Kelompok batuan ini memiliki beberapa lapisan penyusun, yaitu: karbon, melange, peridotit, gabbro berlapis, gabbro besar, dike, dan lava bantal. Total ketinggiannya dapat mencapai 6 kilometer di atas permukaan tanah. Ofiolit seringkali ditemukan di wilayah sabuk orogenik. Keberadaan batuan ini dapat menjadi penanda bahwa di masa lalu terdapat laut di daerah tersebut yang telah mengalami subduksi.
Oksigen
Oksigen adalah sebuah unsur di alam yang memiliki nomor atom 8 dan disimbolkan dengan huruf O. Unsur ini dikategorikan dalam kelompok kalkogen pada tabel periodik unsur. Pada kondisi standar, unsur ini berbentuk gas. Ia memiliki titik lebur sebesar -218,79°C, sedangkan titik didihnya sebesar -182,95°C. Berdasarkan volumenya, gas ini menyusun 20,9% dari keseluruhan atmosfer bumi.

Setiap bagian organik maupun anorganik makhluk hidup mengandung unsur ini, terutama dalam bentuk air. Organisme aerob membutuhkan oksigen untuk melakukan beberapa fungsi penunjang kehidupan, yaitu respirasi sel dan fotosintesis (pada tumbuhan). Gas ini mampu membentuk ikatan kimia dengan berbagai unsur atau senyawa lainnya melalui proses oksidasi.
Olivin
Olivin adalah sejenis mineral yang termasuk dalam kategori nesosilikat. Mineral ini merupakan senyawa yang memiliki rumus kimia (Mg, Fe)2SiO4. Komposisi magnesium dan besi dapat bervariasi. Apabila magnesium merupakan unsur penyusun utama, maka senyawa disebut forsterit. Bila besi merupakan penyusun utama, maka senyawa disebut fayalit. Tingkat kekerasannya berdasarkan Skala Mohs berkisar antara 6,5 hingga 7.

Titik lebur forsterit berada pada suhu 1900°C, sedangkan fayalit sebesar 1200°C. Tipe fraktur dari mineral ini adalah conchoidal. Berat jenis olivin berkisar antara 3,27 hingga 4,5. Jumlahnya di bawah permukaan tanah cukup besar, tetapi mineral ini mudah lapuk apabila berada di atas permukaan. Senyawa ini juga dikenal dengan nama krisolit atau peridot.
Ombak
Ombak adalah fenomena alam di mana permukaan air di sebuah wilayah terbuka atau laut membuat gerakan yang disebabkan oleh gelombang. Dalam ilmu oseanografi, diketahui penyebab gelombang air laut adalah gelombang udara permukaan (seringkali disebabkan oleh angin) dan gelombang internal.

Gelombang udara permukaan memunculkan fenomena ini melalui kontak antara angin dengan permukaan air. Ketinggian maupun durasi pergerakan air yang dihasilkan tidak menentu. Ombak yang disebabkan oleh gelombang internal terjadi karena setiap lapisan air laut memiliki perbedaan rapat massa. Perbedaan tersebut menyebabkan tekanan-tekanan yang mendorong air untuk bergerak. Gerakan air ini tidak dapat dilihat dengan jelas karena terjadi di bawah permukaan laut.
Omnivora
Omnivora adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan spesies yang pola makannya berasal dari bahan tumbuhan (nabati) dan bahan hewani. Dengan kata lain, istilah ini mendefinisikan spesies yang memakan segala. Kata ini berasal dari bahasa Latin “omne” dan “vorera”. Omne berarti semua dan vorera berarti makan/ melahap. Manusia dikategorikan sebagai jenis spesies ini karena manusia memakan diet hewani dan nabati.

Di dunia hewan, hewan omnivora memiliki beberapa ciri khusus di antaranya adalah memiliki sistem pencernaan yang kompeks dan memiliki struktur gigi khusus (tajam/ bertaring di bagian depan dan datar di bagian belakang). Beberapa jenis hewan pemakan segala adalah tikus, tupai, musang, ayam, burung, babi, dan masih banyak lagi.
OPEC
OPEC merupakan singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries. Jika diterjemahkan, organisasi ini adalah organisasi atau kumpulan negara yang melakukan ekspor minya bumi. Organisasi ini sudah ada sejak 14 September 1961 dan saat ini markas besarnya terletak di ibukota Austria yaitu di Wina. Tujuan dari organisasi ini adalah menjaga stabilitas pasar minyak di seluruh dunia, terutama di negara-negara anggota.

Saat ini ada 14 negara yang menjadi anggota OPEC. Negara-negara yang tergabung dalam organisasi ini mengadakan rapat besar atau pertemuan besar-besaran dua kali dalam satu tahun. Umumnya, rapat besar ini digelar di bulan Maret dan bulan September, meski kadang dimajukan atau dimundurkan sesuai situasi dan kondisi.
Orogenesa
Orogenesa dapat didefinisikan sebagai gerak tektonik atau gerakan kulit bumi yang terjadi dengan cepat di daerah sempit. Jika gerakan ini terjadi, maka bumi akan mengalami guncangan yang cukup signifikan sehingga akan terjadi pengangkatan permukaan bumi atau penurunan permukaan bumi. Proses ini dapat terjadi karena ada tekanan berlebihan pada lapisan batuan bumi sehingga menimbulkan patahan dan guncangan.

Dilihat dari segi kekuatannya, kekuatan dari gerakan tektonik ini cukup besar sehingga tak hanya naik dan turunnya permukaan bumi yang menjadi konsekuensi, tapi juga terjadinya patahan. Ada beberapa contoh kejadian akibat dari gerak orogenesa, beberapa di antaranya adalah terbentuknya pegunungan Kendeng dan terbentuknya pulau Nusa Kambangan.
Oseanografi
Oseanografi berasal dari bahasa Yunani “oceanos” dan “graphos”. Oceanos berarti laut atau samudra dan graphos berarti adalah gambaran atau deskripsi. Hal ini menjadikan definisi dari istilah ini adalah ilmu tentang kelautan dan samudra. Ilmu ini mempelajari segala sesuatu tentang lautan dan samudra, termasuk tentang fenomena air laut, rekayasa lingkungan air laut, perikanan, dan bencana laut.

Dalam ilmu oseanografi, segala sesuatu tentang makhluk di dalam laut, termasuk terumbu karang, juga dipelajari. Karena sebagian besar isi bumi adalah air, maka sarjana dari ilmu ini banyak dibutuhkan untuk melakukan riset dan mengembangkan teknologi kelautan. Alhasil, banyak universitas yang membuka cabang ilmu ini untuk dipelajari oleh mahasiswanya.
Ozon
Ozon dapat diartikan sebagai komponen udara yang ada di lapisan bumi terluar. Komponen udara ini terbentuk secara alami pada saat sinar ultraviolet di lapisan bumi bereaksi dengan sinar matahari. Komponen udara ini umumnya menyelimuti lapisan luar bumi. Komponen udara inilah juga yang membentuk seperti lapisan pelindung di atmosfer bumi.

Ada tiga senyawa atau molekul yang membentuk ozon, ketiganya adalah molekul oksigen. Sifat dari komponen udara ini adalah sangat ringan dan tidak stabil. Alhasil, manusia tidak bisa menggunakan komponen udara ini untuk bernafas layaknya oksigen. Meski demikian, komponen udara ini memiliki kemampuan untuk menyerap sinar ultraviolet berlebih sehingga melindungi bumi dari bahaya sinar tersebut.


Glossary P
Paleolitikum
Paleolitikum disebut juga dengan zaman batu tua. Zaman prasejarah ini mencakup sekitar 95% peradaban manusia, berlangsung dari abad 50.000 SM hingga 70.000 SM. Disebut zaman batu karena pada zaman ini batu dikembangkan sebagai alat-alat yang dapat difungsikan untuk kebutuhan mereka. Alat batu pertama kali digunakan oleh hominin sekitar 3,3 tahun lalu hingga 11.650 tahun lalu digunakan oleh pleistosen.

Masa transisi zaman Paleolitikum berbeda-beda pada setiap wilayah. Pada zaman batu manusia mencari makan secara berpindah-pindah atau nomaden untuk bertahan hidup. Mereka hidup bukan dengan bercocok tanam, melainkan dengan menangkap ikan, berburu serta memakan hasil hutan. Selain menggunakan alat batu, mereka juga menggunakan kayu atau tulang binatang sebagai alat penunjang.
Paleozoikum
Paleozoikum merupakan zaman primer atau zaman purba tertua. Zaman purba tertua ini menjadi masa urutan pertama dari tiga masa saat Era Eon Fanerozoikum. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun lalu. Pada zaman ini keadaan masih belum stabil dan masih berubah-ubah di bumi.

Pada zaman Paleozoikum suhu udara berangsur menurun dan curah hujan sangat besar. Namun di zaman purba ini sudah terlihat tanda-tanda kehidupan makhluk bersel satu (mikroorganisme), rumput-rumput dan ganggang. Beberapa makhluk itu, diantaranya avertebrata (hewan beruas), mollusca (siput), amfibi, arthropoda (udang), coelenterata (ubur-ubur), dan ikan bertulang rawan. Fosil flora dan fauna menjadi peninggalan pada zaman ini.
Palung Laut
Palung Laut atau disebut juga Jurang laut merupakan salah satu rahasia dan keistimewaan yang dimiliki dengan bentuk relief yang berbeda pada permukaan laut yang paling dalam. Jurang ini terbentuk akibat depresi topografi atau menyusupnya lempengan samudra ke bawah lempengan benua. Jurang laut menjadi salah satu titik terendah di bumi dengan kedalaman mencapai 7.000 sampai 11.000 meter dari permukaan darat.

Palung Laut mempunyai perbedaan dengan batas konvergen sebagai ciri khasnya. Selain itu jurang laut ini memiliki ciri sangat curam, sangat gelap, sempit dan dibatasi oleh dinding yang terjal. Berdasarkan bentuk lembahnya jurang laut dibagi menjadi 2, yaitu trench atau bentuk lembah yang sempit, lancip, namun tidak curam menyerupai huruf V. Serta trog atau lembah yang bentuknya lebar dan ke dalamnya sangat curam menyerupai huruf U.
Pantai
Pantai merupakan tanah yang berdekatan dengan laut secara geografis. Biasanya terdiri dari pasir dan daerah ini menjadi pembatas antara perairan dengan daratan. Terbentuknya dipengaruhi oleh proses sedimentasi, erosi air laut (abrasi), dan pasang surut air laut. Serta bentuknya sering berubah-ubah setiap waktu karena adanya energi eksogen, energi androgen, serta aktivitas manusia.

Ciri-ciri yang dimiliki, diantaranya letaknya di tepi laut, memiliki proses rembesan air laut atau membanjir saat air pasang dan mengering saat air surut. Berdasarkan bentuknya pantai dibagi menjadi dua macam, yaitu landai atau yang berada pada daratan rendah dan masih dipengaruhi oleh abrasi, sedimentasi, dan pasang surut. Yang kedua bentuk curam, letaknya berada diantara bukti atau gunung serta tidak mempengaruhi endapan atau pasang surut namun sering terkena abrasi.
Papua Nugini
Papua Nugini atau Papua Guinea baru merupakan salah satu negara kepulauan yang terbesar di dunia. Memiliki batasan darat dengan Provinsi Papua di bagian barat, berbatasan selatan dengan Laut Koral dan Tiras, serta Samudra Pasifik sebagai batas bagian timur dan utara. Negara ini termasuk dalam kawasan Oseania dan Benua Australia.

Papua Nugini beribukota Port Moresby, memiliki luas wilayah sekitar 462.840 kilometer persegi. Dengan jumlah penduduknya sekitar 6.909.701 jiwa, negara ini hanya memiliki 18% penduduk yang menetap pada setiap pusat kotanya. Mayoritas agama yang dianut 73% Protestan dan 27% Katolik roma. Penduduk negara ini adalah etnis Papua, Negrito, Melanesia, Polynesia, dan Micronesia.
Pasang Surut Air Laut
Pasang Surut Air Laut merupakan suatu peristiwa yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan terhadap matahari. Ditandai dengan turun atau naiknya posisi permukaan pada perairan. Periode berlangsungnya antara puncak gelombang ke puncak gelombang selanjutnya, berkisar antara 12 jam 25 menit sampai 24 jam 50 menit. Peristiwa ini disebabkan oleh berubahnya kedalaman pada perairan yang berakibat timbulnya arus pasang.

Dalam navigasi pantai perkiraan sangat diperlukan untuk penanda akan terjadinya pasang atau surut. Tipe pasang surut air laut dibagi menjadi tiga jenis. Yang pertama Semi Diurnal tidak atau pasang surut air terjadi dua kali dalam sehari dalam waktu 12 jam 25 menit. Kedua Diurnal Tide atau terjadinya pasang surut satu kali dalam sehari dalam waktu 24 jam 50 menit. Dan Mixed Tide atau pasang surut campuran yang dapat terjadi satu atau dua kali pasang surut dalam sehari dalam waktu 24 jam 50 menit.
Pasir Besi
Pasir Besi merupakan sejenis pasir yang signifikan dengan konsentrasi besi. Pasir ini terdiri atas Fe3O4, magnetit, dan sejumlah kecil kandungan silika, mangan, kalsium, titanium, serta vanadium. Memiliki warna abu-abu gelap hingga kehitaman serta bersifat cenderung memanas ketika berada di bawah sinar matahari secara langsung. Suhu menjadi cukup tinggi saat pasir ini memanas dapat menyebabkan luka bakar yang ringan.

Pasir Besi menjadi salah satu Sumber Daya Alam, yang utama berasal dari batuan andesitik volkanik dan batuan basaltik. Dalam bidang industri, besi dan baja dijadikan sebagai bahan baku dasarnya. Pasir ini biasanya dimanfaatkan untuk pembuatan kerangka kendaraan, pembuatan peralatan rumah tangga dan bahan baku industri.
Pasir Silika
Pasir silika adalah suatu partikel kecil yang berasal dari fragmen batuan dan mineral dengan konsentrasi silika yang sangat tinggi. Pasir ini disebut juga dengan pasir kuarsa. Pasir kuarsa memiliki beberapa komponen seperti feldspar, silika (silikon oksida), aluminium, serta beberapa mineral besi lainnya.

Pasir ini biasanya diproduksi oleh batuan pasir yang hancur dan pasir lepas. Pasir silika memiliki sifat stabil saat berada pada suhu yang berbeda, memiliki sub divisi, dan tidak bereaksi terhadap keasaman. Pasir ini berwarna putih, berbentuk tajam bersudut atau membundar, dan mineral transparan yang tembus cahaya. Berdasarkan bentuknya pasir ini dibedakan menjadi tiga macam, yaitu Tridymite, Kristobalit, dan Cryptocrystalline.
Patahan
Patahan adalah fraktur yang terjadi pada lempeng bumi sehingga terjadi perbedaan volume batuan pada bagian-bagiannya. Fenomena ini terjadi karena adanya gaya tektonik masa batuan yang bergerak terus-menerus karena energi dari dalam perut bumi. Biasanya beberapa fraktur lempeng terjadi di sebuah area besar membentuk sebuah zona fraktur, tidak berdiri sendiri.

Ditinjau dari arah pelepasannya, terdapat fraktur mendatar, naik turun dan miring. Apabila dilihat dari gerak dinding dasar dan menggantung terdapat sesar naik dan turun. Menilik ada tidaknya rotasi yang terjadi maka terdapat dua macam fraktur lempeng: translasi dan rotasi. Patahan yang aktif bertanggung jawab atas terjadinya gempa bumi. Sebagian besar fraktur lempeng yang berbenturan, maka kekuatan gempa juga meningkat.
Pegunungan
Pegunungan adalah suatu wilayah geografis yang tersusun oleh beberapa gunung tunggal. Area ini juga dikenal dengan nama barisan. Gunung-gunung yang termasuk di dalam wilayah tersebut saling berhubungan secara struktur geologi. Dataran tinggi memisahkan wilayah ini dengan wilayah lainnya yang serupa. Umumnya pembatas wilayah geografis bergunung satu dengan lainnya berupa area lembah.

Kumpulan gunung terjadi akibat gerakan tektonik lempeng bumi. Ketika dua atau lebih lempeng berbenturan, gaya yang dihasilkan menimbulkan gundukan-gundukan di tanah yaitu gunung-gunung. Setiap gunung yang berada di dalam satu kawasan pegunungan kemungkinan tidak memiliki aspek orogeni yang sama. Barisan gunung tidak hanya terjadi di atas daratan, melainkan juga di bawah laut. Panjang sebuah jajaran gunung dapat mencapai ribuan kilometer.
Pelapukan
Pelapukan adalah peristiwa dimana terjadi perubahan bentuk dan pecahnya batuan maupun materi tanah akibat adanya mekanisme biologis, kimiawi, dan fisik. Proses ini biasanya terjadi di atas permukaan bumi dan lapisan bawah tanah di sekitarnya. Waktu yang dibutuhkan untuk melapukkan batu bervariasi, akan tetapi prosesnya tidak dapat terjadi secara instan. Tanah dan batuan sedimen merupakan hasil dari proses alami tersebut.

Proses pemecahan batuan akan melarutkan mineral yang terkandung di dalamnya. Apabila mineral tersebut berinteraksi dengan unsur lain, akan terbentuk jenis mineral yang baru. Terdapat tiga jenis pelapukan yang dikenal, yaitu: kimia, fisika/mekanik, dan organik/biologi. Ketiga proses terjadi secara bersamaan, meskipun salah satu bisa jadi lebih dominan.
Pelapukan Biologi
Pelapukan biologi adalah proses pemecahan batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dengan campur tangan organisme atau makhluk hidup. Manusia, hewan, dan tumbuhan dapat mendorong terjadinya proses ini. Beberapa contoh makhluk hidup yang berperan dalam pemecahan batuan adalah lumut, rayap, dan cacing tanah.

Terdapat dua mekanisme pemecahan batuan yang disebabkan oleh organisme, yaitu fisik dan kimiawi. Contoh mekanisme fisika adalah pertumbuhan lumut pada sebuah batuan. Akar lumut yang tumbuh di dalam batu akan memecahkan bantuan dan proses ini tergolong sebagai proses fisik yang terjadi karena pertumbuhan. Contoh mekanisme fisika pelapukan biologis adalah berkembangnya mikroba pada batuan. Mikroorganisme tersebut akan mengubah struktur kimia batuan di mana ia tinggal karena proses biologis dalam tubuhnya.
Pelapukan Fisika
Pelapukan fisika atau mekanik adalah peristiwa pemecahan batuan menjadi elemen-elemen yang lebih kecil karena adanya proses fisika yang dikenakan terhadap tersebut. Beberapa proses fisika atau mekanik yang terjadi dapat melibatkan perubahan suhu yang drastis dan terus-menerus, pembentukan kristal garam, pembekuan kandungan air dalam batu.

Berikut ini salah satu ilustrasi proses fisika pada pemecahan batuan. Perubahan suhu drastis yang menyebabkan pecahnya batuan banyak terjadi di daerah gurun. Batuan terpapar suhu tinggi di siang hari dan suhu rendah di malam hari secara terus-menerus. Tekanan tinggi akan terjadi di dalam batuan dan menyebabkan disintegrasi struktur. Munculnya tekanan tinggi dalam struktur batuan yang menyebabkan pemecahan objek tersebut juga terjadi pada pelapukan akibat kristalisasi garam dan pembekuan air.
Pelapukan Kimiawi
Pelapukan kimiawi dapat didefinisikan sebagai proses pelapukan pada suatu material yang terjadi karena adanya perubahan struktur kimiawi pada material tersebut. Jenis pelapukan ini biasanya terjadi pada bebatuan, tapi juga bisa terjadi pada jenis material yang lainnya. Berubahnya struktur kimiawi yang menjadi dasar dari pelapukan ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Faktor-faktor tersebut termasuk adanya perubahan suhu, meningkatnya kelembaban di sekitar material, dan meningkatnya volume air di sekitar material. Pelapukan kimiawi pada umumnya sangat mempengaruhi proses pembentukan tanah karena bebatuan dan material lain yang terurai akibat dari jenis pelapukan ini biasanya akan berubah menjadi abu atau lumpur dan membentuk tanah di bawahnya.
Pemanasan Global
Pemanasan global (sering juga disebut dengan global warming) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan proses peningkatan suhu di bumi. Dalam proses ini, semua suhu di lapisan bumi, baik di daratan, lautan, bahkan di bagian atmosfer mengalami peningkatan suhu rata-rata. Proses naiknya suhu bumi ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Di antara faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam terjadinya pemanasan global adalah adanya pencemaran udara yang ekstrim di mana jumlah karbon dioksida dalam udara meningkat drastis, adanya efek rumah kaca, dan adanya pembakaran bahan fosil yang terjadi secara berlebihan. Proses naiknya suhu bumi ini berbahaya bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya jika terus-menerus terjadi.
Pencemaran
Pencemaran adalah proses masuknya suatu zat atau material ke dalam suatu lingkungan yang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan tersebut. Pada dasarnya, proses yang sering disebut juga dengan polusi ini akan menimbulkan perubahan yang negatif terhadap lingkungan dan akan menurunkan kualitas hidup makhluk-makhluk yang tinggal di sekitarnya. Banyak hal yang bisa menyebabkan polusi, salah satu di antaranya adalah aktivitas manusia.

Beberapa jenis polusi yang paling sering terjadi adalah polusi air, polusi udara, dan polusi tanah. Pencemaran tersebut terjadi karena aktivitas manusia yang kurang menjaga lingkungan dan juga karena adanya proses kimiawi seperti radiasi dan juga adanya limbah yang mengotori lingkungan, baik dari pembuangan pabrik maupun dari tempat lainnya.
Pencemaran air
Pencemaran air dapat didefinisikan sebagai proses masuknya komponen asing ke dalam air dan menurunkan kualitas air tersebut. Komponen-komponen negatif tersebut bisa berasal dari berbagai unsur, termasuk zat kimia, energi, bahkan limbah. Pencemaran jenis ini kerap terjadi di tempat dengan volume air besar, seperti di sungai dan danau.

Meski banyak penyebabnya, pencemaran air paling sering terjadi karena limbah. Ada tiga jenis limbah yang biasanya mendasari proses polusi pada air, yaitu limbah rumah tangga (sampah, air sisa deterjen/ sabun, dll), limbah industri (sisa proses produksi pabrik), dan limbah pertanian (sisa pupuk kimia dan obat hama). Ketiga jenis limbah tersebut sangat merusak kualitas air.
Pencemaran Laut
Pencemaran laut adalah sebuah proses di mana ada zat asing berbahaya yang masuk ke dalam air laut sehingga menurunkan kualitasnya dan mengancam kehidupan biota laut di dalamnya. Pada proses pencemaran ini, zat asing yang dimaksud umumnya adalah limbah industri dan limbah perumahan. Limbah industri mengandung racun berbahaya seperti logam berat (seng, nikel, merkuri, arsenik, dll) yang dapat membahayakan kehidupan di laut.

Sedangkan limbah perumahan umumnya berupa sampah yang membuat kualitas air laut jauh menurun. Akibat yang terjadi dari pencemaran laut bisa sangat berbahaya, tak hanya bagi makhluk laut dan biota laut lainnya, tapi juga bagi manusia yang secara tidak langsung terpapar polusi laut saat mengonsumsi ikan atau makanan laut lain yang sudah terkena pencemaran.
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan ini disebut juga sebagai polusi. Seperti yang sudah diketahui, pencemaran bukanlah hal yang bagus, baik bagi umat manusia/makhluk hidup maupun lingkungan itu sendiri. Pengertiannya yaitu dimasukkannya atau masuknya zat, makhluk hidup, komponen, dan/atau energi lain ke dalam udara atau air. Pengertian lainnya yakni berubahnya komposisi udara atau air akibat dari proses alam atau kegiatan manusia.

Akibat dari pencemaran lingkungan ini adalah berkurangnya kualitas udara atau air atau bahkan sudah tidak lagi berfungsi. Pengendalian terhadap pencemaran ini perlu direncanakan supaya mencegah meluasnya akibat dari hal tersebut. Perlu diketahui jika pencemaran berangkat dari adanya aktivitas manusia dan juga aktivitas industri.
Pencemaran Tanah
Lingkungan tanah yang alami bisa berubah karena bahan kimia yang dibuat oleh manusia. Banyak hal yang bisa mengakibatkan pencemaran tanah ini. Beberapa diantaranya yaitu: kebocoran bahan kimia atau limbah cair, penggunaan pestisida, kecelakaan kendaraan pengangkut limbah, zat kimia, atau minyak, maupun limbah industri yang dibuang begitu saja meskipun tidak sesuai dengan syarat yang benar terkait pembuangan limbah.

Zat beracun atau berbahaya yang tumpah ke tanah bisa saja menguap ataupun tersapu hujan. Meskipun begitu, tidak sedikit zat berbahaya tersebut akan terserap ke dalam tanah sehingga mengubah lingkungan sekitar. Zat yang terserap tersebut bisa mengendap dan menjadi zat yang beracun. Hal inilah yang berdampak langsung kepada manusia saat adanya kontak langsung. Pencemaran tanah ini pun bisa juga mencemari udara di atasnya.
Pencemaran Udara
Pencemaran udara diketahui sebagai suatu keadaan dimana substansi yang berjumlah banyak bisa mengancam kesehatan makhluk hidup. Substansi dalam jumlah banyak ini bisa satu jenis atau lebih dari satu dan bisa berupa substansi biologi, kimia, atau fisik. Adanya pencemaran ini bisa mengganggu kenyamanan dan estetika, serta merusak properti di sekitar.

Untuk lebih lanjutnya, pencemaran bisa timbul karena kegiatan manusia maupun sumber-sumber alami. Polusi udara dalam gangguan fisik dapat berupa radiasi, polusi suara, polusi cahaya, dan panas. Karena sifat alami dari udara, pencemarannya bisa dalam skala lokal, regional, dan juga global. Perlu diketahui bahwa pencemaran udara bisa mengancam kesehatan manusia baik pencemaran di ruang terbuka maupun di dalam ruangan.
Penghijauan
Penghijauan dikenal juga dengan reboisasi. Reboisasi merupakan penanaman kembali hutan yang gundul atau tandus. Upaya ini dilakukan untuk menjaga alam di sekitar kita. Seperti yang diketahui, ketidakseimbangan pada alam bisa memberikan dampak juga pada manusia. Maka dari itu, manusia perlu menyeimbangkan lingkungan tempatnya tinggal supaya memiliki kualitas hidup yang baik.

Perlu diketahui bahwa reboisasi bisa membangun kembali ekosistem alam dan habitat. Selain itu, upaya ini bisa mencegah meluasnya dampak pemanasan global dan juga menyerap debu serta polusi yang ada di udara. Lebih jauh lagi, pohon juga diambil untuk diubah menjadi berbagai macam properti. Maka dari itu, keberlangsungan habitat pohon perlu dilestarikan melalui upaya penghijauan supaya tidak habis diambil untuk memenuhi kebutuhan manusia semata.
Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh yang biasanya disingkat menjadi inderaja merupakan akuisisi data atau pengukuran dari sebuah fenomena atau objek oleh sebuah alat. Meski demikian, tidak ada kontak yang terjadi pada saat pengukuran atau akuisisi data tersebut terjadi. Inderaja bisa melalui pesawat luar angkasa, pesawat, kapal, satelit, atau alat lainnya.

Untuk contoh dari indera jauh yakni satelit untuk mengamati bumi, satelit cuaca, hingga penggunaan ultrasonik untuk memonitor janin. Di masa modern ini, inderaja lebih identik dengan teknik yang melibatkan instrumen yang ada di pesawat atau di pesawat luar angkasa. Hal ini dibedakan dengan penginderaan medis ataupun fotogrametri. Pada umumnya, penginderaan jauh ini lebih identik dengan pengamatan cuaca dan terestrial.
Perancis
Perancis adalah negara yang terletak di benua Eropa Barat dengan letak geografis antara 42°20’ LU – 51°05’ LU dan antara 8°10’ BT – 5°55’ BB. Negara ini berbatasan dengan Laut Tengah, Andora, dan Spanyol di sebelah selatan, Selat Inggris (Chanel), Belgia, dan Luxemburg di sebelah utara, Teluk Biscaye di sebelah barat dan Jerman, Swiss, dan Italia di sebelah timur.

Dengan luas 543.965 km2, hampir sebagian besar wilayah negara Perancis berupa dataran tinggi dan pegunungan di bagian selatan dan timur, namun di bagian barat merupakan dataran rendah. Negara ini memiliki dua iklim yaitu iklim laut sedang yang basah di wilayah utara dan beriklim laut tengah di bagian selatan.
Peridodit
Peridodit adalah batuan beku yang berbentuk padat, memiliki butiran yang kasar, sebagian besar mengandung mineral olivin dan piroksen. Batuan ini merupakan batuan ultramafik yaitu batuan yang mengandung mineral silika kurang dari 40%. Batuan ini mengandung magnesium yang cukup tinggi, dan juga kandungan olivin dan besi yang juga cukup banyak.

Peridodit bisa dikatakan sebagai jenis batuan yang paling banyak ditemui pada mantel bumi bagian atas. Bentuknya bisa berupa blok yang solid dan berfragmen, atau juga dalam bentuk akumulasi kristal yang muncul sebagai akibat dari magma bumi yang ada pada mantel. Mantel bumi ada pada kedalaman 30 km sampai dengan 200 km di bawah permukaan bumi.
Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah perubahan suatu zat yang tidak menghasilkan suatu zat baru. Perubahan ini memiliki ciri yaitu sifat partikel yang masih sama dengan sifat sebelum adanya perubahan. Bisa dikatakan, perubahan ini hanya terjadi pada bentuk, ukuran, wujud ataupun volume. Pada umumnya, benda yang mengalami perubahan ini masih bisa kembali dalam bentuk sebelumnya.

Contoh dari perubahan fisika adalah es batu yang mencair. Dalam hal ini, bentuk awal sebelum menjadi cair adalah padat. Karena proses pemanasan, es batu mengalami proses pencairan. Namun air dari es batu yang sudah mencair bisa kembali menjadi es jika dilakukan proses pembekuan. Contoh lain dari perubahan ini adalah kayu yang dibuat menjadi kursi, gula yang dicairkan, dan lain sebagainya.
Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan suatu zat menjadi zat yang baru karena adanya proses atau reaksi kimia. Perubahan ini tidak hanya dari bentuknya saja, bahkan juga termasuk perubahan dari molekul pembentuknya. Perubahan yang satu ini merupakan perubahan tetap yaitu yang tidak bisa kembali ke bentuk atau zat awalnya karena telah terbentuk satu zat baru.

Contoh perubahan kimia yang bisa kita lihat sehari-hari yaitu proses pembakaran kayu menjadi arang. Dalam hal ini, kayu yang sudah mengalami proses kimia yaitu terbakar, tidak akan bisa kembali lagi menjadi kayu. Hal ini dikarenakan struktur molekul antara kayu dan arang sudah jauh berbeda. Berbeda dengan kayu yang diubah menjadi kursi, pada dasarnya kursi adalah masih juga kayu namun memiliki bentuk yang berbeda.
Peta
Peta adalah gambaran permukaan bumi yang divisualisasikan ke dalam suatu media atau obyek melalui suatu sistem proyeksi. Gambaran ini dibuat untuk berbagai macam tujuan yaitu membantu suatu pekerjaan seperti konstruksi jalan, sebagai navigator, sebagai informasi mengenai kondisi dan struktur wilayah tertentu dan juga sebagai alat bantu dalam membuat suatu desain ruang.

Dalam sebuah peta, ada beberapa unsur yang harus dipenuhi yaitu judul, legenda atau simbol yang menunjukkan suatu bentuk tertentu, tanda arah, skala atau perbandingan jarak pada gambar dan jarak yang sesungguhnya, warna sebagai petunjuk kondisi ruang yang berbeda, garis astronomis, garis bujur dan garis lintang. Semua komponen tersebut adalah media pendukung yang akan membantu dalam proses membaca.
Peta Buta
Peta Buta adalah suatu peta gambar yang tidak memiliki keterangan lengkap sebagai alat pengenal. Didalam peta ini hanya terdapat garis yang mengikuti bentuk wilayah tertentu seperti laut, sungai, danau, benua, pulau, atau tanda strip putus-putus sebagai penanda batas suatu wilayah tanpa menyertakan tulisan keterangan nama-nama daerahnya.

Meskipun termasuk salah satu peta yang sulit dipahami, Peta Buta juga memiliki beberapa fungsi. Fungsi Peta ini yaitu menggambarkan bentuk-bentuk wilayah di bumi, sebagai alat analisis, penunjuk suatu tempat pada permukaan bumi, memberikan data potensi wilayah, memperlihatkan arah dan ukuran wilayah di bumi, serta sebagai alat untuk mempelajari fenomena-fenomena geografi yang ada di permukaan bumi.
Peta Geologi
Peta Geologi adalah jenis peta yang menunjukkan informasi atau data geologis suatu wilayah atau daerah. Peta ini sering ditampilkan dalam bentuk simbol, warna, dan gambar serta corak yang dihasilkan dari penggabungan ketiganya. Dalam penggambaran peta ini harus sesuai dengan aturan etnis seperti struktur garis atau batas satuan batuan dan penyebarannya mengikuti bentuk dari batuan beku.

Peta Geologi dibedakan menjadi 7 macam, yaitu Peta permukaan, peta singkatan, peta ikhtiar geologis, peta struktur, peta isopach, peta fotogeologi, dan peta hidrogeologi. Perbedaan pada peta ini terlihat dari tanda dan warna yang diberikan. Komponen dalam peta ini terdiri dari judul peta, legenda, skala, garis astronomis, garis kontur, dan tahun pembuatan.
Peta Kadaster
Peta kadaster adalah salah satu peta yang menampilkan secara rinci objek yang digunakan. Skala yang dimiliki peta ini sekitar 1:100-1:5000. Peta ini disebut juga dengan peta pertanahan (peta hak milik) yang menjadi salah satu sistem informasi persil tanah untuk kepentingan tanah tersebut.

Informasi yang terdapat dalam peta ini berupa hak, tanggung jawab, dan batasan dalam bentuk geometrik yang diuraikan sesuai daftar-daftar di pemerintahan. Peta kadaster memiliki fungsi sebagai alat definisi kepemilikan tanah, menggambarkan peta bangunan atau tanah dalam bentuk sertifikat, serta perencana jaringan jalan dan jaringan air. Selain itu peta ini juga memiliki fungsi untuk mengetahui keadaan ekonomi, sosial, dan budaya pada suatu daerah.
Peta Kontur
Peta Kontur merupakan salah satu jenis peta yang menggambarkan ketinggian pada permukaan bumi dengan menggunakan garis kontur atau garis khayal. Garis kontur digunakan pada peta ini untuk memberikan informasi atau data mengenai ketinggian suatu tempat, bentuk lereng yang cembung dan cekung, serta kemiringan lereng yang landai atau terjal.

Karakteristik Peta Kontur, diantaranya garis yang tidak berpotongan dan tidak bercabang, garis saling terhimpit pada lereng yang tegak, garis lebih tebal 5 sampai 10 kali lipat dalam kondisi normal, memiliki selang 1/2000 skala peta antar garisnya, dan garis kontur yang menjorok ke hulu saat melewati sungai serta menjorok ke jalan saat melewati permukaan terjal.
Peta Rupa Bumi
Peta Rupa Bumi adalah jenis peta yang dibuat khusus untuk memberikan data atau informasi mengenai kondisi topografi permukaan bumi pada suatu wilayah. Peta ini menampilkan sebagian unsur buatan manusia dan unsur-unsur alam suatu wilayah. Dalam peta ini penampakan yang tergambar ada 2 macam. Yaitu alamiah dan buatan manusia.

Penampakan alamiah peta diantaranya danau, bukit, lembah, sungai, dan lain sebagainya. Sedangkan secara buatan seperti kampung, kantor, pasar, dan jalan. Peta Rupa Bumi memiliki ciri penggunaan simbol, warna, dan label sebagai fitur, penggunaan garis kontur pada peta modern, serta skala yang rinci, akurat, dan besar dilengkapi oleh penjelasan.
Peta Tematik
Peta Tematik disebut juga dengan peta tujuan khusus (statistik). Peta ini menyajikan patron penggunaan sebuah ruangan daripada sebuah jumlah lebih dari distributor secara geografis. Salah satu distribusi didalam peta ini adalah fenomena fisikal seperti iklim, kepadatan penduduk, dan permasalahan kesehatan. Peta ini dibuat secara langsung oleh pihak-pihak yang bersangkutan sesuai kebutuhan pihak yang memerlukan.

Peta Tematik memiliki ciri, yaitu memiliki satu tema pada setiap peta, data diperoleh dari peta yang dioverlay secara detail, serta memberikan informasi sesuai tema peta yang dipilih. Berdasarkan jenisnya peta ini dibagi menjadi 5 jenis, diantaranya peta geologi, peta curah hujan, peta kepadatan penduduk, peta penyebaran hasil tambang, dan peta hasil pertanian.
Peta Topografi
Peta Topografi merupakan peta yang menyajikan representasi grafis dari bagian permukaan bumi yang ditarik ke skala dengan akurat dan secara rinci. Tanda simbol dan konvensional menjadi perwakilan peta. Peta ini memberikan informasi dengan menampilkan dimensi, keadaan bentuk, dan penyebaran roman di muka bumi. Pembentukan peta ini terdiri dari penggabungan dua peta atau lebih.

Garis kontur menjadi titik elevasi pada peta dengan mengombinasi dua segmen garis yang saling berhubungan dan tidak terpotong. Karakteristik Peta Topografi yaitu menunjukkan bentuk tanah atau kontur topografi di samping fitur seperti jalan, sungai, danau, dan lain sebagainya. Peta ini sangat cocok untuk kegiatan outdoor.
Petir
Petir atau halilintar disebut juga sebagai simbol listrik alam merupakan fenomena lama yang terjadi pada langit dengan memunculkan kilatan cahaya mengkilau dalam sesaat ketika musim hujan. Gejala ini sering dianalogikan sebagai kondensator raksasa. Setelah munculnya halilintar beberapa saat akan disusul dengan suara ledakan menggelegar (guruh).

Proses terjadinya Petir bermula dengan pergerakan awan yang terus menerus secara teratur sehingga berkumpul dan berinteraksi kemudian terjadi muatan negatif pada satu sisi dan sisi sebaliknya bermuatan positif. Dilanjutkan dengan pembuangan muatan negatif dari awan ke bumi apabila potensial cukup besar untuk mencapai keseimbangan. Kemudian terjadi suara ledakan yang menggelegar saat elektron bisa menembus ambang batas pada isolasi udara.
Petrologi
Petrologi adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari struktur batuan beserta situasi di mana batuan terbentuk. Berbagai unsur yang menyusun sebuah batuan beserta komposisinya juga dipelajari dalam cabang ilmu ini. Terdapat tiga pembahasan yang dipelajari berdasarkan pembagian jenis batuan yang dikenal, yaitu: batuan sedimen, batuan beku, dan batuan metamorf.

Terdapat juga bagian eksperimental dari ilmu ini. Peneliti melakukan analisis terhadap komposisi batuan di mantel bumi atas dan kerak bumi bawah dengan memanfaatkan peralatan yang mampu dengan tekanan dan suhu tinggi. Hal ini dilakukan untuk melakukan simulasi terhadap batuan di area tersebut yang tidak dapat dijangkau. Petrologi menggunakan ilmu kimia, mineralogi, dan petrografi untuk melakukan proses analisis.
pH (derajat keasaman)
pH atau derajat keasaman adalah skala matematis yang digunakan untuk menggambarkan level keasaman dan kebasaan larutan. Skala ini bergerak dari angka 0 ke 14. Semakin besar nilai skala yang ditunjukkan, maka tingkat keasaman larutan semakin rendah atau larutan memiliki tingkat kebasaan yang semakin tinggi. Apabila nilai skala semakin kecil, tingkat keasaman larutan semakin tinggi. Larutan yang netral akan memperoleh nilai 7 dalam skala.

Pengukuran skala ini didasarkan pada perhitungan ion hidrogen di dalam larutan. Diperlukan pembanding untuk mengukur pH larutan oleh karena itu hasil pengukuran tidak bersifat absolut. Besar tingkat keasaman suatu larutan ditentukan oleh suhu larutan ketika pengukuran dilaksanakan.
Pirit
Pirit adalah sejenis mineral dari golongan mineral sulfida yang paling banyak ditemukan di alam. Mineral ini juga dikenal dengan nama emas palsu karena warnanya yang kuning berkilap menyerupai emas. Rumus kimianya adalah FeS2. Massa jenis mineral berkisar antara 4,8 hingga 5 gram/cm3. Massa setiap molekulnya adalah 119,98 gram/mol. Tingkat kekerasan mineral dalam skala Mohs berkisar antara 6 hingga 6,5.

Mineral ini dapat ditemukan di batuan metamorf dan sedimen. Senyawa mineral ini dapat ditemukan dalam berbagai proses produksi komersial seperti penyusunan sulfur dioksida dan pembuatan baterai sekali pakai. Pirit bersifat semikonduktor dan paramagnetik. Kontaminasi zat ini dapat menyebabkan penurunan pH pada air dalam saluran dan melemahnya struktur bangunan.
Piroksen
Piroksen adalah sekelompok mineral inosilikat rantai tunggal yang biasanya terbentuk dalam batuan metamorf dan beku. Kelompok ini juga dikenal dengan singkatan Px. Rumus kimia yang menggambarkan kelompok ini adalah XY(Si,Al)2O6. X merupakan unsur Ca, Na, Mg, Zn, Ma, Li, dan iom Fe2+. Y merupakan ion Cr, Al, Ma, Mg, Ti, Sc, V, Fe2+, dan Fe3+.

Di alam, mineral-mineral dalam kelompok ini dijumpai dalam bentuk kristal prismatik. Mineral-mineral ini seringkali ditemukan di wilayah kerak benua. Secara garis besar terdapat dua tipe piroksen yang berada di alam, yaitu: klinopiroksen dan ortopiroksen. Klinopiroksen dapat ditemukan pada batuan yang kaya akan kalsium dan sodium, sedangkan ortopiroksen dapat ditemukan di meteorit dan batuan beku.
Planet
Planet adalah sebuah objek astronomi yang mengorbit pada suatu bintang atau sisa evolusi bintang berukuran besar yang memiliki gaya tariknya sendiri. Ukuran objek ini tidak terlalu besar sehingga tidak dapat mengakibatkan reaksi termonuklir. Area di sekitar orbit objek astronomi tersebut juga sudah tidak dipenuhi oleh objek-objek kosmik berukuran kecil.

Berdasarkan strukturnya objek ini dikategorikan menjadi dua bentuk: gas dan bebatuan. Terdapat beberapa teori yang mendasari pembentukan planet, di antaranya adalah Hipotesis Nebula yang diterima sebagian besar publik. Berdasarkan hipotesis tersebut, seluruh alam semesta dahulu berbentuk kabut gas. Massa gas meningkat terus-menerus karena gerakan sentripetal. Objek astronomi ini merupakan bagian inti massa.
Planet Dalam
Planet Dalam dapat didefinisikan sebagai planet-planet yang memiliki jarak ke matahari lebih pendek dibandingkan dengan jarak Bumi ke matahari. Dari definisi ini, maka jelas hanya ada dua planet yang masuk ke dalam kategori ini karena Bumi adalah planet ketiga terdekat dari matahari. Kedua planet yang masuk kategori ini adalah Merkurius dan Venus. Planet-planet yang jaraknya ke matahari lebih jauh dari Bumi masuk ke dalam kategori planet luar.

Posisi planet-planet yang termasuk dalam planet dalam bisa berubah dan berganti-ganti. Hal ini dikarenakan adanya kecepatan peredaran tiap planet yang berbeda antara satu dan lainnya. Selain itu, garis yang menghubungkan Bumi dengan matahari juga sering mengubah sudut pandang dari posisi planet-planet tersebut.
Planet Luar
Planet luar adalah istilah yang digunakan untuk mengelompokkan planet-planet yang jaraknya ke Matahari lebih panjang daripada jarak Bumi ke Matahari. Berdasarkan keterangan tersebut, maka ada tujuh planet yang masuk ke dalam kategori ini, yaitu planet Mars, planet Jupiter, planet Saturnus, planet Uranus, planet Neputus, dan planet Pluto, jika Pluto dimasukkan dalam kategori “planet”.

Jika dilihat dari Bumi, posisi planet-planet yang masuk dalam kategori planet luar ini sebagian besar bisa dilihat. Namun, posisi semua planet juga sering berubah berdasarkan kecepatan putar planet dan juga hal-hal lain seperti adanya perubahan, termasuk elongasi planet. Selain itu, planet-planet di kategori ini sering juga menjauh posisinya dari bumi.
Pluto
Pluto adalah sebuah planet di tata surya yang letaknya paling jauh dari matahari. Planet ini ukurannya termasuk yang terkecil dan juga terdingin suhunya. Banyak orang yang menjuluki planet ini dengan istilah “Planet Katai” di mana berarti “Planet Kerdil” karena memang bentuknya relatif kecil dibandingkan dengan planet-planet lainnya di tata surya.

Meski ukurannya kecil, planet Pluto memiliki massa yang cukup besar sehingga cukup untuk menghasilkan daya gravitasi sendiri. Planet terluar ini juga memiliki daya untuk mengatasi tekanan. Planet yang juga sering disebut dengan “Planet Kurcaci” ini sempat tidak dianggap sebagai planet di tata surya, namun kemudian dimasukkan lagi ke dalam daftar planet beberapa tahun kemudian.
Pola Aliran Sungai
Pola aliran sungai adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan profil dan genetik aliran sungai. Aliran sungai dapat membentuk pola-pola tertentu karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama faktor geologi. Faktor-faktor utama pembentuk pola pada aliran suatu sungai adalah tingkat kemiringan sungai, tekstur tanah pada sungai, jenis bebatuan yang ada dalam sungai, dan kontur tanah di sekitar sungai.

Ada lima pola aliran sungai yang dapat ditemukan, kelima pola tersebut adalah pola radial sentripetal, pola aliran dendritik, pola aliran radial, pola aliran rektangular, dan pola aliran trellis. Masing-masing pola tersebut memiliki karakteristik tersendiri yang mempengaruhi kondisi sungai dan juga mempengaruhi kehidupan ekosistem di dalamnya.
Pulau
Pulau dapat didefinisikan sebagai dataran tanah dikelilingi air yang ukurannya lebih kecil dibandingkan benua. Ada beberapa faktor yang membuat suatu kawasan dataran tanah bisa dikategorikan sebagai jenis dataran ini. Beberapa faktor yang paling terkenal salah satunya adalah kawasan tersebut memiliki lahan berupa daratan.

Selain itu kawasan tersebut haruslah dikelilingi oleh suatu perairan, baik berupa perairan air tawar (contohnya danau) atau perairan air asin (lautan). Pulau selalu berada di kawasan dengan garis pasang yang tinggi. Selain itu, kawasan ini biasanya terbentuk secara alami. Meski demikian, ada juga kawasan semacam ini yang memang dibuat secara sengaja oleh manusia, contohnya adalah lahan reklamasi.
Pulau Jawa
Pulau Jawa adalah salah satu pulau yang ada di negara Indonesia. Berdasarkan ukuran pulau di seluruh dunia, pulau ini menempati urutan tiga belas dalam deretan pulau terluas di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, pulau ini merupakan pulau terbesar kelima. Walau demikian, ini menjadi pulau dengan tingkat kepadatan tertinggi dibandingkan pulau lain yang ada di Indonesia. Sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di pulau ini.

Di Pulau Jawa, daerahnya dibagi menjadi enam provinsi, dan beberapa kota utama di pulau ini adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, serta Surabaya. Dari segi penduduknya, setidaknya ada beberapa kelompok etnis yaitu suku Jawa, Sunda, Madura, Betawi dan beberapa etnis minoritas lainnya. Dari segi geografis, puncak tertinggi di pulau ini adalah Puncak Semeru.
Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau ini pun dibagi menjadi tiga wilayah negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pulau ini juga sering disebut sebagai Borneo. Sebutan ini sudah diberikan sejak masa kolonial dan masih digunakan sampai sekarang. Sebutan lain dari pulau ini adalah Pulau Seribu Sungai karena banyaknya sungai berukuran besar dan panjang di area pulau ini.

Pulau Kalimantan menjadi salah satu pulau yang dilalui garis khatulistiwa. Ini Mempertegas statusnya sebagai pulau dengan karakteristik iklim tropis. Hutan yang ada di pulau ini menjadi hutan hujan tropis dan menjadi salah satu paru-paru utama dunia. Binatang yang khas dari pulau ini adalah orang utan, sedangkan suku utama yang tinggal di pulau ini adalah Suku Dayak. Sebagian area juga memiliki karakter hutan gambut.
Pulau Papua
Pulau Papua adalah pulau yang terletak di daerah Asia Tenggara. Pulau ini berada di sebelah utara Benua Australia. Pulau ini juga disebut sebagai Guinea Baru. Dulunya, Pulau ini juga disebut sebagai Irian, namun nama tersebut sudah diganti dengan Papua. Pulau ini berukuran cukup besar dan bahkan menjadi pulau terbesar kedua di dunia.

Di Pulau Papua ini, terdapat dua negara. Indonesia berada di bagian barat pulau ini dan di bagian timur terdapat negara Papua Nugini. Pulau ini banyak disebut menyerupai burung cenderawasih. Ini sekaligus menjadi burung endemik di pulau ini dan banyak dikagumi karena keindahannya. Selain itu, di pulau ini juga terdapat Puncak Jaya yang merupakan puncak tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut.
Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi adalah pulau yang ada di negara Indonesia. Ukurannya sangat besar dan luas, dan hal tersebut menjadikan pulau ini sebagai pulau terbesar ke sebelas di dunia. Di Indonesia sendiri, ini bukanlah pulau terbesar karena ada Pulau Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang ukurannya lebih luas. Dari segi populasinya, pulau ini ada di urutan ketiga setelah Pulau Jawa dan Sumatra.

Di masa penjajahan Kolonial Belanda, Pulau Sulawesi juga dikenal sebagai Celebes. Namun, nama ini sudah sangat jarang digunakan saat ini. Kota terbesar di pulau ini adalah kota Makassar. Dari segi penduduk aslinya, ada beberapa etnis utama yang ada di pulau ini, seperti etnis Makassar, Bugis, Minahasa, serta Toraja. Terkait dengan etnis Toraja, budayanya sangat terkenal dengan ritual pemakamannya yang sangat unik.
Pulau Sumatera
Pulau Sumatera merupakan pulau yang ada di Indonesia. Pulau ini memiliki luas wilayah mencapai 473.481 m2 dan ini menjadikan pulau ini sebagai pulau terbesar keenam yang ada di dunia. Selain pulau ini, Indonesia juga memiliki pulau besar lainnya seperti Kalimantan, Papua, Sulawesi, serta Jawa. Dari segi populasinya, sensus tahun 2018 menunjukkan bahwa pulau ini dihuni oleh penduduk sebanyak 57.940.351 jiwa. Dengan populasi tersebut, pulau ini menjadi pulau dengan populasi terbesar kedua di Indonesia.

Pulau Sumatera juga biasa disebut sebagai Pulau Andalas, Percha, serta Suwarnadwipa. Dari tiga nama tersebut, Andalas adalah yang paling sering digunakan. Kota terbesar di pulau ini adalah Medan, dan puncak tertinggi di pulau ini adalah Kerinci. Salah satu daya tarik utama dari pulau adalah Danau Toba. Danau ini menjadi salah satu danau terbesar dengan bentang alam yang sangat menarik.
Puting Beliung
Puting beliung merupakan salah satu jenis pusaran angin layaknya topan dan tornado. Salah satu yang menjadi karakteristik dari angin ini adalah kecepatannya yang berada di kisaran 63 km/jam. Secara umum, durasi dari angin yang satu ini hanya mencapai sekitar 5 menit. Di beberapa daerah di Indonesia, angin ini juga biasa disebut sebagai angin leysus atau angin bohorok.

Angin puting beliung ini biasanya terjadi di masa pancaroba, yaitu di masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau dan sebaliknya. Biasanya, angin ini terjadi di saat siang hari dan sore hari. Kemunculan angin ini juga tidak lepas dari keberadaan awan cumulonimbus dan biasanya dipicu oleh temperatur udara yang tinggi. Selain itu, ciri lainnya adalah munculnya beberapa lapisan awan yang khas dengan warna abu-abu di bagian tepinya.



Glossary R
Rantai Makanan
Rantai makanan adalah siklus makan dimakan dalam sebuah ekosistem makhluk hidup. Secara singkat, siklus ini bermula dari produsen yaitu tumbuhan hijau lalu dimakan oleh herbiviro dan berlanjut ke karnivora hingga mati diuraikan oleh decomposer. Tumbuhan mengambil unsur makanan dari tanah dasil decomposer tersebut lalu melakukan fotosintesis untuk membuat makanan kembali.

Sebuah rantai dapat pula terjadi antar makhluk hidup berbeda ekosistem tetapi berada pada level yang sama. Beberapa makhluk bersifat omnivore sehingga memakan tumbuhan dan hewan lain secara bersamaan. Decomposer dalam rantai makanan dapat berupa bakteri atau jamur yang bersifat menguraikan unsur-unsur sehingga menyatu dengan tanah. Rantai makanan akan terus berulang dan mencari keseimbangan ketika sebuah level tidak berfungsi.
Rawa
Rawa adalah area luas yang berupa genangan air dangkal dan tidak mengalir. Area tersebut terbentuk secara alami maupun buatan manusia yang sengaja mengaliri untuk tujuan tertentu. Genangan tersebut memiliki kedalaman kurang dari 6 meter dari permukaan. Meskipun tampak dalam, rawa memiliki ekosistem yang lebih dekat ke daratan. Hewan dan tumbuhan yang hidup tidak sepenuhnya makhluk hidup perairan. Untuk hewan, mayoritas ikan mampu hidup dengan kadar oksigen rendah dan beradaptasi di endapan lumpur.

Contoh lain dari rawa adalah area pantai dimana air laut dan tawar bertemu. Area tersebut menjadi genangan yang tetap lalu berkembang dengan tumbuhan mangrove. Mirip dengan rawa di daratan, daerah pantai juga menjadikan area ini memiliki keanekaragaman hayati yang unik karena ada unsur daratan dan perairan.
Reboisasi
Reboisasi adalah sistem penanaman kembali suatu daerah yang gundul atau gersang. Sistem ini bertujuan untuk mengembalikan ekosistem tanah ke bentuk awal sebelum penebangan hutan yang berlebihan. Tanah yang gersang memiliki risiko bencana alam karena mudah bergerak sehingga dapat terjadi longsor. Selain itu, hujan lebat dapat pula mengikis dan menurunkan ketinggian tanah sehingga menjadi banjir.

Selain penanaman kembali area hutan yang gersang, proses reboisasi berfokus pada pengembalian habitat terutama flora. Tumbuhan yang memiliki akar kuat dan kokoh menjadi pilihan untuk reboisasi. Tumbuhan tersebut sebagai pioneer sebelum menanam beberapa pohon lain sehingga tanah lebih stabil. Proses ini membutuhkan jangka waktu lama sehingga sistem awal adalah penanaman tanaman yang mudah tumbuh tetapi mampu mencengkeram tanah dengan kuat.
Redoks (reduksi oksidasi)
Redoks atau reduksi oksidasi adalah proses reaksi kimia yang melibatkan penambahan dan pengurangan bilangan oksidasi. Proses ini memiliki berapat definisi berdasarkan reaksi kimia yang dicontohkan. Secara umum, reaksi terdiri dari dua bagian yaitu reduksi dan oksidasi. Contoh yang mudah adalah pembakaran yang menghasilkan karbon dioksida. Prosesnya terkenal dengan oksidasi karena oksigen berubah nilai bilangan oksidasi akibat berikatan dengan atom karbon.

Redoks dapat terjadi secara terpisah dalam sebuah sistem tertutup. Sebagai contoh, ion besi yang melepas electron atau ion lain yang berikatan dengan ion hidroksida. Besi yang berkarat adalah contoh redoks yang paling mudah diidentifikasi. Contoh lain dari reduksi oksidasi adalah perubahan glukosa menjadi energi untuk metabolisme tubuh.
Regasifikasi
Regasifikasi adalah proses pemanasan untuk mengubah gas alam cair ke bentuk semula yaitu gas. Proses ini terjadi untuk memanfaatkan fungsi dari gas alam di tempat tujuan. Industri gas alam mengambil sumber daya yang berbentuk gas langsung dan disimpan di sebuah tangki khusus. Dalam bentuk gas, sebuah unsur atau senyawa membutuhkan ruang yang besar sehingga tidak efisien. Oleh karena itu, gas didinginkan lalu dicairkan untuk disimpan kembali di dalam tabung.

Tabung tersebut dipindahkan ke tujuan lalu gas cair dikembalikan ke bentuk semula. Secara teori, energi dalam bentuk gas lebih banyak dan efektif daripada cairan. Inilah proses regasifikasi di industri-industri yang memanfaatkan gas alam sebagai sumber bahan baku atau energi.
Regosol
Regosol merupakan butiran tanah kasar yang berasal dari endapan gunung berapi. Endapan tanah berisi material abu vulkanik sehingga disebut juga tanah vulkanik. Sekitar 2% wilayah daratan bumi terdapat jenis tanah ini. Pada iklim kering tanah menunjukkan akumulasi gipsum (kalsium karbonat), dan di iklim sangat dingin tanah mengandung permafrost.

Tanah Regosol terbagi menjadi 2 macam, yaitu tanah abu vulkanik dan tanah bukit pasir. Ciri dari tanah ini diantaranya butiran tanah kasar, kaya unsur hara, cenderung gembur, daya serap air tinggi, wilayah cenderung berombak sampai menggunung, variasi warna sesuai kandungan, serta peka terhadap erosi. Tanah jenis ini termasuk jenis tanah yang subur.
Reklamasi Pasca Tambang
Reklamasi Pasca Tambang merupakan suatu upaya perbaikan lingkungan yang rusak secara sistematis akibat kegiatan pertambangan. Dalam pertambangan biasanya menggunakan lapisan tanah untuk mengambil hasil tambang sehingga merusak lapisan tanah tersebut. Rusaknya lapisan tanah menyebabkan kering, tidak ada air biologis, serta tidak ada air di bawah tanah.

Upaya reklamasi pasca tambang dilakukan dengan tujuan menjaga kestabilan lahan, memperbaiki ekosistem, mengembalikan kesuburan tanah, serta mengembalikan dan meningkatkan produktivitas lahan tersebut. Adapun upaya yang dilakukan, diantaranya membersihkan lahan dari sisa tambang, menimbun tanah bekas galian, mendapatkan lahan reklamasi, penanaman bibit hidroseding, reboisasi lahan, dan terakhir pembuatan sengkedan pada lahan.
Relief Bumi
Yang dimaksud relief bumi adalah bentuk tidak rata berupa tonjolan atau cekungan pada permukaan bumi. Bentuk ini disebut juga dengan lapisan kulit bumi atau litosfer. Pembentukannya dipengaruhi oleh tenaga luar bumi (eksogen) dan tenaga dalam bumi (endogen).

Relief bumi dibagi menjadi 2, yaitu Lapisan kulit daratan atau bentuk yang dimiliki dapat berubah-ubah selama bentuk dan tenaga eksogen berbeda-beda. Sehingga ekosistem daratan memiliki karakteristik yang berbeda. Kemudian ada lapisan kulit lautan atau lapisan yang berada pada dasar laut dengan bentuk dataran luas, tonjolan atau cekung, dan tidak runcing akibat dari pengikisan permukaan laut (erosi) yang sering terjadi.
Revolusi Bumi
Revolusi Bumi merupakan proses peredaran bumi mengelilingi matahari dalam waktu satu tahun surya pada orbitnya. Peredaran ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara matahari dengan bumi. Dalam tata surya gerakan ini juga terjadi pada planet-planet lain. Pergerakan bumi berarah negatif atau berlawanan dengan arah jarum jam apabila dilihat dari udara.

Bumi bergerak tanpa henti selama 365 hari setiap satu kali mengorbit matahari. Manfaat dari revolusi bumi yaitu adanya pergantian musim, memiliki satuan waktu yang pasti dalam setahun, terjadi perbedaan waktu siang dan malam, terjadi gerak semu matahari tahunan, serta munculnya nama-nama zodiak untuk meramal nasib berdasarkan rasi bintang yang berbeda-beda.
Rotasi Bumi
Rotasi bumi merupakan pergerakan bumi pada porosnya secara berputar (gerakan harian). Proses terjadinya yaitu bumi bergerak berlawanan dengan arah jarum jam ke arah timur, sehingga terjadi perbedaan waktu siang dan malam. Namun gaya gravitasi bulan berpengaruh pada melambatnya gerakan bumi.

Dampak dari rotasi bumi diantaranya, terjadi pergantian waktu antara siang dan malam, adanya perbedaan waktu di berbagai daerah di dunia, bentuk planet bumi tidak bulat secara sempurna, terjadinya pembelokan arah angin sehingga merata ke semua daerah, gerak semu harian matahari, adanya kalender Masehi, terjadi penebalan atmosfer yang berbeda-beda. Selain itu pergerakan bumi berdampak pada berfungsinya satelit buatan di bumi.
Rusia
Rusia atau Rusijja merupakan negara yang berdaulat dengan letak membentang di sebelah timur Eropa dan sebelah utara Asia. Sebagai negara terluas di dunia, negara ini memiliki luas daerah 17.250.200 kilometer persegi. Seperdelapan Luas daratan di bumi tercakup pada wilayah negara ini.

Negara Rusia beribukota di Moskwa dengan sistem pemerintahan Republik Federasi Semi presidensial. Kepadatan penduduk negara ini menduduki peringkat ke sembilan di dunia dengan jumlah sekitar 146 jiwa. Negara Rusijja memiliki 11 zona waktu serta wilayah yang terdiri dari berbagai tanah dan lingkungan. Etnis yang menempati negara ini diantaranya, Bangsa Rusijja, Tatar, Ukraina, Bashkir, Armenia, dan Chuvash.

Kembali ke Abjad...
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Glossary S
Salinitas
Salinitas merupakan kadar garam atau tingkat keasinan yang berlarut dalam air. Namun, kadar garam juga terkandung dalam tanah. Pada sungai, danau, dan saluran air memiliki kandungan garam sangat kecil, yaitu 0,5% secara definisi. Kandungan garam pada air tersebut dikategorikan ke dalam air tawar. Sedangkan air yang memiliki kandungan garam 3-5% dikategorikan ke dalam air payau.

Salinitas memiliki teknik untuk mengetahui tingkat keasinan pada lautan disebut dengan teknik halinitas. Secara oseanografi, teknik ini berdasarkan pada anion yang terbanyak berasal dari elemen-elemen terlaris. Biasanya secara teori ini halinitas dinyatakan dalam perseribu atau permil, yang hampir sama dengan gram garam dalam satuan liter larutan. Sedangkan secara rasio konduktivitas elektrik halinitas dinyatakan dalam persen.
Salju
Salju merupakan air yang membeku menjadi padat (es) yang jatuh dari awan. Air beku ini terdiri dari partikel uap air yang mendingin pada udara atas kemudian jatuh ke muka bumi dalam bentuk kepingan empuk berwarna putih. Pada titik 0 derajat Celsius dan 32 derajat Fahrenheit kepingan putih ini dapat meleleh dan menghilang.

Proses perubahan salju menjadi uap air tanpa mencair terlebih dahulu disebut juga menyublim. Kepingan putih terjadi dari uap air yang berkumpul pada atmosfer bumi. Lalu terjadi pendinginan hingga titik kondensasi pada uap air yang berkumpul. Sehingga uap air yang mendingin menjadi awan yang berkumpul dan jatuh ke bumi akibat massa awan lebih besar daripada massa udara.
Sampah
Sampah adalah material sisa dari akhir suatu proses yang berasal dari aktivitas manusia ataupun proses alam yang sudah tidak d perlukan. Berdasarkan bentuknya material sisa ini dibagi menjadi 6 macam, yaitu limbah radioaktif, padat, sisa alam, sisa manusia, konsumsi, dan cair.

Berdasarkan sifatnya sampah dibagi menjadi 2 macam, yaitu mudah terurai (organik) seperti daun-daun kering, sisa makanan atau sayuran, bangkai hewan, dan kotoran manusia atau hewan. Biasanya material sisa organik sering dijadikan kompos. Dan tidak mudah terurai (anorganik) seperti kertas, kayu, bungkus plastik, gelas, kaleng, dan lain sebagainya. Material sisa jenis ini dapat dijadikan produk yang laku dijual dengan proses didaur ulang.
Samudra (Samudera)
Samudra atau samudera merupakan suatu hamparan perairan atau lautan yang luas mengelilingi benua dan kepulauan besar pada permukaan bumi. Lautan ini memiliki kedalaman rata-rata 3.790 meter dengan isi sekitar 1.370 kilometer kubik. Lautan memiliki area wilayah sekitar 71% permukaan bumi. Kandungan massa asin sangat banyak dan berasal dari laut-laut yang berkumpul pada lautan.

Samudra mulai terbentuk sekitar 4,4 milyar tahun lalu. Terbentuk saat terjadinya pembentukan permukaan bumi akibat dari letusan gunung berapi. Sehingga bumi tertutup debu vulkanik dan menghalangi cahaya untuk masuk ke bumi. Kejadian tersebut menyebabkan uap air yang berkumpul terkondensasi pada atmosfer hingga terjadi hujan. Perubahan permukaan bumi yang terjadi membentuk cekungan yang akhirnya terisi oleh hujan hingga menjadi lautan.
Samudra Arktik
Samudra Arktik adalah samudra yang terletak di belahan bumi bagian utara dan rata-rata berada di daerah Arktik Kutub Utara. Samudera ini merupakan samudera paling dangkal dan paling kecil diantara lima samudera yang ada di dunia. Walaupun IHO (International Hydrographic Organization) telah menganggapnya sebagai samudra, namun para ahli samudra menyebutnya sebagai Laut Arktik atau Laut Mediteranian Arktik dan memasukannya dalam salah satu Laut Mediteranian di Samudra Atlantik.

Pada wilayah Samudra Arktik, banyak bagian yang tertutupi oleh es di sepanjang tahun. Kadar garam dan suhu di samudra ini sangatlah bervariasi,hal ini tergantung pada musim yang mempengaruhi es di dalamnya. Dikarenakan terbatasnya air yang keluar dari samudra disertai banyak masuknya air tawar dan rendahnya tingkat penguapan, menjadikan kadar garam di samudra ini sangat rendah.
Samudra Atlantik
Samudra Atlantik merupakan samudra terbesar yang kedua di bumi dan meliputi sekitar 1/5 bagian dari permukaan bumi. Nama Atlantik ini sebenarnya diambil dari sebuah mitologi Yunani yang dapat diartikan sebagai “Laut Atlas”. Dapat dibilang, Samudra ini memiliki bentuk seperti huruf S yang memanjang dari bagian bumi utara hingga selatan. Dengan batas Amerika Selatan dan Amerika Utara pada bagian barat, serta Afrika dan Eropa untuk bagian timur.

Disertai dengan lautan yang ada di sekitarnya, Samudra Atlantik memiliki luas sebesar 106.450.000 kilometer persegi. Serta memiliki luas sebesar 82.362.000 kilometer persegi, jika luas lautan di sekitarnya tidak masuk dalam hitungan. Selain itu, volume air yang ada di samudra ini sekitar 345.700.000 kilometer kubik disertai dengan lautan sekitarnya dan 323.600.000 kilometer kubik tanpanya.
Samudra Hindia
Samudra India atau sering disebut dengan nama Samudra Hindia merupakan samudra atau kumpulan air yang meliputi sekitar 20% jumlah air di bumi sehingga menjadikannya sebagai samudera terbesar ketiga di dunia. Untuk batasannya, di sebelah barat dibatasi oleh Afrika dan Jazirah Arabia, di bagian utara ada selatan Asia, untuk bagian timur dibatasi oleh Australia, Jawa, Sumatera, Kepulauan Sunda Kecil, dan Semenanjung Malaya, serta untuk bagian selatan dibatasi oleh Antartika.

Samudra Hindia merupakan satu-satunya samudra di dunia yang menggunakan nama dari sebuah negara yaitu India. Pemisah antara Samudra ini dengan yaitu Samudra Pasifik yaitu 147 derajat timur meridian. Sedangkan pemisah dengan Samudra Atlantik yaitu 20 derajat timur meridian.
Samudra Pasifik
Samudra Pasifik atau sering dijuluki dengan lautan teduh ini merupakan kawasan samudra yang mempunyai luas sebesar 179.700.000 kilometer persegi dan mencakup sepertiga dari luas permukaan bumi sehingga membuatnya sebagai samudra terluas di dunia. Untuk ukuran panjangnya yakni sekitar 15.500 kilometer dari batasan es pada laut Ross di Antartika hingga Laut Bering di Arktik.

Samudra Pasifik mencapai lebar dari barat ke timur terbesarnya yaitu pada sekitar 5 derajat U dalam garis lintang, dimana samudera ini terbentang dari pesisir Kolombia hingga Indonesia dengan jarak sekitar 19.800 kilometer. Untuk batas di bagian barat dari samudra ini berada di Selat Malaka. Selain itu, titik paling rendah di bumi yaitu Palung Mariana berada di samudra ini.
Samudra Selatan (Antartik)
Samudra Selatan adalah sebuah kawasan kumpulan air laut yang mengelilingi benua Antartika. Telah disepakati oleh IHO (International Hydrographic Organization) pada tahun 2000 bahwa Samudera ini merupakan samudera terbesar yang keempat. Sebelum tahun 2000, menurut pandangan umum bahwa Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik berbatasan secara langsung dengan bibir pantai Antartika.

Di Seluruh dunia, definisi untuk Samudra Selatan ini masih belum sama sepenuhnya. Australia mendefinisikan samudra ini sama dengan definisi dari IHO, namun juga memasukan semua massa air laut yang bertempatan di antara Selandia Baru, Tasmania, dan pantai selatan Australia bukan sebagai dari Samudra Hindia, melainkan bagian dari Samudra Antartik.
Saturnus
Saturnus merupakan salah satu planet yang terdapat dalam tata surya. Planet ini memiliki ciri khas bercincin. Dimana planet tersebut dikelilingi lintasan yang berbentuk cincin. Planet ini merupakan yang terbesar kedua setelah planet Jupiter. Planet ini terletak jauh dari matahari. Sehingga jika dilihat dari bumi maka penampakannya menjadi tidak jelas. Planet ini dapat berevolusi dalam kurun waktu 29,46 tahun.

Saturnus dapat mengelilingi matahari dengan waktu yang cukup singkat yaitu dalam 10 jam 40 menit. Dalam kurun waktu 378 hari dengan hitungan di bumi. Maka planet ini akan berada pada garis lurus yang sejajar dengan matahari. Planet ini memiliki kerapatan yang rendah karena terdiri dari gas dan cairan.
Sedimen
Sedimen merupakan jenis batuan yang terbentuk dari temperatur dan juga tekanan yang cukup rendah. Batuan ini terbentuk dari batuan yang mengalami pelapukan dan erosi sehingga batuan tersebut menjadi hancur. Kepingan hancuran tersebut terbawa air kemudian berkumpul di sebuah cekungan atau mengendap. Endapan tersebut berkumpul dan membentuk jenis bantuan baru. Jenis bantuan ini banyak ditemukan di bumi. Bahkan 8 persen dari kerak bumi terdiri dari jenis batuan ini.

Ilmu yang mempelajari tentang komposisi batuan sedimen dinamakan Paleogeografi. Ilmu ini memperdalam tentang sifat-sifat batuan dan darimana batuan tersebut berasal. Batuan ini banyak berasal dari proses erosi yang terjadi pada alam. Batuan ini juga bisa mengendap di permukaan tanah yang menyebabkan jalan menjadi tidak rata.
Sedimentasi
Sedimentasi merupakan proses pembentukan material yang dipengaruhi oleh gerakan air, angin, gletser dan es pada sebuah daerah yang berbentuk cekungan. Peristiwa ini biasanya terjadi di mulut sungai yang mengalami proses pengendapan material yang dibawa oleh aliran sungai. Peristiwa ini juga bisa terjadi karena material yang dibawa oleh angin sehingga membentuk bukit pasir yang biasanya terdapat pada gurun pasir.

Sedimentasi dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan material yang membawanya. Biasanya pembentukan material baru ini tidak jauh dari sumber materialnya berada. Material yang rusak mengalami perpecahan ke bagian yang lebih kecil. Bagian tersebut yang nantinya akan membentuk material baru. Proses pembentukannya dibantu oleh zat lain.
Seismometer
Seismometer merupakan gerakan atau instrumen dari respon pergerakan tanah, pemicu gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Biasanya untuk merekam gerakan ini dibutuhkan alat khusus yang nantinya akan membentuk seismograf. Hasil pergerakan biasanya akan ditunjukkan pada lembar kertas yang mana akan berbentuk sebuah grafik. Dengan melihat hasil laporan tersebut bisa dilihat apa terjadi pergerakan yang dapat memicu bencana alam atau tidak.

Seiring perkembangan zaman seismometer sudah dapat memberikan tanda pergerakan yang akan diproses secara digital yang disebut dengan seismogram. Data ini nantinya akan digunakan untuk mempelajari internal bumi dan juga dapat digunakan mengetahui pergerakan lapisan bumi yang mungkin bisa menyebabkan bencana alam.
Selat
Selat merupakan sebuah wilayah yang termasuk dalam perairan yang memiliki luas cukup sempit. Wilayah ini akan menghubungkan dua bagian perairan yang sangat luas. Wilayah ini akan terletak diantara dua permukaan dataran. Wilayah ini juga akan mempengaruhi letak geografis pada sebuah daerah.

Selat juga disebut sebagai laut gampit yang berada di dua dataran. Karena wilayah ini menghubungkan dua daratan sehingga wilayah ini sering kali digunakan sebagai jalur transportasi laut. Dengan adanya transportasi laut ini kedua daratan bisa melakukan kerjasama di berbagai bidang. Selain itu di wilayah ini juga terdapat sumber perikanan yang cukup banyak. Sehingga biasanya digunakan sebagai tempat memancing yang strategis.
Senyawa
Senyawa merupakan zat tunggal yang masih bisa d uraikan menjadi dua atau lebih unsur melalui reaksi kimia. Zat tunggal ini dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti garam (NaCI), air (H2O), gula pasir (CH3COOH), dan lain sebagainya. Sebagai contoh, Air (dihidrogen monoksida) adalah suatu unsur yang terdiri atas dua hidrogen pada setiap atom oksigen.

Perbandingan pada zat tunggal harus tetap, bukan perbandingan yang dibuat oleh manusia. Senyawa dapat dibedakan dengan adanya rumus kimia sebagai ciri khasnya. Perbandingan yang diberikan rumus kimia ada perbandingan antara jumlah atom dalam molekul tunggal dan atom dalam zat. Zat memiliki wujud dalam beberapa fase untuk membedakannya.
Senyawa Anorganik
Senyawa Anorganik adalah suatu senyawa yang berasal dari mineral dan tidak memiliki rantai karbon yang panjang. Biasanya senyawa ini ditemukan pada alam. Akan tetapi, tidak dapat membusuk dan sulit diuraikan oleh bakteri. Senyawa ini ditemukan pada alam di tabel periodik dan menjadikan material atau benda tidak hidup sebagai penyusun.

Ciri senyawa anorganik yaitu jumlah senyawa sedikit, tidak membentuk rantai karbon, titik lebur dan titik didihnya lebih tinggi, kelarutan senyawa lebih besar, reaksi yang terjadi lebih cepat secara ionik, berat molekul bernilai kurang dari 1000 gram atau gramol. Yang termasuk dalam senyawa ini diantaranya yaitu air, angin, tanah, cuaca, dan lain sebagainya.
Senyawa Organik
Senyawa organik atau kimia organik merupakan suatu senyawa kimia yang tergolong besar dengan molekul yang mengandung karbon, kecuali oksida karbon, karbida, dan karbonat. Beberapa komponen penting dalam biokimia yang ada pada kimia organik, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Senyawa ini mudah terurai dan membusuk.

Golongan yang terdapat pada senyawa organik, diantaranya senyawa yang memiliki kandungan minimal satu cincin benzena (hidrokarbon aromatik), gugur fungsi yang di ubah pada rantai karbon (senyawa alifatik), serta struktur cincin yang terdiri dari atom karbon dan polimer (senyawa heterosiklik). Kimia organik yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu glukosa, oktana, propana, aseton, metana, dan lain sebagainya.
Siklus Air
Siklus Air atau biasa juga disebut dengan siklus hidrologi adalah sebuah sirkulasi terhadap air yang terjadi dari atmosfer menuju bumi dan sebaliknya tanpa henti. Sinar matahari yang memanaskan air laut merupakan salah satu proses hidrologi yang berjalan terus menerus. Kemudian air laut yang memanas berevaporasi hingga jatuh ke muka bumi dan kembali dalam bentuk hujan.

Laut menjadi tempat terbesar terjadinya siklus hidrologi. Berdasarkan tahapannya siklus air dibedakan menjadi 3 macam yaitu siklus pendek, sedang, dan panjang. Sedangkan siklus hidrologi terjadi dengan 3 cara, yaitu air menguap dari bumi ke atmosfer dan menjadi awan hingga titik jenuh kemudian turun sebagai hujan (transpirasi), air bergerak ke dalam tanah hingga mencapai muka tanah melalui celah-celah batuan (perkolasi), serta dengan cara air yang bergerak mendekat dengan aliran sungai atau danau.
Siklus Batuan
Siklus Batuan merupakan suatu gambaran proses perubahan dari magma dan kembali menjadi magma. Proses ini terjadi akibat dari pengaruh cuaca yang membekukan magma menjadi batuan beku, lalu sedimen menjadi batuan sedimen dan batuan metamorphic hingga akhirnya kembali menjadi wujud magma.

Berdasarkan prosesnya siklus batuan dibagi menjadi 5 macam, yaitu proses batuan beku dengan mengkritalisasi magma, proses batuan yang menyusun kerak bumi (litosfer), proses batuan yang dihasilkan dari olahan atau metamorfosis, serta proses batuan alam yang terjadi karena pengaruh atmosfer, cuaca, iklim, serta elemen biotik dan abiotik sebagai pendukung. Kelima macam siklus tersebut tentu sangat mempengaruhi alam sekitar dan memiliki fungsi yang penting.
Siklus Hujan
Siklus Hujan terjadi dengan melalui beberapa proses, diantaranya penguapan air laut (evaporasi), penguapan yang berasal dari tanaman (transpirasi), penyembuhan (kondensasi), turunnya titik air ke bumi (presipitasi), kemudian meresapnya air ke dalam tanah (inviltrasi).

Siklus Hujan sendiri dibagi menjadi 3 macam, yaitu siklus pendek atau proses menguapnya air di laut sehingga membentuk hujan kemudian di turunkan kembali ke laut. Proses menguapnya air dari laut atau siklus sedang ini kemudian membentuk air hujan yang diturunkan pada sebagian darat dan laut atau sekitar pantai. Lalu siklus panjang yakni suatu proses menguapnya air dari laut kemudian menjadi hujan yang diturunkan pada daerah sekitar daratan.
Siklus Karbon
Siklus Karbon disebut juga dengan siklus biogeokimia. Proses yang terjadi dengan menukarkan karbon dengan geosfer, hidrosfer, biosfer, atmosfer bumi, dan juga objek astronomis lainnya yang belum diketahui. Didalam siklus ini menjadikan reservoir yang terdapat dalam karbon sebagai penghubung jalur pertukaran yang dilakukan oleh reservoir tersebut.

Pada siklusnya karbon bergerak melalui air, udara dan tanah sebagai bagian komplek. Siklus Karbon bermula dengan terbentuknya karbon (CO2) di udara. CO2 sendiri dapat terbentuk melalui aktivitas organisme seperti mengomposisi makhluk hidup yang mati, asap pabrik, dan pembakaran batubara. Dan aktivitas alam seperti erosi vulkanik. Namun terlalu banyaknya CO2 yang berada pada udara dapat menimbulkan efek rumah kaca.
Siklus Nitrogen
Siklus Nitrogen adalah suatu proses dengan menggunakan senyawa-senyawa yang memiliki kandungan unsur nitrogen untuk dikonversi menjadi berbagai macam bentuk kimiawi lainnya. Nitrogen menjadi rantai yang tidak ada putusnya. Walaupun atmosfer mengandung sangat banyak nitrogen, namun Nitrogen tersebut tidak reaktif karena berbentuk gas.

Proses Siklus Nitrogen, diantaranya petir yang memecah nitrogen pada atmosfer sehingga bereaksi dengan oksigen untuk membentuk nitrit yang menjadi unsur hara saat jatuh ke tanah. Lalu fiksasi nitrogen dengan mengikat nitrogen yang ada di udara menggunakan bakteri. Kemudian proses penambangan dengan menghasilkan pupuk nitrogen untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman, biasanya proses ini dilakukan oleh petani. Itulah siklus yang terjadi pada nitrogen.
Silikon Dioksida
Silikon Dioksida atau Silika merupakan asam silikat yang banyak ditemukan di dinding sel di atom serta di alam, seperti kuarsa atau pasir. Silikat diproduksi menjadi berbagai bentuk, seperti kristal, leburan kuarsa, silika kesal, gel silika, aerogel, dan silika koloid.

Silikon Dioksida memiliki beberapa kegunaan, diantaranya dalam produksi makanan sebagai agen aliran dalam makanan berbentuk bubuk atau sebagai penyerap air di dalam aplikasi higroskopik. Pada pesawat luar angkasa Stardust penggunaan aerogel berbasis silika berfungsi untuk mengumpulkan partikel yang berasal dari luar bumi. Sedangkan dalam mikro elektronik, film tipis silica yang tumbuh melalui metode oksidan terbaik bias sangat bermanfaat sebagai isolator listrik.
Simbiosis
Simbiosis merupakan suatu hubungan yang dilakukan oleh semua jenis organisme secara biologis dalam jangka panjang ataupun pendek. Organisme yang terlibat dalam hubungan disebut juga simbion. Dalam hubungan simbion dapat membentuk ketergantungan satu sama lain untuk bertahan hidup (obligat) atau simbion hidup secara mandiri (fakultatif).

Berdasarkan jenisnya, Simbiosis dibagi menjadi empat jenis. Pertama parasitisme atau hubungan yang menguntungkan salah satu simbion dan merugikan simbion lain. Kedua jurnalisme atau hubungan saling menguntungkan antara simbion satu dan lainnya. Ketiga komensalisme atau hubungan yang menguntungkan salah satu simbion tetapi tidak merugikan atau tidak menguntungkan simbion lain. Keempat Amensalisme atau hubungan yang merugikan salah satu simbion tetapi tidak menguntungkan atau tidak merugikan simbion lain.
Simbol Peta
Simbol peta adalah lambang yang digunakan untuk menggambarkan objek geografis yang terletak pada lokasi tergambar di peta. Setiap lambang melambang sebuah objek tertentu sehingga sebuah peta akan memiliki beberapa simbol berbeda. Lokasi simbol pada peta juga sesuai dengan lokasinya dalam keadaan sesungguhnya. Sebuah lambang pada peta biasanya sudah disepakati secara umum. Penjelasan mengenai makna lambang terpampang pada bagian legenda pada peta.

Secara garis besar simbol peta dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: simbol garis, titik, dan luasan. Lambang garis menggambarkan objek geografis dengan dimensi panjang yang dominan, seperti jalan dan sungai. Titik pada peta menggambarkan objek geografis berupa tempat yang berada pada posisi tertentu. Sementara itu, simbol luasan menggambarkan kenampakan wilayah.
Singapura
Singapura adalah negara berbentuk pulau yang terletak di tengah Semenanjung Malaya di Asia Tenggara. Negara ini menganut sistem republik dan dipimpin oleh Presiden dan Perdana Menteri. Kekuasaan legislative negara dipegang oleh parlemen. Lagu kebangsaan negara adalah Majulah Singapura. Kemerdekaan negara diproklamasikan pada 9 Agustus 1965 setelah sebelumnya pulau ini menjadi bagian Koloni Inggris.

Terdapat empat bahasa resmi yang digunakan di negara ini, yaitu: Melayu, Inggris, Mandarin, dan Tamil. Negara ini dihuni oleh beragam kelompok etnis: Tionghoa, India, dan Melayu dengan etnis Tionghoa menempati persentase tertinggi. Singapura dikenal sebagai negara maju di Asia dan dunia akibat pertumbuhan ekonominya yang sangat pesat Negara ini juga unggul di sektor militer, pendidikan, dan pariwisata.
Sirkum Mediterania
Sirkum Mediterania adalah salah satu jajaran pegunungan muda di permukaan bumi yang dimulai dari Benua Eropa (Pegunungan Alpen) hingga bagian timur negara kepulauan Indonesia (Maluku). Sirkum ini mencakup jajaran gunung Himalaya, Iran, dan Turki. Beberapa gunung (termasuk gunung berapi) yang membentang di wilayah Sumatera dan Jawa pun termasuk ke dalam sirkum ini.

Jajaran pegunungan ini menunjukkan aktivitas seismik yang cukup tinggi, meskipun tidak setinggi aktivitas Sirkum Pasifik. Kedua sirkum tersebut sama-sama berakhir di wilayah sebelah timur Indonesia, tepatnya di dasar Laut Flores. Aktivitas di Sirkum Mediterania bertanggung jawab atas beberapa gempa bumi besar yang dikenal manusia. Jajaran ini terbentuk atas aktivitas lempeng tektonik yang tidak pernah berhenti.
Sirkum Pasifik
Sirkum Pasifik adalah sebuah jajaran pegunungan muda di atas permukaan bumi yang membentang dari Peru dan Chili hingga Selandia Baru. Sirkum ini juga dikenal dengan sebutan Cincin Api. Jajaran pegunungan ini mengelilingi Samudera Pasifik. Beberapa gunung yang masuk di dalam area ini adalah Gunung Fuji, Gunung St. Helens, dan Gunung Anak Krakatau.

Sirkum Pasifik terbentuk akibat lempeng tektonik yang sangat aktif. Akibatnya, sekitar 452 gunung berapi terbentuk di jajaran pegunungan ini. Gunung-gunung tersebut memiliki aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Lempeng-lempeng bumi besar pun terdapat di bawah sirkum dengan frekuensi tumbukan yang tinggi. Akibatnya, area ini cukup sering dilanda gempa bumi.
Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)
Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) adalah sistem komputasi yang digunakan untuk mengelola berbagai macam data yang mengandung informasi geografis. Data yang dikelola oleh sistem ini di antaranya objek geografis, pusat administrasi, hingga pariwisata. Sistem ini tersusun oleh beberapa unsur pokok, yaitu: data spasial dan atribut, pengguna, metode, perangkat lunak, dan perangkat keras.

Untuk membangun Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) suatu wilayah, terdapat lima tahap yang harus dilalui: proses memasukkan data ke dalam sistem, mengubah data agar sesuai dengan sistem, mengatur data, menganalisa data (overlay dan proximity), dan membuat visualisasi data dalam bentuk peta. Sistem ini memiliki beberapa manfaat, di antaranya membantu proses pendataan sumber daya alam hingga penanggulangan bencana.
Sistem Periodik Unsur
Sistem periodik unsur dapat diartikan sebagai sebuah susunan yang berisi unsur-unsur kimia. Dalam sistem ini, semua unsur yang tergolong sebagai unsur kimia ada di dalamnya dan diurutkan sesuai dengan nomor atom setiap unsur. Sistem ini pertama kali digunakan di Rusia sekitar tahun 1800an dan masih digunakan hingga saat ini terutama di ilmu kimia.

Selain diurutkan berdasarkan nomor atom, semua unsur di sistem periodik unsur juga diklasifikasikan menurut beberapa kategori, terutama kategori susunan elektron. Selain itu, semua unsur dalam sistem ini juga digolongkan sesuai dengan jenisnya. Beberapa golongan dalam sistem ini antara lain adalah golongan alkali tanah, golongan karbon, golongan boron, golongan alkali, dan golongan halogen.
Skala Mohs
Skala Mohs adalah sebuah skala pengukuran yang memiliki fungsi untuk mengukur tingkat kekerasan mineral. Skala ini diciptakan oleh Friedrich Mohs, seorang ilmuwan asal Jerman, pada awal abad ke-19. Di dalam skala ini, ada angka 1 hingga 10, di mana angka 1 adalah mineral terlunak dan 10 untuk mineral terkeras.

Untuk menggunakan Skala Mohs, sebuah mineral atau bahan diukur kekerasannya dengan cara menggunakannya untuk menggores bahan lain atau menggunakan bahan lain untuk menggores mineral yang diukur. Meski skalanya hanya sampai 10, kadang ada bahan atau jenis mineral yang sangat keras sehingga skalanya bisa melebihi 10, contohnya adalah batu permata di mana jika diukur dengan skala ini bisa mencapai angka 15.
Skala Waktu Geologi
Dalam ilmu Geologi, Skala Waktu Geologi adalah jenis skala yang digunakan untuk menentukan dan menjelaskan hubungan antara peristiwa-perisitiwa yang pernah terjadi di bumi. Dalam skala ini, periode waktu tak hanya sebatas tahun saja tapi juga mencapai abad dan milenia. Penggunaan skala ini contohnya adalah di kala menentukan umur bumi, evolusi kehidupan di masa lampau, usia fosil, dan lain sebagainya.

Di dalam Skala Waktu Geologi, ada dua jenis pengukuran yaitu relatif dan absolut. Pengukuran relatif didasarkan pada keadaan bumi dan kehidupan organisme di masa lalu. Pengukuran absolut didasarkan pada unsur kimia dan radioaktif dalam suatu objek. Kedua jenis pengukuran ini memiliki peran yang sama di bidang Geologi.
Spanyol
Spanyol adalah sebuah negara di Eropa yang bentuknya adalah kerajaan (monarki). Negara beribukota di Madrid ini merupakan salah satu negara dengan luas wilayah terbesar di Benua Eropa. Luas negara ini mencapai 505.370 km². Di dalam wilayah Spanyol ini, ada lebih dari 48.563.476 jiwa yang tinggal di sana sehingga membuatnya cukup padat penduduk.

Secara geografis, letak Spanyol berbatasan langsung dengan dua negara terkenal di Eropa lainnya, yaitu dengan Portugal di sebelah barat dan Perancis di sebelah timur. Sedangkan di sebelah utara, negara yang 80% penduduknya beragama Katolik Roma ini berbatasan dengan Samudera Atlantik dan di sebelah selatan, batasnya adalah dengan Laut Tengah.
Spesies Langka
Spesies langka dapat didefinisikan sebagai jenis hewan yang sudah sangat sulit ditemukan di alam bebas maupun di pusat konservasi. Hewan-hewan yang dikategorikan langka atau hampir punah ini jumlahnya tidak lebih dari 10.000 ekor di seluruh dunia. Jika spesies hewan sudah dikategorikan langka, maka spesies tersebut akan dilindungi oleh pemerintah dan tidak boleh diburu ataupun diperdagangkan secara ilegal.

Untuk mengantisipasi kepunahan total, spesies langka akan dimasukkan dalam pusat konservasi di mana spesies-spesies hewan tersebut akan dilestarikan dan diusahakan untuk berkembang biak dan mencegah kepunahan. Ada beberapa contoh spesies langka di dunia, yang paling terkenal antara lain adalah Badak dan Harimau Bengal.
Stalakmit
Stalakmit dikenal sebagai pembentukan gua secara alami uang tumbuh dari bawah ke atas atau secara vertikal. Pembentukan gua ini pada dasarnya terbentuk dari kumpulan kalsit? Lalu darimanakah kalsit ini berasal? Kalsit yang membantu pembentukan gua tersebut berasal dari air yang menetes. Perlu diketahui bahwa kalsit adalah mineral dengan nama lain kalsium karbonat.

Dalam gua, stalakmit umumnya bisa ditemui di lantai gua. Umumnya, pembentukan ini berada di bawah stalaktit. Sehingga, siapapun umumnya akan melihat keduanya secara bersamaan di suatu area dalam gua. Untuk bentuknya, terdapat berbagai macam bentuk dari tinggi, pendek, lebar, kurus, dan juga seperti menara. Bentuk tersebut disebabkan oleh beberapa hal seperti kondisi atmosfer gua, kandungan karbonat, dan ketinggian langit-langit.
Stalaktit
Stalaktit adalah pembentukan gua lainnya selain stalakmit. Jika stalakmit terbentuk di lantai gua, yang satu ini terbentuk menggantung di langit-langit gua. Pembentukan gua una gsatu ini dikenal sebagai jenis speleothem atau mineral sekunder. Selanjutnya, ia dikenal juga sebagai batu tetes. Gua kapur merupakan area di mana pembentukan ini sering terlihat.

Untuk lebih jelasnya, stalaktit bisa terbentuk dikarenakan pengendapan mineral dan kalsium karbonat. Batu kapur diketahui merupakan batuan kalsium karbonat. Ketika dilarutkan dengan air yang mengandung CO2, maka mereka akan membentuk sebuah larutan kalsium bikarbonat. Dari situlah pembentukan gua mulai terjadi. Dalam setahun, tingkat pertumbuhannya dalam rata-rata adalah 0.13 mm atau 0.005 inci.
Stepa
Stepa (georgrafi) yaitu suatu daratan yang tidak memiliki pohon di atasnya, kecuali yang berlokasi di dekat danau atau sungai. Area ini diketahui memiliki kemiripan dengan prairie. Hal yang membedakan keduanya yaitu tinggi rendahnya rumput yang ada di kedua area ini. Prairie diketahui ditumbuhi oleh rumput yang tinggi.

Selanjutnya, area yang satu ini juga bisa berupa semi-gurun. Semak dan rumput bisa menutupinya tergantung dari garis lintang dan musim. Sebagai informasi tambahan, stepa (georgrafi) juga dijadikan sebagai sebutan untuk area yang tidak terlalu kering untuk menjadi gurun, dan tidak juga memiliki curah hujan yang cukup. Maka dari itu, istilah ini digunakan untuk menyebut daerah seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Stratosfer
Stratosfer masuk sebagai salah satu dari lapisan bumi. Lapisan ini berada di urutan kedua setelah troposfer dan sebelum mesosfer jika ditilik dari atmosfer bumi. Jika dilihat dari lapisan terluar bumi, lapisan yang satu ini berada di lapisan ke-empat. Perlu diketahui bahwa total lapisan yang melingkupi bumi adalah lima lapisan. Ke-empat lainnya yakni: troposfer, mesosfer, termosfer, dan eksofer.

Ketebalan dari lapisan stratosfer berada di antara 15-55 km. Pada ketinggian 20 km, terbentuklah lapisan ozon. Lapisan ozon ini merupakan lapisan penting karena ia mampu menyerap radiasi yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet. Lapisan ozon bisa melindungi bumi dari bahaya radiasi tersebut dan bisa melindungi makhluk yang ada di bumi.
Subtropis
Subtropis ini ditandai dengan lokasinya yang berada di utara dan selatan setelah wilayah yang tropis. Selanjutnya, terdapat garis balik utara dan garis balik selatan yang membatasinya. Garis balik tersebut berada pada lintang 23.5 derajat utara dan selatan. Kondisi iklim di wilayah bumi yang satu ini adalah tornado, badai, dan hujan salju.

Lebih lanjutnya, daerah subtropis tersebut memiliki empat musim seperti yang sudah diketahui banyak orang. Empat musim tersebut diantaranya yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Ke empat musim tersebut tentunya memiliki karakteristik tersendiri, seperti suhu minimal, maksimal, kelembaban, hingga kondisi makhluk hidup yang tidaklah sama dengan daerah lainnya.
Suhu
Suhu atau temperatur merupakan besaran yang menunjukkan ukuran derajat dingin atau panas pada suatu benda. Atau sering didefinisikan sebagai energi yang dimiliki oleh sebuah benda secara mikroskopis. Setiap benda memiliki atom yang bergerak atau berpindah pada tempat getaran. Semakin tinggi energi atom yang menyusun benda, maka semakin tinggi temperatur yang dimiliki oleh benda.

Suhu dapat diukur dengan termometer. Termometer sendiri ada empat macam, yaitu Fahrenheit, Celcius, Kelvin, dan Reaumur. Ukuran temperatur Celcius dimulai dari 0 derajat, sedangkan Kelvin dimulai dari 273 derajat. Perbandingan antara temperatur Kelvin dan Celcius sama dengan 5:5. Tipe termometer yang sering digunakan, diantaranya termometer alkohol (bulb), termometer spring, termometer elektronik, dan temperatur infra merah.
Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber Daya Alam (SDA) adalah suatu yang berasal dari alam untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup. Komponen didalamnya terdiri dari komponen biotik seperti mikroorganisme dan komponen abiotik seperti air, tanah, gas alam, minyak bumi, serta logam. Pada era teknologi, manusia mengeksploitasi hingga persediaan terus berkurang secara signifikan.

Berdasarkan sifatnya sumber daya alam dibedakan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA yang tidak dapat diperbaharui. Sedangkan secara pemanfaatannya SDA dibagi menjadi SDA hayati (makhluk hidup) dan SDA non hayati (makhluk tidak hidup). Lingkungan memiliki kemampuan sebagai daya dukung untuk pemenuhan kebutuhan dasar makhluk hidup dan penyedia ruang untuk hidup dalam kestabilan sosial tertentu.
Sumber Daya Alam Hayati
Sumber Daya Alam Hayati atau biotik merupakan sumber daya yang dimiliki oleh alam yang berasal dari makhluk hidup. Seperti tumbuhan yang berperan sebagai produsen dalam rantai makan yang menghasilkan pati dan oksigen dengan berfotosintesis, perkebunan atau pertanian sebagai sumber pencaharian penduduk tani, pembudidayaan hewan liar, serta peternakan atau perikanan sebagai sumber pangan manusia.

Sebagai kebutuhan mutlak manusia, sumber daya alam hayati sangat perlu untuk dijaga dan dilestarikan keberlangsungannya. Adapun upaya untuk melestarikannya, diantaranya pelestarian yang dilakukan dengan memelihara individu di tempat lain atau dipindahkan dari tempat asli (Eksitu) dan pelestarian individu pada tempat aslinya (Insitu) seperti Badak di Ujung Kulon.
Sumber Daya Alam Non Hayati
Sumber Daya Alam Non Hayati atau SDA Abiotik merupakan sumber daya yang dimiliki oleh alam tetapi berasal dari makhluk tidak hidup. Contoh SDA abiotik, yaitu udara, matahari, air, tanah, dan hasil tambang. Sumber daya ini juga memiliki manfaat bagi kebutuhan manusia.

Pemanfaatan sumber daya alam non hayati dalam kehidupan makhluk hidup, diantaranya air sebagai transportasi seperti sungai, pembangkit listrik, pengairan pada lahan pertanian, matahari sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya, angin sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), angin sebagai penggerak turbin, tanah sebagai pemenuhan kebutuhan pangan manusia dalam bidang pertanian, serta pertambangan yang menghasilkan tambang berupa minyak bumi, emas, perak, batu bara, dan lain sebagainya.
Sumber Daya Alam yang dapat Diperbaharui
Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang tidak bisa punah atau tidak habis meskipun dipergunakan secara terus menerus. Sumber daya alam ini dapat tumbuh, diperbaharui, dibuat kembali dan didaur ulang secara alami.

Berdasarkan sifatnya sumber daya alam yang dapat diperbaharui digolongkan menjadi dua macam, yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Manfaat dari sumber daya alam ini, diantaranya sebagai bahan baku dalam proses produksi, biasanya dipakai dalam bidang bisnis. Manfaat lain dari SDA ini, yaitu sumber daya yang berasal air, tanah, sinar matahari, tumbuhan, hewan darat dan air, angin, energi nuklir, dan lain sebagainya.
Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui dapat diartikan sebagai sumber daya yang suatu saat bisa punah atau habis jika sumber daya ini digunakan dalam jangka waktu yang terus menerus tanpa henti. Sumber daya alam ini tidak dapat dikembangbiakkan dan memiliki persediaan alam yang terbatas. Biasanya sumber daya ini berupa gas alam, batu bara, dan mineral.

Sebenarnya sumber daya ini dapat diperbaharui, namun memerlukan waktu yang cukup untuk pembaharuannya. Proses pembaharuannya dilakukan dengan disaring, digali, atau dengan proses lain untuk mendapatkan hasilnya. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui memiliki manfaat, yaitu sebagai bahan baku, sebagai barang tambang logam, serta sebagai barang tambang non logam.
Sumber Energi
Sumber energi adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup dan dapat menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan biasanya melalui proses transformasi atau konversi maupun dihasilkan secara langsung. Penggolongan sumber ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu sumber yang terbarukan dan sumber yang tak terbarukan.

Sumber energi yang terbarukan merupakan suatu energi yang dapat diperbaharui dan tidak bisa habis meskipun dipakai secara terus menerus. Contoh energi yang terbarukan, yaitu energi biomassa yang berasal dari tumbuhan, energi gas alam, energi matahari atau surya, PLTA, serta angin. Dan sumber yang tak terbarukan atau tidak dapat diperbaharui dan memiliki jumlah terbatas, seperti fosil dan energi alam.
Sungai
Sungai atau kali adalah suatu aliran air berbentuk memanjang dan besar yang mengalirkan air secara terus menerus dari sumber (hulu) hingga ke muara (hilir). Kali menjadi salah satu yang terlibat dalam siklus hidrologi. Tidak hanya di permukaan tanah, di bawah tanah juga terdapat aliran air memanjang yang disebut juga underground river.

Manfaat dari aliran air memanjang ini, diantaranya bahan baku air mineral, irigasi lahan pertanian, serta sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah. Berdasarkan jumlah air sungai dibagi menjadi empat macam, yaitu permanen atau debit air relatif tetap, periodik atau debit air sedikit saat kemarau dan banyak saat hujan, episodik, serta ephemeral.
Sungai Amazon
Sungai Amazon atau Rio Amazonas merupakan sungai terpanjang kedua di dunia yang terletak pada Negara Amerika Serikat. Rio Amazonas adalah sungai terbesar dari penggabungan Sungai Nil, Yangtze, dan Mississipi. Meskipun menjadi sungai terpanjang kedua setelah Sungai Nil, tetapi Rio Amazonas dianggap kuat karena dilihat dari jumlah mengalirnya air per detik pada sungai tersebut.

Menurut suku setempat sejarah Sungai Amazon terbentuk karena dilintasi oleh ular yang sangat besar, ular tersebut sering melintasi lumpur hingga membentuk lubang besar yang sangat dalam. Selain terkenal sebagai sungai terpanjang kedua di dunia, sungai ini juga dikenal memiliki penghuni yang sangat seram, yaitu Ular anakonda besar, piranha, belut listrik, cainman hitam, dan arapaima fish.
Sungai Nil
Sungai Nil merupakan sungai terpanjang pertama di dunia yang terletak di Negara Afrika. Sungai ini mengalir sepanjang 4.132 mil atau 6.650 km. Selain itu sungai ini juga membelah sepuluh negara, yaitu Mesir, Ethiopia, Uganda, Kenya, Zaire, Tanzania, Burundi, Rwanda, Sudan, dan Sudan Selatan. Sungai ini sangat identik dengan Negara Mesir.

Sungai Nil memiliki peranan sangat penting dalam sejarah, peradaban, dan kehidupan Bangsa Mesir. Salah satunya berkembangnya pertanian dan peradaban Mesir sejak ribuan tahun lalu karena tanah yang subur di sepanjang aliran sungai. Sungai ini memiliki lembah yang agak sempit di sepanjang aliran airnya. Saat musim hujan sungai sering meluap dan mengakibatkan banjir di sepanjang bantaran yang dipadati oleh desa-desa pertanian sehingga bermanfaat bagi petani untuk mendapat tanah yang subur hasil dari endapan banjir berbentuk lumpur tipis.


Glossary T
Tabel Periodik Unsur
Tabel periodik unsur merupakan tampilan unsur-unsur kimia yang disajikan dalam bentuk tabel. Unsur-unsur dalam tabel tersebut akan diurutkan berdasarkan nomor atom, sifat kimia dan konfigurasi elektron. Nomor atom ditentukan dari banyaknya jumlah proton yang terdapat pada inti atom. Secara garis besar unsur yang terdapat dalam tabel periodik ada ruas sebelah kiri merupakan kelompok logam dan yang di sebelah kanan adalah kelompok non logam.

Pada tabel periodik unsur terdapat baris dan kolom. Dimana baris akan menyatakan periode sedangkan pada bagian kolom akan menunjukkan golongan. Tabel ini juga digunakan untuk menentukan sifat dari sebuah unsur yang belum diketahui. Biasanya unsur baru akan miliki sifat yang sama dengan unsur induknya.
Tanah
Tanah merupakan bagian kerak bumi yang terbentuk dari unsur mineral dan bahan organik. Bagian ini sangat berperan penting untuk perkembangbiakan tumbuhan. Dimana tumbuhan dapat hidup dan menerima mineral dari bagian tersebut. Selain itu bagian kerak bumi yang satu ini juga membantu menyokong akar agar tetap berdiri kuat. Bagian ini memiliki struktur yang berongga sehingga akan cocok untuk tempat bertumbuhnya akar.

Tanah merupakan tempat hidup untuk para mikroorganisme. Bahkan seluruh makhluk hidup yang di darat akan membutuhkannya sebagai tempat hidup dan bergerak. Karena merupakan media yang sangat berperan maka terdapat ilmu khusus yang mempelajari tentang penyerapan air dan bagaimana membuat bagian ini menjadi lebih subur.
TTTTT
Tanah aluvial merupakan jenis dataran yang terbentuk akibat proses pengendapan. Biasanya pengendapan terjadi pada sungai, danau atau dataran yang memiliki cekungan. Material yang terbawa udara atau air akan mengendap dan membentuk dataran baru. Jenis tanah ini sangat bermanfaat bagi bidang pertanian. Tanah ini bisa digunakan untuk mempermudah proses irigasi persawahan.

Tanah aluvial tergolong sebagai tanah muda yang terbentuk dari endapan halus yang dihasilkan dari aliran sungai. Jenis tanah ini sangat bagus untuk dijadikan sebagai lahan pertanian karena memiliki unsur air yang tinggi. Sehingga akan bagus untuk tanaman jenis apapun. Struktur tanah ini juga tergolong memiliki karakter yang liat dimana merupakan jenis tanah yang subur.
Tanah Ekspansif
Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang mengalami perubahan volume akibat kandungan kadar air yang terlalu berlebihan. Tanah memang diketahui sangat mudah sekali menyerap air. Namun jika terus menerus maka kandungan mineral dalam tanah akan berlebihan. Semakin banyak air yang diserap maka akan semakin meningkat pula volume tanah. Perubahan volume yang terlalu ekstrim ini dapat merusak kekuatan dari sebuah bangunan yang berada di atas tanah ini.

Retakan yang terjadi pada dinding, bangunan ataupun lantai dari sebuah bangunan itu merupakan ciri utama dari kerusakan yang diakibatkan oleh tanah ekspansif. Akan muncul retakan awal pada tahan yang akan memberikan celah. Hal tersebut bisa membuat bangunan menjadi roboh ataupun hancur.
Tanah Liat
Tanah liat atau yang biasanya dikenal sebagai lempung merupakan tanah yang terbentuk atas dasar mineral yang cukup tinggi. Unsur ini akan membantu untuk menyusun lapisan kerak bumi. Lempung biasanya terjadi atas pelapukan batuan yang terjadi karena aktivitas pada panas bumi. Lempung akan memiliki tekstur yang cenderung keras seperti gumpalan pada saat kering. Namun akan memiliki tekstur yang lengket jika terkena air.

Basah atau keringnya tanah liat ditentukan dari kandungan mineral yang mendomonasinya. Mineral yang terkandung dalam lempung akan memiliki sifat yang elastis. Lempung akan menyusut ketika kering dan akan memuai jika terkena basah. Perilaku tersebut yang akan membuat pecahan ketika lempung menjadi kering.
Tanah Longsor
Tanah longsor dikenal juga sebagai gerakan tanah dan merupakan peristiwa geologi. Peristiwa yang satu ini terjadi akibat dari pergerakan masa tanah atau batuan yang terdapat dalam berbagai jenis dan tipe. Sebagai contoh, jatuhnya gumpalan besar tanah atau bebatuan. Terdapat dua faktor yang menyebabkan longsor terjadi, yaitu faktor pemicu dan faktor pendorong.

Faktor pemicu merujuk pada faktor yang menjadi sebab dari pergerakan material. Sedangkan faktor pendorong merupakan faktor yang mempengaruhi kondisi dari material itu sendiri. Meskipun gravitasi adalah faktor besar terjadinya tanah longsor, beberapa hal lain turut menyumbang terjadinya peristiwa ini. Faktor lainnya meliputi erosi, saturasi di lereng akibat hujan lebat, hingga adanya gempa bumi.
Tanah Vulkanik
Tanah vulkanik merupakan tanah yang terkena abu vulkanik dari gunung berapi. Tanah ini terbentuk dari material yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang meletus. Apa yang dikeluarkannya memang bukanlah kabar bagus. Meski demikian, terdapat sisi positif akibat dari sisa material yang dikeluarkan oleh gunung berapi saat selesai meletus. Seperti yang diketahui, salah satunya adalah menjadikan tanah subur.

Ciri-ciri yang sangat kentara adalah warnanya yang hitam. Warna hitam ini diyakini akibat dari tercampurnya abu vulkanik dari gunung. Nama lain untuk tanah vulkanik ini adalah tanah andosol. Secara umum, terdapat jenis tanah lainnya yang tentunya memiliki ciri-ciri dan manfaat atau kegunaan yang berbeda-beda.
Tanjung
Tanjung merupakan suatu kondisi di mana daratan menjorok ke laut. Selain itu, bisa juga disebut sebagai suatu kondisi di mana daratan dikelilingi oleh laut dari ketiga sisi yang berbeda. Di muka bumi, terdapat banyak sekali kondisi daratan seperti ini. Umumnya, daratan yang menjorok tersebut memiliki nama, seperti Arousu, Aru, Api, dan masih banyak lagi.

Kondisi daratan seperti ini diketahui memiliki area yang tidak begitu luas. Maka dari itu, untuk area yang luas biasanya disebut dengan semenanjung. Semenanjung ini bisa berupa pemanjangan dari suatu dataran seperti benua atau pulau dan dikelilingi air di tiga sisinya. Berbicara mengenai tanjung, kondisi ini merupakan kebalikan dari teluk. Umumnya mereka bisa dijumpai di satu garis pantai yang sama.
Tata Nama Senyawa Kimia
Tata nama senyawa kimia adalah suatu rangkaian aturan terkait persenyawaan kimia yang telah disusun secara sistematis. Aturan yang mengatur tata nama kimia ini didasarkan pada IUPAC atau yang dikenal sebagai Inrternational Union of Pure and Applied Chemistry. Senyawa kimia sendiri merupakan zat kimia murni. Zat tersebut terdiri dari dua atau lebih unsur.

Dalam tata nama senyawa kimia, senyawa kimia dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Kelompok senyawa ini meliputi senyawa ionik, senyawa molekular, senyawa ion poliatomik, serta asam dan basa. Masing-masing kelompok membawahi sejumlah senyawa kimia. Terkait dengan penamaannya, tidak akan sulit membedakan satu senyawa kimia dengan yang lainnya karena namanya cukup identik dengan kelompok mana mereka berada.
Tata Surya
Kumpulan benda-benda langit disebut juga dengan tata surya. Dalam tatanan tersebut, Matahari, sebagai sebuah bintang, mengikat sejumlah objek yang terikat akan gaya gravitasi matahari. Objek yang dimaksud ini merupakan planet-planet, seperti bumi salah satu contohnya. Jumlah planet yang berada dalam tatanan ini adalah sebanyak delapan planet.

Lebih jauh lagi, sudah terdapat orbit berbentuk elips di mana ke semua planet ini berada. Selain orbit, ada juga satelit alami, planet kerdi, serta jutaan beda langit yang lain. Planet yang berada dalam tata surya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Satelit alami diketahui mengelilingi enam dari delapan planet tersebut.
Tekstur Tanah
Tekstur tanah merujuk pada suatu kondisi serta sifat dari tanah. Sifat ini merujuk pada kondisi fisik suatu tanah. Sifat-sifat ini meliputi struktur tanah, kadar air, warna, dan beberapa karakteristik lainnya. Selain itu, tekstur ini juga dilihat dari perbandingan atau prosentase dari pasir, debut, serta liat. Nantinya, kondisi dari tekstur ini akan diamati untuk mempertimbangkan kekuatan, kesuburan, serta plastisitas dari tanah.

Tekstur tanah ini dibagi dalam beberapa kategori. Pertama, ada tanah dengan tekstur liat. Tanah dengan karakter ini memiliki kandungan liat di atas 37,5%. Lalu, ada juga tanah dengan tekstur lempung. Tanah di kategori ini memiliki tekstur yang seperti liat, namun lebih kering. Lalu, kategori ketiga adalah tanah berpasir. Tanah ini memiliki kadar pasir minimal 70%.
Tektonik
Tektonik merupakan suatu istilah yang merujuk pada suatu proses gerakan dan ini terjadi pada bagian bumi, khususnya di area kerak bumi. Akibat dari gerakan ini, kemudian muncul lipatan, retakan, dan kondisi lain di bagian kerak bumi.

Umumnya, istilah ini biasa digunakan untuk menyebut salah satu jenis gempa, yaitu gempa tektonik. Ini merupakan suatu jenis gempa bumi yang disebabkan oleh adanya pergeseran dari plat atau lempengan bumi. Di permukaan bumi, ada banyak patahan lempengan. Lempengan ini saling bergerak secara alami dan mendesak satu sama lain. Besarnya energi yang dikeluarkan dari gesekan serta tumbukan inilah yang kemudian menyebabkan gempa. Umumnya, gempa jenis ini lebih kuat daripada gempa vulkanik yang lebih cenderung bersifat eksplosif.
Teluk
Teluk merupakan salah satu bentuk area perairan yang menjorok ke arah daratan atau pantai. Area perairan ini sangat khas karena ketiga sisinya dibatasi oleh area daratan. Karena karakteristiknya yang unik ini, biasanya area ini digunakan sebagai pelabuhan. Selain itu, sarana wisata juga banyak yang dibangun di area ini.

Area perairan ini banyak ditemui di berbagai tempat yang memiliki garis pantai, walau bentuknya bisa beragam. Selain itu, ada juga tanjung yang bentuk sangat berkebalikan. Tanjung ini merupakan area daratan yang menjorok ke laut. Umumnya, dua area geografis ini bisa ditemukan dalam satu garis pantai. Di Indonesia, ada beberapa teluk yang sangat terkenal dan sangat difungsikan, mulai dari Cendrawasih yang ada di Papua, Tomini serta Bone yang keduanya berada di pulau Sulawesi.
Tembaga
Tembaga adalah salah satu unsur kimia yang sudah terdaftar di dalam Tabel Periodik Unsur. Unsur yang satu ini biasa juga dikenal sebagai cuprum atau dilambangkan dengan Cu. Di dalam tabel periodik tersebut, unsur ini memiliki nomor atom 29.

Dari segi sifatnya, tembaga yang masih murni bertekstur halus serta lunak. Dari segi warnanya, umumnya cuprum memiliki warna jingga dengan kombinasi kemerah-merahan. Dalam penggunaannya, unsur ini biasa dipadukan dengan timah untuk membentuk suatu campuran bernama perunggu. Selain itu, cuprum juga banyak digunakan dalam peralatan elektronik karena unsur ini memiliki karakteristik sebagai konduktor panas dan listrik yang sangat bagus. Unsur ini juga ditemukan di dalam tubuh. Dalam kadar yang rendah, unsur ini menjadi nutrisi bagi organisme tingkat seluler. Namun, dalam jumlah banyak akan menjadi racun.
Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen merupakan suatu istilah untuk menyebut tenaga yang asalnya dari luar bumi. Tenaga ini berkebalikan dengan tenaga endogen yang merupakan suatu energi yang berasal dari dalam bumi. tenaga atau energi eksogen ini bisa berasal dari beberapa sumber. Pertama, energi ini berasal dari atmosfer yang disebabkan oleh perubahan angin dan suhu.

Lalu, sumber lain dari tenaga eksogen adalah air. Air muncul dalam arus dan aliran air, hujan yang turun, gelombang, serta gerakan air lainnya. Energi dari air ini menyebabkan perubahan pada permukaan bumi, seperti yang terjadi pada erosi. Lalu, sumber ketiga adalah makhluk hidup. Tumbuhan, tanaman, hingga manusia juga menjadi sumber energi dari luar bumi yang menyebabkan perubahan pada permukaan bumi.
Tenaga Endogen
Tenaga endogen adalah suatu istilah untuk menyebut suatu tenaga yang asalnya adalah dari dalam bumi. Energi ini merujuk pada suatu energi yang menyebabkan perubahan pada kondisi atau kontur dari kulit bumi. Tenaga atau energi yang berasal dari dalam bumi ini mendorong permukaan bumi dan menyebabkan tidak ratanya kulit bumi tersebut.

Dari tekanan tenaga endogen ini, bisa muncul gunung, pegunungan, bukit, lembah, dan kontur permukaan bumi lainnya. Secara umum, tenaga ini masih dibagi lagi dalam beberapa jenis, yaitu tektonisme, seisme, serta vulkanisme. Tektonisme ini berhubungan dengan pergerakan lempeng bumi atua lempeng benua. Lalu, vulkanisme berhubungan dengan suatu aktivitas gunung berapi beserta dengan dapur magmanya. Yang terakhir adalah seisme dan ini adalah jenis tenaga dalam bentuk gempa.
Teori Atom
Teori atom merupakan suatu teori yang membahas tentang susunan materi yang tersusun oleh suatu satuan yang disebut atom. Teori ini banyak dibahas dalam ilmu fisika dan kimia. Atom sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani atomos dan ini berarti bahwa sesuatu yang tidak bisa dipecah. Perkembangan teori ini cukup pesat seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tentang materi. Seiring perkembangan yang terjadi, atom bukan lagi sesuatu yang tak bisa dibagi karena ternyata atom ini masih terdiri dari proton, electron, dan neutron.

Dalam perkembangan teori atom, ada beberapa tokoh penting, seperti Dalton, Rutherford, serta Thomson. Masing-masing dari mereka memiliki gambaran tentang model atom yang berbeda-beda. Dari teori tokoh-tokoh ini, kemudian pengetahuan dan penelitian atom bisa berkembang lebih jauh hingga sampai ada saat ini.
Teori Atom Dalton
Teori atom dalton merupakan suatu teori tentang atom yang dikembangkan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama John Dalton. Teori ini dikembangkan pada tahun 1808. Dengan segala keterbatasan yang ada, Dalton mulai merumuskan suatu teori.

Teori-teori yang dia buat ini disimpulkan dalam beberapa hal. Salah satu kesimpulannya adalah bahwa atom merupakan suatu bagian unsur yang sudah tidak bisa dibagi lebih kecil lagi. Dalton juga sudah merumuskan tentang massa dan sifat atom, di mana dia menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama memiliki massa dan sifat yang sama. Walau pada akhirnya sebagian dari teorinya dibantahkan dengan perkembangan sains dan teknologi yang ada, kontribusinya dalam perkembangan teori atom dalton tetap penting.
Teori Atom Rutherford
Teori atom rutherford merupakan suatu teori yang dikemukakan oleh Ernest Rutherford. Teori ini dikemukakan pada tahun 1911. Teori yang dia kemukakan ini sekaligus menjadi sanggahan atas teori atom yang dikemukakan oleh Thomson. J.J. Thomson mengatakan bahwa atom memiliki bentuk yang dikenal dengan model pudding.

Terkait dengan model teori atom Rutherford, dia menyebutkan bahwa model atom itu memiliki inti yang ada di pusat dan dikelilingi oleh elektron. Selain mengemukakan tentang elektron yang mengelilingi pusat layaknya suatu planet, dia juga mengemukakan bahwa muatan positif serta muatan negatif yang ada dalam suatu atom itu memiliki besaran yang sama, sehingga akhirnya atom pun menjadi bermuatan netral. Semua teori ini dihasilkan dari percobaan yang disebut dengan nama Geiger-Marsden.
Teori Atom Thomson
Ada banyak model dan teori Atom, dan teori atom thomson adalah salah satunya. Teori ini dikemukakan oleh Thomson. Dia dikenal dengan model atomnya yang menyerupai roti atau kue kismis. Dia berpendapat bahwa suatu atom memiliki persebaran muatan positif yang menyerupai suatu kue. Lalu, muatan negatifnya tersebar di area dalam atom tersebut dan bentuknya menyerupai kismis yang ada di atas kue.

Teori atom thomson ini sempat banyak diterima hingga akhirnya hadir Rutherford yang menyanggah teori dari Thomson. Model kue kismis tersebut dibantah oleh Rutherford yang menunjukkan bahwa seharusnya atom memiliki suatu inti atom. Hal ini membuat model atom milik Rutherford menyerupai suatu peredaran planet yang mengitari matahari, di mana di pusat peredaran tersebut adalah pusat atom dan yang mengitari adalah elektron. Walau akhirnya teori Thomson terbantahkan, keterangan tentang sifat atom tersebut memiliki kontribusi hingga saat ini.
Teori Big Bang
Teori big bang merupakan salah satu teori pembentukan alam semesta yang dikemukakan oleh beberapa ilmuwan bidang kosmologi fisik. Teori ini cukup terkenal karena dianggap paling sesuai dengan kondisi alam semesta. Teori tersebut menyatakan bahwa alam semesta mulanya adalah suatu zat yang padat dna panas. Zat tersebut semakin lama semakin mengembang hingga membuat alam semesta menjadi sangat luas.

Pada 2009 telah diteliti ukuran alam semesta saat 13,7 miliar tahun lalu. Ukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan sekarang. Hasilnya terlihat adanya pengembangan sehingga teori big bang menjadi teori pembentukan alam semesta yang akurat dan komprehensif. Dengan mengacu pada teori ini, ilmuwan dapat memprediksi masa depan alam semesta.
Teori Bintang Kembar
Pembentukan alam semesta sampai saat ini masih menjadi misteri dan terus dikaji oleh ilmuwan. Salah satu teori pembentukan alam semesta yang dikembangkan adalah teori bintang kembar. Teori ini pertama kali disebutkan oleh RA Lyttleton pada 1930. RA Lyttletlon adalah ilmuwan yang telah lama bergerak di bidang astronomi dan matematika.

Teori bintang kembar menyatakan bahwa alam semesta awalnya terbentuk dari bintang kembar yang berotasi pada sebuah massa dengan medan gravitasi. Pada akhirnya kedua bintang kembar tersebut saling menabrak dan salah satunya hancur. Leburan salah satu bintang kembar tersebut menjadi massa gas berputar hingga membentuk planet. Bintang lainnya bertahan dan menjadi pusat tata surya.
Teori Nebula
Terbentuknya alam semesta dituangkan dalam beberapa teori, salah satunya adalah teori nebula atau teori kabut. Teori tersebut diungkapkan oleh dua ilmuwan astronomi, yaitu Piere Simon de Laplace dan Immanuel Kant. Penjelasan mengenai teori ini dapat ditemukan di buku berjudul Sejarah Alam Universal dan Teori Angkasa yang terbit pada 1755.

Berdasarkan teori nebula, alam semesta awalnya berasal dari sebuah awan berisi debu dan gas molekuler berukuran raksasa. Hingga akhirnya pada 4,57 miliar tahun lalu awan tersebut memadat akibat adanya ledakan supernova. Awan tersebut semakin memadat dan membuat suhu di tengah semakin panas sedangkan materi di sekitarnya berotasi. Itulah awal mula terbentuknya alam semesta.
Teori Tektonik Lempeng
Teori tektonik lempeng adalah bukti adanya gerakan pada litosfer bumi. Adanya teori ini sekaligus menggantikan konsep seafloor spreading dan teori pergeseran benua. Litosfer merupakan kerak bumi yang terbagi dalam lempeng tektonik. Terdapat banyak bukti dari ilmuwan yang menunjukkan bahwa posisi kerak bumi dulu dan sekarang telah berbeda karena ada pergerakan.

Bukti yang mendukung teori tektonik lempeng adalah adanya perbedaan medan magnet dari batuan di bumi yang memiliki usia berbeda. Bukti ini diungkapkan pada 1956. Adanya pergeseran lempeng membuat batuan bergerak secara vertikal tetapi menahan ukuran bumi sehingga memunculkan sesar translasi dan zona subduksi. Pergerakan pada litosfer bumi diprediksi akan terus terjadi.
Terasering
Terasering adalah suatu metode yang diaplikasikan pada sawah yang berada di lahan yang miring. Metode ini biasanya disebut dengan sawah bertingkat. Bentuknya hampir mirip dengan anak tangga. Mengapa dibuat demikian? Metode ini digunakan untuk mengurangi laju air yang turun dari atas atau puncak. Dengan kata lain, metode ini dipergunakan untuk mengurangi erosi tanah.

Berikut ini beberapa fungsi terasiring atau sawah bertingkat yaitu meningkatkan kestabilan lereng atau lahan miring, memperbanyak daerah resapan air, mengurangi kecepatan air yang turun, mempermudah dalam perawatan tanah, memperkecil atau mengurangi daerah berlereng yang dapat menimbulkan erosi tanah yang tinggi dan menampung air dalam jumlah yang cukup banyak.
Termosfer
Termosfer adalah bagian dari lapisan atmosfer bumi yang ke empat yaitu yang ada diantara mesosfer dan eksosfer. Lapisan ini berada di sekitar kurang lebih 85 kilometer dari permukaan tanah. Nama lain dari lapisan ini adalah lapisan ionosfer. Ciri dari lapisan ini adalah molekul atau aom yang mengalami proses ionisasi. Dalam lapisan ini dapat kita temui adanya gelombang radio.

Dalam lapisan termosfer ini banyak terdapat gas yang terionisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan suhu lapisan. Suhu panas akan dihasilkan dari proses pemecahan molekul oksigen dan juga gas atmosfer. Itulah sebabnya suhu di lapisan ini akan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan yang ada dibawahnya.
Terumbu Karang
Terumbu karang adalah kumpulan dari hewan karang yang melakukan simbiosis dengan tumbuhan dari jenis alga. Hewan karang ini termasuk dalam kelas Anthozoa karena memiliki tentakel. Secara kasat mata, hewan karang ini berbentuk kerang dan menghasilkan koral keras sehingga tampak seperti batu. Hewan karang ini juga hidup dan dapat berkembang biak seperti makhluk hidup lainnya.

Terumbu karang juga memerlukan cahaya matahari untuk hidup, oleh karena itu biasanya terdapat di dalam laut yang kedalamannya kurang dari 50m. Namun ada beberapa dari jenisnya yang tidak membutuhkan sinar matahari untuk hidup, tetapi pada umumnya hewan karang yang jenis ini tidak membentuk atau menghasilkan koral keras.
Thailand
Negara Thailand merupakan negara yang letaknya strategis. Negara ini terletak pada 5 derajat lintang utara hingga 21 derajat lintang utara, dan 97 derajat bujur timur hingga 160 derajat bujur timur. Melihat letak astronomisnya, negara ini memiliki iklim tropis yaitu dengan dua musim, musim hujan dan musim kemarau. Luas negara ini sekitar 510.000 km.

Secara geografis, negara thailand berada di semenanjung malaya. Kontur tanahnya sangat beragam. Pada bagian timur ada pegunungan koral, pada bagian tengah didominasi lembah dan sungai, pada bagian selatan ada dataran sempit, sedangkan bagian utara juga merupakan pegunungan. Dengan iklim tropisnya, negara ini juga termasuk negara yang tanahnya cukup subur.
Timah
Timah adalah salah satu mineral logam yang berbentuk sangat lembut dan berwarna abu-abu. Material ini dapat bersinar oleh gosokan. Dalam proses bertekanan normal, material ini dapat terbagi menjadi dua alotrop yaitu yang berwarna putih dan abu-abu. Material ini mempunya sifat dapat melawan korosi dari air.

Di dalam bumi, Timah dapat ditemukan pada lapisan kulit bumi. Namun biasanya tidak mudah menemukan material yang satu ini. Material ini merupakan salah satu dari lima puluh material yang paling melimpah persediaannya dalam perut bumi. Material ini banyak dipergunakan untuk peralatan kelistrikan seperti dipergunakan sebagai patri solder yang berguna untuk menyambungkan pipa dan membuat sirkuit.
Timor Leste
Timor leste merupakan negara yang dahulu dikenal dengan nama Timor Timur. Negara ini merdeka pada tanggal 28 November 1975. Negara yang pernah masuk ke dalam NKRI ini juga masuk dalam perkumpulan bangsa-bangsa. Negara ini teretak di bagian utara Australia dan terdapat pada bagian timur pulau Timor. Negara jajahan Portugis ini juga dikenal dengan sebutan Timor Portugis.

Setelah Timor Leste mengumumkan kemerdekaannya pada sembilan hari kemudian, Indonesia mendeklarasikan daerah tersebut sebagai bagian dari NKRI. Karena hal tersebut muncullah banyak konflik yang membuat bingung para masyarakat. Setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya konflik selesai dan negara ini sudah diakui sebagai negara yang berdiri sendiri pada tanggal 20 Mei 2002 melalui Jajak Pendapat.
Titanium
Titanium adalah salah satu unsur kimia yang terdaftar dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan memiliki nomor atom 22. Unsur ini termasuk dalam kategori logam yang memiliki massa lebih ringan dan anti karat. Unsur kimia ini terbentuk atas kandungan mineral yang banyak. Unsur kimia yang satu ini bisa anda temukan pada setiap makhluk hidup dan juga bisa anda temukan pada kerak bumi.

Titanium memiliki massa yang lebih kecil dan ringan sehingga cocok untuk digunakan dalam industri penerbangan, petrokimia, kertas dan masih banyak lagi yang lainnya. Dua sifat yang unggul dari jenis logam ini adalah karena anti korosi dan memiliki rasio kekuatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis logam yang lainnya.
Topografi
Secara umum topografi merupakan bentuk umum dari permukaan suatu daerah. Bentuk itu merupakan tampilan secara 3 dimensi sehingga dapat terlihat dengan jelas tentang jenis tanah yang dimiliki oleh sebuah daerah. Bentuk ini akan mempengaruhi lingkungan dan juga kebudayaan dalam suatu daerah. Jika terjadi perubahan terhadap permukaan maka anda bisa langsung mengetahuinya. Terdapat ilmu khusus yang mempelajari tentang perubahan permukaan bumi.

Topografi memberikan gambaran secara spesifikasi tentang letak suatu daerah dengan informasi berupa garis lintang dan garis bujur. Hal tersebut akan sangat bermanfaat untuk perencanaan militer ataupun untuk eksplorasi geologi. Untuk mendapatkan data yang akurat maka harus dilakukan dengan cara survei langsung dengan mengukur permukaan suatu daerah.
Tropika
Tropika merupakan gambaran dari permukaan bumi yang berada dalam rotasi porosnya yang dilihat secara geografis. Karena posisi matahari yang berputar maka bumi juga harus bergerak mengitari matahari pada porosnya. Periode perputaran ini dikenal dengan sebutan tahun. Pada masa perputarannya bumi akan mengalami panasnya matahari seperti di atas kepala yang biasanya dikenal dengan iklim tropis atau musim panas.

Hewan yang termasuk dalam kategori tropika merupakan hewan yang hidup di daerah tropis yang cukup panas. Kalimat tropis biasanya akan digunakan untuk menyebutkan tempat yang mendapatkan banyak sinar matahari atau yang memiliki kelembaban yang cukup tinggi. Tanaman yang termasuk dalam tanaman tropis memiliki daun yang lebar dan daun yang tidak gugur.
Troposfer
Troposfer merupakan lapisan atmosfer yang terendah. Ketebalannya hingga 10 kilometer di atas permukaan. Dalam lapisan ini terdapat pemanasan global yang dihasilkan dari efek rumah kaca. Lapisan inu merupakan satu-satunya daerah yang mengalami fenomena cuaca. Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi. Lapisan ini merupakan tempat yang tepat untuk dilewati saat pesawat terbang melaju.

Lapisan troposfer ini memiliki kandungan gas yang cukup baik sehingga mampu mendukung kehidupan terdapat di bumi. Hampir 80% kandungan gas terdapat pada lapisan ini. Lapisan ini merupakan tempat mula terjadinya hujan. Sehingga pada lapisan ini terdapat banyak uap air. Lapisan ini juga merupakan salah satu sumber udara bersih yang sangat penting untuk kehidupan.
Tsunami
Tsunami atau ombak besar di pelabuhan merupakan gangguan gempa bumi yang terjadi di dasar laut yang mengakibatkan gelombang air menjadi besar. Gelombang yang terbentuk dari gangguan ini menyebar ke segala arah dengan kecepatan gelombang bisa mencapai 600km/jam. Semula gelombang memiliki amplitudo kecil sekitar 30-60cm yang tidak terasa di laut lepas, tetapi amplitudo bisa membesar saat mendekati pantai.

Tsunami akan menghantam dinding air raksasa saat di pantai sehingga menyebabkan permukaan air naik sekitar 15-30 meter dengan kecepatan arus mencapai 90km/jam yang mengakibatkan banjir hingga beberapa kilometer, korban jiwa yang banyak, dan kerusakan lingkungan. Penyebab lain gangguan ini adalah letusan gunung, longsor, atau meteor yang jatuh ke dalam air.
Tumbuhan
Tumbuhan atau tanaman hijau merupakan organisme yang hidup dalam kerajaan plantae secara biologi. Organisme tanaman hijau tersebut dinamakan eukariota multiseluler. Dinding sel yang dimiliki tanaman hijau mengandung selulosa sehingga kokoh. Selain itu tanaman hijau juga memiliki sifat autotrof atau memproduksi sendiri energi melalui proses fotosintesis dengan mengubah energi cahaya matahari.

Beberapa tumbuhan tidak memiliki klorofil untuk berfotosintesis dan ada yang memiliki sifat parasit. Tanaman hijau memiliki karakteristik secara kemampuan tumbuhnya, pergiliran keturunan dan berkembang biaknya . Di dalam sistem ekologi bumi, tanaman hijau memiliki bagian penting karena menghasilkan banyak molekul oksigen di muka bumi. Tanaman hijau bermanfaat sebagai bahan pangan, tanaman hias, serta sebagai obat dalam dunia medis.
Turki
Negara Turki atau Turkiye merupakan negara terbesar pada kawasan Eurasia. Negara ini memiliki ibukota Ankara. Kota Istanbul merupakan kota terbesar di negara ini karena letaknya yang strategis diantara persilangan dua benua. Turkiye memiliki campuran budaya barat dan timur yang unik sebagai jembatan antara dua peradaban.

Sistem pemerintahan Turki adalah Republik Presidensial. Memiliki luar wilayah sekitar 783.562 kilometer persegi dengan perairan 1,3% dari wilayah daratan. Negara Turkiye memiliki batas barat Yunani dan Laut Aegea, di sebelah timur berbatasan dengan Iran, Armenia, dan Azerbaijan, sedangkan Laut Mediterania sebagai batas sebelah selatan serta Laut Hitam menjadi batas di sebelah utara.


Glossary U
Udara
Udara merupakan salah satu Sumber Daya Alam yang berasal dari campuran gas alami yang terdapat pada permukaan bumi. Sumber daya alam ini tidak berbentuk, tidak berbau, tidak terasa, dan juga tidak terlihat. Serta keberadaannya hanya ditunjukkan melalui hembusan angin yang menggerakkan benda.

Udara mengandung elemen dan partikel gas yang dapat berubah-ubah sesuai ketinggian dari permukaan tanah. Suatu ketinggian juga mempengaruhi berkurangnya massa pada gas. Unsur utama didalam gas bumi ini adalah aerosol, uap air, dan gas alami yang kering. Gas alam ini memiliki manfaat, antara lain kandungan oksigen untuk bernafas manusia, kandungan karbon dioksida untuk berfotosintesis tumbuhan, melindungi bumi dari benda luar angkasa, dan lain sebagainya.
Unsur (Kimia)
Unsur atau elemen merupakan suatu spesies atom yang berada didalam inti atomnya dan memilik jumlah proton yang sama, seperti nomor atom yang sama. Secara identifikasi, 24 elemen terjadi secara sintetis dan 94 elemen lainnya terjadi secara alami. Serta terdapat 38 elemen merupakan radionuklida yang jenisnya dapat berubah seiring waktu, dan 80 elemen lainnya yang memiliki minimal satu isotop stabil.

Unsur yang paling umum adalah helium dan hidrogen yang termasuk juga elemen yang ringan, biasanya berbentuk dalam sebuah ledakan. Ada juga yang berbentuk spalasi sinar kosmis namun lebih jarang dan lebih berat elemennya, yaitu berilium, litium, dan boron. Elemen-elemen yang berada di alam melalui berbagai metode nukleosintesis sehingga elemen tersebut berbentuk.
Unsur Hara
Unsur hara atau nutrien merupakan suatu zat atau komponen yang terletak pada tanah dan berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman. Namun secara umum nutrien dibutuhkan oleh semua makhluk hidup tumbuhan ataupun hewan untuk beraktivitas, membentuk jaringan tubuh, serta pertumbuhan. Zat ini biasanya berasal dari sumber anorganik dan sumber organik.

Penggolongan unsur hara dibagi menjadi 2, yaitu berdasarkan penggantiannya ke unsur lain dan berdasarkan jumlah sesuai kebutuhan. Berdasarkan perhatiannya oleh unsur lain, unsur ini dibedakan menjadi unsur esensial (tidak tergantikan) karena memiliki peran besar dan non esensial (dapat tergantikan) karena memiliki peran kecil dalam pertumbuhan. Sedangkan berdasarkan jumlah sesuai kebutuhan, unsur ini dibedakan menjadi kebutuhan besar (Makro) dan kebutuhan kecil (mikro). Penggolongan unsur ini semua berperan dalam pertumbuhan tanaman yang berkualitas baik maupun tidak baik.
Unsur Peta
Peta merupakan gambaran sederhana permukaan bumi pada bidang datar atau memperlihatkan bentuk permukaan bumi dari atas. Unsur Peta yang ada didalam gambar ada 2, yaitu unsur buatan manusia seperti lapangan terbang, daerah pertanian, serta jalan kereta. Dan unsur alami seperti gunung api, laut, rawa, bukit, sungai, dan lain sebagainya.

Selain memiliki unsur alami dan buatan, peta juga memiliki unsur peta yang harus ada didalamnya sebagai pelengkap. Diantaranya judul peta atau informasi tentang jenis peta dan lokasi tempat, legenda atau lambang peta untuk mempermudah dalam membaca peta. Selain itu juga ada Simbol peta, skala peta, petunjuk arah mata angin, garis astronomis, inset, lettering, serta Tahun dan sumber pembuatan peta.
Unsur Radioaktif
Unsur Radioaktif adalah suatu unsur atau zat yang mempunyai inti atom tetapi tidak memiliki kestabilan. Unsur ini sering memancarkan radiasi secara spontan. Sifat yang dimiliki unsur ini, yaitu daya tembus yang dimiliki besar, mampu mengionkan suatu gas, dan mampu berpendar pada permukaan yang dilapisi oleh seng sulfida. Nilai atom yang dimiliki oleh unsur ini biasanya diatas 83.

Beberapa manfaat dari unsur radioaktif, diantaranya menyimpan bahan makanan seperti bawang dan wortel agar tumbuh tanpa tunas, sebagai teknik jantan mandul untuk membasmi hama, serta Sebagai pembentuk bibit unggul pada tanaman. Namun radiasi memiliki dampak buruk bagi tumbuh karena dapat menyebabkan kanker tiroid dan terbunuhnya sel-sel dalam tubuh.
Uranium
Uranium merupakan suatu unsur kimia yang berbentuk logam putih keperakan dan tergolong deretan aktinida pada tabel periodik. Unsur kimia ini memiliki nomor atom 92 dan dilambangkan dengan huruf U didalam tabel periodik. Inti unsur kimia ini dapat memiliki 6 isotop karena mampu mengikat neutron dari 141 hingga 146 neutron.

Sebagai pemilik bobot atom terberat kedua setelah plotanium yang dapat ditemukan secara alami dibandingkan unsur lain, uranium memiliki sifat radioaktif yang lemah, dan unsur yang tidak bisa stabil. Dalam konsentrasi rendah unsur kimia ini dapat ditemukan didalam air, tanah, dan bebatuan. Unsur kimia ini sering dipergunakan untuk menentukan umur bumi. Massa jenis unsur kimia ini sekitar 70% lebih besar dibandingkan timbal.
Uranus
Uranus merupakan planet yang lambat saat mengorbit dan redup dalam susunan tata surya. Menempati posisi ke tujuh dari matahari, tetapi dahulu sempat tidak dikenali sebagai planet. Planet yang pertama kali ditemukan keberadaannya menggunakan teleskop ini termasuk planet terberat keempat dan terbesar ketiga dalam tata surya. Memiliki bentuk seperti planet klasik saat dilihat dengan mata telanjang.

Komposisi yang dimiliki Uranus terdiri dari raksasa gas yang besar. Struktur atmosfer yang dimiliki planet ini berupa awan yang berlapis terdiri dari air pada lapisan terendah dan metana pada lapisan teratas, serta komplek. Sehingga planet ini memiliki batuan dan es sebagai interior. Planet ini memiliki satelit alami, sistem cincin, dan magnetosfer.


Glossary V
Vegetasi
Vegetasi merupakan istilah untuk seluruh komunitas tumbuhan dalam suatu tempat yang telah ditentukan, baik itu tutupan lahan yang dibentuk maupun perpaduan komunal dari berbagai jenis tumbuhan penyusunnya. Dalam kata lain, kelompok tetumbuhan yang berada di suatu ekosistem. Contoh dari komunitas tumbuhan ini seperti tipe flora yang berbeda-beda pada kebun, tundra, hutan, dan padang rumput.

Analisis mengenai vegetasi ini biasa dilakukan oleh para ilmuwan ekologi dengan tujuan mempelajari melimpahnya jenis dan struktur seperti kerapatan tumbuhan, biomasa, pelapisan tajuk, dan lain sebagainya. Dalam suatu tempat, dengan analisis penyebaran dari floristic, maka para ilmuwan ekologi lebih mudah untuk menganlisis tentang suatu komunitas tumbuhan.
Venus
Venus merupakan planet yang jaraknya paling dekat kedua dari Matahari. Planet ini mempunyai orbit pada Matahari selama kurun waktu 224,7 hari Bumi. Nama yang diberikan ini berasal dari mitologi Romawi, dengan arti dewi cinta dan kecantikan. Planet ini tidak mempunyai satelit dan merupakan objek tercerah alami ketika langit malam setelah Bulan.

Dengan besar magnitudo tampak -4,6, membuatnya cukup cerah untuk membuat bayangan. Dikarenakan sudut elongasi hingga 47,8 derajat, membuat planet venus menjadi planet inferior. Kecerahan dari planet yang satu ini dapat dilihat secara maksimal setelah Matahari terbenam dan sebelum Matahari terbit, sehingga sering disebut dengan Bintang Senja ataupun Bintang Fajar.
Vertebrata
Vertebrata atau sering disebut juga dengan filum chordata merupakan kelompok fauna yang mempunyai ruas-ruas tulang belakang. Ruas pada bagian tulang belakang memanjang dari kepala sampai ekor. Dapat dikatakan bahwa kelompok fauna ini mempunyai sistem syaraf yang paling kuat diantara kelompok lain. Mereka mempunyai sum-sum tulang belakang dan juga otak yang dilindungi dengan tulang atau kerangka.

Vertebrata ini dapat dibagi menjadi dua buah kelas, yaitu Gnathostomata atau memiliki rahang dan Agantha atau tidak memiliki rahang. Untuk Gnathostomata ini masih bisa dikelompokan lagi hingga enam kelas, yaitu Osteichthyes atau ikan bertulang keras, Condrichthyes atau ikan bertulang rawan, Aves, Reptilia, Mamalia, dan Amphibia.
Vietnam
Vietnam merupakan negara yang letaknya paling timur di Asia Tenggara, tepatnya di Semenanjung Indochina. Berbatasan dengan laos pada bagian barat, Republik Rakyat Tiongkok pada bagian utara, di bagian timur ada Laut China Selatan, dan Laos untuk batas bagian barat laut. Negara ini adalah negara terpadat ke 13 di dunia dengan jumlah populasi sekitar 84 jiwa penduduk.

Vietnam tergabung dalam sebuah grup ekonomi yang terkanl di dunia yaitu Next Eleven. Menurut pemerintah, pada tahun 2006 GDP dari negara ini tumbuh sebesar 8,17 persen dan menjadikannya sebagai negara dengan pertumbuhan yang paling cepat di wilayah Asia Tenggara dan kedua di Asia Timur.
Vulkanisme
Vulkanisme merupakan sebuah peristiwa magma keluar dari lapisan bawah permukaan bumi atau litosfer ke atas permukaan bumi. Ketika magma sudah mencapai permukaan bumi maka akan disebut dengan lava. Hal yang menyebabkan magma mampu mencapai permukaan bumi ini karena adanya gas pendorong dan juga suhu sangat tinggi atau panas.

Vulkanisme ini termasuk dalam salah satu jenis dari tenaga endogen dikarenakan mampu membuat sebuah perubahan pada suatu relief di permukaan bumi. Hal ini terjadi karena diakibatkan oleh tenaga dari dasar bumi. Untuk klasifikasi menurut kejadian letusan dan bentuk yang dihasilkan dibagi dalam tiga jenis zona yaitu, zona divergen, zona tengah, dan zona konvergen.


Glossary W
Waduk
Waduk dapat diartikan sebagai danau buatan ataupun danau alam, kolam untuk menyimpan dan juga bendungan sungai yang berfungsi untuk menyimpan air. Tempat ini bisa dibangun pada lembah sungai ketika adanya pembangunan sebuah penggalian tanah atau bendungan dan juga Teknik konstruksi konvensional seperti penuangan bahan beton atau pembuatan tembok.

Pembuatan dari tempat ini juga melibatkan adanya pemecahan sungai ketika berada dalam prosesnya. Biasanya akan dibangun sebuah saluran khusus ataupun terowongan. Selain itu, Istilah waduk ini dapat digunakan juga untuk menjelaskan suatu tempat penyimpanan sumber persediaan air yang berada di dalam tanah seperti sumur air, sumber air di bawah, dan sumber minyak.


Glossary Y
Yupiter (Jupiter)
Yupiter (Jupiter) merupakan planet urutan kelima dalam tata surya sekaligus menjadi planet terbesar di tata surya. Planet ini berupa raksasa gas dengan jumlah massa seperseribu dari jumlah massa Matahari dan memiliki massa dua setengah juta kali dari semua planet yang ada di tata surya.

Yupiter ini telah telah dikenal para astronom sejak zaman dulu kala, serta sering dikaitkan dengan kepercayaan religius dan mitologi di berbagai peradaban. Dalam mitologi Romawi, nama planet ini diambil dari nama dewa yang merupakan salah satu dewa bangsa Romawi. Planet ini mampu mencapai -2,94 magnitudo tampak dan cukup terang untuk menghasilkan bayangan. Hal ini menjadikannya sebagai objek langit malam tercerah setelah bulan dan venus.


Glossary Z
Zaman
Zaman merupakan suatu jangka waktu pendek maupun panjang. Istilah tersebut bisa digunakan untuk menandai ataupun menentukan sesuatu. Semua hal bisa ditandai menggunakan kata tersebut. Istilah itu juga kerap diartikan sebagai masa, waktu, kala, ataupun era. Sebenarnya semua istilah tersebut sama saja maknanya.

Makna zaman, era, maupun masa juga sama yaitu titik waktu dari rangkaian tahun yang telah terhitung. Istilah tersebut sering pula digunakan di dalam penelitian keilmiahan, terutama yang berhubungan dengan disiplin ilmu sejarah dan geografi. Era akan selalu berjalan dan berubah seiring dengan berjalannya waktu. Tidak ada masa ataupun era yang tidak berubah selama kehidupan, makhluk hidup, dan alam semesta masih ada.
Zaman Batu
Zaman batu merupakan sebuah zaman prasejarah yang luas dimana umat manusia pada saat itu membuat semua alat untuk bertahan hidup dengan menggunakan batu. Karena belum ada teknologi yang lebih baik, maka batu menjadi bahan utama untuk membuat peralatan hidup selain tulang, kayu, dan bahan lainnya. Istilah tersebut dibagi menjadi empat zaman yakni Neolitikum, Megalitikum, Mesolitikum, dan Paleolitikum.

Di zaman batu semua alat pemotong seperti senjata diciptakan dari batu. Karena pada waktu itu logam belum dikenal, maka batu adalah bahan utama untuk membuat senjata. Alat yang diciptakan berupa kapak. Kapak tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia di zaman tersebut dimana semuanya masih tergantung pada alam.
Zaman Prasejarah
Zaman prasejarah merupakan zaman dimana semua manusia yang tinggal pada waktu itu belum mengenal tulisan atau aksara. Zaman tersebut kerap disebut juga dengan istilah nirleka. Nir sendiri memiliki arti tidak, sementara leka artinya adalah aksara atau tulisan. Itu sebabnya banyak juga orang yang menyebut zaman ini sebagai zaman praaksara. Jika ditilik dari pengertian harfiahnya, zaman tersebut adalah zaman sebelum sejarah.

Prasejarah sendiri merupakan waktu dimana perilaku, catatan sejarah, serta anatomi manusia muncul untuk pertama kalinya. Zaman ini diikuti dengan penemuan aksara di akhir masanya. Pada waktu zaman prasejarah berakhir, maka saat itu pula dimulai masa baru yang ditandai dengan adanya zaman sejarah di seluruh dunia.
Zat Adiktif
Zat adiktif yaitu obat maupun bahan aktif lain dimana jika bahan tersebut dikonsumsi oleh organisme hidup maka bisa menciptakan kinerja biologis. Zat tersebut juga bisa membuat ketergantungan maupun adiksi, sesuai dengan namanya. Jenis ketergantungannya sulit untuk dihentikan bahkan bisa memiliki efek tertentu.

Saat seseorang tidak mengonsumsinya maka tubuh orang tersebut seolah kehilangan sesuatu dimana nantinya akan ada perintah ke otak untuk memakainya secara tanpa henti. Apabila dihentikan maka bisa berefek pada penggunanya seperti kelelahan yang teramat sangat bahkan rasa sakit yang hebat. Zat-zat yang masuk ke dalam zat adiktif namun tidak termasuk ke dalam narkotika serta psikotropika namun tetap membuat ketagihan yakni rokok, alkohol, kopi, dan sebagainya.
ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif)
ZEE atau Zona Ekonomi Eksklusif merupakan sebuah zona yang memiliki luas 200 mil laut diukur dari garis dasar pantai. Di zona tersebut, suatu negara pantai memiliki hak untuk mengelola kekayaan alam yang ada di sana. Selain itu negara tersebut juga mempunyai hak untuk memakai kebijakan hukum, bebas terbang di atasnya, kebebasan bernavigasi, serta menanam pipa dan kabel sesuai dengan yang diatur di negaranya.

Konsep zona tersebut muncul dari adanya kebutuhan yang mendesak dimana akar permasalahannya berasal dari tahun 1945. Tujuan dibuatnya ZEE adalah untuk memperluas batasan jurisdiksi dari negara pantai di atas laut yang dimilikinya. Sumber tersebut kemudian mengacu di persiapan UNCLOS III.
Zeolit
Zeolit merupakan sebuah senyawa zat kimia berupa alumino-silikat berhidrat dengan campuran barium, kalium, serta kation natrium. Pada umumnya senyawa tersebut mempunyai melekular struktur yang terbilang unik. Keunikannya terletak dari atom silikonnya yang dikelilingi empat buah atom oksigen yang kemudian menciptakan sebuah jaringan berpola teratur.

Di sejumlah tempat di jaringan tersebut atom siliconnya akan digantikan dengan memakai atom alumunium. Atom tersebut hanya akan terkoordinasi dengan tiga buah atom oksigen. Untuk atom silicon mempunyai muatan 4+ sementara atom alumunium muatannya adalah 3+. Keberadaan atom tersebut bisa membuat zeolit mempunyai muatan yang negatif secara keseluruhannya. Muatan negatif tersebut yang bisa membuatnya memiliki kemampuan untuk mengikat kation.
Zona Waktu Indonesia
Zona Waktu Indonesia merupakan pembagian waktu yang ditetapkan oleh negara Indonesia berdasarkan perbedaan garis bujurnya. Pada tiap perbedaan 15 derajat maka bisa membuat perbedaan waktu selama 24 jam lamanya. Karena setiap wilayah di Indonesia memiliki derajat bujur yang berbeda-beda maka pembagian waktupun harus dilakukan. Untuk pembagian waktu di Indonesia sendiri dibagi menjadi 3 buah zona waktu.

Zona waktu Indonesia itu yakni Waktu Indonesia Barat (WIB/GMT+07:00) yang terdiri dari Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera, Waktu Indonesia Tengah (WITA/GMT+08:00) yang terdiri dari Sulawesi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kepulauan Sunda Kecil, dan juga Waktu Indonesia Timur (WIT/GMT+09:00) yang terdiri dari Papua serta Maluku.

Kembali ke Abjad...
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
Baca selengkapnya »
Beranda