Struktur Bumi - Hai sobat geologinesia, artikel yang kamu baca saat ini adalah tentang Struktur Bumi Menurut Perspektif Geologi. Tujuan kam...
Peninggalan Zaman Batu di Indonesia

Peninggalan Zaman Batu di Indonesia

Dalam pelajaran sejarah, Anda pasti pernah mendengar apa saja peninggalan zaman batu. Sebelum membahas tentang peninggalannya, tahukah Anda apa yang dimaksud dengan zaman batu? Apa saja macam-macam dari zaman batu?.

Perlu diketahui bahwa zaman prasejarah yang ada di Indonesia dibedakan menjadi 2 yakni zaman logam serta zaman batu. Bukti-bukti adanya zaman batu ini dilihat oleh para arkeolog melalui peninggalan-peninggalan pada zaman sebelum manusia mengenal tulisan atau purbakala.

Peninggalan Zaman Batu Berdasarkan Periodenya 
Masing-masing peninggalan yang ditemukan ternyata memiliki fungsi yang unik dan berbeda-beda. Karena biasanya, manusia zaman dulu memang membuat peralatan sesuai kebutuhan. Dimana biasanya mereka akan menggunakan peralatan tersebut untuk berburu atau mencari makanan.

Sekedar informasi bahwa zaman batu dibagi menjadi beberapa periode yakni zaman batu tengah, batu tua dan batu muda. Di bawah ini adalah peninggalan dari zaman batu berdasarkan periodenya.

1. Zaman batu tengah atau Mesolitikum
Peninggalan zaman batu tengah atau mesolitikum adalah peralatan yang sudah dihaluskan. Bagian yang halus adalah bagian yang akan digunakan untuk memburu. Kebudayaan ini didukung oleh manusia purba bernama Homo Sapiens.

Mereka meninggalkan kapak genggam dari batuan yang dikenal dengan nama Sumateralith. Diberi nama tersebut karena memang kapak yang digunakan sebagai kapak perimbas ini ditemukan di Sumatera.

Selain itu, ada pula penemuan Abris Sous Roche dan Kjokkenmodinger yang menunjukkan bahwa peninggalan tersebut berasal dari zaman batu tengah. Mata panah bergerigi juga menjadi salah satu peninggalan di zaman ini. Mata panah tersebut dipakai untuk berburu ikan.

Bagi Anda yang belum tahu, Kjokkenmoddinger adalah tumpukan dari siput dan kulit kerang yang dapat ditemukan di bagian pesisir pantai. Sedangkan Abris Sous Roche adalah tumpukan sisa makanan yang sudah lama tertinggal dan membatu.

2. Zaman batu tua atau Palaeotikum
Peninggalan zaman batu dibagi menjadi 2 berdasarkan kebudayaannya. Pertama adalah kebudayaan Ngandong. Pada masa ini, ditemukan peninggalan berupa alat serpih atau flakes yang digunakan sebagai pisau atau penusuk. Alat ini dibuat dari tanduk rusa atau tulang binatang. Peninggalan ini ditemukan di daerah Sragen dan Desa Sangiran. Flakes sendiri merupakan serpihan dari sisa pembuatan kapak. Alat serpih dipakai untuk menangkap ikan, penusuk, serut, dan mengupas makanan.

Yang kedua adalah peninggalan dari kebudayaan Pacitan. Beberapa diantaranya adalah kapak perimbas dan kapak genggam yang masih sangat kasar. Alat ini ditemukan di daerah Gombong, Bali, Sulawesi, Sukabumi, Flores, Kaseldan Timor dan Lampung. Manusia menggunakan kapak genggam untuk mengumpulkan makanan serta berburu. Mereka memakainya untuk menguliti binatang, memotong daging, menggali umbi-umbian dan sebagainya.

3. Zaman batu muda atau Neolitikum
Peninggalan zaman batu selanjutnya bisa dilihat pada zaman neolitikum. Pada zaman ini, alat-alat yang dipakai oleh manusia purba sudah dihaluskan atau diasah. Sehingga bentuknya lebih baik. Bahkan pada zaman ini, manusia juga sudah mulai membuat alat dari bahan tanah liat. Jika sebelumnya manusia purba hanya mencari makan dengan cara memburu, pada zaman ini mereka justru sudah mulai belajar cara membuat makanan dengan bercocok tanam.

Di zaman ini, peninggalan yang paling menonjol adalah kapak lonjong dan kapak persegi. Dibandingkan dengan zaman batu sebelumnya, zaman batu muda memang lebih terlihat lebih baik dan maju. Hak tersebut disebabkan oleh adanya aktivitas migrasi yang dilakukan oleh penduduk dari Yunani dan Cina Selatan ke wilayah Asia Tenggara. Pendatang tersebut diketahui membawa kapak persegi sebagai salah satu kebudayaannya.

Berikut tadi merupakan beberapa jenis peninggalan zaman batu berdasarkan periodenya. Semoga ulasan di atas dapat menambah pengetahuan Anda mengenai sejarah dan segala peninggalannya.
Baca selengkapnya »
Apa itu Kipas Aluvial (Alluvial Fan) ?

Apa itu Kipas Aluvial (Alluvial Fan) ?

Kipas aluvial adalah endapan yang terbentuk dari kerikil, pasir, dan pecahan sedimen yang lebih kecil, seperti endapan lumpur dengan fitur mirip kipas berbentuk segitiga. Endapan sedimen penyusun kipas aluvial disebut dengan alluvium. Kipas aluvial (Alluvial Fan) terbentuk ketika air yang mengalir berinteraksi dengan gunung, bukit, atau dinding tebing yang curam.

Baca juga: Apa itu Air ?

Aliran yang membawa alluvium dapat berupa air hujan, air sungai yang bergerak cepat, atau bahkan limpasan air dari area pertanian atau industri. Saat aliran air mengalir menuruni bukit, ia akan membawa pasir dan partikel lainnya (alluvium). Air yang mengalir tersebut akan membawa alluvium ke dataran yang lebih rendah dan menghasilkan fitur seperti kipas yang berbentuk segitiga.

apa itu kipas aluvial
Kenampakan Kipas Aluvial (Alluvial Fan).

Pertanyaan yang berhubungan dengan kipas aluvial adalah :
1. Apa itu kipas aluvial (aluvial fan)
2. Jelaskan pengertian kipas aluvial
3. Apa definisi kipas aluvial
4. Bagaimana kipas aluvial terbentuk
5. Apa saja material sedimen penyusun kipas aluvial
Baca selengkapnya »
Ciri-Ciri Zaman Megalitikum | Mulai dari Kehidupan Manusia Pendukungnya hingga Peninggalan Budayanya

Ciri-Ciri Zaman Megalitikum | Mulai dari Kehidupan Manusia Pendukungnya hingga Peninggalan Budayanya

Zaman Megalitikum - Seperti yang dipelajari saat di bangku sekolah, zaman dahulu manusia belum mengenal peralatan canggih. Peralatan dan segala perabotan rumah yang dimiliki semua terbuat dari batu. Oleh karena itulah kenapa zaman tersebut dikenal dengan sebutan zaman batu. Sekedar informasi, zaman batu dibedakan menjadi beberapa periode. Salah satunya adalah zaman megalitikum.

Megalitikum adalah zaman batu besar. Dikatakan sebagai zaman batu besar karena pada masa tersebut, manusia hanya bisa membuat peralatan dari baru dan berukuran besar. Ciri ciri zaman megalitikum dianalisis oleh para peneliti berdasarkan fosil peninggalannya. Dimana di masa ini, terdapat peninggalan berupa kapak batu, rumah batu dan perlengkapan lain yang terbuat dari batu.

Apa Saja Ciri-ciri Zaman Megalitikum?
Zaman megalitikum merupakan zaman batu besar. Ukuran peralatan yang dibuat masih sangat kasar dan besar. Pada masa megalitikum, penghuni sudah memiliki kepercayaan. Walaupun memang belum mengenal adanya Tuhan. Kepercayaan yang dimiliki penghuni di masa megalitikum adalah percaya terhadap roh-roh nenek moyang.

Sampai dengan saat ini, kebudayaan masyarakat di zaman batu ini masih bisa ditemukan di Indonesia. Suku yang masih aktif membuat peralatan dari material batu besar adalah Nias. Sekedar informasi, istilah megalitikum diambil dari dua kata yakni Mega yang artinya adalah besar. Sedangkan litikum berasal dari istilah lithos yang artinya adalah batu. Bagi Anda yang penasaran dengan apa saja ciri ciri zaman megalitikum, di bawah ini adalah ulasan lengkapnya.

1. Kebudayaan
Megalitikum meninggalkan kebudayaan yang cukup unik dan menarik. Bahkan kebudayaannya tersebut masih bisa Anda jumpai sampai dengan sekarang ini. Hal tersebut dikarenakan adanya suku di tanah air yang masih melestarikan kebudayaan yang ada di zaman megalitikum. Salah satu kebudayaan yang ditinggalkan adalah bangunan batu berundak-undak yang dikenal dengan sebutan punden berundak.

Ciri ciri zaman megalitikum selanjutnya adalah bangunan berbentuk tugu batu bernama menhir yang biasanya dipakai oleh masyarakat megalitikum untuk mengadakan upacara penghormatan kepada roh-roh nenek moyang. Selain itu, adapula dolmen yakni meja besar yang terbuat dari batu. Meja ini dipakai untuk menaruh sesaji dalam kegiatan pemujaan. Terkadang, di bawah dolmen juga diletakkan jenazah. Pada masa tersebut, kebudayaan yang cukup unik adalah adanya waruga yang dijadikan sebagai peti kubur. Waruga adalah karya yang dihasilkan oleh orang-orang Minahasa.

2. Manusia Pendukung
Megalitikum dikenal sebagai zaman batu besar karena pada zaman tersebut, masyarakatnya bisa membentuk monumen dengan ukuran besar yang terbuat dari bebatuan. Memang, kebudayaan ini sudah mulai muncul pada zaman neolitikum akhir. Hanya saja kebudayaan manusia ini berkembang pada zaman megalitikum. Hal inilah yang membuat ciri ciri zaman megalitikum sekilas seperti zaman neolitikum pada periode akhir.

3. Corak Kehidupan
Ciri-ciri dari zaman megalitikum selanjutnya yang bisa Anda lihat dari zaman megalitikum adalah corak kehidupannya yang unik dan menarik. Bahkan corak kehidupan tersebut masih diterapkan oleh beberapa suku di tanah air.

Pada zaman megalitikum, masyarakat sudah bisa beraktivitas dengan baik. Aktivitas yang dilakukan biasanya adalah bercocok tanam dan mengumpulkan dari hasil memburu. Untuk mencari makanan, Manusi di zaman tersebut menggunakan peralatan yang terbuat dari batu besar.

 Masing-masing zaman batu memang memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda. Masing-masing zaman juga mempunyai keunikannya sendiri. Seperti megalitikum yang memilik ciri khas berupa bangunan batu besar yang megah dan kuat. Demikianlah ciri ciri zaman megalitikum yang bisa dijadikan sebagai referensi, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Apa itu Teori Awan Debu ? | Ini Pengertian dan Kelemahannya

Apa itu Teori Awan Debu ? | Ini Pengertian dan Kelemahannya

Teori Awan Debu - Sejak sekolah dulu, Anda tentunya pernah mendengar tentang tata Surya bukan? Tata Surya merupakan sekumpulan benda yang terdapat di angkasa. Benda tersebut terdiri dari matahari yang berukuran besar dan dikelilingi oleh objek lain yang mengalami penarikan akibat dari adanya gaya gravitasi. Objek atau benda langit yang berada di angkasa dan mengelilingi matahari dikenal dengan sebutan planet.

Sekedar informasi, planet yang ada saat ini berjumlah 8 dan masing-masing planet memiliki satelit yang berbeda untuk orbitnya. Tak hanya planet, benda angkasa lainnya adalah komet, asteroid, meteor dan sebagainya.

Ada banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli terkait dengan tata Surya. Beberapa diantaranya adalah teori nebula, teori pasang surut, teori planetesimal, bintang kembar dan sebagainya. Salah satu teori yang terkenal dan banyak menarik perhatian masyarakat dan para peneliti adalah awan debu.

Pengertian Teori Awan Debu serta Kelemahannya
Teori yang terkenal ini diciptakan oleh Carl Von Weizsaeker pada tahun 1940. Kemudian di tahun 1959,  Gerard P Kuiper menyempurnakan teori ini. Bagi Anda yang belum tahu, Teori awan debu pada dasarnya menjelaskan tentang tata Surya yang berasal dari gas dan gumpalan debu yang ada di luar  angkasa.

Dalam teori tersebut, dijelaskan bahwa gumpalan di angkasa tersebut mengalami pemaparan sehingga partikelnya tertarik ke pusat lalu membentuk suatu gumpalan yang besar. Selanjutnya, boleh angkasa tersebut membentuk cakram di bagian tebal di tengah serta tipis di sisi tepinya.

Dalam Teori  awan debu tersebut, partikel yang ada di bagian tengah saling menekan sampai akhirnya berpijar dan menimbulkan panas. Bagian tengah inilah yang dikenal sekarang ini dengan sebutan matahari. Sedangkan partikel yang ada diluar terpecah dengan cepat berpilin kemudian membeku dan membentuk olabet yang ada di angkasa.

Gerard menyebut teori ini dengan istilah awan debu akibat pemikiran dan pendapatnya yang menyebutkan bahwa tata surya berasal dari awan serta debu yang terpilin. Gerard juga berpendapat bahwa debu adalah awal galaksi terbentuk.

Para peneliti menganggap bahwa alam semesta terbentuk pertama kali akibat dari adanya ledakan besar pada 13,7 milyar tahun yang lalu. Ledakan ini dikenal dengan sebutan big bang. Dukhan atau awan debu dalam ledakan tersebut mengandung hidrogen yang berasal dari proses kondensasi dukhan. Saat suhu Dukhan sudah mencapai angka 20 derajat, reaksi inti membentuk helium. Helium adalah reaksi inti dari sebagian atom hidrogen.

Selanjutnya, hidrogen mengalami perubahan menjadi pancaran sinar infra red. Sama halnya dengan teori tentang tata Surya lain, Teori  awan debu juga memiliki kelemahan atau kekurangan. Di bawah ini adalah beberapa kelemahan dari teori mengenai awan debu dalam tata surya.

  1. Kelemahan yang pertama dari teori tentang awan debu adalah tidak adanya penjelasan terkait dengan alasan kenapa satelit berukuran lebih kecil pada akhirnya tidak tersedot planet lain ketika pilinan terjadi di luar cakram.
  2. Kelemahan selanjutnya adalah tidak dijelaskannya asal muasal dari debu awan yang dimaksud dalam teori.
  3. Dalam teori ini, tidak dijelaskan pula terkait dengan perbedaan arah putaran orbit dalam tata Surya yang dilalui beberapa planet.

Setiap teori memang akan selalu ada kekurangan. Atas dasar kekurangan tersebutlah kenapa banyak peneliti kemudian melakukan penyempurnaan terhadap setiap teori yang dicetuskan oleh peneliti terdahulu. Demikianlah informasi terkait dengan Teori  awan debu beserta kekurangannya, semoga dapat menambah pengetahuan Anda mengenai tata surya.
Baca selengkapnya »
Ekosistem Danau | Lengkap dengan Komponen Biotik, Abiotik dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Danau | Lengkap dengan Komponen Biotik, Abiotik dan Ciri-Cirinya

Ekosistem Danau - Di dalam bumi, terdapat berbagai macam makhluk hidup. Tidak hanya itu, bumi juga meliputi lingkungan dan segala komponennya. Makhluk hidup dan lingkungan melakukan hubungan timbal balik dan interaksi. Hubungan ini dikenal dengan sebutan ekosistem.

Pada dasarnya, ekosistem dibedakan menjadi 2 yakni ekosistem air dan daratan. Ekosistem air atau perairan sendiri dibagi menjadi beberapa macam. Beberapa diantaranya adalah ekosistem sungai, air laut, rawa dan ekosistem danau.

Ciri-Ciri Ekosistem Danau
Danau adalah bentukan alam berupa cekungan yang terisi oleh air. Cekungan ini berada di tengah-tengah daratan. Menariknya, air danau tidak selalu tawar. Karena ada beberapa daerah yang terisi dengan air asin. Setiap danau memiliki asal muasal yang berbeda-beda. Oleh karena itulah kenapa danau memiliki beberapa macam ekosistem.

Ekosistem danau jika dilihat dari jenis airnya dibagi menjadi beberapa macam. Jenis yang pertama adalah danau air asin. Danau ini tidak mempunyai aliran air sebagai pelepasan. Pasalnya, danau air asin merupakan tujuan akhir setiap sungai di sekitarnya. Pelepasan yang dilakukan pada danau ini adalah penguapan.

Jenis selanjutnya adalah danau air tawar yang pelepasannya adalah sungai. Selanjutnya, ada danau air asam yang airnya memiliki keasaman tingkat tinggi. Danau ini terisi oleh air belerang. Biasanya danau air asam merupakan kawah gunung berapi. Selain itu, danau juga dibedakan berdasarkan kapasitas air, produksi kandungan organik, dan sebagainya.

Ekosistem danau terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik meliputi cahaya matahari, batu, angin, suhu, dan sebagainya yang tidak hidup tapi berperan penting dalam ekosistem. Sedangkan komponen biotik meliputi alga, enceng gondok, ikan, fitoplankton dan lain-lain. Ekosistem yang terjadi di danau memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda dengan ekosistem lain. Di bawah ini adalah beberapa ciri ekosistem yang terjadi di danau.

1. Penetrasi cahaya yang terbilang kurang
Sekedar informasi, ekosistem danau mempunyai penetrasi cahaya matahari yang kurang. Hal tersebut dikarenakan sinar  matahai yang tidak menembus  permukaan danau secara maksimal. Sinar matahari hanya bisa menembus permukaan danau sampai dengan beberapa meter saja.

2. Variasi suhu tidak mencolok
Rata-rata, ekosistem air danau yang tawar memiliki variasi suhu yang tidak begitu mencolok perbedaannya. Meskipun demikian, suhu di danau air asam dan asin pun tidak jauh berbeda antara suhu malam dan siangnya. Hal tersebut dikarenakan sinar matahari yang tidak bisa menembus air hingga dalam. Sehingga suhu di malam hari dan siang hari tidak jauh berbeda.

3. Jenis tumbuhan
Dalam ekosistem, tumbuhan adalah komponen yang tidak bisa  terlepaskan. Sama halnya dengan ekosistem yang terjadi di danau. Dimana tumbuhan adalah salah satu komponen yang berkaitan. Flora yang identik dengan ekosistem air danau adalah tumbuhan biji dan ganggang.

4. Dipengaruhi cuaca dan iklim
Cakupan danau memang tidak begitu  luas sehingga wajar saja  jika ekosistem di danau sangat dipengaruhi oleh  cuaca dan juga iklim. Air di danau memang tidak pernah habis jumlahnya. Tapi ketika musim hujan, jumlah air danau bertambah dalam jumlah yang banyak.

Di negara yang memiliki musim dingin, danau bisa membeli karena udara yang dingin disana. Atas dasar itulah kenapa ekosistem di perairan danau sangat dipengaruhi cuaca serta iklim.

Ekosistem memang begitu dipengaruhi oleh lingkungan sebagai salah satu komponennya. Jadi wajar saja jika setiap danau dengan komponen berbeda memiliki ciri yang berbeda pula. Demikianlah ulasan mengenai ekosistem danau, semoga dapat menambah wawasan pengetahuan Anda.
Baca selengkapnya »
Pembagian Zaman Batu Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Peninggalan Budayanya

Pembagian Zaman Batu Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Peninggalan Budayanya

Zaman batu merupakan zaman yang menunjukkan bahwa manusia sudah mulai bisa berpikir untuk meringankan pekerjaannya. Karena pada zaman ini, manusia membuat segala sesuatunya dengan batu. Hal inilah yang membuat zaman ini dikenal dengan nama zaman batu.

Di zaman batu, manusia belum mengenal logam. Alat batu yang dibuat dipakai untuk bertahan hidup. Sebab pada dasarnya, mereka masih bergantung pada alam. Pada dasarnya, pembagian zaman batu tidak begitu jelas batas waktunya. Karena zaman tersebut berlangsung secara bersamaan.

Pembagian Zaman Batu Berdasarkan Perkembangannya
Berdasarkan perkembangannya, zaman batu dibagi menjadi 4 yakni zaman batu besar, muda, tengah dan tua. Keempat zaman tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Di bawah ini adalah pembagian zaman batu sekaligus dengan karakteristiknya yang perlu Anda ketahui.

1. Zaman Batu Tengah
Zaman Batu Tengah disebut para peneliti dengan nama lain yaitu Mesoitikum. Di zaman ini, manusia purba membuat alat dengan bentuk yang tidak dihaluskan, tidak diasah dan masih kasar. Alat tersebut meliputi kapak genggam atau peble. Alat-alat ini berasal dari pecahan batu kali.

Di zaman batu tengah atau Mesolitikum, masyarakat sudah tidak berpindah-pindah atau menetap. Masyarakat kebanyakan tinggal di gua. Tapi ada pula masyarakat yang telah bisa membuat rumah dengan sangat sederhana. Mereka mulai belajar bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di zaman mesolitikum, ditemukan bukit-bukit karang yang dihasilkan dari sampah dapur masyarakat dulu. Manusia di zaman tersebut juga sudah bisa mengenal seni. Hal ini terlihat dari adanya beberapa lukisan di dalam dinding gua.

2. Zaman Batu Tua
Pembagian zaman batu selanjutnya adalah zaman batu tua. Zaman ini dikenal dengan istilah Palaeolitikum. Palaeolitikum berlangsung kurang lebih 600.000 tahun lalu. Alat yang digunakan masyarakat masih kasar dan belum diasah.

Kehidupan masyarakat di zaman ini masih sederhana dan sangat bergantung dengan alam. Tempat tinggalnya masih berpindah-pindah. Lokasi yang dipilih untuk ditinggali masyarakat adalah wilayah yang subur.

3. Zaman Batu Besar
Megalitikum atau zaman batu besar menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam kehidupan manusia. Dimana pada zaman ini, sudah banyak bangunan yang terbuat dari batu besar. Dalam pembuatan bangunan, masyarakat hanya meratakan batu-batu besar hingga bangunannya terbentuk. Bangunan yang dibuat meliputi dolmen, peti kubur, arca-arca, kubur batu, menhir dan punden berundak-undak.

Sekedar informasi, dolmen adalah bangunan yang bentuknya seperti meja. Menhir adalah tugu, arca-arca adalah patung yang dianggap sebagai nenek moyang, dan punden berundak adalah tempat pemujaan arwah nenek moyang.

4. Zaman Batu Muda
Neolitikum atau zaman batu muda adalah zaman dimana masyarakatnya sudah bisa membuat alat yang sudah dihaluskan dan diasah. Alat-alat yang dibuat juga sudah memiliki nilai seni. Pada zaman ini, alat yang dibuat adalah kapak lonjong dan kapak persegi. Kapak persegi dibuat dengan bentuk trapesium. Tangkai yang digunakan untuk memegang kampak tersebut dibuat dari rotan yang melengkung.

Masyarakat pada zaman ini sudah menempati rumahnya masing-masing. Rumah masyarakat dibuat dari bahan bambu, dedaunan dan kayu. Pada pembagian zaman batu ini, masyarakat sudah membentuk kelompok. Bercocok tanam adalah salah satu cara yang dilakukan untuk bisa bertahan hidup. Masyarakat bercocok tanam memakai kapak lonjong dan kapak persegi. Selain dipakai untuk mencangkul, alat ini juga digunakan untuk memukul atau memotong.

Jika dilihat dari karakteristiknya, tidak mengherankan jika kebanyakan peneliti tidak begitu bisa membedakan batas waktu antar setiap zaman batu. Sekian informasi terkait pembagian zaman batu kali ini, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Ciri-Ciri Zaman Paleozoikum | Mulai Dari Evolusi Tektonik Hingga Kepunahan Makhluk Hidup

Ciri-Ciri Zaman Paleozoikum | Mulai Dari Evolusi Tektonik Hingga Kepunahan Makhluk Hidup

Zaman Paleozoikum - Mempelajari tentang zaman pra sejarah adalah hal yang sangat menyenangkan. Masing-masing zaman mempunyai ciri yang berbeda-beda. Paleozoikum sendiri adalah zaman yang paling tua. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun, mulai dari 542 juta tahun lalu sampai dengan 251 juta tahun lalu.

Jika dilihat dari segi bahasanya, Paleozoikum diambil dari bahasa Yunani. Palaio artinya adalah tua sedangkan zoion adalah hewan. Perlu diketahui bahwa Paleozoikum merupakan era pertama pada zaman Eon Fanerozoikum.

Paleozoikum dibagi menjadi 6 periode yakni Ordovisium, Kambrium, Devon, Silur, Perm dan Karbon. Masing-masing periode memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ciri ciri zaman paleozoikum banyak ditunjukkan oleh kondisi bumi zaman dulu.

Ketika zaman Paleozoikum, kondisi bumi masih labil. Dimana hujan lebat terjadi dimana-mana, iklim sering berubah-ubah dan lain sebagainya. Di zaman ini, tanda-tanda kehidupan terlihat jelas. Proses ini dimulai ketika mikroorganisme bersel satu mulai muncul.

Ciri-ciri Zaman Paleozoikum Berdasarkan Masa Periodenya
Seperti yang sempat disinggung bahwa ciri ciri zaman paleozoikum dibedakan berdasarkan periodenya. Karena masing-masing periode memiliki ciri yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah ciri-ciri dari zaman paleozoikum berdasarkan beberapa periodenya.

1. Kambrium
Periode ini dimulai sekitar 1 juta tahun sampai dengan 1,7 juta tahun lalu. Di masa tersebut, terdapat kelimpahan makhluk hidup. Para peneliti menduga bahwa hal tersebut berkaitan dengan evolusi skeleton. Pasalnya, terdapat fosil hewan yang memiliki skleton pelindung pada bagian luar di zaman tersebut. Pada periode ini, makhluk hidup mulai menguasai daratan.

2. Devon
Ciri ciri zaman paleozoikum selanjutnya bisa diketahui dari periode Devon. Pada periode ini, binatang seperti vertebrata dan antropoda melakukan kolonisasi di wilayah daratan. Pertama kali melakukan kolonisasi, hewan ini mengalami berbagai masalah. Dimana penghirupan oksigen dan air di bumi masih sangat terbatas.

Seiring dengan berjalannya waktu, terdapat kemajuan evolusioner yang sangat luar biasa. Dimana binatang-binatang tersebut tidak hanya bisa hidup di daratan namun bisa menyebar sampai ke penjuru dunia. Periode ini terjadi sekitar 2,8 juta tahun lalu.

3. Perm
Perm adalah periode terakhir di zaman Paleozoikum. Pada periode ini, ciri-ciri yang nampak adalah bergeraknya benua-benua dan mulai menyatu. Superbenua yang menyatu adalah Gondwana dan Laurasia. Kedua benua yang bersatu tersebut dikenal dengan sebutan Pangaea.

Periode perm dibedakan menjadi tiga kala yakni Guadalupian, Cisuralian dan Lopongian. Di periode Perm, reptilia yang serupa dengan mamalia mulai berkembang dan meningkat jumlahnya.

4. Silur
Silur adalah periode yang dimulai dari terjadinya kepunahan besar-besaran. Dimana pada masa tersebut, 60% spesies yang ada di laut mengalami kemusnahan. Masa ini dimulai pada akhir Ordovisium yakni 1,5 juta tahun yang lampau sampai dengan awal periode Devon yakni 2,8 juta tahun lalu.

5. Karbon
Pada periode ini, terdapat lapisan kapur di Eropa Barat. Benua-benua bergabung lalu membentuk daratan luas yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang memiliki "jembatan" darat mulai dari daratan Eropa ke Amerika. Lalu "jembatan" Afrika ke daratan Antartika, Australia dan Amerika Selatan.

Terjadinya tumbukan antar benua tersebut akhirnya membentuk sabuk Pegunungan Appalachian yang terletak di bagian timur Amerika Utara serta Pegunungan Hercynian yang ada di Inggris. Pada masa karbon, pohon-pohon konifer mulai bermunculan. Tumbuhan hutan dan amfibi juga mulai berkembang. Muncul pohon pertama yaitu tumbuhan fern paku dan jamur klab di rawa-rawa.

Demikianlah ciri ciri zaman paleozoikum berdasarkan periode masanya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda.
Baca selengkapnya »
Beranda