Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keunikan Kondisi Geografis Negara Singapura

kondisi geografis singapura
Kondisi Geografis Singapura - Singapura merupakan negara kota yang berada di ujung sebelah selatan Semenanjung Melayu. Tepatnya berada 137 km di utara khatulistiwa. Negara ini terdiri atas Pulau Singapura dengan bentuk menyerupai berlian dan kurang lebih 60 pulau kecil lain di sekitarnya. Lalu, bagaimanakah kondisi geografis negara singapura yang terkenal juga sebagai negara kota ini? mari simak penjelasannya.

Catatan: untuk lebih memahami posisi Singapura di peta dunia, silahkan lihat di Peta Singapura

Negara Singapura mempunyai pulau utama dengan luas hampir sama dengan total luas pulau-pulau kecilnya (jika digabungkan). Antara pulau utama dengan Semenanjung Malaysia dipisahkan oleh Selat Johor.

Batas sebelah selatan Singapura adalah Selat Singapura yang membentang sejauh 10 mil dari pulau utama. Singapura sendiri merupakan negara pelabuhan terbesar yang ada di Asia Tenggara sekaligus pelabuhan paling sibuk di dunia. Untuk mengetahui letaknya secara detail silahkan lihat pada artikel Letak Geografis dan Astronomis Singapura.

Singapura pernah menjadi koloni atau jajahan Negara Inggris. Sebelum menjadi anggota Persemakmuran seperti saat ini, Singapura juga pernah bergabung menjadi bagian dari Federasi Malaysia pada tahun 1963. Namun kemudian pada tahun 1965, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1965, Singapura memisahkan diri dari federasi dan menjadi negara merdeka.

Keadaan Relief Singapura

Uniknya kondisi geografis Singapura yang pertama bisa dilihat dari reliefnya. Singapura adalah negara yang tidak terlalu besar, sehingga relief negaranya juga tidak terlalu bervariasi. Sepertiga dari wilayah Negara Singapura berada di ketinggian 15 meter di atas permukaan air laut.

Puncak tertinggi di negara ini adalah di Bukit Timah yang berada pada ketinggian hanya 531 kaki atau sekitar 162 meter. Terdapat beberapa puncak lain seperti Bukit Mandai dan Bukit Panjang yang kemudian membentuk blok medan yang cukup berat di tengah pulau.

Bagian timur dari pulau yang ditempati sebagai Negara Singapura merupakan dataran rendah yang terpotong akibat erosi dan membentuk pola bukit serta lembah yang rumit.

Unit-unit fisik tersebut menggambarkan fondasi fisik negara tersebut. Diantaranya adalah bukit-bukit pusat yang terbentuk dari jenis batuan granit.

Terdapat pula tanah curam yang rusak dan terlipat yang terbentuk dari batuan sedimen. Sedangkan dataran tinggi di sebelah timur terbentuk dari kerikil dan pasir yang tak terkompaksi.

Baca juga mengenai: Kondisi Geografis Indonesia

Drainase dan Karakter Tanah di Singapura

Sistem drainase Negara Singapura menggunakan jaringan padat dengan aliran pendek yang mengalir ke pulau yang menjadi lokasi dari Negara Singapura ini. Sungainya memiliki karakteristik kemiringan yang rendah. Ditambah lagi dengan limpahan air yang berlebih dari tanah yang terbuka menjadi penyebab terjadinya banjir lokal yang cukup parah.

Sungai-sungai di Singapura, terutama sungai yang mengalir ke bagian utara, memiliki karakteristik yang spesial karena bermuara di lokasi yang dibatasi oleh hutan-hutan bakau yang membentang jauh hingga ke wilayah daratan.

Karakter tanah di Singapura tergolong tidak cukup subur. Namun, jenis tanah yang berasal dari granit termasuk jenis tanah yang lebih baik dibandingkan kebanyakan jenis tanah lainnya.

Tanah Singapura yang berasal dari pelapukan granit ini merupakan salah satu ciri khas kondisi geografis Singapura yang berhubungan dengan batuan utama penyusun negara ini.

Untuk tanah yang berasal dari pelapukan batuan sedimen relatif bervariasi. Namun, banyak diantaranya yang ditempati oleh tanaman keras dengan lapisan yang padat. Inilah yang membuat terhambatnya drainase tanah serta membatasi gerak akar.

Di wilayah timur Singapura, tanahnya dikategorikan sangat tidak subur. Semua tanah di wilayah tersebut mengalami degradasi akibat erosi karena eksploitasi besar-besaran dan kecerobohan yang dilakukan oleh manusia.

Kondisi Iklim Singapura

Kekhasan kondisi geografis Singapura yang selanjutnya berkaitan dengan iklim. Negara Singapura terletak di monsun khatulistiwa yang ada di Asia Tenggara. Iklimnya ditandai dengan curah hujan yang relatif konstan sepanjang tahun dan suhu yang juga seragam.

Suhu rata-rata tiap bulan bervariasi mulai dari 27°C pada bulan Juni dan turun menjadi 25°C pada bulan Januari. Kelembabannya relatif konstan dengan kondisi suhu yang terjaga dalam keadaan moderat. Suhu tertinggi yang pernah tercatat berkisar pada 36°C.

Lihat juga disini mengenai: Sumber Daya Alam Singapura

Musim di Singapura ditentukan oleh curah hujan relatif, yang mana juga ditentukan pergerakan massa udara monsun. Periode paling berangin dan paling basah terjadi selama monsun timur laut yang terjadi antara bulan November-Maret.

Curah hujan rata-rata bulanan tertingginya mencapai 250mm yang terjadi di Bulan Desember. Sebaliknya, periode dimana curah hujan dan angin berintensitas paling ringan terjadi pada musim hujan barat daya, yaitu antara bulan Mei-September. Curah hujan terendahnya terjadi pada bulan Juli dengan intensitas kurang dari 7 inch.

Bulan April hingga Oktober merupakan periode intermonsoonal. Tandanya adalah adanya pergerakan udara yang relatif lambat. Selain itu juga terjadi hujan sore yang cukup intens disertai badai petir.

Jika dilihat secara keseluruhan, curah hujan rata-rata di Negara Singapura adalah 95 inci per tahun. Hujan pun turun di tempat-tempat di seluruh bagian pulau setiap hari dan sepanjang tahun.

Persebaran Flora dan Fauna Singapura

Meskipun hutan hujan dengan luas ribuan hektar diawetkan dan letaknya berada di daerah tangkapan air, namun masih tersisa sedikit sisa kehidupan binatang dan vegetasi asli disini. Di daerah Kranji, yang terletak di sisi barat Pulau Singapura, masih terdapat berbagai vegetasi bakau yang masih bertahan. Sedangkan di tempat lain hanya terdapat semak belukar atau rumput Cogon yang oleh orang lokal disebut dengan lalang.

Singapura juga telah mengenalkan berbagai tanaman eksotis yang banyak digunakan sebagai tanaman hias. Fauna asli terbesar dari Singapura adalah kera ekor panjang yang merupakan salah satu spesies monyet Asia. Ada juga kukang nockturnal dengan ekor besar tanpa mata serta trenggiling bersisik.

Baca juga: faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna

Untuk spesies burung, ada lebih banyak spesies, terutama burung layang-layang Brahmana yang merupakan burung layang-layang dengan bulu berwarna coklat kemerahan dan bagian kepala serta bagian dada yang berwarna putih. Ada pula spesies burung mynah India yang populasinya cukup besar.

Terdapat beberapa spesies reptil yang bisa ditemukan di wilayah pulau Singapura. Spesies tersebut misalnya kadal, ular kobra dan beberapa spesies reptil lain. Di wilayah perairan laut, terdapat spesies terumbu karang tepi dan ikan-ikan yang terkait dengannya. Beberapa satwa liar juga banyak terdapat di sekitar pantai.

Pola Pemukiman di Singapura

Kota Singapura letaknya berada di selatan pulau utama. Terjadinya urbanisasi lama kelamaan mengaburkan perbedaan antara negara dan kota. Pembangunan saat ini sudah mencakup sebagian besar wilayah negara-kota. Begitu pula bagian kota yang lebih tua pun diperbarui secara substansial. Pembaruan ini terutama dilakukan di sepanjang Sungai Singapura dan berbagai tempat lain.

Bangunan umum seperti rumah toko Cina yang mana terdiri atas bangunan tempat tinggal di atas bangunan untuk komersial, perlahan-lahan mulai menghilang. Gantinya, pemerintah Singapura merelokasi kegiatan perdagangan ke distrik terpisah. Distrik ini kemudian menciptakan sebuah komunitas perumahan terintegrasi.

Empat perlima bagian dari populasi Singapura saat ini sudah tinggal di flat HDB yang terletak di perumahan serta kota-kota baru. Kota-kota seperti Woodlands, Yishun dan Tampines bisa ditemukan di hampir seluruh pulau. Pemukiman Melayu yang dahulu bisa ditemukan di sepanjang garis pantai, kini sudah semakin sulit ditemui dan hanya bisa ditemukan di daerah-daerah pedesaan tertentu.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang kondisi geografi negara Singapura. Meskipun terletak di kawasan yang sama, yaitu di Asia Tenggara, namun setiap negara pasti memiliki Karakteristik Geografi yang berbeda.