Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4+ Faktor Penentu Persebaran Flora dan Fauna

faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
Flora dan fauna menjadi dua hal penting yang ada di muka bumi ini. Keberadaannya bisa memberikan banyak manfaat atau sumbangsih terhadap keberlangsungan kehidupan manusia. Flora memiliki arti tanaman, sedangkan fauna berarti hewan. Setiap daerah pasti memiliki jenis flora dan fauna yang beragam, itu terjadi karena adanya proses persebaran flora dan fauna. Proses ini tentu saja bisa terjadi dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Kali ini geologinesia memiliki informasi penting mengenai berbagai faktor yang tentu saja dapat mempengaruhi persebaran yang terjadi pada flora dan fauna. Tak hanya itu upaya untuk terus melestarikan dua jenis makhluk hidup ini juga akan menjadi salah satu bagian dalam informasi yang akan diberikan geologinesia kali ini.

(Baca juga mengenai Flora dan Fauna di Indonesia)

Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna

Timbul pertanyaan sesuai sub bab diatas, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di muka bumi kita ini?. Sebenarnya ada 4 faktor sebagai penentu utama yaitu iklim, topografi, tanah, dan dari makhluk hidup itu sendiri atau biasa disebut dengan faktor biotik. Simak penjelasannya dibawah ini.

Faktor Iklim (Klimatik)

Faktor pertama yang mempengaruhi persebaran ini adalah iklim. Terdapat setidaknya 5 faktor pengaruh iklim yang bisa mempengaruhi proses persebaran flora dan fauna. Kelima jenis tersebut adalah seperti yang disebutkan dibawah ini.

1. Suhu
Setiap daerah akan memiliki keadaan suhu yang berbeda-beda. Hal tersebut ada karena sejumlah hal yang mempengaruhinya. Sumber panas utama bagi makhluk yang tidak di bumi tentu saja berasal dari radiasi matahari baik yang langsung ataupun tidak.

Radiasi tersebut dipancarkan secara merata ke bumi, tapi karena adanya perbedaan lintang, derajat keawanan, albedoa, dan juga ketinggian membuat suhu yang ada di berbagai tempat atau daerah menjadi berbeda. Karena itulah berbagai jenis hewan dan tumbuhan akan beradaptasi dengan berbagai jenis keadaan lingkungan yang bisa disesuaikan dengan kemampuannya.

2. Adanya Kelembaban Udara
Selanjutnya adalah adanya kelembaban Udara. Karena adanya perbedaan kelembaban udara inilah yang membuat tumbuhan akan terbagi menjadi empat jenis. Dimulai dari xerofit (tumbuhan yang beradaptasi dengan lingkungan kering), Hidrofit (tumbuhan yang beradaptasi pada lingkungan basah), Mesofit (tumbuhan yang hidup di daerah lembab), Tropofit (hidup pada lingkungan yang berubah-ubah).

(Baca juga tentang Fauna Indonesia Bagian Barat)

3. Sinar Matahari
Seperti yang diketahui semua makhluk hidup pasti membutuhkan sinar matahari. Tumbuhan salah satunya, mereka membutuhkan energi matahari untuk melakukan proses fotosintesis. Sinar energi yang ada tersebut memang menjadi sumber energi pada tumbuhan untuk melangsungkan hidupnya.

4. Curah Hujan
Air juga menjadi bagian yang sangat penting untuk bertahan hidup. Perbedaan curah hujan yang terjadi di berbagai wilayah menghasilkan karakteristik dari vegetasi dan menyebabkan sejumlah perbedaan dari jenis hewan yang tentu saja mendiaminya. Hal ini juga disebabkan oleh adanya tumbuh-tumbuhan yang menjadi salah satu produsen bagi hewan.

5. Angin
Bagi tumbuhan, angin menjadi faktor yang sangat penting dan memiliki fungsi yang sangat penting tentunya. Angin sendiri dapat membantu dalam pembentukan CO2 serta membantu memindahkan uap air yang diperuntukkan bagi kelembaban dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Faktor Tanah (Edafik)

Selanjutnya yang menjadi faktor persebaran flora dan fauna adalah tanah. Tanah mempunyai fungsi sebagai sebuah media yang diperuntukkan bagi berkembangnya tanaman. Tingkat kesuburan yang dimiliki oleh tanah juga sangat berbeda-beda tentunya. Jika melihat atau dikaitkan dengan persebaran vegetasi berdasarkan faktor ini, berarti hal ini akan ditinjau dari sebuah sudut tumbuhan atau kemampuan menumbuhkan vegetasi. Ada sejumlah faktor fisik tanah yang mempengaruhi hal ini.

1. Tekstur Tanah
Tekstur tanah ini tentu saja sangat penting dan erat kaitannya dengan kapasitas menampung air dan juga udara di dalam tanah. Tanah yang halus akan memiliki sifat untuk tersebar secara merata. Tidak hanya itu, sifat yang sulit menampung air sehingga membuatnya tidak disukai atau tidak menguntungkan bagi sebagian besar tumbuh-tumbuhan. Tetapi jangan salah, ada beberapa tumbuhan yang justru lebih senang dengan kondisi tekstur tanah seperti ini.

2. Struktur Tanah
Suatu susunan dan pengikatan butiran-butiran tanah yang selanjutnya membentuk agregat tanah akan menghasilkan berbagai kemantapan bentuk dan ukuran sebuah tanah. Bentuk dan ukuran demikian dikenal dengan sebutan stuktur tanah. Flora dan Fauna tertentu akan tetap tinggal di suatu wilayah yang struktur tanahnya dapat mendukungnya untuk hidup. Sedangkan jika tidak cocok, maka flora dan fauna akan pindah ataupun mati karena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan tanah seperti itu.

3. Keasaman Tanah
Keasaman tanah atau pH tanah juga sangat mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Kebanyakan flora maupun fauna tidak menyukai tanah yang sifatnya asam. Tanah yang sifatnya asam kebanyakan berkaitan dengan keberadaan unsur-unsur logam berbahaya yang tidak disukai flora dan fauna.

Faktor Topografi

Faktor yang satu ini meliputi ketinggian dan juga kemiringan sebuah lahan. Ketinggian yang ada pada suatu tempat tentu saja akan menyebabkan banyak perbedaan dengan adanya suhu yang pada akhirnya menyebabkan adanya perbedaan kelembaban udara. Pada daerah yang memiliki suhu dan ketinggian yang berbeda, maka tentu saja akan berbeda juga jenis tumbuhan yang dapat hidup disana. tak hanya tumbuhan, hal tersebut juga ternyata berlaku bagi hewan, bahkan manusia.

Biasanya, tanah yang memiliki bentuk sangat miring setiap unitnya pasti akan mempunyai jumlah flora dan fauna yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan tanah yang memiliki relief yang agak miring ataupun rata. Hal ini terjadi karena perbedaan jumlah cadangan air yang tersedia di dalam tanah. Pada tanah yang miring, cadangan airnya cenderung akan cepat habis karena terbawa menuruni lereng yang miring.

Faktor Biotik

Faktor yang satu ini tentu saja meliputi berbagai jenis makhluk hidup yang ada, hewan, tumbuhan, dan juga manusia. Manusia memang mampu mengubah lingkungan guna memenuhi kebutuhan bagi kehidupannya. Contoh sederhananya saja, daerah hutan akan diubah menjadi daerah pertanian dan perkebunan atau juga bahkan perumahan serta lain sebagainya.

Manusia dapat melakukan penyebaran tumbuhan dari satu tempat ke tempat lain. Tak hanya itu, manusia juga mampu mempengaruhi sebuah kehidupan fauna atau hewan yang ada pada sebuah tempat tertentu dengan cara melakukan banyak perlindungan atau juga melakukan hal seperti berburu binatang.

Tak hanya itu hewan juga menjadi salah satu faktor bagi persebaran flora yang ada. Misalnya saja yang terjadi proses penyerbukan, kelalawar, burung dan lain sebagainya yang diketahui turut membantu penyebaran biji tumbuhan.

Upaya Melindungi serta Melestarikan Flora dan Fauna

Persebaran flora dan fauna pada prinsipnya adalah bersifat alami. Oleh sebab itu seyogyanya sebagai manusia yang mempunyai akal dan pikiran, maka kita wajib melindungi dan melestarikan jenis makhluk hidup yang lainnya tersebut. Lalu apa saja upaya untuk melindungi mereka? berikut ini penjelasannya.

Membuat Cagar Alam

Membuat sejumlah tempat yang memiliki fungsi atau berguna sebagai tempat untuk menjaga kelestarian alam, hal ini dilakukan agar proses perkembangbiakan flora dan fauna menjadi tidak terganggu. Dalam hal ini adanya cagar alam yang dibuat oleh pemerintah, bisa membantu mencegah adanya kepunahan pada flora dan fauna tentunya.

Membangun Pusat Rehabilitasi Hewan

Membangun sejumlah prasarana yang bisa digunakan sebagai pusat untuk rehabilitasi dan juga tempat untuk mengajar berbagai jenis hewan tertentu. Saat ini pemerintah sudah banyak membangun berbagai tempat untuk penangkaran sejumlah hewan yang memang harus dilindungi agar tidak punah tentunya.

Mempertahankan Lingkungan Alamiahnya

Wajib untuk selalu memperhatikan kelangsungan dari hidup flora dan juga fauna. Sejumlah bangunan yang dibuat tidak boleh membuat tempat mereka untuk hidup dan berkembang biak menjadi rusak dan terganggu tentunya. Jika hal tersebut terjadi, maka sudah tentu akan terjadi kepunahan pada banyaknya jenis flora dan fauna yang ada.

Itu dia beberapa faktor yang kiranya sangat berpengaruh besar untuk proses dalam persebaran flora dan fauna. Dengan menjaga persebaran tersebut, maka flora dan fauna yang ada akan terhindar dari kepunahan. Semoga informasi yang telah berhasil kami rangkum ini bisa sangat berguna bagi kamu semua tentunya.