Sumber Daya Alam Non Hayati : Pengertian, Unsur-unsur, dan Upaya Konservasi

Jenis Sumber Daya Alam Non Hayati - Tanah, air dan bermacam barang tambang adalah sumber daya alam non hayati yang disediakan alam untuk kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Kekayaan alam non hayati ini perlalu selalu dijaga supaya kita dan anak cucu tetap dapat memanfaatkannya secara optimal.

Daftar isi:
1. Pengertian Sumber Daya Alam Non Hayati
1.1. SDA Yang Tidak Pulih
1.2. SDA Yang Pulih
1.3. SDA Yang Mempunyai Sifat Gabungan
2. Unsur-Unsur Sumber Daya Alam Non Hayati
3. Konservasi Sumber Daya Alam Non Hayati
3.1. Konservasi dari Sisi Ekonomi
3.2. Konservasi dari Sisi Ekologi
3.3. Konservasi dari Sisi Sosial


Pengertian Sumber Daya Alam Non Hayati

Pengertian sumber daya alam secara umum adalah semua bahan yang ada di alam yang dapat dimanfaatkan demi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup di bumi. Sumber daya alam biasa disingkat dengan SDA. Sedangkan pengertian sumber daya alam non hayati adalah segala sesuatu yang disediakan alam untuk kebutuhan dan kesejahteraan umat manusia yang berupa benda mati.

Sumber daya alam non hayati disebut juga sumber daya alam anorganik atau abiotik, berasal dari unsur-unsur fisik atau benda mati. Berdasarkan sifat dan pulih atau tidaknya sumber daya alam digolongkan atas 3 kelompok, yakni:
  1. Sumber daya alam yang tidak pulih
  2. Sumber daya alam yang pulih
  3. Sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan

Sumber Daya Alam Yang Tidak Pulih

Sumber daya alam yang tidak pulih yaitu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sumber daya alam golongan ini akan menjadi habis bila dimanfaatkan secara terus menerus. Contoh SDA ini antara lain minyak, gas bumi, bahan tambang dan batuan. Karena sifatnya yang tidak dapat diperbaharui, pemanfaatan sumber daya alam golongan ini harus hemat sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai anak cucu kita tidak dapat merasakan manfaatnya.

sumber daya alam non hayati

Sumber Daya Alam Yang Pulih

Sumber daya alam yang pulih yaitu SDA yang dapat diperbaharui. SDA golongan ini keberadaannya dapat diusahakan kembali oleh manusia, jadi karena manusia dapat memperbaharui kembali kita tidak kuatir sumber daya alam yang sudah digunakan akan habis. Contoh sumber daya alam golongan ini antara lain air, angin, cuaca, gelombang laut, sinar matahari dan bulan. Walaupun sumber daya alam ini dapat diperbaharui, pemanfaatannya tetap harus hemat dan proses pembaharuannya tetap harus dijaga agar tidak cepat rusak dan habis.

Sumber Daya Alam Yang Mempunyai Sifat Gabungan

Sumber daya alam sifat gabungan yaitu sumber daya alam yang sebarannya dapat diperbaharui bila proses pemulihannya dijalankan. Namun, menjadi tidak dapat dimanfaatkan lagi apabila sumber daya alam itu rusak dan tidak dapat atau sulit untuk dipulihkan. Contoh sumber daya alam ini yaitu tanah. Bila kita salah memanfaatkan dan tidak menjaga proses pelestariannya, tanah yang subur bisa berubah menjadi padang pasir.

Sumber daya alam juga dapat digolongkan berdasarkan potensi penggunaannya, yaitu:
  1. Sumber Daya Alam Penghasil Energi; misalnya air, matahari, arus laut, gas bumi, minyak bumi, batubara, dan angin.
  2. Sumber Daya Alam Penghasil Bahan Baku; misalnya mineral, gas bumi, perairan, dan tanah.
  3. Sumber Daya Alam Lingkungan Hidup; misalnya udara, ruang, perairan dan landscape.

Berdasarkan nilai ekonomisnya sumber daya alam digolongkan menjadi:
  1. Sumber Daya Alam Ekonomis Tinggi; yaitu sumber daya alam yang nilai ekonomisnya tinggi, sangat berharga menghasilkan keuntungan dan dalam mendapatkannya memerlukan biaya yang tinggi, contohnya emas, perak, timah, minyak bumi, batubara, dan intan.
  2. Sumber Daya Alam Ekonomis Rendah; merupakan sumber daya alam yang mempunyai nilai ekonomis relatif rendah dan dalam mendapatkannya biaya yang diperlukan relatif murah, contohnya pasir dan batu.
  3. Sumber Daya Alam Non Ekonomis; merupakan sumber daya alam yang dalam mendapatkannya tidak memerlukan biaya, contohnya udara, air bersih, sinar dan panas matahari.

Unsur-Unsur Sumber Daya Alam Non Hayati

Mengacu pada undang-undung No.23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, yang dimaksud dengan sumber daya alam non hayati atau sumber daya alam anorganik atau fisik adalah sumber daya alam berupa benda-benda non hayati yang terdiri atas unsur-unsur tanah, air, dan udara serta barang-barang tambang.

Berbagai unsur sumber daya alam non hayati antara lain tanah, lahan, air, laut, gelombang laut, arus laut, energi pasang surut, udara, angin, minyak bumi, gas bumi, batuan, sinar matahari, panas matahari, batubara, mineral, ruang, emas, perak, timah, intan, pasir, besi, nikel, LPG, LNG dan hutan. Dari berbagai unsur sumber daya alam non hayati ada 3 unsur yang merupakan unsur utama, yaitu: tanah, air dan barang tambang.

Konservasi Sumber Daya Alam Non Hayati

Sobat geologinesia sekalian, selanjutnya kita akan membahas mengenai pentingnya dilakukan konservasi sumber daya alam non hayati. Sebelumnya kita pahami lebih dulu pengertian konservasi sumber daya alam non hayati menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Atas dasar undang-undang itu, perlu dicatat bahwa pengertian konservasi sumber daya alam adalah pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin pemanfaatannya secara bijaksana, serta kesinambungan ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannya. Dalam hal sumber daya alam non hayati lingkup meningkatkan keanekaragaman ini tidak termasuk.

Adanya undang-undang tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menegaskan bahwa sumber daya alam baik hayati maupun non hayati penting dikonservasi untuk menjamin pemanfaatan yang bijaksana untuk kesinambungan ketersediaannya. Alasan pentingnya konservasi sumber daya alam non hayati dapat dilihat dari sisi ekonomi, sisi ekologi dan sisi sosial.

Konservasi dari Sisi Ekonomi

Sudut pandang dari sisi ekonomi memandang konservasi penting dilakukan karena unsur-unsur sumber daya ini memiliki nilai ekonomis. Misalnya, konservasi tanah penting dilakukan karena tanah merupakan tempat berbagai kegiatan ekonomi, yaitu sebagai tempat tinggal, usaha pertanian, kawasan industri, area rekreasi dan jalan untuk transportasi, sehingga fungsi dan statusnya perlu terjamin secara berkelanjutan. Contoh lainnya, konservasi air penting dilakukan karena air dapat berfungsi sebagai sumber aktifitas ekonomi saat menghasilkan tenaga listrik yang sangat terkait erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Konservasi dari Sisi Ekologi

Dilihat dari sisi ekologi, konservasi penting dilakukan agar fungsi unsur-unsur sumber daya ini tetap optimal. Misalnya konservasi tanah penting dilakukan karena bila tanah yang tadinya subur dan produktif sebagai lahan pertanian berubah menjadi tidak subur dan tidak produktif lagi, maka fungsi pentingnya sebagai sumber daya yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup organisme akan terganggu.

Konservasi tanah penting dilakukan agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan dalam mendukung seluruh kehidupan organisme yang hidup di dalam maupun diatasnya. Contoh lain, konservasi air penting dilakukan karena air merupakan kebutuhan dasar yang sangat diperlukan semua makhluk hidup di permukaan bumi ini.

Tanpa air, tidak ada kehidupan. Kehidupan disuatu ekosistem akan terganggu jika terjadi kekurangan air, sehingga konservasi air penting dilakukan untuk menunjang kehidupan makhluk hidup baik flora, fauna maupun mikroorganisme. Konservasi bahan tambang penting dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat dan meminimalkan dampak negatif usaha pertambangan dengan menjaga kelestarian fungsi lingkungan.

Konservasi dari Sisi Sosial

Konservasi dapat pula dilakukan karena alasan sosial, misalnya berdasarkan alasan sosial konservasi tanah penting dilakukan karena tanah berkaitan erat dengan perilaku sosial manusia. Masyarakat yang hidup di tanah yang subur mempunyai kehidupan sosial berbeda dengan masyarakat yang hidup di tanah yang gersang.

Hal tersebut merupakan contoh bahwa konservasi tanah penting dilakukan untuk memelihara kelestarian fungsi dan manfaat sosial bagi kehidupan manusia. Berdasarkan alasan sosial pula, konservasi air penting dilakukan karena air mempunyai fungsi sosial yang penting. Penggunaan air bersama saat mencuci di sungai atau pembagian air irigasi adalah kehidupan sosial yang berkaitan dengan air.

Dari 3 unsur utama sumber daya alam non hayati yaitu tanah, air dan bahan tambang, unsur tanah dan air adalah dua unsur yang mendapat perhatian khusus untuk masalah konservasi. Hal tersebut karena tanah dan air termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan fungsinya bagi kehidupan manusia sangat penting.

Upaya terhadap konservasi tanah bisa diartikan sebagai penempatan setiap bidang sumber daya tanah pada bentuk penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut, dan memberdayakannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk mencegah atau meminimumkan terjadinya kerusakan tanah. Sedangkan upaya terhadap konservasi air pada dasarnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seefisien mungkin dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang merusak, dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.

Walaupun terlihat sederhana, akan tetapi persoalan konservasi pada tanah dan air sebenarnya cukup kompleks sehingga memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti ilmu tanah, biologi, hidrologi, geologi dan sebagainya.

Sobat geologinesia, demikian pembahasan tentang sumber daya alam non hayati serta pentingnya upaya konservasi terhadapnya. Mudah-mudahan pemaparan tadi memperjelas Anda dalam memahami jenis sumber daya alam yang satu ini.

Sumber Daya Alam Non Hayati : Pengertian, Unsur-unsur, dan Upaya Konservasi