7+ Faktor yang Mempengaruhi Suhu Udara di Suatu Wilayah

faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara
Faktor yang Mempengaruhi Suhu Udara - Istilah suhu udara pasti sudah tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Suhu udara umumnya berkaitan dengan kondisi panas ataupun dingin yang terasa di suatu wilayah.

Secara sederhana, kita sering menghubungkan suhu udara dengan kondisi siang dan malam. Hal tersebut terjadi karena suhu udara dapat dirasakan berbeda secara signifikan pada waktu tersebut.

Akan tetapi, sebenarnya perbedaan suhu udara tidak hanya terbatas pada kondisi siang dan malam saja. Nah, berikut ini akan dijelaskan tentang faktor yang mempengaruhi suhu udara secara lengkap.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Suhu Udara

Kita ketahui bahwa matahari merupakan pusat dari sistem tata surya kita yang mampu memancarkan sinarnya ke planet-planet lain yang mengitarinya. Pada dasarnya tidak semua sinar matahari langsung masuk ke permukaan bumi.

Sinar matahari yang menyinari bumi ada sebagian yang dipantulkan kembali ke luar angkasa, ada yang kemudian diserap oleh atmosfer, dipantulkan kembali oleh awan, ataupun langsung diserap oleh partikel awan itu sendiri dan diteruskan ke permukaan bumi.

Lihat juga tentang: Perbedaan Cuaca dan Iklim

Jika dihitung-hitung, cahaya matahari yang masuk hingga ke permukaan bumi bahkan tidak sampai 50%. Cahaya matahari yang masuk ke bumi inilah yang sangat mempengaruhi suhu udara di permukaan bumi.

Secara spesifik, ada beberapa faktor yang mempengaruhi suhu udara di sebuah wilayah, diantaranya adalah seperti di bawah ini:

1. Durasi Penyinaran Matahari
Matahari adalah aspek paling penting yang mempengaruhi suhu udara. Semakin lama waktu penyinaran matahari di suatu wilayah, maka semakin tinggi pula suhu udaranya. Seperti yang terjadi di kawasan tropis misalnya.

Setidaknya, di kawasan tropis durasi penyinaran matahari bisa sampai 12 jam. Hal yang berbeda terjadi pada daerah di sebelah selatan yang menerima penyinaran matahari dengan durasi yang tidak terlalu lama, maka suhunya juga lebih rendah dan lebih dingin.


2. Sudut Datangnya Sinar Matahari
Sudut datang sinar matahari adalah sudut yang terbentuk oleh datangnya cahaya matahari dengan bumi. Apabila sudut datangnya sinar matahari semakin tegak, maka intensitas penyinaran matahari pun akan semakin kuat. Dengan begitu suhu udara juga akan semakin tinggi.

Hal diatas berlaku pula sebaliknya. Ketika sudut datang sinar matahari semakin miring, maka intensitas penyinaran jadi lebih lemah dan suhu udara jadi lebih rendah atau lebih dingin.

3. Ketinggian Tempat
Faktor berikutnya yang mempengaruhi suhu udara adalah ketinggian tempat. Apabila suatu tempat (wilayah) berada pada ketinggian yang lebih tinggi maka suhu udaranya akan menjadi lebih rendah, begitu pun sebaliknya.

Semakin rendah ketinggian sebuah tempat dari permukaan air laut, maka semakin tinggi suhunya. Hal ini disebabkan oleh adanya gejala gradien thermometrik yang mana menyebutkan bahwa suhu udara rata-rata akan mengalami penurunan kurang lebih 0,5°-0,6°C setiap terjadi kenaikan ketinggian 100 meter.

4. Kondisi Geografis Suatu Wilayah
Hal selanjutnya yang menjadi faktor yang mempengaruhi suhu udara adalah kondisi geografis dari suatu wilayah. Kondisi geografis sangat mempengaruhi suhu udara karena daerah yang wilayahnya dikelilingi laut dan wilayah yang jauh dari laut suhu udaranya sudah pasti berbeda.

Daerah yang dikelilingi oleh lautan suhu udara hariannya tidak berbeda terlalu signifikan. Hal tersebut disebabkan karena sifat fisika air yang cenderung lambat menyerap panas sekaligus lambat melepaskan panas.

Fenomena tersebut tentu berbeda dengan daerah yang berada di tengah benua. Suhu antara siang dan malam relatif berbeda jauh. Saat siang hari suhunya sangat tinggi dan saat malam hari sangat rendah.

5. Ada Tidaknya Awan
Kondisi selanjutnya yang juga bisa mempengaruhi suhu udara adalah ada atau tidaknya awan. Secara sederhana, ketika ada awan yang melintas, maka sinar matahari juga akan terhalang oleh adanya awan tersebut. Dengan begitu suhu juga akan turun secara perlahan.

Contoh lain misalnya terjadi saat hujan sepanjang hari. Karena hujan, suhu lebih rendah karena cahaya matahari terhalang awan mendung.

Lihat juga mengenai: Klasifikasi Iklim

6. Perbedaan Garis Lintang dari Suatu Wilayah
Garis lintang adalah garis yang membagi wilayah di bumi menjadi empat wilayah musim, yaitu sub tropis, tropis, sedang dan dingin. Wilayah yang berada di kawasan garis khatulistiwa atau berada pada wilayah tropis pasti memiliki suhu udara yang lebih tinggi dan lebih panas.

Hal berbeda terjadi pada daerah yang berada di wilayah dingin. Suhu udara akan lebih rendah dan cenderung sangat dingin, seperti yang terjadi di daerah kutub. Hal tersebut kembali lagi pada faktor intensitas dan sudut datangnya sinar matahari. Sinar atau cahaya matahari akan cenderung mengarah ke wilayah atau daerah tropis atau daerah khatulistiwa.

7. Pergerakan Angin dan Arus Laut
Faktor selanjutnya yang juga bisa mempengaruhi suhu udara adalah pergerakan angin dan air laut. Apabila arus laut dan angin datang dari daerah atau wilayah yang sedang mengalami musim dingin, maka daerah atau wilayah yang dilalui atau dilewati biasanya akan terpengaruh dengan terjadinya penurunan suhu udara yang mengikutinya.

Contohnya terjadi ketika Australia sedang mengalami musim dingin, arus laut dan anginnya yang mengarah ke Indonesia menyebabkan beberapa wilayah Indonesia akan ikut mengalami penurunan suhu udara.

Hal sebaliknya juga terjadi saat angin dan arus laut bergerak dari wilayah yang sedang mengalami musim panas. Daerah yang dilewati oleh pergerakan arus laut dan angin ini akan ikut mengalami peningkatan suhu udara.

Mengapa Suhu di Siang dan Malam Hari Berbeda?

Anda pasti pernah merasakan adanya perbedaan suhu saat malam dan siang hari bukan? Lalu apa yang menyebabkan perbedaan ini? Saat siang hari umumnya suhu terasa panas, kemudian berubah menjadi sejuk bahkan dingin saat malam hari.

Namun, tak jarang pula di malam hari suhu terasa panas. Perbedaan suhu saat siang dan malam hari ini terutama disebabkan oleh durasi lama penyinaran matahari yang terkait dengan sudut arah datangnya sinar matahari terhadap posisi suatu wilayah.

Mengenal Alat Pengukur Suhu Udara

Mengukur temperatur suhu udara bisa dilakukan dengan bantuan alat bernama termometer. Termometer yang digunakan untuk mengukur suhu udara pun terdiri dari dua jenis. Kedua jenis termometer tersebut adalah termometer minimum dan termometer maksimum.

Termometer minimum merupakan perangkat untuk mengukur suhu udara yang terdiri atas tabung gelas dan berisi alkohol. Alkohol yang digunakan ini pun bukan alkohol biasa karena merupakan jenis alkohol yang peka apabila terjadi penurunan suhu.

Sedangkan termometer maksimum terbuat dari sebuah tabung yang di dalamnya berisi air raksa. Berbeda dengan alkohol, air raksa ini bersifat peka apabila terjadi kenaikan suhu.

Itulah tadi penjelasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara di suatu wilayah. Suhu udara di setiap daerah bisa berbeda-beda tergantung beberapa faktor-faktor yang telah dijelaskan di atas.

Meskipun perubahan suhu udara merupakan sesuatu yang alami, namun perilaku pada perubahan suhu yang ekstrim sepatutnya tidak boleh diabaikan. Perubahan suhu secara ekstrim bisa saja mengindikasikan degradasi lingkungan yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam dan kelangsungan makhluk hidup di bumi.

FAQ: Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara?
7 faktor utama yang mempengaruhi suhu udara adalah:
1. Durasi atau lama penyinaran matahari
2. Sudut datangnya sinar matahari
3. Ketinggian suatu tempat
4. Kondisi geografis dari suatu wilayah
5. Keberadaan awan
6. Perbedaan garis lintang di suatu wilayah
7. Pergerakan angin dan arus laut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel