Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kondisi Geografis Negara Australia yang Penting Diketahui

kondisi geografis australia
Kondisi Geografis Australia - Australia merupakan benua paling kecil namun di sisi lain juga menjadi salah satu negara terluas di dunia, karena negara ini sering dianggap juga sebagai negara benua. Negara Australia berada diantara Samudera Pasifik dan Hindia. Secara umum letak negara Australia berada di belahan bumi bagian selatan. Ibukota negaranya adalah Canberra yang berada di antara pusat budaya dan ekonomi, yaitu Sydney dan Melbourne. Lalu sebenarnya bagaimana kondisi geografis negara Australia ini? Mari menyimak penjelasan lengkapnya.

Daratan negara Australia membentang dari arah barat ke timur sepanjang hampir 4.000 km, 3.200 km membentang dari Semenanjung Cape York ke Wilsons Promontory. Sedangkan wilayah yurisdiksi Australia bagian selatan membentang sejauh 500km menuju ujung selatan Pulau Tasmania.

Australia dengan Indonesia dibatasi oleh Laut Timor dan Arafura di bagian barat laut. Dari Papua Nugini, negara ini dipisahkan oleh Laut Koral dan Selat Torres di bagian timur laut. Ke tenggara terpisah oleh Laut Tasman dari Selandia Baru dan bagian ujung selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dan Antartika. Agar lebih memahami posisi Australia di peta dunia, silahkan lihat Peta Benua Australia.

Australia memiliki banyak julukan, seperti 'Tanah Terakhir', 'Benua Tertua' dan 'Perbatasan Terakhir'. Hal ini menggambarkan usia sebagian besar benua yang cukup mengesankan. Berdasarkan sebagian besar batuan yang merupakan dasar dari daratan Australia terbentuk pada masa Paleozoikum selama kurang lebih 4,6miliar sampai 252 juta tahun lalu.

Sementara itu, di sisi lain, sejarah landscape wilayah yang luas seperti Amerika Utara dan Eropa begitu dipengaruhi oleh proses dan peristiwa yang terjadi sejak Zaman es, maka para ilmuwan justru menggunakan skala waktu yang lebih luas untuk meneliti keunikan kondisi geografis Australia ini pada masa lampau.

Australia menjadi negara terakhir yang dieksplorasi oleh orang Eropa. Sekitar 60.000 tahun sebelum orang Eropa datang ke Pasifik Selatan, penjelajah dari Aborigin lebih dulu tiba dari Asia. Kemudian sekitar 20.000 tahun yang lalu, penjelajah ini sudah menyebar ke seluruh daratan beserta pulau utamanya, Tasmania. Saat Angkatan Laut Inggris yang dipimpin Kapten Arthur Philip mendarat pada tahun 1788 di Botany Bay, sekitar 500.000 Orang Aborigin sudah ada disana. Sebagian besar adalah penduduk nomaden dan pemburu.

Australia sebenarnya merupakan benua paling datar dan kering. Jika dilihat dari udara, warna datarannya yang luas terkadang berwarna darah kering, bahkan seringnya berwarna kuning sehingga tampak seperti gurun luas. Ketika melakukan penerbangan dari Darwin ke Sydney atau Perth ke Sydney dengan jarak 3.200 km, maka tidak akan terlihat kota. Yang bisa terlihat hanyalah adanya tanda-tanda pemukiman manusia yang tersebar dan kecil dalam bentang yang luas.

Dataran tinggi di barat dan depresi pusat mempengaruhi keberadaan gurun disana. Namun, jangan tertipu dari tampilan tersebut, karena dataran hitam dan merah di New South Wales dan Queensland bahkan sudah lama menjadi pendukung industri wol terbesar di dunia. Bahkan daerah terlarang dan paling gersang di Australia menyembunyikan sumber daya mineral yang sangat kaya. Wilayah pinggiran pantai, terutama pantai timur dimana terdapat pemukiman Eropa sekaligus mayoritas warga Australia tinggal sekarang, topografimya memang cukup beragam. Namun, karena kondisi drainasenya yang cukup baik membuat tanah di wilayah ini cukup subur.

Daratan dari pantai berjalan ke rantai dataran tinggi, dikenal dengan Great Divding Range dan Cape York. Wilayah ini sering tampak sebagai rangkaian pegunungan, meskipun beberapa puncaknya memiliki ketinggian lebih dari 1.500 m. Relief ini lebih seperti lereng curam yang terbentuk dari perbukitan.

(Lihat juga Karakteristik Benua Australia)

Tergolong sebagai benua yang sangat luas, karakteristik kondisi geografis Australia pada bentang alam dan iklimnya sudah pasti lebih bervariasi. Bentang alam di Great Divide, dengan hutannya yang lebat, sedikit sama dengan dataran Inland. Terdapat perbedaan yang signifikan antara bukit-bukit monumental di Australia dengan batu merah di bagian tengah dengan wilayah hutan hujan tropis di bagian utara Queensland. Inilah yang menjadikan Australia memiliki daya tarik tersendiri.

Sebuah badan federal didirikan oleh Australian Heritage Commission Act of 1975. Badan ini dibuat untuk mengembangkan minat atas tempat-tempat bersejarah di Australia. Tempat tersebut dipilih berdasarkan sejarah, estetika, sosial dan ilmiah. Dengan proses ini, area atau situs yang memiliki nilai penting tetap terjaga. Selain itu, dibantu oleh UNESCO sebagai sebuah lembaga yang memiliki kekuatan hukum dan politik yang lebih besar, wilayah-wilayah tersebut kemudian diklasifikasikan dalam kelompok tertentu dan sudah dilindungi oleh pemerintah federal.

Terdapat sekitar 20 landmark di Australia yang masing-masing mewakili setiap teritori dan negara bagian. Landmark tersebut sudah ditambahkan ke dalam daftar dan termasuk di dalamnya adalah Great Barrier Rief, Shrak Bat, Taman Nasional Kakadu, area Blue Mountains dan lain sebagainya. Ada pula Cagar hutan hujan di bagian tengah-timur Australia, Hutan Belantara Tasmania serta berbagai situs fosil mamalia di kawasan Naracoorte dan Riversleigh. Sementara itu terjadi perselisihan atas Great Barrier Reef serta berbagai kantong hujan alami di Tasmania fan Queensland.

Wilayah Australia merupakan tanah dataran yang sangat luas. 6% dari wilayahnya berada pada ketinggian 600m. Puncak tertingginya adalah Gunung Koscoizkp yang memiliki tinggi 1.118m. situasi ini terjadi akibat situasi dimana Australia mengalami proses erosi serta sebagian lagi berasal dari posisi Australia yaitu di pinggir zona pergerakan bumi yang signifikan. Mengetahui pola patahan sangat penting untuk menentukan bentuk permukaan tanahnya. Selain itu, intensitas proses yang bekerja di sekitar permukaan tanah dan intensitasnya juga mengakibatkan bentuk-bentuk yang khas.

Benua Australia terkenal sebagai benua yang gersang. Sepertiga wilayahnya ditempati gurun, sepertiga lainnya semidesert atau Padang rumput. Hanya di wilayah bagian utara, Tenggara, Timur dan barat daya yang memiliki intensitas curah hujan memadai untuk mendukung terjadinya vegetasi signifikan sekaligus melindungi permukaan tanah dari terjadinya proses pelapukan.

Wilayah Australia yang dialiri oleh sungai permanen hanya bisa ditemukan di bagian timur dan barat daya Tasmania. Kecuali untuk Sungai Murray. Sungai ini naik di Dataran Tinggi timur, tepatnya di Gunung Kosciuszko serta diumpankan oleh adanya salju yang mencair. Hasilnya, sungai ini mendapatkan volume yang cukup untuk bertahan dan melewati bagian dan dataran yang gersang untuk kemudian sampai di Samudera Selatan di sebelah tenggara Adelaide.

Samudera Selatan ini merupakan wilayah Australia di bagian selatan Pasifik serta lautan India yang berada di sekitar Antartika. Sebagian besar dan hampir semua sungai di benua ini termasuk sebagai sungai musiman yang alirannya terputus-putus. Sedangkan aliran Sungai interiornya bersifat eposodik.

Terdapat banyak daerah, terutama Dataran Nullarbor, yang tanahnya dilapisi oleh batuan kapur serta gurun pasir, tidak mempunyai drainase permukaan. Namun, tetap memiliki aliran air bawah tanah. Peta Australia terkadang bisa menyesatkan. Misalnya terdapat banyak danau yang tergambar di bagian falam, namun pada kenyataannya banyak diantara danau-danau tersebut yang menjadi danau garam. Artinya danau tersebut tidak memiliki air selama bertahun-tahun.

Australia merupakan negara yang letaknya berada dalam satu benua sendiri. Bisa dibilang sebagai negara terbesar namun untuk ukuran benua, merupakan benua terkecil. Hal tersebutlah yang membuat kondisi geografis Australia dikatakan unik dan istimewa. Demikian penjelasan tentang kondisi geografi Negara Australia, semoga bisa meningkatkan pengetahuan Anda tentang geografi negara-negara yang ada di berbagai belahan dunia.