Kondisi Geografis Myanmar yang Penting Diketahui

kondisi geografis myanmar
Kondisi Geografis Myanmar - Negara Myanmar atau dikenal juga dengan Burma, merupakan salah satu negara yang terletak di bagian barat kawasan Asia Tenggara. Pada 1989 nama Inggris negara ini diubah menjadi Union of Myanmar setelah sebelumnya menggunakan nama Inggris resmi Union of Burma. Hal yang sama juga dilakukan pada nama ibukota negaranya dari Rangoon menjadi Yangon. Lalu sebenarnya bagaimana kondisi geografis Myanmar atau Burma ini? Yuk mengetahuinya secara detail.

Tahun 2005 pusat administrasi negara ini mulai digeser, pertama Kota Pyinmana yang terletak sekitar 320km dari utara Yangon, kemudian beralih lagi ke Nay Pyi Taw yang letaknya tidak jauh dari Pyinmana. Kota inilah yang pada tahun 2006 diperkenalkan sebagai ibukota Negara Myanmar. Untuk lebih mengerti mengenai letak Myanmar di peta dunia, silahkan lihat Peta Myanmar.

Letak Daratan Utama Myanmar

Myanmar merupakan negara yang berada di bagian paling utara Asia Tenggara terletak diantara garis lintang 10°LU-28°LU. Negara ini memiliki bentuk menyerupai layang-layang dengan ekornya yang panjang dan membentang ke arah selatan sepanjang Semenanjung Melayu.

Letak Myanmar secara geografis berbatasan dengan Cina di sebelah utara dan timur laut, Laos di sebelah timur, Thailand di sebelah tenggara. Di bagian selatan dan barat daya negara ini berbatasan dengan Teluk Bengal dan Laut Andaman, India di sebelah barat laut dan Bangladesh di sebelah barat. Myanmar memiliki panjang total 2.050 km yang membentang dari utara ke selatan.

(Baca juga Kondisi Geografis Vietnam)

Relief Negara Myanmar

Hal pertama yang merupakan ciri khas kondisi geografis Myanmar adalah bahwa negara ini dibagi ke dalam 5 wilayah fisiografi, yaitu pegunungan utara, dataran tinggi timur, pegunungan barat, dataran rendah dan lembah tengah serta dataran pantai. Pegunungan utara terdiri atas serangkaian rentang membentuk simpul kompleks di kawasan Gunung Hkakabo. Simpul ini juga menjadi penanda batas timur laut lempeng tektonik India-Australia.

Rentang bagian barat melintasi ke seluruh sisi Myanmar barat. Rentang ini membentang dari Pegunungan utara ke arah selatan Semenanjung Arakan. Ketinggian rata-ratanya mencapai 1.800 meter, meskipun pada beberapa puncak bisa naik lebih tinggi dari 3.000 meter. Gunung-gunung ini terdiri atas batu kristal tua dan dikelilingi oleh batuan sedimen keras yang terlipat pada kedua sisinya. Sebelah selatan terdapat Pegunungan Rakhine yang terletak sepenuhnya di Myanmar.

Bagian timur terdapat dataran tinggi Shan yang naik dari cekungan pusat. Ketinggian rata-ratanya adalah 900m. Bagian utara, terdapat dataran tinggi yang menyatu ke arah selatan menuju Pegunungan Tenasserim dan Kisaran Dawna. Daerah delta yang terbentuk oleh Sungai Sittang dan Irrawaddy memiliki bentang alam yang cenderung datar. Disini hanya terdapat beberapa blok batu yang tahan erosi dengan ketinggian tak lebih dari 18 m.

Di cekungan tengah terdapat dataran rendah yang berada diantara Pegunungan Rakhine dan Dataran Tinggi Shan. Wilayah pesisirnya terdiri dari dataran Tenasserim dan Rakhine yang sempit didukung oleh Pegunungan Tenasserim dan Rakhine tersebut.

(Lihat juga tentang Kondisi Geografis Malaysia)

Sistem Drainase dan Sungai di Myanmar

Sungai-sungai utama di Myanmar juga mengalir ke arah selatan. Tiga perlimanya dialiri oleh Sungai Irrawaddy dan anak-anak sungainya. Sungai Basseiun mengalir dari Pegunungan Rakhine sedangkan Sungai Yangon mengalir dari Pegunungan Bago. Keduanya kemudian masuk ke Sungai Irrawaddy di bagian delta.

Wilayah dataran tinggi Shan dialiri Sungai Salween yang berasal dari Cina Selatan, masuk ke Myanmar dan bermuara di Teluk Martaban. Sedangkan dataran pesisir Rakhine dialiri oleh sungai berarus pendek dan cepat. Setelah sungai ini membentuk delta yang luas kemudian mengalir ke arah Teluk Benggala.

Terdapat dua danau besar di Myanmar, yaitu Danau Indawgyi yang merupakan danau pedalaman alami paling besar di Asia Tenggara. Terbesar kedua adalah Danau Inle yang membentang di Dataran Tinggi Shan.

Karakteristik Tanah di Myanmar

Kondisi tanah di dataran tinggi Myanmar tertutup tanah yang sifatnya sangat larut, berwarna coklat kemerahan, merah tua dan banyak mengandung zat besi. Saat tertutup oleh hutan, tanah ini cenderung menyerap hujan namun cepat pula terkikis apabila hutannya ditebang.

Sedangkan pada daerah dataran rendah tertutup tanah aluvial yang rendah bahan organik dan nutrisi sehingga perlu ditingkatkan dengan pupuk. Di bagian sabuk kering tanahnya berwarna merah-coklat yang kaya magnesium dan kalsium.

Di wilayah yang sama, apabila tanah yang memiliki kandungan tanah liat rendah berada di bawah penguapan tinggi, tanah tersebut akan menjadi asin. Hal ini bisa dilihat dari warna tanahnya yang coklat atau kuning.

(Baca tentang uniknya Kondisi Geografis Singapura)

Iklim di Myanmar

Identitas kondisi geografis Myanmar berupa letak atau posisi geografisnya menjadi salah satu pengaruh modifikasi iklimnya. Myanmar pada dasarnya dalam pengaruh angin muson. Curah hujannya sebagian besar berasal dari monsun barat daya. Secara umum, Myanmar memiliki 3 musim, yaitu musim hujan timur laut pada Oktober-Februari yang sifatnya relatif kering namun sejuk. Musim kedua adalah musim panas antar musim kering yang terjadi antara Februari-Mei. Terakhir adalah musim hujan barat daya terjadi pada Mei pertengahan hingga Oktober akhir.

Wilayah di pesisir bagian barat dan tenggara mendapatkan curah hujan lebih dari 5.000 mm per tahun. Sedangkan pada wilayah delta hanya menerima 2.500 mm per tahun. Sedangkan untuk wilayah pusat yang letaknya jauh dari laut sekaligus berada di sisi kering (di bawah bayangan hujan). Curah hujan ini akan terus berkurang ke arah utara.

Jarak dan ketinggian juga mempengaruhi suhu. Terletak di wilayah tropis, suhu di Myanmar tidak sama sepanjang tahun. Suhu hariannya bahkan relatif lebih rendah dibanding negara lain di wilayah Asia Tenggara. Mandalay yang merupakan pusat zona kering memiliki rentang suhu harian bervariasi. Secara lebih luas, suhu rata-rata hariannya berkisar antara 26°C-28°C. Di dataran tinggi, suhu rata-rata hariannya lebih dingin, yaitu sekitar 22°C.

Persebaran Flora dan Fauna Myanmar

Diperkirakan setengah wilayah Myanmar tertutup hutan dengan berbagai jenis bergantung pada curah hujan dan ketinggiannya. Pada ketinggian 900 m banyak ditemukan hutan subtropis. Di Pegunungan utara yang berada pada ketinggian 1.800 m didominasi hutan rhododendron. Perlu diketahui bahwa flora dan fauna di Myanmar cukup mirip dengan flora dan fauna di Indonesia.

Di Myanmar tidak ditemukan padang rumput sejati. Kebanyakan adalah bambu, pakis dan rumput kasar. Delta Irrawaddy banyak ditumbuhi hutan pasang surut dengan jenis tanaman bakau. Keragaman hutan di Myanmar ini juga menjadi habitat bagi berbagai jenis burung. Seperti burung beo, merak, belibis dan unggas liar lainnya. Ditemukan pula badak bercula dua, gaur, kerbau liar serta berbagai jenis rusa yang kini jumlahnya terus berkurang.

Myanmar juga tempat hidup banyak gajah dan kebanyakan dilatih untuk bekerja. Berbagai jenis kucing liar pun masih banyak ditemukan, seperti macan tutul dan harimau. Di daerah berbukit banyak ditemukan beruang. Sedangkan berbagai jenis kera, termasuk siaman, mendiami wilayah hutan yang lebih tebal. Spesies reptil seperti ular, termasuk ular kobra dan sanca banyak ditemukan di wilayah delta sungai. Sedangkan kura-kura bisa ditemukan di daerah pantai.

Berada di satu kawasan yaitu Asia Tenggara, hanya iklim yang membuat kondisi geografi Myanmar terlihat agak berbeda dengan negara Asia Tenggara lainnya. Posisi geografisnya yang dekat dengan kawasan bersalju inilah yang menjadi penentu kondisi iklimnya. Namun, secara keseluruhan kondisi geografis Myanmar masih memiliki banyak kemiripan dengan negara lain di Asia Tenggara.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel