Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Negara Korea Selatan [+Gambar Peta Lengkap]

profil negara korea selatan
Korea Selatan (Korsel) merupakan sebuah negara yang berada di semenanjung Korea. Negara ini termasuk ke dalam benua Asia tepatnya Asia Timur. Awalnya, semenanjung Korea merupakan satu wilayah untuk satu negara yaitu Korea. Karena adanya perang saudara, Korea berpisah menjadi dua negara berbeda yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Pada tahun 1948, Korea Selatan membentuk sebuah negara yang memiliki nama resmi yaitu Republic of Korea.

Sejarah Korea Selatan

Sejarah dari Korea Selatan secara resmi dimulai saat negara ini didirikan yaitu pada tanggal 15 Agustus 1948. Berikut ini lebih lengkapnya mengenai sejarah dari negara Korea Selatan.

Sebelum dan Saat Kemerdekaan

Deklarasi Kairo yang dilakukan pada Desember 1943 oleh Sekutu menyatakan bahwa Korea akan bebas dari penjajahan Jepang. Namun deklarasi tersebut belum menyebutkan waktu pastinya. Rakyat Korea menerjemahkan bahwa waktu kemerdekaan mereka adalah saat Perang Pasifik berakhir dan kekuasaan Jepang dari Korea disingkirkan.

Jepang menyatakan penyerahan tanpa syarat kepada Tentara Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Hal tersebut menandakan bahwa kemerdekaan yang telah lama ditunggu warga Korea tiba. Di hari yang sama, para pemimpin negara termasuk Yeo Un-hyeong membentuk sebuah komite yang bertugas untuk menyiapkan pendirian negara Korea. Berbagai kegiatan dilakukan demi mendukung persiapan kemerdekaan yang dilakukan para pemimpin.

Akan tetapi, Amerika Serikat berencana untuk membagi Semenanjung Korea menjadi dua zona operasi militer untuk Uni Soviet dan Amerika Serikat sendiri. Sehingga bisa dikatakan bahwa Amerika Serikat sebenarnya tidak berniat memerdekakan Korea sesegera setelah merdeka. Amerika ingin menjadikan Korea bagian Selatan sebagai daerah kekuasaannya. Hal tersebut tentu saja membuat warga Korea geram dan kecewa.

Pendirian Republik Korea

Kebijakan Moskow yang dikeluarkan pada Desember 1945 menjadi hal selanjutnya yang membuat warga Korea marah. Kemudian untuk menentang kebijakan tersebut, rakyat Korea melakukan protes besar-besaran di awal tahun 1946. Namun karena ditekan oleh Uni Soviet, komunis yang ada di Korea Selatan dan Korea Utara mendukung kebijakan tersebut. Selanjutnya pimpinan komunis yaitu Kim Il Sung menjadi pemimpin sementara di bawah kendali Uni Soviet. Dengan pengaruh negara tersebut, Kim mengkomuniskan Korea Utara.

Pada September 1947, Amerika Serikat meminta bantuan pada PBB untuk menentukan nasib Korea Selatan selanjutnya. Hasilnya, Majelis Agung PBB membentuk dan mengirim UNTCOK atau Komisi Sementara PBB di Korea Selatan untuk mengadakan pemilihan umum dan merancang pemerintahan resmi Korea. Rencana ini didukung oleh tokoh nasionalis dan pemimpin Korea saat itu. Selanjutnya pemilu diadakan pada 10 Mei 1948. Dan pada 15 Agustus 1948 Republik Korea secara resmi berdiri dengan Syngman Rhee sebagai presiden pertama.

Perang Korea dan Revolusi

Meletusnya Perang Korea terjadi pada tanggal 25 Juni 1950 dimana Korea Utara menyerang Korea Selatan. Rezim yang dipimpin oleh Kim Il Sung tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Uni Soviet dan China. Pada hari ketiga penyerangan, Seoul diduduki oleh Pasukan Korea Utara dan selanjutnya mulai melancarkan serangan ke Selatan. Korea Selatan melancarkan serangan balasan dengan bantuan pasukan PBB. Satu tahun perang, Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai berunding untuk melakukan gencatan senjata. Namun dua tahun berikutnya, kedua negara tetap saling serang untuk meraih kemenangan.

Mahasiswa melakukan demo besar-besar sebagai bentuk protes karena presiden Syngman Rhee tetap mempertahankan jabatan padahal terbukti melakukan kecurangan pada pemilu 15 Maret 1960. Tuntutan mahasiswa adalah agar hasil pemilu tersebut tidak dianggap sah. Akhirnya presiden Syngman Rhee dan kabinetnya bubar pada april 1960.

Dimulai dari tahun 1962, Korea Selatan mulai melakukan rencana ekonomi dengan meminjam dana pada negara lainnya. Selanjutnya berbagai pembangunan dilakukan termasuk dengan sarana industri. Perkembangan industri Korea Selatan cukup pesat, hingga di tahun 1970 mengembangkan di industri kimia.

Geografi Korea Selatan

peta korea selatan
Gambar Peta Korea Selatan

Letak dan Batas Wilayah

Korea Selatan yang memiliki luas wilayah sebesar 100.339 km2 ini secara astronomis berada di antara 124°BT - 130°BT dan 33°LU - 39°LU.

Di sebelah Utara, Korea Selatan berbatasan dengan Negara Korea Utara. Untuk sebelah Selatannya berbatasan dengan Laut Kuning, dan sebelah barat dengan Laut Jepang. Sedangkan batas wilayah di sebelah Tenggara yaitu Selat Korea yang berbatasan langsung dengan Jepang.

Kenampakan Alam

Kondisi topografi Korea Selatan sendiri cenderung tidak rata atau berbukit. Bukit-bukit inilah yang menjadi hulu beberapa sungai di Korsel seperti di sungai Han dan Naktong yang berhulu di Pegunungan Timur. Di bagian Barat merupakan wilayah terendah dan banyak terdapat daratan pantai berlumpur. Setidaknya ada sekitar 3.000 pulau yang berada di Korsel dan sebagian besarnya belum berpenghuni. Sedangkan gunung tertingginya yakni Gunung Halla yang berada di Pulau Jeju.

Kondisi Iklim

Korea Selatan memiliki 4 iklim seperti halnya negara-negara yang terletak di belahan bumi Utara, yakni musim semi, panas, dingin, dan gugur. Musim panas disini dimulai pada bulan Juni dan kondisi terpanas bisa mencapai 40 derajat celcius di beberapa kota seperti Daegu. Sedangkan pada musim dingin suhunya bisa menyentuh -10 derajat celcius beberapa provinsi.

Ekonomi Korea Selatan

Korea Selatan merupakan salah satu negara Asia Timur yang memiliki perekonomian maju. Negara ini memiliki nilai ekspor dan impor yang memukau dimana ekspornya berada di urutan ke delapan, sedangkan impornya di urutan ke sebelas.

Kesuksesan ekonomi di Korea Selatan didapatkan sekitar akhir 80-an. Hingga pada tahun 2005, Korea Selatan memimpin di beberapa sektor IT mulai dari semikonduktor memori, akses internet kecepatan tinggi, telepon genggam dan monitor layar datar.

Tidak hanya itu saja, negara berjuluk negeri Gingseng ini juga menjadi pemimpin dalam sektor pembuatan kapal, urutan ketiga dalam produksi ban, urutan keempat pada produksi serat sintetis, urutan kelima dalam otomotif, dan keenam pada industri baja. Mitra ekspor utama Korsel yakni Negara China, Amerika Serikat, Hongkong dan Jepang.

Transportasi

Alat transportasi umum di Korea Selatan terbilang cukup lengkap mulai dari bus, kereta api, kapal ferry, hingga pesawat terbang. Untuk transportasi masal seperti kereta api yakni berupa subway yang terdapat di beberapa kota seperti Deagu, Seoul, Gwangju, Incheon, Daejon, dan Busan. Ketersediaan layanan kereta api yang hampir ada di seluruh kota membuat Korsel sangat nyaman untuk dikunjungi.

Negara ini juga memiliki banyak sekali bandar udara yaitu sekitar 103 bandara dengan bandara terbesar yaitu Bandara Internasional Incheon. Bahkan bandara ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai Bandara terbaik dari Airport Council International. Maskapai penerbangan yang tersedia yaitu mulai dari Korean Air, Hansung Airlines, Jeju Air, dan lain sebagainya.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pada awalnya, kondisi ilmu pengetahuan dan teknologi Korsel tidak berkembang dengan baik akibat adanya perang dan pembagian dua wilayah. Kemajuan IPTEK mulai terasa pada tahun 60-an ketika Park Chunghee memerintah secara diktator yang juga membuat ekonomi Korea melaju cukup pesat.

Puncaknya terjadi pasa 2003, dimana Korsel menjadikan robotika sebagai penelitian dan pengembangan utama. Bahkan, pada tahun 2009 pemerintah Korsel mengumumkan pembangunan tamat tematik robot di Masan dan Incheon. Institusi Teknologi Industri Korea menjadi pengembang android Korea pertama melalui EveR-1 pada Mei 2006.

Politik dan Pemerintahan Korea Selatan

Berikut ini politik dan sistem pemerintahan yang ada di Korea Selatan:

Sistem Pemerintahan

Korea Selatan merupakan negara republik yang menganut sistem demokrasi. Seperti halnya negara republik lain, pemerintahan Korea Selatan juga dibagi menjadi tiga bagian yaitu yudikatif, legislatif, dan eksekutif.

Presiden memegang lembaga eksekutif yang dibantu oleh Perdana Menteri. Pemilihan Presiden sendiri dilakukan dengan Pemilihan umum dengan masa jabatan selama 5 tahun. Sedangkan Perdana Menteri dipilih langsung Presiden dan harus disetujui oleh Majelis Nasional. Tugas presiden yakni sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri bertugas sebagai Kepala Pemerintahan.

Dalam sistem pemerintahan Korea Selatan, lembaga legislatif dipegang Dewan Perwakilan dengan masa jabatan 4 tahun. Sidang paripurna biasa dilakukan setiap tahun atau jika presiden meminta pelaksanaan sidang dilakukan. Sidang sendiri bisa berlangsung secara tertutup meski terbuka untuk umum.

Untuk pemegang kekuasaan tertinggi secara yudikatif adalah Pengadilan Konstitusional. Pengadilan Konstitusional terdiri dari 9 hakim berdasarkan rekomendasi dewan perwakilan dan presiden. Hakim yang terpilih memiliki masa jabatan selama 6 tahun dan tidak boleh berusia di atas 65 tahun saat pemilihan.

Pembagian Wilayah Administratif

Secara administratif, wilayah Korsel dibagi menjadi beberapa bagian wilayah. Provinsi yang ada negara ini berjumlah 9 yakni Jeolla Selatan, Jeju, Chungcheong Selatan, Gyeongsang Utara, Gyeonggi, Gyeongsang Selatan, Gangwon, Jeolla Utara dan Chungcheong Utara). Untuk kota dibagi menjadi 1 kota khusus yakni ibukota Seoul dan 6 kota Metropolitan yakni Incheon, Gwangju, Busan, Ulsan, Daejeon dan Daegu.

Militer dan Hubungan Luar Negeri

Hubungan internasional negara ini berjalan dengan baik. Setidaknya Korsel memiliki hubungan diplomatik dengan 188 negara di dunia. Sejak tahun 1991, Korea Selatan juga sudah bergabung dengan Persatuan Bangsa-Bangsa. Bahkan Ban Ki Moon yang saat itu menjabat sebagai Menteri luar Negeri secara resmi terpilih menjadi Sekjen PBB pada 1 Januari 2007.

Uni Eropa menjadi tujuan ekspor dari Korea Selatan dan mitra dagang yang sangat penting. Semenjak PD II, tidak ada catatan formal mengenai hubungan diplomatik antara Korea Selatan dan Jepang. Meski demikian, kedua negara ini tetap menjalin hubungan berdasarkan Traktat Hubungan Dasar antara Kosel dan Jepang pada 1965.

Di bidang Militer, ketegangan yang terjadi dengan negara tetangga yakni Korea Utara membuat Korsel mengalokasikan sekitar 15% pengeluaran pemerintah serta 2.6% PDB untuk kebutuhan militer. Selain itu, Korsel juga mewajibkan semua pria di negara ini untuk melaksanakan wajib militer selama 2 tahun. Jumlah tentara aktif di Korsel menempati urutan keenam dunia, serta tentara cadangan di urutan kedua. Sedangkan alokasi anggaran pertahanan berada di urutan kesebelas. Militer Korsel terdiri dari Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Demografi Korea Selatan

Karena wilayah yang tidak terlalu luas, tidak heran jika kepadatan penduduk di Korsel cukup tinggi yakni sekitar 507 jiwa per km2. Akibat dari migrasi besar-besaran dari pedesaan selama ekspansi ekonomi, kebanyakan penduduk Korea tinggal di perkotaan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan angka kelahirannya yang cukup kecil yakni hanya 9 kelahiran saja dari 1.000 jiwa. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini demografi dari negara Korea Selatan:

Agama

Mayoritas atau lebih dari setengah masyarakat Korea lebih memilih untuk untuk tidak memeluk agama tertentu atau atheisme dengan persentase 56,9%. Agama Kristen menjadi agama yang paling banyak memiliki penganut yakni sekitar 19,7%, dilanjutkan dengan agama Budha dengan 15,5%, Katolik 7,9%, sedangkan sisanya menganut agama Islam, Yahudi, Hindu dan agama lainnya.

Pendidikan

Sebagaimana umumnya sebuah negara, pendidikan yang ada di Korsel juga dibagi menjadi beberapa bagian mulai dari yang tertinggi yakni Universitas, Sekolah Menengah atau Pendidikan menengah, Sekolah Dasar dan Kelompok Bermain. Untuk urusan pemecahan masalah, Korea Selatan menjadi negara dengan peringkat tertinggi, untuk bidang matematika berada di posisi ketiga dan berada di posisi kesebelas dalam bidang sains. Ranking tersebut diambil berdasarkan hasil penelitian mengenai Program Penilaian Pelajar Internasional dari OECD yang dilakukan pada tahun 2006.

Seni dan Budaya Korea Selatan

Pada awalnya, baik Korea Selatan maupun Korea Utara memiliki kesamaan budaya. Akan tetapi, sejak kedua negara berpisah, keduanya mengembangkan kebudayaan masing-masing dengan cara yang berbeda. Kementrian Kebudayaan dari Korea Selatan berperan cukup aktif dalam upaya mendorong kebudayaan tradisional dalam bentuk modern. Berikut ini adalah penjelasan mengenai budaya di Korea Selatan selengkapnya:

Industri Hiburan (Film, Musik, dan TV)

Film dan musik di Korea Selatan bisa dibilang cukup maju dan berkembang pesat. Khususnya di bidang musik, perubahan terbesar musik Korsel terjadi ketika muncul grup rap pada tahun 1992, Seo Taiki and Boys. Musik di Korea yang awalnya didominasi dengan trot dan ballad mulai berubah menjadi rap, rock, hingga techno. Bahkan, saat ini musik sudah muncul K-Pop yang mendunia dengan hadirnya Boyband maupun Girlband terkenal Korea.

Sedangkan dari segi perfilman dan pertelevisian, Korea Selatan tidak perlu diragukan lagi. Sejak fulm Shiri pada 1999 silam, industri film Korea semakin dilirik dunia. Begitu juga dengan industri pertelevisian dimana K-Drama Korea menjadi hiburan menarik.

Olahraga

Ada beberapa cabang olahraga populer di Korsel diantaranya adalah Sepakbola, baseball, basket, dan bulu tangkis. Sepak bola di Korea Selatan cukup berprestasi dengan berhasil lolos Piala Dunia hingga 8 kali. Bahkan mereka berhasil menembus babak semifinal pada Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Korea dan Jepang. Sedangkan baseball, Korea mampu mendapatkan medali emas pada perhelatan akbar olahraga terbesar yaitu Olimpiade di tahun 2008. Olahraga Taekwondo dan Bulutangkis juga memberikan hasil yang bagus untuk Korea Selatan.

Tidak hanya pada pengembangan olahraga, negara ini juga sukses ketika ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan besar olahraga. Korea Selatan sukses menjadi Host pada ajang Asian Games yang telah 3 kali dilangsungkan yakni tahun 1968 (Seoul), 2002 (Busan), dan 2014 (Incheon). Tidak hanya di tingkat Asia, Korea Selatan juga sukses menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar Olimpiade 1988 Seoul serta Piala Dunia 2002 bersama Jepang.

Itulah profil negara lengkap Korea Selatan yang bisa menambah pengetahuan Anda. Korea Selatan merupakan negara yang memiliki perkembangan cepat dalam segala bidang. Belum seabad sejak kemerdekaannya, Korea Selatan sudah mampu menjadi salah satu negara maju dan berpengaruh terutama di benua Asia.