Musim Semi : Pengertian, Ciri-Ciri dan Daya Tariknya

Apa itu musim semi? - Fenomena alam yang terjadi di bumi setiap hari akan selalu berubah berdasarkan kedudukan bumi terhadap matahari. Ada fenomena alam yang terjadi secara teratur setiap tahunnya karena pengaruh perputaran bumi terhadap matahari, fenomena inilah yang disebut dengan musim. Untuk negara seperti Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, musim yang terjadi hanya ada 2 yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Lihat juga: Iklim Tropis

Berbeda dengan Indonesia, ada banyak negara yang memang terletak di belahan bumi yang berbeda justru mengalami 4 buah musim, yaitu musim semi, panas, gugur dan dingin. Kali ini akan dibahas lebih dalam tentang apa itu musim semi dan bagaimana karakteristiknya.

Pengertian Musim Semi dan Ciri-Cirinya

Setiap musim yang terjadi di bumi tentu saja memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk juga musim semi. Lalu apa itu musim semi sebenarnya? Musim semi adalah periode dimana musim semu equinox dan matahari pada musim panas mengalami titik balik.

Pada masa ini posisi kemiringan bumi terhadap posisi matahari juga berbeda sehingga mengakibatkan perbedaan suhu di bumi. Karena adanya fenomena equinox inilah yang membuat durasi atau lama waktu malam dan waktu siang berdurasi sama.

Perbedaan posisi titik balik bumi terhadap matahari ini juga mempengaruhi terjadinya musim semi di bumi. Belahan bumi bagian Utara mengalami musim semi sekitar bulan Maret hingga Juni sedangkan di belahan bumi bagian selatan mengalami musim semi di bulan September hingga Desember.

Banyak juga yang menyebut musim semi ini sebagai musim peralihan antara musim dingin dengan musim panas. Karena itu suhunya juga tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Karena itu musim semi juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri sendiri, diantaranya adalah:

1. Suhu Udara Sedang
Seperti yang sedikit dijelaskan sebelumnya, pada musim semi ini suhu udara di permukaan bumi cenderung lebih hangat. Tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Meskipun mungkin akan sedikit lebih dingin di awal musim semi karena efek musim dingin yang belum sepenuhnya hilang.

2. Tumbuhan Memunculkan Tunas Baru dan Berbunga
Beberapa jenis tumbuhan yang hidup di wilayah subtropis biasanya memiliki adaptasi diri tertentu yang dilakukan saat musim gugur atau ketika suhu bumi mulai turun, yaitu dengan menggugurkan daunnya. Nah, ketika musim semi tiba dan suhu sudah kembali hangat, tumbuhan-tumbuhan ini akan kembali bertunas bahkan berbunga. Serta masih banyak karakteristik musim semi lainnya.

musim semi

Musim Semi yang Menyajikan Daya Tarik Wisata Menarik

Berdasarkan karakter musim semi yang disebutkan di atas, suhu udara di permukaan bumi yang kembali hangat membuat tanaman yang sebelumnya menggugurkan daun karena dingin di musim gugur, kembali mengeluarkan tunas, bahkan berbunga. Fenomena inilah yang pasti Anda temukan di beberapa negara dan saking terkenal sampai dijadikan sebagai destinasi wisata.

1. Mekarnya Bunga Sakura di Jepang
Berbicara musim semi tak akan lengkap tanpa melihat bunga sakura yang bermekaran dengan cantik di Jepang. Karakteristik bunga sakura yang mekar dengan sempurna di musim semi inilah yang banyak menarik wisatawan berkunjung ke Jepang terutama saat musim semi.

2. Keindahan Hamparan Bunga Tulip di Jepang
Jika Jepang memiliki bunga sakura, maka Belanda punya bunga tulip yang menjadi daya tarik kunjungan wisata di musim semi. Pada musim semi ini Anda akan melihat beragam warna bunga tulip yang mekar dengan sempurna.

Itulah tadi penjelasan lengkap tentang apa itu musim semi, karakteristik serta daya tarik wisata yang dibawa ketika musim semi tiba. Semoga informasi tersebut memberikan pengetahuan pada Anda tentang salah satu fenomena alam di bumi ini.

Musim Semi : Pengertian, Ciri-Ciri dan Daya Tariknya