Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Negara Korea Utara [+Gambar Peta Lengkap]

profil negara korea utara
Korea Utara (Korut) merupakan salah satu nama negara di benua Asia tepatnya yaitu Asia Timur. Negara ini termasuk negara komunis yang ditandai dengan jumlah pekerja wanita urutan ke-8 di dunia. Karena sistem pemerintahannya yang berbeda dengan kebanyakan negara lain, Korea Utara mulai disoroti oleh negara lainnya. Apalagi negara yang menjadi saudara dari Korea Selatan ini memiliki kebijakan yang terkadang menjadi kontroversi. Untuk Anda yang penasaran dengan Korea Utara, berikut ini profil lengkapnya.

Daftar isi

Sejarah Negara Korea Utara

Sebelum perang dunia kedua, Korea Utara yang saat itu masih bergabung dengan Korea Selatan dijajah oleh Jepang. Setelah penjajahan berakhir dengan kekalahan Jepang pada perang dunia kedua, dampaknya yaitu berpisahnya Korea menjadi dua bagian. Proses pemisahan tersebut disetujui oleh PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa. Wilayah Korea bagian selatan kemudian diatur oleh Amerika Serikat, sedangkan bagian utara oleh Uni Soviet. Berikut ini sejarah lengkap dari Korea Utara.

Pembagian Wilayah Korea

Pada tahun 1945 tepatnya di bulan Agustus, tentara Uni Soviet membuat otoritas Sipil Soviet yang bertugas memerintah negara ini hingga dibentuknya rezim domestik yang pro terhadap Uni Soviet. 3 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1948, tentara Soviet mundur. Mereka kemudian berencana untuk menyatukan Korea kembali namun gagal memenuhi harapan tersebut.

Di tahun 1949, rezim utara ingin melakukan intervensi militer terhadap Korea Selatan namun gagal mendapatkan dukungan Uni Soviet. Setelah penarikan militer Amerika Serikat dari Selatan terjadi, Kim Ilsung mempertimbangkan lagi rencana invasi karena rezim Selatan dalam keadaan lemah. Meski awalnya ditolak, namun kemudian rencana tersebut disetujui. Hal inilah yang kemudian menjadi cikal bakal terjadinya perang saudara di Korea.

Perang Korea

Periode sebelum terjadinya perang ditandai dengan upaya negosiasi pemilihan umum untuk keutuhan Korea dan konflik perbatasan pada paralel utara ke 38. Negosiasi berakhir pada 25 Juni 1950 saat tentara rakyat Korea menyerang Korea Selatan. Amerika Serikat dan sekutu kemudian mendukung Korea Selatan untuk melakukan penyerangan balik atas persetujuan PBB. Setelah serangan tersebut, tentara Negara China kemudian memberikan dukungan pada Korea Utara.

Pada akhirnya terjadi gencatan senjata pada tahun 1953. Namun, hubungan antar negara yang terlibat masih tetap tegang. Meski gencatan senjata dilakukan, Korea Utara dan Korea Selatan masih berada dalam masa perang secara teknis.

Kedua pemerintah baik Korea Utara dan Korea Selatan Deklarasi Gabungan Utara Selatan pada tanggal 15 Juni 2000. Deklarasi tersebut menyebutkan bahwa kedua belah pihak mengupayakan persatuan dengan damai. Setelah itu pada 4 Oktober 2007, kedua pemimpin bergandeng tangan dengan tujuan mengadakan pertemuan untuk membahas pengukuhan prinsip non agresi dan penghentian perang secara resmi.

Korea di Abad Ke-20

Kedua negara tidak pernah menandatangani perjanjian perdamaian sehingga disimpulkan bahwa kedua negara masih dalam keadaan perang. Masih ada beberapa upaya pembunuhan dan pertempuran kecil yang terjadi antara kedua negara. Beberapa kali Korea Utara gagal melakukan pembunuhan pada pimpinan Korea Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada sekitar tahun 1968, tahun 1974, dan pengeboman Rangoon tahun 1983.

Bahkan perang hampir terjadi sebagai akibat dari Insiden Pembunuhan Kapak yang terjadi di Panmunjeom pada tahun 1976. Pada akhir tahun 90-an, kedua belah pihak mulai melakukan hubungan secara terbuka. Hal tersebut lantaran pemerintahan kedua negara mulai berganti dimana Korea Selatan menjadi negara demokrasi sedangkan Korea Utara berganti pemimpin menjadi Kim Jong Il putra dari pemimpin sebelumnya.

Korea di Abad Ke-21

Hubungan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat memang bisa dibilang bukan hubungan yang baik. Hubungan tingkat tinggi yang pernah dicapai antara kedua negara adalah kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Pyongyang di tahun 2000. Meski begitu Amerika Serikat dan Korea Utara tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi.

Pada tanggal 5 Agustus 2009, Bill Clinton mengadakan pertemuan khusus dengan Kim Jong Il. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menjamin pembebasan dua wartawan Amerika Serikat yang ditangkap karena masuk ke wilayah Korea Utara secara ilegal. Dan terakhir pada tanggal 28 Agustus 2010, Jimmy Carter juga berhasil membawa pulang aktivis dan guru yang masuk ke Korea Utara secara ilegal pula.

Geografi Korea Utara

peta korea utara
Gambar Peta Korea Utara.

Korea Utara menguasai wilayah seluas 120540 kilometer persegi di bagian semenanjung utara Korea. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai geografi dari Korea Utara.

Letak dan Batas Wilayah

Letak astronomis Korea Utara yaitu berada diantara 37°LU - 43°LU dan 124°BT - 131°BT, sedangkan letak geografis Korea Utara yaitu diapit langsung oleh Laut Kuning, Laut Jepang, negara korea Selatan, China, dan Rusia

Batas wilayah Korea Utara yaitu di sebelah utara negara ini berbatasan dengan Republik Rakyat China dan Rusia. Di sebelah selatan berbatasan dengan Korea Selatan. Di sebelah timur berbatasan dengan wilayah negara Jepang melalui Laut Jepang. Dan terakhir di sebelah barat negara ini berbatasan juga dengan wilayah China melalui teluk Korea dan Laut Kuning.

Topografi

Sekitar 80% daratan Korea Utara terdiri dari dataran tinggi dan gunung yang dipisahkan dengan lembah yang sempit dan dalam. Namun sebagian besar penduduk Korea Selatan tinggal di dataran rendah. Gunung Baekdu merupakan titik tertinggi yang ada di Korea Utara dengan ketinggian mencapai 1.400 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Letak gunung ini berada di dekat perbatasan antara Korea Utara dengan Tiongkok.

Pegunungan besar lain yang berada di wilayah Korea Utara diantaranya yaitu Pegunungan Hamgyong, Pegunungan Rangrim, Pegunungan Kangnam, dan Pegunungan Taebaek. Beberapa pegunungan tersebut memanjang hingga Korea Selatan dan memiliki pemandangan yang indah.

Sedangkan untuk datarannya, dataran di Korea Utara terbilang kecil. Dataran paling luas yaitu Pyongyang dan Chaeryong dengan luas masing-masing yaitu sekitar 500 meter persegi saja. Berbeda dengan negara tetangga seperti Jepang dan Tiongkok, Korea Utara jarang mengalami gempa bumi dengan topografi tersebut.

Iklim

Seperti kebanyakan negara Asia Timur lainnya, Korea Utara memiliki 4 musim berbeda yang terjadi setiap tahun. Musim dingin di Korea Utara membawa cuaca dingin dan cerah yang terkadang disertai dengan badai salju. Hal tersebut disebabkan oleh angin utara serta angin barat laut yang berhembus dari Siberia. Hujan salju di musim dingin rata-rata terjadi selama 37 hari. Dimana cuaca di bagian pegunungan utara akan memburuk.

Sedangkan untuk musim panas di Korea Utara cenderung lebih singkat, panas, lembab, dan berhujan. Hal tersebut akibat dari angin muson dari tenggara dan selatan membawa uap air yang berasal dari Samudera Pasifik. Untuk musim gugur dan musim semi, suhu udaranya sedang dengan angin yang bervariasi. Kedua musim tersebut merupakan musim yang memiliki cuaca ternyaman.

Ekonomi Korea Utara

Ekonomi negara ini adalah komando yang terindustrialisasi, terpusat, serta autarkik. Dari 5 negara sosialis yang saat ini ada, hanya Korea Utara dan Kuba saja yang menggunakan ekonomi yang dimiliki negara dan direncanakan sepenuhnya oleh pemerintah. Kebijakan tersebut kemudian akan membatasi perdagangan internasional yang dilakukan. Berikut ini penjelasan mengenai perekonomian di Korea Utara.

Perdagangan Luar Negeri

Korea Selatan dan China masih menjadi negara penyumbang bantuan makanan terbesar untuk Korea Utara. Namun Amerika Serikat menentang penyumbangan tersebut karena dilakukan tanpa pengawasan. Di tahun 2005, setidaknya China dan Korea Selatan memberikan bantuan makanan sebanyak 1 juta ton. Bahkan, sekitar 80 hingga 90% impor minyak Korea Utara berasal dari China dengan harga yang lebih murah dari harga pasar dunia.

Mitra perdagangan yang paling penting bagi Korea Utara adalah China dan Korea Selatan. Hingga tahun 2005, perdagangan dengan Korea Selatan meningkat hingga 50%. Sedangkan dengan China meningkat sebanyak 15% di tahun yang sama.

Pariwisata

Sektor pariwisata yang ada di Korea Utara diurus langsung oleh Organisasi Pariwisata milik negara. Mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Korea Utara berasal dari China, Rusia, dan Jepang. Masih belum banyak wisatawan dari Barat yang berkunjung ke negara ini. Korea Utara dipilih sebagai tujuan wisata karena murah, asri, serta memiliki cuaca yang hangat.

Transportasi

Bus dan tram baik lokal maupun impor terlihat di daerah kota dari negara Korea Utara. Sedangkan kereta api lama dibeli dari China dan Eropa. Namun embargo perdagangan memaksa Korea Utara untuk merancang dan membuat kendaraan mereka sendiri. Dulu, kendaraan pribadi di negara ini merupakan pemandangan yang langka namun sejak tahun 2008, sekitar 70% rumah tangga menggunakan alat transportasi berupa sepeda. Sepeda ini kemudian berperan penting dalam perdagangan perseorangan berskala kecil.

Politik dan Pemerintahan Korea Utara

Politik dan pemerintahan merupakan hal yang paling menarik dari Korea Utara. Pasalnya, negara ini menyatakan secara sepihak bahwa mereka adalah negara juche (bergantung dan percaya pada kekuatan sendiri). Pemimpin dari negara ini terpilih secara turun temurun. Sedangkan partai yang dimiliki hanya satu yaitu Front Demokratik untuk Reuni Tanah Air. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai politik dan pemerintahan Korea Utara.

Wilayah Administratif

Secara administratif, Korea Utara dibagi menjadi 2 Kota dan juga 9 Provinsi. Berikut ini daftar kota dan provinsi di Korea Utara beserta dengan ibukotanya.
#Nama ProvinsiIbukota
1 Pyongyang Chungguyok
2 Rason Rajinguyok
3 Pyongan Selatan Pyongsong
4 Pyongan Utara Sinuiji
5 Chagang Kanggye
6 Hwanghae Selatan Haeju
7 Hwanghae Utara Sariwon
8 Hamgyong Selatan Hamhung
9 Hamgyong Utara Chongjin
10 Kangwon Wonsan
11 Ryanggan Hyesan

Hubungan Luar Negeri

Hubungan luar negeri secara akrab sudah dijalani sejak lama oleh Korea Utara dengan China dan Rusia. Akibat dari jatuhnya komunisme di Eropa Timur pada 1989 dan pecahnya Uni Soviet di 1991, Korea Utara tidak bisa menerima banyak bantuan dari Rusia. Meskipun begitu China masih tetap memberikan bantuan secara intensif. Sekutu sosialis Asia Tenggara seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja juga menjalin hubungan baik dengan Korea Utara.

Akibat dari program senjata nuklir Korea Utara, diadakan pembicaraan dengan negara yang berhubungan seperti China, Rusia, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Selanjutnya inspektur PBB menutup nuklir Korea di tahun 2007. Mayoritas kedutaan asing yang berhubungan secara diplomatik dengan Korea Utara berada di Beijing, bukan Pyongyang.

Militer

militer korea utara
Kim Jong Un merupakan Ketua Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara dan Komandan Tertinggi Tentara Rakyat Korea. Tentara Rakyat Korea merupakan nama dari angkatan bersenjata milik Korea Utara. Tentara Rakyat Korea memiliki empat cabang diantaranya adalah Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Department Keamanan Negara.

Berdasarkan Department Luar Negeri Amerika Serikat, Korea Utara berada di posisi 5 dengan kekuatan angkatan darat terbesar di dunia. Angkatan Darat Korea Utara diperkirakan memiliki jumlah personel sebesar 1,21 juta orang. Sedangkan perlengkapan yang dimiliki Tentara Rakyat Korea diantaranya adalah 2.500 APC, 4.060 tank, 11.000 senjata pertahanan udara, 17.900 artileri dan mortir, 1.748 pesawat tempur, dan 915 kapal perang.

Demografi Korea Utara

Korea Utara merupakan salah satu negara dengan bahasa dan kelompok etnik paling seragam di dunia. Berikut ini lebih lengkapnya mengenai demografi Korea Utara.

Bahasa

Korea Utara memiliki bahasa yang tidak jauh berbeda dengan Korea Selatan. Hanya ada sedikit perbedaan dialek dari kedua negara tersebut. Yang sedikit menjadi perbedaan adalah bahasa di Korea Selatan lebih liberal, sedangkan Korea Utara membatasi adopsi bahasa asing atau istilah modern yang masuk dalam bahasa kesehariannya. Selain itu, Korea Utara sudah tidak lagi menggunakan Hanja, dan untuk Korea Selatan sendiri terkadang masih menggunakan Hanja.

Agama

Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama berbagi warisan dari agama Budha dan Konghucu Korea. Konstitusi Korea Utara membebaskan warganya untuk memilih agama sesuai kepercayaan. Sebagian penduduk Korea Utara didefinisikan sebagai tidak beragama, namun sebagian lainnya didefinisikan beragama. Budaya agama tradisional seperti Budha dan Konghucu masih berpengaruh pada kehidupan agama di Korea Utara.

Pendidikan

Pendidikan di Korea Utara dipegang oleh pemerintah, dan diwajibkan hingga tingkat menengah pertama. Tidak hanya biaya pendidikan saja yang gratis, pemerintah Korea Utara juga menggratiskan seragam dan buku panduan. Di negara ini, pendidikan tinggi tidak diwajibkan. Meski begitu pengelolaannya cukup baik dengan tiga jenis lembaga pilihan yaitu sekolah teknik, universitas, dan sekolah professional. Korea Utara termasuk ke dalam negara yang melek huruf dengan proporsi 90%.

Kesehatan

Rakyat Korea Utara tidak dituntut untuk pelayanan kesehatan dan perawatan medis. Pasalnya 3% PDB dianggarkan untuk sektor kesehatan. Masalah kesehatan yang banyak terjadi di Korea Utara adalah kekurangan gizi. Di tahun 1998, World Food Program menyatakan bahwa 60% anak-anak di Korea Utara menderita kekurangan gizi, sedangkan 16% diantaranya menderita kekurangan gizi akut.

Seni dan Budaya Korea Utara

Partai Buruh Korea mengendalikan sepenuhnya seni dan sastra di Korea Utara. Berikut ini adalah budaya di Korea Utara selengkapnya.

Olahraga

Festival Arirang merupakan peristiwa olahraga yang dikenal baik di Korea Utara. Senam ini dilakukan rutin setiap tahunnya dengan atraksi utama yaitu senam massal. Sedangkan olahraga terpopuler seperti sepakbola memiliki kompetisi dengan jumlah klub sebanyak 15. Negara ini bergabung dan mengikuti pesta olahraga terbesar dunia yaitu Olimpiade sejak 1964. Olimpiade di Athenna tahun 2004, Korea Selatan dan Korea Utara melakukan parade bersama namun berkompetisi secara terpisah.

Media

Sama seperti bidang lainnya, media di Korea Utara juga dikendalikan oleh pemerintah. Sebenarnya ada kebebasan berpendapat dan pers namun kenyataannya hak-hak tersebut dibatasi. Hanya berita pro terhadap rezim yang diizinkan, berita kritik atau kontra dilarang. Negara ini memiliki 20 media cetak non harian dan 12 surat kabar.

Itulah profil lengkap dari negara Korea Utara mulai dari sejarah, geografi, politik dan pemerintahan, ekonomi, hingga demografi. Mengetahui profil negara lain sangat berguna sebagai bahan pembelajaran. Semoga informasi yang diberikan tersebut menambah pemahaman Anda mengenai negara Korea Utara.