Profil Pulau Jawa [+Gambar Peta Lengkap]

profil pulau jawa
Pulau Jawa, Indonesia.
Sudah umum diketahui jika Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dari Sabang sampai Merauke, mulai dari pulau besar hingga pulau kecil. Ada 5 pulau besar yang terkenal di Indonesia. Salah satunya adalah Pulau Jawa yang juga menjadi pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia. Jawa sebagai pulau terpadat di Indonesia memiliki karakteristik tertentu yang harus Anda pelajari. Informasi tentang pulau yang berada di bagian bawah (selatan) dari peta Indonesia ini akan dijelaskan secara lengkap melalui penjelasan berikut.

Letak dan Luas Pulau Jawa

Letak Astronomis dan Geografis

Jawa adalah pulau yang bisa dibilang pulau muda. Sebagian besar wilayahnya terbentuk akibat aktivitas gunung berapi. Secara geografis, Wilayah pulau ini berada di kawasan yang cukup strategis karena dikelilingi oleh beberapa wilayah perairan, seperti samudera Hindia di sebelah selatan, Laut Jawa di sebelah utara, Selat Sunda di sebelah barat dan Selat Bali di sebelah timur.

Selain dikelilingi oleh wilayah perairan yang bervariasi, Pulau Jawa juga terletak di kawasan perairan dimana di dalamnya terdapat palung-palung laut yang cukup besar. Karena letaknya inilah yang membuat wilayah Jawa rentan terkena gempa bumi. Secara astronomis, Jawa terletak pada garis lintang 113°48’10” - 113°48’26” BT serta 7°50’10” - 7°56’41” LS.

peta pulau jawa, indonesia
Gambar Peta Pulau Jawa

peta provinsi yang ada di pulau jawa
Gambar Peta Pulau Jawa dan 6 Wilayah Administratif di dalamnya.

Luas Pulau Jawa

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa Pulau Jawa adalah salah satu pulau dengan wilayah terbesar di Indonesia. Luas wilayah Jawa bisa mencapai 138.793 km2. Luas ini terdiri dari panjang pulau dari wilayah paling barat hingga paling timur mencapai 1.064km dengan lebar yang bervariasi, yakni mulai dari 100 km hingga 160km. Jawa ini juga masuk dalam bagian Kepulauan Sunda Kelapa Besar.

Kondisi Geografis

Berbicara tentang ciri dan karakteristik suatu wilayah, maka hal yang harus dipelajari adalah kondisi geografisnya. Mempelajari kondisi geografis akan sangat membantu untuk menentukan potensi terbesar yang bisa dimanfaatkan di pulau ini. Secara spesifik, berikut adalah kondisi geografis di Pulau Jawa.

Iklim

Secara umum, wilayah Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa memiliki iklim berjenis tropis. Di Jawa sendiri suhu rata-rata tahunannya bisa mencapai angka 22°-29°C. Kelembaban udara rata-ratanya bisa mencapai 75%. Suhunya di Jawa sendiri cenderung bervariasi tergantung musim dan lokasinya.

Letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh laut luas ternyata juga mempengaruhi kondisi iklim di Jawa. Para peneliti berpendapat bahwa Pulau Jawa ini masuk dalam kategori iklim dengan pola curah hujan monsunal. Iklim dengan pola curah hujan ini memiliki sifat satu puncak musim hujan (unimodal). Polanya adalah bulan basah yang terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari. Sedangkan musim keringnya terjadi dari bulan Juni hingga Agustus. Sisanya adalah bulan peralihan atau yang lebih dikenal dengan nama masa pancaroba.

Kondisi Relief

Hal selanjutnya yang juga termasuk dalam kondisi geografis adalah kondisi relief suatu wilayah. Relieff ini adalah perbedaan antara tinggi dan rendah dari permukaan muka bumi, seperti pegunungan, dataran tinggi, lembah, dan dataran rendah. Kepulauan Indonesia sendiri merupakan salah satu bentuk relief.

Bentuk relief di setiap kepulauan di Indonesia beragam, termasuk juga kondisi relief di Jawa. Kondisi relief Jawa dibagi menjadi 3 zona, yaitu Zona selatan, zona tengah dan zona utara. Zona selatan terdiri dari dataran tinggi (plato), miring (berlereng) ke selatan menuju ke arah Samudera Hindia. Sedangkan di sebelah utaranya berbentuk patahan. Zona ini terkadang juga sering terkikis yang akhirnya membuat bentuk platonya menghilang.

Pada zona tengah termasuk dalam kategori depresi, seperti misalnya di daerah Jawa Timur dan dan sebagian Jawa Barat. Pada area-area di daerah ini terdapat kelompok gunung berapi yang cukup besar. sedangkan di bagian barat terutama di daerah Banten didominasi oleh bukit-bukit dan pegunungan.

Terakhir, di zona utara terdiri dari rangkaian-rangkaian gunung lipatan, yang berupa perbukitan rendah dan diselingi oleh beberapa gunung berapi. Rangkaian ini umumnya berbatasan dengan daratan alluvial.

Sumber Daya Alam

Jawa adalah salah satu pulau di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dengan jenis sumber daya alam yang bervariasi. Kekayaan sumber daya alam di Pulau Jawa ini tak lepas dari kondisi geografis dan kondisi reliefnya. Sumber daya alam di Jawa terdiri dari sumber daya alam hayati dan non-hayati.

Sumber daya alam hayati di Jawa yang dominan adalah sungai dan danau buatan (waduk). Keduanya sangat penting sebagai sumber irigasi untuk kegiatan pertanian di berbagai wilayah di pulau ini. Sumber daya alam lain yang memiliki fungsi tak kalah penting adalah hutan hujan dan hutan musim. Kedua jenis hutan ini juga cukup banyak ditemukan di Jawa.

Tak hanya sumber daya alam hayati saja, Pulau Jawa ini jug menjadi tempat ditemukannya beberapa jenis sumber daya alam mineral. Di Jawa juga ditemukan beberapa kilang minyak yang bahkan masih aktif digunakan hingga saat ini. Cirebon, Indramayu, Cilacap adalah daerah dimana potensi mineral lain ditemukan, yaitu potensi sumber daya mineral berupa semen dan keramik. Di kawasan Banten, juga bisa ditemukan industri pengolahan logam mulia seperti emas dan perak.

Jenis Flora dan Fauna Khas Pulau Jawa

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa Jawa adalah tempat dimana berbagai sumber daya alam dan sumber daya mineral ditemukan. Selain menemukan sumber daya alam dan mineral yang potensial, Jawa juga menawarkan kekayaan flora dan fauna. Sama seperti beberapa daerah lain di Indonesia, dimana memiliki jenis flora dan fauna endemik, di Jawa pun demikian.

Jenis flora yang menjadi flora khas dari Jawa adalah bunga sedap malam. Tidak seperti jenis flora khas dari daerah lain yang biasanya merupakan jenis flora langka dan dilindungi, maka bunga sedap malam ini berbeda. Tanaman ini masih bisa dijumpai dengan mudah di beberapa wilayah di Jawa.

Lain flora lain pula fauna khas yang bisa ditemukan di wilayah pulau ini. Untuk jenis fauna khas yang berasal dari Jawa ini adalah elang bondol. Jenis elang ini adalah jenis elang yang sudah langka dan dilindungi di Indonesia.

Profil Sosial dan Budaya

Kehidupan sosial budaya masyarakat Pulau Jawa bisa dibilang merupakan kehidupan majemuk yang bisa menggambarkan Indonesia. Agama yang dianut oleh penduduknya beragam, mulai dari Islam hingga konghucu. Sedangkan suku bangsa yang ada di pulau ini juga bervariasi. Ada suku Jawa, suku Betawi, Sunda, Osing dan beberapa suku lainnya. Meskipun begitu, masing-masing dan setiap kelompok masyarakat bisa hidup dan tinggal dengan harmonis.

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang Pulau Jawa yang bisa memberikan Informasi bagi Anda tentang Jawa. Melalui informasi tersebut diharapkan bisa membuat Anda lebih mengenal tempat Anda tinggal dengan lebih baik.

Posting Komentar