Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

11 Ciri-Ciri Planet Mars Yang Wajib Kamu Ketahui!

ciri-ciri planet mars
Ciri-Ciri Planet Mars - Planet Mars merupakan salah satu planet yang letaknya bertetangga dengan Bumi. Ciri Ciri planet mars yang paling dikenal yaitu jika dilihat dari bumi akan terlihat berwarna merah. Warnanya yang merah disebabkan karena permukaan planet ini banyak mengandung besi dioksida. Sama halnya dengan Bumi, planet Mars juga memiliki gunung berapi, salah satunya adalah Olympus Mons yang mempunyai ketinggian mencapai 21,2 km.

Mars adalah planet keempat dari matahari. Sesuai dengan warnanya yang berwarna merah maka Mars disebut juga sebagai Planet Merah. Orang-orang Romawi kuno menamakan planet ini sama dengan nama dewa perang mereka. Sebenarnya, orang-orang Romawi meniru orang-orang Yunani kuno, yang juga menamai planet ini dengan nama dewa perang mereka, Ares. Peradaban lainnya juga memberikan nama untuk planet ini berdasarkan warnanya, misalnya orang Mesir menamainya "Desher" yang berarti "merah", selain itu para astronom China kuno menyebut planet ini "bintang api".


Awal mulanya planet Mars terlihat gelap, hingga kemudian warnanya mulai berubah menjadi merah setelah permukaannya yang banyak mengandung unsur besi mengalami oksidasi. Beberapa ahli mengatakan kondisi itu disebabkan oleh seringnya terjadi badai yang melepaskan partikel debu yang mengandung karbondioksida tinggi dan bereaksi dengan besi yang ada di permukaan Mars.

(Baca juga ciri planet Jupiter)

Planet Mars memiliki 2 buah satelit alami (bulan) yaitu phobos dan deimos. Jarak rata-rata planet ini dengan Matahari yaitu sekitar 227.900.000 km dan waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Matahari yaitu 687 hari dalam satu putaran. Pada tahun 2023 telah direncanakan sebuah misi untuk membawa manusia tinggal di planet ini dalam jangka waktu yang lama. Namun karena suhu dan tekanan udaranya masih terlalu rendah, menyebabkan manusia yang ingin tinggal disana harus menggunakan alat bantu pernafasan.

Untuk lebih mengenal karakteristik planet Mars ini, berikut ini merupakan 11 fakta ringkas ciri ciri planet mars, yaitu:
  1. Memiliki warna yang kemerah-merahan karena kandungan besi oksida pada permukaan mars sehingga memiliki julukan planet merah.
  2. Ukurannya lebih besar dari planet markuris yaitu sekitar 6.500 km.
  3. Suhu permukaannya pada musim panas tidak lebih dari 20 derajat celcius dan suhu terendahnya mencapai -153 derajat celcius.
  4. Kala rotasi planet mars yaitu 24,6 jam hampir sama seperti Bumi. Kala revolusi Mars 2x lipat dibandingkan dengan Bumi yaitu 687 hari.
  5. Memiliki 2 satelit alami (Bulan) yaitu Phobos dan Deimos dengan ukuran hampir sama dengan asteroid.
  6. Memiliki gunung tertinggi di tata surya dikenal dengan nama Olympus Mons yang mempunyai ketinggian 21,2 km.
  7. Jarak rata-ratanya 227,9 juta km dari Matahari.
  8. Massanya lebih rendah yaitu 0,107 x massa Bumi.
  9. Diameter planet ini yaitu 6.794 km dengan volumenya 1,632 x 1011 km3.
  10. Memiliki permukaan yang terdapat kawah, lembah, gurun, gunung berapi dan bagian kutubnya ditutupi oleh kubah es.
  11. Lapisan atmosfernya lebih tipis dari atmosfer Bumi dan tersusun atas gas karbondioksida (95,3%), nitrogen (2,7%), argon (1,6%), oksigen (0,13%), dan uap air.


Dibawah ini penjelasan lengkap mengenai ciri ciri planet mars yang membedakannya dengan planet lain yang ada dalam sistem tata surya Matahari.

Ukuran, Massa, dan Gravitasi Mars

Planet Mars berukuran lebih kecil dari Bumi. Diameternya di khatulistiwa hanya 6.794 km, sedangkan Bumi mencapai 12.756 km. Jika kita mengukur diameter Mars dari kutub ke kutub, maka jarak yang akan diperoleh adalah 6.752 km, dibandingkan dengan Bumi 12.720 km. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kedua planet ini tidak sepenuhnya berbentuk bulat, tetapi sedikit mengembang. Pengembangan tubuh planet disebabkan oleh rotasi setiap planet terhadap porosnya disertai tarikan gravitasinya.

Mars adalah planet yang menyerupai Bumi dalam banyak hal, tetapi ukuran dan tarikan gravitasinya membuatnya sedikit berbeda dari Bumi. Dari pengamatan pesawat ruang angkasa dan teleskop, para ilmuwan tahu bahwa Mars mempunyai ukuran lebih kecil dan kurang masif dibandingkan Bumi. Massa planet Mars adalah 0,107 x massa Bumi dan tarikan gravitasinya sekitar 62% lebih rendah dari tarikan gravitasi Bumi. Hal ini berarti tubuh kita akan lebih sedikit berat ketika berada di Mars dibandingkan di Bumi.

Orbit dan Rotasi Mars

Tahun di Mars akan lebih panjang daripada Bumi. Hal itu karena planet merah ini membutuhkan 687 hari untuk melakukan satu perjalanan mengelilingi Matahari, berbeda dengan tahun di Bumi yang hanya membutuhkan 365,25 hari.

Tahun yang lebih panjang di Mars adalah karena jarak Mars dari Matahari, dan planet ini memiliki karakteristik orbital paling eksentrik ke-2 dari semua planet di tata surya kita. Pada jarak terjauhnya (aphelion), posisi Mars berada 249,23 juta kilometer dari Matahari. Di perihelion (jarak terdekatnya), Mars terletak hanya 206,62 juta km dari Matahari.

Jika di rata-ratakan, Mars sebenarnya berjarak sekitar 227,9 juta km dari Matahari. Sebagai perbandingannya, kita sering mengatakan bahwa Bumi berjarak sekitar 150 juta km dari Matahari. Dalam orbitnya, planet Bumi melakukan perjalanan 152,1 juta kilometer dari Matahari.

Rotasi Mars adalah 24 jam, 39 menit, dan 35 detik. Jika dihitung dengan sistem perhitungan hari matahari ini berarti sekitar 24 jam, 37 menit dan 22 detik karena planet ini hanya berputar sekitar 40 menit lebih lambat dari Bumi. Seperti pada umumnya semua planet (kecuali Venus), Mars berputar secara prograde (berlawanan arah jarum jam). Planet ini memiliki kecepatan rotasi 868,22 km/jam di khatulistiwanya.

(Baca juga ciri planet Saturnus)

Atmosfer, Temperatur, dan Iklim di Mars

Atmosfer di Mars didefinisikan sebagai lapisan "udara tipis". Tekanan atmosfer planet ini sekitar seratus kali lebih kecil dari tekanan udara di Bumi. Manusia yang menginjakkan kaki di planet ini tidak akan bisa menghirup udara di Mars karena hampir sepenuhnya dipenuhi oleh karbon dioksida dengan beberapa jejak kehadiran nitrogen, oksigen, dan uap air. Pada siang hari, Suhu di Mars tidak pernah lebih hangat dari 20°C di wilayah khatulistiwanya. Pengukuran temperatur diwilayah kutub planet ini menunjukkan angka sangat rendah yaitu -153°C.

Mars jauh lebih dingin daripada planet Bumi, sebagian besar disebabkan karena jaraknya yang jauh dari matahari dibandingkan Bumi. Suhu rata-rata di planet Mars sekitar -80°F (-60°C), meskipun dapat bervariasi dari -195°F (-125°C) di dekat kutub selama musim dingin hingga 70°F (20°C) pada tengah hari di dekat khatulistiwanya.

Atmosfer Mars yang kaya karbon dioksida juga sekitar 100 kali lebih padat daripada rata-rata karbon dioksida di Bumi. Kepadatan atmosfer disana bervariasi menurut musim, dimana saat musim dingin karbon dioksida akan membeku di lapisan udara Mars. Di masa lalu, atmosfer Mars cenderung lebih tebal dan diduga mampu menampung air yang mengalir di permukaannya. Seiring waktu, molekul yang lebih ringan di atmosfer Mars hilang akibat tekanan angin matahari, karena Mars tidak memiliki medan magnet global. Proses ini sedang dipelajari saat ini oleh misi MAVEN NASA (Mars Atmosphere and Volatile Evolution).

Mars Reconnaissance Orbiter NASA juga menemukan awan salju karbon dioksida, sehingga menjadikan Mars satu-satunya planet di tata surya yang mampu melewati cuaca musim dingin yang ekstrim. Di planet ini kita juga dapat melihat salju es jatuh dari awan. Badai debu di Mars merupakan badai debu yang terbesar di tata surya kita. Badai debu terbesar merupakan salah satu ciri khas planet mars, karena di planet lain tidak ada badai debu yang sebesar ini. Badai ini mampu menyelimuti seluruh planet Mars dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

Salah satu teori mengapa badai debu dapat tumbuh begitu besar di Mars adalah karena partikel debu di udara menyerap sinar matahari, sehingga menghangatkan atmosfer Mars. Udara hangat kemudian mengalir ke daerah yang lebih dingin, sehingga menghasilkan angin. Angin kencang akan mengangkat lebih banyak debu dari tanah, yang pada gilirannya menghempaskan lebih banyak debu.

Struktur Internal Planet Mars

Mars dikenal sebagai planet "terestrial" yang membuatnya sangat mirip dengan Bumi. Data terbaru dari misi yang mengorbit di Mars menunjukkan bahwa planet ini memiliki inti besi padat, yang membantunya menghasilkan medan magnet lemah di planet ini.

Studi modern lain dari planet ini menunjukkan bahwa kerak Mars mungkin memiliki beberapa lempeng sederhana yang naik di atas mantel yang solid. Pergerakan lempeng dahulu dianggap beberapa ilmuwan sebagai awal mula pembentukan sistem ngarai Valles Marineris di Mars.

Dengan adanya gunung berapi Olympus Mons di Mars, maka sangat jelas disana ada aktivitas vulkanik masa lalu. Letusan yang membentuk Olympus Mons dan gunung berapi lainnya muncul dari permukaan merah yang berkarat. Sampai saat ini para ilmuwan masih melakukan penelitian apakah ada gunung berapi aktif yang berada jauh di bawah permukaan planet ini.

Aktivitas gunung berapi yang konstan dari tiga gunung berapi terbesar di Mars telah membentuk sebuah wilayah besar yang dikenal dengan sebutan Tharsis Bulge (atau Tharsis Rise). Wilayah ini memiliki massa yang kira-kira sama dengan planet kerdil Ceres, dan mungkin juga memengaruhi laju rotasi planet ini. Tharsis Bulge disinyalir juga terlibat dalam aktivitas lempeng tektonik dan perubahan iklim di Mars.

Permukaan Planet Mars

Ciri ciri planet Mars di permukaan menunjukkan permukaan yang kering, berdebu, dan berbatu. Bagian selatan planet ini jauh lebih kasar, dan terlihat lebih banyak kawah serta dataran tinggi. Setengah bagian utara Mars memiliki cekungan yang lebih halus dan tampak seperti danau yang kering dan dasar sungai yang berliku-liku. Perbedaan karakteristik permukaan ini dikenal dengan sebutan dikotomi Mars.

Kawah tumbukan (impact creater) merupakan bagian dari dikotomi, dan para ilmuwan menduga bahwa wilayah tersebut dahulu merupakan lautan dan danau yang telah kering. Diduga pula bahwa dahulu telah terjadi pergerakan gletser yang berperan dalam membentuk relief di planet ini. Di Mars kita dapat menjumpai kehadiran es di kedua kutubnya, yang tumbuh dan menyusut seiring perubahan musim.

(Lihat juga mengenai susunan planet)

Komposisi Kimia Mars

Menurut NASA, atmosfer Mars mengandung 95,32% karbon dioksida, 2,7% nitrogen, 1,6% argon, 0,13% oksigen, 0,08% karbon monoksida, dengan sejumlah kecil air, nitrogen oksida, neon, hidrogen-deuterium-oksigen, kripton dan xenon.

Mars tidak memiliki medan magnet global, tetapi ada daerah yang dapat memiliki magnet 10 kali lebih kuat daripada medan magnet di Bumi. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut mengindikasikan adanya sisa-sisa medan magnet kuno.

Mars kemungkinan memiliki inti padat yang terdiri dari besi, nikel dan belerang. Mantel Mars mungkin mirip dengan Bumi dalam hal ini sebagian besar tersusun atas batuan peridotit, yang berkomposisi silikon, oksigen, besi dan magnesium.

Kerak Mars sebagian besar terdiri atas batuan basalt vulkanik, yang mirip dengan penyusun kerak bumi dan bulan. Meskipun beberapa batuan kerak (terutama di belahan utara) sangat mungkin berupa andesit, batuan vulkanik di Mars lebih banyak mengandung bahan yang bersifat asam (silika) dibandingkan bersifat basa.

Bulan Planet Mars

Dua bulan Mars yaitu Phobos dan Deimos ditemukan pada tahun 1877 oleh astronom Amerika bernama Asaph Hall. Hall hampir menyerah dalam pencarian bulan Mars, tetapi istrinya, Angelina, terus memberinya semangat sehingga dia dapat menemukan kedua Bulan Mars tersebut. Dia menamai kedua Bulan tersebut sama dengan anak-anak Ares (dewa perang Yunani) yaitu Pobos dan Deimos. Phobos berarti "takut", sementara Deimos berarti "kekalahan".

ciri ciri planet mars
Satelit Mars: Phobos dan Deimos.

Baik Phobos dan Deimos tersusun atas batuan yang kaya karbon, bercampur dengan es, serta ditutupi debu dan batuan lepas. Mereka terlihat lebih kecil dari bulan Bumi dan berbentuk tidak teratur, karena mereka kekurangan gravitasi yang cukup untuk menarik tubuhnya ke bentuk yang lebih melingkar. Diameter terpanjang Phobos adalah sekitar 13 mil (22 km) dan Deimos sekitar 8 mil (13 km).

Kedua bulan Mars ini dapat terlihat kawah dari dampak meteor. Permukaan Phobos memiliki pola alur yang rumit, yang mungkin berupa retakan yang terbentuk setelah terjadi benturan meteor yang menciptakan kawah terbesar di bulan yaitu sebuah lubang dengan lebar sekitar 6 mil (10 km), atau hampir setengah dari lebar Phobos.

Masih belum pasti bagaimana Phobos dan Deimos terbentuk. Para ilmuwan menduga mereka terbentuk dari asteroid yang tertangkap oleh tarikan gravitasi Mars, atau mungkin terbentuk bersamaan pada saat Mars terbentuk. Menurut para astronom Universitas Padova Italia, Cahaya ultraviolet yang dipantulkan dari Phobos memberikan bukti kuat bahwa bulan Mars tersebut merupakan asteroid yang ditangkap oleh tarikan gravitasi.

Itulah beberapa pengenalan tentang ciri ciri planet mars yang dalam sistem urutan planet berada pada urutan keempat dari Matahari. Saat ini, para ahli merancang sebuah misi untuk membuat planet Mars dapat ditinggali manusia. Mitos atau faktanya dapat Kita buktikan sendiri nantinya. Karena berdasarkan karakteristik planet Mars yang sudah disebutkan diatas bahwa planet ini hanya mengandung sekitar 0,13% oksigen dengan tekanan dan suhu yang masih sangat rendah. Jadi untuk saat ini manusia yang menginjakkan kaki di Mars masih memerlukan alat bantu pernafasan. Akan tetapi jika dibandingkan dengan planet Merkurius ataupun Venus, planet mars masih memiliki potensi yang lebih baik untuk ditinggali manusia.