Rabu, 29 November 2017

Lapisan Mesosfer : Letak, Fungsi dan Karakteristiknya

Planet Bumi menjadi tempat yang aman untuk ditinggali karena planet ini dilindungi oleh selubung atmosfer. Selubung atmosfer terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda. Lapisan tersebut memiliki peranannya masing-masing. Lapisan atmosfer dari bawah secara berturut-turut adalah troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer pada bagian terluar. Pada kesempatan kali ini, kita akan memfokuskan pemahaman terhadap lapisan atmosfer ketiga, yaitu lapisan mesosfer. Lapisan atmosfer ketiga ini berbatasan dengan lapisan stratosfer di bagian bawah dan lapisan termosfer di bagian atas. Di antara mesosfer dan termosfer, terdapat batasan yang disebut dengan mesopause. Seperti halnya lapisan lain pada atmosfer Bumi, mesosfer memiliki peranan yang sangat penting untuk melindungi Bumi. Mari kita lihat bagaimana cara mesosfer untuk melindungi Bumi dari benda luar angkasa.

1. Letak Mesosfer
Di manakah tepatnya lokasi lapisan mesosphere ini? Secara terminologis, mesosfer atau mesosphere berasal dari bahasa Yunani mesos dan sphaira. Mesos berarti tengah, sedangkan sphaira berarti bidang bulat. Oleh karena itu, mesosphere merupakan bidang bulat yang berada pada lapisan tengah. Dari bawah, lapisan mesosphere berada di urutan ketiga. Lapisan ini memiliki ketinggian antara 60 hingga 80 km dari permukaan Bumi. Dengan demikian, ketebalan mesosfer hanya sekitar 20 km saja. Ketebalan lapisan ini jauh lebih tipis dibandingkan dengan lapisan termosfer yang berada di atasnya. Terlepas dari dimensinya yang tipis, lapisan ini memiliki peranan penting bagi kehidupan Bumi.

2. Fungsi Mesosfer untuk Kehidupan Bumi
Benda langit seperti meteor yang melintas dekat dengan orbit Bumi sering kali tertarik oleh gaya gravitasi Bumi. Tarikan ini menyebabkan meteor tersebut terjatuh ke permukaan Bumi. Untungnya, Bumi dilindungi oleh lapisan mesosfer. Untuk dapat sampai ke permukaan Bumi, meteor harus melewati lapisan atmosfer melalui mesosfer. Ketika bergerak menembus mesosfer, meteor tersebut bergesekan dengan udara pada lapisan atmosfer ini. Pergesekan ini menimbulkan kenaikan suhu pada meteor. Oleh karena itu, meteor menjadi panas dan terbakar.

Beberapa meteor yang tidak memiliki ukuran besar sering kali terbakar hingga habis, bahkan sebelum menyentuh permukaan Bumi. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa terdapat meteor yang berukuran sangat besar. Ukuran meteor yang sangat besar tersebut ketika jatuh tidak terbakar habis pada lapisan mesosfer. Meteor semacam ini menghantam permukaan Bumi dengan keadaan hangus. Tanpa keberadaan mesosfer, meteor yang jatuh ke Bumi akan membawa kerusakan yang besar. Peristiwa semacam ini pernah terjadi ketika zaman prasejarah. Para ilmuwan sepakat bahwa jatuhnya meteor pada zaman tersebut merupakan salah satu penyebab kepunahan dinosaurus. 

3. Karakteristik
Lapisan mesosfer disebut sebagai lapisan tengah juga karena posisinya yang menarik. Ketinggian mesosfer tidak cocok untuk jenis transportasi udara apapun. Satu-satunya perangkat udara yang mampu bergerak pada lapisan ini hanyalah balon udara modern. Sebagian besar transportasi udara hanya beraktivitas pada lapisan stratosfer dan troposfer saja. Sementara itu, pesawat luar angkasa serta wahana orbit luar angkasa seperti satelit juga tidak dapat melintas pada lapisan ini. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pesawat dan perangkat udara melintas tidak di lapisan ini, melainkan di bawah atau di atasnya. Dengan demikian, lapisan tengah ini jarang dilalui oleh berbagai jenis perangkat udara. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerapatan udara yang tidak memungkinkan apapun untuk bergerak dengan mudah. Peluncuran pesawat ke luar angkasa melalui lapisan ini bahkan harus menggunakan roket bertenaga tinggi sebelum akhirnya mampu mencapai eksosfer.

lapisan mesosfer

4. Peristiwa Alam di Mesosfer
Seperti halnya lapisan lain pada atmosfer Bumi, terjadi beberapa peristiwa alam pada lapisan mesosfer. Salah satu peristiwa alam pada lapisan ketiga ini adalah ombak gravitasi. Ombak gravitasi ini terjadi pada lapisan stratopause hingga ke mesosfer. Ombak gravitasi disebabkan oleh perputaran Bumi pada porosnya. Ketika Bumi berputar, maka lapisan atmosfer terbawah juga ikut berputar. Akan tetapi, kecepatan perputaran ini berbeda pada lapisan atmosfer yang satu dengan yang lainnya. Ketika troposfer bergerak mengikuti perputaran Bumi, maka stratosfer di atasnya bergerak dengan lebih pelan. Ketika hal tersebut terjadi, termosfer di atas mesosfer hampir tidak bergerak sama sekali. Karena perbedaan kecepatan gerak ini, maka mesosfer mengalami ombak gravitasi.

Pada kesempatan kali ini, kita telah membahas tentang karakteristik dari lapisan mesosfer. Lapisan ini mendapatkan julukan lapisan tengah karena posisinya. Letak mesosfer berada di antara stratosfer dan termosfer. Kerapatan udara yang tinggi pada lapisan ini menghalangi masuknya benda langit dengan mudah ke Bumi. Banyak benda langit terbakar hingga habis sebelum mampu menyentuh permukaan Bumi. Terlepas dari kemampuan tersebut, mesosfer memiliki suhu yang relatif rendah. Sayangnya, karakteristik tersebut menyebabkan mesosfer tidak cocok untuk transportasi udara maupun perangkat udara seperti satelit.