Senin, 30 Oktober 2017

Lapisan Stratosfer : Karakteristik dan Fungsinya

Bumi memiliki atmosfer yaitu selimut yang mengelilingi lapisan permukaan Bumi. Lapisan lain bawah yang langsung bersentuhan dengan permukaan adalah troposfer dan Lapisan Stratosfer berada diatasnya. Posisi lapisan ini adalah 12 km dari permukaan hingga 50 km kemudian dilanjutkan oleh lapisan mesofer, thermosphere, dan exosphere. Setiap lapisan memiliki karakteristik berbeda dan tetapi menunjang fungsi utama dari atmosfer yaitu melindungi bumi dari benda langit yang jatuh ke permukaan serta radiasi sinar matahari.

Atmosfer Sebagai Pelindung Bumi

Atmosfer merupakan kata umum yang digunakan untuk menyebutkan selubung planet, termasuk Bumi. Cara kerja lapisan atmosfer mirip seperti selimut. Sinar matahari yang mendekati bumi telah mengalami banyak perubahan akibat dari lapisan ini. Bumi tanpa atmosfer akan mengalami perubahan suhu yang signifikan. Panas dari matahari akan terserap dengan cepat dan meningkat suhu permukaan secara drastis. Sebaliknya, suhu akan turun dengan cepat ketika sinar matahari tidak lagi menyentuh permukaan. Inilah fungsi dasar dari atmosfer yang sangat penting. Selain itu, atmosfer juga sebagai pelindung ketika banyak meteorit kecil yang masuk ke Bumi. Meteor tersebut akan terbakar akibat gesekan panas dan meleleh di luar atmosfer. Jika meteor berhasil mencapai stratosfer, bumi akan mengalami kondisi bahaya.

Karakteristik dan Fungsi Stratosfer

Lapisan Stratosfer memiliki karakteristik berbeda dengan bawahnya. Pada umumnya, suhu akan menurun seiring dengan peningkatan ketinggian. Inilah yang terjadi ketika suhu bumi yang semakin menurun ketika sebuah pesawat terbang ke arah ketinggian tertentu. Kondisi ini sangat berbeda dengan stratosfer. Bagian terbawah lapisan ini memiliki suhu dingin sekitar -50 derajat celcius dan meningkat secara perlahan. Hasil foto spectrum menunjukkan bahwa kondisi ini terjadi akibat beberapa hal. Lapisan dengan temperatur dingin akan tampak berwarna biru.

Stratosfer sangat penting bagi bumi sebab merupakan lapisan yang menjaga ozon. Sinar matahari akan mempengaruhi ozon dan lapisan terbanyak ada pada Lapisan Stratosfer. Ketinggian lapisan ini mulai dari 12-16 kilometer dan berbeda di setiap permukaan bumi. Sebagai contoh, permukaan kutub akan memiliki lapisan lebih tinggi dibanding dengan ekuator. Hal ini menunjukkan bahwa radiasi ultraviolet sangat kecil terjadi di area kutub sehingga iklim sangat dingin. Sebaliknya, radiasi matahari akan sangat besar karena intensitasnya yang tinggi di sekitar khatulistiwa serta lapisan stratosfer yang lebih dekat dengan permukaan.

Berapakah suhu pada lapisan akhir dari stratosfer? Pola peningkatan suhu yang unik tidak menjamin suhu akan tinggi pada lapisan ini. Kondisi akhir dari stratosfer adalah sekitar 20 derajat celcius. Suhu ini cukup stabil untuk beberapa makhluk hidup. Penelitian menunjukkan bahwa, bakteri dapat tumbuh di area atmosfer mulai dari stratosfer hingga satu lapisan diatasnya.

Bagaimana manusia memanfaatkan Lapisan Stratosfer? Cuaca dan awan terbentuk pada lapisan toposfer atau terbawah dari atmosfer. Kondisi ini sangat berbeda dengan stratosfer karena memiliki pola cuaca yang jarang. Namun, lapisan ini masih memiliki beberapa awan dan pergerakan angin. Cuaca yang sedikit dan jarang sangat menguntungkan dunia penerbangan. Ketinggian pesawat dapat mencapai lebib dari 12 km dari permukaan bumi. Pada ketinggian ini, cuaca sudah jarang terjadi sehingga memudahkan perjalanan udara. Selain itu, kondisi yang tanpa hambatan juga berpengaruh pada konsumsi bahan bakar, meskipun tingkat efisiensi masih relatif.

Lapisan ozon pada area ini sangat menarik untuk dibahas. Jumlahnya sangat signifikan dan sensitif pada perubahan lapisan dibawahnya. Sinar matahari mengandung ultra violet yang sangat tinggi. Pertemuan ultraviolet dengan permukaan bumi secara langsung akan sangat berbahaya. Jika kulit bersentuhan langsung dengan sinar ini, kondisinya akan tampak seperti terbakar. Radiasi ini kemudian dikurangi dengan ozon pada stratosfer.

lapisan stratosfer

Lapisan Stratosfer juga dapat berubah karena kondisi gas dan zat kimia yang terserap dari luar dan dalam bumi. Gas-gas yang ringan akan bergerak ke atas dengan cepat hingga melewati toposfer. Gas tersebut merupakan hasil pembakaran karbon kemudian bereaksi dengan ozon. Hasil reaksinya adalah pemisahan atom ozon sehingga terurai. Pembentukan ozon membutuhkan waktu dan kondisi ideal. Sebaliknya, pemisahannya sangat mudah sebab ikatan oksigen mudah untuk berpencar. Pada tingkat kestabilan, ozon akan mulai berkurang dan terurai. Kondisi ini tidak baik untuk kelangsungan bumi.

Bagaimana cara menanggulangi perusakan lapisan ini? Emisi karbon sudah menjadi isu yang tidak dapat disepelekan. Selain sebagai pelindung bumi, stratosfer juga sangat bermanfaat untuk menjaga perubahan suhu. Ketika emisi berlebih mencapai puncak, lapisan ini akan kesulitan untuk menjaga kestabilan. Oleh karena, pengurangan emisi sangat penting agar tidak terjadi perubahan struktur Lapisan Stratosfer.

Pemahaman terkait Lapisan Stratosfer sangat penting karena menyangkut banyak bidang. Manusia masih berusaha melakukan eksplorasi untuk mengetahui lebih jauh terkait. Lapisan ini mungkin berada sangat jauh dari permukaan, tetapi memiliki fungsi yang sangat penting. Oleh karena itu, kelestariannya harus tetap terjaga.