Rotasi dan Revolusi Bumi serta Akibat yang Ditimbulkannya

revolusi dan rotasi bumi

Bumi mengalami dua gerakan yang berbeda, yaitu rotasi dan revolusi. Bumi berputar pada porosnya, dan butuh waktu satu hari untuk melakukannya.

Dalam satu hari Bumi melakukan satu putaran pada porosnya. Bumi juga bergerak pada orbit elips dalam mengelilingi Matahari. Dan dibutuhkan 1 tahun untuk melakukan perjalanan yang lengkap. Jadi dalam satu tahun, Bumi akan membuat 1 kali revolusi mengelilingi Matahari.

Mengacu pada 2 gerakan tersebut, jadi apa sebenarnya rotasi dan revolusi bumi itu? serta bagaimana akibat yang ditimbulkannya? simak penjelasannya

Apa itu Rotasi Bumi ?

Tata surya bukan hanya kumpulan planet ataupun benda-benda luar angkasa lainnya yang diam tak bergerak. Setiap planet akan berputar pada porosnya. Berputarnya bumi pada porosnya menghasilkan terjadinya malam dan siang hari.

Saat Bumi berputar, hanya setengah dari belahan Bumi yang menghadap matahari pada waktu tertentu. Setengah yang menghadap matahari adalah terang (siang) dan setengah menghadap jauh dari matahari adalah gelap (malam).

Jika dilihat dari atas Kutub Utara, Bumi terlihat berputar berlawanan arah jarum jam, yaitu dari arah barat ke arah timur. Planet yang berputar berlawanan arah jarum jam akan disebut memiliki "rotasi prograde". Karena model arah perputaran seperti ini, kita bisa melihat matahari terbit setiap hari di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

Akan tetapi kebalikannya, jika sebuah planet berputar searah jarum jam, maka planet tersebut memiliki "rotasi retrograde". Venus adalah contoh planet dengan "rotasi retrograde".

Bumi berputar pada porosnya sekali setiap 23 jam 56 menit. Jadi apakah itu berarti bahwa semua tempat di Bumi akan mengalami 12 jam terang dan 12 jam gelap setiap hari? Pada kenyataannya hal tersebut tidak benar. Selama waktu-waktu tertentu dalam setahun, kita memiliki lebih banyak jam siang hari daripada malam hari. Mengapa bisa begitu?

Jawabannya adalah karena poros bumi tidak tegak lurus terhadap matahari. Poros Bumi ternyata sedikit miring pada sudut 23,5°.

Karena kemiringan sumbu bumi inilah menyebabkan jumlah siang hari akan bervariasi sepanjang tahun. Variasi jumlah siang hari yang paling sedikit terjadi di ekuator, sedangkan variasi yang paling banyak terjadi di wilayah kutub bumi.

Karena variasi yang luas inilah, Bumi tidak pernah benar-benar gelap di kutub pada saat musim panas atau benar-benar terang pada saat musim dingin.

Akibat Rotasi Bumi


1. Terjadinya pergantian siang dan malam
Rotasi bumi membuat matahari seakan-akan bergerak dari timur ke arah barat. Saat pagi hari seolah-olah matahari ada dari timur dan saat sore hari matahari akan seperti terlihat lenyap ke arah barat. Walau sebenarnya yang bergerak ialah bumi kita berputar di sumbunya, melingkari matahari. Sedang matahari diam. Hal tersebut disebutkan gerak semu matahari. Rotasi bumi mengakibatkan ada penggantian siang, sore dan malam hari.

Rotasi bumi membuat temperatur udara pada pagi hari lebih rendah dibandingkan siang hari. temperatur udara malam hari lebih sejuk dibanding siang. Ini karena arah cahaya matahari yang terserang sektor bumi beralih-alih. Cahaya matahari pagi hadirnya miring, hingga wilayah yang terserang cahaya luas. Mengakibatkan temperatur menjadi lebih dingin.

Saat siang hari cahaya matahari hadirnya tegak lempeng, hingga wilayah yang terserang cahaya luasnya lebih kecil, mengakibatkan temperatur jadi panas.

2. Adanya Ketidaksamaan waktu
Ketidaksamaan waktu di bumi berdasar garis bujur contohnya kota Jayapura terlebih dahulu alami keluar matahari, dibanding dengan kota Jakarta. Ketidaksamaan waktunya bisa mencapai 2 jam.

Sekali rotasi lama waktunya 24 jam dan tiap tempat di atas bumi sudah berputar sejumlah 360° bujur. Karena itu permukaan bumi ada 24 waktu lokal. Penentuan waktu diawali dari garis bujur 0 derajat, yakni di kota Greenwich di London.

Garis bujur timur waktunya lebih cepat atau dipertambah 1 jam tiap kelipatan 15°. Sedang garis bujur barat waktunya lebih lamban atau dikurangkan 1 jam tiap kelipatan 15 derajat.

3. Terjadinya gerak semu matahari
Matahari seolah bergerak dari timur ke arah barat, demikian pula dengan beberapa benda langit yang lain, mereka bergerak menantang rotasi bumi dari barat ke arah timur.

4. Batasan Penanggalan Internasional
Bila perhitungan waktu didasari pada garis bujur, yakni bujur barat dan bujur timur, karena itu batasan penanggalan internasional, ada di bujur 180° yang berada di Samudra Pasifik. Jika belahan timur 180° (bujur timur) tanggal 15, karena itu di belahan barat 180° (bujur barat) masih tanggal 14.

5. Terjadinya pembelokan arah angin
Arah angin dari lintang tinggi yang ke arah khatulistiwa akan membelok karena dampak putaran bumi.

6. Berlangsungnya pemampatan pada ke-2 kutub bumi
Karena bumi berputar pada porosnya, karena itu sisi ekuator berputar bisa lebih cepat jika dibanding sisi kutub. Ini mengakibatkan di bagian kutub memampat, sedang sisi ekuator mencolok.

Apa itu Revolusi Bumi ?

Selain berputar pada porosnya, Bumi pada kenyataannya juga mengelilingi matahari dalam sebual lintasan yang disebut orbit. Gerak Bumi dalam mengelilingi matahari sepanjang orbitnya ini disebut revolusi Bumi.

Jumlah waktu yang diperlukan untuk satu kali perjalanan mengelilingi matahari disebut periode revolusi. Periode lama bumi mengelilingi matahari adalah 365,24 hari atau satu tahun. Perhitungan 0,24 hari (dari 365,24) inilah menjawab mengapa setiap empat tahun bulan Februari hanya memiliki 29 hari.

Orbit bumi bukanlah sebuah lingkaran yang sempurna (bulat penuh). Tetapi sebenarnya orbit Bumi berbentuk sedikit elips. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah pemahaman bahwa musim disebabkan oleh jarak Bumi dari matahari. Hal ini tidaklah benar, karena orbit Bumi mengelilingi matahari sedikit elips, Bumi sebenarnya sedikit lebih dekat ke matahari pada musim dingin daripada pada saat musim panas. Jadi sebenarnya poros bumi yang miring sekitar 23,5 derajat yang menyebabkan terjadinya musim.

Garis khayal khatulistiwa membentang secara horizontal di sekitar pusat Bumi yang membagi Bumi menjadi dua belahan. Daerah di atas garis khatulistiwa disebut sebagai belahan bumi utara sedangkan daerah di bawah garis khatulistiwa disebut belahan bumi selatan (lihat: negara yang dilewati garis khatulistiwa).

Belahan bumi utara pada saat musim panas memiliki suhu yang lebih hangat dan hari yang lebih panjang karena belahan Bumi Utara condong ke arah matahari dan menerima lebih banyak energi matahari. Namun, belahan bumi selatan memiliki suhu yang lebih dingin dan hari yang lebih pendek karena miring menjauhi matahari. Inilah yang menghasilkan musim dingin di belahan bumi selatan.

Ketika belahan bumi utara miring menjauh dari matahari, maka wilayah tersebut akan mengalami musim dingin, dimana suhu akan lebih rendah dan hari lebih pendek karena menerima lebih sedikit energi matahari. Kebalikannya, belahan Bumi Selatan akan miring ke arah matahari menyebabkan suhu yang lebih tinggi dan hari yang lebih lama, serta menghasilkan musim panas di belahan bumi selatan.

Akibat Revolusi Bumi

1. Gerak semu tahunan matahari
Seakan-akan di saat tertentu matahari ada di belahan bumi utara, dan waktu lainnya matahari ada di belahan bumi selatan. Dapat dilihat di bulan Juni cahaya matahari berkenaan dinding rumah sisi utara, sedang saat Desember cahaya menimpa pada bagian selatan.

2. Ketidaksamaan lamanya waktu siang dan malam
Revolusi bumi dan kemiringan sumbu bumi pada sektor ekliptika yang besar nya 23½°, memunculkan ketidaksamaan lama siang dan malam. Misalkan pada 23 September - 22 Desember, panjang siang di belahan bumi utara lebih pendek jika dibanding panjang siang di belahan bumi selatan.

3. Tahun Kabisat
Saat revolusi bumi ialah 365¼ hari. Karena ada ketidaksamaan seperempat hari, karena itu untuk mempermudah penanggalan dibulatkan jadi 365 hari. Tahun keempat dipertambah satu hari di tanggal 29 Pebruari yang disebutkan tahun kabisat.

4. Peralihan Musim
Beberapa negara alami empat musim yakni musim semi, gugur, panas, dan musim dingin, sedang negara yang berada di dekat garis katulistiwa cuman dua musim.

5. Peralihan Kemunculan Rasi Bintang
Akibat ada revolusi, maka kelihatan peralihan rasi bintang di langit. Peralihan rangkaian atau rasi bintang berikut yang selanjutnya dipakai sebagai pertanda zodiak.

Perbedaan Revolusi dan Rotasi Bumi

Secara fundamental, perbedaan signifikan antara revolusi dan rotasi bumi dapat dimengerti seperti berikut:
  • Rotasi Bumi adalah pergerakan bumi yang berputar pada porosnya yang berlawanan arah jarum jam, dan membutuhkan waktu periode sepanjang lebih kurang 24 jam.
  • Revolusi Bumi adalah pergerakan bumi mengelilingi Matahari, yang berjalan sepanjang masa selama satu tahun penuh sampai kembali lagi ke titik awalanya.

Jadi asumsinya, keduanya melakukan pergerakan pada objek yang berbeda, dimana revolusi Bumi jika bumi bergerak mengelilingi matahari, sedangkan rotasi bumi jika bumi bergerak pada porosnya.
LihatTutupKomentar