Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kondisi Iklim di Negara Iran

Iklim Negara Iran - Iran termasuk salah satu negara yang berada di semenanjung Asia bagian tengah, atau lebih dikenal sebagai wilayah Timur Tengah. Secara geografis negara ini berada di sebelah selatan Laut Kaspia dan di sebelah timur Teluk Persia.

Total luas wilayah Iran 1.648.888 km persegi, yang terbagi menjadi area daratan seluas 1.636.000 km persegi dan area perairan sekitar 12.000 km persegi. Jika dibandingkan dengan Arizona, maka luas wilayah Iran adalah tiga kali lipat luas Arizona.

Puncak tertinggi di negara ini yaitu Gunung Damavend yang menjulang 5.670 mdpl. Puncak ini menjadi titik puncak dari serangkaian Pegunungan Elburz yang mengelilingi sebagian daerah Iran. Selain pegunungan, Iran juga dilintasi gurun pasir tandus yang panjang wilayahnya mencapai 1.287 km.

Topografi negara Iran didominasi oleh rangkaian pegunungan kasar yang memisahkan dataran tinggi dengan wilayah lebih rendah. Selain itu, ada pula hamparan tanah luas di sepanjang Laut Kaspia yang berbatasan dengan Sungai Arvand.

iklim negara iran

Kondisi Umum Iklim Negara Iran

Karena dilintasi oleh bentang alam berupa gurun yang tandus, kondisi iklim negara Iran didominasi oleh iklim panas dan kering. Sebagian besar bulan dalam satu tahun diisi dengan musim panas yang panjang, dengan udara kering dan matahari cukup menyengat.

Sementara itu, musim dingin di Iran berlangsung lebih pendek. Udara cenderung sejuk, tetapi tidak sampai titik suhu sebagaimana musim dingin di negara beriklim sedang.

Dilihat dari letak astronomis dan geografisnya, iklim negara Iran dikategorikan sebagai iklim subtropis. Hal ini dipengaruhi oleh luas wilayah Iran yang sebagian besar berupa gurun Arab yang gersang. Selain itu, Iran juga mendapatkan kelembapan subtropis dari kawasan Mediterania Timur.

Bulan terdingin biasanya terjadi saat Januari. Suhu rata-ratanya berkisar antara 5°C—10°C. Sedangkan bulan terpanas adalah Agustus yang suhu rata-ratanya 20°C—30°C, bahkan tak jarang melampaui 30°C.

Mayoritas wilayah Iran mendapatkan penyinaran matahari sepanjang tahun, sehingga terasa seperti musim panas yang hangat. Namun kelembapan udara cukup tinggi, terutama yang berada di wilayah sekitar Teluk Persia.

Suhu harian di daerah Iran selatan (Laut Oman dan Teluk Persia) lebih panas dari suhu rata-rata normal. Pada saat tertentu, bisa mencapai 40°C. Kondisi ini cukup terbilang genting, karena berpotensi menyebabkan bencana panas ekstrim yang berbahaya bagi kesehatan penduduk setempat.

Curah hujan di Iran 70% mengguyur daratan pada bulan November hingga Maret, sedangkan pada bulan Juni sampai Agustus seringkali tidak turun hujan. Konsentrasi curah hujan umumnya bersifat lokal di daerah tertentu, dan bervariasi dari tahun ke tahun.

Jika konsentrasi hujan rendah, maka udara akan sedikit lebih sejuk. Namun jika konsentrasinya tinggi, tidak jarang menimbulkan badai, banjir, dan erosi di sebagian wilayah. Curah hujan paling tinggi terdapat di daerah sepanjang pantai Kaspia.

Iklim Iran Menurut Klasifikasi Koppen-Geiger

Klasifikasi iklim negara Iran berdasarkan Koppen-Geiger terbagi menjadi empat zona yang berbeda. Di bagian barat, iklimnya tergolong Bwh yaitu iklim gurun yang kering dan panas dengan suhu rata-rata tahunan lebih dari 18°C.

Sementara itu di daerah perbatasan dengan Turki, tepatnya di zona kecil antara Teluk Persia iklimnya Bsh yang merupakan iklim kering dan panas. Adapun pada daerah utara dan timur, iklimnya adalah Csa yang tergolong iklim sedang, dengan musim panas kering dan musim dingin sejuk.

Di zona pegunungan Iran utara, klasifikasi iklimnya tergolong Dsa yang merupakan iklim salju dengan musim panas kering dan musim dingin basah. Suhu bulan terhangat lebih dari 22°C, sedangkan suhu bulan terdingin di bawah -3°C.