Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faktor Penyebab Lempeng Tektonik Bumi Bergerak

Penyebab Pergerakan Lempeng Bumi - Potongan besar kerak bumi dan mantel atas disebut sebagai lempeng tektonik bumi. Lempeng tersebut berada dalam suatu kesatuan lapisan yang secara fisik disebut dengan litosfer.

Lempeng tektonik bumi mempunyai ketebalan sekitar 99,78 kilometer (62 mil) dan tersusun atas 2 jenis bahan (material) yaitu kerak benua dan kerak samudera. Perbedaan kerak samudera dan kerak benua ini cukup signifikan dapat terlihat dari komposisi fisik dan kimianya.

Komposisi kerak benua diantaranya tersusun atas batuan granit felsik dengan densitas yang lebih rendah, sedangkan kerak samudera tersusun atas batuan basaltik mafik. Banyak teori yang mencoba untuk menjelaskan mengapa lempeng-lempeng bumi dapat bergerak ataupun bergeser.

Berdasarkan penelitian terkini, kekuatan terbesar yang bisa menggerakkan lempeng tektonik adalah gaya tarikan lempeng tersebut. Nah, dalam postingan ini geologinesia akan menjelaskan apa sebenarnya yang menyebabkan pergerakan lempeng tektonik di bumi.

Faktor Penyebab Pergerakan Lempeng Bumi

Para ahli tektonik setidaknya telah menghasilkan 3 faktor utama penyebab lempeng bumi dapat bergerak di bawah permukaan bumi. Ketiga faktor ini pada prinsipnya menunjuk pada kekuatan yang menciptakan gerakan lempeng. Faktor-faktor tersebut yaitu:
  1. Arus konveksi mantel
  2. Dorongan punggungan samudera pada mantel upwelling
  3. Tarikan lempeng

penyebab lempeng bumi bergerak
Model Pergerakan lempeng tektonik.
Berikut penjelasannya:
Faktor pertama yang dapat menyebabkan lempeng bumi bergerak adalah arus konveksi mantel. Sifat arus ini yang hangat menyebabkan mereka dapat memindahkan lempeng yang membentuk litosfer ini dengan cara seperti pada sistem sabuk konveyor.

Faktor kedua adalah dorongan punggung samudera (oceanic ridges). Faktor ini sangat sering digunakan oleh para peneliti untuk menggambarkan pergerakan lempeng. Dorongan pada punggungan samudera ini terjadi pada mantel upwelling yang keras yang terletak di level mid-ocean.

Faktor ketiga yang bisa menggerakkan lempeng adalah kekuatan tarikan lempeng. Kekuatan tarikan ini terjadi ketika lempeng yang lebih tua umurnya mulai tenggelam.

Lempeng yang lebih tua akan bersifat lebih dingin sehingga membuatnya lebih padat dibandingkan mantel yang berada di bawahnya. Saat mereka mulai tenggelam mereka pun akan menarik bagian lempeng yang lebih hangat (lebih muda) bersamanya.

Kekuatan Gravitasi

Dari ketiga faktor di atas, para ahli sepakat bahwa faktor ke-3 (tarikan lempeng) adalah yang paling relevan untuk dapat menjelaskan pergerakan lempeng tektonik. Tarikan lempeng yang lebih tua terhadap yang lebih muda merupakan kekuatan terbesar dibalik semua kekuatan yang dapat menggerakkan lempeng tektonik.

Namun, kekuatan utama dibalik semua gaya tarikan tersebut sebenarnya adalah gaya GRAVITASI itu sendiri. Gravitasi adalah penyebab utama yang membuat lempeng memperoleh kekuatan untuk bisa bergerak.

Penjelasan pergerakan lempeng secara sederhananya adalah sebagai berikut:
Begitu lempeng-lempeng saling bertemu, maka lempeng samudera akan menyusup (tenggelam) di bawah lempeng-lempeng lain.

Lempeng samudera akan terus menyusup lebih dalam hingga ke batas mantel. Inilah yang disebut sebagai proses subdaksi. Selanjutnya, sisa lempeng tektonik yang lainnya akan terseret bersama litosfer samudera, sehingga akan menyebabkan lempeng bergerak.

Arus konveksi sebenarnya adalah kekuatan pendorong lain yang berada di bawah lempeng tektonik. Kekuatan arus konveksi ini tergantung pada bagian-bagian bahan tertentu yang berada di dalam mantel bumi.

Bagian-bagian tersebut akan menciptakan panas yang dapat membuat batuan padat bergerak menuju ke kerak bumi, dan batuan yang lebih dingin akan bergerak masuk ke arah inti bumi.

Batuan panas yang bergerak ke permukaan terkadang dapat menyebabkan kerak bumi melemah, sehingga menghasilkan keretakan kerak dan cekungan samudera baru. Hal inilah sebenarnya yang menjadi alasan mengapa dulu superkontinen dapat terpecah-pecah menjadi bagian yang lebih kecil seperti saat ini.