Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Seleksi Alam : Pengertian, Syarat, Contoh, dan Faktor Penyebab Terjadinya

teori seleksi alam

Pengertian Teori Seleksi Alam

Seleksi alam adalah suatu proses dimana makhluk hidup, organisme ataupun spesies dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih cenderung mampu untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Konsep teori seleksi alam dicetuskan oleh Charles Darwin seorang naturalis dan biolog asal Inggris. Terkadang, konsep dari teori seleksi alam ini juga disebut sebagai "survival of the fittest".

Proses seleksi alam memungkinkan sifat-sifat yang menguntungkan dari makhluk hidup, contohnya kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, mampu mereproduksi dan mewariskan sifat-sifatnya kepada generasi berikutnya. Diketahui bahwa selama rentang waktu yang lama, makhluk hidup akan dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini karena adanya sifat-sifat dari gen-gen yang menguntungkan yang ada di sebagian besar populasi makhluk hidup.

Beberapa anggota atau individu dari suatu spesies dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya jauh melebihi dari spesies yang lain. Hal ini karena adanya perbedaan hereditas yang kemudian mempengaruhi genetika mereka. Keturunan dari spesies tertentu dapat menghasilkan beberapa spesies yang lebih baik di habitat tertentu, dibandingkan dengan keturunan lainnya walaupun masih dalam satu spesies yang sama.

(Baca juga mengenai Teori Evolusi Lamarck)

Gen-gen ini diturunkan ke generasi berikutnya ketika organisme bereproduksi. Kemampuan beradaptasi menjadikannya bisa bertahan hidup serta bermanfaat bagi spesies tersebut nantinya. Sebagai contoh, evolusi sayap pada burung sangat penting untuk pergerakannya.

Syarat Terjadinya Seleksi Alam

Faktor tertentu sudah pasti harus muncul untuk bisa terjadinya proses ini. Faktor ini selanjutnya disebut sebagai syarat-syarat terjadinya seleksi alam, yaitu:
  • Variasi : Kondisi ini mensyaratkan bahwa organisme dalam suatu populasi harus memiliki karakteristik atau sifat yang berbeda.
  • Keturunan : Keturunan harus mengambil sifat dari kedua orang tuanya. Keturunannya tidak akan menerima serangkaian sifat yang sama dengan salah satu dari kedua induknya melainkan campuran dari fenotip kedua orangtua tersebut.
  • Persaingan : Ada lebih banyak keturunan yang dihasilkan daripada yang bisa bertahan. Keturunan dengan sifat yang lebih baik dalam hal beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan akan bereproduksi lebih efektif dan bertahan hidup daripada yang lain.

Berdasarkan sifat-sifat di atas, populasi akan mengakumulasi sifat-sifat yang memungkinkan mereka untuk bereproduksi dan bertahan dalam persaingan dengan organisme lain.

Contoh Seleksi Alam

Seleksi alam secara sederhana mengambil prinsip "siapa yang kuat dialah yang menang". Di bawah ini merupakan beberapa contoh seleksi alam, yaitu:
  1. Pada awalnya jumlah jari kaki kuda ada 5, namun untuk menyesuikan diri dengan kondisi tanah lunak yang lebih banyak terdapat makanannya maka jari kaki kuda tinggal satu.
  2. Intensnya revolusi industri di Inggris membuat populasi ngengat biston betularia bersayap gelap lebih banyak dibandingkan yang bersayap cerah. Hal ini karena ngengat yang bersayap putih banyak yang tidak mampu bertahan menghadapi kondisi polusi asap dan debu industri.
  3. Di Kepulauan Galapagos, Burung finch mempunyai bentuk paruh yang bervariasi, padahal burung tersebut masih merupakan spesies yang sama.

(Baca juga mengenai Teori Abiogenesis)

Faktor Penyebab Seleksi Alam

Seleksi alam adalah sebuah proses yang lambat, dimana proses keterjadiannya membutuhkan waktu ribuan hingga jutaan tahun. Spesies biasanya akan berevolusi dari bentuk kehidupan yang lebih sederhana dan spesies yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya memiliki peluang terbaik untuk dapat bertahan hidup.

Selama periode waktu yang lama tersebut, karakteristik organisme akan berubah secara drastis ketika spesies mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungannya demi menghindari kepunahan. Para ilmuwan menggunakan bukti fosil untuk mencatat perubahan yang terjadi pada spesies tertentu hingga kemampuan adaptasinya. Ada banyak faktor penyebab terjadinya seleksi alam, diantaranya yaitu:
  1. Munculnya predator baru
  2. Munculnya penyakit baru
  3. Persaingan ketat dalam mendapatkan makanan
  4. Hilangnya habitat
  5. Perubahan lingkungan di sekitarnya

Dari sini dapat disimpulkan bahwa seleksi alam adalah proses yang membutuhkan waktu sangat lama dan memungkinkan organisme bisa beradaptasi dengan lingkungan dengan cara mewariskan sifat-sifat yang bermanfaat kepada generasi berikutnya. Agar proses penyeleksian bisa terjadi, maka harus ada variasi sifat tertentu yang diwariskan, keberlangsungan hidup yang berbeda, dan bahwa sifat tersebut harus berguna untuk reproduksi selanjutnya dalam spesies tersebut.

Bukti telah terjadinya seleksi alam dapat terdokumentasi dengan baik melalui jejak fosil yang ditemukan. Proses seleksi oleh kondisi alam ini tidak hanya memungkinkan spesies untuk bertahan hidup dan menghindari kepunahan, tetapi juga dapat menyebabkan perilaku spesies berubah dan menyimpang selama ribuan tahun.