Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Air di Planet Mars Terus Berkurang

air di planet mars
Gambar ilustrasi air di planet Mars.

Temuan mengejutkan bahwa air yang ada di planet Mars lebih cepat hilang dari yang kita bayangkan ini dapat membantu para peneliti lebih memahami mengapa Mars saat ini merupakan planet dengan padang pasir yang luas. Air yang hilang di Mars kenyataannya lebih intens daripada yang diperkirakan sebelumnya, hal inilah yang membantu menjelaskan bagaimana Planet Merah kehilangan laut, danau, dan sungainya pada masa lalu.

(Baca juga ciri ciri planet Mars)

Meskipun Mars sekarang sangat dingin dan kering, masih dapat terlihat lembah sungai berliku dan hamparan danau kering menunjukkan bahwa air pernah menutupi sebagian besar Planet Merah ini, yaitu sekitar miliaran tahun yang lalu. Sisa-sisa air di Mars sebagian besar terkunci di lapisan es beku di kutub planet ini, dan terindentifikasi memiliki jejak kurang dari 10% air yang pernah mengalir di permukaan Mars.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa air Mars sebagian besar mengalir ke luar angkasa. Radiasi ultraviolet dari matahari memecah air di atmosfer bagian atas Mars untuk selanjutnya membentuk hidrogen dan oksigen. Banyak dari hidrogen ini kemudian melayang ke luar angkasa, mengingat sifat hidrogen yang luar biasa ringan dan gravitasi Mars yang hanya 40% dari kekuatan gravitasi Bumi.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah besar air secara teratur dapat masuk secara cepat ke lapisan atmosfer bagian atas Mars. Peristiwa ini dapat dijelaskan setelah ilmuwan menganalisis data dari "Trace Gas Orbiter" yang melingkari Mars. Penelitian yang dilakukan ini merupakan bagian dari program ExoMars Eropa-Rusia, dimana disini para ilmuwan fokus pada bagaimana cara air terdistribusi naik dan turun di atmosfer Mars.

Para peneliti menemukan bahwa perubahan musim adalah faktor kunci yang menjelaskan bagaimana uap air didistribusikan ke atmosfer Mars. Misalnya, selama musim panas di planet ini, sebagian besar atmosfer akan menjadi "jenuh" dengan uap air 10 hingga 100 kali lebih banyak daripada yang seharusnya, dan secara teoritis hal ini memungkinkan air dapat mencapai atmosfer paling atas.

(Baca juga ciri ciri planet Jupiter)

Tingkat kejenuhan yang luar biasa ini ternyata tidak ditemukan dimanapun di planet lain dalam sistem tata surya kita. Para ilmuwan terkejut bahwa uap air dalam jumlah besar dapat mencapai hingga lapisan atmosfer bagian atasnya. Sebelumnya, ilmuwan memperkirakan distribusi uap air di atmosfer mars akan terbatasi oleh suhu dingin planet ini sehingga uap air akan mengembun menjadi awan.

Secara teoritis, jika uap air secara teratur dapat melayang begitu tinggi ke atmosfer Mars tanpa dihentikan oleh proses kondensasi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hilangnya air di Mars jauh lebih intens daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Akan ada saatnya nanti, para ilmuwan di masa depan dapat mengukur secara akurat banyaknya air di planet mars yang terdistribusi ke atmosfer bagian atas planet ini, sehingga para ilmuwan dapat memahami bagaimana atmosfer Mars melepaskan uap airnya ke luar angkasa.