Lapisan Hidrosfer : Pengertian, Contoh Gejala, Fenomena dan Fungsinya

contoh hidrosfer
Apa itu Hidrosfer? - Bumi adalah salah satu planet yang ada di gugusan tata surya yang mana bisa ditempati oleh manusia. Bumi sendiri pada dasarnya tertutup oleh permukaan yang berbentuk daratan dan perairan. Permukaan perairan inilah yang biasa disebut sebagai lapisan hidrosfer. Pada artikel materi hidrosfer ini akan dibahas secara lengkap tentang lapisan hidrosfer serta segala hal menarik tentangnya.

Pengertian Hidrosfer

Sebelum membahas lebih dalam tentang perairan yang ada di permukaan ini, hal pertama yang harus dipahami adalah pengertian hidrosfer itu sendiri. Namun sebelum memahami pengertian hidrosfer, tentu kita harus mengetahui asal asul kata tersebut.

Kata "Hidrosfer" berasal dari bahasa Yunani, yaitu hydro dan sphere. Hydro memiliki makna air sedangkan sphere berarti lapisan. Jadi jika kedua kata itu digabungkan akan membentuk sebuah istilah yang dikenal sebagai lapisan air. Secara definisi, pengertian lapisan hidrosfer adalah lapisan air baik itu di udara, permukaan, maupun di bawah permukaan bumi.

Lapisan hidrosfer sendiri bisa hadir dalam bentuk lapisan air yang padat, cair maupun berbentuk gas. Berdasarkan hal tersebutlah maka ruang lingkup hidrosfer mencakup berbagai jenis air dan tubuh air yang ada di bumi misalnya sungai, samudra, laut, danau, gletser bahkan air yang ada di atmosfer dan di dalam tanah.

(Lihat juga pengertian air)

Contoh Gejala Hidrosfer

Sama seperti lapisan-lapisan lainnya yang ada di bumi (lapisan atmosfer, tanah dan batuan). Di dalam lapisan hidrosfer juga terdapat gejala-gejala khususnya dan gejala inilah yang membedakannya dengan lapisan bumi lainnya.

Karena tersusun dari unsur air, maka gejala-gejala yang muncul di lapisan hidrosfer juga berhubungan dengan air. Berikut ini adalah beberapa gejala hidrosfer yang sering terlihat di bumi, yaitu:

Mencairnya Es di Kutub

Seperti yang sudah dijelaskan dalam pengertian hidrosfer sebelumnya, ada berbagai jenis air yang ada di permukaan bumi termasuk yang berbentuk padat atau es. Gejala yang terjadi pada jenis air padat ini adalah mencairnya lapisan es di kutub. Gejala ini tentu saja bisa memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia di bumi, seperti perubahan suhu air laut hingga tenggelamnya pulau-pulau di sekitarnya (naiknya muka air laut).

Hujan Asam

Gejala hidrosfer selanjutnya adalah gejala yang juga bisa membawa dampak bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Gejala tersebut adalah terjadinya hujan asam. Gejala ini timbul karena banyaknya kandungan asam yang ada di lapisan atmosfer bumi yang akhirnya mempengaruhi komposisi unsur murni air. Air yang bercampur zat asam ini selanjutnya aka turun ke permukaan bumi dalam bentuk air hujan.

Terjadinya Banjir

Gejala hidrosfer yang paling sering terjadi di permukaan bumi adalah banjir. Gejala ini terjadi karena melimpahnya air permukaan yang membuat area di sekitarnya ikut tergenang.

Contoh Fenomena Hidrosfer

Jika membahas tentang lapisan air yang menutupi permukaan bumi, maka tak akan lengkap jika tidak membahas tentang contoh fenomenanya. Berikut ini adalah macam-macam contoh fenomena hidrosfer yang bisa dijumpai di permukaan bumi.

Daur Air

Fenomena pertama yang bisa dilihat dari lapisan hidrosfer bumi adalah terjadinya proses daur air. Daur air sendiri merupakan serangkaian pergerakan air yang ada di permukaan bumi yang melewati berbagai proses. Proses-proses ini akan terus berlangsung untuk mempertahankan jumlah air di permukaan bumi. Daur air biasa disebut juga dengan proses siklus air atau siklus hidrologi.

Daur air sendiri terbagi lagi menjadi daur pendek, sedang dan panjang. Pembagian tersebut didasarkan pada panjangnya tahapan yang harus dilalui oleh setiap bagian siklusnya. Siklus ini bermula dari air di permukaan bumi yang terus mengalami penguapan hingga sampai pada lapisan atmosfer yang kemudian menjadi hujan, selanjutnya turun kembali ke permukaan bumi dan masuk lagi kedalam tanah melalui proses infiltrasi.

Tahap-tahap yang dilalui oleh air untuk terus melakukan siklus ini pun ada banyak. Siklus hidrologi yang terjadi baik di lapisan hidrosfer yang ada di permukaan bumi hingga ke atmosfer dan kembali lagi ke lapisan hidrosfer ini bermula dari tahap penguapan, pendinginan atau kondensasi, presipitasi dan kembali mengalami proses penguapan.

Semakin panjang proses hidrologi yang dialami oleh air hingga mencapai lapisan hidrosfer di permukaan bumi, semakin banyak pula tahapan yang dilalui oleh air. Daur air yang terjadi pada satu wilayah dengan wilayah lain juga berbeda tergantung pada sumber air yang akan mempengaruhi tahapan yang dilaluinya.

Tubuh Perairan

Fenomena hidrosfer lain yang muncul di permukaan bumi yaitu adanya tubuh perairan. Yang dimaksud dengan tubuh perairan adalah bagian-bagian di permukaan bumi yang tertutup oleh air. Tubuh perairan ini juga dibagi lagi menjadi perairan darat dan perairan laut. Khusus untuk tubuh perairan darat contohnya meliputi:
  1. Sungai ; sungai adalah salah satu bentuk tubuh perairan darat yang terdiri dari air yang mengalir. Aliran akan membentuk macam-macam pola yang biasa disebut dengan pola aliran sungai, yang mengalir dari hulu dan berakhir di hilir (muara laut).
  2. Danau ; bentuk tubuh perairan selanjutnya sebagai salah satu contoh fenomena hidrosfer adalah danau. Danau adalah kawasan perairan yang dikelilingi oleh daratan. Berbeda dengan sungai, danau tidak terdiri dari aliran air yang mengalir.
  3. Rawa ; bentuk terakhir dari tubuh perairan darat sebagai contoh fenomena hidrosfer adalah rawa. Rawa sendiri merupakan kawasan daratan yang selalu basah dan tergenang air.

Fungsi Hidrosfer

Sebagai salah satu lapisan dengan jumlah terbanyak melapisi bumi, lapisan hidrosfer tentu memiliki fungsi yang sangat penting. Lapisan air yang ada di permukaan bumi ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup makhluk yang ada di bumi. Beberapa fungsi tersebut antara lain sebagai berikut:

Sebagai Sumber Energi Bagi Tubuh

Fungsi hidrosfer yang pertama adalah sebagai sumber energi untuk dalam menopang kehidupan makhluk hidup di bumi. Seperti yang sudah umum diketahui jika air adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi oleh tubuh. Di dalam tubuh, air akan di konversi secara kimiawi untuk selanjutnya berubah menjadi energi yang bisa membuat makhluk hidup bertahan hidup. Dengan adanya lapisan air di permukaan bumi, hal ini tentunya sudah bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan air.

Sebagai Sarana Transportasi

Sebagian wilayah bumi tertutup oleh wilayah perairan, sehingga tak jarang antara satu wilayah dengan wilayah lain juga dipisahkan oleh daerah perairan. Maka disinilah fungsi dari perairan itu, yakni bisa berfungsi sebagai sarana transportasi yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Bahan Utama Proses Fotosintesis pada Tumbuhan

Makhluk hidup lain yang juga membutuhkan peran dari air adalah tumbuhan. Tumbuhan memanfaatkan air sebagai materi yang akan membantu dalam proses fotosintesis. Dalam proses ini air akan bekerja sama dengan karbon dioksida menghasilkan klorofil yang sangat berguna dalam pertumbuhan tanaman. Lihat postingan sebelumnya mengenai bagaimana proses terjadinya fotosintesis.

Sumber Mata Pencaharian Manusia

Kawasan perairan juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber pencaharian oleh manusia, terutama masyarakat yang memang hidup dekat dengan kawasan perairan. Cara pemanfaatannya pun beragam sesuai dengan jenis sumber daya yang ada di kawasan perairan tersebut. Contohnya nelayan yang mencari ikan dari laut yang merupakan salah satu tubuh perairan.

Itulah tadi penjelasan lengkap tentang lapisan hidrosfer bumi beserta gejala-gejala, fungsi, dan fenomenanya. Dengan memahami hal-hal yang berkaitan dengan air sebagai lapisan terbanyak yang ada dibumi, diharapkan manusia bisa turut berperan aktif dalam menjaga kelestariannya. Dengan begitu tidak akan memberikan dampak yang merugikan bagi manusia. Semoga penjelasan di atas juga bisa bermanfaat bagi Anda yang hendak membuat tugas makalah hidrosfer maupun segala hal tentang lapisan air ini.

Posting Komentar