Proses Siklus Air dan Urutan Tahapannya [TERLENGKAP]

siklus air
Gambar siklus air

Apa yang dimaksud Siklus Air?

Siklus air biasa disebut siklus hidrologi adalah sebuah sirkulasi atau daur air berkelanjutan yang melibatkan atmosfer, permukaan bumi, hingga bawah permukaan bumi. Dari berbagai macam penjelasan urutan proses siklus air, keterlibatan peristiwa penguapan, transpirasi, kondensasi, presipitasi, limpasan dan infiltrasi merupakan proses yang paling penting untuk mendapatkan gambaran tahapan siklus air.

Sebenarnya pengertian siklus air adalah sebuah pengertian yang umum dan terkadang beberapa pakar membaginya secara khusus yaitu ketika air berada di tanah dijelaskan dengan siklus air tanah, dan ketika air naik ke atmosfer dan turun kembali ke bumi dijelaskan melalui siklus hujan. Seperti yang diketahui bahwa bumi adalah planet yang permukaannya terdiri dari perairan dan daratan. Dari kejauhan, akan terlihat bahwa perairan jauh lebih luas dibandingkan dengan daratan.

Sekedar mengingatkan kita mengenai pengertian air bahwa air adalah senyawa yang tersusun atas unsur hidrogen dan oksigen atau dikenal dalam rumus kimia H2O. Sumber air di muka bumi sendiri sangatlah bermacam-macam, mulai dari sungai, danau, samudra, mata air dan lain sebagainya. Jadi tidak mengherankan jika banyak orang yang penasaran dengan siklus hidrologi.

Siklus air memang sangat menarik untuk dibahas. Tidak mengherankan jika informasi ini seringkali diajarkan di bangku sekolah maupun kuliah. Siklus hidrologi berlangsung terus menerus sehingga air tidak akan pernah habis meskipun digunakan sampai kapanpun. Siklus ini sangat berkaitan dengan keseimbangan ekosistem sehingga harus selalu terjaga.

Urutan Tahapan Siklus Air

Tahapan dalam sebuag siklus hidrologi adalah serangkaian proses yang tergabung dan saling berkaitan. Tahapan-tahapan ini berupa bentuk skema memutar sehingga disebut dengan istilah siklus. Pada prinsipnya siklus air dibedakan hanya 3 tahapan utama, walaupun beberapa literatur menuliskan hingga 5 tahapan.

Penambahan tahapan dalam beberapa literatur sebenarnya hanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait dengan tahapan utama. Sebagai contoh tahapan pada proses evaporasi, dimana secara umum evaporasi mengandung pengertian sebagai penguapan air, akan tetapi banyak literatur yang membaginya menjadi tahapan evaporasi dan tahapan transpirasi.

Begitu pula pada tahapan presipitasi yang mengandung pengertian pelepasan partikel air, dimana beberapa orang membaginya lagi menjadi tahapan infiltrasi dan limpasan (runoff). Semua ini tergantung bagaimana Anda memahami urutan proses dari sebuah siklus air.

Di bawah ini adalah penjelasan urutan tahapan dalam siklus air yang geologinesia bagi menjadi 3 tahapan UTAMA yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.

Evaporasi

Penguapan adalah salah satu proses utama dalam siklus, adalah transfer air dari permukaan bumi ke atmosfer. Dengan penguapan, air dalam bentuk cair dipindahkan ke bentuk gas, atau uap. Transfer ini terjadi ketika beberapa molekul dalam massa air memperoleh energi kinetik yang cukup untuk membebaskan diri dari permukaan air.

Faktor utama yang mempengaruhi penguapan adalah suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan radiasi matahari. Pengukuran langsung penguapan cukup sulit dan hanya mungkin dilakukan dibeberapa titik lokasi. Sumber utama titik penguapan air adalah di lautan, tetapi penguapan juga dapat terjadi di tanah, salju, dan es. Penguapan salju dan es merupakan konversi langsung dari bentuk air yang padat ke bentuk uap, disebut juga sebagai sublimasi.

Transpirasi adalah penguapan air melalui pori-pori kecil atau stomata di daun tanaman. Untuk lebih praktis, proses transpirasi dan penguapan dari semua air baik yang ada di tanah, salju, es, vegetasi, dan permukaan bumi lainnya disatukan menjadi satu, dan kemudian disebut evapotranspirasi (penguapan total).

Uap air adalah bentuk utama kelembaban atmosfer. Meskipun penyimpanannya di atmosfer relatif kecil, uap air sangat penting dalam menghasilkan persediaan uap air untuk pembentukan embun beku, kabut, awan, dan hujan. Semua uap air yang ada di atmosfer terbatas hanya pada lapisan troposfer saja (wilayah di bawah 10 hingga 13 kilometer).

Kondensasi

Proses transisi dari keadaan uap air ke keadaan cair disebut kondensasi. Suatu zat dapat terkondensasi ketika tekanan yang diberikan oleh uapnya melebihi tekanan uap dari fase cair atau padat sebuah zat pada suhu permukaan tempat terjadi kondensasi. Kondensasi dapat terjadi segera setelah udara mengandung lebih banyak uap air yang diterima dari proses evapotranspirasi.

Kondensasi terjadi sebagai akibat dari pendinginan atau pencampuran massa udara dari sejumlah suhu yang berbeda. Dengan terjadinya kondensasi, uap air di atmosfer akan dilepaskan melalui proses presipitasi (pelepasan partikel air).

Presipitasi

Presipitasi (pelepasan partikel air) yang jatuh ke Bumi didistribusikan dalam empat cara yaitu: beberapa dikembalikan ke atmosfer melalui penguapan, beberapa diambil oleh vegetasi dan kemudian diuapkan kembali dari permukaan daun, beberapa meresap ke tanah melalui proses infiltrasi, dan sisanya akan mengalir langsung sebagai limpasan (runoff) melalui permukaan bumi maupun badan sungai yang pada akhirnya bermuara ke laut.

Infiltrasi adalah proses dimana air di permukaan tanah memasuki tanah yang sangat dipengaruhi oleh gravitasi dan aksi kapiler dalam tanah. Beberapa air hujan yang terinfiltrasi kemudian meresap ke dalam tanah akan membentuk aliran air tanah di bawah permukaan. Pengukuran langsung runoff dilakukan menggunakan pengukur aliran (stream gauges) dan diplot berdasarkan waktu pada hidrograf.

Sebagian besar air tanah berasal dari air hujan yang meresap melalui tanah. Laju aliran air tanah dibandingkan dengan air permukaan adalah sangat lambat dan bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa meter sehari. Pergerakan air tanah dipelajari dengan teknik pelacakan (tracer techniques) dan penginderaan jauh.

Es juga berperan dalam siklus air. Es dan salju di permukaan Bumi terjadi dalam berbagai bentuk seperti embun beku (frost), es laut, dan es gletser. Ketika kelembaban tanah membeku, es juga dapat terbentuk di bawah permukaan bumi contohnya pada lapisan es di iklim tundra. Sekitar 18.000 tahun yang lalu gletser dan lapisan es menutupi sekitar 1/3 permukaan bumi, dan saat ini sekitar 12% permukaan tanah telah tertutup oleh massa es.

Macam-Macam Siklus Air

Siklus air dibagi menjadi beberapa macam. Dimana perbedaannya terlihat dari panjang pendeknya proses terjadinya siklus hidrologi tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah macam-macam siklus hidrologi yang harus Anda ketahui.

Siklus Hidrologi Panjang

Siklus hidrologi panjang adalah siklus yang biasanya terjadi di wilayah pegunungan atau beriklim sub tropis. Siklus ini umumnya tidak menghasilkan hujan dalam bentuk air melainkan gletser atau salju terlebih dahulu. Air laut memanas akibat sinar matahari akan menguap menjadi air lalu mengalami proses sublimasi. Selanjutnya, akan mulai terbentuk awan-awan yang di dalamnya terkandung kristal es.

Mulai dari proses tersebut, awan akan mengalami adveksi dan bergerak menuju daratan hingga mengalami presipitasi lalu turun menjadi salju. Kemudian, salju yang terakumulasi akan berubah menjadi gletser. Setelah gletser mencair akibat suhu udara, terbentuklah aliran sungai yang kemudian kembali ke laut.

Siklus Hidrologi Sedang

Selanjutnya ada siklus air sedang yang biasanya terjadi di Indonesia. Siklus hidrologi ini menghasilkan hujan langsung ke atas daratan. Siklus ini terjadi akibat adanya proses adveksi yang membawa awan ke atas daratan. Prosesnya juga tidak terlalu lama karena air laut yang mengalami pemanasan akan menguap menjadi uap air.

Nah, uap air inilah yang terkena tekanan udara dan angin sehingga bergerak secara perlahan menuju ke daratan. Di daratan, akan terbentuk awan yang mengandung uap air lalu jatuh ke bumi sebagai hujan. Hujan tersebut kemudian mengalami run off lalu mengalir menuju sungai dan terakhir ke laut.

Siklus Hidrologi Pendek

Yang ketiga adalah siklus hidrologi pendek yang pada dasarnya tidak mengalami tahapan adveksi. Jadi, uap air yang sudah terbentuk akan diturunkan sebagai hujan di kawasan sekitar laut. Hal inilah yang membuat siklus ini dikenal sebagai siklus hidrologi pendek.

Pentingnya Air Bagi Kehidupan

Air merupakan sumber daya yang sangat penting untuk semua makhluk hidup di bumi. Jika tidak ada air, maka makhluk hidup tidak bisa bertahan hidup. Air tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Tapi ada banyak kepentingan dalam kehidupan manusia yang sangat membutuhkan air, mulai dari mencuci pakaian, mandi, memasak, bahkan dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.

Air masuk dalam kategori sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Jadi untuk bisa memperoleh air, manusia tidak perlu menunggu lama layaknya SDA yang tidak dapat diperbaharui. Sebagai sumber daya alam, air mengalami siklus, inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan siklus hidrologi.

Itulah ulasan terkait proses siklus air beserta penjelasan urutan tahapannya. Mengingat air adalah sumber kehidupan, tidak ada salahnya jika kita menjaganya dengan baik.

Update konten siklus air: Januari 2020.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel