Thursday, July 27, 2017

Batu Sabak : Pengertian, Ciri-ciri, Kegunaan dan Proses Terbentuknya

loading...
Batu sabak adalah batuan metamorf berbutir halus yang berasal dari perubahan serpih atau batu lumpur dengan metamorfisme regional tingkat rendah. Batuan ini biasa disebut "slate" dan sering digunakan atau dimanfaatkan sebagai atap rumah serta interior lantai (ubin) karena daya tahan dan tampilannya yang menarik.

Baca juga: Proses Terbentuknya Batu Genes (Gneiss)

Komposisi dan Ciri-ciri Batu Sabak

Batu sabak utamanya tersusun atas mineral-mineral lempung ataupun mika, tergantung pada tingkat metamorfismenya. Biasanya mineral lempung dalam serpih akan berubah menjadi mineral mika akibat kenaikan suhu maupun tekanan. Batuan ini juga bisa mengandung kuarsa yang berlimpah dengan sejumlah kecil feldspar, kalsit, pirit, hematit, dan mineral lainnya.

Kebanyakan batu sabak berwarna abu-abu muda hingga abu-abu tua. Ada juga beberapa berwarna hijau, merah, hitam, ungu, serta coklat. Warna batu sabak sering ditentukan oleh jumlah dan jenis zat besi serta bahan organik di dalam batuan tersebut.

pengertian-ciri-ciri-kegunaan-proses terbentuknya-batu-sabak
Gambar batu sabak serta pemanfaatannya sebagai atap maupun lantai ubin.

Genesa Pembentukan Batu Sabak

Lingkungan tektonik yang menghasilkan batu sabak biasanya merupakan bekas cekungan sedimen yang terlibat dalam aktivitas lempeng konvergen. Serpih maupun batu lumpur di dalam cekungan akan tertekan oleh gaya horizontal sehingga mengalami sedikit kenaikan panas (proses metamorfisme). Kekuatan tekanan mapun panas inilah kemudian merubah mineral-mineral lempung pada serpih dan batu lumpur tersebut. Selanjutnya akibat tekanan terus menerus, tekstur foliasi akan berkembang membentuk sudut siku-siku sehingga menghasilkan foliasi vertikal, biasanya memotong lapisan serpih ataupun batu lumpur.

Kegunaan dan Pemanfaataan Batu Sabak

Sebagian besar batu sabak yang ditambang di seluruh dunia digunakan untuk memproduksi atap. Dalam hal ini, batu sabak berkualitas baik dapat dipotong tipis-tipis, mempunyai kelembaban minimal, serta tahan terhadap cuaca dingin. Kerugiannya adalah biaya pemasangan atap dari bahan ini lebih mahal dibandingkan dengan bahan atap lainnya. Biaya yang mahal ini membuatnya terbatas hanya digunakan pada proyek-proyek konstruksi mewah karena nilai prestisenya tersebut.

Baca juga: Mengenal Batu Permata Ruby dan Safir

Batu ini juga dapat dimanfaatkan sebagai interior lantai, paving, maupun agregat dekoratif. Pada jaman dulu, batuan ini sering digunakan sebagai papan tulis, meja biliar, batu asah, maupun bidang bagian atas meja. Batuan ini juga merupakan isolator listrik yang bagus, sehingga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan panel listrik dan kotak saklar.
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner