Gunung Tertinggi di Tanzania – Afrika

Gunung Tertinggi di Tanzania Afrika- Tanzania adalah nama sebuah negara di Benua Afrika. Sebagian besar wilayahnya berada di kawasan Afrika Timur sementara beberapa bagian berada di Afrika Selatan. Negara ini berbatasan dengan Kenya, Malawi, Uganda, Zambia, Rwanda, Republik Demokratik Kongo, Burundi, dan Mozambik. Tanzania juga terdiri dari beberapa pulau lepas pantai termasuk Pemba, Unguja, dan Kepulauan Mafia.

Topografi di negara ini pada umumnya bergunung-gunung serta berhutan. Tanzania merupakan wilayah untuk bisa mengunjungi titik tertinggi dan terendah di Benua Afrika, yaitu Gunung Kilimanjaro di 5.895 meter di atas permukaan laut serta dasar Danau Tanganyika di 352 meter di bawah permukaan laut.

Beberapa gunung tertinggi yang ada di Tanzania salah satunya merupakan gunung tertinggi di Benua Afrika dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.

1. Kilimanjaro (5.895 m)

Gunung Kilimanjaro

Gunung Kilimanjaro adalah gunung berapi aktif dan gunung tertinggi di Afrika dengan ketinggian sekitar 5.895 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terdiri dari tiga kerucut vulkanik yang berbeda, termasuk Kibo yang tidak aktif yang bisa meletus lagi, dan Mawenzi dan Shira yang telah punah.

Beberapa teori telah dikemukakan tentang arti dan asal usul nama "Kilimanjaro". Beberapa penjelajah, seperti Johann L Krapf, yang merupakan orang Eropa pertama yang mencapai gunung ini mengartikan bahwa Kilimanjaro berarti "Gunung Keagungan". Ada juga yang mengartikan bahwa Kilimanjaro berarti "Gunung Bersinar", tetapi sebenarnya tidak ada arti yang jelas untuk menjelaskan kata "Kilimanjaro" tersebut.

Gunung Kilimanjaro dialiri oleh beberapa sungai, terutama aliran Lumi dan Pangani di daerah di atas 1.200 meter di atas permukaan laut. Daerah dataran rendah yang kering oleh penguapan dan aktivitas manusia juga mempengaruhi aliran air di gunung ini. Pendakian pertama ke puncak gunung ini dilakukan pada tahun 1889 oleh Meyer dan Purtscheller yang dibantu oleh Lauwo, seorang warga Tanzania.

Taman Nasional Kilimanjaro merupakan sumber pemasukan ekonomi utama bagi pemerintah Tanzania. Dari taman nasional tersebut dapat menghasilkan rata-rata US$ 50 juta per tahun. Iklim gunung Kilimanjaro dipengaruhi oleh ketinggiannya dimana terjadi dua kali musim hujan.

2. Mawenzi (5.148 m)

Mawenzi adalah gunung tertinggi kedua di Tanzania dan juga tertinggi ketiga di Afrika setelah Gunung Kilimanjaro dan Gunung Kenya. Mawenzi juga memiliki puncak tertinggi kedua di rangkain pegunungan Kilimanjaro setelah Kibo dengan ketinggian 5.148 meter di atas permukaan laut.

Puncaknya terlihat lebih mirip dengan gumpalan batu yang terjal. Mawenzi I memiliki puncak berbentuk tapal kuda dengan sisi yang curam untuk menahan gletser. Gunung ini tidak memiliki salju permanen sehingga memudahkan pendaki untuk mendaki ke titik tertinggi yaitu Puncak Han Meyer.

Ada juga puncak lain di gunung ini, yaitu Purtscheller Peak dan South Peak. Gunung Mawenzi memiliki karakteristik yang sama dengan Gunung Kilimanjaro dan pertama kali didaki oleh Meyer dan Purtscheller pada tahun 1889.

3. Meru (4.562 m)

Gunung Meru terletak 70 kilometer di sebelah barat Kilimanjaro dan memiliki ketinggian 4.562 meter di atas permukaan laut. Meru adalah gunung tertinggi nomor 3 di Tanzania dan nomor 5 di Afrika.

Gunung Meru adalah gunung tipe stratovolcano yang kehilangan sebagian besar materialnya pada ribuan tahun yang lalu karena ledakan vulkanik. Gunung ini masih memiliki beberapa aktivitas vulkanik, termasuk letusan kecil tahun 1910 yang menyebabkan pembentukan kerucut dan kawah di sekitarnya.

Lereng Gunung Meru yang subur yang menjulang di atas Savana menjadi daya dukung hutan disekitarnya yang merupakan habitat bagi beragam satwa liar termasuk beberapa jenis mamalia dan burung seperti macan tutul dan monyet.

Gunung ini juga merupakan situs topografi untuk Taman Nasional Arusha. Beberapa orang percaya bahwa bahtera Nuh karam di Gunung Meru setelah banjir surut. Namun, beberapa orang Kristen percaya bahwa bahtera itu bersandar di Gunung Ararat di Armenia, bukan di Gunung Meru.

Komentar