Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mineral Rutile : Definisi, Sifat dan Kegunaan

Definisi Rutile?

Apa itu mineral rutile? rutile adalah nama mineral dari titanium oksida dengan rumus kimia TiO2. Mineral ini dapat ditemukan di batuan beku, metamorf, dan sedimen (endapan placer). Kristal rutile dapat terlihat berbentuk jarum yang menempel pada mineral lain.

Rutile memiliki berat jenis yang tinggi dan sering terakumulasi setelah terbawa aliran air sungai maupun gelombang laut. Akumulasi mineral rutil biasanya dalam bentuk pasir mineral berat (heavy mineral sands) yang terendapan di darat ataupun pinggiran pantai. Penambangan rutile yang ada di dunia hampir sebagian besar dilakukan di deposit pasir tersebut.

Kegunaan rutile yang paling utama aadalah sebagai bijih titanium. Rutile yang dihaluskan akan berubah menjadi bubuk putih yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pigmen dalam cat, plastik, bahkan dalam pembuatan pasta gigi.

Mineral rutile hadir sebagai mineral tambahan (asesoris) di batuan beku plutonik (khususnya granit) dan batuan beku seperti lamproit dan peridotit. Di batuan metamorf, rutil dapat ada di batuan seperti gneiss, eklogit, dan sekis. Kenampakan kristal yang sempurna dari mineral ini kadang-kadang dapat terlihat dalam skarn dan pegmatit.

Deskripsi Sifat-Sifat Mineral Rutile

Sifat Kimia Rutile
Nama Rutile (Rutil)
Group Mineral Group Rutile (argutit, kasiterit, pyrolusit, platnerit)
Klasifikasi Kimia Mineral Oksida
Rumus Kimia TiO2
Daftar Unsur Ti, O
Asosiasi Mineral Anatase, muskovit, brookit, siderit, hematit, kuarsa, kalsit, ilmenit, klorit
Unsur Pengotor Cr,Fe,Sn,Ta,V,Nb,W,Sb

mineral rutile
Kenampakan mineral rutile.

Sifat Fisik Rutile
Warna Merah darah, coklat, kuning, hitam, kuning kecoklatan, hitam keabu-abuan, ungu
Cerat Merah kecoklatan, coklat pucat, kuning muda, dan hitam keabu-abuan
Transparansi Transparan
Kilap Metal, adamantine
Belahan Baik {001}
Diafenitas Opak dan transparan di bagian pinggir yang tipis
Kekerasan Mineral 6-6.5 skala mohs atau VHN100=894-974 kg/mm2 skala vickers
Berat Jenis 4.25 g/cm3 (kalkulasi), 4.23 g/cm3 (terukur)
Sistem kristal Tetragonal
Tenacity Rapuh (brittle)
Pecahan Ireguler, konkoidal, Sub-konkoidal
Setting Geologi Mineral asesoris di batuan beku dan batuan metamorf tekanan dan suhu tinggi. Kelimpahannya di endapan placer.

kristal rutile
Struktur kristal rutile.

Sifat Optik Rutile
Pleokroisme Terlihat (visible)
Nilai RI nω=2.605-2.613 nε=2.899-2.901
Dispersi Kuat
Tipe Optik Sign Uniaxial (+)
Birefringence Maksimal δ=0.294
Anisotropisme Kuat
Relief Optik Sangat tinggi

Kegunaan Mineral Rutile

Pemanfaatan utama dari mineral rutile adalah sebagai bahan pembuat pigmen titanium oksida, campuran pada pembuatan keramik yang tahan panas, dan menghasilkan logam titanium. Pigmen titanium oksida digunakan dalam industri pembuatan plastik dalam hal menghasilkan warna putih pada plastik, dan untuk membuat kertas dengan tingkat kecerahan yang tinggi.

Warna yang dihasilkan dari titanium oksida ini sangat sulit pudar dan juga tidak beracun, serta dan stabil secara kimia. Sifat yang demikian membuat mineral ini bermanfaat sebagai pigmen dalam indstri kosmetik, makanan, obat-obatan, dan pasta gigi.

Rutile Buatan (Sintetis)

Sebenarnya sifat optiknya yang mempunyai indeks bias sangat tinggi, kilap adamantine, dan dispersi yang kuat, membuat mineral ini bersaing dengan intan dalam menghasilkan kristal berkelas permata. Namun sayangnya, mineral ini secara alami jarang mempunyai warna kristal yang jernih yang membuatnya terlihat indah sebagai batu permata.

Akan tetapi, saat ini rutile dapat dibuat oleh manusia atau biasa dikenal sebagai rutile sintetis. Rutil sintetis pertama kali di buat pada tahun 1940, dengan model yang hampir tidak berwarna dengan tingkat kejelasan yang sangat indah. Rutil buatan tersebut kemudian dipotong menjadi permata yang dinamakan "Titania".

Pada awalnya "titania" sangat populer digemari para pecinta permata, namun belakangan diketahui bahwa titania ternyata tidak tahan terhadap goresan, sehingga popularitas rutil sintetis menjadi hilang dalam waktu yang singkat. Hal ini sangat dimungkinkan karena pada dasarnya rutile memiliki kekerasan 6 skala mohs, sedangkan intan kekerasannya 10 skala mohs. Tingkat kekerasan mineral sangat mempengaruhi daya tahan sebuah mineral.