Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Astatin, Unsur Terlangka di Bumi dan Alam Semesta

Mayoritas unsur di planet kita hadir dalam jumlah besar, tetapi apakah Anda percaya bahwa ada 1 unsur di alam semesta (bukan hanya di Bumi) yang jumlahnya hanya ada 31 gram saja?. Ya, unsur tersebut adalah Astatin, yang merupakan unsur terlangka di alam semesta ini.

Apa itu Astatin?

Berbeda jauh dengan lusinan unsur yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar kita (contohnya oksigen dan karbon dioksida), unsur terlangka di alam semesta ini dianggap paling jarang dan sangat sulit dijumpai.

Saat ini, Astatin masih merupakan pemegang rekor unsur terlangka di alam semesta dengan jumlah keterdapatannya yang sangat sedikit. Sekali lagi digarisbawahi bahwa Astatin hanya ada di alam semesta sebanyak 31 gram saja.

Astatin pertama kali disintetis pada tahun 1940 oleh Kenneth Ross MacKenzie, Emilio G. Sgre, dan Dale R. Corson di University of California. Mereka kemudian menamainya dengan kata yunani "astatos", yang berarti "tidak stabil".

Lihat juga mengenai: Tata Nama Senyawa Kimia

Mengapa Astatin Sangat Sulit Ditemukan?

unsur terlangka di bumi dan alam semesta

Pada awalnya Astatin merupakan unsur abstrak yang hanya dipakai oleh para ilmuwan untuk kebutuhan teoritis saja (sebagai pelengkap dalam tabel periodik unsur kimia).

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa dalam tabel periodik harus ada unsur yang memiliki 85 proton di nukleusnya, dan itu harusnya dapat ditemukan di planet kita ini.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, mereka berhasil membuktikan keberadaan Astatin melalui eksperimen di laboratorium. Namun, untuk menemukan Astatin di alam adalah sesuatu hal yang sangat sulit, berbeda dengan unsur lainnya seperti oksigen, hidrogen, karbondioksida dan lain sebagainya.

Astatin sangat langka karena sifat radioaktifnya yang sangat tinggi, sehingga unsur ini setelah luruh akan secara otomatis menguap atau hilang dengan sendirinya.

Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa secara praktis unsur ini mustahil bisa kita jumpai, sehingga unsur ini hanya dapat digunakan untuk studi teoritis saja.

Spekulasi dan Dugaan Sifat Astatin

Astatin memiliki simbol kimia AT dengan nomor atom 85. Unsur ini muncul sebagai produk peluruhan dari unsur lain. Namun, karena sifat radioaktifnya yang sangat tinggi maka unsur ini akan langsung menguap ketika selesainya proses peluruhan elemen asalnya.

Semua isotop dari unsur ini umurnya sangat pendek, dimana isotop yang paling mampu bertahan "hidup" hanya 8 jam.

Ilmuwan tidak pernah berhasil mendapatkan sampel unsur ini dalam bentuk murni. Inilah yang membuat astatin sangat sulit dipahami baik itu sifat fisik, kimia, maupun karakteristiknya yang lain.

Lihat juga tentang: Sifat-Sifat Nitrogen

Mereka memperkirakan sifat unsur ini praktis hanya berdasarkan penempatannya di dalam sistem periodik unsur. Namun sebenarnya sifat yang berdasarkan hal tersebut adalah sesuatu yang kurang meyakinkan.

Mereka percaya bahwa Astatin adalah analog dari iodium yang massanya lebih berat dan harus dikategorikan dalam kelompok unsur halogen, bersamaan dengan brom, klor, dan iodium.

Beberapa peneliti meyakini bahwa astatin mempunyai kenampakan fisik berwarna gelap dan kemungkinan besar bersifat semikonduktor. Kontrovesi seperti ini sangat sering ditemukan antar peneliti.

Dari semua perbedaan pendapat, hanya 1 hal yang disepakati yaitu bahwa astatin mempunyai titik leleh yang lebih tinggi dari iodium, karena sejumlah kecil sampel anionik yang ditemukan pada unsur ini sangat menyerupai iodium. Inilah yang menegaskan Astatin dan Iodium serupa tapi tak sama.

Astatin juga dianggap mampu berperilaku seperti logam dan bisa membuat kation monatomik yang stabil dalam cairan.