6 Cara Melestarikan Hutan Mangrove (Bakau)

cara melestarikan hutan mangrove
Upaya Pelestarian Hutan Mangrove - Hutan adalah kawasan yang memiliki peran penting bagi bumi. Hutan dengan pohon yang tumbuh di dalamnya menjadi sumber oksigen bagi makhluk hidup di bumi serta tempat hidup bagi berbagai spesies makhluk hidup. Tidak hanya itu, hutan mangrove (bakau) yang berada di pinggir laut juga berperan sangat penting dalam mencegah abrasi oleh air laut.

Sayangnya, belakangan kelestarian hutan semakin terancam dengan berbagai tindakan tidak bertanggung jawab yang kebanyakan dilakukan oleh manusia. Berikut ini akan dijelaskan tentang upaya pelestarian hutan, terutama melestarikan hutan mangrove untuk mencegah kerusakan hutan mangrove di Indonesia.


Apa itu Hutan Mangrove dan Bagaimana Ciri-Cirinya?

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, ada berbagai jenis hutan yang bisa ditemukan di bumi, termasuk di Indonesia. Salah satunya adalah hutan mangrove. Hutan mangrove atau yang juga dikenal dengan hutan bakau adalah jenis hutan yang terletak di kawasan perairan payau. Keberadaan hutan mangrove ini sangat terpengaruh oleh adanya peristiwa pasang dan surut air laut.

Hutan bakau atau hutan mangrove memiliki karakteristik yang membedakan dengan jenis hutan lainnya. Baik dari segi lokasi, jenis tanaman yang tumbuh di dalamnya ataupun jenis tanah yang terdapat di kawasan ini berbeda dengan jenis hutan yang berada di lingkungan darat. Berikut adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh hutan mangrove, yaitu:

1. Terdapat di Kawasan Perairan Payau
Ciri utama dari hutan mangrove adalah lokasi atau tempatnya. Hutan mangrove adalah hutan yang berada di kawasan perairan, terutama perairan payau. Wilayah perairan payau adalah wilayah perairan yang merupakan peralihan antara perairan tawar dan wilayah perairan laut yang asin. Lokasinya biasanya berada di kawasan pinggir laut atau dekat dengan pantai.


2. Jenis Tanaman yang Tumbuh adalah Mangrove
Ciri selanjutnya adalah jenis tanaman. Hutan mangrove hanya ditumbuhi oleh tanaman mangrove dengan ciri khas berupa akar yang mencuat ke atas atau ke permukaan. Meskipun begitu ada banyak jenis hewan yang menjadikan hutan mangrove sebagai habitat hidupnya, seperti kepiting, udang, burung dan beberapa jenis hewan lainnya.

3. Terpengaruh oleh Pasang Surut Air Laut
Selanjutnya, hutan mangrove adalah jenis hutan yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Karena itu, hutan mangrove juga berperan penting agar kawasan sekitarnya tidak terkena dampak pasang surut air laut. Selain itu, adanya hutan mangrove ini juga bisa mencegah dampak yang bisa ditimbulkan oleh abrasi.

Upaya yang Dilakukan untuk Melestarikan Hutan Mangrove

Setiap jenis hutan memiliki manfaat atau peran yang penting bagi lingkungan. Begitu juga dengan hutan mangrove ini. Sayangnya, semakin hari semakin banyak oknum tak bertanggung jawab yang secara sengaja merusak keberadaan hutan ini untuk kepentingan pribadi. Karena itu, saat ini hutan mangrove semakin terancam keberadaannya.

Untuk menghindari dampak yang lebih besar akibat kerusakan hutan ini, gerakan konservasi hutan mangrove pun semakin gencar dilakukan. Beberapa cara melestarikan hutan mangrove dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

1. Melakukan Pembibitan Tanaman Mangrove
Kesadaran akan pentingnya peran hutan mangrove serta semakin terancamnya keberadaan hutan mangrove saat ini menggerakkan banyak pihak untuk melakukan pelestarian terhadap hutan mangrove.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pembibitan tanaman mangrove. Pembibitan ini adalah penanaman bibit di lahan pembibitan mangrove dengan bibit yang didapatkan dari hasil budidaya.

Tanaman mangrove sendiri sebenarnya bisa menghasilkan bibit sendiri dari pohon induknya. Namun, proses ini akan membutuhkan waktu jika menunggu bibit dari pohon induk muncul secara alami. Karena itu upaya pembibitan dengan bibit yang sudah ditanam sebelumnya akan membantu mempercepat proses regenerasi tanaman mangrove.

2. Penanaman Kembali Hutan Mangrove
Upaya melestarikan hutan mangrove selanjutnya adalah tahap lanjutan dari upaya pembibitan. Setelah bibit yang ditanam sudah cukup umur, selanjutnya bisa dilakukan penanaman bibit tersebut di kawasan hutan mangrove.

Upaya ini membutuhkan peran serta dari manusia yang sangat besar. Tanpa peran dari manusia, proses penanaman kembali sebagai upaya pelestarian ini tidak akan bisa berhasil.

3. Restorasi Hutan Mangrove
Berbeda dengan upaya reboisasi yang sepenuhnya bergantung pada peran manusia, maka restorasi berbeda. Upaya restorasi ini sepenuhnya bergantung pada alam dan kemampuan hutan mangrove untuk mengembalikan kondisinya seperti semula. Hal ini mungkin saja terjadi sebab hutan mangrove atau mangrove memang memiliki kemampuan tersebut.

Namun, kembali lagi, kendala utama adalah waktu yang dibutuhkan untuk restorasi secara alami ini cenderung lebih lama. Selain lama, dibutuhkan kondisi lingkungan tertentu yang bisa membuat proses restorasi ini bisa terjadi.

4. Memperbaiki Lingkungan Sekitar Hutan
Kerusakan hutan mangrove tidak hanya disebabkan oleh berkurangnya pohon mangrove yang menjadi populasi utama jenis hutan ini. Kerusakan hutan mangrove juga disebabkan karena pencemaran atau polusi air maupun polusi tanah yang kebanyakan berasal dari manusia sendiri.

Polusi air dan tanah bisa merusak ekosistem hutan mangrove yang tidak hanya terdiri atas pohon mangrove. Ada ikan, kepiting, udang dan berbagai jenis hewan lain yang mendapatkan makanan dari perairan di sekitar hutan mangrove.

Karena itu, ketika lingkungan hutan mangrove tercemar maka akan berpengaruh pada ekosistem hutan mangrove tersebut. Untuk mengatasinya, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengatasi polusi yang menyebabkan kerusakan tersebut.

5. Pengelolaan Tata Ruang untuk Perluasan Kawasan Hutan
Upaya melestarikan hutan bakau selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan ini adalah dengan melakukan perluasan persebaran tanaman mangrove. Salah satu penyebab kerusakan hutan mangrove adalah penggundulan hutan yang dimanfaatkan untuk membuat cottage atau hotel di atas air ataupun berbagai untuk tujuan komersil. Hal tersebut membuat luas hutan mangrove terus berkurang.

Upaya perluasan kawasan hutan mangrove dilakukan dengan melakukan perbaikan tata kelola di kawasan pesisir pantai. Tata kelola ini termasuk pengelolaan kawasan mana yang bisa dijadikan sebagai kawasan wisata dan wilayah mana yang harus tetap dibiarkan sebagai hutan mangrove.

Perluasan kawasan hutan mangrove tersebut juga bisa dilakukan dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali kawasan hutan mangrove yang sebelumnya gundul. Dengan begitu kawasan hutan mangrove akan kembali sebagaimana seharusnya.

6. Memberikan Edukasi Pentingnya Hutan Mangrove Kepada Masyarakat
Sudah tidak diragukan lagi jika manusia adalah faktor mayoritas penyebab kerusakan hutan mangrove. Memberikan edukasi tentang pentingnya fungsi hutan mangrove akan membantu dalam upaya melestarikan keberadaan hutan mangrove.

Dengan edukasi lebih dalam tentang hutan mangrove kepada masyarakat diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran dalam diri masyarakat tentang fungsi pentingnya hutan mangrove. Dengan begitu diharapkan masyarakat juga akan berpartisipasi dan berperan aktif dalam upaya pelestarian ini.

Cara Melestarikan Hutan Mangrove:
  • Melakukan pembibitan tanaman mangrove
  • Melakukan penanaman kembali hutan mangrove yang gundul
  • Melakukan perluasan kawasan hutan mangrove
  • Tidak mencemari lingkungan disekitar hutan mangrove
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat awam tentang pentingnya keberadaan hutan mangrove
  • Melakukan pengelolaan tata ruang di kawasan sekitar pantai.

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang definisi, ciri-ciri, dan cara melestarikan hutan mangrove (bakau). Sebagai salah satu jenis hutan yang dilindungi, hutan mangrove juga memiliki peran penting bagi eksistensi makhluk hidup di bumi.

Tindakan yang tidak bertanggung jawab dari manusia membuat kelestarian hutan mangrove terus terancam. Beberapa cara dan upaya di atas merupakan bentuk kepedulian kita pada pelestarian hutan mangrove. Hal ini harus terus dipertahankan agar lingkungan tempat kita hidup dapat selalu memberikan manfaat yang optimal kepada manusia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel