Uniknya Kondisi Geografis Benua Eropa

kondisi geografis benua eropa
Kondisi Geografis Benua Eropa - Benua Eropa merupakan benua dengan luas terkecil kedua di dunia. Membentang dari wilayah Kepulauan Islandia di bagian barat hingga ke Pegunungan Ural di sebelah timur. Titik paling utara benua ini terletak di Kepulauan Svalbard yang masuk dalam wilayah Negara Norwegia, membentang ke arah selatan hingga ke pulau-pulau Malta dan Yunani. Yuk, mengenal lebih jauh mengenai kondisi geografis benua eropa beserta keunikannya.

Benua Eropa juga digambarkan sebagai sebuah semenanjung. Semenanjung sendiri bermakna sebidang daratan yang dikelilingi oleh wilayah air di tiga sisinya. Benua ini disebut semenanjung karena letak Benua Eropa berbatasan dengan Samudra Atlantik di sebelah barat, Arktik di utara dengan semenanjung utamanya terdiri dari Italia, Iberia, dan Balkan. Antara setiap bagian ini kemudian menjadi kekuatan dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi sepanjang sejarah benua ini.

Kondisi Relief Benua Eropa

Relief suatu wilayah dapat ditunjukkan dengan bentukan morfologinya, yang secara sederhana disebut dengan fisiografi. Benua Eropa dapat dibagi ke dalam 4 fisiografi utama, yaitu Dataran Tinggi Barat, Tengah, Utara, dan Pegunungan Alpen.

Dataran Tinggi Barat

Dataran tinggi ini melengkung ke arah tepi berat Eropa yang kemudian membentuk relief Skandinavia (Swedia, Norwegia dan Denmark, Islandia, Skotlandia, Finlandia, Spanyol serta Portugal.

Dataran tinggi ini didefinisikan oleh adanya batuan purba yang sifatnya keras dan terbentuk oleh proses penipisan. Glasiasi merupakan proses perubahan tanah akibat lapisan es atau gletser. Saat gletser di daerah tersebut surut, yang tersisa kemudian adalah berbagai fitur fisik yang bentuknya berbeda, termasuk diantaranya adalah tanah rawa, danau, serta fjord yang jumlahnya melimpah.

Fjord sendiri berbentuk seperti jalan masuk yang sempit dan panjang, dikelilingi tebing tinggi yang terjal dan tinggi, biasa disebut juga dengan teluk gletser. Kebanyakan Europe Fjords berada di daerah Skandinavia dan Islandia.

Dataran Eropa Utara

Dataran Eropa Utara terbentang dari bagian selatan Inggris timur ke arah Rusia. Termasuk di dalamnya adalah negara Perancis, Belanda, Belgia, Denmark, Jerman, Polandia, negara-negara Batik (Lithuania, Latvia dan Estonia) serta negara Belarus.

Dataran Eropa sebagian besarnya berada di bawah ketinggian 152 meter. Dataran ini menjadi rumah bagi sejumlah besar sungai yang mengalir di Eropa, termasuk Sungai Rhine, Oder, Weser, Vistula dan Elbe. Iklimnya mendukung untuk pertumbuhan tanaman berjenis musiman. Fitur fisik tersebut juga memungkinkan untuk pengembangan pertanian. Dataran Eropa Utara sendiri merupakan bagian wilayah paling padat yang ada di Eropa.

Dataran Tinggi Tengah Eropa

Dataran Tinggi Tengah ini membentang di bagian timur hingga barat dan melintasi Eropa tengah. Wilayahnya meliputi Perancis bagian barat, Jerman bagian selatan, Belgia, Republik Ceko serta sebagian dari Swiss Utara dan juga Austria.

Dataran Tinggi Tengah ini ketinggiannya lebih rendah serta kurang kasar dibandingkan wilayah Alpine serta memiliki hutan yang lebat. Dataran tinggi yang penting di area ini termasuk Vosger dan Massif Central di Perancis, Sudetan dan Bijih di Republik Ceko. Wilayah-wilayah tersebut memiliki populasi penduduk yang jarang, kecuali di lembah sungai Elbe, Rhine dan Danube.

Sistem Pegunungan Alpen

Pegunungan Alpen menggambarkan ciri khas kondisi geografis Benua Eropa. Pegunungan Alpen ini terbentang mencakup wilayah di sepanjang semenanjung Italia dan Balkan, Perancis Selatan dan Spanyol Utara. Wilayah yang masuk ke dalam cakupan pegunungan ini adalah Pyrenees, Alpen Dinaric, Balkan, Apennines dan Carpathians.

Beberapa hal menjadi penentu dari wilayah ini, yaitu dataran tinggi yang terjal, ketinggian serta tanah yang curam. Puncak tertinggi di Benua Eropa adalah Gunung Elbrus dengan ketinggian 5.642 meter berada di kawasan pegunungan Kaukasus Rusia. Wilayah Alpine juga masuk sebagai gunung api aktif, seperti Gunung Vesuvius di Italia serta Gunung Etna.

Flora dan Fauna Benua Eropa

Keberadaan serta perilaku kehidupan flora dan fauna dapat menggambarkan kondisi geografis Benua Eropa. Tak jauh berbeda dengan wilayah fisiknya, spesies tumbuhan dan Hewan yang ada di Eropa juga mengikuti orientasi-orientasi wilayah utara-selatan secara keseluruhan. Wilayah Skandinavia dan Rusia dapat ditemukan padang tundra, yaitu wilayah tanpa adanya pohon, namun ditumbuhi oleh pakis, lumut dan lumut kecil. Tempat ini menjadi sumber makanan bagi sekawanan rusa.

Di bagian Eropa utara yang letaknya tepat di sebelah selatan tundra, terbentang Taiga, yang di dalamnya terdiri atas hutan berjenis konifera, dengan tumbuhan dominasi pohon pinus dan cemara. Sementara fauna asli dari Taiga Eropa ini adalah beruang dan rusa.

Beralih ke sebelah selatan taiga, terdapat hutan yang terdiri atas campuran hutan gugur dan konifera. Vegetasi yang termasuk di dalamnya adalah poplar, willow, beech dan abu. Meskipun masih memiliki hutan lebat, namun akibat adanya urbanisasi yang terjadi secara intens sepanjang sejarah kehidupan manusia, hutan-hutan di benua ini juga berkurang dengan sangat drastis.

Perdagangan intens juga kerap kali mengenalkan banyak spesies baru yang kemudian menggeser tanaman asli. Hampir seluruh padang rumput dan hutan di Eropa bagian barat dijinakkan dan diisi oleh ternak dan tanaman yang dominan.

Bagian tepi selatan Eropa didomunasi oleh tanaman kecil dengan sifat tahan kering yang banyak terdapat di wilayah yang berbatasan dengan Laut Mediterania. Beberapa spesies pohon juga tumbuh di daerah paling selatan ini, termasuk diantaranya adalah cemara, pinus Aleppo, serta ek gabus.

Satu-satunya primata asli dari Eropa yang bernama monyet Barbary, mendiami wilayah di cekungan Mediterania ini. Sejumlah kecil kelompok monyet Barbary hidup di pulau kecil Girbraltar, yaitu sebuah pulau yang terletak diantara Spanyol dan negara Maroko.

Perairan di sekitar Benua Eropa merupakan rumah bagi sejumlah besar organisme, termasuk di dalamnya mamalia laut, rumput laut, ikan, dan krustasea. Sementara itu, air dingin yang mengelilingi kawasan Skandinavia dan Inggris Utara merupakan rumah bagi spesies unik karang-karang air dingin.

Semua badan air utama yang ada di Eropa sejak berabad-abad yang lalu sudah ditangkap secara berlebihan. Di beberapa tempat, bahkan, termasuk di Laut Utara dan Tengah, perairannya sudah ditangkap secara berlebihan. Hampir seperempat spesies mamalianya sudah terancam punah.

Sekitar 15% spesies hewan di Eropa terancam punah. Hal ini terutama diakibatkan oleh hilangnya habitat asli, eksploitasi yang berlebihan, serta adanya persaingan dari spesies invasif. Salah satu spesies yang terancam adalah bison Eropa yang merupakan hewan darat paling berat di benua ini.

Sejak abad ke-20, pemerintah bersama dengan lembaga dan organisasi non-pemerintah (LSM) sudah bekerja keras untuk memulihkan keanekaragaman hayati di Eropa. Beberapa cara yang dilakukan antara lain menetapkan batas maksimum untuk penangkapan ikan, perlindungan terhadap habitat yang terancam, serta mendorong kebiasaan konsumsi yang sifatnya berkelanjutan adalah beberapa upaya yang dilakukan oleh para konservasionis Eropa ini.

Benua Eropa terkenal sebagai benua dengan kondisi sosial masyarakat yang hampir sebagian besar adalah masyarakat maju. Banyak dari negara di Eropa, baik secara sosial maupun ekonomi tergolong sebagai negara maju dengan kondisi perekonomian yang baik. Beberapa hal didukung oleh karakteristik geografi dari Benua ini.

Nah, penjelasan di atas merupakan penjelasan lengkap karakteristik kondisi geografis Benua Eropa. Meskipun tergolong benua yang cukup kecil, namun benua ini juga memiliki kenampakan alam yang cukup bervariasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel