8 Faktor yang Mempengaruhi Infiltrasi Air Ke Dalam Tanah

faktor yang mempengaruhi infiltrasi air
Faktor yang Mempengaruhi Infiltrasi Air - Infiltrasi mungkin sebuah istilah yang pernah Anda dengar atau tidak asing lagi bagi Anda. Jika dilihat dari arti menurut kamus besar bahasa Indonesia, infiltrasi bisa diartikan sebagai penyusupan atau peristiwa perembesan. Sedangkan dalam ilmu hidrologi, infiltrasi adalah peristiwa masuknya air permukaan ataupun air hujan ke bawah permukaan tanah melalui pori-pori batuan maupun melalui celah-celah tanah. Peristiwa ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bahkan jumlah air yang meresap masuk ke dalam tanah juga dipengaruhi oleh banyak faktor.

Proses Terjadinya Infiltrasi

Saat hujan turun ke bumi, air hujan yang turun sudah bisa dipastikan jatuh ke permukaan tanah, kemudian mengalir ke danau, sungai hingga ke laut. Sedangkan pada tanah, air tidak langsung mengalir, namun sebagian besarnya akan menyusup ke dalam tanah dan sebagian besar lainnya mengalir di permukaan tanah.


Proses meresap atau menyusupnya air hujan ke dalam tanah inilah yang kemudian disebut sebagai proses infiltrasi. Untuk lebih mengerti asal muasal terjadinya infiltrasi ini maka diperlukan pemahaman yang lebih khususnya tentang tahapan siklus air.

Air yang berada di lapisan atas tanah, sebagian besarnya akan diserap dan sisanya akan menguap secara bertahap. Sementara itu, air yang berhasil masuk ke dalam lapisan tanah akan ditampung di dalam akuifer. Air inilah yang disebut sebagai air tanah. Air tanah ini kemudian akan terbawa mengalir menuju danau atau ke sungai melalui aliran air yang berada di bawah permukaan tanah.

Peristiwa infiltrasi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu kapiler dan gravitasi. Pori-pori tanah yang kecil memberikan perlawanan lebih besar terhadap gravitasi. Hal tersebut terjadi karena pori-pori akan menarik air melalui kapiler-kepilernya. Laju infiltrasi adalah kecepatan air terserap ke dalam tanah.

Kecepatan ini diukur dengan nilai milimeter per jam atau inci per jam. Apabila volume air yang berada di permukaan lebih besar dari laju infiltrasi maka akan tercipta limpasan air.

Ketika dalam kondisi kering, tanah cenderung memiliki daya serap yang lebih tinggi yang mengakibatkan laju infiltrasi juga semakin besar. Setelah itu akan berkurang secara perlahan lahan ketika mulai terjadi kondisi tanah jenuh terhadap air.

Faktor yang Berpengaruh pada Peristiwa Infiltrasi

Air hujan yang jatuh ke tanah bisa terus mengalir dalam jarak jauh, ataupun tetap tersimpan di dalam tanah dalam waktu yang lama sampai kembali ke permukaan. Besar atau kecilnya infiltrasi pun bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Apa saja faktor-faktor tersebut? Berikut adalah penjelasannya.


1. Karakter Tanah
Karakter tanah juga memberikan pengaruh pada terjadinya proses infiltrasi, yang mana berkaitan dengan ukuran dan distribusi pori-pori. Laju masuknya air hujan ke dalam tanah sangat dipengaruhi oleh susunan dan ukuran pori-pori tersebut.

Air adalah substansi yang sangat mudah mencari celah kosong untuk bisa melakukan pergerakan di dalamnya. Namun, ada beberapa jenis tanah yang bersifat sukar menyerap air. Misalnya tanah liat yang cenderung sukar menyerap air dibandingkan tanah yang berpasir.

Hal inilah yang mengakibatkan tanah yang bersifat sulit menyerap air cenderung mengalirkan air hujan di permukaan tanah menuju ke sungai. Semakin kasar tekstur tanah, maka laju infiltrasi yang terjadi pun bisa semakin cepat, karena pori-pori tanahnya juga akan lebih besar.

2. Presipitasi
Faktor yang memberikan pengaruh paling besar dalam mengendalikan proses infiltrasi adalah presipitasi. Presipitasi ini termasuk jumlah dan karakteristik hujan yang jatuh ke bumi, baik dalam bentuk hujan ataupun salju. Karakteristik hujan yang dimaksud adalah durasi, intensitas dan lain sebagainya. Ketika terjadi hujan, air yang jatuh sering merembes ke dalam tanah dan masuk ke selokan untuk waktu yang lama. Hal inilah yang menyebabkan sungai tetap mengalir meskipun dalam waktu yang lama tidak terjadi hujan.

3. Kadar Kejenuhan Tanah
Tanah yang sudah jenuh tentu akan memiliki kemampuan penyerapan air yang semakin berkurang. Hal ini bisa diibaratkan dengan spons. Ketika spons sudah menyerap terlalu banyak air, maka kemudian tidak akan mampu menyerap air lagi. Begitu pula dengan tanah. Ketika sudah penuh dengan air, maka daya tampung air hujan yang jatuh di atasnya juga akan semakin berkurang.

4. Jumlah Vegetasi yang Menutupi Lahan
Jumlah vegetasi yang menutup lahan serapan air juga mempengaruhi proses infiltrasi. Banyaknya tumbuhan akan mampu menghambat aliran air di permukaan dengan bantuan dari akarnya. Sementara itu, daerah dengan jumlah vegetasi yang sedikit bahkan tidak ada, seperti kawasan yang tertutup aspal, beton atau bentuk lainnya cenderung lebih cepat mengalirkan air permukaan, sulit terjadi penyerapan air sehingga banjir pun lebih mudah terjadi.

5. Kemiringan Lereng
Faktor selanjutnya yang juga berpengaruh pada proses infiltrasi air adalah kemiringan lereng. Ketika air mengalir di daerah yang curam, maka air permukaan juga akan lebih cepat dialirkan. Hal ini menyebabkan proses infiltrasi berjalan lebih lambat. Berbeda dengan daerah yang lebih datar dimana ketika hujan air permukaan tidak cepat dialirkan dengan begitu proses infiltrasi air justru semakin cepat terjadi.

6. Evapotranspirasi
Proses infiltrasi juga sering terjadi di tanah yang berada dekat dengan permukaan. Area ini adalah area dimana masih banyak terdapat akar tanaman yang tumbuh. Air kemudian akan diserap oleh akar untuk kebutuhan pendukung pertumbuhan tanaman. Melalui terjadinya proses evapotranspirasi air kemudian akan dikembalikan ke atmosfer dalam formasi uap. Semakin tinggi evapotranspirasi yang terjadi, maka aliran air yang menuju ke dalam lapisan tanah juga akan semakin berkurang.

7. Karakter Air yang Mengalami Infiltrasi
Selain kondisi tanah, laju infiltrasi juga dipengaruhi oleh faktor karakteristik air yang berinfiltrasi itu sendiri. Suhu air yang beinfiltrasi ternyata juga berpengaruh. Namun sifat dan penyebabnya masih belum bisa dipastikan. Faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi ini adalah kualitas air itu sendiri.

8. Kondisi Permukaan Tanah
Kondisi-kondisi permukaan tanah lainnya juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi lajunya infiltrasi. Misalnya kepadatan tanah. Peran hewan, tetasan hujan ataupun mesin yang digunakan di permukaan tanah bisa saja menyebabkan tanah permukaan menjadi padat. Hal inilah yang kemudian juga menyebabkan laju infiltrasi menjadi berkurang.

Permukaan tanah mengandung pori-pori yang bisa tersumbat akibat pencucian partikel-partikel halus. Partikel halus yang menyumbat pori-pori permukaan tanah ini akhirnya akan berdampak pada pengurangan laju inflasi.

Itulah tadi penjelasan singkat dan jelas tentang faktor yang mempengaruhi infiltrasi air ke dalam tanah. Dimulai dari pengertian dan bagaimana proses infiltrasi itu terjadi, serta apa saja faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan jika proses infiltrasi atau penyerapan air ke dalam tanah bisa terjadi akibat faktor-faktor tanah tempat air hujan turun serta air itu sendiri. Penjelasan ini juga sekaligus bisa menjadi informasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga ketersediaan cadangan air di dalam tanah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel