Profil Negara Turkmenistan [+Gambar Peta Lengkap]

profil negara turkmenistan
Turkmenistan adalah sebuah negara di Asia Tengah. Negara dengan nama resmi Republik Turkmenistan ini beribukota di Ashgabat dan dinyatakan merdeka pada tanggal 27 Oktober 1991. Meskipun negara ini terbilang masih baru berdiri, Turkmenistan sudah memiliki banyak potensi secara ekonomi dan menjadi salah satu negara dengan cadangan gas alam paling banyak di dunia. Ingin tahu lebih banyak tentang negara ini? Berikut ini adalah profil lengkap negara Turkmenistan yang harus dibaca dan dipahami.

Sejarah Negara Turkmenistan

Turkmenistan termasuk negara yang memiliki sejarah cukup singkat karena merupakan negara peralihan dari Uni Soviet, berikut penjelasannya sejarahnya.

Republik Uni Soviet

Wilayah Turkmenistan sebelum merdeka adalah wilayah bebas bagi pengembara dari berbagai suku dan etnis. Pada masa kejayaan Uni Soviet di tahun 1936, Turkmenistan dibuat menjadi salah satu dari 15 wilayah Republik Uni Soviet. Nama resmi negara ini pada saat itu adalah Republik Soviet Sosialis Turkmenistan. Turkmenistan di bawah Uni Soviet diberi kedaulatan namun hal itu hanya di atas kertas saja karena kenyataannya semua hal di negara ini diatur dan diawasi oleh pemerintahan di Moskow (Rusia).

Kemerdekaan

Penduduk Turkmenistan menyatakan ingin merdeka pada saat kejayaan Uni Soviet mulai runtuh di awal tahun 1990. Pada saat itu, satu per satu negara yang tergabung dalam Uni Soviet mulai memerdekakan diri. Turkmenistan menjadi yang terakhir dan pada tanggal 27 Oktober 1991, Turkmenistan resmi merdeka dan menjadi negara berkedaulatan penuh. Rusia tidak lagi mengatur semua hal yang ada di Turkmenistan.

Keluarnya Turkmenistan dari Uni Soviet juga menandai berakhirnya Republik Uni Soviet dan Uni Soviet resmi bubar pada tanggal 25 Desember 1991 atau hanya sekitar dua bulan setelah Turkmenistan merdeka. Setelah merdeka, Turkmenistan memutuskan menjadi negara presidensiil dengan mengangkat Saparmurat Niyazov menjadi presiden pertama mereka. Hubungan antara Turkmenistan dengan Negara Rusia pun menjadi dingin setelah negara ini merdeka.

Geografi Negara Turkmenistan

peta turkmenistan
Gambar Peta Turkmenistan

Luas Wilayah

Luas wilayah Turkmenistan adalah sekitar 491.210 km². Berdasarkan luas negara, Turkmenistan menjadi negara terbesar nomor 52 di dunia. Wilayah Turkmenistan sebagian besar adalah gurun pasir dan ada beberapa kota besar di dalamnya. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang luasnya 1.990.250 km², luas negara ini hanya sekitar seperempat luas dari total wilayah Indonesia. Namun, untuk di Asia Tengah, Turkmenistan sendiri sudah bisa dibilang sebagai negara yang cukup luas.

Letak Astronomis

Secara astronomis, Turkmenistan terletak di antara 35° dan 43° Lintang Utara (LU) dan 52° dan 67° Bujur Timur (BT). Wilayahnya didominasi oleh gurun pasir (sekitar 80%). Gurun yang mendominasi wilayah Turkmenistan ini adalah Gurun Karakum. Sedangkan sisa wilayah lain di Turkmenistan diisi oleh barisan pegunungan. Secara wilayah, negara ini masuk dalam wilayah Asia Tengah di mana negara-negara di sekitarnya adalah Kazakhstan, Uzbekistan, Afganistan, dan lain sebagainya.

Batas-Batas Negara

Secara geografis, negara Turkmenistan terletak di Asia Tengah dengan batas-batas negara sebagai berikut ini: Sebelah utara berbatasan dengan negara Kazakhstan (seluas 379 km). Sebelah selatan berbatasan dengan Negara Iran (seluas 992 km). Sebelah timur berbatasan dengan negara Uzbekistan (seluas 1.621 km). Sebelah tenggara berbatasan dengan negara Afganistan (seluas 744 km) sedangkan sebelah barat berbatasan langsung dengan Laut Kaspia.

Iklim

Karena didominasi oleh gurun pasir yang notabenenya kering, sebagian besar wilayah Turkmenistan memiliki iklim kering. Curah hujan di sini sangat minimalis dan hanya sekitar 12 mm per tahunnya. Suhu di negara ini cukup tinggi dengan rata-rata sekitar 38°C. Suhu tertinggi dan terpanas di negara ini pernah terjadi di tahun 1983 di mana pada saat itu wilayah Turkmenistan memiliki suhu udara lebih dari 51°C. Turkmenistan dikenal sebagai salah satu negara terkering di dunia karena hal ini.

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam utama dari negara ini adalah gas alam. Saat ini, pasokan gas alam di Turkmenistan menjadi salah satu yang terbanyak di dunia. Selain itu, negara ini juga memiliki produksi sumber daya alam lainnya termasuk minyak, batubara, belerang, dan garam. Semua sumber daya alam ini disalurkan ke bidang industri yang didominasi oleh industri gas alam, minyak, tekstil, pemrosesan makanan, dan juga industri produk minyak.

Ekonomi Negara Turkmenistan

Mata Uang

Seperti negara-negara lainnya, Turkmenistan juga pastinya memiliki mata uang resmi yang digunakan untuk kegiatan jual beli sehari-harinya. Mata uang resmi negara ini adalah Manat Turkmenistan atau disingkat dengan TMM. Saat ini, satu dolar Amerika (USD) adalah sekitar 2,8 TMM. Sedangkan jika dibandingkan dengan Rupiah (IDR), 1 TMM memiliki nilai setara dengan kira-kira 3.900 Rupiah.

Produk Pertanian

Turkmenistan juga menjadi salah satu negara di Asia Tengah yang memiliki produk pertanian handal. Ada tiga produk andalan di bidang pertanian yang dimiliki oleh negara ini. Produk yang pertama adalah kapas. Kemudian yang kedua adalah produk biji-bijian. Sedangkan produk yang ketiga adalah ternak. Ketiga produk ini terbilang krusial dalam memajukan ekonomi negara ini secara signifikan.

Ekspor dan Impor

Ekspor dan impor juga dilakukan oleh Turkmenistan. Untuk ekspor, nilai keseluruhannya sekitar USD 11.92 milyar (per tahun 2008). Komoditi yang diekspor ke luar negeri adalah tekstil, kapas, gas, minyak bumi, dan petrochemicals (minyak berbahan dasar fosil). Partner atau mitra ekspor Turkmenistan terdiri dari negara-negara di Eropa Timur dan negara Asia lainnya, termasuk Ukraina, Iran, dan Azerbaijan.

Untuk impor, negara ini melakukan impor dari negara-negara Asia, Eropa, dan juga mengimpor dari Amerika Serikat. Barang-barang yang diimpor biasanya adalah bahan kimia, makanan, dan mesin industri. Mitra impor Turkmenistan adalah Negara Turki, Uni Emirat Arab, dan Ukraina. Turkmenistan juga bermitra dengan Rusia, Iran, China, Jerman, dan dengan Amerika Serikat dalam hal impor.

Cadangan Devisa dan Hutang Luar Negeri

Pada tahun 2008, tercatat devisa negara Turkmenistan berkisar di angka 13.88 milyar dolar Amerika (USD). Sedangkan untuk hutang luar negeri, Turkmenistan memiliki total hutang luar negeri sebesar 1,4 milyar dolar Amerika (per tahun 2004). Dilihat dari angka ini, Turkmenistan masih memiliki cukup devisa negara untuk menyeimbangkan dan menjalankan kegiatan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di negaranya.

Politik dan Pemerintahan Turkmenistan

Sistem Politik

Sistem pemerintahan atau sistem politik dari negara Turkmenistan adalah sistem presidensiil di mana yang mengepalai negara dan pemerintahan dipegang oleh satu orang yaitu presiden. Saat ini, presiden negara Turkmenistan adalah Gurbanguly Berdimuhamedov. Dalam menjalankan tugasnya, presiden dibantu kabinet dan menteri-menteri, termasuk menteri luar negeri yang saat ini dijabat oleh Rashid O. Meredov.

Pembagian Administratif dan Politik

Pembagian administratif di Turkmenistan terdiri dari lima provinsi. Tiap provisinya dibagi menjadi beberapa kota. Politik eksekutif di negara ini adalah presiden yang menjabat selama 5 tahun dan dipilih melalui pemilu. Presiden yang menjabat di Turkmenistan memiliki kekuasaan hampir sepenuhnya, termasuk untuk menunjuk para anggota hakim dan juga menunjuk siapa saja yang masuk dalam jajaran majelis pemerintahan.

Lembaga legislatif Turkmenistan adalah People’s Council (Halk Maslahaty) yang ditunjuk langsung oleh presiden (sekitar 100 orang) dan Assembly (Majlis) yang diisi oleh 50 orang/kursi dan diputuskan melalui pemilu. Lembaga yudikatif negara ini berupa Supreme Court atau Mahkamah Agung di mana di dalamnya ada beberapa hakim yang dipilih langsung oleh presiden yang menjabat.

Politik Luar Negeri

Prinsip politik luar negeri negara ini adalah "Netralisme Positif" di mana negara ini melakukan politik luar negeri dan berinteraksi dengan negara lain tanpa terkait atau terikat pada kekuatan dan paksaan apapun dan hanya menjalankan hubungan berdasarkan dengan kepentingan nasional. Intinya, politik luar negeri negara ini dijalankan demi kepentingan bangsa dan tidak terkait dengan paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun. Turkmenistan adalah anggota GNB atau Gerakan Non Blok.

Demografi Turkmenistan


Jumlah Penduduk

Pada tahun 2012, jumlah penduduk negara Turkmenistan tercatat sebanyak 4.751.120 jiwa. Jumlah penduduk yang lebih dari empat juta jiwa ini jika dibandingkan dengan luas wilayah negaranya membuat tingkat kepadatan negara ini sekitar 10,7 jiwa per km2. Hal ini membuat negara ini terbilang rata-rata tingkat kepadatannya, tidak terlalu padat namun juga tidak terlalu kosong wilayahnya.

Bahasa

Bahasa yang digunakan oleh sebagian penduduk Turkmenistan adalah Bahasa Turkmen atau bahasa asli orang-orang Turkmen. Bahasa ini juga terkenal sebagai "Bahasa Turk" atau "Bahasa Oghuz" Ada sekitar 72% penduduk Turkmenistan yang berbicara dengan bahasa ini. Menurut keputusan konstitusi di tahun 1992, bahasa ini dijadikan sebagai bahasa resmi Turkmenistan yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari.

Karena pernah dijajah Uni Soviet, 6,7% penduduk negara ini menggunakan bahasa Rusia. Bahasa Rusia dijadikan "bahasa resmi" untuk berkomunikasi antar etnis. Sedangkan sisa penduduk Turkmenistan lainnya berbicara dengan bahasa Uzbek (9%) dan bahasa etnis lainnya, termasuk bahasa Kazak, bahasa Kurdi, bahasa Persia, bahasa Tatar, bahasa Armenia, dan bahasa Belarusia. Karena ada banyak etnis di negara ini, maka tak heran jika semua bahasa tadi dapat ditemukan di Turkmenistan.

Kota-Kota Terbesar

Kota terbesar di Turkmenistan adalah Ashgabat yang merupakan ibu kota dari negara ini. Ashgabat memiliki jumlah penduduk sekitar 727.700 jiwa. Hal ini jauh lebih besar dibandingkan dengan kota-kota lainnya. Hal ini bisa dimaklumi karena Ashgabat memang merupakan pusat pemerintahan dan juga pusat industri dan ekomoni di negara Turkmenistan. Inilah mengapa sebagian besar penduduknya tinggal di kota ini.

Ashgabat memang kota dengan penduduk terbanyak dan bisa dibilang yang terbesar. Jika dibandingkan dengan lainnya, kota terbesar kedua di Turkmenistan saja, Türkmenabat yang berada di provinsi Lebap, hanya dihuni oleh sekitar 234.817 penduduk. Kota-kota besar lain di Turkmenistan di antaranya adalah Kota Dasoguz (berpenduduk 166.500 jiwa ) dan kota Mary (berpenduduk 114.680 jiwa).

Agama

Sekitar 89% penduduk Turkmenistan memeluk agama Islam Sunni. 9% memeluk agama Kristen Ortodoks dan sisanya memeluk agama lainnya, termasuk atheis. Islam, sebagai agama yang menjadi mayoritas di negara ini, masuk ke Turkmenistan berabad-abad sebelumnya lewat kegiatan para misionaris. Di masa kekuasaan Uni Soviet, kegiatan keagamaan, terutama Islam di Turkmenistan sempat dikekang.

Pengekangan termasuk dalam hal mengajarkan agama Islam di sekolah-sekolah dan juga penutupan semua lembaga keagamaan. Masjid-masjid dan semua tempat ibadah juga sempat ditutup oleh penguasa Uni Soviet di Turkmenistan kala itu. Namun, setelah merdeka, agama kembali bisa dianut dan dijalankan dengan bebas di negara ini. Islam kembali diajarkan kepada penduduk lewat sekolah dan lembaga-lembaga.

Seni dan Budaya di Turkmenistan

Komposisi Etnik

Komposisi etnik Turkmenistkan didominasi oleh orang-orang Turkmen. Bangsa pribumi ini sudah tinggal di wilayah Asia Tengah selama berabad-abad. Sekitar 77% dari total penduduk Turkmenistan adalah orang-orang Turkmen. 6,7% dari penduduk di sana adalah bangsa Rusia sedangkan sekitar 9,2% adalah bangsa Uzbek dan 2% lainnya adalah bangsa Kazakh. Sisanya adalah bangsa-bangsa lain yang berimigrasi ke wilayah Turkmenistan.

Warisan Budaya

Warisan budaya Turkmenistan antara lain adalah situs-situs yang diakui dunia. Ada tiga warisan budaya Turkmenistan yang masuk dalam situs warisan dunia. Situs yang pertama adalah Merv Kuno. Tempat ini terletak di Provinsi Mary, lebih tepatnya di Kota Baýramaly. Tempat ini adalah kota oase terbesar di Asia Tengah. Letaknya ada di Jalur Sutra di mana jalur ini merupakan jalur bersejarah dunia. Tempat ini dijadikan situs warisan dunia pada tahun 1995.

Turkmenistan memiliki juga situs warisan dunia yang lainnya yaitu berupa reruntuhan kota abad 12 yang dikenal dengan nama Kota Köneürgenç. Kota ini merupakan ibukota dari Khwarezmia atau perkumpulan negara-negara kuno berabad-abad sebelumnya. Kota bersejarah ini dijadikan sebagai situs warisan dunia pada tahun 2005. Ada juga Benteng Parthia di Provisi Ahal yang juga dijadikan situs warisan dunia pada tahun 2007. Benteng ini terletak di Kota Bagyr dan merupakan salah satu ibukota pertama di kekaisaran Parthia.

Pariwisata

Pariwisata di Turkmenistan menyumbang cukup banyak devisa negara. Ada beberapa tempat yang menjadi lokasi wisata favorit bagi turis luar negeri di antaranya adalah di Ashgabat atau di ibu kota negara ini. Selain itu, ada Kawah Gas Darvaza, Masjid Gypjak, Merv Kuno, Museum Karpet Turkmenistan, dan lain sebagainya. Turkmenistan juga memiliki banyak cagar alam di dalamnya, termasuk juga cagar alam Köpet Dag yang ada di dekat Ashgabat.

Banyaknya objek pariwisata di Turkmenistan membuat negara ini menjadi salah satu negara paling banyak dikunjungi di Asia Tengah. Jika kondisi politik tengah stabil, rata-rata Turkmenistan bisa dikunjungi oleh 100.000 orang turis per tahunnya. Namun, jika kondisi politik tengah tak stabil, seperti adanya perang dan konflik, maka pariwisata Turkmenistan pun ikut anjlok drastis.

Makanan Tradisional

Turkmenistan memiliki makanan tradisional yang paling terkenal dengan nama Plov. Makanan ini berupa daging, nasi, dan sayuran yang dicampur menjadi satu. Selain itu, Turkmenistan juga memiliki kue khas yang disebut dengan Manty. Kue ini berbentuk bola yang diisi dengan adonan daging domba dan dikukus. Susu kambing juga merupakan minuman yang populer di negara ini.

Demikian informasi lengkap tentang negara Turkmenistan. Di dalam profil negara tersebut, Anda sudah dapat mengetahui semua hal tentang negara sarat budaya yang satu ini. Ditilik dari segala sisi, termasuk sisi ekspor dan impor, Turkmenistan memang menjadi salah satu negara yang digadang-gadang bisa menjadi besar nantinya secara ekonomi. Sejauh ini, Turkmenistan memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Indonesia sehingga kerja sama di bidang apapun bisa tetap dilakukan dari tahun ke tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel