7 Unsur Cuaca dan Iklim serta Fenomena Didalamnya

Unsur-unsur cuaca dan iklim - Cuaca dan iklim merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dan dipisahkan. Cuaca dan iklim memiliki pengertian yang berbeda. Cuaca merupakan kondisi udara pada suatu wilayah tertentu. Sementara untuk iklim adalah kondisi udara pada wilayah yang cukup luas dan dengan waktu yang lama. Cuaca dan iklim memiliki beberapa unsur sebagai penunjangnya. Dibawah ini unsur-unsur cuaca dan iklim yang bisa Anda pelajari.

unsur-unsur cuaca dan iklim

Biasanya terdapat sekitar 7 unsur sebagai pembentukan cuaca dan iklim. Semua unsur tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap cuaca dan iklim yang ada di bumi. Tanpa adanya unsur tersebut, cuaca dan iklim yang ada di bumi tidak akan teratur dan berantakan. Bahkan bisa saja tidak akan terbentuk keduanya. Berikut ini beberapa 7 unsur pembentukan cuaca dan iklim.

1. Suhu Udara
Perbedaan tingkat panas atau dingin antara daerah satu dengan daerah lainnya cukup berbeda. Suhu udara biasanya dipengaruhi oleh 2 proses pemanasan, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Pemanasan secara langsung terdiri atas refleksi, absorpsi, dan difusi. Sementara pemanasan tidak langsung bisa melalui konduksi, difusi, dan konveksi. Untuk mengukur suhu udara, Anda bisa menggunakan alat yang bernama termometer.

2. Sinar Matahari
Setiap tempat yang memperoleh sinar matahari memiliki jangka waktu yang berbeda-beda tergantung dari lama waktu, sudut datangnya sinar, keadaan permukaan bumi, serta keadaan awan yang ada di tempat tersebut. Beberapa faktor tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap cuaca dan iklim yang ada di tempat tersebut. Kondisi ini dapat dibuktikan dengan adanya perbedaan suhu antara daerah disekitar garis khatulistiwa yang cenderung memiliki suhu panas, dengan daerah kutub yang cenderung memiliki suhu dingin.

3. Angin
Angin merupakan udara yang dapat bergerak. Salah satu unsur-unsur cuaca dan iklim ini cukup penting bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Angin biasanya bergerak dari udara yang memiliki tekanan rendah menuju ke udara yang memiliki tekanan tinggi. Pergerakan angin dapat diukur menggunakan anemometer. Kecepatan angin biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu relief permukaan bumi, jarak permukaan dari tanah, gradien barometrik, dan tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar wilayah.

4. Tekanan Udara
Tekanan udara merupakan berat massa udara di suat wilayah tertentu. Jika suhu udara dapat diukur menggunakan termometer, maka tekanan udara juga memiliki alat pengukurnya sendiri, yaitu barometer. Semakin tinggi suatu tempat, maka tekanan udara yang ada di sekitarnya akan semakin kecil. Hal tersebut dikarenakan adanya gravitasi bumi sehingga benda-benda yang ada di bumi akan ditarik menuju pusat bumi.

5. Awan
Awan merupakan salah satu unsur pembentukan cuaca dan iklim. Awan terbentuk karena adanya pengangkatan udara yang diakibatkan karena adanya pemanasan bumi. Udara tersebut akan naik sampai mencapai titik embun (lihat disini tentang awan cumulonimbus).

6. Kelembaban Udara
Merupakan kandungan uap air yang berada di udara. Terdapat 2 kelembaban, yaitu mutlak dan nisbi. Kelembaban udara biasanya diukur menggunakan higrometer. Biasanya, kelembaban udara pada saat malam hari lebih tinggi dibandingkan siang hari.

7. Hujan
Hujan biasanya terbentuk karena penguapan air yang terjadi di danau, laut, dan sebagainya. Air yang menguap ini akan membentuk awan dan akan didorong menuju permukaan bumi untuk diturunkan sebagai hujan. Proses yang terjadi ini biasa disebut dengan proses terjadinya hujan.

Itulah unsur-unsur cuaca dan iklim yang ada di permukaan bumi. Semua unsur tersebut memiliki peran masing-masing dan saling berkaitan terhadap keadaan iklim dan cuaca di wilayah yang ada di bumi.

7 Unsur Cuaca dan Iklim serta Fenomena Didalamnya