Inilah Arti Ekosistem serta Komponen Penyusun dan Interaksi yang Terjadi di Dalamnya

Setiap makhluk hidup yang ada di bumi ini diciptakan untuk saling bergantung pada makhluk lainnya. Tidak ada yang bisa hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Apalagi manusia, yang membutuhkan alam untuk hidup dan bertahan hidup. Manusia membutuhkan organisme lain yang berperan untuk menyediakan sumber makanan. Manusia juga tentu membutuhkan tempat untuk tinggal yang mana juga dihuni oleh organisme-organisme lain. Oleh karena itulah kemudian terbentuk adanya hubungan antara satu organisme dengan organisme lain maupun organisme dengan lingkungannya. Hubungan antar organisme yang saling mempengaruhi inilah yang merupakan arti ekosistem.

Secara istilah arti ekosistem adalah sebuah sistem yang terbentuk karena adanya hubungan ketergantungan yang timbal balik antara komponen biotik dan abiotik. Interaksi itulah yang kemudian membentuk sebuah habitat dan menyebabkan terciptanya sebuah ekosistem. Ekosistem ini terbentuk secara alami dan tanpa adanya campur tangan dari manusia. Alam yang membentuk ekosistem itu sendiri dan untuk membentuknya dibutuhkan waktu yang lama. Namun, ada juga yang terjadi karena adanya campur tangan manusia yang disebut sebagai ekosistem buatan.

Mempelajari tentang lingkungan tidak cukup hanya dengan mengetahui arti ekosistem saja. Segala sistem yang ada di dalamnya juga harus diperhatikan untuk tetap menjaga keberlangsungan sistem pada habitat tersebut. Dalam ekosistem sendiri, organisme yang ada di dalamnya berkembang bersama dengan lingkungan sebagai sebuah sistem. Karena terbentuk sebagai sistem maka organisme-organisme yang ada di dalamnya juga harus beradaptasi terhadap lingkungan fisik. Tak hanya itu, karena sistem ini bersifat timbal balik, begitu juga sebaliknya lingkungan fisik juga akan dipengaruhi oleh organisme.

Selanjutnya berkaitan dengan arti ekosistem yang merupakan hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik, dua hal terakhir ini tentu tidak bisa saling dipisahkan. Agar tercipta sebuah sistem yang saling menguntungkan, diperlukan adanya faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik adalah komponen yang terdiri dari organisme hidup, sedangkan abiotik adalah komponen tak hidup yang berupa kondisi fisik maupun kimia yang dibutuhkan oleh organisme. Contoh dari komponen abiotik ini misalnya air, tanah, udara, iklim, topografi dan suhu. Interaksi dan hubungan timbal balik antara komponen-komponen inilah yang kemudian membentuk sistem yang disebut ekosistem. Ada berbagai interaksi yang bisa timbul dalam satu ekosistem, seperti beberapa interaksi di bawah ini.

1. Interaksi Antara Komponen Abiotik dan Biotik

Sebelumnya sudah dijelaskan dalam arti dari ekosistem yang merupakan sistem yang terjadi karena adanya interaksi atau hubungan antar komponen. Interaksi pertama yang terjadi adalah antara komponen abiotik dan biotik. Interaksi ini adalah interaksi yang paling bisa dilihat pengaruhnya.

Dalam interaksi ini mayoritas komponen biotik yang dipengaruhi oleh abiotik. Contoh paling sederhana adalah pertumbuhan tanaman yang sangat dipengaruhi oleh jenis tanah, jumlah cahaya yang didapatkan dan juga iklim dimana tanaman tersebut tumbuh. Dengan begitu, tumbuhan sebagai komponen biotik dipengaruhi oleh tanah, cahaya dan iklim yang merupakan komponen abiotik.

2. Interaksi Antar Organisme

Interaksi selanjutnya terjadi pada organisme. Pada dasarnya setiap organisme pasti akan melakukan interaksi dengan organisme lain. Namun, kemudian interaksi ini bisa dibedakan lagi menjadi beberapa jenis interaksi. Interaksi-interaksi ini bisa dalam bentuk hubungan yang netral atau tidak saling mengganggu, hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme) dan hubungan mangsa-memangsa (predasi) serta beberapa interaksi lain. Setiap organisme dalam satu ekosistem bisa melakukan salah satu dari interaksi-interaksi tersebut. Interaksi yang terjadi bisa disebabkan karena beberapa organisme menempati habitat yang sama ataupun karena kebutuhan masing-masing organisme.

3. Interaksi Antar Populasi

Populasi yang merupakan kumpulan antar individu yang memiliki ciri-ciri yang sama atau individu dalam satu spesies yang sama. Interaksi antar individu dalam satu ekosistem bisa terjadi dalam bentuk alelopati dan juga kompetisi. Alelopati artinya interaksi yang saling menghambat sedangkan kompetisi adalah interaksi karena masing-masing populasi memiliki kepentingan yang sama. Pada interaksi terakhir ini bisa dijumpai dengan mudah, misalnya saat populasi kambing dan sapi di padang rumput yang berkompetisi untuk mendapatkan rumput.

Berbicara tentang sistem interaksi yang terjadi di alam, tentu tak bisa berhenti dengan hanya mengetahui tentang arti ekosistem saja.  Ekosistem yang merupakan sistem yang terjadi karena adanya interaksi sudah pasti memerlukan komponen pembentuk adanya interaksi tersebut. Komponen-komponen ini juga penting untuk dipelajari dalam kaitannya memahami ekosistem. Dengan adanya komponen pembentuk dan terjadi interaksi dari komponen-komponen tersebut, maka kemudian terbentuklah ekosistem.

Yang juga penting untuk diketahui dari ekosistem adalah adanya interaksi. Interaksi inilah yang membentuk adanya ekosistem. Dalam satu ekosistem ada banyak interaksi yang bisa timbul, baik antara komponen, organisme, populasi bahkan hingga komunitas. Dengan mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya ekosistem tersebut, baik dari komponen penyusun hingga interaksi yang terjadi, maka Anda bisa memahami arti ekosistem dengan lebih baik.

Inilah Arti Ekosistem serta Komponen Penyusun dan Interaksi yang Terjadi di Dalamnya