Monday, August 14, 2017

Macam-macam Jenis Batuan Metamorf dan Contohnya

loading...
Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk oleh karena perubahan fisik atau kimia pada batuan yang sudah ada sebelumnya (beku ataupun sedimen) akibat panas dan tekanan. Karena aksi lempeng tektonik, kompresi, tekanan, maupun gaya geser selama periode waktu yang lama, batuan pada dasarnya dapat dilengkungkan ataupun terubah, menyebabkannya dapat padat pada volume ruang yang lebih kecil.

Baca juga: Memahami Batuan Sebagai Lapisan Utama Planet Bumi

Sebagai konsekuensinya, batuan ini akan selalu lebih padat daripada batuan asalnya (beku maupun sedimen), dan juga jauh lebih rentan terhadap erosi. Batuan ini juga dapat juga di artikan sebagai batuan yang telah termodifikasi oleh proses panas, tekanan, maupun kimiawi. Paparan terhadap kondisi ekstrim tersebut telah mengubah mineralogi, tekstur, dan komposisi kimianya.

Kita ketahui bahwa lempeng bumi terus bergerak sepanjang waktu geologi. Lempeng bumi yang tersusun atas batuan beku ataupun sedimen dapat men-subduksi di bawah lempeng lainnya. Bobot material di bagian atas lempeng dapat menyebabkan bahan dibawahnya mengalami metamorfosis.

Dalam beberapa kasus, panas yang berasal dari dalam bumi bisa sedikit melelehkan batuan dalam sebuah proses yang disebut "metamorfosis kontak". Ada dua jenis batuan metamorf apabila ditinjau dari teksturnya, yaitu:
  1. Batuan Metamorf Foliated (Foliasi)
  2. Batuan Metamorf Non-Foliated (tidak berfoliasi)

Batuan metamorf foliasi pada umumnya menunjukan kesan perlapisan (banded) maupun penjajaran mineral. Bentuk banded ataupun penjajaran mineral ini terbentuk akibat paparan panas dan tekanan terarah (directed pressure). Contoh batuan metamorf jenis foliasi adalah genes (gneiss), filit, sekis, batu sabak (slate), dan lain-lain.

Baca juga: Ciri-Ciri dan Kegunaan Batu Sabak

Sedangkan batuan metamorf non-foliasi tidak menunjukan kesan penjajaran mineral maupun banded. Contoh batuan metamorf jenis non-foliasi adalah hornfels, kuarsit, novaculite, amfibolit, serta masih banyak lagi lainnya. Dibawah ini disajikan beberapa contoh gambar lengkap dengan penjelasannya.

batu sekis

Batu Sekis merupakan contoh batuan metamorf dengan perkembangan foliasi sangat baik (sempurna). Sekis sering mengandung sejumlah besar mika. Sekis memiliki tingkat metamorfisme antara filit dan gneiss.

Batu Amfibolit (Amphibolite) merupakan contoh batuan metamorf non-foliasi yang terbentuk akibat rekristalisasi mineral pada kondisi viskositas tinggi serta tekanan terarah. Amfibolit terutama berkomposisi hornblende (amphibole) dan plagioklas.

amfibolit, genes, kuarsit, dan filit

Batu Gneiss (Genes) adalah contoh batuan metamorf foliasi yang memiliki teksur banded dan kesan penjajaran butiran mineral. Gneiss utamanya tersusun atas mineral kuarsa maupun feldspar. Gneiss pada umumnya merupakan metamorfisme dari granit atapun granodiorit.

Batu Kuarsit merupakan contoh batuan metamorf non-foliasi yang terbentuk akibat metamorfisme pada batupasir. Kuarsit utamanya terdiri atas mineral kuarsa.

Batu Filit adalah contoh batuan metamorf foliasi yang tersusun atas mika berbutir halus. Permukaan filit biasanya berkilau dan terkadang berkerut. Filit merupakan jenis peralihan antara batu sabak dan sekis.
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner