Tuesday, May 31, 2016

Tsunami di Samudra Pasifik

Sebagian besar energi seismik bumi dilepaskan disepanjang zona subduksi dan patahan (sesar) transform yang melingkari Samudra Pasifik. Kekuatan gempa dengan besaran 7,2 - 9,5 Mw sering menghantui daerah ini. Gempabumi pada zona subduksi dengan besaran seperti itu adalah yang paling mungkin untuk menghasilkan tsunami.

Baca juga: Gempabumi dan Mitigasinya

Sejak tahun 1900 sejumlah tsunami mematikan telah menewaskan ribuan orang di seluruh Samudra Pasifik. Sebagai contoh gempa bumi di Chili yang menghasilkan tsunami mampu melintasi Samudra Pasifik dan lebih dari dua puluh jam kemudian akan membunuh orang di Jepang. Dibawah ini disajikan informasi rekam jejak tsunami di samudra pasifik yang diakibatkan oleh gempabumi.

1. Kamchatka, Rusia (3 Februari 1923)
Pada tanggal 3 Februari 1923, gempa berkekuatan 8,3 Mw (Magnitude moment) terjadi di lepas pantai timur Kamchatka, Rusia, menghasilkan tsunami setinggi 8 meter yang menyebabkan kerusakan di Kamchatka dan di Hawaii. Tsunami tersebut juga teramati di Jepang dan California.

2. Kii Peninsula, Jepang (7 Desember 1944)
Tsunami pada tahun 1944 ini disebabkan oleh besarnya gempa 8.1 Mw yang terjadi di lepas pantai tenggara Kii Peninsula, Jepang. Gempabumi dan tsunami yang dihasilkan menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa. Sekitar 998 orang tewas, 2.135 orang luka berat, 26.135 rumah hancur total, 46.950 rumah rusak sebagian, dan 3.059 rumah hanyut. Tsunami tersebut juga teramati di Hawaii dan Aleutian Islands.

3. Unimak Island, Alaska ( 1 April 1946)
Pada 1 April 1946 terjadi tsunami di samudra pasifik yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 7,3 Ms di Selatan Unimak Island, Alaska. Hawaii merupakan lokasi kerusakan terparah, dengan 159 korban tewas (96 di Hilo) serta menyebabkan kerugian properti sebesar $ 26 juta. Di Alaska, total kerusakan properti sebesar $ 250.000, sementara di California 1 orang tewas dengan jumlah kerugian properti sebesar $ 10.000.

4. Honshu, Jepang (20 Desember 1946)
Sebuah bencana besar berawal dari gempa berkekuatan 8.1 Mw pada tanggal 20 Desember 1946 terjadipantai selatan Honshu, Jepang dan dirasakan hampir di seluruh bagian Tengah dan Barat negara itu. Jumlah rumah yang hancur oleh gempa ini sebanyak 2.598, dan jumlah korban tewas 1.443 orang. Selain itu, 1.451 rumah hanyut oleh gelombang tsunami yang terjadi sesaat setelah gempa terjadi. Tsunami tersebut juga teramati di California, Hawaii, dan Peru.

tsunami di samudra pasifik
Peta tsunami di Southern Chile dan Honshu, Jepang.

5. Hokkaido, Jepang (4 Maret 1952)
Kekuatan gempa 8,1 Mw menghasilkan tsunami pada tanggal 4 Maret 1952 di lepas pantai Hokkaido, Jepang yang menyebabkan kerusakan besar di Jepang. 815 rumah hancur total, 1.324 rusak sebagian, 6395 rusak ringan, 14 rumah terbakar, 91 hanyut, 328 rumah dan 1.621 bangunan non-perumahan terendam banjir. Banyak kapal yang hancur, dan jalan serta jalur kereta api yang rusak. 28 orang tewas, 5 orang hilang, dan 287 orang mengalami luka-luka. Tsunami ini juga teramati di Hawaii, pantai Barat Amerika Serikat, Alaska, Peru, Kepulauan Marshall, dan Palau.

6. Kamchatka, Rusia (4 November 1952)
Kekuatan gempa 9,0 Mw pada 4 November 1952 di lepas pantai timur Kamchatka ini menghasilkan gelombang setinggi 13 meter. Gelombang melanda hingga ke Kepulauan Hawaii. di Kepulauan Hawaii, kerusakan properti akibat bencana ini diperkirakan $ 800.000 - $ 1.000.000, beruntungnya tidak ada korban yang tewas dalam kejadian ini. Tsunami juga menyebabkan kerusakan di pantai barat Amerika Serikat dan teramati di seluruh Basin Pasifik.

7. Aleutian Islands, Alaska (9 Maret 1957)
Pada 9 Maret 1957 di selatan Kepulauan Andreanof, Aleutian Islands, terjadi gempa dengan kekuatan 9,1 Mw yang menghasilkan tsunami dan menimbulkan kerusakan parah di Pulau Adak. Namun, kerusakan yang paling parah (sekitar $ 5 juta) terjadi di Kepulauan Hawaii. Ada dua korban tewas secara tidak langsung akibat kejadian ini, yaitu seorang wartawan dan seorang pilot, ketika pesawat carteran kecil mereka jatuh di laut dekat Oahu.

8. Southern Chile (22 Mei 1960)
Gempa terbesar di samudra pasifik terjadi di Chile Selatan Pada tanggal 22 Mei 1960 dengan kekuatan 9,5 Mw. Rangkaian gempa ikutan juga terjadi selama beberapa hari. Jumlah korban jiwa terkait dengan gempa dan tsunami tersebut diperkirakan antara 490 - 5.700 orang. Menurut informasi, ada sekitar 3.000 orang yang terluka dan 717 orang hilang di Chile. Gempa utama yang menghasilkan tsunami tidak hanya merusak disepanjang pantai Chile, tetapi juga menyebabkan banyak korban dan kerusakan properti di Hawaii dan Jepang, dan kejadian itu dapat terlihat di sepanjang garis pantai di seluruh wilayah Samudera Pasifik.

9. Prince William Sound, Alaska (28 Maret 1964)
Gempa berkekuatan 9,2 Mw dan tsunami menyebabkan 125 korban tewas serta kerugian sebesar $ 311.000.000 ($ 84.000.000 dan 106 orang tewas di Alaska). Peristiwa ini dirasakan hampir di seluruh bagian Alaska dan di bagian barat wilayah Yukon dan British Columbia. Dampak yang paling terberat adalah di pusat Alaska Selatan. Durasi gempa diperkirakan mencapai 3 menit. Rambatan vertikal terjadi seluas 525.000 km persegi. Terjadi sekitar 20 longsoran tektonik yang menghasilkan tsunami. Tsunami tersebut melanda kota-kota di sepanjang Teluk Alaska, menyebabkan kerusakan serius di British Columbia, Hawaii, dan di sepanjang pantai barat AS (15 tewas), dan terlihat juga di Kuba dan Puerto Rico.

Baca juga: Mengenal Teori Tektonik Lempeng

10. Honshu, Jepang (16 Mei 1968)
gempa pada 16 Mei 1968 berkekuatan 8,2 Mw di lepas pantai Pulau Honshu menyebabkan kerusakan di Jepang dan menghasilkan tsunami yang teramati di Jepang dan di seluruh Basin Pasifik. Sebagai akibat dari gempa dan tsunami 52 orang meninggal dan 329 orang luka-luka; 676 rumah hancur total dan 2.994 rumah rusak sebagian; 13 rumah terbakar dan 529 rumah terendam banjir; 97 kapal hanyut dan 30 tenggelam. Selain itu, jalan, jembatan dan tanggul pelindung juga hancur.

11. Hawaii (29 November 1975)
Pada tanggal 29 November 1975 terjadi gempa berkekuatan 7,2 Ms di pesisir selatan Pulau Hawaii yang menghasilkan tsunami lokal. Longsor tektonik akibat gempa juga tercatat di stasiun pengukur air pasang seperti di Alaska, California, Hawaii, Jepang, Kepulauan Galapagos, Peru, dan Chile. Di Hawaii, tsunami ini menyebabkan kerusakan senilai $ 1,5 juta, 2 korban jiwa, dan 19 orang luka-luka.

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa Alaska, Jepang, dan Chile sering menjadi lokasi sumber yang menghasilkan gempa dan tsunami besar di samudra pasifik. Data juga menunjukkan bahwa Hawaii adalah lokasi yang rentan terkena imbas dari tsunami besar yang dihasilkan di mana saja di sekitar tepi Pasifik, dan akan tiba di Hawaii dalam waktu 5 - 15 jam.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner