Follow By Email

Jenis, Asal, dan Kegunaan Batu Obsidian

loading...

Pengertian Batu Obsidian

Batu obsidian adalah batuan yang terbentuk dari magma yang mengalami pendinginan sangat cepat, sehingga atom-atom tidak sempat mengatur diri untuk membentuk suatu struktur kristal. Batu obsidian termasuk jenis batuan beku ekstrusif. Batuan ini tersusun atas material amorf yang dikenal sebagai "mineraloid". Akibat pendinginan yang sangat cepat tersebut akan menghasilkan gelas vulkanik (volcanic glass) dengan tekstur yang seragam dan halus dengan bentuk pecahan konkoidal. Batu obsidian banyak digunakan untuk perhiasan karena komposisi warnanya dan sebagai alat pemotong karena pecahan konkoidalnya.

Untuk informasi sesuai dengan nama batuan silahkan lihat DISINI

Pencarian lainnya yang terkait dengan artikel ini : jenis batu obsidian, asal batu obsidian, batu obsidian digunakan untuk, warna batu obsidian, batu obsidian termasuk jenis batuan, batu obsidian terbentuk dari, jenis jenis batu obsidian, batuan obsidian, kekerasan batu obsidian, nama lain batu obsidian, jenis batuan obsidian, kegunaan batu obsidian, batuan beku obsidian, manfaat batu obsidian, ciri ciri batu obsidian.
jenis, asal, dan kegunaan batu obsidian
Gambar batu obsidian (kiri atas original), jenis-jenisnya (kanan atas), setelah dipoles (kiri dan kanan bawah).

Asal Batu Obsidian

Obsidian merupakan batuan beku ekstrusif, yang membeku di atas permukaan bumi. Akan tetapi, batuan ini dapat terbentuk pada berbagai tempat/lokasi lingkungan pendingin, seperti pada :
  1. Sepanjang tepi aliran lava (ekstrusif)
  2. Sepanjang tepi kubah vulkanik / "volcanic dome" (ekstrusif)
  3. Disekitar tepi sill atau dike (intrusif)
  4. Disekitar kontak antara lava dengan air (ekstrusif)
  5. Pendinginan lava ketika berhubungan sementara dengan udara (ekstrusif)
Sebagai gelas vulkanik, secara kimiawi obsidian bersifat stabil. Seiring berjalannya waktu, beberapa obsidian mulai mengkristal. Akan tetapi, proses ini tidak terjadi secara seragam (keseluruhan) di seluruh permukaan batu obsidian. Pengkristalan akan terjadi pada kondisi lingkungan pendinginan bertahap yang pada akhirnya merubah seluruh strukturnya.

Warna dan Jenis-jenis Batu Obsidian

Hitam adalah warna yang paling umum dari obsidian. Namun, obsidian juga bisa berwarna coklat ataupun hijau. Sangat jarang obsidian bisa berwarna biru, merah, oranye atau kuning. Warna-warna yang jarang tersebut diduga disebabkan oleh element pengotor ataupun inklusi.

Kadang terlihat satu spesimen obsidian dengan dua warna yang berbeda. Kombinasi warna yang paling umum adalah obisidian hitam dan coklat yang biasa terdapat bersama-sama dalam satu spesimen yang disebut "mahogany obsidian". Pada tiap lingkungan pendinginan obsidian, kristalisasi akan membentuk kelompok kristal radial kristobalit yang berwarna putih atau abu-abu. Ketika dipotong dan dipoles, spesimen ini akan disebut sebagai "snowflake obsidian".

Sangat jarang obsidian memiliki warna yang berwarna-warni atau kilap logam. Tetapi apabila ini terjadi, berarti hal itu disebabkan oleh cerminan cahaya dari kristal mineral inklusi, pecahan batuan, ataupun gas sisa. Jenis-jenis batu obsidian yang berwarna banyak dikenal dengan sebutan "rainbow obsidian", "golden obsidian", ataupun "silver obsidian". Ini tergantung pada jenis kemilau  warna yang dihasilkan. Jenis obsidian yang seperti ini sangat dicari untuk dijadikan batu perhiasan.

Komposisi dan Ciri-ciri Batu Obsidian

Kebanyakan batu obsidian memiliki komposisi yang mirip dengan riolit dan granit. Granit dan riolit dapat terbentuk dari magma asam yang sama seperti obsidian dan lokasi pembentukannya sangat terkait dengan lingkungan pendinginan obsidian.

Berkaitan dengan sifat asam dan basa, sangat jarang "gelas vulkanik" ditemukan dengan komposisi mirip dengan batuan basal ataupun gabro. Batu-batuan beku dengan tekstur gelas yang komposisinya mirip basal dan gabro biasanya diberi nama "tachylyte".

Selain "tachylyte", Batu Apung (pumice) dan scoria juga bertekstur gelas vulkanik yang terbentuk oleh pendinginan yang cepat dari magma. Batu apung dan scoria berbeda dengan obsidian karena mereka memiliki banyak rongga. Rongga dalam batuan tersebut dihasilkan ketika gelembung gas terperangkap selama proses pemadatan lelehan. Sedangkan "Tachylyte" berbeda dalam komposisi dengan obsidian karena memiliki komposisi yang mirip dengan basal ataupun gabro.

Kegunaan Batu Obsidian Sebagai Alat Pemotong

Obsidian ditemukan di banyak lokasi di seluruh dunia karena batuan ini banyak berhubungan dengan vulkanisme. Deposit signifikan dari obsidian dapat ditemukan di Argentina, Kanada, Chili, Ekuador, Yunani, Guatemala, Hungaria, Islandia, Indonesia, Italia, Jepang, Kenya, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Rusia, Amerika Serikat, dan banyak lokasi lainnya.

Pecahan konkoidal dari obsidian menyebabkan batuan tersebut dapat pecah menjadi potongan-potongan dengan permukaan melengkung. Rekahan dapat menghasilkan pecahan batuan dengan tepi yang sangat tajam. Pecahan yang tajam tersebut telah menghasilkan penggunaan pertama obsidian oleh orang-orang pada zaman dahulu (kuno) sebagai alat pemotong.

Orang-orang kuno menemukan cara untuk memecahkan obsidian sehingga menghasilkan alat pemotong dalam berbagai bentuk dan ukuran. Batu Obsidian banyak digunakan untuk membuat pisau, panah, mata tombak, pencakar, dan banyak senjata tajam dan peralatan lainnya. Setelah penemuan tersebut, batu obsidian dengan cepat menjadi bahan baku untuk memproduksi hampir semua jenis benda tajam. Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, batuan ini sangat mudah dikenali, sehingga orang berlomba-lomba untuk menambang batuan ini.

Baca juga : Batu Rijang dan Proses Pembentukannya

Meskipun batuan ini digunakan sebagai alat pemotong pada zaman kuno, obsidian terus memainkan peran penting dalam zaman modern seperti saat ini. Obsidian dapat digunakan untuk menghasilkan ujung tombak yang lebih tipis dan lebih tajam dari baja. Saat ini, pisau tipis obsidian juga digunakan untuk beberapa operasi pembedahan dalam dunia kedokteran. Dalam sebuah penelitian, terungkap bahwa kinerja pisau obsidian cenderung sama atau bahkan lebih unggul dibandingkan alat bedah baja.

Kegunaan Batu Obsidian Sebagai Perhiasan

Obsidian merupakan salah satu "gamestone" yang populer. Batuan ini sering dipotong kecil-kecil dan dibuat manik-manik, anting-anting, atau digunakan untuk memproduksi batu tumbled. Obsidian dapat dipoles menjadi manik-manik yang sangat reflektif dan beberapa spesimen obsidian transparan menghasilkan permata yang menarik.

Penggunaan obsidian sebagai batu perhiasan terbatasi karena sifat daya tahan batuan ini. Obsidian memiliki skala kekerasan sekitar 5,5 yang membuatnya mudah untuk digores. Kekerasan yang demikian juga memiliki sifat yang mudah patah atau retak. Akibatnya, batu obsidian tidak cocok untuk dibuat cincin ataupun gelang. Obsidian hanya optimal jika dipotong atau dibentuk lebih kecil seperti menjadi anting-anting, bros, ataupun liontin.

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan postingan ini : pengertian batu obsidian, batu obsidian adalah, asal usul batu obsidian. Fungsi batu obsidian, obsidian adalah, apa itu batu obsidian.

Obsidian juga digunakan dalam membuat "doublet opal" dan "kembar tiga opal" (opal triplets). Doublets ataupun triplets merupakan irisan tipis obsidian yang jika digabungkan dalam satu specimen batuan, akan menghasilkan variasi warna yang sangat indah. Misalnya, Obsidian hitam memberikan backround warna yang selaras apabila digabungkan dengan obsidian berwarna kontras (merah, biru, oranye) sehingga akan terbentuk sebuah specimen (opal) yang berwarna-warni seperti api.

Obsidian memiliki kilau yang sangat tinggi. Orang-orang kuno menyadari bahwa mereka bisa melihat refleksi objek pada obsidian sehingga batuan tersebut dapat digunakan sebagai cermin. Selain itu, kekerasan obsidian yang 5,5 ini membuatnya relatif mudah untuk diukir, sehingga seniman saat itu menggunakannya untuk membuat sebuah topeng ataupun patung-patung kecil.

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Geologinesia Updated at: 19.00.00

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate

Artikel Terbaru

loading...

Arsip Blog

Berlangganan Artikel Gratis

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.