Senin, 15 Februari 2016

Deskripsi, Genesa dan Kegunaan Mineral Kalsit

Apa itu Mineral Kalsit ?

Kalsit adalah mineral karbonat dan polimorf kalsium karbonat yang paling stabil. Kalsit merupakan mineral penyusun berbagai jenis batuan dengan rumus kimia CaCO3. Kalsit sangat umum ditemukan di seluruh dunia baik di dalam batuan sedimen, batuan metamorf, maupun batuan beku. Beberapa ahli geologi menganggapnya sebagai "ubiquitous mineral" atau mineral yang dapat hadir di hampir semua jenis batuan.

Mineral kalsit merupakan mineral utama pembentuk batu kapur (batugamping) ataupun batu marmer. Kedua batuan tersebut sangat banyak ditemukan di permukaan bumi dan sebagai salah satu repositori karbon terbesar di planet kita. Sifat fisik dan kimia dari mineral kalsit menjadikannya sebagai salah satu mineral yang paling sering muncul. Kalsit dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, material abrasif, pupuk pertanian, agregat untuk konstruksi bangunan, pigmen, farmasi, dan masih banyak lagi kegunaan lainnya. kalsit memiliki lebih banyak kegunaan dibandingkan mineral-mineral lainnya.

Batu Kalsit Mengacu Pada Genesa Batu Kapur dan Marmer

Secara umum, proses terbentuknya mineral kalsit (genesa) ataupun keterdapatan kalsit berkaitan erat dengan pembentukan batu kapur dan batu marmer. Mungkin itulah yang membuat banyak orang awam menyebut mineral kalsit sebagai batu kalsit. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa kalsit bukan batuan, tetapi merupakan mineral utama penyusun batu kapur ataupun batu marmer.

Batu kapur (batugamping) adalah batuan sedimen yang dominan tersusun atas mineral kalsit. Batuan tersebut terbentuk baik dari presipitasi kimia kalsium karbonat maupun transformasi dari serpih, koral, alga yang mengalami diagenesis. Batu kapur juga dapat terbentuk sebagai deposit di gua-gua akibat pengendapan kalsium karbonat.

Marmer adalah batuan yang terbentuk ketika batu kapur dikenai panas dan tekanan. Penyelidikan pada marmer biasanya akan mengungkapkan pembelahan mineral kalsit secara jelas. Ukuran kristal kalsit ditentukan oleh tingkat metamorfosis. Marmer yang mengalami tingkat metamorfisme tinggi umumnya akan memiliki kristal kalsit yang lebih besar.

Di alam, kalsit bisa ditemukan dalam keadaan murni maupun tidak murni. Kalsit yang tidak murni disebabkan karena adanya mineral pengotor akibat penggantian (substitusi) unsur kalsium (Ca) oleh unsur lain berupa logam seperti Fe, Mg, dan Mn.

Kristal Kalsit dan Deskripsi Sifat Fisiknya

Unsur kimia pembentuk kristal kalsit terdiri atas kalsium (Ca) dan karbonat (CO3). Sistem kristal kalsit adalah heksagonal dengan belahan rhombohedral, tidak berwarna dan transparan. Kalsit mempunyai berat jenis 2,7 dengan kekerasan 3 (skala Mohs). Kalsit dapat berbutir halus sampai kasar dan bisa terbentuk sebagai stalaktit, oolitik, atupun pisolitik. Kalsit yang murni pada umumnya berwarna putih, sedangkan yang tidak murni (karena subsitusi) berwarna abu-abu, merah, hijau, kuning, ataupun coklat.
Deskripsi sifat fisik mineral kalsit
Gambar mineral kalsit dan sifat fisiknya.

Unsur Kalsium (ca) dalam kalsit dapat tergantikan oleh unsur logam sebagai pengotor yang dalam prosentasi berat tertentu membentuk mineral lain. Berdasarkan sifat fisik berupa sistem kristal, kalsit dapat dibedakan dari aragonit (CaCO3). Aragonit mempunyai sistem kristal ortorombik, sedangkan kristal kalsit adalah heksagonal. Dalam pembentukan batu marmer sifat fisik dan kimia kalsit berubah karena proses metamorfosa (tekanan dan temperatur yang tinggi). Semua ini dapat menjelaskan tentang banyaknya mineral yang dapat berasosiasi dengan mineral kalsit.

Kegunaan Kalsit Pada Konstruksi dan Industri Kimia

Sektor konstruksi adalah konsumen utama dari kalsit dalam bentuk batu kapur dan marmer. Batuan ini telah banyak digunakan selama ribuan tahun. Blok batu kapur sebagai bahan konstruksi utama digunakan di banyak piramida di Mesir dan Amerika Latin. Saat ini, batu kapur (batugamping) dan marmer digunakan sebagai batuan ornamen konstruksi seperti lantai/ubin dan pagar, ini sudah tentu setelah melewati tahapan pemolesan sehingga menghasilkan corak yang lebih indah.

Konstruksi modern menggunakan kalsit dalam bentuk batu kapur dan marmer untuk menghasilkan semen dan beton. Bahan-bahan ini mudah dicampur, diangkut dan ditempatkan dalam bentuk bubur yang akan mengeras menjadi bahan konstruksi tahan lama. Beton digunakan untuk membuat bangunan, jalan raya, jembatan, dinding dan banyak struktur lainnya.

Di industri kimia, kalsit dipakai untuk memproduksi kaustik soda dan alkali lainnya dengan menggunakan solvay process. Kalsit jenis ringan berfungsi sebagai filler, extender coating pada industri cat, karet, farmasi, dan plastik. Produk lain yang banyak digunakan adalah kalsium hipklorit, asam sitrit, fosfat, gliserin, dan propilin oksida. Kalsium karbonat yang berasal dari batugamping atau marmer dengan kemurnian tinggi digunakan juga dalam industri kimia obat. kalsium karbonat dapat dibuat menjadi tablet kunyah yang digunakan dalam netralisasi asam lambung. Kalsit juga merupakan bahan utama pada banyak obat pencernaan dan penyakit lainnya.

Pupuk Kalsit Berasal Dari Kapur Kalsit

Kalsit memiliki kegunaan sebagai penetral asam. Selama ratusan tahun, orang-orang menggunakan batu kapur dan marmer yang telah dihancurkan untuk menetralkan tingkat keasaman tanah. Mereka melakukannya dengan cara menyebar bubuk hasil penghancuran batu kapur atau marmer tersebut ke atas tanah. Terkadang juga mereka membakar/memanaskannya untuk menghasilkan kapur yang dapat bereaksi dengan cepat dalam menetralkan keasaman tanah.

Kegiatan diatas pada zaman modern saat ini dikenal sebagai pemupukan. Bubuk kalsit tidak dihancurkan lagi secara manual, tetapi sudah di proses dengan modern dengan menambahkan unsur nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah. Pemupukan tanah hasilnya akan optimum apabila keasaman tanah dapat dikurangi dan tanah selalu mendapatkan suplai nutrisi yang cukup. Kapur kalsit yang digunakan dapat berupa kapur tohor (quik lime), kapur padam (hidrated lime), ataupun dalam bentuk tepung yang biayanya lebih murah dibandingkan dengan jenis lainnya.

Kegunaan Kalsit Lainnya

Kegunaan lainnya dari mineral kalsit adalah untuk pemurnian gula bit, sebagai pengawet makanan kaleng (mengurangi keasaman), pembuatan baja (sebagai fluks atau slag), flotasi logam, pembuatan kertas (mendapatkan alkali pada proses sulfat), pembuatan gelas, peralatan optik, pakan ternak, kosmetik, dan PVC polymer. Secara umum, kalsit digunakan diberbagai sektor industri didasarkan atas sifat fisik dan kimianya.