Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kondisi Iklim di Negara Kamboja

Iklim Negara Kamboja - Kamboja menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang berada di semenanjung Indochina. Negara ini berbatasan langsung dengan Thailand dan Laos di sebelah utara, sedangkan di bagian timur dan selatan berbatasan dengan Vietnam.

Kamboja mempunyai relief alam yang sebagian besar terdiri atas dataran alluvial. Dikelilingi oleh sungai besar Mekong di sebelah timur, Kamboja memiliki wilayah yang cukup subur akibat terbawa endapan pasir dari sungai. 

Di beberapa wilayah lain juga ada bentang alam berupa pegunungan. Kamboja mempunyai danau alami bernama Tonle Sap yang terbentuk akibat cekungan dari Sungai Mekong. Danau ini juga turut menyumbang aktivitas keseharian penduduk setempat. Yuk mengenal kondisi iklim negara Kamboja!.

keadaan iklim negara kamboja

Bagaimana Kondisi Iklim di Kamboja?

Iklim negara Kamboja adalah tropis jika menggunakan indikator dari variabel utama. Secara umum, Kamboja mempunyai suhu rata-rata 28°C yang basah dan lembap khas wilayah tropis. Suhu tersebut merupakan suhu harian wilayah pantai dan dataran rendah.

Sementara itu suhu harian wilayah yang berada di pegunungan dan pedalaman berkisar di angka 26°C. Tidak ada perbedaan signifikan dalam hal suhu harian, mengingat bentang alam Kamboja yang lokasinya tidak begitu berjauhan meskipun reliefnya bervariasi.

Kelembapan relatif di kawasan Kamboja cukup tinggi, yaitu berada di angka 70—90%. Maka dari itu, tidak mengherankan jika pada masa tertentu udara terasa hangat dan agak lembap. Apalagi lokasi negara Kamboja juga tidak begitu jauh dari khatulistiwa.

Iklim negara Kamboja yang tropis berdampak terhadap pergantian musim di wilayah ini. Kamboja mempunyai dua musim sebagaimana negara tropis lain, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

Lazimnya, musim penghujan terjadi pada bulan Juni sampai Oktober, sedangkan kemarau terjadi saat bulan Desember hingga Maret. Daerah yang paling banyak mendapatkan curah hujan adalah wilayah barat, dikarenakan pergerakan awan muson menuju utara membawa banyak uap air.

Kamboja juga tak luput dari potensi bencana tropis. Topan seringkali melanda sebagian wilayah Kamboja pada pertengahan Juli hingga Oktober. Kekuatan topan ini relatif, yang paling berbahaya bahkan bisa memicu bencana lain seperti badai dan banjir. 

Iklim negara Kamboja berdasarkan klasifikasi Koppen-Geiger adalah bertipe Af. Iklim ini dikenal pula sebagai iklim hutan hujan tropis, dan memang sebagian besar negara di dekat khatulistiwa tergolong tipe Af. Hanya saja di Kamboja, jenis iklim Af ini didominasi panas dan kelembapan tinggi sepanjang tahun.

Kondisi Geografis dan Budaya Negara Kamboja

Kamboja mempunyai total wilayah seluas 181.035 km persegi. Sebagian besar berupa dataran utama yang tergabung menjadi satu dengan semenanjung Indochina. Kenampakan geografis negara ini cukup unik, misalnya di sekitar Danau Tonle Sap terbentuk dataran Lacustrine akibat banjir dan endapan.

Puncak tertinggi yang berada di negara Kamboja ialah Gunung Phnom Aoral. Berada di ketinggian 1.813 mdpl, gunung ini tidak banyak menghasilkan aktivitas vulkanik. Selebihnya relief negara Kamboja didominasi dataran landai dan lembah aluvial yang berada di sekitar aliran Sungai Mekong.

Ditilik dari sejarahnya, Kamboja pada zaman dahulu merupakan sebuah negara yang bentuknya monarki konstitusional. Negara ini menjadi penerus Kekaisaran Khmer yang pada abad ke-11 hingga 14 menjadi penguasa Semenanjung Indochina.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak dijumpai situs bersejarah di negara Kamboja. Misalnya seperti Angkor Vat, dan lain-lain. Usai kekaisaran mengalami keruntuhan, daerah kekuasaannya terpecah menjadi wilayah kecil-kecil.

Pada akhirnya pecahan area tersebut kembali bersatu menjadi bentuk negara seperti sekarang ini. Hubungan ‘kekerabatan’ Kamboja dengan Indonesia sudah tercatat sejak dulu kala, dan berhasil diabadikan melalui dokumen sejarah yang masih dilestarikan hingga kini.