Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kondisi Iklim di Negara Filipina

Iklim Negara Filipina - Filipina termasuk salah negara negara kepulauan yang berada di Benua Asia bagian tenggara. Negara ini mempunyai lebih dari 7.000 pulau yang terbentang di sepanjang 805 km dari lepas pantai Asia Tenggara.

Hanya sekitar 7% saja jumlah pulau yang luasnya lebih dari 2,6 km persegi, dan dari situ hanya sepertiga saja yang sudah memiliki nama. Adapun keseluruhan luas daratan Filipina sebanding dengan wilayah Arizona.

Pulau terbesar yang ada di negara ini adalah Pulau Luzon di bagian utara seluas 104.687 km persegi, Pulau Mindanao di bagian selatan seluas 94.631 km persegi, serta Pulau Visayas dengan luas 61.077 km persegi.

Pulau-pulau tersebut terbentuk dari aktivitas vulkanik pegunungan yang melintasinya. Puncak tertinggi yang ada di Filipina adalah Gunung Apo, yaitu setinggi 2.954 berlokasi di Pulau Mindanao. Lalu, bagaimana kondisi iklim negara Filipina?.

keadaan iklim negara filipina

Kondisi Iklim di Filipina

Untuk mengetahui kondisi iklim di suatu negara lazimnya menggunakan variabel utama sebagai indikator penentu. Jika pada keadaan umum variabel utama yang dipakai sebagai indikator iklim suatu negara, maka di Filipina dilihat berdasarkan curah hujan.

Secara garis besar, iklim negara Filipina merupakan iklim tropis dengan curah hujan sepanjang tahun. Suhu rata-rata di dataran pantai berkisar antara 28 °C. Sementara itu, kelembapan relatifnya tergolong cukup tinggi yaitu sekitar 70—90%.

Serupa dengan negara beriklim tropis lain di Asia Tenggara, Filipina mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Tidak ada klasifikasi yang mutlak tentang pergantian musim di Filipina, tetapi biasanya musim kemarau terjadi di bulan Juni—September sedangkan musim penghujan datang di bulan Desember—Maret.

Daerah Filipina yang memiliki curah hujan paling banyak (khususnya saat musim penghujan tiba) adalah wilayah barat dan utara. Hal ini dikarenakan pergerakan angin muson dari utara menuju barat sangat lembap karena berasal dari Laut Cina Selatan dan Laut Filipina.

Dampaknya, negara Filipina cukup sering mengalami bencana tropis seperti banjir, erosi, dan angin topan. Seringkali topan melanda negara ini di bulan Juli hingga pertengahan November, bahkan tak jarang menimbulkan kerusakan parah.

Iklim negara Filipina berdasarkan klasifikasi Koeppen-Geiger adalah iklim Af (hutan hujan tropis). Yang menjadi karakteristik utama iklim Af antara lain curah hujan rata-rata per tahun tidak kurang dari 60 mm.

Pada umumnya negara yang memiliki iklim Af berada di sekitar wilayah khatulistiwa dengan mendapatkan penyinaran dari matahari sepanjang tahun. Kelembapan tinggi menyebabkan udara terasa hangat dan basah, dengan suhu rata-rata di atas 18°C.

Letak Geografis dan Astronomis Negara Filipina

Filipina merupakan negara yang berbentuk kepulauan, setidaknya terdiri atas 7.107 pulau yang total luas daratannya diperkirakan mencapai 343.448 km persegi.

Wilayah Filipina bagian timur berbatasan langsung dengan Laut Filipina, sementara bagian barat dan utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan. Adapun di bagian selatan berbatasan dengan Laut Sulawesi, Maluku, dan Pulau Sulawesi.

Secara astronomis, Filipina berada di garis lintang 4 °LU—21 °LU serta di garis bujur 116 °BT—128 °BT. Lokasi astronomis ini turut menciptakan karakteristik iklim negara Filipina yang cenderung basah sepanjang tahun. Filipina mempunyai garis pantai yang terpanjang ke-5 di dunia, sekitar 36.289 km.

Kepulauan di Filipina terbagi menjadi tiga golongan daerah, yakni Luzon yang terdiri atas region I sampai V, Visayas menjadi wilayah VI sampai VIII, serta Mindanao terdiri dari region IX sampai XIII.

Ibu kota negara Filipina, Manila, berada di Luzon dan menjadi kota pelabuhan yang cukup padat lalu lintas maritimnya. Manila juga merupakan kota terbesar di Filipina yang disusul dengan Kota Quezon.