Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan salah Artikan, Inilah Perbedaan Pelapukan dan Erosi

Apa Perbedaan Pelapukan dan Erosi? - Terkadang masih banyak yang bingung dalam membedakan proses erosi dan pelapukan. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman teknis terhadap 2 proses yang serupa tapi tak sama tersebut. Pelapukan dan erosi adalah sebuah proses geologis alami terhadap semua material di permukaan bumi. Mineral, batuan dan tanah merupakan contoh material di permukaan bumi yang paling sering mengalami kedua proses tersebut.

Perbedaan Arti Pelapukan dan Erosi

Definisi utama dari pelapukan adalah perubahan atau degradasi sebuah material (mineral, batuan, maupun tanah) dari posisi aslinya akibat proses alami baik fisika, kimia, dan biologis. Selama proses pelapukan, perpindahan bahan yang berubah maupun hancur hanya terjadi disekitaran material aslinya (in situ).

Sedangkan definisi dari erosi adalah perpindahan pecahan/fragmen material melalui pengangkutan oleh agen alami seperti aliran air ataupun angin. Dalam hal ini erosi mengacu pada translokasi material yang telah lepas dari material induknya (insitu).

Erosi dan pelapukan sama-sama mempunyai agen yang bertanggung jawab di kedua proses tersebut, biasa disebut sebagai agen pelapukan dan agen erosi. Contoh dari agen pelapukan adalah perubahan suhu udara (cuaca), kadar asam, garam, tanaman dan hewan. Sedangkan contoh agen erosi seperti pergerakan air, angin, es, gravitasi yang dapat memindahkan material dari lokasi insitu ke lokasi lainnya.

Proses Pelapukan dan Jenis-Jenisnya

Pelapukan akan selalu melibatkan proses kimia, fisika, dan biologis, baik itu yang bekerja secara terpisah, berkelanjutan, maupun bersamaan untuk menghasilkan perubahan. Ada 3 jenis pelapukan, yaitu pelapukan fisik, kimia dan biologis, dibawah ini merupakan penjelasan disertai contohnya.

1. Pelapukan Fisik
Pelapukan fisik (fisika) biasa disebut juga dengan pelapukan mekanik. Pelapukan fisika adalah proses yang mengancurkan material tanpa mengubah komposisi kimianya. Sebagai contoh batuan yang bergerak karena kekuatan alam dapat saling bertumbukan satu sama lain dan akan patah atau pecah menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil dari batuan asalnya.

Contoh lainnya perubahan kontinyu suhu ekstrim siang hari (panas) dan malam hari (dingin) akan menyebabkan retakan pada batuan. Disaat bersamaan ketika retakan tersebut terisi air maka volume air akan menambah lebar retakan hingga membuat batuan itu hancur (terdisintegrasi).

2. Pelapukan Kimia
Pelapukan kimia adalah peristiwa hancurnya material karena interaksi kimia yang terkandung didalam agen pelapukan. sebagai contoh air hujan yang memiliki kandungan unsur tertentu yang bereaksi dengan butiran mineral dalam batuan akan membentuk mineral baru misalnya lempung, kalsit, dan aragonit.

Selain itu ada juga kasus dimana batuan yang terpapar suhu tinggi (akibat udara yang ekstrim) akan mudah teroksidasi ditunjukkan dengan perubahan warna batuan menjadi lebih kemerahan atau kekuningan. Tanah insitu merupakan contoh hasil pelapukan kimia terhadap batuan.

perbedaan antara pelapukan dan erosi
Pelapukan kimia pada batuan menghasilkan tanah laterit (merah).

3. Pelapukan Biologis
Pelapukan biologis adalah proses pelapukan yang terjadi saat makhluk hidup menghancurkan batuan induk menjadi pecahan-pecahan kecil. Sebagai contoh akar tanaman tumbuh di dalam batu dapat memecahkan batuan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

Tetapi perlu diperhatikan disini bahwa pelapukan biologis harus terjadi secara alamiah. Manusia yang berusaha menghancurkan batuan menjadi bagian yang lebih kecil tidak bisa disebut sebagai pelapukan biologis.

Proses Erosi

Peristiwa erosi dapat terjadi ketika kekuatan alam mengangkut batuan ataupun fragmen batuan dan memindahkannya ke lokasi lainnya. Pengangkutan material dapat terjadi oleh aktivitas air, angin, maupun pergerakan es yang mencair.

Proses erosi akan lebih banyak merusak landskap dan selanjutnya dapat membentuk landskap baru di tempat dimana material-material berhenti bergerak dan kemudian terakumulasi (deposisi). Material hasil erosi biasanya disebut dengan material sedimen atau secara singkat hanya disebut sedimen (bedakan dengan batuan sedimen yang telah mengalami kompaksi dan litifikasi).

perbedaan erosi dan pelapukan
Erosi dinding sungai oleh aktivitas air.

Proses erosi yang mengangkut material sedimen biasanya akan terdeposisi di wilayah elevasi rendah seperti dekat muara, sungai, ataupun laut. Erosi terdiri atas 4 tahapan utama, yaitu:
  1. Detasemen ; tempat dimana material induk (batuan) pecah menjadi partikel-partikel kecil.
  2. Entrainment ; partikel kecil batuan (sedimen) bercampur dengan udara, air, ataupun es yang mencair.
  3. Transportasi ; material sedimen terbawa oleh agen-agen erosi.
  4. Deposisi; tempat akhir partikel-partikel batuan (sedimen) berhenti tertransportasi.

Perbedaan Mendasar Antara Erosi dan Pelapukan

Untuk memahami perbedaan erosi dan pelapukan maka hal mendasar yang perlu dipahami bahwa erosi adalah murni pergerakan pecahan-pecahan batuan (material sedimen) dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, sedangkan pelapukan adalah hanya terbatas pada disintegrasi material insitu yang bersifat fisik, kimia dan biologis.

Pelapukan tidak dapat berhenti karena akan selalu mengikuti proses alam. Untuk proses erosi, saat ini manusia telah menemukan cara untuk menguranginya melalui prosedur mitigasi yang tepat, seperti menanam pohon di wilayah rentan aktivitas erosi dan membangun bronjong untuk mengurangi kekuatan air menyentuh langsung objek yang sekiranya rentan tererosi.