Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelembaban Udara

faktor yang mempengaruhi kelembaban udara
Ilustrasi kelembaban udara
Bumi ini tersusun atas faktor biotik dan faktor abiotik. Faktor abiotik penyusun alam salah satunya adalah kelembaban udara. Setiap tempat atau wilayah di muka bumi memiliki kelembaban udara yang berbeda-beda, dan hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor.

Kelembapan merupakan kandungan uap air yang berada di dalam sebuah materi. Kelembaban bisa dinyatakan dalam bentuk kelembaban mutlak, relatif, dan tekanan uap air. Beberapa faktor yang mempengaruhi kelembaban udara akan dijelaskan secara lengkap dalam penjelasan di bawah ini.

Apa itu Kelembaban Udara?

Di dalam udara, selalu terdapat kandungan air yang berbentuk uap air. Karena itulah disebut sebagai kelembapan udara, yaitu konsentrasi atau jumlah air yang ada di udara. Secara sederhana bisa diartikan sebagai kandungan uap air yang ada di udara. Kandungan uap air dalam udara juga berbeda-beda jumlahnya.

Biasanya uap air dalam udara yang hangat memiliki jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan kandungan uap air dalam udara yang dingin. Ketika udara memiliki banyak kandungan uap air didinginkan, maka suhunya akan turun dan udara tak akan bisa menahan uap air dalam jumlah sebanyak itu. Udara yang di dalamnya terkandung uap air dalam jumlah yang sama banyaknya dengan yang bisa dikandung disebut sebagai udara jenuh.

Kelembaban udara pun masih dibagi menjadi beberapa macam. Pertama adalah kelembaban relatif, yaitu perbandingan antara jumlah air yang ada di udara dengan yang terkandung di udara namun pada suhu yang sama. Macam kelembaban udara yang kedua adalah kelembaban udara mutlak, yaitu banyaknya kandungan uap dalam satuan gram pada setiap 1m³.

Mengukur kelembaban udara atau jumlah air yang ada di udara pun dilakukan dengan menggunakan metode khusus. Salah satunya adalah metode kelembapan spesifik. Metode ini digunakan untuk mengukur uap air yang terkandung di dalam udara dengan menggunakan rasio terhadap uap air yang ada pada udara kering.

8 Faktor yang Mempengaruhi Kelembaban Udara

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya kandungan uap air dalam udara atau kelembaban udara berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Seperti beberapa faktor yang mempengaruhi kelembaban udara berikut ini.

1. Suhu
Faktor pertama yang mempengaruhi kelembaban udara adalah suhu. Suhu sendiri merupakan derajat panas dari sebuah benda. Semakin tinggi suhu sebuah benda maka benda tersebut akan semakin panas, begitu pula sebaliknya.

Kelembaban udara ini berhubungan dengan kandungan air, maka suhu tentu akan berpengaruh pada kelembaban udara. Dalam hal ini, saat suhu udara semakin tinggi, maka kelembaban udara pada udara tersebut. Begitu pula sebaliknya.

2. Pergerakan Angin
Faktor selanjutnya yang berpengaruh pada kelembaban udara adalah pergerakan angin. Pergerakan angin ini bisa sangat mempengaruhi tingkat kelembaban udara karena pergerakan angin bisa berpengaruh pada proses penguapan di sumber air. Seperti yang sudah umum diketahui bahwa proses penguapan air ini merupakan salah satu tahapan dan faktor dalam proses pembentukan awan.

3. Tekanan Udara
Faktor tekanan udara dalam mempengaruhi kelembaban udara bersifat berbanding lurus. Artinya apabila suatu tempat memiliki tekanan udara yang semakin tinggi, maka kelembaban udaranya pun akan semakin tinggi. Hal tersebut dikarenakan pada tempat yang memiliki tekanan udara tinggi justru memiliki udara yang terbatas.

4. Kualitas dan Kuantitas Penyinaran Matahari
Berikutnya tingkat kelembaban udara juga dipengaruhi oleh faktor kualitas dan kuantitas atau jumlah penyinaran matahari. Saat intensitas penyinaran matahari sedang tinggi, maka tingkat kelembaban udara akan relatif turun. Begitu pula sebaliknya, ketika intensitas penyinaran matahari sedang rendah akan berpengaruh pada tingginya tingkat kelembaban pada udara.

Hal ini disebabkan karena sinar matahari akan menghilangkan uap air yang akan menyebabkan pada menurunnya kelembaban udara. Ketika intensitas penyinaran sinar matahari semakin rendah, maka uap air yang ada pada udara akan tetap tinggi sehingga kelembapan udara pun akan tetap tinggi karena tidak adanya proses penguapan dari uap air tersebut.

5. Ketersediaan Air
Ketersediaan air di satu tempat juga menjadi faktor yang mempengaruhi kelembaban udara di tempat tersebut. Kembali lagi pada pengertian dasar dari kelembaban udara, yaitu jumlah kandungan uap air pada udara. Kelembaban udara yang diukur berdasarkan banyaknya uap air yang terkandung tentu berhubungan dengan ketersediaan air di suatu wilayah.

Tempat yang ketersediaan airnya melimpah atau dalam jumlah yang relatif banyak, maka tingkat kelembaban udara di tempat tersebut juga bisa dipastikan tinggi. Begitu juga sebaliknya pada tempat dengan ketersediaan air yang rendah, maka tingkat kelembaban udaranya juga relatif rendah.

6. Vegetasi
Vegetasi merupakan variasi tumbuhan yang ada di suatu wilayah. Vegetasi ini juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi tingkat kelembaban udara. Namun, faktor spesifik yang berpengaruh pada kelembaban udara adalah kerapatan dari vegetasi tersebut. Suatu tempat yang di dalamnya terdapat vegetasi dengan kerapatan tinggi, maka tingkat kelembabannya cenderung tinggi.

Kerapatan vegetasi yang mempengaruhi tingkat kelembaban udara ini bergantung pada seresah yang menutup area permukaan tanah dengan rapat. Hal tersebut kemudian menyebabkan uap air terkunci di dalam seresah tersebut.

Hal berbeda terjadi pada tempat dengan kerapatan vegetasi renggang. Seresah yang menutupi area permukaan tanah juga akan renggang sehingga tingkat kelembaban udaranya juga ikut rendah.

7. Ketinggian Tempat
Faktor berikutnya yang berpengaruh pada tingkat kelembapan udara adalah ketinggian tempat. Saat berada di tempat yang lebih tinggi, suhu udara biasanya akan lebih dingin. Hal tersebut disebabkan karena kandungan uap airnya pun lebih besar dibandingkan kandungan uap air pada daerah yang lebih rendah.

Maka dari itu, ketika letak suatu tempat semakin tinggi, maka kelembaban udaranya pun akan terpengaruh menjadi tinggi. Begitu juga sebaliknya, ketika ketinggian suatu tempat tidak terlalu tinggi, maka tingkat kelembaban udara pada tempat tersebut juga tidak akan begitu tinggi.

8. Kerapatan Udara
Faktor yang Mempengaruhi kelembaban udara terakhir adalah kerapatan udara. Apabila kerapatan udara di suatu tempat semakin rapat, maka kelembaban udaranya juga akan semakin tinggi. Begitu pula ketika kerapatan udara di satu daerah tersebut tergolong renggang, maka kelembaban udaranya juga ikut rendah.
Faktor yang mempengaruhi kelembaban udara adalah:
1. Suhu Udara
2. Pergerakan Angin
3. Tekanan Udara
4. Kualitas dan Kuantitas Penyinaran Matahari
5. Ketersediaan Air
6. Kerapatan Vegetasi
7. Ketinggian Lokasi
8. Kerapatan Udara
Dalam kehidupan sehari-hari, udara tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Tanpa udara, manusia tidak akan bisa hidup. Namun dalam udara juga ada berbagai aspek yang harus diperhatikan, salah satunya adalah kelembaban udara.

Setiap tempat yang berbeda memiliki tingkat kelembaban udara yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi kelembaban udara di atas adalah faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat kelembaban udara di suatu wilayah. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda tentang udara dan kelembabannya.