Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Ekosistem : Keanekaragaman – Komponen – dan Cara Menjaga Keseimbangannya

pengertian dan keanekaragaman ekosistem

Apa itu Ekosistem?

Makhluk hidup dan lingkungannya setiap hari saling melakukan interaksi menciptakan hubungan timbal balik atau yang sering disebut dengan ekosistem. Proses tersebut melibatkan 2 komponen utama yaitu yang bersifat biotik dan abiotik. Lambat laun manusia juga memiliki peran yang sangat besar untuk menghasilkan simbiosis yang termasuk dalam ekosistem buatan.

Berdasarkan karakternya, ekosistem dibedakan menjadi dua yaitu alami dan buatan. Perbedaannya ada pada sifat interaksinya dimana yang alami saling menguntungkan sementara buatan bisa juga memberikan hasil merugikan bagi salah satu pihak. Campur tangan manusialah yang berperan menciptakan simbiosis komensalisme atau bahkan parasitisme.

Keseimbangan ekosistem terjadi jika masing-masing komponen menjalankan perannya dengan baik. Misalnya interaksi antara ikan dan air sebagai lingkungan hidupnya, jika tidak terjadi gangguan maka akan tercipta keselarasan dan lingkungan akan dalam kondisi yang bagus.

Munculnya sebuah ekosistem yang ada saat ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Komponen biotik dan abiotik saling berhubungan untuk menghasilkan sebuah interaksi yang kemudian menciptakan populasi. Masing-masing lingkungan abiotik mempunyai komponen biotik yang berbeda, dan inilah yang dinamakan keanekaragaman.

Di bumi ini banyak ditemukan berbagai macam ekosistem yang memiliki karakteristik yang berbeda. Munculnya keanekaragaman ini disebabkan oleh perbedaan letak geografis mulai dari darat hingga laut. Disamping itu ada juga faktor lain yang juga mempengaruhi seperti suhu, intensitas cahaya, curah hujan, dan lain sebagainya.

Contoh Keanekaragaman Ekosistem

Perbedaan yang terjadi di sebuah lokasi justru menciptakan keanekaragaman yang sangat unik. Di dalam air misalnya bisa menghasilkan macam macam ekosistem yang beragam karena komponen biotik hanya bisa bertahan pada keadaan yang spesifik. Jadi makhluk hidup yang ada di air tawar mempunyai karakteristik yang berbeda dengan ikan dan organisme lain yang tinggal di laut.

Memahami keanekaragaman ekosistem yang ada saat ini akan memberikan pengetahuan kepada Kita tentang banyaknya jenis organisme yang ada di bumi. Secara umum variasi ini tercipta karena perbedaan lokasi yang akhirnya melahirkan sebuah populasi. Adapun beberapa contoh keragaman tersebut adalah:
1. Darat
Ekosistem ini berada di lokasi daratan yang sangat luas karena itu sering disebut juga dengan bioma. Komponen yang hidup didalamnya yaitu berbagai jenis tumbuhan dan binatang. Contoh ekosistem ini adalah bioma gurun, hutan, padang rumput, taiga, dan tundra.

2. Air
Komponen abiotik dari ekosistem ini berupa air dan dibedakan menjadi dua bagian yaitu air tawar dan laut. Keduanya memiliki ciri yang berbeda baik dari segi intensitas cahaya, suhu, maupun organisme yang ada didalamnya. Komponen biotik yang hidup di laut lebih beragam dibandingkan yang ada di air tawar.

Kedua contoh keragaman yang disebutkan diatas memberikan warna yang berbeda pada sebuah interaksi. Hubungan yang terjadi tidak hanya antara abiotik dan biotik saja, melainkan juga sesama makhluk hidup. Proses ini dikenal dengan simbiosis dimana masing-masing organisme saling ketergantungan satu sama lain.

Interaksi yang dihasilkan bisa saja saling menguntungkan atau sebaliknya. Namun, proses tersebut terjadi secara alami untuk menciptakan keseimbangan dalam ekosistem. Campur tangan dari manusialah yang terkadang membuat kondisi lingkungan berubah akibatnya organisme yang hidup didalamnya tidak bisa hidup dengan nyaman.

Komponen Ekosistem

Ekosistem adalah sebuah proses yang terjadi karena adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat tinggal. Organisme yang ada di bumi ini sangat beragam jenisnya begitu juga dengan habitatnya. Keseimbangan ekosistem harus dijaga supaya kondisi alam ini tetap lestari.

Secara garis besar ekosistem hanya bisa terjadi jika ada 2 komponen utama penyusunnya. Kedua faktor ini sangat berperan besar dalam terciptanya keragaman di sebuah tempat hidup. Adapun komponen yang dimaksud adalah:
1. Biotik
Komponen biotik terdiri dari organisme hidup yang berada dalam sebuah ekosistem. Makhluk hidup yang termasuk didalamnya terbagi menjadi produsen, konsumen, serta dekomposer. Pengurai memiliki peran yang sangat vital dan tugasnya berada di akhir untuk mendekomposisi organisme yang sudah mati.

2. Abiotik
Ekosistem tidak akan terbentuk tanpa adanya komponen ini begitu juga dengan kelangsungan hidup organisme yang ada didalamnya. Yang termasuk dalam faktor abiotik adalah udara, cahaya matahari, air, angin, mineral, dan lain sebagainya.

Dari gambar ekosistem dapat diketahui bahwa interaksi selalu terjadi dan tidak bisa ditinggalkan satu sama lain. Jika ada yang mengalami gangguan baik karena faktor alam maupun ulah manusia, maka keseimbangan ekosistem dapat terganggu. Inilah yang menyebabkan banyak bencana terjadi saat ini karena kondisi alam sudah mengalami perubahan.

Hubungan yang terjadi antara komponen biotik dan abiotik dalam sebuah ekosistem, berkaitan juga dengan rantai makanan. Tanpa adanya faktor abiotik maka organisme seperti tumbuhan tidak bisa membuat makanan sendiri akibatnya jaring makanan akan terputus. Jika ini terjadi, kelangsungan hidup komponen biotik bisa terancam.

Jenis Ekosistem Utama

Jenis-jenis ekosistem dibedakan macamnya berdasarkan letak organisme berada. Ragamnya utamanya terdiri dari ekosistem darat dan laut. Masing-masing memiliki ciri yang sangat spesifik dan hanya organisme tertentu yang bisa bertahan hidup didalamnya.

1. Ekosistem Darat
Jenis dari ekosistem darat ini adalah hutan hujan tropis, gurun, hutan gugur, taiga, dan padang rumput. Ciri utamanya adalah memiliki fisik berupa daratan yang terletak pada garis lintang tertentu.

Gurun biasa terletak di daerah kering, padang rumput berlokasi di daerah beriklim sedang, hutan hujan tropis ada di garis katulistiwa. Sementara hutan gugur lebih menyukai iklim sedang dan taiga lebih sering ditemui pada daerah basah. Jenis tumbuhan serta binatang yang dapat hidup di ekosistem tersebut juga tidak sama, menyesuaikan dengan kondisi lingkungan habitat.

2. Ekosistem Air
Secara umum hanya ada dua jenis ekosistem perairan ini yaitu laut dan tawar. Organisme yang bisa hidup di air tawar harus bisa menyesuaikan kondisi dengan suhu rendah serta variasi intensitas cahaya matahari. Sementara perairan laut memiliki ciri yang tidak dipengaruhi iklim dan cuaca dengan rentan intensitas cahaya yang tinggi hingga rendah.

Keseimbangan Ekosistem

Keseimbangan ekosistem bisa terjadi jika interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya berjalan dengan lancar. Adanya proses ini memberikan keuntungan bagi organisme dan juga habitat tempat tinggalnya. Karena itulah keselarasan harus tetap dijaga agar komponen boiotik dan abiotik bisa bertahan.

Salah satu penyebab rusaknya keseimbangan adalah munculnya bencana alam seperti banjir, longsor, gunung meletus, tsunami, dan lain-lain. Kerusakan yang diakibatkan bisa membuat organisme kesulitan mempertahankan hidup akibatnya rantai makanan akan terputus.

Selain karena pengaruh alam, kerusakan ekosistem juga disebabkan oleh manusia. Sebagai contoh timbulnya banjir dikarenakan kebiasaan manusia yang membuang sampah sembarangan. Bencana alam ini dapat merusak ekosistem di darat maupun di laut dan yang akan dirugikan adalah manusia itu sendiri.

Menjaga keutuhan dan kestabilan ekosistem sudah menjadi kewajiban kita sebagai penghuni bumi ini. Kelestarian harus tetap dijaga agar kerusakan bisa segera ditangani dan tidak menyebabkan munculnya bencana alam.