Uranium adalah Unsur Radioktif, Kenali Sifat, Bahaya dan Pemanfaatannya

Uranium sudah bukan istilah yang asing lagi. Unsur kimia dengan lambang U ini termasuk dalam unsur radioaktif. Karena masuk dalam unsur radioaktif maka Uranium adalah unsur yang beracun. Namun, tak jarang juga unsur kimia ini dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-sehari. Untuk bisa diolah dan diambil manfaatnya, diperlukan teknologi yang mumpuni agar unsur ini bisa memberikan manfaat lebih.

Sebagai salah satu unsur alami, Uranium adalah unsur yang termasuk dalam unsur paling berat kedua dan paling banyak ditemukan di bumi. Hal ini bisa dilihat dari letaknya dalam tabel unsur periodik. Unsur ini memiliki sifat dan karakteristik khusus yang membedakannya dengan unsur lain. Jika berada pada kondisi yang normal, unsur ini adalah unsur yang berbentuk padat yang mana bisa ditempa.

Baca juga: Pertambangan Mineral Radioaktif di Indonesia

Warna dari Uranium cederung perak atau keperakan. Sifat yang menjadi cii khas dari unsur ini adalah kandungan racun di dalamnya. Meskipun memiliki sifat racun, unsur ini juga memiliki manfaat bagi kehidupan manusia asal diolah dengan teknologi yang tepat. Seperti beberapa manfaat berikut.

1. Sumber Energi
Jika Anda mengenal pembangkit listrik tenaga nuklir, maka Uranium adalah bahan bakar yang digunakan pada reaktor nuklirnya. Uranium digunakan untuk menghasilkan energi listrik yang tak bisa dihitung besarnya. Dengan adanya Uranium, turbin yang bisa menghasilkan listrik mampu bergerak karena uap yang dipanaskan oleh unsur radioaktif ini.

2. Dimanfaatkan dalam Bidang Arkeologi
Arkeologi yang merupakan bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari manusia dan kebudayaannya di masa lampau serta peninggalan jaman purba juga membutuhkan Uranium dalam studinya. Peran Uranium adalah untuk membantu menentukan usia batuan yang ditemukan serta lapisan tanahnya. Dengan begitu para Arkeolog bisa menentukan dengan pasti usia fosil yang ditemukan berdasarkan usia batuan dan lapisan tanah di sekitarnya.

3. Memberantas Hama
Uranium juga banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Peran atau manfaat Uranium bagi pertanian adalah membantu dalam pembasmian hama yang menyebabkan penyakit pada tanaman. Cara kerjanya adalah dengan memberikan radiasi pada hama yang ada di lahan pertanian.

Radiasi ini akan memberikan dampak kemandulan pada serangga atau hama jantan. Dengan begitu, meskipun hama tersebut bisa membuahi serangga atau hama betina, namun nantinya telur yang dihasilkan tidak akan bisa menetas. Dengan begitu perkembangan hama yang bisa menyebabkan penyakit pada tanaman bisa dihentikan.

4. Sebagai Bahan Pengawet
Dalam bidang industri, penggunaan Uranium dalam dosis yang diperbolehkan akan membantu dalam pengawetan barang-barang bahkan makanan. Radiasi dari Uranium dapat membantu mengawetkan misalnya kayu ataupun barang-barang seni yang terkadang mudah rusak.

Dengan menggunakan radiasi dari Uranium, maka barang-barang tersebut bisa bertahan lama. Uranium juga bisa digunakan untuk mengawetkan makanan asalkan digunakan dalam dosis yang aman. Uranium adalah bahan pengawet makanan yang banyak digunakan dalam industri-industri makanan berskala besar.

Baca juga: Unsur Radioaktif di Indonesia Dijual Seharga Pasir Bangunan

Sebagai salah satu unsur paling berat kedua dan termasuk sebagai unsur radioaktif, Uranium adalah unsur yang patut dihindari karena memiliki sifat racun. Namun dengan teknologi yang tepat dan penggunaan dalam jumlah atau dosis yang aman, Uranium juga bisa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Sebut saja energi nuklir yang banyak digunakan oleh negara-negara maju saat ini. Jumlah energi yang dihasilkan dalam jumlah sangat besar itu tak bisa dilepaskan dari peran Uranium. Beberapa pemanfaatan Uranium lainnya bisa Anda lihat dari daftar di atas.

Uranium adalah Unsur Radioktif, Kenali Sifat, Bahaya dan Pemanfaatannya