Keunggulan SIG beserta Manfaatnya

keunggulan dan kelemahan sig
Sifat khusus dari sebuah sistem informasi geografis (SIG) adalah mampu mengelola data informasi spasial atau data yang memiliki referensi keruangan. Keunggulan SIG adalah memproses data keruangan secara cepat, fleksibel dan akurat.

Salah satu pengertian sistem informasi geografis juga dapat diartikan sebagai sistem komputer yang mampu membangun, menyimpan, mengatur, dan menampilkan informasi dengan referensi geografis tertentu. Contohnya sebuah data yang dikenali melalui lokasinya di permukaan bumi dapat disimpan dalam database komputer.


Kelebihan sistem informasi geografis menggunakan komputer adalah lebih kepada kecepatan pemprosesan, akurasi analisa data, serta mampu memvisualisasikan data sesuai keinginan penggunanya. Kelebihan SIG yang demikian membuatnya banyak dimanfaatkan oleh para praktisi kebumian di dunia.

Akan tetapi, SIG bukanlah sesuatu yang tanpa kelemahan, karena ada beberapa sisi kelemahan SIG yang juga dapat kita temukan. Pembelajaran kita kali ini selain fokus membahas mengenai kelebihan SIG, kita juga akan mengenal apa saja kelemahan SIG, silahkan disimak ya.

Keunggulan Sistem Informasi Geografis

Perlu diketahui oleh sahabat Geologinesia, kelebihan sistem informasi geografis ini sangatlah banyak, sehingga menyebabkan banyak orang memanfaatkannya dalam bidang yang luas pula. Pemanfaatan SIG tidak hanya dalam bidang geografi keruangan saja, militer pun juga sering menggunakan fungsi dari sebuah sistem informasi ini. Lalu apa saja keunggulannya? dibawah ini adalah beberapa keunggulan SIG yaitu:
  1. Pemrosesan data yang memakan waktu lebih sedikit
  2. Lebih fleksibel dalam visualisasi data
  3. Pertukaran antar data spasial yang lebih mudah
  4. Sistem pendukung yang relatif lebih murah harganya
  5. Pengolahan data yang lebih akurat dan praktis
  6. Fleksibilitas format data


Pemrosesan Data Memakan Lebih Sedikit Waktu

Keunggulan yang paling terlihat dari sistem ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk memproses data spasial dapat lebih singkat. Hal ini dikarenakan pemrosesan data menggunakan bantuan komputer. Proses dengan komputer memakan waktu yang jauh lebih singkat dengan proses data manual. Keunggulan SIG tersebut membuat hasil yang diharapkan juga menjadi lebih cepat didapat.

Lebih Fleksibel dalam Visualisasi Data

Pada umumnya data spasial yang dikenal dicetak dalam bentuk peta berskala. Peta tersebut biasanya hanya tersedia dalam bentuk fisik dan tidak dapat diubah-ubah. Dengan menggunakan SIG maka visualisasi data dapat beragam dan fleksibel. Keunggulan SIG ini dimanfaatkan misalkan untuk menampilkan peta digital pada smartphone. Legenda dari peta tersebut pun akan lebih fleksibel dan bisa dipilih sesuai kebutuhan, sehingga untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tentu akan lebih mudah.

(Lihat juga pengertian penginderaan jauh)

Pertukaran Data Spasial yang Lebih Mudah

Sebelum era sistem informasi digital, pengolahan data spasial jauh lebih kaku dan membutuhkan banyak langkah. Akan tetapi dengan adanya SIG ini proses pertukaran data tersebut menjadi lebih mudah, karena sifat data digital yang juga mudah untuk ditransfer terutama via jaringan internet.

Data spasial juga dapat diunduh di berbagai website lembaga geografi milik pemerintah, bahkan yang berasal dari luar negeri, seperti USGS milik Amerika Serikat yang menyediakan berbagai data spasial dari satelit. Pemanfaatannya misalkan untuk pemetaan titik api pada daerah rawan kebakaran di hutan-hutan di Pulau Sumatera. Dengan keunggulan SIG yang satu ini, maka akan didapatkan data secara cepat dan diinformasikan ke berbagai pihak juga dengan lebih cepat dan luas.

Relatif Lebih Murah dan Cepat

Betul memang apabila alat-alat untuk memproses data spasial digital untuk sistem informasi geografis tergolong mahal, namun investasi ini apabila dibandingkan dengan performa dan fungsionalitas yang didapatkan akan terasa sangat menguntungkan.

Sistem informasi geografis memerlukan hardware atau biasa disebut dengan perangkat keras SIG, contohnya seperti digitizer, scanner, komponen olah data berspesifikasi tinggi, hingga alat output data yang tak kalah banyak. Begitu pula dengan perangkat lunak seperti software olah data ataupun Data Base Management System (DBMS).

Tetapi, pada kedepannya dalam pengambilan data akan lebih mudah karena memanfaatkan data satelit, data digital, atau data-data lain yang lebih murah dibandingkan dengan melakukan survey langsung. Keunggulan dari SIG tersebut dapat menekan ongkos produksi terutama dalam jangka panjang. Contohnya adalah untuk memprediksi banjir, daripada melakukan survey dan penghitungan langsung, akan lebih mudah dan murah dengan memanfaatkan sistem informasi geografis.

Pengolahan Data Lebih Akurat dan Praktis

Penggunaan software pengolah data tentunya membuat hasil pengolahan data akan semakin akurat. Dibandingkan mengolah data menggunakan metode manual, perhitungan dengan komputer akan lebih tepat analisisnya. Hal ini dikarenakan perhitungan komputer nyaris tidak memiliki kesalahan.

Kalaupun ada kesalahan, hal itu biasanya disebabkan oleh operator ataupun manusia yang melakukan analisis. Kesalahan-kesalahan tersebut biasanya disebabkan oleh kesalahan dalam penentuan parameter ataupun metode analisis yang digunakan, sehingga hasil analisis menjadi kurang tepat.

(Lihat juga manfaat penginderaan jauh)

Kepraktisan juga menjadi keunggulan SIG selanjutnya. Mengolah data dengan komputer saat ini tentunya sudah tersedia banyak pilihan aplikasi yang dapat mempersingkat langkah dan waktu dalam mengolah data.

Tidak hanya dalam pengolahan data, dalam menampilkan hasil serta kesimpulan data pun akan lebih praktis, sehingga pengambilan keputusan dapat lebih mudah. Contohnya adalah dalam perencanaan ataupun evaluasi sistem transportasi di perkotaan. Mengingat rumitnya rute transportasi, tentu menggunakan komputer akan mempermudah pengambilan keputusan berdasarkan sistem informasi geografis.

Fleksibilitas Format Data

Sistem informasi geografis tentunya melibatkan data digital sebagai bagian tak terpisahkan dalam hal data. Karena sifatnya digital, maka tentunya mendukung berbagai format untuk selanjutnya dilakukan pengolahan data.

Fleksibilitas format data ini mengakibatkan pengolahan data menjadi mudah. Banyak software pengolah data SIG sudah mendukung fitur export ataupun import sehingga perbedaan format data tidak menjadi masalah lagi.

Hal-hal diatas adalah beberapa contoh dari keunggulan SIG. Keunggulan-keunggulan tersebut yang menjadikan sistem informasi geografis digunakan dalam berbagai keperluan. Contohnya adalah prediksi bencana alam yang real time, penentuan strategi penjualan, hingga pembuatan rencana pembangunan.

Kelemahan SIG

SIG bukanlah sebuah sistem yang tanpa kelemahan, namun perlu dipahami bahwa jika dibandingkan hasil yang nantinya dapat diperoleh maka kelemahan tersebut biasanya tidak diperhitungkan oleh beberapa orang. Dibawah ini merupakan beberapa kelemahan SIG yaitu:
  1. Teknologi pendukungnya sering beranti-ganti mengikuti perkembangan zaman
  2. Penggunaannya membutuhkan sumber daya manusia yang setidaknya paham akan komputer
  3. Beberapa data 3D yang masih buruk visualisasinya
  4. Bagi sebagian orang, format data yang dihasilkan sangat beragam sehingga sulit untuk menyesuaikannya
  5. Sulit untuk memproses data yang diperoleh hanya sebagian-sebagian (bersifat temporal).
  6. Untuk memperoleh hasil maksimal perangkat lunak SIG (software) yang digunakan harus selalu up to date.

Sebenarnya Masih banyak lagi kelemahan SIG yang bisa kita temukan, akan tetapi hal ini lebih dipengaruhi oleh faktor manusianya sendiri. Sebagai contoh, beberapa orang tidak masalah dengan harga yang dikeluarkan karena penggunaan sistem ini, tetapi ada juga yang merasa mahal untuk membeli teknologi dari sistem ini.

FAQ: Apa saja keunggulan dan kelemahan SIG?
Keunggulan SIG adalah mampu memproses data lebih cepat, fleksibilitas visualisasi, format dan pertukaran data spasial, relatif lebih murah dibandingkan hasil yang akan didapatkan, pengolahan datanya lebih akurat dan praktis. Sedangkan kelemahan SIG adalah teknologi pendukung sering berganti-ganti, pengoperasiannya minimal harus orang yang paham komputer, beberapa data 3D masih buruk visualisasinya, keragaman format data yang kadang membingungkan, input data yang tidak bisa temporal, dan software yang harus selalu di update.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel