Jumat, 03 November 2017

Urutan Susunan Tata Surya Menurut Geosains

Mempelajari susunan tata surya memang tidak akan ada habisnya. Rasa takjub dengan semua benda-benda angkasa yang sangat besar dan sangat indah tentunya. Mempelajari sistem tata surya memang selalu menjadi hal yang menyenangkan mengingat selalu ada hal baru yang akan dipelajari. Untuk bisa memahami ilmu mengenai tata surya sebaiknya ada harus mendalami ilmu geosains. Apa itu ilmu geosains? Banyak sekali anggapan yang salah mengenai bidang keilmuan yang satu ini dan menafsirkannya sebagai bidang ilmu geografi. Padahal keduanya hanya memiliki keterkaitan yang sangat kecil.

Apa saja yang ada dalam susunan dalam tata surya?
Tata surya sendiri merupakan sebuah kumpulan dari berbagai macam benda langit yang umumnya terdiri atas bintang atau matahari serta semua objek yang terpengaruh oleh gravitasi dari bintang utama. Di galaxy bima saksi, matahari memiliki peran sebagai bintang utama sementara planet-planet hanyalah sebagai objek yang terpengaruh oleh gravitasinya. Berikut benda-benda apa saja yang masuk dalam sebuah susunan tata surya:

1. Matahari
Susunan tata surya yang paling inti diduduki oleh matahari. Matahari yang merupakan bintang ini menjadi pusat gravitasi dari semua benda yang ada dalam cangkupan tata surya. Untuk ukurannya sendiri, matahari memiliki massa yang sangat besar mencapai 332.830 kali massa bumi. Dengan besarnya massa yan dimiliki membuat adanya kesinambungan fusi nuklir dan membuat matahari mampu menyemburkan energi hingga ke planet-planet lain yang ada di sekitarnya.

2. Tata Surya Bagian Dalam
Bagian tata surya selanjutnya adalah tata surya bagian dalam dan mencangkup asteroid serta planet kebumian. Beberapa planet yang masuk dalam kategori planet kebumian adalah planet merkurius, planet venus, planet bumi, dan planet mars. Ke empat planet tersebut juga sering dikenal sebagai planet-planet dari susunan tata surya bagian dalam. Kesemua planet tersebut memiliki komposisi batuan yang cukup padat sehingga memungkinkan adanya kehidupan di tempat tersebut. tidak hanya itu, ke empat planet ini juga tidak memiliki sistem cincin dan juga satelit.

a. Merkurius
Merkurius merupakan planet yang berlokasi paling dekat dengan matahari. Sehingga tidak jarang pada saat terjadi badai di matahari, planet ini juga akan merasakan panasnya walaupun jarak keduanya mencapai 0,4 SA. Dengan massa hanya 0,555 dari planet bumi, merkurius tidak memiliki satelit dan juga terdapat beberapa kawah meteoroid yang dikenal dengan rupes atau lobed ridges.

b. Venus
Tidak jauh berbeda dengan merkurius, venus juga merupakan salah satu planet yang memiliki jarak dekat dengan bumi. Dengan jarak 0,7 SA dari matahari membuat planet ini memiliki iklim yang cukup panas hingga mencapai 400 C. meski demikian, planet ini memiliki kabut silika tebal yang di dalamnya terkandung inti besi. Keadaan di venus sangat kering dan tandus serta kepadatannya mencapai 9 kali kepadatan yang ada di bumi.

susunan tata surya

c. Bumi
Planet yang berjarak 1 SA dari matahari ini merupakan satu-satunya planet dalam susunan tata surya yang bisa ditinggali oleh manusia. Planet ini merupakan planet terbesar dan memiliki aktivitas geologi di hampir semua daratannya. Walau demikian, dengan 70% daerah di bumi berisi air namun demikian planet ini memiliki hydrosfer yang cukup cair. Bumi juga satu-satunya planet di bagian dalam yang memiliki satelit. Satelit tersebut adalah bulan yang bisa Anda lihat dengan sangat jelas terlebih saat full moon.

d. Mars
Mars merupakan sebuah planet yang memiliki massa hingga 0,107 dari massa bumi dan berjarak hingga 1,5 SA dari bintang inti. Berbeda dengan permukaan yang ada di planet bagian dalam, daratan mars dipenuhi dengan gunung berapi raksasa. Hal ini membuktikan jika terdapat aktivitas geologis yang makin kesini makin sering muncul.

e. Sabuk Asteroid
Asteroid sendiri sebenarnya hanyalah sekumpulan objek umumnya berupa minuman logam beku dan juga bebatuan.  Kumpulan objek ini biasanya terletak di antara planet Mars dan planet Yupiter. Banyak ahli yang menduga jika sabuk asteroid ini merupakan sisa dari bahan-bahan yang gagal terbentuk akibat besarnya pengaruh dari lemari pendingin.

3. Tata Surya Bagian Luar
Pada tata surya bagian luar umumnya berisi gas-gas yang raksasa. Biasanya setiap objek yang ada dalam tata surya bagian luar ini memiliki satelit dengan ukuran yang sangat besar bahkan hingga melebihi ukuran bumi. Tidak hanya itu, di daerah ini juga terdapat banyak komet yang memiliki orbit yang pendek. Sama halnya dengan yang ada di planet-planet kebumian, planet-planet yang ada di tata surya bagian luar juga memiliki beberapa unsur padat seperti metan, amonia, dan juga air.

Ketiga susunan tata surya tersebut memang memiliki perbedaan pada setiap unsur penyusunnya. Dengan belajar tata surya melalui geosains pastinya akan membuat Anda lebih tahu mengenai apa saja yang ada di tata surya serta bagaimana pembentukan tata surya kita.