Friday, March 31, 2017

Mineralogi Logam Tanah Jarang di Indonesia

loading...
Berdasarkan hasil penelitian di Indonesia, mineral-mineral yang mengandung unsur logam tanah jarang di Indonesia terdapat sebagai mineral ikutan dari kegiatan penambangan timah dan emas aluvial. Hal ini merupakan sebuah peluang untuk dapat diambil sebagai produk sampingan yang memberikan nilai tambah sehingga dapat mengurangi bahan galian tertinggal dan bahan galian terbuang dalam suatu kegiatan penambangan.


Potensi endapan timah dan emas aluvial di Indonesia kita ketahui cukup berlimpah. Mineral utama mengandung unsur atau logam tanah jarang yang banyak ditemukan di Indonesia adalah xenotim, monasit, dan zircon yang berasosiasi dengan kasiterit yang diperoleh dari penambangan timah aluvial. Berikut ini diuraikan ketiga mineral utama LTJ yang banyak ditemukan di Indonesia:

mineral utama ltj di deposit timah aluvial
Tabel Mineral Utama LTJ pada Penambangan Timah Aluvial.

MONASIT
Monasit adalah mineral fosfat yang mengandung LTJ dan thorium (Ce,La,Pr,Nd,Th,Y)PO4 dan mengandung 60-62% total oksida tanah jarang. Monasit umumnya diambil dari konsentrat yang merupakan hasil pengolahan dari endapan aluvial mineral logam berat lain.

Monasit memiliki kandungan thorium yang cukup tinggi, sehingga mineral tersebut memiliki sinar alfa (sifat radiaktif). Thorium memancarkan radiasi tingkat rendah, dengan hanya menggunakan selembar kertas saja maka akan terhindar dari radiasi yang dipancarkannya.


Monasit tahan terhadap pelapukan kimia dan mempunyai berat jenis yang tinggi dalam asosiasinya dengan mineral berat lainnya seperti ilmenit, magnetit, zircon, dan rutil. Kristal monasit berwarna kuning hingga coklat atau orange-coklat dengan kilap sutera. Butiran monasit biasanya berbentuk prismatik dengan diakhiri bentuk membaji, bentuk lainnya biasanya granular dan bentuk pejal.

XENOTIM
Xenotim adalah mineral fosfat yang mengandung Y (YPO4) dan merupakan senyawa yttrium fospat dengan kandungan 54-65% LTJ termasuk erbium, cerium, dan thorium. Xenotim juga merupakan mineral yang sering ditemukan dalam pasir mineral berat serta dalam pegmatit dan batuan beku.

Xenotim berwarna coklat kekuningan sampai coklat kemerahan dengan kilap sutera. Warna lain xenotime biasanya kelabu, oranye, dan hijau. Xenotim selalu akan hadir sebagai mineral tambahan dalam batuan asam dan alkalin, walaupun saat ini telah teramati dalam sekis mika dan gneiss yang kaya kuarsa. Selain itu, xenotim dapat hadir sebagai mineral rombakan.

Xenotim dapat secara mudah tertukar dengan zircon oleh karena kesamaan bentuk kristal dan kenampakan secara keseluruhan. Namun demikian, xenotim tidak sekeras zircon dan menampakan belahan sempurna.

ZIRCON
Zircon merupakan senyawa zirkonium silikat yang di dalamnya dapat terkandung thorium, yttrium, dan cerium.


Ketiga jenis mineral yang mengandung LTJ di atas banyak ditemukan dalam penambangan timah aluvial di daerah Bangka-Belitung dan Kepulauan Riau. Masing-masing wilayah penambangan menunjukkan karakteristik persen berat kelimpahan kasiterit, monasit, xenotim, dan zircon yang berbeda-beda.
loading...
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner