Rabu, 18 Januari 2017

Mengenal Fisiografi Pulau Sulawesi

Sulawesi merupakan salah satu pulau dalam wilayah Indonesia yang terletak diantara Pulau Kalimantan dan Kepulauan Maluku. Dengan luas wilayah sebesar 174.600 Km2, Sulawesi merupakan pulau terbesar ke-empat di Indonesia setelah Papua, Kalimantan, dan Sumatera. Bentuknya yang menyerupai huruf "K" menyebabkan pulau ini memiliki bentuk yang unik dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia, hal tersebut mengindikasikan adanya kompleksitas geologi yang terdapat di Pulau Sulawesi sebagai akibat pertemuan tiga lempeng besar yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo Australia.


Beberapa pendapat ahli geologi seperti Sukamto (1975), Hamilton (1979), dan Smith (1983) menyebutkan bahwa Pulau Sulawesi dapat dibagi menjadi 3 bagian fisiografi, yaitu:
  1. Busur Vulkanik Neogen, merupakan jalur magmatik yang memanjang dari lengan utara hingga lengan selatan Pulau Sulawesi. Secara umum, batuan penyusun Busur Vulkanik Neogen terdiri dari kompleks basement pada masa Paleozoikum Akhir - Mesozoikum Awal, batuan volkanik-plutonik berumur Paleogen - Kuarter, batuan sedimen yang berumur Kapur Akhir - Eosen (Sukamto, 1975) dan batuan malihan. Busur Vulkanik Neogen sebagai busur magmatik dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu Sulawesi bagian barat dan Sulawesi bagian Utara. Sulawesi bagian barat selama periode Pliosen hingga Kuarter Awal diendapkan pada lingkungan submarine sampai terestrial dan memiliki aktivitas vulkanik yang kuat dibandingkan dengan Sulawesi bagian utara yang tersusun atas litologi bersifat riodasitik sampai andesitik pada umur Miosen hingga Resen.
  2. Sekis dan Batuan Sedimen Terdeformasi (Central Schist Belt), tersusun atas fasies metamorfik sekis hijau dan sekis biru. Bagian barat dari kelompok batuan ini merupakan tempat terpisahnya antara sekis, genes, dan batuan granitik (Silver dkk, 1983).
  3. Kompleks Ofiolit (Ophiolite), merupakan jalur ofiolit, sedimen terimbrikasi dan molase yang tersebar di lengan timur dan tenggara Sulawesi. Bagian lengan tenggara Sulawesi didominasi oleh batuan ultramafik, sedangkan pada lengan timur Sulawesi merupakan segmen ofiolit lengkap berupa hazburgit, gabro, sekuen dike diabas dan basalt, yang merupakan hasil dari tumbukan antara platform Sula dan Sulawesi pada saat Miosen Tengah sampai Miosen Akhir (Hamilton, 1979 dan Smith, 1983).


pembagian jalur fisiografi pulau sulawesi
Gambar pembagian jalur fisiografi Pulau Sulawesi (Smith, 1983).

Karakter topografi Pulau Sulawesi yang terdiri dari pegunungan dengan lereng yang terjal dan adanya lembah serta dataran pantai, berpengaruh terhadap perkembangan iklim di pulau ini. Secara umum, Pulau Sulawesi termasuk dalam iklim tropis yang teridiri dari dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.