Kamis, 19 Januari 2017

Batugamping Klastik : Genesa, Jenis, dan Ciri-cirinya

Batugamping klastik adalah batu gamping yang terendapkan secara sekunder, dengan ciri kenampakan berlapis. Tebal setiap lapisan berkisar antara beberapa centimeter hingga puluhan meter sehingga sekilas tampak seperti berstruktur pejal atau tidak berlapis. Di dalam suatu kompleks terumbu, kemungkinan terdapat batugamping non-klastik yang tersingkap bersama-sama dengan batugamping klastik.


Disekitar lereng inti terumbu kadang dijumpai batugamping konglomeratan yang tersebar mengitari sebuah bukit. Batugamping ini merupakan endapan talus (pelongsoran). Batugamping klastik dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu batugamping klastik fragmentar dan batugamping klastik non-fragmentar (R.P Koesoemadinata, 1982).

ciri-ciri batugamping klastik
Gambar kenampakan batugamping klastik (fine-grained).

Batugamping Klastik Fragmentar
Batugamping klastik fragmentar tersusun atas fragmen yang asalnya tidak jelas dan dapat merupakan campuran. Batuan ini pada umumnya memiliki tekstur perlapisan menyerupai batupasir dengan struktur sedimen silang-siur, gelembur gelombang, dan laminasi. Batugamping klastik fragmentar umumnya diendapkan secara mekanis oleh air laut.

Batugamping Klastik Non-Fragmentar
Batugamping Klastik Non-Fragmentar jarang dijumpai di Indonesia, dan merupakan batuan reservoir minyak bumi. Batuan ini sering merupakan gradasi dari batugamping bioklastik dan batugamping klastik fragmentar, atau bahkan merupakan campuran dari ketiga unsur batuan tersebut. Unsur butir pada batugamping klastik non-fragmentar terdiri atas oolit, lump, dan pelets.

Oolit
Oolit adalah butiran karbonat yang berbentuk spheroid dan memperlihatkan struktur dalam radial atau perlapisan konsentris, berukuran 30 - 40 mikron dengan kilap mutiara. Oolit terbentuk di lingkungan laut dengan kadar kalsium karbonat lewat jenuh (supersaturated, illing, 1954).

oolit batugamping
Gambar kenampakan Oolit pada sayatan tipis di bawah mikroskop.


Lump
Lump adalah butiran karbonat yang merupakan agregasi butiran yang membentuk butir pasir komposit, dengan tipe:
  1. Grapestone (buah anggur); berupa butir-butir komponen menonjol seperti setangkai buah anggur, diikat oleh aragonit dengan komponen skeletal (butir karbonat).
  2. Botryoidal; berupa komponen butir-butir oolit dengan hubungan antar butir yang saling mengisi dan mengikat.
  3. Enctrusted; sementasi laut menutupi butir-butir komponen, bersifat tidak teratur, rongga-rongga diisi oleh jarum aragonit.

Pelets
Pelets adalah butiran karbonat yang berbentuk bulat lonjong, ovoid dengan permukaan halus kadang tidak rata dan menunjukkan jejak agregasi, kilap kusam, serta tidak ada struktur dalam. Terbentuk oleh sedimentasi partikel berukuran lanau; kotoran binatang dengan bentuk seperti batang, chitine; butir dari butiran kerangka organik (pengisian dan rekristalisasi); komposit.