thumbnail

Mineral Olivin: Pengertian, Genesa, Deskripsi dan Kegunaannya

Apa itu Mineral Olivin ?

Olivin (Olivine) adalah nama dari sekelompok mineral pembentuk batuan yang banyak ditemukan dalam batuan beku mafik dan ultramafik seperti basalt, gabro, dunit, diabas, dan peridotit. Olivin biasanya berwarna hijau dan memiliki komposisi kimia berkisar antara Mg2SiO4 dan Fe2SiO4. Banyak orang yang akrab dengan olivin karena merupakan mineral dari gamestone (akik) hijau yang sangat populer, yang kita kenal sebagai peridotit.


Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah: pengertian olivin, genesa mineral olivine, kegunaan olivin, olivin grup, kelompok mineral olivin, ciri-ciri mineral olivin, deskripsi mineral olivin. 

Genesa Olivin

Kebanyakan olivin ditemukan di permukaan bumi, pada batuan beku yang berwarna gelap. Mineral ini biasanya mengkristal bersamaan dengan plagioklas dan piroksen untuk membentuk batu gabro ataupun basalt. Kedua jenis batuan tersebut merupakan batuan yang paling umum pada batas lempeng divergen dan pada pusat hotspot lempeng tektonik.

Olivin memiliki suhu kristalisasi yang tinggi dibandingkan dengan mineral lainnya. Olivin merupakan mineral pertama yang mengkristal dari magma. Kristal olivin terbentuk selama proses pendinginan magma yang lambat dan kemudian mengendap dibagian bawah dapur magma karena densitasnya yang relatif tinggi. Akumulasi olivin ini dapat mengakibatkan pembentukan batuan seperti dunit yang berada dibagian bawah dapur magma.


Kristal olivin juga dapat terbentuk selama proses metamorfosis batu kapur dolomit. Dolomit memberikan kontribusi magnesium, sedangkan silikanya diperoleh dari kuarsa dan mineral pengotor lainnya dalam batu kapur tersebut. Olivin juga merupakan mineral yang gampang terubah (teralterasi) oleh proses pelapukan. Karena begitu mudah terubah, olivin bukan mineral yang umum dalam batuan sedimen tetapi hanya merupakan penyerta pada beberapa deposit pasir ataupun sedimen ketika tertransportasi sangat dekat dengan batuan induk yang banyak mengandung olivin.

Komposisi Kimia Olivin

Olivin merupakan nama yang diberikan untuk sekelompok mineral silikat yang memiliki komposisi kimia umum (A)2SiO4. Berdasarkan komposisi umumnya tersebut, "A" biasanya merupakan Mg atau Fe, tetapi dalam kondisi tertentu "A" dapat tersubsitusi oleh Ca, Mn, ataupun Ni.

Komposisi kimia yang paling umum dari olivin sebenarnya berada di antara forsterit murni (Mg2SiO4) dan fayalit murni (Fe2SiO4). Dalam seri itu, Mg dan Fe dapat bebas saling menggantikan dalam suatu struktur atom mineral, dalam rasio apapun. Jenis variasi komposisi ini terus terjadi sehingga menghasilkan "larutan padat" dan diwakili dalam rumus kimia sebagai (Mg,Fe)2SiO4.

Sebenarnya, nama "olivine" digunakan sebagai pengganti "forsterit" atau "fayalit" karena diperlukan analisis kimia atau pengujian rinci untuk mengidentifikasi kedua jenis mineral tersebut. Nama "olivine" berfungsi sebagai cara cepat, mudah, dan murah untuk memberikan nama pada sebuah material. Pada gambar dibawah, dapat dilihat kelompok mineral olivin (olivine group) lengkap dengan komposisi kimianya.

Olivin pada Mantel Bumi

Olivin dianggap sebagai mineral penting dalam mantel bumi. Kesimpulan mengenai keberadaannya sebagai mineral pada mantel bumi ditunjukkan oleh perubahan perilaku gelombang seismik saat melewati bidang "Moho" (batas antara kerak dan mantel bumi).


Kehadiran olivin di struktur internal bumi juga terkonfirmasi oleh keberadaannya di xenoliths. Xenoliths merupakan potongan (sobekan) mantel bumi bagian atas, yang terbawa ke permukaan oleh magma (letusan gunung berapi). Olivin juga merupakan mineral yang melimpah pada bagian bawah ofiolit. Ofiolit merupakan batuan kerak samudera yang terdorong ke atas benua.

Deskripsi Olivin (Sifat Fisik)

Olivin merupakan mineral yang berwarna hijau, tetapi juga bisa berwarna kuning kehijauan. Olivin adalah mineral yang transparan (tembus cahaya) dengan kilap kaca dan kekerasan antara 6,5 ?? sampai 7,0 skala mohs. Walaupun pada umumnya olivin berwarna hijau, tetapi pada kondisi olivin yang kaya zat besi (fayalites) akan menghasilkan warna yang kecoklatan. Sifat-sifat fisik (deskripsi) mineral olivin dirangkum pada gambar dibawah ini.

deskripsi dan kelompok olivin
Sifat fisik dan kelompok mineral olivin.

Kegunaan Olivin

Kebanyakan olivin digunakan dalam proses metalurgi sebagai "slag conditioner". Olivin dengan kandungan magnesium yang tinggi (forsterit) ditambahkan ke "blast furnace" untuk menghilangkan pengotor baja dan untuk membentuk terak. Olivin juga telah banyak digunakan sebagai bahan tahan api. Mereka biasanya digunakan untuk membuat batu bata tahan api dan sebagai "sands cast".
thumbnail

Tujuan dan Langkah-langkah Perencanaan Penutupan Tambang

Penutupan tambang oleh World Bank dan IFC (2002) diistilahkan sebagai "it’s not over when it’s over". Karena kemungkinan bencana lingkungan dapat muncul sewaktu-waktu walaupun penutupan tambang telah selesai ditutup dan memasuki saat pasca tambang. Kota bekas tambang dapat berubah menjadi “kota hantu” (ghost town), sebab kegiatan ekonomi, sosial dan keamanan lingkungan tidak dapat mendukung lagi keberlanjutan pembangunan dan kehidupan masyarakat disana. Dampak ini, akhirnya menjadi beban masyarakat, daerah atau negara dimana tambang itu dioperasikan.


Di banyak kasus penutupan tambang di Indonesia, begitu tambang memasuki masa penutupan tambang, keberlanjutan manfaat ekonomi dan sosial juga terhenti. Hal ini disebabkan pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat setempat belum mempersiapkan diri secara tepat dan jauh-jauh hari sebelum masa penutupan tiba. Mereka masih lebih berfokus pada pembenahan kerusakan lingkungan.

Dengan demikian, penutupan tambang merupakan persoalan yang kompleks, probabilistik, dinamis serta perlu persiapan jangka panjang. Oleh karena itu diperlukan pendekatan sistem untuk menyelesaikannya. Perlu mengembangkan sebuah Desain Sistem Penutupan Tambang yang berkelanjutan, yang dapat menjamin terjadinya keberlanjutan ekonomi, sosial dan perlindungan lingkungan pada saat sebelum dan setelah sebuah tambang memasuki masa penutupan.

langkah-langkah penutupan tambang
Ilustrasi model tambang terbuka.

Prinsip perencanaan keberlanjutan di suatu lokasi tambang merupakan dasar untuk pembangunan keberlanjutan secara menyeluruh. Oleh karena itu, hal ini menyadi kebutuhan untuk melakukan ‘Desain untuk Penutupan’ dan lebih dari itu kita juga mempersiapkan ‘Rencana Pemanfaatan Pasca Pertambangan Berkelanjutan’ (Robertson dan Shaw, 1999). Hal ini mensyaratkan bahwa semua stakeholder, pemerintah dan masyarakat perlu mengkonsultasikan rencana dalam penyusunan pengembangan tambang, penutupan dan pasca penutupan tambang yang berkelanjutan.

Dalam perencanaan untuk penutupan tambang, ada empat tujuan utama yang harus diperhatikan, yakni:
  1. Melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat
  2. Meringankan atau menghilangkan kerusakan lingkungan
  3. Mencapai penggunaan lahan yang produktif, atau kembali ke kondisi aslinya atau alternatif yang dapat diterima
  4. Keberlanjutan manfaat sosial dan ekonomi akibat pembangunan dan operasi tambang

Dalam rangka untuk meminimalkan berbagai dampak dan risiko penutupan tambang, perlu dilakukan antisipasi sejak awal proses penambangan berkaitan dengan kewajiban atau risiko ketidakpastian untuk penutupan dan rehabilitasi baik itu instansi pemerintah, organisasi masyarakat atau perusahaan.

Dalam rencana penutupan tambang segala persyaratan penutupan tambang agar lebih dahulu ditetapkan dan disetujui serta dipertimbangkan dalam rencana pengembangan penutupan tambang. Hal ini memungkinkan perusahaan pertambangan untuk menentukan dan menyiapkan persyaratan guna mendapatkan dukungan untuk rencana penutupan serta meminimalkan risiko dan kewajiban yang mungkin berasal dari penolakan atau keberatan pada saat penutupan tambang.

Langkah-langkah khas untuk perencanaan penutupan tambang haruslah logis dengan deskripsi progresif yang dibutuhkan untuk memahami kebutuhan, sifat, efektivitas, dan biaya Rencana Penutupan Tambang. Setiap rencana penutupan tambang harus mempertimbangkan langkah-langkah jangka panjang baik secara fisik, kimia, biologis dan sosial dari efek penggunaan lahan yang dapat merusak sistem lingkungan alam sekitar seperti air, tanah, permukaan air dan lain-lain. Oleh karena itu, harus ada pemahaman tentang lingkungan pra-penambangan dan efek dari pengembangan tambang masa lalu dan masa depan pada lingkungan pra-tambang. 

Langkah-langkah pengendalian operasional harus dipilih untuk implementasi selama penambangan dalam rangka meminimalkan dampak pada ekosistem sekitarnya. Dampak penilaian harus dilakukan secara berkala sebelum pemilihan langkah-langkah selama operasi tambang dalam rangka untuk menentukan keberhasilan pelaksanaannya. Alternatif langkah-langkah penutupan tambang dikembangkan dan dinilai pada desain tambang untuk memastikan bahwa ada langkah-langkah penutupan yang cocok yang tersedia untuk memulihkan dampak dari pengembangan tambang yang dipilih.


Dalam rencana penutupan tambang yang telah dilaksanakan perlu pula menyiapkan rencana pemeliharaan dan pemantauan yang akan memantau kinerja sistem selama operasi dan penutupan pasca tambang serta menyediakan pemeliharaan yang diperlukan untuk memastikan fungsi setiap komponen berjalan dalam jangka panjang.

Sepanjang proses ini, dilakukan evaluasi biaya dan penjadwalan sebagai bentuk jaminan keuangan yang disediakan untuk menutupi biaya pelaksanaan rencana, operasi jangka panjang, pemantauan dan pemeliharaan pasca penutupan tambang. Tahap akhir dari proses perencanaan penutupan tambang disusun dengan cara yang logis yang akan memberikan pemahaman deskripsi dari pra-penambangan hingga penutupan tambang sebagai dokumen Rencana Penutupan Tambang.

Referensi:
Ir. Daulat Ginting (Perencana Madya ESDM)
thumbnail

Kamus Istilah Geologi Online Glossary "D"


KAMUS GEOLOGI ONLINE

Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini

Datum

Datum adalah lokasi acuan atau elevasi yang digunakan sebagai titik awal untuk pengukuran berikutnya. Permukaan laut selalu digunakan sebagai datum untuk pengukuran ketinggian. Datum juga dapat berarti sebagai titik awal pengukuran berdasarkan bentuk fisik unit batuan dasar.

Daughter Element

Daughter Element adalah unsur yang dihasilkan melalui peluruhan radioaktif dari elemen induk.

Debris Avalanche

Debris Avalanche adalah gerakan lereng bagian bawah secara tiba-tiba pada batuan dan tanah pada suatu lereng yang curam.

Decollment

Decollment adalah garis horizontal atau subhorizontal pada sesar atau zona geser dengan perpindahan yang sangat besar. Batuan diatas sesar akan berpindah sejauh ribuan meter atau lebih terhadap batuan yang berada relatif di bawah sesar. Peristiwa ini sering mengakibatkan batuan yang berada di atas sesar berbeda bentuk fisiknya dengan batuan yang berada dibawah sesar.

Deflation (Deflasi)

Deflasi adalah hilangnya partikel lempung dan lumpur (berukuran tanah) akibat erosi oleh angin. Istilah ini juga dapat digunakan dalam referensi untuk hilangnya bahan/material yang tidak terkonsolidasi akibat angin.

Delta

Delta adalah deposit sedimen dari sungai yang terbentuk ketika masuk ke dalam tubuh danau atau laut. Nama ini berasal dari bahasa Yunani huruf "delta" karena deposit ini biasanya memiliki bentuk segitiga.

Dendritic Drainage (Pola Aliran Dendritik)

Pola Aliran Dendritik adalah pola aliran air yang menyerupai pembuluh darah pada daun. Terbentuk utamanya karena batuan di bawahnya memiliki ketahanan yang seragam terhadap erosi.

Density Current

Density Current adalah kepadatan aliran akibat gravitasi. Peningkatan kepadatan air terjadi karena perbedaan suhu dan peningkatan salinitas.

Deposition (Deposisi)

Deposisi adalah pengendapan suspensi sedimen yang telah tertransportasi. Juga dapat berarti pengendapan sedimen kimia dari air yang kaya mineral terlarut.

Desert Pavement

Desert Pavement adalah penutup tanah yang berukuran granular sampai partikel yang lebih besar, biasanya ditemukan di daerah kering. Desert Pavement merupakan deposit sisa yang terbentuk ketika angin menghilangkan material berukuran pasir, lanau dan lempung secara selektif.

Detrital

Detrital adalah istilah yang digunakan dalam referensi untuk sedimen atau batuan sedimen yang terdiri ataspartikel yang diangkut dan disimpan oleh angin, air atau es.

Diagenesis

Diagenesis adalah semua perubahan yang terjadi pada sedimen setelah deposisi, tidak termasuk pelapukan dan metamorfosis. Diagenesis meliputi pemadatan, sementasi, pencucian dan penggantian.

Diatom

Diatom adalah kelompok alga yang melayang bebas di perairan, baik di lautan maupun di danau. Beberapa jenis diatom hidup di bawah air dan di tanah. Kebanyakan diatom sangat kecil (mikroskopis).

Diatomit

Diatomit adalah batuan sedimen berwarna terang yang utamanya tersusun atas sisa-sisa skeletal yang mengandung silika diatom.

Diatom Ooze

Diatom Ooze adalah sedimen dasar laut yang terdiri dari setidaknya 30% diatom sisa.

Differentiated Planet

Differentiated Planet adalah planet yang memiliki lapisan yang terdiri dari kepadatan unsur-unsur dan mineral yang berbeda. Sebagai contoh, planet Bumi yang memiliki inti yang kaya logam,  dikelilingi oleh batuan dalam bentuk mantel, dan ditutupi oleh kerak dalam bentuk mineral low-density.

Dip

Dip adalah sudut dari sebuah unit batuan, sesar atau struktur batuan lainnya yang terbentuk pada bidang horizontalnya. Dinyatakan sebagai perbedaan sudut antara bidang horizontal dan struktur.

Discharge

Discharge adalah volume air di sungai yang mengalir dalam satuan waktu. Sering dinyatakan dalam kaki kubik per meter atau kubik per detik. Dihitung dengan rumus Q = A x V di mana Q adalah debit, A adalah luas penampang saluran dan V adalah kecepatan aliran rata-rata sungai.

Discontinuity

Discontinuity adalah lapisan permukaan batuan yang terpisah karena sifat dan komposisinya yang berbeda. (Lihat diskontinuitas seismik).

Dissolved Load (Bahan terlarut)

Dissolved Load adalah bahan terlarut yang terangkut oleh aliran sungai.

Divide

Divide adalah sebuah lembah yang memisahkan dua cekungan drainase yang berdekatan.

Dome (Kubah)

Dome adalah sebuah uplift berbentuk bulat atau elips dengan dip lapisan kesegala arah dari titik pusatnya.

Drainage Basin

Drainage Basin adalah wilayah geografis yang memberikan kontribusi limpasan ke sungai. Dapat terlihat pada peta topografi dengan menelusuri titik elevasi tertinggi antara dua lembah sungai yang berdekatan. Juga disebut sebagai "batas air" (watershed).

Drainage Divide

Drainage Divide adalah batas antara dua aliran sungai yang berdekatan, membagi drainase pada puncak pematang atau area yang tidak jelas di mana kemiringan terlihat berubah arah). Air limpasan dihasilkan di salah satu sisi bukit yang mengalir ke sungai "A" dan limpasan lainnya dihasilkan dari sisi bukit lainnya yang mengalir ke sungai "B".

Drawdown

Drawdown adalah penurunan muka air disekitar sumur produksi. Ini merupakan kejadian tertariknya air pada setiap titik tertentu yang menyebabkan terjadinya perubahan vertikal antara muka air original dan level muka air yang berkurang akibat pemompaan (pumping).

Drift

Drift adalah istilah umum untuk semua bahan/material sedimen yang diendapkan langsung dari es atau pelelehan air dari gletser.

Dune (Bukit Pasir)

Dune adalah sebuah gundukan atau punggungan pasir-terbawah oleh angin. Biasanya ditemukan di gurun dan bagian dalam pantai. Kebanyakan Dune lebih sering tertransportasi oleh angin.

Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini
thumbnail

Pertambangan Mineral Radioaktif di Indonesia

Di Indonesia karena terletak pada jalur “Ring of Fire”, kemungkinan besar terdapat cadangan mineral radioaktif yang cukup banyak, karena mineral tersebut keterdapatannya pada urat-urat bertemperatur tinggi  seperti dengan mineral kasiterit pada tambang Timah, atau dalam  Mesothermal sebagai urat-urat Sulfida didalam zona oksidasi dari endapan bijih Sulfida pada tambang Tembaga, bersama mineral Kalkopirit (CuFeS2), mineral Kovelit (CuS), mineral Bornit (Cu5FeS4) dan lain-lain.


Keberadaan unsur-unsur Radioaktif pada tambang mineral adalah sebagai unsur mineral ikutan/pengotor yang kadarnya dihitung dengan ukuran part per million (ppm), tapi  bila milliaran ton material yang digali/diproduksi, angka tersebut menjadi cukup berarti apalagi harga unsur Radioaktif ini sangat mahal.

Kebanyakan para pejabat pemerintah mengatakan bahwa unsur/mineral yang mengandung Radioaktif baik ditambang yang sudah ada seperti tambang timah di Bangka atau tambang timah liar dianggap tidak ekonomis untuk diolah, tetapi kenyataannya seperti  mineral Zirkon dan Ilmenit yang diekspor oleh sebuah perusahaan di Bangka pada bulan Mei 2011 sebanyak 60 (enam puluh) container atau pasir besi  diekspor sudah ribuan ton dari Tasikmalaya yang menurut ahli atom mengandung Uranium dan Thorium sudah ribuan ton di ekspor ke Cina, harga mineral ini disesuaikan dengan harga pasir biasa, yang otomatis pemerintah tidak mendapat apa-apa.

uranium dan uraninite
Mineral pembawa unsur radioaktif.

Kiranya pejabat pemerintah harus cerdas untuk mengelola unsur/mineral Radioaktif ini terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan & Konservasi Energi atau Badan Tenaga Atom Nasional, untuk mengelola & memanfaatkan unsur/mineral dari tambang-tambang yang sudah ada, seperti tambang timah, tambang tembaga, tambang pasir besi dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan strategi antara lain melakukan perencanaan, survey, penelitian unsur/mineral Radioaktif ini di tambang yang ada indikasi keterdapatannya.

Dasar hukum untuk mengelola tambang mineral Radioaktif dipayungi oleh UUD 1945 pasal 33 ayat 3 "Bumi, Air dan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara untuk  kemakmuran rakyat" dan Undang-Undang No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.


Mengelola unsur/mineral Radioaktif dari tambang- tambang yang sudah ada, kiranya tidak perlu ditunda lagi, sambil melakukan sosialisasi PLTN, sebaiknya ada dana  untuk kegiatan survey, penelitian, pengolahan raw material untuk mengelola  mineral/unsur  Radioaktif dari pertambangan, yang selanjutnya BATAN/Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral/Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mendirikan badan usaha Pertambangan Mineral Radioaktif.

Pembiayaan kegiatan dapat dibiayai APBN/APBD, bila memungkinkan bantuan dari pemerintah Jepang yang saat ini tidak lagi akan melakukan pengembangan PLT Nuklirnya dapat dinegosiasikan untuk kerjasama mengelola usaha pertambangan mineral Radioaktif di Indonesia.
thumbnail

Mineral Hematit: Pengertian, Kegunaan, dan Proses Terbentuknya

Pengertian Hematit

Hematit adalah salah satu mineral yang paling melimpah di permukaan bumi maupun di kerak bumi yang dangkal. Hematit merupakan oksida besi dengan komposisi kimia Fe2O3. Mineral ini merupakan mineral pembentuk batuan yang umumnya ditemukan pada batuan sedimen, metamorf, dan batuan beku. Hematit merupakan bijih yang cukup penting untuk menghasilkan besi. Kebanyakan bijih hematit diproduksi di Cina, Australia, Brazil, India, Rusia, Ukraina, Afrika Selatan, Kanada, Venezuela, dan Amerika Serikat.


Hematit memiliki berbagai macam kegunaan, tetapi dari sisi nilai ekonomis, hanya sedikit hematit yang digunakan sebagai bijih utama dari besi. Hematit lebih banyak digunakan untuk menghasilkan pigmen, bahan pelindung radiasi, ballast, dan masih banyak produk-produk lainnya.

Pencarian lain yang berhubungan dengan artikel ini adalah: kegunaan mineral hematit, proses terbentuknya mineral hematit, pengertian hematit, sifat fisik hematit, deskripsi hematit.

Sifat Fisik Hematit

Hematit memiliki kenampakan yang sangat variabel. Kilapnya dapat berkisar dari submetallic sampai metallic dengan sistem kristal trigonal. Rentang warna hematit berada pada merah hingga coklat dan hitam hingga abu-abu perak. Mineral ini hadir dalam berbagai bentuk yang meliputi lembaran, padat, kristal, botryoidal, berserat, Oolitic, dan lain sebagainya. Meskipun hematit memiliki kenampakan yang sangat variabel, mineral ini akan selalu menghasilkan cerat kemerahan. Cerat yang berwarna kemerahan inilah sebagai petunjuk penting untuk mengidentifikasi hematit.

Hematit tidak bersifat magnetik dan tidak selalu tertarik oleh magnet. Namun, banyak jenis dari hematit yang mengandung mineral magnetit sehingga mereka dapat tertarik oleh magnet. Hal ini dapat menyebabkan asumsi yang salah bahwa mineral magnetit atau pirhotit adalah lemah magnetik. kita harus memeriksa sifat-sifat lainnya untuk membuat identifikasi yang tepat.

Jika kita memeriksa suatu spesimen yang lemah sifat magnetiknya serta ceratnya berwarna kemerahan maka identifikasi spesimen tersebut sebagai magnetit atau pirhotit akan dikesampingkan atau dengan kata lain spesimen tersebut adalah hematit. Sebaliknya, jika suatu spesimen yang bersifat magnetik dan memiliki cerat kemerahan, maka kemungkinan besar spesimen tersebut merupakan kombinasi mineral hematit dan mineral magnetit.

Komposisi Hematit

Hematit murni memiliki komposisi berat sekitar 70% besi dan 30% oksigen. Sama seperti material alami lainnya, hematit jarang ditemukan dengan komposisi yang murni. Hal ini utamanya berlaku pada deposit sedimen dimana hematit terbentuk secara anorganik atau akibat pesipitasi biologis dalam tubuh air.

Sedimentasi klastik dapat memasukkan mineral lempung kedalam oksida besi. Sedimentasi episodik dapat menyebabkan deposit yang bentuknya seperti "bands oksida besi" dan serpih. Silika dalam bentuk jasper, rijang, atau kalsedon dapat masuk melalui proses kimia, klastik, atau proses biologis dalam jumlah kecil. Deposit hematit yang berlapis dan menyerpih atau perpaduan lapisan hematit dan silika dikenal sebagai "banded iron formations" (lihat gambar).

sifat fisik dan kenampakan hematit
Sifat fisik dan kenampakan hematit.

Proses Terbentuknya Hematit

Hematit banyak ditemukan sebagai mineral primer dan sebagai produk alterasi dalam batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen. Mineral ini dapat mengkristal selama proses diferensiasi magma atau presipitasi dari cairan hidrotermal yang bergerak melalui massa batuan. Hematit juga dapat terbentuk selama proses metamorfosis kontak ketika magma panas bereaksi dengan batuan yang ada disampingnya.

Deposit hematit yang paling penting terbentuk dalam lingkungan sedimen. Sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, lautan kita banyak mengandung zat besi terlarut, tetapi sangat sedikit mengandung oksigen bebas. Kemudian sekelompok cyanobacteria mampu melakukan fotosintesis. Bakteri tersebut menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat, oksigen, dan air. Reaksi ini menghasilkan oksigen bebas pertama di lingkungan laut.


Selanjutnya, oksigen bebas tersebut segera berikatan dengan besi dan membentuk hematit yang tenggelam ke dasar laut dan pada akhirnya menjadi unit batuan yang kita kenal sekarang sebagai "banded iron formations". Proses deposisi ini berlangsung selama ratusan juta tahun, mulai dari sekitar 2,4 sampai 1,8 juta tahun yang lalu. Hal ini memungkinkan pembentukan deposit besi yang tebalnya mencapai ratusan hingga ribuan kaki dengan pelamparan lateralnya mencapai ratusan hingga ribuan mil persegi.
thumbnail

Mineral Magnetit: Pengertian, Sifat Fisik, dan Kegunaannya

Pengertian Magnetit

Magnetit adalah mineral oksida besi dengan rumus kimia Fe3O4 dan banyak ditemukan dalam batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen. Magnetit merupakan bijih besi yang paling sering ditambang. Magnetit juga merupakan mineral dengan kandungan besi tertinggi (72,4%).

Baca juga: Genesa, Sifat Fisik, dan Kegunaan Mineral Ilmenit

Pencarian lainnya yang berhubungan dengan artikel ini adalah: deskripsi mineral magnetit, bentuk kristal magnetit, genesa magnetit, pengertian magnetit, definisi magnetit, magnetit mengandung unsur, manfaat magnetit, kegunaan magnetit.

Deskripsi Mineral Magnetit

Magnetit sangat mudah untuk di identifikasi, karena mineral ini merupakan salah satu dari hanya beberapa mineral yang tertarik pada magnet. Sifat fisik mineral ini yaitu berwarna hitam, buram, kilap submetallic-metalik, bentuk kristal oktahedral, dan mempunyai nilai kekerasan Mohs antara 5 - 6,5. Mineral ini juga sering ditemukan dalam bentuk kristal isometrik. Di alam, magnetit merupakan mineral yang paling kuat sifat magnetiknya.

sifat fisik mineral magnetit
Sifat fisik dan bentuk mineral magnetit.

Magnetit sebagai Batu Magnet (Loadstone)

Normalnya, magnetit akan tertarik pada magnet, tetapi beberapa jenis "automagnetized" memiliki kemampuan untuk menarik potongan-potongan kecil besi, potongan-potongan kecil magnetit, dan benda-benda magnetik lainnya. Bentuk umum magnetit sering dikenal sebagai "batu magnet" (loadstone) merupakan penemuan pertama manusia dengan magnet.

Batu magnet mudah diidentifikasi karena biasanya ditutupi dengan partikel kecil magnetit dan mineral magnetik lainnya (lihat gambar). Potongan batu magnet sebagai kompas magnetik pertama kali digunakan di Cina pada awal 300 SM. Dalam kompas tersebut sepotong batu magnet akan menyesuaikan diri dengan medan magnet bumi.

Kegunaan Magnetit sebagai Bijih Utama Besi

Saat ini, sebagian besar bijih besi ditambang dari batuan sedimen banded yang dikenal sebagai taconite, berisi campuran magnetit, hematit, dan rijang. Taconites yang bernilai komersial saat ini mengandung berat 25% - 30% besi. Bijih taconite dalam bentuk tanah hingga bubuk halus, dan magnet yang kuat digunakan untuk memisahkan partikel magnetis yang mengandung mineral magnetit dan hematit dari rijang tersebut.

Baca juga: Mengenal Mineral Galena dan Kegunaannya

Konsentrat yang terambil kemudian dicampur dengan batu kapur dan tanah liat, kemudian di "rolled" menjadi pelet bulat kecil. bentuk berupa pelet ini mudah untuk di angkut dengan kapal, kereta api, ataupun truk. Mereka bisa langsung dimuat ke dalam "blast furnace" di pabrik dan digunakan untuk menghasilkan besi atau baja.

Magnetit dan Medan Magnet Bumi

Kristal kecil dari magnetit sering hadir dalam banyak batuan. Dalam proses kristalisasi pada batuan beku, bentuk magnetit berupa kristal kecil akan mencair, dan karena mereka bersifat magnetik sehingga mereka akan menyesuaikan diri dengan arah dan polaritas medan magnet bumi. Mineral magnetit akan mempertahankan orientasi medan magnet bumi dalam batuan pada saat proses kristalisasi terjadi.

Saat ini, ahli geologi dapat mempelajari sifat magnetik batuan dari berbagai umur dan merekonstruksi sejarah perubahan medan magnet bumi hanya dari orientasi mineral magnetit. Sifat ini juga dapat digunakan untuk mempelajari pergerakan benua dari waktu ke waktu. Orientasi serupa dari butiran kecil magnetit terjadi juga pada pengendapan partikel sedimen, dan dapat digunakan sebagai petunjuk sejarah magnet bumi pada beberapa jenis batuan sedimen.
thumbnail

Mengapa Jumlah Karbon Banyak Terdapat di Inti dan Mantel Bumi ??

Kebingungan Ahli Geologi tentang mengapa jumlah karbon hadir begitu banyak pada inti dan mantel bumi kini mulai terjawab dengan adanya penemuan baru. Karbon yang merupakan unsur dasar pembentuk berbagai senyawa di Bumi, kemungkinan berasal dari bencana pada 4,4 miliar tahun lalu, dimana bumi berulangkali hampir musnah akibat hantaman asteroid. Hantaman ini tidak hanya menghasilkan kerusakan yang dahsyat, tetapi juga mengawali kehidupan di planet kita ini.

Asteroid (planet kecil) yang berukuran sekitar 4.828 kilometer itu menyatu (menghantam) planet kita setelah inti Bumi mulai terbentuk. Planet tersebut membawa bahan-bahan pembentuk kehidupan dan kristal berharga seperti intan yang mengandung karbon.


Ilmuwan meyakini bahwa sebagian besar karbon yang pertama kali terbentuk di planet kita telah mendidih dan terkunci di dalam inti bumi. Tetapi, yang menjadi permasalahan disini adalah bagaimana menjelaskan asal-usul unsur-unsur volatil (khususnya karbon) yang masih berada di luar inti (pada mantel Bumi).

Dari pertanyaan diatas, para ahli dapat menjelaskan bahwa karbon tidak menguap ke angkasa luar ketika planet ini sebagian besar masih dalam keadaan cair karena paduan kaya zat besi dalam inti bumi memiliki daya gabung (afinitas) yang kuat dengan karbon. Lalu bagaimana dengan karbon yang diluar inti bumi ??

Dengan melakukan percobaan bertekanan besar terhadap sulfur dan silikon, ilmuwan mendapatkan hasil bahwa sulfur dan silikon dapat merubah afinitas zat besi ke karbon. Jadi, karbon baru dapat dikeluarkan dari inti dan berpindah ke mantel, yang sebagian besar terbentuk dari silikat, jika paduan besi di inti Bumi kaya akan silikon maupun belerang.


keberadaan karbon di inti dan mantel
Korelasi karbon, sulfur, silikon, dan besi pada inti dan mantel.

Besar kemungkinan bahwa planet yang menghantam bumi, sebelumnya telah membentuk inti kaya silikon, dan akhirnya terserap oleh Bumi. Karena ukurannya yang besar, dinamika bisa terjadi dengan cara inti dari planet itu langsung menuju planet kita, dan mantelnya yang kaya karbon bercampur dengan mantel Bumi.

Temuan tersebut juga cocok dengan teori lain yang menunjukkan bahwa Bulan kita terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu setelah sebuah planet bernama Theia bertabrakan dengan Bumi.
thumbnail

Menteri ESDM Bubarkan Komite Eksplorasi Nasional

Geologinesia (06/09/2016): Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan telah membubarkan unit kerja Komite Eksplorasi Nasional (KEN), berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 6752 K/70/MEM/2016 tentang Pembubaran Unit Organisasi Ad Hoc di Lingkungan Kementerian ESDM.


Sebagaimana yang kita ketahui bahwa KEN telah dibentuk semenjak tanggal 11 Juni 2015 yang beranggotakan 47 anggota dari kalangan industri dan pemerintahan (struktural Kementerian ESDM). Tugas utama Komite Eksplorasi Nasional ini adalah memasifkan kegiatan eksplorasi demi memperoleh cadangan migas baru. Selain itu, KEN juga bertugas untuk mengindentifikasi potensi-potensi batubara, geothermal, dan mineral yang ada di Indonesia.

Menyangkut pembubaran tersebut, KEN dalam keterangan tertulisnya sudah mengirimkan Laporan Penutupan Sementara (Interim Closing Report) kepada Menteri ESDM. Sebagai laporan awal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas Komite Eksplorasi Nasional. Laporan secara lengkap akan diselesaikan KEN paling paling lambat tanggal 19 September 2016.

Sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara, KEN juga telah menyampaikan bahwa realisasi anggaran Komite Eksplorasi Nasional tahun 2015 adalah sebesar Rp 824 Juta dan penggunaan anggaran di tahun 2016 sebesar Rp 405 juta.

Baca juga: Cara Melakukan Eksplorasi Pasir Besi

Selama ini Komite Eksplorasi Nasional sudah memberikan rekomendasi dalam rangka meningkatkan eksplorasi migas, diantaranya adalah: melakukan riset dasar migas, revisi kontrak migas non-konvensional, Pencabutan PP 79/2010 dan Perubahan PSC term kontrak kerjasama, keterbukaan data migas dan Revisi UU Migas yang menguatkan eksplorasi, serta Tata-kelola perijinan migas.

eksplorasi migas
Ilustrasi eksplorasi migas.

Selain memberikan rekomendasi, KEN juga telah menghasilkan terobosan-terobosan baru yang berhubungan dengan tugas utamanya, diantaranya yaitu:
  1. Mengangkat horizon baru potensi sumberdaya migas Indonesia yang dapat dijadikan cadangan migas dalam 5-10 tahun kedepan
  2. Menginisiasi dan menjadikan program riset dasar eksplorasi migas (yang meliputi riset Migas Non-Konvensional, Sistem Petroleum Pra-Tersier, Gas Biogenik, dan Sistem Petroleum Gunung Api) di lembaga riset ESDM (Balitbang dan Badan Geologi) sebagai program riset tahun 2016 dan 2017
  3. Membuat prospect ranking dalam prioritas eksplorasi dari WKP (existing dan IPB), WKP yang akan dilelang, dan daerah terbuka untuk mengubah resource menjadi proven reserve,
  4. Meminta Pemerintah untuk membebaskan kewajiban fiskal dan perpajakan terhadap biaya kegiatan pemboran eksplorasi kecuali sumur eksplorasi tersebut telah berproduksi,
  5. Menghidupkan kembali Konsorsium Riset Migas Kelautan sebagai forum untuk men-sinergiskan dan meningkatkan kegiatan survei kelautan sebagai salah satu bagaian kegiatan eksplorasi migas

Sumber: Economy.Okezone dotcom
thumbnail

Pengertian dan Jenis-jenis Dataran Tinggi (Plato/Plateau)

Pengertian Dataran Tinggi

Dataran tinggi adalah dataran (tanah datar) yang berada pada ketinggian. Dataran tinggi sering disebut juga dengan "Plato" atau istilah luarnya adalah "Plateau". Plateau sendiri berasal dari Bahasa Perancis yang berarti 'meja tanah'. Dataran tinggi (plato) tidak semuanya merupakan daerah yang datar secara sempurna, tetapi lebih mengacu kepada relief yang rendah.

Mengingat definisinya agak mudah, kita mungkin akan terkejut untuk mengetahui bahwa ada banyak jenis dataran tinggi. Dataran tinggi diklasifikasikan berdasarkan bagaimana mereka terbentuk dan dimana mereka ditemukan. Kebanyakan dataran tinggi ditemukan di daerah pengangkatan (tektonik). Akan tetapi, perlu diperhatikan disini bahwa dataran tinggi tidak selalu berhubungan dengan pegunungan, tetapi mereka juga bisa terbentuk dengan cara yang lain.

Pencarian lainnya yang berkaitan dengan artikel ini adalah pengertian dataran tinggi, pengertian plato, dataran tinggi adalah, dataran tinggi, pengertian plateau, pengertian dari plateau, pengertian dataran tinggi dan contohnya, jenis jenis dataran tinggi, contoh dataran tinggi, ciri-ciri dataran tinggi, plateau artinya, penjelasan plateau.


Macam-macam Jenis Dataran Tinggi dan Contohnya

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa klasifikasi dataran tinggi akan selalu mengacu kepada bagaimana mereka terbentuk dan dimana mereka ditemukan. Dibawah ini dijelaskan beberapa jenis dataran tinggi.

Intermontane Plateau

Banyak dataran tinggi terletak pada ataupun dekat pegunungan, dimana tektonik mengangkat daerah luas yang datar sebagai suatu kesatuan. Sebagai suatu kesatuan (kelompok), mereka disebut dengan "Dataran Tinggi Intermontane". Dataran tinggi jenis ini merupakan dataran terbesar di bumi yang terbentuk dari tumbukan 2 lempeng tektonik.

Karena mereka terangkat jauh diatas permukaan air laut, maka jenis ini sangat terkenal sebagai dataran yang berada diatas ketinggian maksimum. Contoh "dataran tinggi intermontane" adalah dataran tinggi Tibet yang merupakan dataran tinggi terbesar dan tertinggi di dunia. Dataran tinggi Tibet berada disebelah Selatan-Tengah Asia, merupakan dasar lembah yang datar pada ketinggian sekitar 15.000 kaki diatas permukaan air laut dan dibagian selatannya dibatasi oleh pegunungan Himalaya.


Ada juga Dataran tinggi yang disebut "Altiplano", yang secara harfiah berarti 'tinggi dan datar', terletak di Andes, Amerika Selatan. Dataran tinggi ini merupakan plateau terbesar kedua di dunia, yang berada pada ketinggian di atas 12.000 kaki.

Dataran Tinggi Tibet
Tektonik Dataran Tinggi Tibet.

Continental Plateau

Dataran tinggi ini disebut juga dengan istilah "Dataran Tinggi Benua". Jenis ini mengacu pada dataran luas yang terbentuk bukan karena aktivitas tumbukan lempeng. Ahli geologi mempunyai banyak penjelasan bagaimana dataran ini dapat terbentuk. Beberapa ahli mengambil kesimpulan bahwa pembentukan dataran ini kebanyakan melibatkan gerakan ke atas batuan di mantel atas atau litosfer bawah. Tetapi kesimpulan tersebut belum menjadi sebuah konsensus diantara para ahli geologi saat ini.

Salah satu ciri dari jenis "Dataran Tinggi Benua" adalah bahwa tingkat uplift-nya biasanya lambat, yang memungkinkan anak sungai mengalir ditengahnya dan membentuk ngarai sampai ke permukaan dataran. Colorado Plateau, yang meliputi Grand Canyon dan Ozark Plateau di Missouri dan Arkansas adalah salah satu contoh jenis dataran tinggi ini.

Piedmont Plateau

Daerah yang terletak antara pegunungan dan dataran pantai yang saling berdekatan disebut Piedmont, sehingga istilah piedmont digunakan juga untuk mengacu pada jenis dataran tinggi yang berada disekitar daerah tersebut. Contoh dataran tinggi jenis ini adalah daerah sepanjang pesisir timur AS antara pegunungan Appalachian dan dataran pantai Atlantik. Perubahan elevasi antara piedmont dan dataran pantai tidak sedramatis dataran tinggi lainnya, tetapi sudah cukup untuk membuat string dari air terjun, yang biasa disebut garis jatuh (fall line).

Volcanic Plateau

Jenis ini sering disebut juga dengan "Dataran Tinggi Vulkanik", tersusun atas aliran lava akibat letusan vulkanik massive lava basalt. Karena komposisinya tersebut, jenis ini sering disebut juga sebagai "Dataran Tinggi Basalt". Columbia Plateau di Oregon dan Washington, Parana Plateau di Argentina, Central Siberia Plateau di Rusia, dan Deccan Plateau di India merupakan contoh jenis "Dataran Tinggi Vulkanik".

Baca juga: Batu Basalt dan Proses Pembentukannya

Dissected Plateau

Hampir semua dataran tinggi terkikis sampai pada batas tertentu, terutama di sepanjang tepinya. Ahli geologi menyebut peristiwa ini sebagai "dissection". Dissected plateau terbentuk akibat erosi jangka panjang. Contoh jenis ini adalah tepian timur Tibet Plateau dibelah oleh sungai dan anak sungai Yangtze dan Irrawaddy, tetapi sebagian besar dataran tingginya masih utuh. Contoh lainnya yaitu Colorado dan Ozark Plateau yang juga terbelah oleh erosi sungai.
thumbnail

Kamus Istilah Geologi Online Glossary "C"

kamus istilah geologi

KAMUS GEOLOGI ONLINE

Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini

Caldera (Kaldera)

Kaldera adalah kawah berbentuk mangkuk besar yang terkait dengan ventilasi vulkanik. Sebuah kaldera dapat terbentuk dari ledakan gunung berapi atau runtuhnya kerucut vulkanik ke sebuah dapur magma yang kosong.

Carbonate Rock (Batuan Karbonat)

Batuan karbonat adalah batuan yang utamanya tersusun atas mineral karbonat (mineral yang mengandung struktur anionik CO3). Batugamping (terutama terdiri dari calicite-CaCO3) dan Dolostone (komposisi utama dolomit - CaMg (CO3) 2 adalah contoh batuan karbonat yang paling umum.

Carbonic Acid (Asam Karbonat)

Asam karbonat adalah suatu asam lemah (H2CO3) yang terbentuk dari reaksi air dan karbon dioksida. Sebagian besar air hujan adalah asam karbonat sangat lemah dibentuk oleh reaksi hujan dengan sejumlah kecil karbon dioksida di atmosfer.

Cataclastic Rock (Batuan Kataklastik)

Batuan kataklastik adalah hancuran batuan yang terbentuk dan tergeser selama gerakan tektonik.

Cement (Semen)

Semen adalah sebuah endapan padat kalsium karbonat, silika, oksida besi, mineral tanah liat atau bahan lainnya yang terbentuk dalam ruang pori sedimen dan mengikat ke dalam batuan sedimen.

Cementation (Penyemenan/Sementasi)

Sementasi adalah proses pengendapan kimia pada ruang/pori sedimen yang berfungsi mengikat bagian dalam batuan sedimen.

Chemical Sedimentary Rock (Batuan Sedimen Kimia)

Batuan sedimen kimia adalah batuan yang terbentuk dari pengendapan larutan mineral. Contohnya adalah rijang dan batu garam.

Chemical Weathering (Pelapukan Kimia)

Pelapukan kimia adalah lepasnya material penyusun batuan karena proses solution atau alterasi kimia. Alterasi yang terjadi umumnya berupa oksidasi dan hidrolisis.

Chert (Rijang)

Rijang adalah bahan mikrokristalin atau cryptocrystalline batuan sedimen yang berkomposisi SiO2. Terjadi sebagai nodul dan massa concretionary dan sangat sedikit yang ditemukan dalam bentuk deposit berlapis.

C-Horizon

C-Horizon adalah horizon terendah dari profil tanah. Berada dibawah B-Horizon dan terdiri atas batuan dasar yang lapuk.

Cinder Cone

Cinder cone adalah bukit berbentuk kerucut yang terdiri dari bahan piroklastik yang dikeluarkan dari ventilasi vulkanik.

Cirque

Cirque adalah sebuah depresi yang berbentuk mangkuk dengan sisi sangat curam yang terbentuk di atas gunung gletser. Bentuk dari proses pelapukan dingin iklim termasuk es wedging dan pemetikan.

Clastic (Klastik)

Klastik adalah akumulasi pecahan/puing hasil pelapukan yang telah tertransportasi. Istilah klastik sering merujuk kepada batuan sedimen seperti serpih, batulanau, batupasir, atau konglomerat dan material sedimen seperti lumpur, pasir, atau kerikil.

Clay (Lempung)

Lempung adalah partikel mineral klastik yang memiliki ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm. Istilah ini juga digunakan dalam referensi untuk kategori yang luas pada mineral silikat hidrat dimana tetrahedrons silikanya membentuk lembaran-lembaran (sheets).

Coal (Batubara)

Batubara adalah batuan sedimen berwarna cokelat atau hitam yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan. Batubara mudah terbakar karena mengandung setidaknya 50% (berat) senyawa karbon.

Compaction (Pemadatan/Kompaksi)

Kompaksi adalah sebuah proses kompresi yang mengorientasikan ulang (re-orientasi) dan membentuk ulang butiran sedimen akibat gaya berat deposit yang berada diatasnya.

Composite Cone

Composite cone adalah gunung berapi berbentuk kerucut yang terdiri dari variasi lapisan abu dan lava. Juga dikenal sebagai sebuah stratovolcano.

Cone of Depression (Kerucut Depresi)

Kerucut depresi adalah bentuk kerucut penurunan muka air di sekitar sumur produksi.

Contact Metamorphism (Metamorfisme Kontak)

Metamorfisme kontak adalah perubahan batuan, terutama oleh panas. Sering terjadi dekat dengan dike, sill, dapur magma atau pada tubuh magma lainnya.

Contour Line (Garis Kontur)

Garis kontur adalah garis pada peta yang menunjukkan lokasi pada nilai variabel konstan. Misalnya, garis kontur titik elevasi ketinggian yang sama di seluruh peta. Contonhnya, Semua titik "10 meter" pada garis kontur menunjukkan 10 meter di atas permukaan laut.

Contour Map (Peta Kontur)

Peta kontur adalah peta yang menunjukkan perubahan nilai variabel di atas wilayah geografis melalui penggunaan garis kontur. Misalnya, peta kontur memiliki elevasi garis penunjuk ketinggian yang sama di seluruh peta. Lihat juga istilah: garis kontur dan peta topografi.

Cubic Feet Per Second

Cubic Feet Per Second adalah satuan ukuran yang sering digunakan untuk mengukur laju aliran air. Ini sama dengan volume air dengan tinggi dan lebar 1 kaki, bergerak dalam jarak linear 1 kaki dan dalam kurun waktu 1 detik.

Untuk istilah geologi yang diawali dengan huruf lain Klik Disini
thumbnail

Apakah Air dan Es adalah Mineral ??

Apa itu Mineral?

Kata "mineral" digunakan oleh ahli geologi untuk sekelompok bahan kristal alami. Emas, pirit, kuarsa, kalsit dan fluorit merupakan contoh "mineral". Untuk menjadi mineral bahan atau material harus memenuhi lima syarat, yaitu:
  1. Alami (tidak dibuat oleh manusia)
  2. Anorganik (tidak diproduksi oleh organisme)
  3. Padat
  4. Komposisi kimia pada rentang yang terbatas
  5. Memiliki struktur atomik internal.


Apakah air merupakan Mineral?

Jika kita membandingkan sifat-sifat air pada lima persyaratan definisi mineral diatas, maka kita menemukan bahwa air gagal untuk memenuhi syarat sebagai mineral. Air adalah cairan sehingga tidak memenuhi persyaratan yang ke-3 (padat). Namun, pada suhu di bawah 32 derajat Fahrenheit atau 0 derajat Celsius air dapat menjadi bahan padat yang kita sebut "es".

Apakah Es Merupakan Mineral?

Jika kita membandingkan sifat-sifat es untuk lima persyaratan definisi mineral, maka kita menemukan bahwa es jelas memenuhi empat syarat. Namun, persyaratan yang ke-1 (Alami) menjadikannya masalah. Sebuah kepingan salju alami akan dianggap mineral karena bentuk alami di atmosfer bumi. Namun es batu yang dibuat di kulkas tidak akan dianggap mineral karena dihasilkan oleh tindakan orang. Jadi, es disebut mineral ketika terbentuk secara alami.

struktur kristal es
Snowflake (kanan) yang mengungkap struktur kristal heksagonal dari Es.

Apakah Air adalah Mineraloid?

Air bukan mineral; Namun, dapat membeku menjadi es yang merupakan mineral. Beberapa ilmuwan percaya bahwa air harus dianggap sebagai "mineraloid", akan tetapi beberapa ilmuwan tidak setuju karena definisi mineraloid dibuat akibat gagalnya beberapa bahan terhadap persyaratan menjadi mineral karena tidak mempunyai struktur atomik internal yang jelas (amorf), sedangkan air sifatnya tidak amorf.


Bagaimana dengan Air Mineral?

Air mineral adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Kata "mineral" dalam istilah air mineral digunakan untuk padatan terlarut yang terjadi di dalam air saat diambil dari sumber alami (mata air).

Zat-zat terlarut ini berada pada air karena saat air berada dalam tanah akan melakukan kontak dengan bahan mineral dan non-mineral. Beberapa materi/bahan tersebut dapat dilarutkan oleh air. Untuk dijual sebagai "air mineral" air harus diambil dari sumber yang alami, dan mengandung setidaknya 250 ppb total padatan terlarut yang terjadi secara alamiah di dalam air.


Air mineral sangat bervariasi komposisinya. Pada beberapa kondisi, bahan terlarut dalam air akan dianggap "kotoran". Sedangkan pada kondisi lainnya, air yang biasa dikemas dalam sebuah botol ini akan dijual kepada orang-orang yang percaya bahwa "mineral" terlarut yang ada didalamya mungkin akan memberikan manfaat kesehatan.
thumbnail

Pengertian Mineraloid dan Perbedaannya dengan Mineral

Pengertian Mineraloid

Mineraloid adalah sebuah bahan/material yang keterdapatannya alami, padat anorganik dan tidak menunjukkan kristalinitas. Mineraloid sebagian besar memiliki kenampakan luar yang mirip dengan mineral, tetapi tidak memiliki struktur atom internal yang diperlukan untuk memenuhi definisi sebagai mineral.


Beberapa mineraloids juga tidak memiliki "komposisi kimia tertentu" yang dibutuhkan untuk menjadi mineral. Perlu diingat bahwa sebuah bahan/material disebut mineral harus memenuhi 5 persyaratan, yaitu: alami, anorganik, padat, memiliki struktur atom internal, serta komposisi kimianya pasti dan atau dapat bervariasi dalam kisaran terbatas.

Mineral adalah "kristal", dengan kata lain mereka memiliki struktur atom yang pasti. Sebaliknya, mineraloids adalah "amorf" yang berarti bahwa struktur atomik internal mereka tidak jelas. Tanpa struktur atom internal yang jelas, mineraloids tidak akan pernah membentuk kristal. Mineraloid juga tidak menunjukkan belahan (cleavage) karena internal planar mereka yang lemah.

Contoh Mineraloid

Ada sejumlah bahan yang familiar kita ketahui dan dapat diklasifikasikan sebagai mineraloids, contohnya opal. Opal adalah silika terhidrasi amorf dengan komposisi kimia SiO2.nH2O. "N" dalam rumus kimia tersebut menunjukkan bahwa jumlah air adalah variabel, Oleh karena itu opal adalah sebuah mineraloid.

Obsidian dan batu apung adalah batuan beku yang padat hasil dari lelehan magma yang cepat membeku. Hal ini menyebabkan atom mereka tidak dapat pindah ke suatu struktur atom tertentu. Sebaliknya, mereka dapat dengan cepat membentuk jaringan atom acak yang biasa kita kenal dengan istilah "glass". Obsidian dan batu apung adalah amorf, dimana komposisi mereka dapat bervariasi secara signifikan dari satu lokasi ke lokasi lain, dan dari suatu letusan gunung berapi ke letusan yang berikutnya. Obsidian dan batu apung juga mineraloids.


contoh mineraloid
Macam-macam Mineraloid.

Lingkungan Pembentukan Mineraloid

Kebanyakan mineraloid terbentuk pada suhu dan tekanan rendah, sering ditemukan di permukaan bumi dan di lingkungan bawah permukaan yang dangkal. Bahan/material seperti opal, psilomelane, chrysocolla, limonit, dan berbagai bahan supergen mengkristal dari gel atau koloid di bawah permukaan yang dangkal. Banyak dari bahan-bahan tersebut akhirnya akan berubah menjadi mineral karena faktor waktu, panas, ataupun tekanan. Mineraloids yang terbentuk pada suhu rendah sering memberi kenampakan "mammillary" (bulat halus atau hemispherical), "botryoidal" (seperti anggur), "pisolitic" (seperti kacang), atau "stalactitic habit".
thumbnail

Hoba, Meteorit Terbesar di Dunia

Hoba Ditemukan oleh seorang Petani

Pada tahun 1920, seorang petani yang sedang membajak lahan disebuah lapangan dekat Grootfontein, Namibia, menemukan potongan logam yang mengenai alat bajaknya. Penasaran dengan logam tersebut, dia lalu menggali tanah lebih dalam untuk menemukan bagian besar dari logam tadi. Alhasil, ia menemukan massa logam yang besar dan dengan cepat menarik perhatian para ilmuwan. Logam tersebut selanjutnya teridentifikasi sebagai sebuah meteorit. Meskipun digali, meteorit tersebut belum dipindahkan dari lokasi penemuan karena massanya yang besar. Namun, banyak potongan meteorit tersebut telah diambil untuk studi ilmiah.


Meteorit Terbesar dengan Berat 66 Ton

Logam yang ditemukan petani tadi ternyata beratnya 66 ton, yang berkomposisi besi meteorit. Ini merupakan meteorit tunggal terbesar dan potongan besi terbesar yang pernah ditemukan di dekat permukaan bumi. Bentuk meteorit ini adalah tabular dengan dimensi panjang sekitar sembilan kaki, lebar sembilan kaki, dan tebal sekitar tiga kaki. Meteorit tersebut diberi nama "Hoba" karena ditemukan disebuah lahan peternakan bernama "Hoba Barat."

meteorit terbesar di dunia
Hoba si meteorit terbesar di dunia dengan dimensi 9 x 9 x 3 kaki.

Hoba diperkirakan telah jatuh ke Bumi sekitar 80.000 tahun yang lalu. Metorit Hoba terdiri dari 84% besi, 16% nikel, dan sejumlah jejak kobalt dan logam lainnya. Kelimpahan oksida besi pada tanah disekitar meteorit tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya meteorit ini jauh lebih besar dari 66 ton saat pertama kali menyentuh permukaan bumi.

Tidak ada Kawah yang Terbentuk

Hal yang sangat mengejutkan adalah bahwa meteorit ini tidak dikelilingi oleh kawah. Seharusnya, benda dengan ukuran seperti ini ketika melewati atmosfer berada pada kecepatan yang sangat tinggi dan menabrak permukaan bumi dengan kekuatan yang dahsyat untuk membentuk sebuah kawah/lobang besar. Akan tetapi kenyataannya, tidak ada kawah yang terjadi disekitar lokasi penemuan meteorit tersebut.

Baca juga: Mari Memahami Struktur Internal Bumi

Para ilmuwan percaya bahwa meteorit ini jatuh ke bumi pada tingkat kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan meteorit pada umumnya. Bahkan beberapa ilmuwan meyakini bahwa bentuk datar meteorit tersebut kemungkinan bertanggung jawab dalam meghasilkan kecepatan rendah pada saat terjadinya "impact".

Saat ini, pemerintah Namibia telah menyatakan Meteorit Hoba dan situs dimana ia berada sebagai sebuah Monumen Nasional. Situs ini sekarang memiliki pusat wisata dan dikunjungi oleh ribuan orang setiap tahunnya.
thumbnail

Gempa Chile Pemegang Rekor Gempa Terbesar di Dunia

Rekor peristiwa gempa terbesar di dunia yang terdokumentasikan secara lengkap terjadi pada tanggal 22 Mei 1960 di negara Chile dekat Valdivia, Chile Selatan. Gempa tersebut tercatat oleh United States Geological Survey (USGS) berkekuatan 9,5 SR. Gempa tersebut sering disebut juga sebagai "Great Chilean Earthquake" atau "1960 Valdivia Earthquake."

Baca juga : Jejak Rekam Tsunami di Samudra Pasifik

USGS melaporkan peristiwa ini sebagai "gempa bumi terbesar abad ke-20". Gempa bumi lainnya banyak tercatat dalam sejarah dan mungkin lebih besar, tetapi ini adalah gempa terbesar yang telah terjadi sejak dilakukannya perkiraan magnitude gempa yang lebih akurat pada awal 1900-an.

gempa chile
12 rekor gempa terbesar di dunia (kiri), perjalanan tsunami gempa Chile melintasi samudera pasifik.

Gempa Chile terjadi di bawah Samudera Pasifik di lepas pantai Chile. Longsoran akibat gempa menghancurkan ribuan bangunan. Pemerintah Chili memperkirakan bahwa sekitar 2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Beruntung bahwa gempa tersebut terjadi di sore hari dan didahului oleh "foreshock" yang kuat. Foreshock yang terjadi menyebabkan kebanyakan orang telah keluar dari rumah mereka sebelum gempa utama terjadi.

Sebagian besar kerusakan dan kematian yang terjadi disebabkan oleh tsunami yang dihasilkan oleh gempa bumi ini. Gelombang tsunami menyapu daerah di pesisir beberapa saat setelah gempa terjadi. Tsunami menghanyutkan bangunan dan menenggelamkan banyak orang.

Ada banyak perkiraan jumlah korban yang berbeda pada gempa ini. Jumlah korban jiwa berkisar dari 490 sampai 6000 orang. Biaya kerusakan diperkirakan antara 400 - 800 juta dolar, yang apabila dikonversi saat ini bisa mencapai sekitar 3 - 6 miliar dollar (disesuaikan dengan inflasi sekarang).

Tsunami yang dihasilkan dari gempa ini merupakan salah satu dari beberapa tsunami yang telah menewaskan banyak orang pada cakupan area yang luas. Tsunami yang terjadi melintasi Samudera Pasifik dengan kecepatan lebih dari 200 mil per jam, sehingga terjadi perubahan permukaan laut diseluruh cekungan Samudera Pasifik.

Baca juga : Patahan Lembang Bandung Meyimpan Potensi Gempa Dahsyat

Tsunami tersebut bahkan mencapai wilayah Hawaii 15 jam setelah gempa terjadi. Gelombang dengan tinggi sekitar 11 meter menyapu wilayah pesisir Hawaii. Banyak fasilitas di pantai dan bangunan yang dekat dengan daerah pesisir hancur lebur. Dilaporkan 61 orang tewas oleh gelombang tsunami di Hawaii yang diakibatkan oleh gempa ini.

Sedangkan di California, gelombang dengan tinggi sekitar 2 meter menyebabkan kerusakan struktur garis pantai dan perahu-perahu kecil. Sedangkan di Jepang, gelombang hingga 6 meter menghantam pulau Honshu, sekitar 22 jam setelah gempa Chile terjadi, mengakibatkan 1.600 rumah hancur dan 185 orang tewas atau hilang. Selain itu, tercatat 32 orang tewas di Filipina sekitar 24 jam setelah gempa terjadi. Kerusakan juga terjadi di Pulau Paskah dan Samoa.

USGS juga melaporkan bahwa terjadi penurunan sebesar 1,5 meter di sepanjang pantai Chile dari ujung selatan Semenanjung Arauco sampai di Quellon, Pulau Chiloe. Subsidence ini mengakibatkan sejumlah bangunan berada dibawah permukaan air pada saat pasang. Sedangkan di Isla Guafo terjadi "uplift" sebesar 3 meter.

Gempa Chile masuk dalam kategori gempa "megathrust" yang terjadi pada kedalaman sekitar 20 mil, dimana Lempeng Nazca mensubduksi Lempeng Amerika Selatan. Subduksi tersebut menghasilkan zona patahan sepanjang 500 mil, membentang dari Talca hingga ke Chiloe Archipelago. Banyak gempa bumi besar telah terjadi di sekitar daerah tersebut sebelum dan sesudah peristiwa 22 Mei 1960 itu.
loading...
loading...
loading...

Copyright © Geologinesia. Powered by Blogger