Kamis, 01 September 2016

Gempa Chile Pemegang Rekor Gempa Terbesar di Dunia

Rekor peristiwa gempa terbesar di dunia yang terdokumentasikan secara lengkap terjadi pada tanggal 22 Mei 1960 di negara Chile dekat Valdivia, Chile Selatan. Gempa tersebut tercatat oleh United States Geological Survey (USGS) berkekuatan 9,5 SR. Gempa tersebut sering disebut juga sebagai "Great Chilean Earthquake" atau "1960 Valdivia Earthquake."

Baca juga : Jejak Rekam Tsunami di Samudra Pasifik

USGS melaporkan peristiwa ini sebagai "gempa bumi terbesar abad ke-20". Gempa bumi lainnya banyak tercatat dalam sejarah dan mungkin lebih besar, tetapi ini adalah gempa terbesar yang telah terjadi sejak dilakukannya perkiraan magnitude gempa yang lebih akurat pada awal 1900-an.

gempa chile
12 rekor gempa terbesar di dunia (kiri), perjalanan tsunami gempa Chile melintasi samudera pasifik.

Gempa Chile terjadi di bawah Samudera Pasifik di lepas pantai Chile. Longsoran akibat gempa menghancurkan ribuan bangunan. Pemerintah Chili memperkirakan bahwa sekitar 2 juta orang kehilangan tempat tinggal. Beruntung bahwa gempa tersebut terjadi di sore hari dan didahului oleh "foreshock" yang kuat. Foreshock yang terjadi menyebabkan kebanyakan orang telah keluar dari rumah mereka sebelum gempa utama terjadi.

Sebagian besar kerusakan dan kematian yang terjadi disebabkan oleh tsunami yang dihasilkan oleh gempa bumi ini. Gelombang tsunami menyapu daerah di pesisir beberapa saat setelah gempa terjadi. Tsunami menghanyutkan bangunan dan menenggelamkan banyak orang.

Ada banyak perkiraan jumlah korban yang berbeda pada gempa ini. Jumlah korban jiwa berkisar dari 490 sampai 6000 orang. Biaya kerusakan diperkirakan antara 400 - 800 juta dolar, yang apabila dikonversi saat ini bisa mencapai sekitar 3 - 6 miliar dollar (disesuaikan dengan inflasi sekarang).

Tsunami yang dihasilkan dari gempa ini merupakan salah satu dari beberapa tsunami yang telah menewaskan banyak orang pada cakupan area yang luas. Tsunami yang terjadi melintasi Samudera Pasifik dengan kecepatan lebih dari 200 mil per jam, sehingga terjadi perubahan permukaan laut diseluruh cekungan Samudera Pasifik.

Baca juga : Patahan Lembang Bandung Meyimpan Potensi Gempa Dahsyat

Tsunami tersebut bahkan mencapai wilayah Hawaii 15 jam setelah gempa terjadi. Gelombang dengan tinggi sekitar 11 meter menyapu wilayah pesisir Hawaii. Banyak fasilitas di pantai dan bangunan yang dekat dengan daerah pesisir hancur lebur. Dilaporkan 61 orang tewas oleh gelombang tsunami di Hawaii yang diakibatkan oleh gempa ini.

Sedangkan di California, gelombang dengan tinggi sekitar 2 meter menyebabkan kerusakan struktur garis pantai dan perahu-perahu kecil. Sedangkan di Jepang, gelombang hingga 6 meter menghantam pulau Honshu, sekitar 22 jam setelah gempa Chile terjadi, mengakibatkan 1.600 rumah hancur dan 185 orang tewas atau hilang. Selain itu, tercatat 32 orang tewas di Filipina sekitar 24 jam setelah gempa terjadi. Kerusakan juga terjadi di Pulau Paskah dan Samoa.

USGS juga melaporkan bahwa terjadi penurunan sebesar 1,5 meter di sepanjang pantai Chile dari ujung selatan Semenanjung Arauco sampai di Quellon, Pulau Chiloe. Subsidence ini mengakibatkan sejumlah bangunan berada dibawah permukaan air pada saat pasang. Sedangkan di Isla Guafo terjadi "uplift" sebesar 3 meter.

Gempa Chile masuk dalam kategori gempa "megathrust" yang terjadi pada kedalaman sekitar 20 mil, dimana Lempeng Nazca mensubduksi Lempeng Amerika Selatan. Subduksi tersebut menghasilkan zona patahan sepanjang 500 mil, membentang dari Talca hingga ke Chiloe Archipelago. Banyak gempa bumi besar telah terjadi di sekitar daerah tersebut sebelum dan sesudah peristiwa 22 Mei 1960 itu.